Setahun Kepemimpinan Maulana-Diza, Berikut Capaian Program Kota Jambi Bahagia

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dr Maulana, memaparkan capaian signifikan selama satu tahun kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha dalam apel disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Kota Jambi, Senin (9/2/2026).

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat OPD, staf ahli, asisten, serta seluruh unsur ASN di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

Maulana menegaskan, sejak hari pertama menjabat, pemerintah langsung mengimplementasikan 11 program unggulan sebagai peta jalan menuju visi “Kota Jambi Bahagia”.

Ia menekankan, capaian tersebut bisa diraih berkat komitmen, kerja keras, kolaborasi, dan sinergi seluruh jajaran pemerintah.

“Tidak ada yang mudah, namun juga tidak ada yang terlalu sulit. Dengan kekompakan tim, berbagai capaian dapat kita raih bersama demi kebahagiaan masyarakat,” ujar Maulana.

Capaian Program Unggulan

Beberapa hasil program prioritas selama satu tahun terakhir antara lain:

  • Program Kartu Bahagia: Menambah 49.212 kuota BPJS bagi masyarakat berpenghasilan rendah hingga Universal Health Coverage (UHC) 100 persen, memberikan layanan cek kesehatan gratis untuk 111.762 warga, serta jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

  • Beasiswa dan Infrastruktur: 2.070 siswa menerima beasiswa, lebih dari 13 ribu jaringan gas rumah tangga dipasang, dan berbagai bantuan sosial disalurkan, termasuk bedah rumah, sembako murah, bantuan disabilitas, internet gratis, hingga dukungan bencana.

  • Balai Latihan Kerja Tematik (Balikat): Lebih dari 2.000 peserta mengikuti pelatihan keterampilan, job fair dengan 13 ribu lowongan kerja, workshop kewirausahaan, digital marketing, hingga program magang luar negeri.

  • Program Bank Harkat: Kredit berbunga rendah sebesar Rp111,4 miliar dan dukungan untuk ratusan UMKM melalui bantuan usaha dan peralatan.

  • Ruang Milenial: Pengembangan ruang publik kreatif, festival ekonomi kreatif, dan internet gratis di rumah ibadah.

  • Kampung Bahagia dan Lansia Bahagia: Pilot project di 67 RT, berbagai kegiatan fisik dan nonfisik, layanan kesehatan dan jenguk lansia, serta pengembangan puskesmas ramah lansia.

  • Kota Tangguh: Infrastruktur, penanganan banjir, pengelolaan sampah berbasis masyarakat, armada listrik, dan penataan estetika kota serta kawasan bersejarah.

  • Pendapatan dan Kebudayaan: PAD 2025 mencapai Rp618,98 miliar, program Bahagia Berbudaya mendorong festival budaya, sport tourism, dan penyelenggaraan event nasional.

  • ASN dan Call Center: Ribuan tenaga honorer diangkat menjadi PPPK melalui Program Apel Kota dan Balap, sedangkan Call Center Bahagia mencatat 6.152 panggilan masyarakat dengan tingkat penyelesaian 97,15 persen.

Selama satu tahun kepemimpinan, Pemerintah Kota Jambi berhasil meraih 37 penghargaan, terdiri dari 23 tingkat provinsi, 13 nasional, dan satu internasional. Maulana menyampaikan apresiasi kepada seluruh aparatur, petugas lapangan, tenaga pendamping, dan semua pihak yang terlibat.

Tantangan dan Arah Kebijakan 2026

Memasuki tahun kedua, Maulana menyoroti tantangan seperti keterbatasan keuangan daerah, kebutuhan lapangan kerja, perkembangan teknologi, partisipasi masyarakat, serta isu perubahan iklim.

Pemerintah menargetkan capaian 2026, termasuk IPM 82,45, pertumbuhan ekonomi 5,75 persen, investasi Rp2 triliun, pengangguran 6,95 persen, dan prevalensi stunting 8,75 persen.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, optimalisasi pembiayaan non-APBD, peningkatan layanan publik, penguatan SDM ASN berbasis teknologi, serta percepatan program prioritas nasional, termasuk ketahanan pangan, hilirisasi, investasi, pengelolaan sampah, dan pengentasan kemiskinan.

