AC Milan Bidik Wing-Back Baru, Noussair Mazraoui dan Raphael Guerreiro Masuk Radar

SEPUCUKJAMBI.ID – AC Milan masih membuka peluang mendatangkan pemain baru di posisi wing-back sebelum bursa transfer musim panas ditutup.

Keputusan tersebut akan bergantung pada hasil evaluasi pelatih Ruben Amorim selama rangkaian pramusim.

Rossoneri memang belum menjadikan sektor sayap sebagai prioritas utama.

Namun, kebutuhan tambahan pemain bisa berubah apabila performa skuad dinilai belum sesuai dengan skema yang diinginkan sang pelatih.

Dalam laga uji coba melawan Celtic, Amorim mulai memperlihatkan filosofi permainannya melalui formasi 3-4-2-1.

Skema tersebut menuntut wing-back memiliki kemampuan menyerang dan bertahan secara seimbang.

Sejumlah pemain mulai diuji di posisi tersebut. Salah satunya adalah Samuel Chukwueze yang dicoba bermain sebagai wing-back.

Eksperimen itu memberikan hasil positif. Pemain asal Nigeria tersebut tampil cukup menjanjikan dan sukses menyumbang assist untuk gol Francesco Camarda saat menghadapi Celtic.

Selain Chukwueze, Alexis Saelemaekers juga dipersiapkan mengisi peran serupa.

Sementara Davide Bartesaghi tetap menjadi opsi penting karena mampu bermain sebagai wing-back maupun bek tengah sisi kiri.

Di tengah evaluasi tersebut, masa depan Pervis Estupinan masih menjadi perhatian.

Bek asal Ekuador itu dikabarkan diminati Aston Villa, meski hingga kini belum ada keputusan terkait kemungkinan kepindahannya.

Amorim disebut ingin melihat langsung performa Estupinan sepanjang pramusim sebelum menentukan apakah sang pemain akan dipertahankan atau dilepas.

Jika Estupinan hengkang, AC Milan dipastikan akan bergerak mencari pengganti. Salah satu nama yang masuk daftar incaran adalah Noussair Mazraoui dari Manchester United.

Bek asal Maroko itu disebut sudah lama masuk dalam radar Amorim karena dinilai sesuai dengan karakter permainan yang diinginkannya.

Selain Mazraoui, AC Milan juga mempertimbangkan Raphael Guerreiro.

Pemain asal Portugal itu kini berstatus bebas transfer setelah kontraknya bersama Bayern Munchen berakhir.

Status tanpa klub membuat Guerreiro menjadi opsi menarik karena bisa direkrut tanpa biaya transfer. Pengalamannya di level tertinggi Eropa juga menjadi nilai tambah.

Selama bermain di Bundesliga, Guerreiro mencatatkan 42 gol dan 47 assist dalam 223 pertandingan, statistik yang menunjukkan kemampuannya memberikan kontribusi di sektor menyerang maupun bertahan.

Manajemen AC Milan diperkirakan baru akan mengambil keputusan final setelah seluruh agenda pramusim rampung.

Evaluasi tersebut akan menjadi dasar apakah Rossoneri benar-benar mendatangkan wing-back baru sebelum bursa transfer ditutup.(*)




Cucurella dan Konate Resmi Masuk Skuad La Liga Real Madrid, Tinggal Bernardo Silva

SEPUCUKJAMBI.ID – Real Madrid terus mematangkan persiapan menghadapi musim 2026/2027.

Los Blancos resmi mendaftarkan dua rekrutan anyar, Marc Cucurella dan Ibrahima Konate, ke kompetisi La Liga sehingga keduanya kini sudah memenuhi syarat untuk tampil pada laga resmi.

Registrasi dua pemain tersebut menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya Real Madrid lebih dulu mendaftarkan Denzel Dumfries, yang menjadi pemain anyar pertama mereka yang masuk daftar resmi La Liga musim ini.

Dengan demikian, Real Madrid kini telah memiliki tiga pemain baru yang resmi terdaftar, sementara proses administrasi untuk rekrutan lainnya masih terus berjalan.

