Program Rumah Layak Huni, Walikota Jambi Wujudkan Hunian Sehat untuk Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Maulana, menyalurkan bantuan program bedah rumah tidak layak huni kepada seorang warga lanjut usia, Rusmaini (80), yang berdomisili di RT 01, Kelurahan Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, pada Rabu (25/03/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi dalam mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem sekaligus memastikan masyarakat dapat tinggal di hunian yang layak dan sehat.

Program ini juga melibatkan kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Jambi melalui skema Rumah Layak Huni dengan nilai bantuan sebesar Rp25 juta.

Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa proses pembangunan rumah akan segera dilakukan dengan melibatkan gotong royong masyarakat setempat, yang dikoordinasikan oleh pihak kecamatan bersama Ketua RT.

“Pengerjaannya akan dilakukan secara bersama-sama, melibatkan warga dan dipimpin oleh Pak Camat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa kondisi rumah milik Rusmaini sudah tidak layak huni dan membutuhkan perbaikan segera, mengingat hal tersebut juga berdampak pada kesehatan penghuni.

“Selain rumahnya tidak layak, kondisi kesehatan beliau juga sedang menurun, sehingga perlu perhatian khusus,” tambahnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Pemerintah Kota Jambi juga akan menurunkan tim medis dari puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap Rusmaini.

Jika diperlukan, pemerintah akan membantu proses rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

“Apabila perlu dirujuk, kami akan siapkan seluruh prosesnya agar beliau bisa mendapatkan perawatan yang optimal tanpa terbebani biaya,” tegasnya.

Penyerahan bantuan ini turut dihadiri Plh Sekretaris Daerah Mulyadi, jajaran Pemerintah Kota Jambi, perwakilan BAZNAS Kota Jambi, serta forum Ketua RT Kecamatan Danau Teluk.

View this post on Instagram

Program bedah rumah ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mewujudkan hunian yang layak bagi seluruh warga.(*)




Gubernur Jambi Apresiasi Program MBG dan SPPG Anak Sekolah di Kerinci

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, mengungkapkan bahwa sekitar 24,80% anak-anak di Provinsi Jambi tumbuh tanpa keterlibatan ayah secara fisik maupun emosional (fatherless).

Pernyataan ini disampaikan saat Safari Ramadhan 1447 H bersama masyarakat Kabupaten Kerinci di Masjid Al Falah, Desa Baru Lempur, Kecamatan Gunung Raya, Jumat (6/3/2026) malam.

Acara yang dihadiri oleh Bupati Kerinci Monadi, Wakil Bupati Murison, Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Sekda Kerinci, unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Jambi, serta perwakilan BAZNAS tersebut dimulai dengan buka puasa bersama, salat Magrib, Isya, dan Tarawih berjamaah.

Gubernur Al Haris menegaskan, Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kualitas keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

“Persoalan sosial seperti kemiskinan, stunting, hingga anak yang tumbuh tanpa figur ayah perlu perhatian serius karena berdampak pada perkembangan anak dan kehidupan sosial,” ujar Gubernur Al Haris.

Ia menambahkan, fenomena anak fatherless dapat menyebabkan risiko rendahnya kepercayaan diri, kesulitan pengendalian emosi, hingga rentan terhadap pengaruh negatif lingkungan.

Gubernur Al Haris juga mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dijalankan Pemkab Kerinci.

Program ini menyasar anak sekolah dari tingkat PAUD hingga SMA, serta ibu hamil dan menyusui, sebagai bagian dari strategi penguatan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Selain itu, Gubernur menekankan potensi Kabupaten Kerinci yang besar meskipun anggaran pemerintah daerah terbatas.

“Kerinci berada di ujung Provinsi Jambi, tetapi memiliki potensi luar biasa. Saya mengapresiasi upaya Bupati dan Wali Kota membangun daerah meski dengan keterbatasan anggaran,” kata Al Haris.

Bupati Kerinci Monadi menyampaikan ucapan terima kasih atas kehadiran tim Safari Ramadhan Provinsi Jambi yang memperkuat komunikasi dan sinergi antara provinsi dan kabupaten.

“Program MBG dan koperasi Merah Putih yang kami jalankan adalah bagian dari penguatan kualitas SDM di Kerinci,” ujar Monadi.