Di akhir arahannya, Maulana meminta seluruh ASN untuk terus menjaga disiplin, meningkatkan inovasi, dan memastikan setiap program berjalan tepat waktu agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat.

“Kerja kita adalah untuk pelayanan dan kesejahteraan warga. Mari songsong tahun kedua dengan semangat lebih kuat,” pungkasnya.(*)




Dukung Program Bank Harkat, Perizinan Usaha UMK Kota Jambi Kini Lebih Mudah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Jambi memfokuskan perannya dalam mendukung Program Unggulan Bank Harkat melalui perluasan akses legalitas usaha bagi masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK).

Upaya tersebut dilakukan dengan menghadirkan layanan perizinan langsung di lapangan.

DPMPTSP menjalankan skema jemput bola hingga ke tingkat kelurahan, serta membuka pelayanan perizinan di sejumlah ruang publik strategis guna memudahkan masyarakat mengurus legalitas usaha.

Kepala DPMPTSP Kota Jambi, Abu Bakar, mengatakan bahwa langkah ini bertujuan mendorong pelaku usaha agar memiliki kepastian hukum atas kegiatan usahanya.

“Melalui layanan ini, pelaku usaha, terutama UMK, didorong untuk memiliki legalitas hukum. Legalitas tersebut menjadi syarat penting untuk membuka akses pembiayaan, meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan, serta mendorong pengembangan usaha yang berkelanjutan,” ujarnya.

Selain layanan jemput bola, DPMPTSP Kota Jambi juga memperkuat fungsi pembinaan melalui pendampingan berkelanjutan kepada pelaku usaha.

Pendampingan ini mencakup peningkatan kapasitas usaha, pemahaman regulasi, hingga fasilitasi kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM.

Menurut Abu Bakar, kemitraan tersebut menjadi salah satu strategi penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang inklusif dan berdaya saing, sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah.

“Melalui penguatan pelayanan perizinan, peningkatan kemudahan berusaha, serta berbagai langkah strategis yang menyentuh langsung pelaku usaha, kami optimistis target realisasi investasi Tahun 2026 dapat tercapai,” tegasnya.

Ia menambahkan, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat fondasi pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sejalan dengan visi besar Kota Jambi Bahagia.(*)




Kartu Bahagia hingga Bank Harkat, Ini 11 Program Unggulan Kota Jambi di Bawah Kepemimpinan Maulana-Diza

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi, di bawah kepemimpinan Walikota Maulana dan Wawako Diza, menetapkan 11 Program Bahagia sebagai program unggulan pembangunan daerah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Program ini dirancang untuk memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kesejahteraan sosial, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membangun sumber daya manusia yang berdaya saing.

Salah satu program strategis adalah Kartu Bahagia, yakni pembangunan sistem aplikasi terintegrasi yang memuat berbagai bantuan pemerintah, mulai dari bantuan biaya pendidikan, jaminan kesehatan, hingga bantuan sosial.

Melalui sistem ini, Pemkot Jambi menargetkan penyaluran bantuan yang lebih tepat sasaran, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Di bidang ketenagakerjaan, Pemkot Jambi menghadirkan BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik). Program ini fokus pada pelatihan dan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja, sehingga mampu menciptakan tenaga kerja siap pakai dan mengurangi angka pengangguran.

Sektor ekonomi kerakyatan diperkuat melalui Bank Harkat, yakni program bantuan kelompok usaha masyarakat.

Program ini bertujuan mendukung pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membantu pelaku UMKM memperoleh akses permodalan yang aman dan berkeadilan.

Bagi generasi muda, Pemkot Jambi menghadirkan RUMEL (Ruang Milenial) sebagai wadah pengembangan kreativitas, inovasi, dan kepemimpinan anak muda agar mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.

Pembangunan berbasis kewilayahan diwujudkan melalui Kampung Bahagia, yang berfokus pada peningkatan kualitas lingkungan, penguatan kelembagaan RT, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan ekonomi berbasis kegotongroyongan.

