Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp10.000, Tembus Rp2.541.000 per Gram

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami kenaikan pada Selasa 3 November 2026.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam naik Rp10.000 menjadi Rp2.541.000 per gram dari perdagangan sebelumnya Rp2.531.000 per gram.

Penguatan harga tersebut melanjutkan tren kenaikan yang sudah terjadi sehari sebelumnya.

Pada Senin 2 November 2026, harga emas Antam tercatat meningkat Rp5.000 dari Rp2.526.000 menjadi Rp2.531.000 per gram.

Tidak hanya harga jual, nilai pembelian kembali atau buyback emas Antam juga mengalami kenaikan.

Harga buyback kini berada di level Rp2.311.000 per gram.

Kenaikan harga emas ini menjadi perhatian masyarakat, terutama bagi investor maupun konsumen yang mengikuti perkembangan harga logam mulia sebagai salah satu instrumen investasi.

Meski demikian, harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan harga yang berlaku pada laman resmi Logam Mulia.

Ketentuan Pajak Transaksi Emas Antam

Selain memperhatikan pergerakan harga, masyarakat juga perlu memahami ketentuan perpajakan dalam transaksi emas batangan.

Untuk transaksi penjualan kembali atau buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen.

Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi saat proses buyback dilakukan.

Sementara itu, pembelian emas batangan Antam dikenakan PPh sebesar 0,25 persen dari harga dasar sesuai ketentuan yang berlaku.

Daftar Harga Emas Antam Selasa, 3 November 2026

Berikut rincian harga dasar emas batangan Antam berdasarkan ukuran yang tercantum dalam informasi perdagangan:

Berat Emas Harga
0,5 gram Rp1.320.500
1 gram Rp2.541.000
2 gram Rp5.022.000
3 gram Rp7.508.000
5 gram Rp12.480.000
10 gram Rp24.905.000
25 gram Rp62.137.000
50 gram Rp124.195.000
100 gram Rp248.312.000
250 gram Rp620.515.000
500 gram Rp1.240.820.000
1.000 gram Rp2.481.600.000

Kenaikan harga emas Antam pada perdagangan Selasa ini menunjukkan adanya penguatan dibandingkan dua hari perdagangan sebelumnya.

Bagi masyarakat yang berencana membeli maupun menjual emas, penting untuk memeriksa kembali harga terbaru melalui laman resmi Logam Mulia sebelum melakukan transaksi.(*)




Indosat Perkuat Transformasi AI, Gandeng NVIDIA dan Tebar Dividen

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Indosat Ooredoo Hutchison menegaskan arah transformasi bisnisnya menuju perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026.

Di tengah tantangan ekonomi sepanjang 2025, perusahaan berkode saham ISAT ini tetap menunjukkan kinerja solid dan memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang melalui strategi bertajuk AI North Star.

President Director & CEO Indosat, Vikram Sinha, menegaskan bahwa percepatan implementasi AI menjadi fokus utama perusahaan untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan sekaligus meningkatkan nilai bagi pemegang saham.

Menurutnya, transformasi ini dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi AI ke dalam seluruh lini operasional, mulai dari peningkatan pengalaman pelanggan hingga efisiensi bisnis.

Indosat kini tidak hanya berfokus pada layanan konektivitas, tetapi juga memperluas perannya menjadi perusahaan teknologi berbasis AI (AI TechCo).

Langkah ini membuka peluang baru di sektor cloud, keamanan siber, hingga pengembangan sovereign AI di Indonesia.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah kolaborasi dengan NVIDIA yang diumumkan dalam ajang NVIDIA GTC 2026.

Kerja sama ini menghadirkan teknologi accelerated computing dan model AI terbuka untuk memperkuat ekosistem kecerdasan buatan di Tanah Air.

Indosat juga meluncurkan platform Sahabat-AI sebagai wadah kolaboratif yang memungkinkan individu, pelaku usaha, hingga institusi mengembangkan solusi AI yang relevan dengan kebutuhan lokal.

Selain itu, perusahaan mengembangkan infrastruktur AI Grid yang terdistribusi secara nasional guna memperluas akses teknologi AI hingga ke berbagai daerah, tidak hanya terpusat di kota besar.

Dalam RUPST tersebut, Indosat juga melakukan perubahan susunan manajemen dengan mengangkat Reski Damayanti, Apoorva Mehrotra, dan Honesti Basyir sebagai anggota Direksi.

Sementara Seppalga Ahmad ditunjuk sebagai Komisaris.

Di sisi lain, perusahaan juga memberhentikan dengan hormat Ahmad Zulfikar dan Achmad Syah Reza.

Sebagai bentuk komitmen terhadap pemegang saham, Indosat menyetujui pembagian dividen sebesar Rp3,57 triliun atau setara Rp111 per saham.

Pembayaran dividen dijadwalkan paling lambat 30 hari setelah hasil resmi rapat diumumkan.

Langkah ini menegaskan posisi Indosat sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi digital nasional sekaligus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem AI di Indonesia.()