Harga Beras Premium Naik 11 Persen, Pemkot Jambi Siapkan Distribusi Cadangan Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), khususnya Idul Fitri 2026, dalam kondisi aman.

Selain memastikan stok stabil, pemerintah juga menyiapkan distribusi cadangan pangan bagi masyarakat untuk menjaga daya beli dan menekan inflasi.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A di Pasar Talang Banjar dan gudang pangan di Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah, Senin (9/3/2026).

Kegiatan tersebut juga dihadiri unsur Forkopimda Kota Jambi, Bulog, Badan POM, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Dalam peninjauan tersebut, pemerintah melihat aktivitas pasar yang cukup ramai menjelang Lebaran.

Namun secara umum harga bahan pokok masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, terutama untuk komoditas beras SPHP dan minyak goreng Minyak Kita.

“Alhamdulillah dari hasil pemantauan di lapangan, stok dan harga bahan pokok masih terkendali serta masih sesuai dengan HET,” ujar Maulana.

Meski demikian, pemerintah mencatat adanya kenaikan pada harga beras premium di pasaran Kota Jambi yang saat ini meningkat sekitar 11 persen.

Untuk mengantisipasi dampak kenaikan tersebut, Pemerintah Kota Jambi akan menyalurkan cadangan pangan pemerintah kepada masyarakat.

Program ini dijadwalkan mulai disalurkan dalam waktu dekat dengan sasaran sekitar 50 ribu kepala keluarga di Kota Jambi.

Setiap keluarga penerima akan mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga selama dua bulan.

“Distribusi cadangan pangan ini diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menekan laju inflasi menjelang Lebaran,” jelasnya.

Selain beras dan minyak goreng, pemerintah juga mencermati kondisi ketersediaan gula di pasaran yang terpantau mulai terbatas.

Mengingat konsumsi gula biasanya meningkat saat Ramadan hingga Idul Fitri, pemerintah terus berkoordinasi dengan Bulog untuk memastikan pasokan tetap terjaga.

Saat ini stok gula di Kota Jambi tercatat sekitar 30 ribu ton. Pemerintah juga mendorong produsen untuk meningkatkan distribusi guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang hari raya.

Dengan kondisi stok pangan yang masih mencukupi, Pemkot Jambi mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan agar stabilitas harga tetap terjaga.(*)




Sidak Pasar Talang Banjar, Wali Kota Jambi Pastikan Harga Bapok Stabil Jelang Idul Fitri

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi memastikan ketersediaan bahan pokok menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), terutama Idul Fitri 2026, dalam kondisi aman dan terkendali.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah titik distribusi pangan pada Senin (9/3/2026).

Sidak dilakukan di Pasar Talang Banjar serta gudang penyimpanan bahan pangan yang berada di Kelurahan Talang Bakung, Kecamatan Paal Merah.

Dalam kegiatan ini turut hadir unsur Forkopimda Kota Jambi, perwakilan Bulog, Badan POM, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Setelah melakukan pengecekan langsung, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa ketersediaan bahan pokok penting seperti beras SPHP dan minyak goreng Minyak Kita masih mencukupi.

Harga komoditas tersebut juga terpantau tetap stabil dan masih berada dalam batas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, dari hasil pemantauan di lapangan, stok bahan pokok masih tersedia dan harga juga masih sesuai dengan HET,” ujar Maulana.

Meski demikian, pemerintah mencatat adanya kenaikan pada harga beras premium yang saat ini meningkat sekitar 11 persen di pasaran Kota Jambi.

Untuk mengantisipasi dampak kenaikan harga tersebut, Pemkot Jambi menyiapkan program bantuan cadangan pangan kepada masyarakat guna membantu menjaga stabilitas harga sekaligus mempertahankan daya beli warga.

Melalui program ini, setiap kepala keluarga akan menerima bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang diperuntukkan untuk kebutuhan selama dua bulan.