Marc Cucurella didatangkan dari Chelsea dengan nilai transfer mencapai 55 juta euro ditambah bonus hingga 5 juta euro.

Bek kiri Timnas Spanyol itu diproyeksikan menjadi salah satu pilar baru di sektor pertahanan Los Blancos.

Proses registrasi Cucurella rampung beberapa pekan sebelum kompetisi dimulai, membuka peluang bagi pemain berusia 28 tahun tersebut menjalani debut resminya bersama Real Madrid pada awal musim.

Sementara itu, Ibrahima Konate bergabung dengan status bebas transfer setelah kontraknya bersama Liverpool berakhir.

Bek tengah Timnas Prancis itu juga telah menyelesaikan seluruh proses administrasi sehingga siap memperkuat lini belakang skuad asuhan Jose Mourinho.

Di sisi lain, Real Madrid masih menyisakan satu nama yang belum terdaftar, yakni Bernardo Silva.

Gelandang asal Portugal tersebut direkrut secara gratis setelah kontraknya bersama Manchester City berakhir.

Meski belum masuk daftar resmi La Liga, proses registrasi Bernardo Silva diperkirakan segera rampung dalam waktu dekat seiring persiapan pramusim yang tengah dijalani Real Madrid.

Selain itu, proses transfer Yan Diomande dari RB Leipzig juga masih berlangsung sehingga manajemen klub masih harus menyelesaikan sejumlah administrasi sebelum pemain tersebut bisa didaftarkan.

Hingga saat ini, Real Madrid menjadi salah satu klub paling aktif dalam proses registrasi pemain baru di La Liga.

Bersama Espanyol, Los Blancos menjadi dua klub yang sudah mulai mendaftarkan rekrutan anyar untuk kompetisi musim 2026/2027.(*)




Rekam Jejak Slavko Vincic! Wasit Final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – FIFA resmi menetapkan perangkat pertandingan untuk laga final Piala Dunia 2026 antara Timnas Argentina dan Timnas Spanyol.

Wasit asal Slovenia, Slavko Vincic, dipercaya menjadi pengadil utama dalam pertandingan perebutan gelar juara dunia tersebut.

Final Piala Dunia 2026 akan berlangsung di New York New Jersey Stadium dan menjadi penutup perjalanan turnamen sepak bola terbesar dunia yang telah berlangsung lebih dari satu bulan.

Pertemuan Argentina kontra Spanyol diprediksi berlangsung sengit mengingat kedua tim memiliki kualitas pemain kelas dunia serta ambisi besar untuk mengangkat trofi juara.

Karena tingginya tensi pertandingan, FIFA memilih wasit dengan pengalaman dan rekam jejak kuat untuk memimpin laga puncak tersebut.

Rekam Jejak Slavko Vincic Jadi Pertimbangan FIFA

Pemilihan Slavko Vincic sebagai wasit final Piala Dunia 2026 bukan tanpa alasan.

Wasit asal Slovenia tersebut dikenal sebagai salah satu pengadil lapangan berpengalaman yang dimiliki FIFA.

Vincic telah mengantongi lisensi wasit FIFA sejak 2010.

Dalam kariernya, ia juga sudah memiliki pengalaman memimpin pertandingan final bergengsi, termasuk final Liga Europa musim 2021/2022 dan final Liga Champions 2023/2024.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu faktor utama yang membuat Vincic dinilai layak memimpin pertandingan sebesar final Piala Dunia.

Vincic Sudah Pimpin Tiga Laga Piala Dunia 2026

Sebelum mendapatkan tugas sebagai wasit final, Slavko Vincic telah tiga kali dipercaya memimpin pertandingan pada Piala Dunia 2026.

Laga pertama yang dipimpinnya adalah duel Brasil melawan Maroko pada fase grup C.

Selanjutnya, Vincic bertugas pada pertandingan fase grup J yang mempertemukan Aljazair kontra Yordania.

Ia juga memimpin laga babak 32 besar antara Meksiko melawan Ekuador, pertandingan yang berlangsung dengan tensi tinggi.