Perhatian terhadap kelompok lanjut usia diwujudkan melalui Lansia Bahagia, dengan tujuan memastikan para lansia dapat menjalani kehidupan yang bermartabat, nyaman, dan berkualitas melalui dukungan layanan sosial dan kesehatan.

Dalam aspek pembangunan berkelanjutan, Pemkot Jambi mengusung program Kota Tangguh, yang meliputi penataan ruang, peningkatan infrastruktur, sarana dan prasarana, termasuk transportasi perkotaan dan utilitas kota yang ramah lingkungan.

Program ini juga bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat agar mampu beradaptasi terhadap berbagai tantangan.

Di bidang budaya dan sosial, Bahagia Berbudaya diarahkan pada pelestarian aset budaya dan sejarah, sekaligus membuka ruang bagi berkembangnya budaya dan etnik nusantara maupun dunia sebagai daya tarik wisata, serta memperkuat akhlak dan harmonisasi kehidupan beragama.

Untuk meningkatkan kualitas birokrasi, Pemkot Jambi menjalankan program APEL KOTA (Aparatur yang Melayani, Kompeten dan Berintegritas) sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang baik dan profesional.

Sementara itu, program BALAP (Bahagia Berintegritas Layanan Anti Pungli) difokuskan pada penciptaan pelayanan publik yang bersih, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Melengkapi seluruh program tersebut, Call Center Bahagia dihadirkan sebagai sistem penanganan pengaduan masyarakat berbasis teknologi informasi yang responsif, terintegrasi, dan mudah diakses oleh warga.

Sebelas program ini menjadi fondasi utama Pemkot Jambi dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia, dengan pembangunan yang merata, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan masyarakat.(*)




Program Bank Harkat Belum Optimal, Wali Kota Jambi Sebut Pemerintah Cari Solusi! Ini Alasannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Program Bank Harkat, salah satu unggulan dari 11 program prioritas “Kota Jambi Bahagia”, disebut masih menghadapi kendala dalam realisasi pembiayaan UMKM, meskipun pemerintah kota telah menyiapkan dana hingga Rp110 miliar.

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza, menegaskan bahwa meski Bank Harkat telah resmi berjalan, realisasi penyaluran modal bagi UMKM hingga kini masih sangat terbatas, yakni sekitar Rp300 juta.

Hal ini disebabkan beberapa kendala, antara lain tunggakan masyarakat sebelumnya dan keterbatasan pemahaman UMKM mengenai prosedur pembiayaan.

“Kami ingin mendorong UMKM agar tidak terjerat pinjaman online atau rentenir. Namun kenyataannya, sebagian masyarakat masih memiliki tunggakan lama, sehingga penyerapan dana Bank Harkat belum maksimal,” ungkap Maulana saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) antar-OPD, Kamis (29/1/2026).

Maulana menambahkan, pemerintah kota terus berupaya mencari solusi agar program ini dapat berjalan optimal.

Langkah ke depan meliputi kerja sama dengan OJK dan perbankan, sekaligus sosialisasi intensif kepada UMKM agar mereka lebih memahami mekanisme pembiayaan yang aman dan terjangkau.

Selain Bank Harkat, program Kampung Bahagia di bidang kesehatan disebut telah berjalan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Penandatanganan PK antar-OPD diharapkan memperkuat sinergi seluruh perangkat daerah, sehingga setiap program prioritas dapat terlaksana sesuai target.

“Setiap OPD memiliki peran penting. Dengan koordinasi yang baik, kami optimis program-program ini, termasuk Bank Harkat, akan dapat memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat,” tutup Maulana.(*)




OPD Tandatangani Perjanjian Kinerja, Program Unggulan ‘Kota Jambi Bahagia’ Telah Berjalan Nyata

JJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – OPD Kota Jambi menegaskan komitmen dalam mewujudkan 11 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2026, melalui penandatanganan Perjanjian Kinerja (PK) yang berlangsung pada Kamis (29/1/2026).

Wali Kota Jambi, Maulana, didampingi Wakil Wali Kota Diza, menegaskan bahwa kolaborasi antar-OPD menjadi kunci kesuksesan program “Kota Jambi Bahagia.”

