Jerman Mengamuk di Piala Dunia 2026, Curacao Dibantai 7-1 dalam Laga Pembuka Grup E

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman mengirim pesan tegas kepada para pesaingnya di Piala Dunia 2026 setelah menghancurkan Curacao dengan skor mencolok 7-1 pada laga pembuka Grup E di NRG Stadium, Houston, Amerika Serikat, Senin 15 Juni 2026.

Kemenangan besar ini bukan hanya mengantarkan Der Panzer ke puncak klasemen sementara Grup E.

Tetapi juga menunjukkan bahwa skuad asuhan Jerman datang ke turnamen dengan ambisi besar untuk kembali merebut gelar juara dunia.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil kendali permainan.

Baru enam menit laga berjalan, Felix Nmecha membuka keunggulan melalui penyelesaian melengkung yang tak mampu dijangkau kiper Curacao, Eloy Room.

Gol tersebut menjadi salah satu gol tercepat yang tercipta pada Piala Dunia 2026 sejauh ini.

Meski berstatus debutan, Curacao sempat memberikan kejutan. Livano Comenencia berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-21 dan membuat pertandingan kembali terbuka.

Namun momentum itu tak bertahan lama.

Jerman merespons dengan meningkatkan intensitas serangan. Nico Schlotterbeck membawa timnya kembali unggul lewat sundulan hasil sepak pojok menjelang turun minum.

Tak lama berselang, Kai Havertz memperlebar keunggulan menjadi 3-1 melalui eksekusi penalti setelah Felix Nmecha dilanggar di area terlarang.

Memasuki babak kedua, dominasi Jerman semakin tak terbendung.

Joshua Kimmich mencetak gol keempat hanya dua menit setelah jeda. Nathaniel Brown kemudian ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-68.

Curacao yang mulai kehilangan organisasi permainan semakin kesulitan membendung gelombang serangan lawan.

Deniz Undav menambah penderitaan Curacao lewat gol pada menit ke-78 sebelum Havertz menutup pesta gol Jerman pada menit ke-88 untuk memastikan kemenangan telak 7-1.

Selain pesta gol, pertandingan ini juga menghadirkan catatan bersejarah bagi Manuel Neuer.

Kiper veteran berusia 40 tahun itu resmi menjadi penjaga gawang kedua dalam sejarah yang tampil di lima edisi Piala Dunia, menyamai rekor legenda Meksiko Antonio Carbajal.

Di atas kertas, kemenangan besar atas Curacao memang sesuai prediksi.

Namun cara Jerman meraih kemenangan tersebut menjadi sinyal penting bahwa mereka siap menjadi salah satu kandidat kuat juara pada turnamen kali ini.

Sementara itu, Curacao harus segera berbenah. Meski sempat menunjukkan keberanian dengan mencetak gol balasan.

Pengalaman pertama mereka di panggung terbesar sepak bola dunia memperlihatkan masih adanya kesenjangan kualitas yang cukup lebar saat menghadapi tim elite seperti Jerman.

Hasil ini menempatkan Jerman di posisi teratas Grup E dengan tiga poin, sedangkan Curacao harus puas menghuni dasar klasemen setelah menelan kekalahan terbesar mereka di turnamen.(*)




Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini: Meksiko vs Afrika Selatan Buka Turnamen, Korea Selatan Tantang Republik Ceko

SEPUCUKJAMBI.ID – Penantian pecinta sepak bola dunia akhirnya berakhir.

Piala Dunia 2026 resmi dimulai pada Jumat 12 Juni 2026 dini hari WIB dengan dua pertandingan pembuka yang langsung menyita perhatian publik internasional.

Sorotan utama tertuju pada duel tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan dalam laga pembuka Grup A yang akan berlangsung di Mexico City Stadium.

Pertandingan dijadwalkan kick-off pukul 02.00 WIB dan menjadi penanda dimulainya edisi terbesar sepanjang sejarah Piala Dunia.