Kini, Vincic akan menutup kiprahnya di Piala Dunia 2026 dengan tugas terbesar, yakni memimpin final antara Argentina dan Spanyol.(*)

Susunan Wasit Final Piala Dunia 2026

Wasit Utama: Slavko Vincic (Slovenia)
Asisten Wasit 1: Tomaz Klancnik (Slovenia)
Asisten Wasit 2: Andraz Kovacic (Slovenia)
Wasit Keempat: Adham Makhadmeh (Yordania)
Asisten Cadangan: Mohammad Alkalaf (Yordania)




Jelang Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ungkap Kekhawatiran Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, mengakui pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol akan menjadi ujian berat bagi skuad La Albiceleste.

Meski menghadapi lawan tangguh, Messi memastikan Argentina akan memberikan kemampuan terbaik demi meraih gelar juara dunia secara beruntun.

Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah melewati laga semifinal dramatis melawan Timnas Inggris.

Sempat tertinggal, Argentina mampu melakukan comeback dan menang dengan skor 2-1 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Kemenangan tersebut membuat Argentina semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia.

Namun, perjuangan mereka dipastikan tidak mudah karena harus menghadapi salah satu tim terbaik Eropa, Timnas Spanyol.

Spanyol melaju ke final setelah menyingkirkan salah satu kandidat juara lainnya, Timnas Prancis, pada babak semifinal.

Messi Sebut Spanyol Tim Berkualitas

Menjelang pertandingan final, Messi mengungkapkan rasa hormatnya terhadap kekuatan Spanyol.

Menurut pemain berjuluk La Pulga tersebut, La Furia Roja memiliki kualitas luar biasa dan dihuni banyak pemain yang sudah dikenalnya.

Messi juga menyebut kedekatannya dengan sejumlah pemain Spanyol, terutama mereka yang pernah atau masih memperkuat Barcelona, klub yang memiliki tempat istimewa dalam kariernya.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Spanyol adalah tim yang sangat bagus. Saya mengenal banyak pemain mereka, dan banyak di antaranya bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan masih saya ikuti sampai sekarang,” ujar Messi.

Atmosfer Argentina Jadi Kekuatan Tambahan

Selain membahas kualitas Spanyol, Messi juga mengenang atmosfer luar biasa yang dirasakan Argentina dalam perjalanan menuju final.

Menurutnya, dukungan masyarakat Argentina sudah terasa sejak momen lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum pertandingan.

“Meskipun ini hanya sebuah pertandingan sepak bola, sejak lagu kebangsaan dikumandangkan kami sudah merasakan sesuatu yang istimewa.”

Messi menilai keberhasilan mencapai final bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga membawa harapan besar bagi seluruh masyarakat Argentina.

“Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Rakyat Argentina benar-benar sangat menginginkan hasil ini,” pungkas Messi.

Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Pertandingan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol akan menjadi duel antara juara bertahan Argentina dan kekuatan baru sepak bola Eropa.

Spanyol vs Argentina
Hari/Tanggal: Senin, 20 Juli 2026
Kick Off: 02.00 WIB
Venue: New York New Jersey Stadium
Live TV: TVRI, TVRI Sports
Live Streaming: Maxstream, Folaplay.(*)




Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia dan Bertemu Argentina di 8 Besar Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swiss menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Selasa 7 Juli 2026 malam waktu setempat atau Rabu WIB itu berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu tos-tosan.

Kemenangan tersebut memastikan Swiss melaju ke delapan besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam salah satu laga paling dinantikan di babak perempat final.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil hati-hati. Swiss maupun Kolombia sama-sama enggan mengambil risiko sehingga permainan lebih banyak berlangsung di lini tengah.

Peluang bersih baru muncul memasuki menit ke-21 ketika Gustavo Puerta melepaskan tembakan keras dari sisi kiri.

Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.

Swiss membalas ancaman pada menit ke-30 melalui Fabian Rieder.

Sayangnya, sepakan gelandang muda itu masih mampu diamankan penjaga gawang Kolombia, Camilo Vargas.

Hingga turun minum, tidak banyak peluang berbahaya tercipta. Kedua tim gagal menemukan celah di lini pertahanan lawan sehingga babak pertama ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Murat Yakin mencoba mengubah ritme permainan dengan memasukkan Djibril Sow menggantikan Ardon Jashari.

