Update: Super Air Jet IU 840 Akhirnya Landing, Susul Batik Air ID 6804

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — UPDATE terbaru kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi: Super Air Jet IU 840 dari Jakarta akhirnya mendarat pada pukul 15.29 WIB, Jumat 2 Oktober 2026.

Pendaratan Super Air Jet IU 840 menambah daftar pesawat dari Jakarta yang berhasil tiba di Bandara Sultan Thaha setelah sebelumnya terdampak kondisi kabut asap dan jarak pandang yang fluktuatif.

Pesawat Super Air Jet tersebut sebelumnya sempat holding di atas wilayah Jambi sebelum akhirnya melanjutkan proses pendaratan.

Super Air Jet IU 840 mendarat sekitar 11 menit setelah Batik Air ID 6804 dari Jakarta yang lebih dulu menyentuh landasan pada pukul 15.18 WIB.

Dengan demikian, hingga pembaruan terbaru ini, dua penerbangan dari Jakarta yang sebelumnya masih berada dalam kondisi holding telah berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Super Air Jet Susul Batik Air

Sebelumnya, Batik Air ID 6804 dari Jakarta berhasil mendarat pada pukul 15.18 WIB.

Pesawat tersebut sempat holding karena kondisi jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha yang belum stabil akibat kabut asap.

Batik Air ID 6804 awalnya dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.10 WIB.

Setelah menunggu kondisi memungkinkan, pesawat akhirnya dapat mendarat delapan menit dari jadwal estimasi sebelumnya.

Tak lama kemudian, giliran Super Air Jet IU 840 yang berhasil mendarat pada pukul 15.29 WIB.

Kabut Asap Sempat Ganggu Sejumlah Penerbangan

Kondisi kabut asap sebelumnya berdampak terhadap sejumlah penerbangan di Bandara Sultan Thaha.

Citilink QG 960 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 13.20 WIB tercatat dialihkan atau diverted ke Palembang (PLM).

Sementara itu, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta, yakni GA 126 dan GA 128, tercatat mengalami Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Keputusan tersebut menunjukkan kondisi jarak pandang sempat memengaruhi kelancaran operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha pada Jumat siang.

Jarak Pandang Masih Fluktuatif

Data pengelola Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang mengalami perubahan sepanjang Jumat.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Angka tersebut kemudian berubah menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, 1.300 meter pukul 08.00 WIB, 1.500 meter pukul 09.00 WIB, dan 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.

Memasuki siang hari, jarak pandang tercatat 1.800 meter pada pukul 11.00 WIB, 1.900 meter pukul 12.00 WIB, 1.600 meter pukul 13.00 WIB, serta 1.500 meter pada pukul 14.00 dan 15.00 WIB.

Fluktuasi tersebut membuat kondisi operasional penerbangan tetap perlu mendapat pemantauan secara berkala.

Sejumlah Keberangkatan Masih Terdampak

Di sisi keberangkatan, sejumlah penerbangan dari Bandara Sultan Thaha sebelumnya juga mengalami penundaan.

Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Citilink QG 961 tujuan Jakarta tercatat mengalami delay. Data operasional juga mencantumkan penerbangan Garuda Indonesia yang terdampak penundaan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak kondisi kabut asap, termasuk pelayanan terhadap penumpang yang penerbangannya mengalami perubahan jadwal.

Pengguna jasa bandara diminta tetap mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara karena kondisi cuaca dan jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

UPDATE ini akan terus diperbarui mengikuti perkembangan terbaru operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.(*)




BREAKING NEWS: Batik Air ID 6804 Akhirnya Landing di Jambi Pukul 15.18 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Batik Air ID 6804 dari Jakarta akhirnya mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 15.18 WIB, Jumat 2 Oktober 2026.

Pesawat tersebut sebelumnya sempat holding di atas wilayah Jambi akibat kondisi kabut asap yang memengaruhi jarak pandang di sekitar bandara.

Pendaratan Batik Air ID 6804 menjadi perkembangan terbaru setelah penerbangan tersebut sebelumnya masuk dalam daftar penerbangan yang terdampak kondisi cuaca di Bandara Sultan Thaha.

Pesawat yang berasal dari Jakarta itu semula dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.10 WIB.

Namun, pesawat sempat melakukan holding sebelum akhirnya berhasil mendarat delapan menit kemudian.

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sendiri tercatat fluktuatif sepanjang Jumat. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang berada di angka 1.500 meter.

Sebelumnya Sempat Holding di Atas Jambi

Batik Air ID 6804 sebelumnya masih berada di udara ketika pengelola Bandara Sultan Thaha memberikan pembaruan kondisi penerbangan hingga pukul 15.00 WIB.

Selain Batik Air, Super Air Jet IU 840 dari Jakarta juga tercatat masih holding di atas wilayah Jambi dengan estimasi kedatangan sekitar pukul 15.10 WIB.

Sementara itu, gangguan kabut asap sebelumnya membuat sejumlah penerbangan mengambil keputusan berbeda.

Citilink QG 960 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 13.20 WIB tercatat dialihkan atau diverted ke Palembang (PLM).

Dua penerbangan Garuda Indonesia, GA 126 dan GA 128 dari Jakarta, juga tercatat Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Sejumlah Penerbangan Keberangkatan Masih Terdampak

Dampak kondisi kabut asap juga terjadi pada penerbangan keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha.

Hingga pembaruan terakhir, Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Citilink QG 961 tujuan Jakarta tercatat mengalami penundaan.