Di akhir kegiatan, Gubernur Al Haris menyerahkan bantuan CSR Bank Jambi senilai Rp20 juta untuk Masjid Al Falah, sementara BAZNAS Provinsi Jambi menyalurkan bantuan untuk 30 fakir miskin, dan Program ASN Peduli Stunting mendistribusikan 20 paket berisi beras, telur, kacang hijau, biskuit, dan kursi roda bagi masyarakat Desa Baru Lempur.(*)




Masjid Tertua Bungo Jadi Lokasi Safari Ramadhan, Gubernur Jambi Respon Aspirasi Masyarakat

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Safari Ramadhan 1446 Hijriah Pemerintah Provinsi Jambi berlangsung khidmat di Masjid Al Falah, Dusun Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Minggu (01/03/2026) malam.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Gubernur Jambi Dr. H. Al Haris, S.Sos, MH, didampingi Bupati Bungo Dedy Putra, SH., M.Kn, dan Wakil Bupati Tri Wahyu Hidayat, SH.

Masjid Al Falah, berdiri sejak 1830 M, dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Pulau Sumatera. Kehadiran Gubernur Al Haris menjadi momentum istimewa bagi warga, sekaligus memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur mengenang jasa almarhum H. Hanafi, inisiator berdirinya Provinsi Jambi dan putra asli Empelu.

“Malam ini saya berada di kampung inisiator pendiri Provinsi Jambi, almarhum Bapak H. Hanafi. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan mengampuni dosa-dosanya,” ujar Gubernur Al Haris.

Salah satu aspirasi utama masyarakat yang disampaikan adalah pembangunan Jembatan Empelu menuju Embacang Gedang sepanjang 120 meter melintasi Sungai Batang Tebo.

Gubernur memperkirakan pembangunan jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp30 miliar dan meminta Dinas PU Provinsi Jambi untuk berkoordinasi dengan Dinas PU Kabupaten Bungo.

Selain itu, kondisi Jalan Provinsi Jambi dari Simpang Tanah Tumbuh hingga Limbur sepanjang 60 kilometer menjadi perhatian.

Gubernur menekankan perlunya peninjauan lapangan dan perhitungan anggaran segera agar pembangunan infrastruktur bisa berdampak langsung pada perekonomian masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Provinsi Jambi menyalurkan bantuan CSR Bank Jambi sebesar Rp20 juta untuk Masjid Al Falah, sementara Pemerintah Kabupaten Bungo melalui CSR Bank Jambi memberikan Rp10 juta.

BAZNAS Provinsi Jambi juga menyalurkan bantuan bagi 30 orang fakir miskin serta satu unit kursi roda.

Melalui program ASN Peduli Stunting, sebanyak 20 paket bantuan diberikan kepada keluarga berisiko stunting, berisi beras 5 kg, telur satu karpet, kacang hijau 1 kg, dan biskuit untuk mendukung gizi masyarakat.

Bupati Bungo Dedy Putra menyampaikan progres pembangunan di wilayahnya, termasuk jalan Batang Uleh sepanjang 32 km, pengembangan irigasi Tanah Bekali–Empelu, dan perbaikan ruas jalan Muaro Bungo–Peninjau serta Peninjau–Limbur Lubuk Mengkuang.

Usulan pembangunan turap penahan tebing juga diajukan ke BNPB untuk antisipasi bencana.

Datuk Rio Dusun Empelu H.M. Thohir menyampaikan rasa bangga atas kehadiran Gubernur Jambi dan rombongan, sekaligus mengapresiasi perhatian pemerintah terhadap infrastruktur, irigasi, dan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi petani.

Safari Ramadhan ini menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan warga, dan memastikan pembangunan merata hingga pelosok desa.

Kehadiran Gubernur dan rombongan tidak hanya mempererat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memperkuat sinergi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam pembangunan berkeadilan.(*)




Korban Banjir di Sumatera Dapat Bantuan Minimal Rp8 Juta per KK

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah memastikan korban banjir di sejumlah wilayah Sumatra akan menerima bantuan minimal Rp8 juta per kepala keluarga (KK).

Bantuan tersebut diberikan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak sekaligus mendukung pemulihan ekonomi pascabencana.

Kebijakan ini dibahas dalam pertemuan antara Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta.

Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi Instagram Sekretariat Kabinet pada Rabu (24/12).

