Warning! Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Kota Jambi Diperpanjang, Berikut Informasinya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi memperpanjang status siaga darurat bencana hidrometeorologi selama 31 hari, terhitung mulai 1 Januari hingga 31 Januari 2026, menyusul kondisi cuaca ekstrem dan peningkatan tinggi muka air Sungai Batanghari.

Keputusan ini dituangkan melalui Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 1217 Tahun 2025.

Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa perpanjangan status siaga darurat dilakukan berdasarkan kajian situasi lapangan, laporan BMKG Jambi, serta rekomendasi rapat konsolidasi kesiapsiagaan bencana nasional.

“Meskipun beberapa titik pantau masih berada di bawah batas Siaga III, kenaikan muka air Sungai Batanghari dan potensi hujan lebat tetap menjadi perhatian utama,” sebutnya.

“Kami terus melakukan pemantauan intensif dan koordinasi dengan semua instansi terkait,” ujar Doni Sumatriadi.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Jambi, Maulana, melalui Plt Kepala BPBD Doni Sumatriadi, menegaskan bahwa, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi banjir dan angin kencang, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan banjir.

“Keputusan perpanjangan ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga dan kesiapsiagaan pemerintah daerah,” kata dia.

“Warga diimbau mengikuti arahan BPBD dan selalu memperbarui informasi terkait perkembangan kondisi cuaca dan tinggi muka air,” jelasnya.

Keputusan ini juga merujuk pada beberapa peraturan perundang-undangan, termasuk UU Penanggulangan Bencana Nomor 24 Tahun 2007, UU Pemerintahan Daerah Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Daerah Kota Jambi Nomor 4 Tahun 2025, serta pedoman BNPB Tahun 2016 tentang Penetapan Status Keadaan Darurat Bencana.

Status siaga darurat hidrometeorologi dapat diperpanjang atau dipersingkat sesuai kebutuhan, tergantung perkembangan kondisi di lapangan.

Baca selengkapnya di sini surat SK Perpanjangan status siaga darurat Kota Jambi!




Pascabencana Aceh Tamiang, Hutama Karya Fokus Huntara dan Akses Infrastruktur

ACEH, SEPUCUKJAMBI.ID PT Hutama Karya (Persero) menegaskan komitmennya mendukung arahan Danantara Indonesia dalam memperkuat respons kemanusiaan melalui program BUMN Peduli bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Aceh Tamiang.

Dukungan difokuskan pada pemulihan konektivitas wilayah serta pembangunan hunian sementara (huntara) guna mendukung proses pemulihan warga secara bertahap dan berkelanjutan.

Pelaksanaan bantuan dilakukan melalui koordinasi intensif dengan pemerintah daerah, posko kebencanaan, serta pemangku kepentingan teknis agar penanganan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.

Chief Operational Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menegaskan kehadiran Danantara Indonesia bersama Badan Pengaturan (BP) BUMN sebagai bentuk pendampingan bagi warga terdampak selama masa pemulihan.

Ia menyampaikan bahwa kebutuhan dasar masyarakat menjadi prioritas utama agar proses pemulihan berjalan secara manusiawi dan bertahap.

Dukungan Pembangunan Huntara Aceh Tamiang

Sebagai bagian dari fase pemulihan pascabencana, Hutama Karya mendapat amanah mendukung pembangunan hunian sementara di Aceh Tamiang.

Program ini bertujuan memastikan warga terdampak memperoleh tempat tinggal layak selama masa transisi.

Sebanyak 600 unit huntara akan dibangun oleh tujuh BUMN konstruksi, dengan kontribusi Hutama Karya sebanyak 120 unit di atas lahan seluas 52.581 meter persegi.

Lokasi pembangunan berada di Jalan Banda Aceh–Medan, Kebun Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang.

Tim proyek Hutama Karya telah melakukan peninjauan lapangan awal yang menunjukkan perlunya pembersihan lumpur, perataan lahan, serta penyiapan akses menuju area terdampak.

