Beasiswa Bundling LPDP 2026: Kesempatan Ganda Kuliah S2 dan S3 di Luar Negeri

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) resmi membuka jalur Beasiswa Bundling sebagai bagian dari program beasiswa luar negeri untuk jenjang Master (S2) dan Doktor (S3).

Skema ini berbeda dari jalur LPDP reguler karena memungkinkan pendaftar mengikuti dua program beasiswa sekaligus dalam satu periode seleksi.

Direktur Program LPDP, Rina Handayani, menjelaskan bahwa tujuan skema ini adalah memperluas peluang mahasiswa Indonesia untuk meraih pendanaan studi di luar negeri.

“Dengan Beasiswa Bundling, pelamar bisa mendaftar pada program prioritas LPDP yang bekerja sama dengan universitas mitra sekaligus mengikuti jalur alternatif seperti beasiswa afirmasi, targeted, atau umum. Jadi jika satu jalur belum berhasil, masih ada kesempatan di jalur lain,” ujar Rina, Kamis (23/1/2026).

9 Kemitraan Beasiswa Bundling LPDP Tahun 2026

Program Beasiswa Bundling LPDP menyediakan 9 jenis kemitraan dengan institusi pendidikan ternama, di antaranya:

  1. LPDP–NTU Program Doktor

  2. LPDP–UNSW Doktor

  3. LPDP–University of Dundee UK Program Doktor

  4. LPDP–NUS Business School Program Master

  5. LPDP–France Program Master

  6. LPDP–NUS Master in Venture Creation (MSVC)

  7. LPDP–Tsinghua Master of Finance

  8. LPDP–UST Korea Program Master Doktor

  9. LPDP–NTU Program MBA

Pendaftar wajib melakukan dua pendaftaran paralel: satu ke situs universitas mitra yang dituju dan satu lagi ke portal resmi LPDP.

Misalnya, untuk Beasiswa Bundling ke National University of Singapore (NUS), pendaftaran dilakukan melalui situs NUS dan portal LPDP secara bersamaan.

Memperluas Peluang Mahasiswa Indonesia

Skema Beasiswa Bundling dirancang untuk memberikan opsi cadangan dalam satu periode seleksi, sehingga mahasiswa Indonesia memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pendanaan studi luar negeri.

“LPDP berkomitmen mendukung mahasiswa berprestasi agar bisa mengakses pendidikan internasional tanpa kehilangan kesempatan jika satu jalur belum berhasil,” tambah Rina.

Program ini diharapkan meningkatkan jumlah penerima beasiswa LPDP yang menempuh pendidikan di universitas top dunia, sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia di kancah global.(*)