Pergantian tersebut membuat Swiss lebih agresif pada awal babak kedua. Mereka sempat menciptakan beberapa peluang, tetapi belum cukup merepotkan pertahanan Kolombia.

Di sisi lain, Kolombia mengandalkan serangan balik cepat.

Luis Diaz memperoleh kesempatan emas pada menit ke-60, namun penyelesaiannya masih mampu diamankan Kobel yang kembali tampil solid di bawah mistar.

Memasuki 30 menit terakhir, intensitas pertandingan kembali menurun.

Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi memecah kebuntuan, tetapi tidak ada perubahan signifikan.

Skor tanpa gol bertahan hingga waktu normal usai.

Babak tambahan waktu juga berlangsung ketat. Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumi menghantam mistar gawang Swiss.

Peluang tersebut menjadi kesempatan terbaik sepanjang pertandingan.

Swiss juga berusaha mencari gol kemenangan, tetapi kelelahan membuat penyelesaian akhir kedua tim jauh dari maksimal.

Setelah 120 menit tanpa gol, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Drama terjadi pada babak tos-tosan. Penendang kedua Kolombia, Davinson Sanchez, gagal setelah bola menghantam mistar.

Swiss sebenarnya sempat kehilangan peluang saat Manuel Akanji juga gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Gregor Kobel kembali menjadi pembeda. Kiper Borussia Dortmund itu berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez dan membuka jalan bagi Swiss untuk mengamankan kemenangan.

Ruben Vargas yang maju sebagai penendang terakhir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Swiss pun memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mengunci tiket terakhir menuju perempat final Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut membuat Swiss akan menghadapi Argentina pada babak delapan besar dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di fase gugur turnamen.

Susunan Pemain

Swiss (4-3-3): Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria; Remo Freuler, Granit Xhaka, Ardon Jashari; Fabian Rieder, Breel Embolo, Dan Ndoye.

Pelatih: Murat Yakin.

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Luis Suarez, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.(*)




Argentina Bangkit dari Maut! Messi Pimpin Comeback Gila, Mesir Tersingkir Dramatis 3-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol dari Mesir, La Albiceleste membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 dalam laga babak 16 besar di Atlanta Stadium, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB.

Lionel Messi kembali menjadi tokoh utama di balik kebangkitan sang juara bertahan.

Mesir membuka pertandingan dengan penuh percaya diri.

Tim asuhan Hossam Hassan langsung memberikan tekanan dan berhasil memimpin lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi bola mati.

Gol tersebut membuat Argentina berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.

Meski tertinggal, Argentina sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Kesempatan terbaik hadir lewat titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di area terlarang.

Namun, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil dimentahkan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama.

Shobeir berkali-kali menjadi penyelamat timnya.

Ia sukses menggagalkan sundulan Alexis Mac Allister dan juga menepis peluang berbahaya dari Julian Alvarez.

Berkat penampilan gemilang sang kiper, Mesir menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Mesir sempat mencetak gol melalui Mostafa Zico.

Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Tekanan Mesir akhirnya benar-benar membuahkan hasil pada menit ke-67.

Mostafa Zico kembali menjebol gawang Emiliano Martinez dan kali ini gol disahkan.

Keunggulan 2-0 membuat Mesir semakin dekat dengan tiket menuju perempat final sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dalam situasi tertekan, Argentina menunjukkan mental juara.

Lionel Scaloni melakukan perubahan strategi yang membuat intensitas serangan La Albiceleste meningkat drastis.

Gol kebangkitan akhirnya lahir pada menit ke-79.

Berawal dari umpan matang Lionel Messi, Cristian Romero sukses menanduk bola ke dalam gawang Mesir dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Empat menit berselang, Messi menebus kegagalannya dari titik penalti.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang kapten melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Mostafa Shobeir.

Skor berubah menjadi 2-2 dan momentum sepenuhnya beralih ke kubu Argentina.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru memberikan pukulan telak kepada Mesir.

Pada menit 90+2, serangan balik cepat yang dibangun Lautaro Martinez diselesaikan dengan sundulan akurat Enzo Martinez.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2.