Atmosfer pertandingan diprediksi berlangsung panas. Bermain di depan puluhan ribu pendukung sendiri, Meksiko mengusung target meraih kemenangan perdana untuk membuka jalan menuju fase gugur.

Di sisi lain, Afrika Selatan datang dengan ambisi mencuri poin dan menciptakan kejutan pada laga yang akan disaksikan jutaan pasang mata di seluruh dunia.

Ulangan Laga Pembuka Piala Dunia 2010

Pertandingan ini menghadirkan cerita menarik. Meksiko dan Afrika Selatan pernah bertemu dalam laga pembuka Piala Dunia 2010 saat turnamen berlangsung di Johannesburg.

Kala itu, kedua tim bermain imbang 1-1 dalam pertandingan yang dikenang lewat gol spektakuler Siphiwe Tshabalala.

Kini, 16 tahun kemudian, kedua negara kembali dipertemukan di partai pembuka, menjadikannya salah satu duel paling menarik pada hari pertama kompetisi.

Piala Dunia Terbesar Sepanjang Sejarah

Piala Dunia 2026 mencatat sejarah baru bagi sepak bola dunia. Untuk pertama kalinya FIFA memperluas jumlah peserta menjadi 48 negara.

Turnamen ini juga menjadi edisi pertama yang digelar bersama oleh tiga negara, yakni Meksiko, Amerika Serikat, dan Kanada.

Sebanyak 104 pertandingan akan dimainkan hingga partai final yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Juli 2026.

Format baru tersebut membuat persaingan diprediksi semakin ketat dengan lebih banyak negara yang berpeluang menciptakan kejutan.

Korea Selatan dan Republik Ceko Lengkapi Persaingan Grup A

Setelah laga pembuka selesai, perhatian beralih ke pertandingan kedua Grup A yang mempertemukan Korea Selatan melawan Republik Ceko.

Pertandingan tersebut akan digelar di Guadalajara Stadium pada pukul 09.00 WIB.

Hasil laga ini akan menentukan peta awal persaingan Grup A dan melengkapi klasemen sementara di hari pertama turnamen.

Bagi Korea Selatan maupun Republik Ceko, kemenangan akan menjadi modal penting untuk menjaga peluang lolos ke babak berikutnya.

Jadwal Piala Dunia 2026 Hari Ini

Jumat, 12 Juni 2026

Grup A

  • Meksiko vs Afrika Selatan
    Mexico City Stadium, Mexico City
    Kick-off 02.00 WIB

Grup A

  • Korea Selatan vs Republik Ceko
    Guadalajara Stadium, Guadalajara
    Kick-off 09.00 WIB

Kedua pertandingan dijadwalkan disiarkan langsung melalui TVRI dan TVRI Sport.

Dengan dimulainya dua laga tersebut, perjalanan panjang menuju trofi paling bergengsi dalam sepak bola resmi dimulai.

Seluruh mata dunia kini tertuju ke Amerika Utara untuk menyaksikan siapa yang akan menjadi raja sepak bola dunia berikutnya.(*)




Ulangan Duel Bersejarah 2010, Afrika Selatan Kembali Bertemu Meksiko

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Afrika Selatan tidak punya banyak waktu untuk beradaptasi di Piala Dunia 2026.

Bafana Bafana langsung dihadapkan pada ujian berat saat menghadapi tuan rumah Meksiko pada pertandingan pembuka turnamen paling bergengsi di dunia tersebut.

Laga yang akan menjadi pembuka resmi Piala Dunia 2026 itu juga menjadi momen bersejarah bagi Afrika Selatan yang kembali tampil di putaran final Piala Dunia di luar kandang untuk pertama kalinya sejak edisi 2002.

Pelatih Afrika Selatan, Hugo Broos, menyadari timnya akan menghadapi tekanan besar.

Selain berstatus tuan rumah, Meksiko datang dengan modal impresif dan dukungan puluhan ribu suporter yang diprediksi memenuhi stadion.

