Walikota Maulana Minta Lurah dan RT Sosialisasi Keamanan Rumah Sebelum Mudik

JAMBI, SEPUCUKJAMBi.ID – Wali Kota Jambi Maulana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjelang perayaan Idul Fitri.

Ia meminta lurah dan ketua RT untuk aktif melakukan sosialisasi kepada warga, terutama bagi masyarakat yang akan mudik, agar memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan.

“Kita akan menghadapi Lebaran, aktivitas masak-memasak meningkat, kemudian banyak yang mudik sehingga rumah kosong. Saya sudah minta lurah melalui RT untuk sosialisasi,” ujar Maulana saat kegiatan Gerakan Pejabat Daerah dan Aghniya Berzakat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Jumat (13/3/2026).

“Jika mudik semua yang membahayakan dilepas dan rumah dititipkan kepada tetangga,” timpalnya.

Selain mengingatkan soal kewaspadaan kebakaran, Wali Kota Maulana juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di jalan protokol dan jalur lintas yang akan dilalui pemudik.

Pemerintah kota juga melakukan perawatan taman agar Kota Jambi tetap asri dan nyaman saat menyambut para pemudik.

Di sisi lain, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bantuan oleh Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Kota Jambi kepada mustahik dan Pekerja Harian Lepas (PHL).

Baznas menyalurkan santunan kebakaran kepada 10 kepala keluarga dengan total bantuan sebesar Rp102 juta melalui program Jambi Kota Peduli Tahun 1447 H/2026, bertepatan dengan 23 Ramadan 1447 Hijriah.

Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Maulana, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi Nadiyah, sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan suci Ramadan.

Ketua Baznas Kota Jambi Muhammad Padli menambahkan bahwa kegiatan ini juga bertujuan mengajak para pejabat daerah dan pengusaha muslim untuk menunaikan zakat melalui lembaga resmi.

Saat ini, Baznas Kota Jambi tengah mengembangkan zakat produktif yang fokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Dari 15 tenant program zakat produktif yang dibina, lima di antaranya telah berkembang hingga mampu menunaikan zakat sebagai muzakki.

Melalui gerakan berzakat ini, Baznas dan Pemkot Jambi berharap kesadaran masyarakat, khususnya pejabat dan pengusaha muslim, semakin meningkat sehingga manfaat zakat dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.(*)




Baznas Kota Jambi Dorong Gerakan Berzakat, Salurkan Bantuan untuk Mustahik dan PHL

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Jambi terus memperkuat peran zakat dalam membantu masyarakat melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan ekonomi.

Pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, Baznas Kota Jambi menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan, termasuk korban kebakaran di Kota Jambi.

Melalui program Jambi Kota Peduli, Baznas Kota Jambi menyalurkan santunan kepada 10 kepala keluarga yang terdampak musibah kebakaran dengan total bantuan sebesar Rp102 juta.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis pada kegiatan Gerakan Pejabat Daerah dan Aghniya Berzakat yang digelar di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota di Jambi, Jumat (13/3/2026).

Dalam kegiatan tersebut, bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Jambi Maulana bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kota Jambi Nadiyah sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat di bulan Ramadan.

Ketua Baznas Kota Jambi Muhammad Padli mengatakan kegiatan ini bertujuan mengajak para pejabat daerah serta kalangan aghniya atau pengusaha yang memiliki kemampuan ekonomi untuk menunaikan zakat melalui Baznas sebagai lembaga resmi negara.

Menurutnya, Baznas Kota Jambi saat ini juga terus melakukan transformasi dalam pengelolaan zakat, dari yang sebelumnya bersifat konsumtif menuju zakat produktif yang berfokus pada pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menjelaskan bahwa program zakat produktif yang dijalankan Baznas Kota Jambi telah menunjukkan hasil positif.

Dari 15 tenant usaha yang dibina, lima di antaranya bahkan telah berkembang hingga mampu menjadi muzakki atau pembayar zakat.

