Desa Suka Maju Tanjab Timur Terendam Banjir, Warga Minta Penanganan Sungai Lagan

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Banjir tahunan kembali melanda Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur).

Luapan air Sungai Lagan akibat sedimentasi yang terus terjadi membuat kawasan ini kembali terendam, mengganggu aktivitas warga dan fasilitas umum.

Desa Suka Maju yang berada di dataran rendah menjadi titik tumpuan luapan air sungai, terutama saat curah hujan tinggi.

Kondisi ini diperparah dengan pendangkalan Sungai Lagan yang dipenuhi sampah pepohonan serta tumbuhan liar di sepanjang aliran sungai.

Akibat banjir, sejumlah ruas jalan penghubung antar permukiman warga terendam, termasuk jalan utama di Blok H Suka Maju.

Ketinggian air bahkan mencapai setinggi paha orang dewasa, sehingga menyulitkan warga beraktivitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Tak hanya jalan, rumah warga, pasar tradisional, kantor desa, serta fasilitas umum lainnya ikut terendam.

Kondisi ini juga menimbulkan kekhawatiran tersendiri karena adanya kabel listrik yang menjuntai rendah dan tersentuh air banjir.

Salah seorang warga, Nadillah, mengaku banjir membuatnya khawatir melintas di malam hari.

“Kalau sudah malam, saya takut lewat jalan yang terendam banjir. Kalau pulang kerja malam, saya lebih memilih menginap di rumah teman daripada pulang ke rumah,” ujarnya.

Ia menuturkan bahwa banjir merupakan peristiwa rutin setiap tahun di wilayah tersebut.

Warga pun berharap ada perhatian serius dari pemerintah dan pihak terkait agar penanganan dilakukan secara menyeluruh dan efektif.

Sementara itu, Kepala Desa Suka Maju, Didik Budi Cahyanto, menjelaskan bahwa secara geografis desanya berada di posisi paling rendah, sehingga menjadi tumpuan luapan air dari wilayah sekitar.

“Ibarat kuali, desa kami ini berada di lekukan paling bawah dan menjadi tumpuan luapan air sungai,” jelasnya.

Menurut Didik, sedimentasi Sungai Lagan yang telah berlangsung lama menjadi penyebab utama banjir tahunan yang terus berulang.

Pendangkalan sungai dan tumbuhnya rumput di tengah aliran membuat kapasitas tampung air semakin berkurang.

“Pembersihan memang pernah dilakukan dengan alat berat, tapi tidak efektif karena hanya menjangkau bagian pinggir sungai,” ujarnya.

Ia menilai, penanganan optimal membutuhkan eksavator amfibi agar pembersihan dan pengerukan bisa dilakukan hingga ke bagian tengah sungai.

Sehingga aliran air kembali normal dan banjir dapat diminimalkan.

Akibat banjir ini, sejumlah kepala keluarga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang tidak terdampak.

Selain itu, pasar tradisional Suka Maju juga tidak dapat digunakan sementara waktu karena terendam air.

“Saat ini pedagang terpaksa berjualan di bahu jalan dan akses masuk kantor desa,” terang Didik.

Meski pengelolaan pasar berada di bawah kewenangan Dinas Perindag Tanjab Timur, Pemerintah Desa Suka Maju tetap memberi kelonggaran bagi pedagang untuk berjualan sementara, dengan catatan menjaga kebersihan lingkungan.

Banjir tahunan di Desa Suka Maju ini kembali menjadi sorotan, sekaligus pengingat perlunya penanganan serius terhadap sedimentasi Sungai Lagan agar warga tidak terus-menerus hidup dalam ancaman banjir setiap musim hujan.(*)




Update TMA Tanggo Rajo Jambi, BPBD Sebut Kondisi Sungai Batanghari Terkendali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tinggi Muka Air (TMA) Sungai Batanghari di Kota Jambi terpantau masih dalam kondisi aman.

Berdasarkan hasil pengamatan terbaru Pos Duga Air Tanggo Rajo pada Selasa, 23 Desember 2025, yang berada di kawasan Ancol Kota Jambi, ketinggian air berada jauh di bawah batas status siaga.

Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyampaikan bahwa hasil pemantauan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI menunjukkan tren penurunan di sebagian besar titik pantau yang tersebar di wilayah Sungai Batanghari.

“Untuk Pos Pantau Tanggo Rajo Kota Jambi, TMA tercatat berada pada ketinggian 12,50 meter, masih di bawah batas elevasi Siaga III yakni 13,87 meter, dengan selisih sekitar 1,37 meter,” ujar Doni.

Berdasarkan laporan BWS Sumatera VI, dari total 43 titik pantau yang diamati, tidak ditemukan adanya kenaikan Tinggi Muka Air secara kumulatif yang signifikan atau lebih dari satu meter.

Sebaliknya, mayoritas titik pantau justru mengalami penurunan muka air.

Secara rinci, kondisi fluktuasi TMA pada hari pengamatan menunjukkan 9 lokasi mengalami kenaikan, 4 lokasi dalam kondisi tetap, dan 24 lokasi mengalami penurunan.

Sementara itu, terdapat satu lokasi, yakni Rimbo Bujang, yang tercatat mencapai batas muka air banjir.

Selain itu, BPBD juga mencatat adanya kendala data dari beberapa titik pantau. Sebanyak tiga lokasi belum menyampaikan data, serta tiga lokasi lainnya memiliki data yang tidak lengkap.

Meski kondisi Sungai Batanghari di wilayah Kota Jambi masih terkendali, BPBD Kota Jambi tetap mengimbau masyarakat.

Khususnya yang bermukim di bantaran sungai, untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan informasi resmi terkait kondisi Tinggi Muka Air.(*)




TMA Tanggo Rajo Naik 50 Cm! BPBD Kota Jambi Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem dan Kenaikan Debit Air

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan di tengah cuaca ekstrem yang masih kerap terjadi.

Imbauan ini disampaikan langsung oleh Plt Kepala BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi, menyusul kondisi cuaca dan dinamika tinggi muka air di wilayah Daerah Aliran Sungai (DAS) Batanghari.

Doni meminta masyarakat agar berhati-hati saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Ia secara khusus mengingatkan warga untuk menghindari saluran drainase yang meluap, karena berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Jika hujan lebat terjadi, hindari berada di sekitar drainase atau aliran air yang meluap,” kata dia.

“Orang tua juga diminta menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak mendekat ke aliran air,” ujar Doni.

Hasil Pengamatan Tinggi Muka Air

Berdasarkan hasil pengamatan pada Jumat, 19 Desember 2025, terhadap Tinggi Muka Air (TMA) di Pos Duga Air Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VI yang tersebar di Wilayah Sungai (WS) Batanghari, dari total 43 titik pantau, diperoleh kondisi sebagai berikut:

  1. Terdapat 3 lokasi pos duga air dengan kenaikan TMA kumulatif signifikan, yakni kenaikan lebih dari 1 meter.

  2. Sebagian besar titik pantau menunjukkan kondisi TMA mengalami penurunan.

  3. Secara fluktuatif, tercatat 15 lokasi mengalami kenaikan TMA, 0 lokasi tetap, dan 21 lokasi mengalami penurunan.

  4. Terdapat 1 lokasi dengan TMA mencapai batas Muka Air Banjir, yakni di Rimbo Bujang.

  5. Untuk Sungai Batanghari di Kota Jambi, pengamatan di Pos Tanggo Rajo menunjukkan TMA berada di ketinggian 12,20 meter, masih di bawah batas Siaga III (13,87 meter) dengan selisih 1,57 meter.

  6. Diketahui pula 1 lokasi belum menyampaikan data dan 7 lokasi memiliki data yang tidak lengkap.

BPBD Kota Jambi memastikan akan terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi potensi bencana hidrometeorologi.

Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan informasi resmi dan segera melapor jika menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan.(*)




11 Posko Nataru di Jambi, Fasilitas Lengkap untuk Pemudik dan Penanganan Darurat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Sebanyak 11 posko Nataru telah disiagakan di berbagai wilayah Kabupaten/Kota di Provinsi Jambi, lengkap dengan alat berat dan petugas lapangan.