Karena itu, seluruh fokus persiapan Afrika Selatan kini diarahkan untuk menghadapi El Tri.

“Kami tahu apa yang harus dilakukan ketika Meksiko menguasai bola dan ketika kami memegang penguasaan bola. Semua persiapan kami difokuskan untuk pertandingan ini,” kata Broos.

Meksiko Datang dengan Modal Mentereng

Afrika Selatan menghadapi lawan yang sedang berada dalam performa terbaiknya.

Meksiko menyapu bersih seluruh pertandingan pemanasan menjelang Piala Dunia, termasuk kemenangan telak 5-1 atas Serbia.

Tidak hanya itu, Meksiko juga memiliki rekor kandang yang mengesankan.

Mereka belum pernah kalah dalam tujuh pertandingan Piala Dunia yang dimainkan di stadion yang akan menjadi venue laga pembuka tersebut.

Faktor tuan rumah menjadi keuntungan tambahan yang membuat Meksiko masuk daftar favorit untuk melaju jauh di turnamen ini.

Broos bahkan mengakui kualitas tim asuhan Meksiko tidak hanya bertumpu pada pemain bintang, tetapi juga kekuatan kolektif yang membuat mereka sulit dikalahkan.

“Mereka tim yang sangat bagus, memiliki banyak pergerakan dan sangat solid. Anda bisa melihat mereka benar-benar memiliki ambisi besar untuk menjadi juara dunia,” ujarnya.

Ulangan Bersejarah dari Piala Dunia 2010

Pertandingan ini juga menghadirkan catatan unik dalam sejarah Piala Dunia.

Afrika Selatan dan Meksiko pernah bertemu pada laga pembuka Piala Dunia 2010 saat turnamen digelar di Afrika Selatan.

Kala itu, pertandingan berakhir imbang 1-1 dan menjadi salah satu laga pembuka paling dikenang karena gol spektakuler Siphiwe Tshabalala.

Kini, 16 tahun berselang, kedua negara kembali dipertemukan dalam laga pembuka, sebuah situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam format pertandingan pembuka tunggal Piala Dunia.

Afrika Selatan Bidik Kejutan

Meski tidak diunggulkan, Afrika Selatan datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil konsisten sepanjang babak kualifikasi zona Afrika.

Mereka berhasil finis sebagai juara grup, unggul atas Nigeria, dan hanya sekali kalah di lapangan selama fase kualifikasi.

Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Broos untuk menanamkan keyakinan kepada skuadnya bahwa peluang menciptakan kejutan tetap terbuka.

Namun tugas mereka tidak akan mudah. Selain Meksiko, Afrika Selatan juga harus menghadapi Korea Selatan dan Republik Ceko dalam persaingan Grup A.

“Kami harus tampil di level terbaik jika ingin mendapatkan hasil positif. Meksiko adalah tim yang sangat lengkap,” kata Broos.

Ia menegaskan para pemainnya harus tetap disiplin menjalankan rencana permainan dan tidak terpengaruh atmosfer stadion yang dipastikan akan berpihak penuh kepada tuan rumah.

“Yang terpenting bagi kami adalah tetap fokus pada strategi dan tidak memikirkan apa yang terjadi di tribun,” tegasnya.

Hasil pertandingan melawan Meksiko diyakini akan menjadi penentu arah perjalanan Afrika Selatan di Piala Dunia 2026.

Jika mampu mencuri poin, peluang Bafana Bafana untuk mencatat sejarah dengan lolos dari fase grup untuk pertama kalinya akan semakin terbuka.(*)




Pulisic hingga Arda Guler, Inilah Kekuatan Empat Tim di Grup D Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan di Grup D Piala Dunia 2026 diprediksi berlangsung sengit.

Empat negara yang menghuni grup ini, yakni Amerika Serikat, Paraguay, Australia, dan Turki, sama-sama datang dengan kekuatan terbaik serta ambisi besar untuk melaju ke babak 16 besar.