Keberhasilan tersebut menjadi salah satu indikator keberhasilan program pemberdayaan ekonomi berbasis zakat yang dijalankan Baznas Kota Jambi.

Bahkan kisah tersebut pernah diikutsertakan dalam kompetisi nasional dan berhasil meraih peringkat ketiga nasional serta menjadi tim favorit dari peserta yang berasal dari 15 provinsi dan 47 kabupaten/kota di Indonesia.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengajak para pejabat daerah serta para pengusaha muslim untuk menyalurkan zakat melalui Baznas.

Menurutnya, penyaluran zakat melalui lembaga resmi akan dikelola secara transparan dan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia menilai zakat yang dikelola dengan baik dapat membantu menekan angka kemiskinan sekaligus mendorong masyarakat kurang mampu untuk memiliki usaha yang produktif.

Pada kesempatan tersebut, Maulana juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran menjelang Idul Fitri.

Ia meminta lurah dan ketua RT aktif melakukan sosialisasi kepada warga, terutama bagi masyarakat yang akan mudik agar memastikan kondisi rumah aman sebelum ditinggalkan.

Melalui gerakan berzakat ini, Baznas Kota Jambi berharap kesadaran masyarakat, khususnya pejabat daerah dan pengusaha muslim, semakin meningkat dalam menunaikan zakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.(*)




Polemik Z-Corner Jambi, BAZNAS Pastikan Tenant Berasal dari Data DTKS

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDBadan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi memberikan penjelasan terkait sorotan masyarakat terhadap program Kampung Ramadhan Z-Corner yang belakangan menjadi topik perbincangan publik.

Program tersebut menuai beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai kegiatan tersebut membuka ruang usaha bagi kalangan tertentu dan dianggap melampaui kewenangan instansi lain.

Namun BAZNAS Kota Jambi menegaskan bahwa Z-Corner merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi mustahik melalui skema zakat produktif.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, M. Fadli, menjelaskan bahwa Z-Corner merupakan implementasi program pendayagunaan zakat yang memiliki dasar hukum yang jelas.

Ia menyebutkan bahwa pengelolaan zakat telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang kemudian diperkuat melalui Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2024.

Menurutnya, regulasi tersebut mengatur bahwa penyaluran zakat tidak hanya dilakukan dalam bentuk bantuan konsumtif, tetapi juga melalui program produktif yang bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi para penerima zakat.

Z-Corner ini bagian dari zakat produktif. Tujuannya bukan hanya memberi bantuan sesaat, tetapi memberdayakan mustahik agar memiliki usaha dan mampu mandiri secara ekonomi,” ujar Fadli.

Fadli juga menegaskan bahwa pelaku usaha yang mengisi tenant di Z-Corner tidak dipilih secara sembarangan.

Proses seleksi dilakukan berdasarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Dinas Sosial Kota Jambi.

DTKS sendiri memuat data masyarakat dari kelompok desil 1 hingga desil 5, yaitu kategori sangat miskin hingga rentan miskin.

Para pelaku usaha yang masuk dalam data tersebut kemudian direkomendasikan untuk mengikuti program pemberdayaan ekonomi yang dijalankan oleh BAZNAS.

Tenant yang berjualan di Z-Corner merupakan pelaku UMKM dari kalangan mustahik yang terdata dalam DTKS. Mereka juga mendapat rekomendasi dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi,” jelasnya.

Selain menyediakan ruang usaha bagi para pelaku UMKM binaan, BAZNAS Kota Jambi juga menggelar kegiatan Kampung Ramadhan di kawasan Z-Corner.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai aktivitas selama bulan suci, seperti penjualan takjil hingga kegiatan hiburan dan perlombaan untuk anak-anak.

Menurut Fadli, kegiatan tersebut bertujuan menarik lebih banyak pengunjung sehingga dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di lokasi tersebut.

