Gagal Mendarat di Jambi, Batik Air Kembali ke Soetta Setelah 4 Kali Percobaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi kembali berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Rabu 30 September 2026.
Pesawat Batik Air ID6804 rute Jakarta-Jambi harus kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau return to base (RTB) setelah empat kali mencoba melakukan pendaratan.
Pesawat tersebut sebelumnya telah bertolak dari Jakarta menuju Jambi.
Namun, kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha yang terdampak kabut asap membuat proses pendaratan tidak dapat dilakukan.
Berdasarkan informasi dari pihak Bandara Sultan Thaha Jambi, pesawat Batik Air ID6804 sempat melakukan beberapa kali percobaan pendaratan.
Setelah empat kali upaya, pesawat akhirnya mengambil keputusan untuk kembali ke Jakarta.
Kondisi tersebut menunjukkan dampak langsung kabut asap terhadap penerbangan, terutama pada fase kedatangan.
Jarak pandang menjadi salah satu pertimbangan utama sebelum pesawat dapat melakukan pendaratan.
Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan kondisi visibility terus dipantau karena berkaitan dengan keselamatan penerbangan.
“Untuk kondisi saat ini, yang menjadi tantangan adalah visual pilot untuk pendaratan. Kondisi visibility terus kami pantau karena keselamatan penerbangan menjadi prioritas,” ujar Ikhsan.
Visibility Sempat Turun hingga 800 Meter
Kabut asap mulai menyelimuti kawasan Bandara Sultan Thaha sejak pagi.
Data pemantauan menunjukkan jarak pandang pada pukul 06.00 WIB hanya mencapai sekitar 800 meter.
Visibility kemudian membaik menjadi 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB dan meningkat lagi menjadi 1.500 meter pada pukul 08.00 WIB.
Namun, membaiknya jarak pandang tidak serta-merta membuat seluruh penerbangan dapat mendarat.
Kondisi aktual di lapangan tetap menjadi pertimbangan maskapai dan pilot dalam menentukan keputusan operasional.
Sebelumnya, pihak Bandara Sultan Thaha menjelaskan bahwa kondisi visual untuk proses lepas landas masih memungkinkan.
Tantangan lebih besar berada pada fase pendaratan karena pilot membutuhkan kondisi visual yang memadai.
“Kalau untuk lepas landas, kondisi visualnya untuk naik atau take off masih bisa. Yang menjadi tantangan dengan kondisi saat ini adalah visual pilot untuk pendaratan,” jelas Ikhsan.
Dua Penerbangan Jakarta-Jambi Masih Tertahan
Selain Batik Air ID6804 yang akhirnya kembali ke Jakarta, dua penerbangan lain dari Jakarta menuju Jambi juga masih menunggu perkembangan kondisi cuaca.
Citilink QG960 dijadwalkan berangkat dari Jakarta menuju Jambi pada pukul 10.25 WIB. Sementara Garuda Indonesia GA126 dijadwalkan berangkat pukul 10.35 WIB.
Kedua penerbangan tersebut mengalami penundaan karena maskapai masih menunggu perkembangan visibility di Bandara Sultan Thaha Jambi.
Pihak bandara terus berkoordinasi dengan maskapai dan memantau perubahan kondisi jarak pandang sebelum penerbangan menuju Jambi dapat melanjutkan operasionalnya.
“Untuk penerbangan yang akan datang, keputusan operasional tetap mempertimbangkan kondisi aktual di lapangan, khususnya jarak pandang untuk pendaratan,” kata Ikhsan.
Penumpang Diminta Pantau Jadwal
Kondisi kabut asap dan jarak pandang di wilayah Jambi masih dapat berubah mengikuti kondisi atmosfer dan cuaca.
Perubahan tersebut berpotensi memengaruhi jadwal kedatangan maupun keberangkatan pesawat.
Calon penumpang yang memiliki penerbangan dari atau menuju Bandara Sultan Thaha Jambi diminta memantau informasi terbaru dari maskapai masing-masing sebelum menuju bandara.
Hingga informasi terakhir, Batik Air ID6804 telah kembali ke Jakarta setelah empat kali percobaan pendaratan di Jambi.
Sementara Citilink QG960 dan Garuda Indonesia GA126 masih menunggu perkembangan kondisi visibility di Bandara Sultan Thaha.(*)