Menariknya, setiap tim memiliki karakter permainan yang berbeda.

Amerika Serikat mengandalkan kombinasi pemain muda dan bintang Eropa, Turki datang dengan generasi emasnya, Australia mengusung kolektivitas tim yang kuat, sementara Paraguay mengandalkan disiplin taktik khas Amerika Selatan.

Baca juga:  Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Dari Laga Pembuka hingga Final

Amerika Serikat Andalkan Generasi Emas

Sebagai salah satu tuan rumah, Amerika Serikat memikul ekspektasi tinggi di hadapan publik sendiri.

Pelatih Mauricio Pochettino membawa skuad yang dipenuhi pemain berpengalaman di kompetisi elite Eropa.

Nama-nama seperti Christian Pulisic, Weston McKennie, Tyler Adams, hingga Folarin Balogun menjadi kekuatan utama Tim Yanks.

Selain itu, kehadiran pemain Premier League seperti Antonee Robinson, Tyler Adams, Chris Richards, dan Haji Wright membuat kualitas skuad Amerika Serikat semakin kompetitif.

Dengan dukungan suporter tuan rumah serta kedalaman skuad yang merata di semua lini, Amerika Serikat layak disebut sebagai salah satu favorit untuk memuncaki Grup D.

Sebagai tuan rumah Timnas Amerika tak akan anggap remeh para lawannya di babak penyisihan Piala Dunia 2026

Skuad Amerika Serikat

Kiper: Chris Brady, Matt Freese, Matt Turner

Belakang: Max Arfsten, Sergino Dest, Alex Freeman, Mark McKenzie, Tim Ream, Chris Richards, Antonee Robinson, Miles Robinson, Joe Scally, Auston Trusty

Gelandang: Tyler Adams, Sebastian Berhalter, Weston McKennie, Gio Reyna, Cristian Roldan, Malik Tillman

Penyerang: Brenden Aaronson, Folarin Balogun, Ricardo Pepi, Christian Pulisic, Tim Weah, Haji Wright, Alejandro Zendejas

Paraguay Kembali ke Panggung Dunia

Setelah absen sejak Piala Dunia 2010, Paraguay akhirnya kembali tampil di putaran final.

Kehadiran mereka disambut antusias oleh para pendukung yang telah lama menanti kebangkitan La Albirroja.

Kekuatan Paraguay tetap berada di sektor pertahanan yang dipimpin Gustavo Gomez, Fabian Balbuena, dan Junior Alonso.

Sementara di lini depan, Julio Enciso, Miguel Almiron, dan Antonio Sanabria siap menjadi pembeda.

Meski tidak diunggulkan, Paraguay dikenal sebagai tim yang sulit dikalahkan dan sering merepotkan lawan-lawan besar dalam turnamen internasional.

Timnas Paraguay siap tampil all out di piala dunia 2026

Skuad Paraguay

Kiper: Orlando Hill, Gaston Oliveira, Roberto Fernandez

Bek: Juan Caceres, Gustavo Velazquez, Gustavo Gomez, Junior Alonso, Jose Canale, Omar Alderete, Alejandro Maidana, Fabian Balbuena

Gelandang: Diego Gomez, Mauricio Magalhaes, Damian Bobadilla, Braian Ojeda, Andres Cubas, Matias Galarza, Kaku, Ramon Sosa, Miguel Almiron

Penyerang: Gustavo Caballero, Alex Arce, Gabriel Avalos, Isidro Pitta, Julio Enciso, Antonio Sanabria

Australia Pertahankan Konsistensi

Australia kembali mencatatkan sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk keenam kalinya secara beruntun.

Konsistensi tersebut menunjukkan perkembangan sepak bola Negeri Kanguru yang semakin stabil dalam dua dekade terakhir.

Skuad asuhan Tony Popovic memadukan pemain senior dan talenta muda.

Sosok berpengalaman seperti Mathew Ryan, Aziz Behich, dan Martin Boyle tetap menjadi tumpuan, sementara nama-nama muda seperti Nestory Irankunda dan Cristian Volpato siap memberikan energi baru.