Hasil ini mengantar Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Swiss melawan Kolombia.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Mesir (4-4-2): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour, Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Haissem Hassan; Mohamed Salah, Mostafa Zico.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Mesir Lolos ke 16 Besar Usai Menang Adu Penalti atas Australia

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Mesir memastikan satu tempat di babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Australia melalui drama adu penalti pada pertandingan babak 32 besar, Jumat 3 Juli 2026.

Laga yang berlangsung di Dallas Stadium itu berakhir imbang 1-1 selama 120 menit.

Mesir kemudian tampil lebih tenang dalam adu penalti dan menang dengan skor 4-2, memastikan langkah mereka ke fase berikutnya.

Pada babak 16 besar, Mesir akan menghadapi pemenang pertandingan melawan Argentina.

Mesir Unggul Lebih Dulu

Australia membuka pertandingan dengan penguasaan bola yang lebih dominan.

Bahkan pada menit kelima, Volpato hampir membawa Socceroos unggul, tetapi tendangan jarak jauhnya hanya membentur mistar gawang.

Meski terus ditekan, Mesir justru mampu mencuri gol lebih dahulu pada menit ke-11.

Berawal dari umpan lambung Ahmed Hafez dari sisi kiri, Emam Ashour berhasil menyambut bola dengan sundulan akurat yang gagal dijangkau kiper Patrick Beach. Mesir memimpin 1-0.

Australia berusaha membalas melalui sejumlah peluang, termasuk tendangan Aziz Behich pada menit ke-35.

Namun kiper Mesir, Mostafa Shobeir, tampil sigap menjaga keunggulan timnya hingga turun minum.

Gol Bunuh Diri Ubah Jalannya Laga

Memasuki babak kedua, Australia meningkatkan intensitas serangan.

Usaha mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Tendangan bebas O’Neill ke depan gawang justru berujung gol bunuh diri Mohamed Hany yang salah mengantisipasi arah bola. Skor berubah menjadi 1-1.

Setelah gol tersebut, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Kedua tim saling bergantian menyerang, tetapi minim peluang bersih yang benar-benar mengancam gawang lawan.

Di masa injury time babak kedua, Mesir nyaris mengunci kemenangan melalui Ramy Rabia dan Mohamed Salah.

Namun dua peluang emas tersebut berhasil digagalkan penyelamatan gemilang Patrick Beach.

Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal berakhir dan pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Adu Penalti Jadi Penentu

Selama 30 menit extra time, Mesir tampil lebih agresif dalam membangun serangan.

Beberapa peluang berhasil diciptakan, tetapi penyelesaian akhir membuat skor tetap tidak berubah.

Pemenang akhirnya ditentukan melalui adu penalti.

Australia langsung berada dalam posisi sulit setelah eksekusi pertama Harry Souttar melambung di atas mistar.

Situasi semakin berat ketika penendang keempat, Lucas Herrington, juga gagal menjalankan tugasnya.

Sebaliknya, seluruh algojo Mesir sukses menuntaskan tugas mereka dengan sempurna sehingga menang 4-2 dalam adu penalti.

Hasil tersebut memastikan Mesir melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dan menjaga asa melangkah lebih jauh di turnamen.

Susunan Pemain

Australia (3-4-3): Patrick Beach; Harry Souttar, Alessandro Circati, Lucas Herrington; Aziz Behich, Aiden O’Neill, Jackson Irvine, Jordan Bos (Kai Trewin); Connor Metcalfe, Nestory Irankunda, Cristian Volpato.

Pelatih: Tony Popovic.

Mesir (4-2-3-1): Mostafa Shobeir; Ahmed Hafez, Ibrahim, Ramy Rabia, Mohamed Hany; Hamdy Fathy, Attia; Ziko, Emam Ashour, Mohamed Salah, Omar Marmoush.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




Belanda Tersingkir Secara Menyakitkan, Maroko Bangkit di Injury Time Lalu Menang Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Maroko memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Belanda melalui drama adu penalti.

Bermain di Estadio BBVA, Guadalupe, Selasa 30 Juni 2026 WIB, Atlas Lions menang 3-2 dalam adu tos-tosan setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit.