Kepala BPJN Jambi, Dr. Dedy Hariadi, S.T., M.T., mengatakan posko tersebut sudah aktif sejak 10 Desember dan akan beroperasi hingga 4 Januari 2026.

“Di 11 titik tersebut seluruh manajerial ruas kita tempatkan di posko-posko itu dan alat berat juga kita standby-kan di setiap titik. Jadi, jika sewaktu-waktu terjadi bencana, penanganannya bisa langsung dilakukan,” jelas Dedy.

Posko Nataru BPJN Jambi tersebar di wilayah Sebapo, Batang Hari, Kerinci, Merangin, Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Barat, dan Tanjung Jabung Timur.

Beberapa wilayah seperti Kerinci dan Bangko Merangin menjadi perhatian khusus karena berada di kawasan pegunungan yang rawan longsor.

BPJN Jambi mencatat terdapat 95 titik rawan longsor, 10 titik rawan banjir, dan 2 titik rawan banjir rob yang perlu diantisipasi selama musim hujan.

“Ada sekitar 107 titik rawan yang kita antisipasi. Titik rawan terbanyak berada di Kerinci dan Bangko Merangin karena kawasan pegunungan. Alat berat DRU sudah standby di lokasi tersebut,” tambah Dedy.

Selain itu, posko Nataru juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung bagi pemudik, mulai dari ruang tunggu, tempat istirahat, fasilitas pijat, hingga toilet mobil.

Melalui penyiagaan ini, BPJN Jambi berharap arus lalu lintas selama libur Nataru di Provinsi Jambi berjalan aman, dan keberadaan posko tidak hanya menjadi pusat informasi.

Tetapi juga tempat singgah bagi pengendara yang membutuhkan bantuan di perjalanan.(*)




Kolam Retensi Paal Lima Ditargetkan Atasi Banjir, Wawako Diza: Dampak Signifikan Mulai 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, meninjau progres pembangunan kolam retensi di kawasan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru, Senin (17/11).

Pembangunan yang menjadi salah satu proyek strategis daerah ini ditargetkan menjadi solusi besar dalam pengendalian banjir di Kota Jambi beberapa tahun ke depan.

Diza menegaskan bahwa pembangunan kolam retensi merupakan upaya penting pemerintah untuk mengurangi potensi banjir, khususnya pada kawasan yang kerap terdampak saat musim hujan.

Proyek tersebut juga melibatkan pembebasan lahan, terdiri dari 51 bidang milik warga dan 85 bidang milik Pemerintah Provinsi.

“Pembangunan ini berjalan lancar dan mendapat respons positif dari warga. Kolam retensi ini berdasarkan kajian dapat mengurangi risiko banjir hingga hampir 60 persen,” ujarnya.

Menurut Diza, proyek ini ditargetkan rampung pada tahun depan, dan dampak pengurangan banjir diperkirakan mulai terasa signifikan pada tahun 2027, seiring berfungsinya kolam retensi secara maksimal.

Selain sebagai pengendali banjir, kolam retensi Paal Lima juga akan difungsikan sebagai ruang publik dan pusat kegiatan ekonomi kreatif, termasuk festival UMKM dan kegiatan masyarakat lainnya.

Lebih lanjut, Diza mengimbau warga tetap waspada menghadapi musim hujan.

Meski beberapa titik masih mengalami genangan, intensitasnya disebut jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya.

“Pak Wali telah menginstruksikan normalisasi sungai sepanjang 43 kilometer,” kata dia.

“Hasilnya mulai terlihat, dan akan semakin efektif dengan keberadaan kolam retensi ini. Kami mengajak warga menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan,” tegasnya.(*)




Polda Jambi Gelar Apel Siaga Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam, Polda Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi, Rabu (5/11/2025).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Mapolresta Jambi ini dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar dan dihadiri oleh unsur TNI, Forkopimda, BMKG, BPBD, serta sejumlah instansi terkait di Provinsi Jambi.

Turut hadir dalam apel tersebut perwakilan dari Korem 042/Gapu Jambi, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, dan Kwarda Pramuka Provinsi Jambi.