Kampung Ramadhan ini kita buat agar masyarakat datang dan meramaikan kawasan Z-Corner. Dengan begitu diharapkan penjualan para tenant mustahik juga meningkat,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan ditujukan sebagai pasar umum, melainkan bagian dari strategi untuk membantu meningkatkan omzet pelaku usaha binaan.

BAZNAS Kota Jambi juga menekankan bahwa berbagai program yang dijalankan tidak dilakukan secara mandiri, melainkan melalui kolaborasi dengan sejumlah instansi pemerintah daerah.

Dalam pengelolaan kawasan Z-Corner, BAZNAS bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup.

Sementara untuk pembinaan pelaku usaha, BAZNAS berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi.

Menurut Fadli, sinergi tersebut penting agar program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih optimal dan tepat sasaran.

Program-program BAZNAS selalu dilakukan melalui kerja sama dengan pemerintah daerah. Ini penting agar pemberdayaan masyarakat bisa berjalan lebih efektif,” ujarnya.

Ia berharap masyarakat dapat melihat program Z-Corner sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi masyarakat kurang mampu.

Harapannya, para mustahik yang saat ini menjalankan usaha melalui program ini nantinya dapat mandiri bahkan menjadi muzakki,” pungkasnya.(*)




Wali Kota Jambi Tutup Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner, Dorong Anak-anak Berkarya dan Belajar Al-Qur’an

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, secara resmi menutup Gebyar Kampung Ramadan Z-Corner yang digelar BAZNAS Kota Jambi, Minggu (8/3/2026) sore, di Taman Banjuran Budayo.

Penutupan kegiatan sekaligus dirangkai dengan pembagian hadiah lomba mewarnai dan lomba tahfidz Al-Qur’an bagi anak-anak.

Wali Kota Maulana didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha menyerahkan piala dan bingkisan kepada para pemenang lomba.

Dalam sambutannya, Maulana menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang menghadirkan suasana Ramadan penuh semangat dan positif bagi anak-anak.

“Semoga kegiatan ini membawa manfaat dan keberkahan bagi Kota Jambi. Semua anak yang hadir hari ini adalah pemenang. Keberanian untuk tampil, belajar, dan berusaha adalah kemenangan sesungguhnya,” ujar Maulana.

Wali Kota menekankan keberadaan Z-Corner dan Taman Banjuran Budayo sebagai ruang publik yang aktif, tempat anak-anak belajar, berkreasi, serta memperkuat nilai budaya dan spiritualitas di tengah kehidupan kota.

Maulana juga memberikan motivasi kepada anak-anak agar terus belajar dan mengembangkan potensi diri, serta menekankan pentingnya ruang kegiatan positif di era digital yang menantang.

Pemerintah Kota Jambi berupaya memperkuat kedekatan keluarga melalui pengaturan jam kerja ASN agar orang tua memiliki lebih banyak waktu bersama anak-anak.

Kegiatan Gebyar Ramadan Z-Corner diikuti ratusan anak dari berbagai usia. Lomba tahfidz Al-Qur’an diikuti sekitar 60 peserta, sedangkan lomba mewarnai untuk anak PAUD diikuti sekitar 100 anak.

Kegiatan serupa berlangsung di beberapa lokasi lain, termasuk Pasar Beduk Ramadan Bahagia di Terminal Rawasari, dengan total peserta lebih dari 500 orang.

Ketua BAZNAS Kota Jambi, Muhammad Fadli, menyampaikan lomba dilakukan melalui tahapan penyisihan hingga final dengan antusiasme tinggi.

Para pemenang menerima piala, piagam penghargaan, dan bingkisan dari sponsor yang mendukung kegiatan.