Belanda sebenarnya sempat berada di ambang kemenangan berkat gol Cody Gakpo pada babak kedua.

Namun, Maroko menunjukkan mental luar biasa dengan mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time sebelum akhirnya memastikan kemenangan dari titik putih.

Hasil ini membawa Maroko melangkah ke babak 16 besar, di mana mereka akan menghadapi Kanada yang sebelumnya lebih dulu memastikan tiket ke fase berikutnya.

Sementara itu, perjalanan Belanda di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat.

Sejak awal pertandingan, Maroko tampil percaya diri dan langsung mengambil inisiatif menyerang.

Serangan cepat dari kedua sisi lapangan beberapa kali merepotkan pertahanan Belanda.

Penjaga gawang Bart Verbruggen menjadi sosok penting bagi Oranje pada babak pertama. Ia melakukan sejumlah penyelamatan krusial.

Termasuk menggagalkan sundulan Neil El Aynaoui pada menit ke-19 dan menepis tendangan keras Achraf Hakimi dua menit kemudian.

Belanda baru mampu memberikan ancaman serius menjelang turun minum.

Tembakan keras Micky van de Ven memaksa Yassine Bounou melakukan penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap imbang.

Maroko nyaris memecah kebuntuan pada penghujung babak pertama.

Namun, Ismael Saibari gagal memaksimalkan bola liar di depan gawang sehingga skor 0-0 bertahan hingga jeda.

Memasuki babak kedua, Maroko tetap tampil dominan. Peluang emas kembali tercipta ketika tembakan Achraf Hakimi hanya membentur mistar gawang.

Ronald Koeman kemudian melakukan perubahan dengan memasukkan Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst pada menit ke-71.

Pergantian itu langsung memberikan dampak positif bagi permainan Belanda.

Hanya berselang satu menit, Cody Gakpo sukses membawa Oranje unggul.

Penyerang Liverpool tersebut memanfaatkan bola hasil kerja keras Crysencio Summerville sebelum melepaskan penyelesaian yang gagal dihentikan Yassine Bounou.

Gol itu membuat Belanda semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan.

Namun, Maroko tidak menyerah dan terus mencari celah untuk membongkar pertahanan lawan.

Saat kemenangan Belanda sudah di depan mata, Maroko berhasil memaksakan perpanjangan waktu.

Pada menit ke-90+1, Chemsdine Talbi mengirim umpan silang akurat yang disambut sundulan Issa Diop untuk mengubah skor menjadi 1-1.

Momentum tersebut membuat pertandingan semakin menegangkan.

Pada babak tambahan waktu, kedua tim sama-sama memperoleh peluang emas, termasuk penyelamatan luar biasa Verbruggen yang menggagalkan peluang Soufiane Rahimi.

Karena tidak ada gol tambahan hingga 120 menit berakhir, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.

Drama kembali terjadi dari titik putih. Belanda gagal memanfaatkan sejumlah kesempatan setelah Justin Kluivert, Quinten Timber, dan Crysencio Summerville tidak mampu mencetak gol.

Di kubu Maroko, Neil El Aynaoui dan Achraf Hakimi juga sempat gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Soufiane Rahimi, Chemsdine Talbi, dan Ismael Saibari berhasil menuntaskan eksekusi dengan sempurna.

Ismael Saibari menjadi pahlawan kemenangan Atlas Lions.

Tendangannya ke sudut kiri bawah gawang mengecoh Bart Verbruggen sekaligus memastikan Maroko menang 3-2 pada adu penalti.

Kemenangan dramatis ini mengantar Maroko melangkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Sementara Belanda harus menerima kenyataan pahit tersingkir setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sudah berada di depan mata.(*)




Kejutan Besar! Jerman Tersingkir dari Piala Dunia 2026, Paraguay Menang Dramatis Lewat Adu Penalti

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Jerman harus mengakhiri langkahnya di Piala Dunia 2026 secara menyakitkan.

Die Mannschaft tersingkir setelah kalah 3-4 melalui adu penalti dari Paraguay pada laga babak 32 besar yang berlangsung di Boston Stadium, Selasa 30 Juni 2026 WIB.