Penandatanganan PK ini tidak hanya formalitas, tetapi juga sebagai penguat akuntabilitas dan sinergi seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap program memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berkumpul bersama staf ahli, asisten, kepala OPD, hingga camat, untuk memastikan 11 program prioritas berjalan optimal,” sebutnya.

“Semua OPD bekerja sama dengan koordinasi melalui staf ahli atau asisten yang membidangi program tertentu. Secara umum, program-program ini sudah memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Maulana.

Salah satu program unggulan, Bank Harkat, dirancang untuk membantu UMKM dan mengurangi ketergantungan masyarakat pada pinjaman online atau rentenir.

Program ini bekerja sama dengan perbankan untuk menyalurkan dana sebesar Rp110 miliar, meski realisasi saat ini baru mencapai sekitar Rp300 juta.

“Kami ingin mendorong pembiayaan UMKM agar tidak terjerat pinjol atau rentenir. Sebagian masyarakat masih memiliki tunggakan sebelumnya,” kata Maulana.

“Tapi ke depan kami akan berinovasi bersama OJK dan perbankan agar UMKM mendapatkan modal yang layak,” tambah Maulana.

Selain itu, program Kampung Bahagia di sektor kesehatan juga disebut telah berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi warga.

Penandatanganan Perjanjian Kinerja antar-OPD ini diharapkan memperkuat sinergi, memastikan program prioritas dapat terlaksana sesuai target, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah kota.

“Setiap OPD memiliki peran penting dalam mewujudkan Kota Jambi Bahagia.

Dengan koordinasi yang baik, kami optimis program ini akan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” tutup Maulana.(*)




Wali Kota Jambi Buka Diklatcab HIPMI: Wujudkan Ekosistem Wirausaha Berkelanjutan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Jambi resmi melaksanakan Diklatcab (Pendidikan dan Pelatihan Cabang) pada Sabtu-Minggu, 6-7 September 2025.

Acara ini dibuka di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi.

Diklatcab kali ini mengangkat tema “HIPMI Adaptif untuk Penguatan Ekosistem Wirausaha Berkelanjutan”.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, yang didampingi oleh Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljhosa, SE, MA — yang juga dijadwalkan sebagai salah satu narasumber.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi menegaskan pentingnya peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi daerah.

Ia menyebutkan bahwa Kota Jambi adalah kota perdagangan dan jasa, sehingga kehadiran pengusaha muda menjadi penggerak utama roda ekonomi.

“Konsepnya, pemerintah membangun infrastrukturnya, lalu dimanfaatkan oleh para pengusaha seperti di bidang kuliner, fesyen, musik, dan sektor kreatif lainnya,” jelas Maulana.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa membangun Kota Jambi yang sejahtera dan bahagia membutuhkan kolaborasi dari seluruh pihak, termasuk kalangan wirausahawan muda.

“Peran pengusaha sangat vital dalam menekan inflasi dan menggerakkan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan. Kami sangat mendukung pelaksanaan Diklatcab HIPMI ini karena dapat melahirkan pengusaha muda yang tangguh,” tambahnya.

Maulana juga menyebutkan adanya program baru dari Pemerintah Kota Jambi seperti peluncuran Bank Harkat, yang diharapkan dapat dimanfaatkan oleh kader HIPMI untuk mendukung usaha mereka.

Sementara itu, Ketua BPC HIPMI Kota Jambi, Ryanda Partawijaya, menyampaikan bahwa Diklatcab merupakan bagian dari proses kaderisasi organisasi.

Ia berharap kegiatan ini dapat menciptakan pengusaha-pengusaha baru yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kota Jambi.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri. Kita perlu kolaborasi erat dengan pemerintah daerah demi mewujudkan Jambi yang maju secara ekonomi,” ujarnya.

Ketua BPD HIPMI Provinsi Jambi, Fadhilah Hasrul, juga turut memberikan pesan kepada seluruh peserta untuk mengikuti setiap sesi dengan serius.

“Diklatcab ini adalah wadah penting untuk mengenal HIPMI lebih dalam. Sebagai pengusaha, kita harus tetap amanah. Mari kita bersama-sama membangun ekonomi Kota Jambi,” tutupnya.(*)