Hadir dalam acara Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiyono, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Jambi Kamal Firdous, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi Pahlewi, Camat Jelutung Alamsyah Powa, Lurah Handil Jaya KH. Muhtah Habibulloh, para guru pendamping, dan orang tua peserta.(*)




Tujuh Rumah Hangus di Danau Sipin, Maulana Pastikan Bantuan dan Konsumsi Korban Ditanggung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, turun langsung meninjau lokasi kebakaran di Jalan Slamet Riyadi, Lorong Skip 2 RT 20, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Rabu (4/3/2026).

Kehadiran orang nomor satu di Kota Jambi tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memastikan korban terdampak mendapat perhatian dan bantuan maksimal.

Peristiwa kebakaran yang terjadi Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIB itu menghanguskan tujuh unit rumah semi permanen dan permanen.

Sebanyak delapan kepala keluarga atau 26 jiwa terdampak dalam musibah tersebut.

Dalam kunjungannya, Maulana didampingi jajaran Pemkot serta Badan Amil Zakat Nasional Kota Jambi menyerahkan bantuan tanggap darurat berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan rumah tangga.

“Kami sangat prihatin, apalagi ini terjadi di bulan suci Ramadan. Saat masyarakat fokus beribadah, justru mendapat ujian kebakaran,” ujarnya.

Maulana memastikan kebutuhan konsumsi korban selama satu pekan ke depan akan ditanggung melalui Baznas Kota Jambi.

Makanan berbuka puasa dan sahur akan disiapkan oleh rumah makan terdekat agar korban tidak perlu memikirkan kebutuhan harian.

“Untuk sementara korban belum bisa beraktivitas normal. Karena itu kebutuhan makan kami tanggung selama satu minggu,” tegasnya.

Selain kebutuhan dasar, Pemkot Jambi juga menyalurkan perlengkapan sekolah bagi anak-anak terdampak, seperti seragam, tas, dan buku, agar proses belajar tetap berjalan meski dalam kondisi darurat.

Dalam kesempatan itu, Maulana juga menyoroti meningkatnya frekuensi kebakaran selama Ramadan. Berdasarkan catatan Pemkot, dalam beberapa hari terakhir telah terjadi empat kali kebakaran di Kota Jambi.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, terutama memastikan instalasi listrik aman, mencabut colokan yang tidak digunakan, serta memastikan kompor dalam keadaan mati saat hendak tarawih atau memasak sahur.

Respons cepat petugas pemadam kebakaran turut diapresiasi. Armada Damkar disebut tiba di lokasi hanya dalam waktu sembilan menit setelah laporan diterima melalui layanan darurat 112.

Kecepatan tersebut dinilai berhasil mencegah api meluas di kawasan permukiman padat dengan kondisi angin cukup kencang saat kejadian.

Wali Kota juga menyampaikan terima kasih kepada unsur TNI, Polri, aparat kecamatan, dan warga yang bahu-membahu membantu proses pemadaman.

Pemkot Jambi memastikan korban mendapatkan kemudahan pengurusan administrasi, termasuk penerbitan surat keterangan musibah serta penggantian dokumen kependudukan seperti KTP dan Kartu Keluarga yang hilang atau terbakar.

Berdasarkan laporan sementara, penyebab kebakaran diduga akibat korsleting listrik dan sumber api dari dapur.

Menjelang Idulfitri, Maulana kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan guna mencegah kejadian serupa.

“Kita berharap tidak ada lagi kebakaran menjelang Idulfitri, sehingga masyarakat bisa merayakan hari raya dengan aman dan penuh kebahagiaan,” tutupnya.(*)




Wakil Wali Kota Jambi Pimpin Safari Ramadan di Masjid Kurnia, Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A, memimpin Safari Ramadan 1446 H bersama Tim Kota Jambi Bahagia di Masjid Kurnia, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Senin malam (02/03/2026).

Kegiatan mengusung tema “Melalui Ramadan, Menebar Iman, Merajut Ukhwah Islamiyah menuju Kota Jambi Bahagia”.

