Jarak Pandang Turun hingga 1.000 Meter, Penerbangan Bandara Sultan Thaha Kembali Terdampak Hari Ini

JAMBI — Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 2 Oktober 2026.
Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan mengatakan, kondisi jarak pandang yang berubah-ubah membuat sejumlah penerbangan harus mendapat perhatian khusus dari pengelola bandara dan maskapai.
“Hingga pukul 10.00 WIB, dua penerbangan tercatat terdampak kondisi cuaca, yakni penerbangan Batik Air ID 6804 dari Jakarta dan Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta,” kata dia.
Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha pada pukul 10.15 WIB. Sementara Batik Air ID 6805 dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada pukul 11.00 WIB.
Kondisi tersebut berbeda dengan dua penerbangan keberangkatan sebelumnya yang berhasil beroperasi pada pagi hari.
Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berangkat pukul 06.00 WIB ketika jarak pandang tercatat 1.000 meter.
Selanjutnya, Super Air Jet IU 377 tujuan Yogyakarta International Airport (YIA) berangkat pada pukul 09.40 WIB saat jarak pandang berada di angka 1.500 meter.
“Kedua pesawat tersebut merupakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang menginap di Bandara Sultan Thaha,” sebutnya.
Jarak Pandang Fluktuatif
Data operasional Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang mengalami perubahan sepanjang pagi.
Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Kondisi membaik menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, kemudian turun menjadi 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.
Pada pukul 09.00 WIB, jarak pandang kembali berada di angka 1.500 meter sebelum turun menjadi 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.
Fluktuasi jarak pandang tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasional penerbangan, terutama ketika kondisi kabut asap masih menyelimuti kawasan Bandara Sultan Thaha.
Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak terhadap penumpang, termasuk penumpang yang mengalami penundaan penerbangan.
Pengelola bandara juga melakukan pemantauan dan pembaruan informasi secara berkala terhadap jadwal kedatangan maupun keberangkatan yang terdampak kondisi kabut asap.
Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan
Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan.
Penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.
Untuk informasi terkait layanan kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.
Pengelola Bandara Sultan Thaha juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran pelayanan penerbangan di tengah kondisi kabut asap.
Kondisi ini sekaligus menambah perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan aktivitas transport penerbanganterganggu batikair batikairjambi superairjet asapjambi karhutlaasi udara.(*)