Data operasional juga mencantumkan penerbangan Garuda Indonesia yang mengalami penundaan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak kondisi kabut asap terhadap operasional penerbangan dan penumpang.

Pengelola bandara juga mengimbau calon penumpang untuk mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

Breaking news ini akan diperbarui mengikuti perkembangan terbaru kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.(*)




Kabut Asap Makin Ganggu Penerbangan Jambi! 3 Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Sultan Thaha

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 2 Oktober 2026.

Hingga pukul 15.00 WIB, sejumlah penerbangan mengalami penundaan, pengalihan rute hingga kembali ke bandara asal.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan mengatakan, dampak paling signifikan terjadi pada penerbangan dari Jakarta menuju Jambi. Citilink QG 960 yang dijadwalkan tiba pukul 13.20 WIB harus dialihkan atau diverted ke Palembang (PLM).

“Sementara itu, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta memilih kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK),” kata dia, dalam rilis yang diterima d

Garuda Indonesia GA 126 dengan estimasi tiba pukul 14.05 WIB tercatat RTB ke Jakarta. Hal serupa terjadi pada GA 128 yang dijadwalkan tiba pukul 14.10 WIB.

Kondisi berbeda terjadi pada dua pesawat yang hingga pukul 15.00 WIB masih berada di udara.

Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 840, yang sama-sama berasal dari Jakarta dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.10 WIB, masih holding di atas wilayah Jambi.

Jarak Pandang Fluktuatif

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha berubah-ubah sepanjang hari.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Angka tersebut kemudian naik menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, sebelum kembali turun menjadi 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.

Jarak pandang mencapai 1.500 meter pada pukul 09.00 WIB dan turun menjadi 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.

Kondisi kemudian membaik pada siang hari. Jarak pandang tercatat 1.800 meter pukul 11.00 WIB dan 1.900 meter pukul 12.00 WIB.

Setelah itu, jarak pandang kembali menurun menjadi 1.600 meter pukul 13.00 WIB dan 1.500 meter pada pukul 14.00 serta 15.00 WIB.

Meski jarak pandang sempat membaik, kondisi atmosfer tetap berdampak terhadap operasional sejumlah penerbangan.

Sejumlah Penerbangan Keberangkatan Ditunda

Gangguan kabut asap juga berdampak pada penerbangan dari Bandara Sultan Thaha.

Hingga pukul 15.00 WIB, beberapa penerbangan tercatat mengalami penundaan, yakni:

  • Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta.

  • Citilink QG 961 tujuan Jakarta.

  • Garuda Indonesia tujuan Jakarta.

Dalam data operasional yang diterima, terdapat satu entri Garuda Indonesia yang tercatat dua kali sebagai GA 126.

Karena itu, nomor penerbangan tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pengelola bandara atau maskapai untuk memastikan data keberangkatan.

Bandara Koordinasi dengan Maskapai

Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak gangguan penerbangan, terutama terhadap penumpang yang mengalami penundaan.

Pengelola bandara juga melakukan pembaruan informasi secara berkala mengenai kondisi kedatangan dan keberangkatan yang terdampak kabut asap.

Calon penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui 172.

Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan selama kondisi kabut asap masih berdampak terhadap operasional penerbangan.(*)




Jarak Pandang Turun hingga 1.000 Meter, Penerbangan Bandara Sultan Thaha Kembali Terdampak Hari Ini

JAMBI — Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 2 Oktober 2026.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan mengatakan, kondisi jarak pandang yang berubah-ubah membuat sejumlah penerbangan harus mendapat perhatian khusus dari pengelola bandara dan maskapai.

“Hingga pukul 10.00 WIB, dua penerbangan tercatat terdampak kondisi cuaca, yakni penerbangan Batik Air ID 6804 dari Jakarta dan Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta,” kata dia.

Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha pada pukul 10.15 WIB. Sementara Batik Air ID 6805 dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada pukul 11.00 WIB.

Kondisi tersebut berbeda dengan dua penerbangan keberangkatan sebelumnya yang berhasil beroperasi pada pagi hari.

Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berangkat pukul 06.00 WIB ketika jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Selanjutnya, Super Air Jet IU 377 tujuan Yogyakarta International Airport (YIA) berangkat pada pukul 09.40 WIB saat jarak pandang berada di angka 1.500 meter.

“Kedua pesawat tersebut merupakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang menginap di Bandara Sultan Thaha,” sebutnya.

Jarak Pandang Fluktuatif

Data operasional Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang mengalami perubahan sepanjang pagi.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Kondisi membaik menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, kemudian turun menjadi 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.

Pada pukul 09.00 WIB, jarak pandang kembali berada di angka 1.500 meter sebelum turun menjadi 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.

Fluktuasi jarak pandang tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasional penerbangan, terutama ketika kondisi kabut asap masih menyelimuti kawasan Bandara Sultan Thaha.

Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak terhadap penumpang, termasuk penumpang yang mengalami penundaan penerbangan.

Pengelola bandara juga melakukan pemantauan dan pembaruan informasi secara berkala terhadap jadwal kedatangan maupun keberangkatan yang terdampak kondisi kabut asap.

Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan.

Penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Untuk informasi terkait layanan kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

Pengelola Bandara Sultan Thaha juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran pelayanan penerbangan di tengah kondisi kabut asap.

Kondisi ini sekaligus menambah perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan aktivitas transport penerbanganterganggu batikair batikairjambi superairjet asapjambi karhutlaasi udara.(*)