Dalam keterangannya disebutkan bahwa setiap kepala keluarga yang terdampak banjir atau harus mengungsi akan memperoleh bantuan tunai minimal Rp8 juta.

Bantuan tersebut terdiri dari Rp3 juta untuk kebutuhan isian rumah serta Rp5 juta yang dialokasikan khusus bagi pemulihan ekonomi keluarga terdampak.

Selain bantuan tunai, pemerintah juga menyalurkan bantuan pendukung lainnya.

Bantuan tersebut meliputi beras sebanyak 10 kilogram per bulan, uang lauk pauk sebesar Rp300 ribu hingga Rp450 ribu per bulan, pembangunan hunian sementara dan hunian tetap, serta uang tunggu hunian senilai Rp600 ribu.

Pemerintah juga menyiapkan santunan khusus bagi korban banjir. Untuk korban meninggal dunia, santunan diberikan sebesar Rp15 juta.

Sementara korban luka berat akan menerima bantuan sebesar Rp5 juta.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah turut menegaskan bahwa penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) tetap berjalan bersamaan.

BLT reguler diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan, ditambah BLT tambahan selama tiga bulan dengan total Rp900 ribu.

Program ini menyasar sekitar 35 juta kepala keluarga atau setara dengan 120 juta jiwa.

Seluruh bantuan dan santunan akan disalurkan langsung oleh Kementerian Sosial berdasarkan data yang telah diverifikasi serta persetujuan pemerintah daerah, baik bupati maupun wali kota, agar bantuan tepat sasaran.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak banjir dan longsor di Sumatra masih cukup besar.

Hingga Selasa (23/12), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.112 jiwa di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Rinciannya, Aceh mencatat 483 korban jiwa, Sumatra Utara sebanyak 369 jiwa, dan Sumatra Barat mencapai 260 jiwa.

Selain itu, korban hilang tercatat sebanyak 176 orang, sedangkan jumlah pengungsi mencapai 498.447 jiwa, meskipun jumlah tersebut mulai mengalami penurunan.

Pemerintah pusat dan daerah terus mengintensifkan penyaluran bantuan logistik.

Termasuk kebutuhan pangan dan sandang, guna memastikan kebutuhan dasar para pengungsi di wilayah terdampak tetap terpenuhi.(*)




Sekda Kota Jambi Serahkan Bantuan Pangan Beras dan Minyak untuk 24 Ribu Keluarga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng “Minyak Kita” kepada masyarakat yang berhak menerima.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi, A. Ridwan, di Kantor Lurah Selamat, Kecamatan Danau Sipin, Rabu (5/11/2025).

Program ini merupakan bagian dari penyaluran bantuan pangan nasional dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) bekerja sama dengan Perum Bulog.

Setiap keluarga penerima manfaat (KPM) mendapat 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng, untuk jatah dua bulan, yakni November dan Desember 2025.

“Kalau dinilai dalam bentuk uang, nilainya hampir mencapai Rp300 ribu per keluarga. Mudah-mudahan bisa membantu meringankan beban masyarakat,” ujar Sekda Ridwan.

Di Kota Jambi, bantuan ini menyasar 24.595 KPM, dengan total distribusi mencapai 491 ton beras dan 98.380 liter minyak goreng.

Secara keseluruhan, untuk Provinsi Jambi, bantuan yang disalurkan mencapai 3.500 ton beras dan 706 ribu liter minyak goreng, dengan total 157 ribu penerima manfaat.

Penyaluran bantuan di Kota Jambi telah dimulai sejak Kamis pekan lalu di Kecamatan Jambi Selatan dan ditargetkan rampung pada Jumat, 7 November 2025.

Ridwan mengingatkan seluruh camat dan lurah agar memastikan bantuan diterima tepat sasaran.

Ia menekankan pentingnya pendataan akurat untuk menjaga transparansi dan efektivitas program.

“Bantuan ini tidak hanya membantu kebutuhan pangan masyarakat, tetapi juga berperan menekan inflasi di daerah. Terlebih, cuaca yang tidak menentu membuat sebagian petani gagal panen,” tuturnya.

Pemerintah Kota Jambi berharap, program ini dapat menjaga stabilitas ekonomi daerah dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat menjelang akhir tahun.(*)