“Jumlah penerima bantuan diperkirakan mencapai sekitar 50 ribu kepala keluarga di Kota Jambi,” jelasnya.

Selain beras dan minyak goreng, pemerintah juga menyoroti ketersediaan gula yang mulai terbatas di pasaran.

Hal ini menjadi perhatian karena kebutuhan gula biasanya meningkat menjelang perayaan Idul Fitri.

Menurut Maulana, pemerintah telah berkoordinasi dengan pihak Bulog untuk memastikan pasokan gula tetap aman.

“Kami sudah melakukan pengecekan ke Bulog dan stok gula sebenarnya masih tersedia. Namun kami juga akan mengusulkan melalui Satgas Pangan agar distribusinya semakin lancar,” katanya.

Saat ini, ketersediaan gula di Kota Jambi tercatat sekitar 30 ribu ton. Pemerintah juga mendorong para produsen agar meningkatkan suplai untuk mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang Lebaran.

Dengan kondisi pasokan bahan pokok yang relatif aman, Pemkot Jambi mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

“Harapan kami masyarakat tetap berbelanja secara wajar sehingga stabilitas harga di pasar tetap terjaga,” pungkas Maulana.(*)




Jelang Ramadan, Bulog Pastikan Stok Beras di Bungo Aman hingga Idulfitri

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Perum Bulog Cabang Muara Bungo memastikan ketersediaan bahan pangan strategis di Kabupaten Bungo dalam kondisi aman dan mencukupi.

Kepastian ini diberikan untuk menenangkan masyarakat di tengah potensi meningkatnya kebutuhan konsumsi selama Ramadhan hingga Hari Raya Idulfitri.

Pimpinan Perum Bulog Cabang Muara Bungo, Ichsan Nurul Hakim, menyampaikan bahwa Bulog telah melakukan langkah antisipatif guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Saat ini, stok beras yang dikuasai Bulog Bungo mencapai sekitar 1.300 ton, jumlah yang dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok pangan kita aman. Saat ini Bulog Muara Bungo menguasai sekitar 1.300 ton beras. Insyaallah mencukupi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bungo selama Ramadhan hingga Idulfitri,” ujar Ichsan, Jumat (30/1/2026).

Ia menjelaskan, stok tersebut terdiri dari berbagai komoditas strategis, mulai dari beras medium, beras SPHP, beras premium, minyak goreng, gula pasir, jagung, hingga daging kerbau beku.

Sebagian komoditas, khususnya jagung, berasal dari pengadaan lokal guna mendukung petani daerah.

Untuk beras medium, Bulog Bungo mengandalkan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang dikemas dalam ukuran 5 kilogram.

Seluruh stok beras tersebut tersimpan aman di gudang Bulog yang berlokasi di kawasan Kampung Manggis.

“Beras medium SPHP menjadi stok terbesar yang kami kuasai. Totalnya sekitar 1.300 ton dan siap disalurkan sesuai kebutuhan,” jelas Ichsan.

Selain beras, Bulog Muara Bungo juga menyiapkan sekitar 3 ton daging kerbau beku yang dijual dengan harga terjangkau, yakni Rp80 ribu per kilogram.

Menurut Ichsan, permintaan masyarakat terhadap daging beku ini cukup tinggi, terutama menjelang hari besar keagamaan.

Ia menegaskan, Bulog akan terus memantau perkembangan pasar dan siap melakukan penyaluran tambahan apabila dibutuhkan untuk menjaga stabilitas harga.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak khawatir dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Bulog siap melayani kebutuhan pangan masyarakat melalui Rumah Pangan Kita (RPK) maupun langsung di kantor Bulog,” pungkasnya.

