Anwar Sadat Turun Langsung Bantu Korban Bencana, Pemulihan Listrik dan Air Bersih Dipercepat

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., menyalurkan bantuan bagi warga terdampak kebakaran dan angin puting beliung di sejumlah wilayah, Senin 26 Oktober  2026.

Selain menyerahkan bantuan kebutuhan dasar, ia menginstruksikan dinas terkait, PLN, dan PDAM untuk mempercepat pemulihan fasilitas umum yang rusak akibat kebakaran di Kelurahan Sungai Nibung.

Dalam agenda tersebut, Anwar Sadat bersama jajaran perangkat daerah mengunjungi tiga lokasi, yakni Kantor Kecamatan Betara, Kantor Lurah Bram Itam Kiri, dan lokasi kebakaran di Jalan Namira, Kelurahan Sungai Nibung.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat mengerahkan Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, BPBD, Dinas Kesehatan, serta BAZNAS untuk membantu warga yang terdampak bencana maupun masyarakat yang membutuhkan dukungan sosial.

Di Sungai Nibung, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada bantuan untuk korban.

Bupati juga meminta percepatan perbaikan jaringan listrik dan pipa air yang terdampak kebakaran agar masyarakat dapat kembali memenuhi kebutuhan dasar secara normal.

“Kami minta Dinas Perakim dan PLN segera memasang tiang dan menata kabel listrik yang semrawut. PDAM juga kami minta mempercepat perbaikan jaringan pipa air yang terbakar agar kebutuhan dasar masyarakat kembali normal,” ujar Anwar Sadat.

Instruksi tersebut menjadi bagian penting dari penanganan pascabencana, mengingat pemulihan fasilitas umum turut menentukan aktivitas warga setelah musibah.

Rangkaian kegiatan dimulai di Kantor Kecamatan Betara. Di lokasi ini, Pemkab Tanjung Jabung Barat menyalurkan bantuan kepada warga terdampak bencana dan keluarga yang membutuhkan dukungan sosial.

Dinas Sosial menyerahkan satu unit kursi roda, satu tongkat pintar, serta paket bantuan makanan bagi 25 kepala keluarga.

Petugas juga menyalurkan bantuan makanan dan kebutuhan sandang kepada dua kepala keluarga korban angin puting beliung serta bantuan makanan kepada dua kepala keluarga korban kebakaran.

Dinas Ketahanan Pangan turut memberikan bantuan beras sebanyak 18 kilogram per kepala keluarga.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Tanjung Jabung Barat menyerahkan tas sekolah bagi anak-anak dari keluarga terdampak kebakaran di RT 06, Dusun Karya Lestari III, Desa Muntialo.

Bantuan tersebut bertujuan mendukung keberlanjutan pendidikan anak meskipun keluarga mereka tengah menghadapi dampak bencana.

BAZNAS Tanjung Jabung Barat juga memberikan bantuan uang tunai kepada warga terdampak angin puting beliung dan kebakaran permukiman.

“Melalui kolaborasi lintas sektor ini, baik BPBD yang menyerahkan bantuan tas sekolah bagi anak-anak maupun BAZNAS yang memberikan bantuan uang tunai, kami berharap beban warga yang terdampak musibah di Betara dapat lebih ringan. Bantuan ini adalah bentuk empati dan perhatian pemerintah daerah agar masyarakat dapat segera bangkit kembali,” kata Anwar Sadat.

Dari Betara, rombongan bupati melanjutkan agenda ke Kantor Lurah Bram Itam Kiri.

Di sana, Anwar Sadat menyerahkan bantuan kepada Kamarudin (44), warga Parit Potong, RT 14, yang rumahnya rusak akibat angin puting beliung pada 3 Oktober 2026.

Peristiwa tersebut menyebabkan pohon kelapa sawit tumbang dan merusak bangunan rumah.