Safari Ramadan diawali dengan sholat Isya berjamaah, dilanjutkan sholat Tarawih dan Witir.

Suasana ibadah berlangsung khidmat, mencerminkan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam memakmurkan masjid selama bulan suci.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Diza menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan momentum mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi, dan mendengar aspirasi warga secara langsung.

“Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual, mengajarkan kesabaran, kejujuran, kepedulian sosial, dan semangat berbagi. Melalui Safari Ramadan, kami ingin mendekatkan pemerintah kepada masyarakat sekaligus membangun kebersamaan untuk Kota Jambi Bahagia,” ujarnya.

Diza juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus menghadirkan program pembangunan yang berpihak pada masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi umat.

Namun, keberhasilan pembangunan membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Jambi menyalurkan bantuan operasional masjid sebesar Rp5 juta, serta perlengkapan masjid seperti karpet dan cenderamata untuk pengurus.

Tausiyah agama disampaikan oleh Ustadz Anwar, yang mengingatkan jamaah untuk menjauhi empat golongan yang tidak memperoleh ampunan di bulan Ramadan, termasuk yang memutus tali silaturahmi dan terjerumus dalam khamar, narkoba, dan judi.

Safari Ramadan di Masjid Kurnia diharapkan semakin mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus menanamkan nilai keagamaan dan kepedulian sosial, menuju terciptanya Kota Jambi Bahagia yang religius, harmonis, dan sejahtera.(*)




Bangun Spiritualitas Kota Jambi, Maulana Gelar Buka Bersama Ulama dan Ormas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Momentum Ramadan dimanfaatkan secara maksimal oleh Wali Kota Jambi, Maulana, untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat.

Tidak hanya bersama jajaran Pemerintah Kota, silaturahmi juga diperluas dengan organisasi kemasyarakatan dan tokoh agama di Kota Jambi.

Kegiatan buka puasa bersama yang berlangsung Sabtu (28/02/2026) di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, menjadi ruang dialog hangat antara pemerintah dan para pimpinan pondok pesantren, organisasi keagamaan, serta organisasi masyarakat.

Dalam sambutannya, Maulana menegaskan bahwa pembangunan Kota Jambi tidak hanya berorientasi pada fisik dan infrastruktur.

Menurutnya, kebahagiaan sejati masyarakat dimulai dari kekuatan spiritual dan akhlak generasi muda.

“Visi Kota Jambi Bahagia diawali dari kebahagiaan spiritual. Infrastruktur penting, tetapi tanpa akhlak yang baik, kota ini belum sepenuhnya bahagia,” tegasnya.

BPJS untuk Marbot dan Imam Masjid

Dalam kesempatan itu, Maulana juga mengungkapkan komitmen Pemkot untuk meningkatkan kesejahteraan petugas keagamaan.

Saat ini, pemerintah tengah memperjuangkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi seluruh marbot dan imam masjid di Kota Jambi.

Langkah ini menjadi bagian dari perhatian serius terhadap peran penting tokoh agama dalam menjaga harmoni dan stabilitas sosial masyarakat.

Program Kampung Bahagia Sentuh 1.583 RT

Selain itu, Program Kampung Bahagia terus digulirkan secara bertahap. Hingga Juni 2026, sebanyak 803 RT akan menjadi sasaran program, sementara sisanya akan direalisasikan pada Juli hingga Desember 2026.

Secara total, 1.583 RT di Kota Jambi akan merasakan dampaknya.

Setiap RT diwajibkan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) yang melibatkan unsur tokoh perempuan, pemuda, tokoh agama, serta perangkat RT.

Skema ini dirancang untuk memastikan pembangunan berjalan partisipatif dan tepat sasaran.

Maulana menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam setiap proses pembangunan. Menurutnya, rasa memiliki akan tumbuh kuat jika warga dilibatkan secara langsung.

“Kebersamaan adalah kunci. Jika semua terlibat, pembangunan akan merata dan berkelanjutan,” ujarnya optimistis.