Dengan kesiapan stok tersebut, Bulog berharap masyarakat Kabupaten Bungo dapat menjalani ibadah puasa dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap ketersediaan bahan pangan pokok.(*)




Warga Jambi Tak Perlu Khawatir, Stok Beras Bulog Masih Melimpah

JAMBI – Ketersediaan beras di Provinsi Jambi dipastikan dalam kondisi aman untuk beberapa bulan ke depan. Perum Bulog Kantor Wilayah Jambi menegaskan stok beras yang tersedia saat ini masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Manager Supply Chain dan Pelayanan Publik (SCPP) Bulog Kanwil Jambi, Ahmad Muzajjad Faqihhuddin, mengatakan Bulog Jambi saat ini memiliki stok beras Public Service Obligation (PSO) sekitar 10.471 ton. Selain itu, dalam waktu dekat akan ada tambahan pasokan dari DKI Jakarta sebanyak 9.000 ton.

“Kalau semuanya sudah masuk, total stok beras kita sekitar 19 ribu ton,” ujar Ahmad.

Dengan rata-rata penyaluran sekitar 3.000 ton per bulan, Ahmad menyebut stok beras Bulog Jambi diperkirakan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama empat hingga lima bulan ke depan. Selain beras PSO, Bulog Jambi juga masih memiliki cadangan beras premium sebanyak 351 ton.

Dari sisi harga, Bulog Jambi menjual beras medium dengan harga Rp11.300 per kilogram atau Rp56.500 per kemasan.

Harga tersebut dinilai jauh lebih murah dibandingkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

“HET beras premium SPHP itu paling mahal Rp13.100 per kilogram, jadi yang dijual Bulog masih sangat terjangkau,” jelasnya.

Bulog juga menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Ahmad mengatakan, pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi kepada pengecer yang menjual beras di atas HET.

Setiap pengecer telah menandatangani pakta integritas, dan pelanggaran akan berujung pada pencabutan izin penyaluran.

Menutup keterangannya, Ahmad mengimbau masyarakat Jambi agar tidak khawatir terhadap ketersediaan beras dan kebutuhan pangan lainnya.

“Untuk pangan jangan khawatir, Bulog membuka penjualan setiap hari. Bahkan di hari libur dan tanggal merah tetap buka. Stok cukup dan harga terjangkau,” tutupnya.(*)




Polda Jambi Jamin Stok Aman, Beras Murah Diserbu Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mendukung program pemerintah menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, Polda Jambi bekerja sama dengan Bulog menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Mako Polairud Polda Jambi, Sabtu (9/8/2025).

Melalui kegiatan ini, sebanyak 6 ton beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) disalurkan oleh Bulog ke lokasi kegiatan untuk dijual ke masyarakat dengan harga di bawah Harga Transaksi Pasar (HTP).

Tujuan utama GPM adalah memastikan harga beras tetap terjangkau di tengah fluktuasi harga yang terjadi di pasar.

Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar, melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Mulia Prianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi program nasional dalam menjaga kestabilan pasokan dan harga beras.

“Alhamdulillah, berdasarkan laporan Irwasda Polda Jambi, dalam waktu kurang dari tiga jam, seluruh stok beras murah yang disediakan ludes terjual kepada masyarakat,” ungkap Kombes Mulia.

Ia menambahkan, program ini merupakan kolaborasi antara Polda Jambi dan Bulog untuk memastikan harga dan stok beras tetap stabil. GPM tidak hanya digelar di tingkat Polda, namun juga menyasar seluruh polres jajaran di Provinsi Jambi.

Beras SPHP yang dijual dalam kegiatan ini dibanderol Rp60.000 per kemasan 5 kilogram. Polda Jambi juga memastikan bahwa stok beras di Bulog masih aman dan kualitasnya terjamin.

“Kami imbau masyarakat tidak perlu khawatir. Ketersediaan beras cukup dan kualitasnya baik,” lanjut Kabid Humas.

Sebagai informasi, Gerakan Pangan Murah akan kembali digelar pada Rabu, 13 Agustus 2025 di Lapangan Hitam Polda Jambi mulai pukul 09.00 WIB. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk membeli beras dengan harga terjangkau.(*)