Australia dikenal sebagai tim dengan organisasi permainan yang disiplin dan daya juang tinggi. Karakter tersebut berpotensi membuat mereka menjadi kuda hitam di Grup D.

Timnas Australia kerap tampil memukau di ajang piala dunia

Skuad Australia

Kiper: Ryan, Izzo, Beach

Belakang: Behich, Bos, Burgess, Circati, Degenek, Geria, Herrington, Italiano, Souttar, Trewin

Gelandang: Devlin, Hrustic, Irvine, Metcalfe, Okon-Englster, O’Neill

Penyerang: Irankunda, Leckie, Mabil, Toure, Velupilly, Volpato, Yengi

Turki Datang dengan Generasi Emas

Turki menjadi salah satu tim yang paling menarik perhatian di Grup D.

Skuad asuhan Vincenzo Montella dihuni banyak pemain yang tampil di liga-liga top Eropa.

Lini tengah Turki menjadi kekuatan utama dengan hadirnya Hakan Calhanoglu, Orkun Kokcu, dan Arda Guler.

Sementara di lini depan terdapat Kenan Yildiz, Kerem Akturkoglu, hingga Baris Alper Yilmaz yang sedang berada dalam performa terbaik.

Perpaduan pemain muda berbakat dan sosok berpengalaman membuat Turki diprediksi menjadi pesaing utama Amerika Serikat dalam perebutan posisi juara grup.

Timnas Turki siap tampil apik di Piala DUnia 2026

Skuad Turki

Kiper: Mert Gunok, Altay Bayindir, Ugurcan Cakir

Bek: Zeki Celik, Merih Demiral, Caglar Soyuncu, Eren Elmali, Abdulkerim Bardakci, Ozan Kabak, Mert Muldur, Ferdi Kadioglu, Samet Akaydin

Gelandang: Salih Ozcan, Orkun Kokcu, Hakan Calhanoglu, Ismail Yuksek, Kaan Ayhan

Penyerang: Kerem Akturkoglu, Arda Guler, Deniz Gul, Kenan Yildiz, Irfan Can Kahveci, Yunus Akgun, Baris Alper Yilmaz, Oguz Aydin, Can Uzun

Prediksi Persaingan Grup D

Di atas kertas, Amerika Serikat dan Turki memiliki kualitas skuad yang sedikit lebih unggul dibanding dua rival lainnya.

Namun Australia dan Paraguay bukan lawan yang bisa diremehkan karena memiliki organisasi permainan yang solid serta pengalaman menghadapi tekanan turnamen besar.

Jika melihat komposisi pemain saat ini, Amerika Serikat berpeluang finis sebagai juara grup, sementara Turki difavoritkan menemani ke fase gugur.

Meski demikian, persaingan Grup D dipastikan menjadi salah satu yang paling menarik untuk disaksikan pada Piala Dunia 2026.(*)




Inter Milan Siap Tantang Lazio di Final, Chivu Soroti Kekompakan Tim

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Inter Milan, Cristian Chivu, meminta para pemainnya untuk fokus penuh menghadapi Lazio pada partai final Piala Italia yang digelar di Stadion Olimpico, Roma, Rabu malam waktu setempat.

Jelang laga penting tersebut, Chivu menegaskan timnya tidak boleh terlena dengan peluang meraih dua gelar musim ini setelah sebelumnya sukses mengamankan trofi Liga Italia.

Menurutnya, Inter Milan harus tetap menjaga mentalitas, konsentrasi, dan kerendahan hati demi menutup musim dengan hasil terbaik.

“Kami tidak boleh terlalu terpaku pada peluang meraih dua gelar. Tim ini sudah menjalani musim yang luar biasa dan sekarang kami harus tetap fokus,” ujar Chivu seperti dikutip dari laman resmi klub.