Huntara dirancang menggunakan metode rangka baja ringan yang cepat dibangun, tahan lama, dan aman.

Material seperti papan semen, multiplek lantai, serta atap zincalume digunakan untuk memastikan hunian siap huni dalam waktu singkat.

Setiap unit huntara memiliki luas sekitar 12 hingga 30 meter persegi dan dilengkapi fasilitas bersama, meliputi dapur umum, area cuci, mushola, serta sanitasi yang memadai.

Pemulihan Akses dan Konektivitas Warga

Selain pembangunan huntara, Hutama Karya turut berperan aktif dalam pemulihan akses dan konektivitas wilayah terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Sejumlah ruas jalan tertutup lumpur, kayu hanyutan, dan sedimen sehingga menghambat mobilitas warga serta distribusi bantuan.

Sebagai bagian dari kerja kolektif BUMN Peduli, Hutama Karya mengerahkan berbagai sumber daya operasional.

Antara lain empat unit excavator, satu unit excavator PC75, dua unit dump truck, serta satu unit tangki solar untuk mendukung pembersihan material pascabanjir.

Tak hanya itu, Hutama Karya juga memobilisasi dukungan konektivitas dengan menyediakan Jembatan Bailey, terdiri dari satu unit bentang 43 meter dan dua unit bentang 48 meter.

Dukungan tambahan meliputi tujuh unit excavator PC-200, satu unit crane 80 ton, operator alat berat, serta pasokan bahan bakar untuk menjamin kelancaran operasional di lapangan.

Seluruh kegiatan dilakukan dengan mengutamakan standar keselamatan kerja dan koordinasi dengan pemangku kepentingan setempat agar penanganan berjalan efektif dan tidak beririsan dengan instansi lain.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa pemulihan jalur penghubung menjadi prioritas awal sebelum pembangunan huntara dilanjutkan

Ia menegaskan kehadiran Hutama Karya bersama BUMN infrastruktur lain merupakan bentuk komitmen mendukung pemulihan masyarakat Aceh Tamiang secara menyeluruh.(*)




Kapolda Jambi Pimpin Apel Operasi Lilin 2025, Siap Amankan Natal dan Tahun Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H Siregar memimpin apel gelar pasukan Operasi Lilin 2025 di Lapangan Hitam Mapolda Jambi, Jumat (19/12/2025).

Apel digelar untuk memastikan kesiap-siagaan personel, pos pengamanan, dan pelayanan masyarakat dalam menyambut Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Termasuk antisipasi mobilitas tinggi masyarakat dan potensi bencana hidrometeorologi.

Apel gelar pasukan Operasi Lilin 2025 diikuti langsung oleh Gubernur Jambi Dr H Al Haris, Kajati Jambi Sugeng Hariadi, perwakilan Danrem 042 Gapu, Basarnas, Kepala BPTD, BPBD, BMKG, Jasa Raharja, PLN, Satpol PP, Senkom, Pramuka, serta pejabat utama Polda Jambi.

Kapolda Jambi membuka operasi dengan pemasangan pita sebagai tanda resmi dimulainya Operasi Lilin 2025, dilanjutkan pengecekan pasukan bersama Forkompimda Provinsi Jambi.

Dalam amanat yang dibacakan, Kapolda menekankan bahwa Natal dan Tahun Baru merupakan momen nasional yang dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, berkumpul, dan berlibur bersama keluarga.

Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno mengatakan bahwa, operasi Lilin 2025 ini akan dilaksanakan selama 14 hari kedepan yang dimulai pada tanggal 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026 mendatang untuk pengamanan Natal 2025 dan Tahun baru 2026.

“Operasi lilin ini dilaksanakan untuk menjamin keamanan serta khidmatnya pelaksanaan Ibadah Natal bagi saudara-saudara kita yang melaksanakannya,” ujarnya.