Pemkab Tanjung Jabung Barat menyalurkan tas sekolah, bahan makanan, beras, dan bantuan uang tunai untuk membantu keluarga tersebut memenuhi kebutuhan setelah bencana.

Bantuan itu diharapkan dapat meringankan beban warga selama proses pemulihan.

Namun, pemulihan rumah dan kondisi ekonomi keluarga tetap membutuhkan penanganan sesuai tingkat kerusakan dan kebutuhan di lapangan.

Agenda berakhir di lokasi kebakaran Jalan Namira, RT 10, Kelurahan Sungai Nibung.

Penyaluran bantuan di lokasi tersebut mencakup delapan kepala keluarga korban kebakaran di Jalan Namira serta tiga kepala keluarga terdampak kebakaran di lingkungan SLB Tanjung Jabung Barat, Kelurahan Tungkal Harapan.

Bantuan yang disalurkan meliputi bahan makanan, peralatan rumah tangga, perlengkapan sekolah, dan kasur. BAZNAS Tanjung Jabung Barat juga menyerahkan satu unit becak untuk membantu mendukung pemulihan mata pencaharian warga.

Selain bantuan untuk keluarga terdampak, pemerintah daerah meminta instansi terkait segera menangani kerusakan fasilitas umum akibat kebakaran pada Jumat 24 Oktober 2026.

Perbaikan jaringan listrik dan pipa air menjadi perhatian karena kedua fasilitas tersebut berperan langsung dalam menunjang kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Pemkab meminta dinas terkait, PLN, dan PDAM mempercepat penanganan agar warga tidak terlalu lama menghadapi gangguan layanan.

Di sela penyaluran bantuan, Anwar Sadat mengingatkan masyarakat untuk memeriksa keamanan instalasi listrik di rumah guna mengurangi risiko kebakaran.

Ia juga meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Selain pencegahan bencana, ia menekankan pentingnya pembaruan data penerima bantuan sosial oleh pemerintah desa.

Menurutnya, data yang akurat membantu pemerintah memastikan bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan.

“Data masyarakat harus terus diperbarui oleh pemerintah desa secara cermat agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang berhak dan tidak ada yang terlewat,” tegasnya.

Penyaluran bantuan tersebut melibatkan perangkat daerah, BAZNAS, unsur kecamatan dan kelurahan, pemerintah desa, ketua RT, serta masyarakat penerima bantuan.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat berharap koordinasi lintas sektor dapat mempercepat pemulihan warga setelah bencana.

Selain memenuhi kebutuhan mendesak, langkah berikutnya ialah memastikan fasilitas umum kembali berfungsi dan bantuan sosial menjangkau masyarakat secara tepat sasaran.(*)




Kabut Asap di Tanjab Barat, 6 Pasien ISPA Dirawat di RSUD KH Daud Arif

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID — Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Bupati Tanjung Jabung Barat, Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., mengunjungi enam pasien dengan gangguan saluran pernapasan yang menjalani perawatan di RSUD KH. Daud Arif Kuala Tungkal, Jumat 16 Oktober 2026.

Dari enam pasien tersebut, dua merupakan anak-anak yang masih berusia balita, sedangkan empat lainnya pasien dewasa.

Kunjungan itu menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memantau kondisi warga yang mengalami gangguan kesehatan di tengah kondisi kabut asap.

Anwar Sadat datang bersama Direktur RSUD KH. Daud Arif, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat, BAZNAS, Dewan Pengawas, tenaga medis, serta insan pers.

Saat meninjau pasien, Anwar menyebut gangguan pernapasan yang dialami warga tidak seluruhnya berasal dari paparan kabut asap.

Sejumlah pasien juga memiliki penyakit penyerta yang turut memengaruhi kondisi kesehatan mereka.

“Hari ini sengaja kita melihat beberapa masyarakat kita yang terimbas kabut asap, terutama berkaitan dengan saluran pernapasan. Tadi kita juga langsung menyaksikan ada dua anak-anak yang masih balita dan ada empat orang yang sudah dewasa,” ujar Anwar Sadat.