Kedua tim bermain imbang 1-1 selama 120 menit. Namun, Paraguay tampil lebih tenang saat babak tos-tosan dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Sejak menit awal, Jerman langsung mengambil inisiatif menyerang.

Tim racikan Julian Nagelsmann mendominasi penguasaan bola hingga hampir 80 persen, tetapi rapatnya pertahanan Paraguay membuat peluang-peluang Jerman gagal berbuah gol.

Meski lebih banyak bertahan, Paraguay justru mampu memanfaatkan kesempatan terbaik yang mereka miliki. Menjelang turun minum, Julio Enciso membawa La Albirroja unggul lebih dulu.

Gol berawal dari situasi bola mati yang sempat dimentahkan Manuel Neuer.

Bola kemudian kembali dikuasai Paraguay sebelum umpan silang mengarah ke Enciso yang sukses menanduk bola ke dalam gawang.

Paraguay memimpin 1-0 pada menit ke-42.

Dominasi Jerman sepanjang babak pertama tidak cukup efektif.

Mereka memang menguasai jalannya pertandingan, tetapi gagal melepaskan tembakan tepat sasaran hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, Nagelsmann langsung melakukan perubahan dengan memasukkan Leon Goretzka guna memperkuat lini tengah.

Strategi tersebut membuahkan hasil pada menit ke-54. Florian Wirtz mengirim umpan matang yang disambut sundulan Kai Havertz untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Gol tersebut menjadi koleksi ketiga Havertz di Piala Dunia 2026.

Setelah skor kembali imbang, pertandingan berlangsung semakin terbuka.

Paraguay kehilangan salah satu pemain kuncinya, Julio Enciso, akibat cedera dan harus digantikan Mauricio.

Di sisi lain, Jerman memasukkan Jamal Musiala demi meningkatkan kreativitas serangan.

Peluang emas Jerman datang pada menit ke-78 melalui sundulan Havertz, tetapi kiper Orlando Gill tampil gemilang dengan penyelamatan krusial

Paraguay juga sempat mengancam lewat Gustavo Caballero, namun Antonio Rudiger berhasil menggagalkan peluang tersebut.

Hingga waktu normal berakhir, kedua tim tetap bermain imbang sehingga pertandingan dilanjutkan ke babak tambahan.

Pada extra time, Paraguay semakin fokus mempertahankan pertahanan.

Gustavo Alfaro bahkan memasukkan bek tengah Gustavo Velazquez untuk memperkokoh lini belakang menghadapi gempuran Jerman.

Jerman sebenarnya sempat bersorak pada menit ke-102 ketika Jonathan Tah mencetak gol lewat sundulan hasil sepak pojok.

Namun, setelah meninjau tayangan VAR, wasit menganulir gol tersebut karena Waldemar Anton dinilai melakukan pelanggaran terhadap kiper Paraguay dalam proses terjadinya gol.

Tidak ada gol tambahan hingga extra time berakhir. Penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti.

Drama terjadi pada babak adu penalti. Kai Havertz dan Nick Woltemade gagal menjalankan tugas untuk Jerman.

Sementara Paraguay juga sempat kehilangan poin lewat Antonio Sanabria dan Fabián Balbuena.

Ketika skor masih sama kuat 3-3 setelah lima penendang pertama, petaka menghampiri Jerman.

Jonathan Tah yang menjadi algojo keenam gagal mencetak gol setelah sepakannya melambung di atas mistar.

Kesempatan itu dimanfaatkan dengan sempurna oleh Jose Canale.

Bek Paraguay tersebut sukses menaklukkan Manuel Neuer dan memastikan kemenangan 4-3 pada adu penalti.

Hasil ini menjadi salah satu kejutan terbesar di babak gugur Piala Dunia 2026.

Paraguay berhasil menyingkirkan salah satu kandidat juara, sementara Jerman harus pulang lebih cepat meski tampil dominan sepanjang pertandingan.

Susunan Pemain

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Joshua Kimmich, Jonathan Tah, Antonio Rudiger, Nathaniel Brown; Felix Nmecha, Aleksandar Pavlovic; Leroy Sane, Kai Havertz, Florian Wirtz; Deniz Undav.