Selanjutnya Irjen Pol Krisno juga menyampaikan bahwa dengan adanya kebijakan Nasional tentang Hari Libur Nasional pada perayaan Natal dan Tahun Baru diprediksi akan banyak mobilisasi kegiatan masyarakat yang berlibur dan berkunjung serta berkumpul bersama keluarga.

“Tentunya, Polda Jambi juga telah membuat pos pengamanan dan pos pelayanan terpadu dan telah berkoordinasi dengan Lintas Sektoral untuk memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat,” lanjutnya.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, mobilitas masyarakat pada Nataru 2025 diperkirakan mencapai 119,5 juta orang, meningkat 2,97% dibanding tahun sebelumnya.

Informasi BMKG juga memprediksi potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi pada periode November 2025–Februari 2026, sehingga pelayanan publik harus dilaksanakan secara ekstra.

Operasi Lilin 2025 akan berlangsung selama 14 hari, mulai 20 Desember 2025 hingga 2 Januari 2026, dengan fokus pada pengamanan rumah ibadah, pusat perbelanjaan, tempat wisata, terminal, dan jalur rawan bencana atau kemacetan.

Kapolda Jambi menegaskan, koordinasi lintas sektor antara Polri, TNI, Pemerintah Provinsi Jambi, Basarnas, BPBD, BMKG, dan instansi terkait siap memastikan keamanan, kenyamanan, dan ketertiban masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru.(*)




Banjir dan Longsor Terjang Sumatra, Ribuan Warga Dievakuasi

SUMATERA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejumlah wilayah di Pulau Sumatra kembali dilanda bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari terakhir.

Hujan deras dengan intensitas tinggi memicu banjir, longsor, dan kerusakan infrastruktur, terutama di Provinsi Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melaporkan puluhan desa terdampak dan ribuan warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.

Di beberapa titik, akses jalan terputus akibat material longsor yang menutup badan jalan serta jebolnya tanggul sungai karena debit air yang meningkat drastis.

Seorang pejabat BPBD Sumatera Utara mengatakan bahwa hujan lebat sejak akhir pekan membuat situasi memburuk dengan cepat.

“Air naik sangat cepat dan membuat sebagian warga tidak sempat menyelamatkan barang. Prioritas kami adalah evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar di pos pengungsian,” ujarnya.

Di Sumatera Barat, banjir merendam sejumlah nagari dan rumah warga hingga setinggi dada orang dewasa.

Aparat gabungan, termasuk TNI, BPBD, dan relawan, dikerahkan untuk membuka akses yang tertutup pohon tumbang sekaligus menyalurkan bantuan logistik.

Petugas lapangan yang terlibat evakuasi menyebut medan berat menjadi tantangan utama.

“Banyak titik tidak bisa dilalui kendaraan karena longsor. Kami harus berjalan kaki sambil membawa perahu karet untuk mencapai area yang terisolasi,” jelasnya.

Para warga mengaku banjir kali ini terjadi lebih cepat dari biasanya.

“Biasanya air naik beberapa jam setelah hujan besar. Sekarang baru satu jam hujan deras, banjir sudah masuk rumah,” ujar seorang warga yang kini mengungsi bersama keluarga.

Pemerintah provinsi telah menetapkan status siaga dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan curah hujan tetap tinggi dalam beberapa hari ke depan.

Warga yang tinggal di lereng bukit dan bantaran sungai juga diminta mengungsi sementara waktu untuk menghindari risiko longsor maupun banjir bandang.

BPBD bersama unsur pemerintah daerah terus melakukan pendataan terhadap kerusakan dan korban. Sementara itu, perbaikan infrastruktur darurat dikerjakan bertahap.

Pemerintah pusat juga menyiapkan dukungan tambahan, mulai dari bantuan logistik, dapur umum, hingga peralatan berat untuk mempercepat penanganan di lapangan.(*)




Polda Jambi Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolresta Jambi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dan dihadiri oleh unsur TNI, Forkopimda, BMKG, BPBD, serta sejumlah instansi terkait di Provinsi Jambi.