Acara tersebut turut dihadiri Plh Sekretaris Kota Jambi, Ketua Baznas Kota Jambi, Sekretaris MUI Kota Jambi, serta para pimpinan pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan.(*)




Cara Bayar Zakat Fitrah dan Fidyah 2026 di Kota Jambi, Simak Takaran dan Nilainya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi, bersama Kantor Kementerian Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Jambi, dan BAZNAS Kota Jambi, menetapkan standar Zakat Fitrah dan Fidyah untuk tahun 1447 H/2026 M.

Keputusan ini diumumkan usai rapat koordinasi di Aula Kemenag Kota Jambi, Senin (23/2/2026).

 Standar ini dibuat untuk memudahkan umat Islam menunaikan kewajiban zakat dan fidyah secara tepat dan adil.

Standar Zakat Fitrah Kota Jambi 1447 H/2026 M

  1. Zakat Fitrah berbentuk makanan pokok (beras)

    • Takaran: 1 Sho’ per orang = ±2,5 Kg beras

    • Ikhtiar (kehati-hatian): disarankan 2,8 Kg per orang

    • Acuan Madzhab Syafi’i sesuai PMA No. 52/2014

  2. Zakat Fitrah berbentuk uang (berdasarkan Madzhab Hanafi)

    • Beras kualitas tinggi: 3,2 Kg x Rp 18.000 = Rp 57.600 per orang

    • Beras kualitas sedang: 3,2 Kg x Rp 16.000 = Rp 51.200 per orang

    • Beras kualitas rendah: 3,2 Kg x Rp 12.500 = Rp 40.000 per orang

Masyarakat dianjurkan menyalurkan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap masjid, musholla, atau langgar, yang telah disahkan BAZNAS Kota Jambi

. Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Reza (085266369778).

Ketentuan Fidyah Puasa

Fidyah dibayarkan bagi orang yang tidak dapat berpuasa karena:

  1. Sakit permanen dan tidak mungkin sembuh

  2. Pekerjaan berat yang tidak memungkinkan berpuasa

  3. Orang yang pikun atau kehilangan ingatan

Besar fidyah:

  • Uang: Rp 39.000 per hari

  • Makanan: Memberi makan fakir miskin 3 kali sehari untuk 1 orang

Rujukan Fiqih

Beberapa kitab fiqih dijadikan rujukan penetapan standar zakat fitrah dan fidyah ini, antara lain:

  • Al-Majmu’ Syarh Muhadzdzab (Imam Nawawi)

  • Raudlotuth-thalibin (Imam Nawawi)

  • Al-Hawi al-Kabiir (Imam Mawardi)

  • Al-Mughni (Ibn Qudamah)

  • Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashiid (Ibn Rusy)

  • Al-Fiqh al-Islamy Wa Adillatuhu (Syekh Wahbah az-Zuhaily)

  • Al-Makaayiil wal Mawaazin asy-Syar’iyyah (Syekh ‘Ali Jum’ah)

  • Attaqrirat Assadidat fii Almasai’ly Al mufidah (Sayyid Hasan bin Ahmad Al-Kaff)

Penetapan standar ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat menunaikan zakat fitrah dan fidyah, serta memastikan ibadah berjalan lancar dan sesuai syariat.(*)




Safari Ramadan 1447 H, Wali Kota Jambi Tegaskan Sinergi Percepat Pembangunan

JAMBi, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan komitmennya memperkuat sinergi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dalam rangka mempercepat pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikannya saat Safari Ramadan 1447 Hijriah bersama masyarakat di Masjid Al-Ikhlas, Kelurahan Beliung, Kecamatan Alam Barajo, Kamis (26/02/2026) malam.

Menurut Maulana, hubungan antara Pemkot dan Pemprov Jambi selama ini berjalan harmonis dengan komunikasi yang intens serta kolaborasi yang terarah.