Apel ini menjadi bentuk sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

Dalam amanatnya, Kapolda Jambi menegaskan pentingnya deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana melalui kolaborasi antara kepolisian, BMKG, dan pemerintah daerah.

“Deteksi dini dan pemetaan wilayah rawan bencana harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kerja sama semua pihak. Pastikan kesiapan personel, sarana, dan logistik agar dapat segera digerakkan kapan pun dibutuhkan,” ujar Kapolda Jambi.

Kapolda juga menekankan pentingnya respons cepat dan tepat dalam setiap penanganan bencana.

Ia meminta seluruh personel memastikan kesiapan peralatan dan menggelar simulasi rutin sebagai bentuk edukasi bagi masyarakat.

“Respons cepat dan tepat adalah kunci. Laksanakan tugas kemanusiaan dengan empati dan profesional, demi memberikan rasa aman bagi masyarakat,” tambahnya.

Ia juga berpesan agar para personel menjaga semangat dan kesehatan selama bertugas.

“Apa yang kita lakukan ini semata-mata demi keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Usai apel, Kapolda Jambi bersama Forkopimda meninjau langsung kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, memastikan seluruhnya dalam kondisi siap pakai jika sewaktu-waktu terjadi bencana di wilayah Jambi.(*)




Siaga Karhutla Dicabut, BPBD Jambi Alihkan Fokus Hadapi Bencana Hidrometeorologi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi resmi mengakhiri status darurat siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pada 31 Oktober 2025.

Saat ini, fokus penanganan bencana bergeser pada kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi basah seiring meningkatnya curah hujan dan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Jambi.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, menjelaskan bahwa perubahan status ini mengikuti hasil evaluasi bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), yang menyatakan bahwa wilayah Jambi telah memasuki awal musim hujan.

“Wilayah Jambi sudah mulai memasuki musim hujan. Status siaga Karhutla resmi berakhir dan kita beralih ke status kesiapsiagaan hidrometeorologi basah,” ujar Bachyuni, Sabtu (1/11).

Ancaman bencana kini bergeser dari kebakaran hutan dan lahan ke banjir, tanah longsor, serta angin kencang.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi genangan, banjir, tanah longsor, dan gangguan transportasi akibat cuaca ekstrem.

Warga diharapkan berhati-hati terutama di wilayah dengan kondisi tanah labil dan daerah aliran sungai.(*)




Pembangunan Kolam Retensi Dimulai, Pemkot Jambi Targetkan ‘Groundbreaking’ November

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus mewujudkan visi Kota Tangguh yang bersih, aman, harmonis, dan inovatif.

Di bawah kepemimpinan Maulana‑Diza, tahap awal pembangunan kolam retensi sebagai solusi banjir kini dimulai di kawasan Griya Lingga Permai, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru.

Senin siang (13/10/2025), Wali Kota Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, didampingi Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., bersama pejabat dari Kantor Pertanahan Kota Jambi memulai pengukuran tanah milik masyarakat terdampak.

Proses ini menjadi tahap awal pembebasan lahan untuk kolam retensi di sepanjang sistem Asam, yang akan menampung air dan mencegah genangan.

Baca juga:  Ingat Ya! Bunda PAUD Kota Jambi Ingatkan Pentingnya Metode Belajar yang Menyenangkan

Baca juga:  Wali Kota Maulana Tinjau Rencana Pembangunan Kolam Retensi dan Wisata Air Griya Lingga Permai

“Alhamdulillah hari ini perdana kita melakukan pengukurannya, dan sejauh ini dukungan masyarakat sangat baik,” ujar Maulana.

“Kami berharap dukungan terus mengalir karena mimpi kita bersama adalah Kota Jambi bebas banjir,” tambahnya.

Dari total area sekitar 9,1 hektar, terdapat 51 sertifikat yang harus dihitung dan diberikan kompensasi, terdiri dari 15 rumah dan sisanya lahan kosong.

Tim pengukuran yang melibatkan Dinas Pertanian, Dinas Perumahan & Permukiman, BPN, dan KJPP akan memvalidasi data lahan tersebut.