Pelatih asal Rumania itu meminta skuad Nerazzurri tetap bermain dengan tenang dan menikmati pertandingan tanpa kehilangan semangat juang yang selama ini menjadi kekuatan tim.

“Kami harus tetap tenang, tetap tersenyum, dan menikmati pertandingan tanpa kehilangan antusiasme serta kerendahan hati,” lanjutnya.

Final Piala Italia menjadi kesempatan besar bagi Inter Milan untuk menyempurnakan musim mereka setelah gagal berbicara banyak di kompetisi Liga Champions.

Chivu memastikan kondisi para pemain berada dalam situasi yang baik dan memiliki motivasi tinggi untuk membawa pulang trofi Piala Italia.

Ia menilai para pemain memahami arti penting mengenakan seragam Inter Milan, klub yang dalam beberapa tahun terakhir terus menunjukkan konsistensi di level domestik maupun Eropa.

“Tim ini memahami apa yang kami wakili sebagai klub besar yang memiliki sejarah panjang dan terus kompetitif dalam beberapa tahun terakhir,” kata Chivu.

Mantan bek Inter Milan tersebut juga menekankan pentingnya kekompakan tim, baik saat meraih kemenangan maupun menghadapi kekalahan.

“Kami menang bersama dan kalah bersama. Semuanya dilakukan bersama-sama dan kami selalu bersatu,” tegasnya.

Laga final antara Inter Milan kontra Lazio diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim sama-sama ingin menutup musim dengan trofi bergengsi.(*)




Manchester City Kejar Arsenal, Pep Guardiola: Semua Masih Bisa Terjadi

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menegaskan timnya masih memiliki peluang besar dalam perburuan gelar juara Liga Inggris musim ini.

Pernyataan itu disampaikan jelang laga tunda pekan ke-31 menghadapi Crystal Palace di Stadion Etihad, Rabu malam waktu setempat.

Manchester City saat ini masih tertinggal lima poin dari Arsenal yang berada di puncak klasemen sementara Liga Inggris.

Namun, kemenangan atas Crystal Palace diyakini bisa memperkecil selisih poin menjadi dua angka dan menjaga asa juara tetap terbuka.

Pep Guardiola mengatakan timnya masih memiliki tiga pertandingan penting yang harus dimaksimalkan hingga akhir musim.

“Kami bermain melawan Crystal Palace, lalu menghadapi Bournemouth, dan setelah itu menjamu Aston Villa. Semuanya masih mungkin terjadi,” ujar Pep Guardiola seperti dikutip dari laman resmi klub.

Pelatih asal Spanyol tersebut menilai fokus menjadi kunci utama Manchester City dalam menghadapi sisa kompetisi.

Ia tidak ingin para pemain kehilangan konsentrasi di momen krusial perebutan gelar.

“Ketika kehilangan fokus, Anda berada dalam situasi berbahaya. Kami harus terus berkembang dan mengendalikan permainan dengan lebih baik,” katanya.

Pep juga meminta Erling Haaland dan rekan-rekannya untuk sepenuhnya fokus mengamankan tiga poin saat menghadapi Crystal Palace sebelum memikirkan laga berikutnya.

“Saya selalu belajar untuk menjadi lebih baik. Fokus kami sekarang hanya Crystal Palace,” tegas mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut.

Manchester City memang masih menjadi salah satu kandidat kuat juara Liga Inggris musim ini.

Pengalaman skuad asuhan Pep Guardiola dalam persaingan perebutan gelar dinilai bisa menjadi faktor penting dalam tekanan akhir musim.

Laga kontra Crystal Palace pun diprediksi menjadi pertandingan krusial bagi The Citizens untuk menjaga peluang mempertahankan trofi Liga Inggris.(*)




Era Berakhir! Mohamed Salah Umumkan Hengkang dari Liverpool

SEPUCUKJAMBI.ID – Kabar mengejutkan datang dari dunia sepak bola.

Penyerang andalan Mohamed Salah dipastikan akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim 2025/2026 atau Juni mendatang.