Pelatih: Julian Nagelsmann.

Paraguay (4-4-2): Orlando Gill; Juan Jose Caceres, Gustavo Gomez, Jose Canale, Junior Alonso; Miguel Almiron, Damian Bobadilla, Andres Cubas, Matias Galarza; Gabriel Avalos, Julio Enciso.

Pelatih: Gustavo Alfaro.(*)




Gol Telat Martinelli Selamatkan Brasil, Jepang Gagal Pertahankan Keunggulan di Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Brasil memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati duel sengit melawan Jepang.

Sempat tertinggal lebih dulu, Selecao menunjukkan mental juara dengan membalikkan keadaan dan menang tipis 2-1 lewat gol dramatis Gabriel Martinelli pada masa injury time.

Kemenangan ini membuat skuad besutan Carlo Ancelotti mengamankan tiket ke fase gugur.

Di babak 16 besar, Brasil akan menghadapi pemenang pertandingan antara Pantai Gading kontra Norwegia.

Sejak peluit awal dibunyikan di Houston Stadium, kedua tim bermain hati-hati.

Brasil mendominasi penguasaan bola, tetapi disiplin lini belakang Jepang membuat Vinicius Junior dan kolega kesulitan menemukan ruang.

Peluang pertama Brasil lahir pada menit ke-14. Bruno Guimaraes dan Matheus Cunha bergantian mengancam gawang Jepang, namun penyelesaian akhir keduanya belum tepat sasaran.

Jepang yang lebih banyak menunggu justru mampu memanfaatkan kelengahan lawan.

Setelah sempat mengancam melalui tandukan Ueda, Samurai Blue membuka keunggulan pada menit ke-29.

Kaishu Sano berhasil memotong aliran bola Brasil sebelum menggiring bola ke depan kotak penalti dan melepaskan tembakan mendatar yang gagal diantisipasi Alisson.

Gol tersebut membawa Jepang unggul 1-0 sekaligus membuat Brasil berada dalam tekanan.

Selecao berusaha merespons sebelum turun minum. Vinicius Junior sempat menguji refleks kiper Suzuki melalui tendangan jarak jauh, tetapi peluang itu berhasil diamankan.

Hingga babak pertama usai, Jepang tetap mempertahankan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Brasil langsung meningkatkan intensitas serangan tanpa melakukan pergantian pemain. Tekanan demi tekanan akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-55.

Berawal dari umpan silang Gabriel Magalhaes, Casemiro memenangkan duel udara dan menyundul bola masuk ke gawang Jepang. Skor berubah menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.

Gol tersebut membuat tempo laga meningkat. Brasil semakin agresif mengejar kemenangan, sementara Jepang mulai keluar menyerang untuk mencari gol balasan melalui skema serangan balik.

Ketika pertandingan tampak akan berakhir imbang, Brasil justru menemukan momen penentunya.

Pada masa injury time, Bruno Guimaraes mengirim umpan terobosan yang berhasil dimanfaatkan Gabriel Martinelli.

Lolos dari jebakan offside, Martinelli dengan tenang melepaskan tembakan mendatar yang bersarang di pojok gawang Jepang. Gol itu sekaligus memastikan kemenangan 2-1 bagi Brasil.

Jepang masih berusaha mengejar ketertinggalan dalam sisa waktu yang ada. Namun pertahanan Brasil mampu menjaga keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.

Hasil ini memastikan Brasil melangkah ke babak 16 besar dengan penuh drama, sedangkan Jepang harus mengakhiri perjuangannya setelah gagal mempertahankan keunggulan yang sempat mereka raih pada babak pertama.

Susunan Pemain

Brasil (4-3-3): Alisson; Douglas Santos, Gabriel Magalhaes, Marquinhos, Danilo; Casemiro, Lucas Paqueta, Bruno Guimaraes; Vinicius Junior, Matheus Cunha, Rayan.

Pelatih: Carlo Ancelotti.

Jepang (3-4-3): Suzuki; Ito, Taniguchi, Tomiyasu; Nakamura, Kamada, Kaishu Sano, Doan; Maeda, Ueda, Ito.

Pelatih: Hajime Moriyasu.(*)