“Secara umum, seluruh program dapat berjalan lancar dan efektif karena program strategis di tingkat kota diselaraskan dengan visi dan misi provinsi. Ini penting agar percepatan pembangunan dapat tercapai secara merata,” ujarnya.

Ia menambahkan, Kota Jambi sebagai ibu kota provinsi memiliki peran penting sebagai wajah daerah. Karena itu, pembangunan kota harus mencerminkan kemajuan, kenyamanan, dan kebahagiaan masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Al Haris mengingatkan bahwa pembangunan tidak cukup hanya menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga harus membangun akhlakul karimah dan karakter generasi muda.

Menurut Al Haris, keberlanjutan pembangunan sangat bergantung pada kualitas moral anak-anak sebagai generasi penerus.

Ia juga mengungkapkan data yang menjadi perhatian serius, yakni sekitar 24,80 persen anak di Jambi masuk kategori kehilangan figur ayah (fatherless).

“Dari 100 anak, sekitar 24 anak kehilangan figur ayah. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tegasnya.

Gubernur menekankan pentingnya peran keluarga, RT, dan lingkungan sekitar dalam membimbing anak-anak agar tidak terjerumus pada kenakalan remaja.

Safari Ramadan ini menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Baik Pemprov maupun Pemkot sepakat bahwa pembangunan tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat.

Wali Kota Maulana menilai forum seperti Safari Ramadan harus dimanfaatkan sebagai ruang dialog langsung untuk menyerap aspirasi warga sekaligus menyampaikan program prioritas pembangunan.(*)




Baznas Kota Jambi Dorong Literasi Zakat Anak PAUD Sejak Usia Dini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen membangun generasi peduli dan gemar berbagi terus diperkuat di Kota Jambi.

Melalui program manasik zakat untuk anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), literasi zakat kini mulai diperkenalkan secara sistematis sejak usia emas pertumbuhan anak.

Ketua Baznas Kota Jambi, Muhammad Padli, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni edukatif, tetapi bagian dari strategi jangka panjang meningkatkan pemahaman zakat di tengah masyarakat, dimulai dari anak-anak.

Menurutnya, konsep manasik zakat dikemas dalam bentuk simulasi sederhana dan interaktif agar mudah dipahami sesuai tingkat perkembangan anak.

“Anak-anak dikenalkan tata cara berzakat dari berbagai profesi melalui simulasi ringan dan menyenangkan. Dengan pendekatan ini, mereka bisa memahami konsep dasar zakat tanpa merasa digurui,” jelasnya.

Padli menyebut, metode belajar berbasis praktik ini efektif menanamkan pemahaman sekaligus membangun pengalaman emosional anak tentang arti berbagi.

Tak berhenti pada kegiatan seremonial, Baznas Kota Jambi berencana mengusulkan agar manasik zakat dapat diintegrasikan dalam kurikulum pendidikan karakter, khususnya dalam penguatan literasi zakat.

Koordinasi pun akan dilakukan bersama Baznas Provinsi Jambi dan Baznas RI untuk membahas aspek regulasi serta pengembangan program secara lebih luas.

“Kegiatan ini akan kami laporkan sebagai bahan evaluasi dan kajian. Harapannya, literasi zakat bisa menjadi bagian penting dalam sistem pendidikan anak usia dini,” ujarnya.

Setelah resmi diluncurkan oleh Bunda PAUD Kota Jambi, program manasik zakat dijadwalkan dilaksanakan secara bertahap di 11 kecamatan dan menyasar seluruh lembaga PAUD yang ada di Kota Jambi.

Langkah masif ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam membangun budaya berbagi serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Edukasi sejak dini diyakini menjadi kunci lahirnya generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara spiritual dan sosial.

Dengan pendekatan edukatif, menyenangkan, dan terstruktur, program ini berpotensi menjadi model percontohan literasi zakat anak di tingkat nasional.(*)