Tol Betung–Tempino–Jambi Ramai Saat Imlek, Hutama Karya Pastikan Lalu Lintas Lancar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Lonjakan kendaraan terjadi di ruas Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi selama periode long weekend perayaan Imlek 2026.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat peningkatan trafik signifikan pada 14 Februari 2026, khususnya di koridor yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Jambi.

Pada ruas Tol Betung–Tempino–Jambi (Bayung Lencir–Tempino), tercatat sebanyak 9.181 kendaraan melintas dalam satu hari. Angka ini meningkat 45,25 persen dibandingkan trafik normal harian.

PT Hutama Karya menyatakan pemantauan dilakukan secara intensif guna memastikan arus kendaraan tetap aman dan lancar di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Secara keseluruhan, trafik di sejumlah ruas Jalan Tol Trans Sumatera yang telah beroperasi mencapai 148.048 kendaraan, atau naik 41,21 persen dibandingkan hari biasa.

Namun, Tol Jambi menjadi salah satu ruas dengan kenaikan paling signifikan di wilayah Sumbagsel.

Peningkatan volume kendaraan ini didominasi oleh perjalanan antarkota dan akses menuju kawasan perkotaan Jambi

Keberadaan tol ini semakin mempercepat konektivitas distribusi barang dan mobilitas masyarakat selama momen libur nasional.

Hutama Karya mengimbau pengguna jalan untuk merencanakan perjalanan dengan matang, memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima, mematuhi batas kecepatan, serta memanfaatkan rest area jika mengalami kelelahan.

Perusahaan juga memastikan kesiapan petugas operasional, layanan derek, ambulans, hingga fasilitas pendukung lainnya guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode lonjakan trafik.

Dengan meningkatnya mobilitas di Tol Jambi, masyarakat diharapkan tetap mengutamakan keselamatan agar perjalanan selama long weekend Imlek berlangsung lancar tanpa hambatan berarti.(*)




Tol Betung–Tempino Jambi Jadi Sorotan Arus Balik Nataru 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Arus balik Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 mulai terasa signifikan di Jalan Tol Trans Sumatera, khususnya di ruas Tol Betung–Tempino Jambi.

PT Hutama Karya (Persero) mencatat lonjakan trafik kendaraan yang cukup tinggi pada 1 Januari 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat pascaperayaan tahun baru.

Berdasarkan data Hutama Karya, Tol Betung–Tempino Jambi (Bayung Lencir–Tempino) dilintasi sebanyak 8.178 kendaraan, atau mengalami kenaikan 73,08 persen dibandingkan trafik normal.

Lonjakan ini menempatkan ruas tol Jambi sebagai salah satu koridor penting dalam pergerakan arus balik Nataru di Sumatera.

Secara keseluruhan, total trafik harian pada ruas tol yang telah beroperasi di JTTS mencapai 147.780 kendaraan, meningkat 65 persen dibandingkan kondisi normal

 Tingginya volume kendaraan menunjukkan bahwa fase awal arus balik Nataru 2025/2026 masih berlangsung dan diperkirakan terus bergerak dalam beberapa hari ke depan.

Selain Tol Jambi, peningkatan trafik juga tercatat di sejumlah ruas utama lainnya.

Tol Terbanggi Besar–Kayu Agung dilalui 16.929 kendaraan, Tol Palembang–Indralaya–Prabumulih sebanyak 17.382 kendaraan, serta Tol Pekanbaru–Dumai mencapai 19.457 kendaraan.

Bahkan beberapa ruas mencatat lonjakan lebih dari 100 persen, seperti Tol Bengkulu–Taba Penanjung dan Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 2–6.

Sementara itu, untuk ruas tol yang dioperasikan secara fungsional selama periode Nataru, Tol Sigli–Banda Aceh Seksi 1 mencatat 3.027 kendaraan.

Sedangkan Tol Palembang–Betung (Kramasan–Pangkalan Balai) dilintasi 3.048 kendaraan pada 1 Januari 2026.

Hutama Karya menyampaikan bahwa pemantauan lalu lintas dilakukan secara intensif dan berkelanjutan guna memastikan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pengguna jalan tol selama arus balik.

Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, mematuhi rambu dan batas kecepatan, menjaga jarak aman, serta memanfaatkan rest area untuk beristirahat.

Sebagai bagian dari pelayanan, pengguna jalan dapat memantau informasi terkini melalui media sosial resmi Jalan Tol Hutama Karya dan HK Toll Apps, yang menyediakan pembaruan kondisi lalu lintas secara real-time selama periode Nataru.(*)