Keputusan tersebut diambil setelah kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan kerja sama yang telah terjalin selama hampir satu dekade.

Selama sembilan tahun membela The Reds, Salah telah menjadi salah satu ikon penting dalam sejarah klub.

Dalam pernyataannya, Salah mengungkapkan bahwa ia ingin menyampaikan kabar ini lebih awal sebagai bentuk transparansi sekaligus penghormatan kepada para pendukung Liverpool.

Meski telah memastikan akan hengkang, pemain asal Mesir itu menegaskan bahwa fokusnya saat ini tetap untuk memberikan performa terbaik hingga akhir musim.

Ia ingin menutup perjalanannya bersama Liverpool dengan hasil yang maksimal.

Pengumuman tersebut juga disampaikan melalui akun Instagram pribadinya. Dalam pesan emosionalnya, Salah mengaku tidak pernah membayangkan Liverpool akan menjadi bagian besar dalam hidupnya.

Ia menggambarkan Liverpool bukan sekadar klub sepak bola, melainkan sebuah rumah yang penuh gairah, sejarah, dan ikatan emosional yang kuat.

Salah juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak di klub, mulai dari rekan setim, staf, hingga para suporter yang selalu memberikan dukungan selama ini.

“Perpisahan tidak pernah mudah. Kalian memberi saya momen terbaik dalam hidup. Saya akan selalu menjadi bagian dari Liverpool,” tulisnya.

Sejak bergabung dari AS Roma pada tahun 2017, Salah mencatatkan pencapaian luar biasa. Ia telah tampil sebanyak 435 kali di berbagai kompetisi dan mencetak 255 gol.

Selama membela Liverpool, ia turut mempersembahkan sejumlah gelar bergengsi, termasuk Liga Inggris, Liga Champions, Piala Dunia Antarklub, Piala FA, hingga berbagai trofi domestik lainnya.

Kepergian Salah menandai berakhirnya sebuah era penting di Anfield. Namun, warisan dan kontribusinya akan terus dikenang oleh para penggemar sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah dimiliki klub tersebut.(*)




Lamine Yamal Terus Menggila, Torehan Golnya Kini Melewati Diego Maradona

SEPUCUKJAMBI.ID – Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah Barcelona.

Gol yang dicetak ke gawang Albacete Balompie pada laga perempat final Piala Raja musim 2025/2026, Rabu (4/2) dini hari WIB, membuat remaja Spanyol itu resmi melampaui catatan gol legenda Argentina, Diego Maradona, bersama Blaugrana.

Gol tersebut menjadi gol ke-39 Yamal untuk Barcelona di semua kompetisi.

Jumlah itu unggul satu gol dibandingkan Maradona yang mengoleksi 38 gol selama memperkuat klub asal Catalunya tersebut.

Meski demikian, perbandingan statistik menunjukkan perbedaan signifikan dari sisi efisiensi.

Maradona hanya membutuhkan 58 pertandingan untuk mencetak 38 gol, sedangkan Yamal mencapai angka tersebut setelah tampil dalam 135 laga.

Kendati begitu, usia muda Yamal membuat pencapaian ini tetap dinilai luar biasa.

Berkat tambahan gol tersebut, Lamine Yamal kini menempati posisi ke-71 dalam daftar pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Barcelona.

Sementara itu, Maradona berada dua tingkat di bawahnya, tepatnya di urutan ke-73.

Tak hanya itu, gol ke gawang Albacete juga mengantar Yamal mencatatkan rekor lain.

Ia menjadi pemain termuda dalam sejarah La Liga yang mampu mencetak gol dalam empat pertandingan beruntun di semua ajang, pada usia 18 tahun 205 hari.

Di internal Barcelona, catatan Yamal melampaui dua nama muda lainnya, yakni Paulino Alcantara yang melakukannya pada usia 19 tahun 44 hari dan Vincenc Martinez pada usia 19 tahun 120 hari.