Turut hadir dalam apel tersebut perwakilan dari Korem 042/Gapu Jambi, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Kwarda Pramuka Provinsi Jambi.

Apel ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dalam amanatnya, Kapolda Jambi menegaskan pentingnya deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana melalui kolaborasi antara kepolisian, BMKG, dan pemerintah daerah.

“Deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama semua pihak. Pastikan kesiapan personel, sarana, dan logistik agar dapat segera digerakkan kapan pun dibutuhkan,” ujar Kapolda Jambi.

Kapolda juga menekankan pentingnya respons cepat dan tepat dalam setiap penanganan bencana.

Ia meminta seluruh personel memastikan kesiapan peralatan dan menggelar simulasi rutin sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat.

“Respons cepat dan tepat adalah kunci. Laksanakan tugas kemanusiaan dengan empati dan profesional, demi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar para personel menjaga semangat dan kesehatan selama bertugas.

“Apa yang kita lakukan ini semata-mata demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Usai apel, Kapolda Jambi bersama Forkopimda meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, memastikan seluruhnya dalam kondisi siap pakai jika sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Jambi.(*)




Al Haris Pastikan Tim Gabungan Siap, Tangani Bencana Banjir dan Tanah Longsor

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi memastikan kesiapan penuh menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor, seiring meningkatnya intensitas hujan di sejumlah wilayah.

Gubernur Jambi, Al Haris, mengatakan seluruh tim gabungan, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, telah disiagakan untuk menghadapi dampak musim penghujan.

“Kami telah menyiapkan tim gabungan di semua daerah untuk mengantisipasi ancaman bencana banjir dan tanah longsor,” ujar Al Haris, Selasa (28/10/2025).

Tim siaga tersebut terdiri dari unsur BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan berbagai instansi teknis lainnya. Seluruh personel juga telah mendapat pelatihan khusus dalam menghadapi situasi darurat bencana alam.

Al Haris berharap, dengan kesiapan tersebut, dampak bencana dapat diminimalkan dan proses tanggap darurat berjalan lebih cepat.

Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan lereng perbukitan untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem.

“Kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko bencana,” tegasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Kerinci menggelar Apel Kesiapsiagaan Bencana Hidrometeorologi Tahun 2025 pada Kamis (23/10) lalu.

Kegiatan yang dipimpin oleh Bupati Kerinci, Monadi, menjadi langkah awal penguatan koordinasi lintas sektor menghadapi potensi banjir, longsor, dan angin kencang.

“Kerinci termasuk daerah dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap bencana hidrometeorologi. Dengan kondisi geografis bergunung dan curah hujan tinggi, kewaspadaan menjadi hal wajib,” kata Monadi.

Berdasarkan data dari BMKG Stasiun Meteorologi Depati Parbo Kerinci, puncak musim hujan diperkirakan berlangsung pada Desember 2025 hingga April 2026.

Sejumlah kecamatan yang memiliki potensi banjir kategori rendah hingga menengah antara lain Air Hangat Timur, Batang Merangin, Bukit Kerman, Danau Kerinci, Gunung Kerinci, Kayu Aro Barat, Sitinjau Laut, dan Siulak Mukai.

Bupati Monadi menegaskan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya soal logistik dan peralatan, tetapi juga tentang kesadaran masyarakat.

Ia meminta seluruh camat dan kepala desa di wilayah rawan seperti Kayu Aro, Gunung Tujuh, dan Air Hangat Timur, untuk terus memberikan edukasi mitigasi kepada masyarakat.

“Apel ini bukan hanya seremonial, tapi wujud komitmen kita untuk melindungi masyarakat dan menjaga keselamatan lingkungan,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Jambi juga memperkuat sistem koordinasi dengan kabupaten/kota, khususnya dalam penyaluran bantuan logistik dan peralatan evakuasi ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan. Karena itu, kami terus berkomitmen meningkatkan kesiapsiagaan seluruh lini menghadapi musim hujan tahun ini,” pungkas Al Haris.(*)