Dalam keterangannya, Anwar menyebut jumlah kasus gangguan saluran pernapasan di Tanjung Jabung Barat menunjukkan tren penurunan.

Berdasarkan data yang diterimanya, jumlah kasus diperkirakan mencapai sekitar 360 kasus.

Menurutnya, sebagian besar pasien masih dapat memperoleh penanganan di fasilitas kesehatan tingkat pertama, seperti puskesmas dan poliklinik. Hanya sebagian pasien yang membutuhkan perawatan lebih lanjut di rumah sakit.

Meski demikian, angka tersebut perlu dibaca berdasarkan periode pendataan dan klasifikasi kasus yang digunakan.

Data yang disampaikan pemerintah daerah juga perlu dibedakan antara kasus ISPA secara keseluruhan dan kasus yang secara khusus berkaitan dengan paparan kabut asap.

Perbedaan itu penting agar masyarakat memperoleh gambaran yang tepat mengenai perkembangan gangguan pernapasan di wilayah tersebut.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat meminta seluruh puskesmas meningkatkan kewaspadaan dan keaktifan dalam memberikan pelayanan kepada warga yang mengalami keluhan pernapasan.

“Kami selaku pemerintah daerah meminta kepada seluruh puskesmas untuk aktif melayani beberapa kasus yang terkait dengan imbas dari kabut asap, terutama penyakit saluran pernapasan,” tegas Anwar.

Pelayanan di tingkat puskesmas menjadi bagian penting dalam mendeteksi keluhan sejak dini, memberikan penanganan awal, serta merujuk pasien ke rumah sakit apabila kondisi medis membutuhkan perawatan lanjutan.

Di tengah kondisi kabut asap, kelompok rentan seperti balita, anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan penyakit pernapasan memerlukan perhatian lebih.

Masyarakat juga perlu segera mencari pertolongan medis apabila mengalami sesak napas atau keluhan yang memburuk.

Selain memantau kondisi pasien, Anwar Sadat melalui BAZNAS Kabupaten Tanjung Jabung Barat memberikan santunan kepada warga yang menjalani perawatan akibat gangguan saluran pernapasan.

Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan sosial bagi pasien dan keluarga yang tengah menghadapi masalah kesehatan.

Pemkab Tanjung Jabung Barat berharap pelayanan di fasilitas kesehatan tetap berjalan optimal, terutama ketika kondisi lingkungan berpotensi memengaruhi kesehatan masyarakat.

Pemerintah daerah juga mengimbau warga menjaga kesehatan dan memanfaatkan fasilitas pelayanan medis ketika mengalami gejala gangguan pernapasan.

Sementara itu, pemantauan perkembangan kasus dan kondisi kualitas udara tetap penting untuk membantu masyarakat mengambil langkah pencegahan yang sesuai.(*)




P3K Paruh Waktu di Tanjab Barat Dapat THR, Ini Penjelasan Bupati Anwar Sadat

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat kembali menghadirkan kebijakan baru terkait kesejahteraan pegawai.

Bupati Tanjab Barat, Anwar Sadat, mengumumkan bahwa Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) Paruh Waktu di daerah tersebut akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR).

Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Anwar Sadat saat kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Nurul Hidayah, Desa Kemuning, Kecamatan Bramitam, Selasa (10/3/2026).

Menurut Bupati, pemberian THR bagi P3K Paruh Waktu merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi para pegawai yang selama ini turut berkontribusi dalam mendukung jalannya pemerintahan di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Ia menjelaskan bahwa pencairan THR tersebut direncanakan dilakukan bersamaan dengan pembayaran THR bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan P3K Penuh Waktu.

“Kami membawa kabar baik bagi para P3K Paruh Waktu di Kabupaten Tanjab Barat. Insyaallah mereka juga akan menerima THR. Ini merupakan bentuk perhatian dan apresiasi pemerintah daerah atas pengabdian mereka,” ujar Bupati Anwar Sadat.