Sejak musim 2013/2014, hanya delapan pemain Barcelona yang mampu mencetak gol dalam minimal empat laga beruntun.

Selain Yamal, daftar elite tersebut diisi oleh Lionel Messi, Luis Suarez, Robert Lewandowski, Neymar, Ousmane Dembele, Raphinha, dan Ferran Torres.

Pada musim 2025/2026, performa Yamal terbilang konsisten. Ia telah mengoleksi 14 gol dan 12 assist dari seluruh kompetisi, menjadikannya salah satu pilar penting di skuad asuhan Hans-Dieter “Hansi” Flick.

Kepercayaan sang pelatih terlihat dari menit bermain Yamal yang tinggi.

Dari 29 pertandingan yang telah dijalani Barcelona musim ini, Yamal tampil dalam sebagian besar laga, termasuk 18 pertandingan di ajang liga.

Kontribusi Yamal turut membantu Barcelona memimpin klasemen sementara liga, melaju ke semifinal Piala Raja, serta memastikan tiket ke babak 16 besar Liga Champions.

Di usia yang masih sangat muda, Lamine Yamal kini digadang-gadang sebagai simbol era baru Barcelona.(*)




Drama Menit Akhir, Albacete Singkirkan Real Madrid dari Piala Raja

SEPUCUKJAMBI.ID – Real Madrid harus mengubur ambisi mereka di ajang Copa del Rey musim ini setelah secara mengejutkan tumbang dari klub kasta kedua, Albacete.

Bertanding di Stadion Carlos Belmonte, Rabu (waktu setempat), Los Blancos kalah dengan skor tipis 2-3 pada babak 16 besar.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Raja musim ini.

Albacete, yang berstatus sebagai tim divisi dua, tampil tanpa gentar menghadapi raksasa Spanyol dan berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final.

Sejak awal pertandingan, Real Madrid tampil dominan dan mencoba menguasai permainan.

Namun, rapatnya pertahanan Albacete membuat peluang-peluang Madrid tak kunjung berbuah gol.

Justru tuan rumah yang berhasil memecah kebuntuan lebih dulu.

Gol pembuka Albacete lahir pada menit ke-42 melalui Javi Villar yang memanfaatkan kelengahan lini belakang Madrid.

Keunggulan tersebut sempat membuat publik tuan rumah bersorak, sebelum Madrid membalas di masa injury time babak pertama.

Franco Mastantuono berhasil menyamakan kedudukan pada menit 45+3 setelah menyambar bola rebound di kotak penalti.

Skor 1-1 menutup babak pertama dan membuka harapan Madrid untuk bangkit di paruh kedua.

Memasuki babak kedua, duel berlangsung semakin ketat. Albacete kembali menunjukkan efektivitas mereka pada menit ke-82.

Jefte Betancor mencetak gol kedua Albacete setelah kembali memanfaatkan bola muntah hasil penyelamatan kiper Madrid, mengubah skor menjadi 2-1.

Madrid tak tinggal diam. Tekanan intens di menit-menit akhir akhirnya membuahkan hasil ketika Gonzalo Garcia mencetak gol lewat sundulan menyambut sepak pojok Arda Guler pada menit 90+1.

Skor kembali imbang 2-2 dan laga seolah akan berlanjut ke babak tambahan.

Namun, drama belum berakhir. Saat Madrid berusaha menjaga tempo, Albacete justru mencetak gol penentu kemenangan.

Jefte Betancor kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit 90+4, sekaligus memastikan kemenangan 3-2 bagi tuan rumah.

Hingga peluit panjang dibunyikan, Real Madrid gagal mencetak gol balasan.

Kekalahan ini membuat Madrid tersingkir dari Copa del Rey dan kini hanya akan fokus pada La Liga serta Liga Champions di sisa musim kompetisi.

Sementara itu, Albacete memastikan langkah mereka ke babak perempat final yang dijadwalkan berlangsung pada 3–5 Februari 2025, dengan undian akan dilakukan pada 19 Januari 2025.(*)