Selain menyampaikan kabar terkait kesejahteraan pegawai, dalam kesempatan tersebut Bupati juga memaparkan perkembangan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Bramitam.

Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peningkatan jalan aspal yang menghubungkan Simpang Jalan Harmoko hingga kawasan Parit 8 yang saat ini sedang dalam tahap penyelesaian.

Menurutnya, pembangunan jalan tersebut sangat penting untuk meningkatkan konektivitas antar wilayah sehingga masyarakat dapat lebih mudah mengakses pusat aktivitas di Kota Kuala Tungkal.

“Dengan akses jalan yang lebih baik, mobilitas masyarakat akan semakin lancar dan waktu tempuh menuju Kuala Tungkal juga menjadi lebih cepat,” jelasnya.

Di sisi lain, Bupati juga menyoroti persoalan kesehatan masyarakat, khususnya terkait temuan kasus stunting di Desa Kemuning.

Ia meminta perangkat desa, tenaga kesehatan di puskesmas, serta kader posyandu untuk memperkuat koordinasi dalam upaya penanganan stunting secara berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Bupati juga menyalurkan sejumlah bantuan sebagai bagian dari program Tanjab Barat BERKAH.

Bantuan tersebut antara lain dana sebesar Rp10 juta dari BAZNAS Tanjab Barat untuk Masjid Nurul Hidayah serta bantuan pembangunan madrasah senilai Rp5 juta dari Bank Tanggo Rajo.

Selain itu, Bupati bersama Ketua TP PKK Kabupaten Tanjab Barat, Fadhilah Sadat, turut menyerahkan santunan bagi anak yatim, lansia, serta takmir masjid.

Tak hanya itu, bantuan berupa mushaf Al-Qur’an, perlengkapan kebersihan masjid, paket makanan bergizi bagi anak penderita stunting, serta bantuan sosial Berkah Madani dari Dinas Sosial juga disalurkan kepada masyarakat.

Kegiatan Safari Ramadhan tersebut dihadiri oleh Wakapolres Tanjab Barat, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, sejumlah kepala OPD, camat, kepala desa se-Kecamatan Bramitam, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai undangan lainnya.(*)




Bupati Anwar Sadat Ajak Masyarakat Salurkan Zakat Tepat Sasaran

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat memimpin gerakan zakat harta dan penghasilan melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).

Kegiatan bertajuk “Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat Berzakat” berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Minggu (8/3/2026).

Dipimpin langsung oleh Bupati Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag. bersama Ketua TP-PKK Hj. Fadhilah Sadat, S.H., aksi ini menandai komitmen pemerintah daerah untuk mendukung program sosial dengan distribusi zakat yang transparan dan tepat sasaran.

Berdasarkan laporan Baznas, total sementara zakat yang terkumpul pada tahun ini mencapai Rp152 juta, meningkat dibandingkan 2025.

Bupati Anwar Sadat menekankan bahwa zakat harta merupakan kewajiban setiap umat Islam dan harus disalurkan melalui lembaga resmi untuk memastikan distribusi kepada mustahik yang berhak.

“Mari salurkan zakat melalui Baznas agar penghitungannya akurat dan distribusinya tepat sasaran. Dengan begitu, kita semua turut berkontribusi dalam mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sesuai 8 asnaf yang telah digariskan dalam Al-Qur’an,” ujar Bupati.

Gerakan ini dilakukan secara serentak oleh jajaran pejabat Pemkab Tanjung Jabung Barat, termasuk Wakil Bupati, Sekda, para asisten, staf ahli, kepala OPD, kepala bagian, kepala bidang, hingga para camat di seluruh kabupaten.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat dan dunia usaha untuk menyalurkan zakat secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan di Tanjung Jabung Barat.(*)