Baca juga:  Skutik Adventure Honda ADV160 Resmi Mengaspal di Jambi, Usung Teknologi Honda RoadSync

Baca juga:  Wali Kota Jambi Hadiri Rakornas TPAKD 2025: Komitmen Perkuat Akses Keuangan Daerah

Maulana menjelaskan bahwa proses kolaboratif antara pemerintah dan masyarakat sejauh ini berjalan lancar tanpa resistensi besar.

Dia berharap tidak muncul gejolak sosial selama proses pengukuran dan pembebasan lahan.

Soal pendanaan, proyek kolam retensi ini telah mendapatkan anggaran sekitar Rp 75 miliar yang dihimpun dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota.

Untuk pembiayaan operasional, ia menyatakan bahwa pihak Balai telah menyiapkannya.

Ke depan, Wali Kota menargetkan groundbreaking proyek mulai November dengan kecepatan pengerjaan tinggi, mengingat musim hujan akan segera tiba.

Kawasan sepanjang sistem Asam yang selama ini rawan banjir menjadi fokus utama penanganan.

Dia berharap kolam retensi ini bukan hanya sebagai upaya teknis terhadap banjir, melainkan juga menjadi ruang ekonomi baru bagi pelaku ekonomi kreatif lokal, sehingga pembangunan membawa manfaat sosial-ekonomi bagi masyarakat.(*)




Peringatan Dini BMKG: Hujan Lebat dan Petir Landa Jambi hingga Pukul 00.00 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jambi mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk Kamis malam, 8 Mei 2025.

Berdasarkan pembaruan pada pukul 21.37 WIB, masih berpotensi terjadi hujan sedang hingga lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang di sejumlah wilayah Jambi pada pukul 21.50 WIB dan diperkirakan berlangsung hingga pukul 00.00 WIB.

Wilayah yang terdampak meliputi:

Kabupaten Merangin: Bangko, Tabir, Tabir Ulu, Tabir Selatan, Bangko Barat, Nalo Tantan, Pamenang Barat, Tabir Ilir, Jangkat Timur, Pamenang Selatan, Margo Tabir, Tabir Lintas, Tiang Pumpung.

Kabupaten Sarolangun: Batang Asai, Limun, Bathin VIII, Cermin Nan Gedang.

Kabupaten Batanghari: Mersam, Muara Tembesi, Batin XXIV, Maro Sebo Ulu.

Kabupaten Tebo: Tebo Tengah, Sumay, VII Koto, Tengah Ilir, Muara Tabir.

Potensi meluas ke wilayah:

Kerinci (Batang Merangin, Keliling Danau), Merangin (Jangkat, Sungai Manau, Pamenang, Lembah Masurai, Batang Masumai, Tabir Timur, Renah Pembarap, Renah Pamenang, Tabir Barat).

Kemudian Sarolangun (Sarolangun, Pauh, Pelawan, Mandiangin, Air Hitam, Singkut), Batanghari (Muara Bulian, Pemayung, Bajubang, Maro Sebo Ilir).

Kemudian Muaro Jambi (Sungai Bahar, Sungai Gelam, Bahar Utara), Tanjung Jabung Barat (Merlung, Batang Asam, Renah Mendaluh, Muara Papalik).

Kemudian Bungo (Pelepat, Pelepat Ilir), Tebo (Tebo Ilir, Serai Serumpun, VII Koto Ilir), dan Kota Sungai Penuh (Kumun Debai).

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi banjir, pohon tumbang, dan gangguan aktivitas malam hari akibat cuaca ekstrem.(*)




Banjir Bandang di Sarolangun, Masjid Desa Bukit Berantai Nyaris Hanyut

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, menyebabkan banjir bandang di Desa Bukit Berantai, Kecamatan Batang Asai, pada Selasa malam (29/4/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

Akibat banjir bandang tersebut, satu unit masjid mengalami kerusakan parah setelah sebagian bangunannya terbawa arus sungai yang meluap.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sarolangun, Solahudin Nopri, menjelaskan pada Rabu (30/4/2025), bahwa banjir bandang dipicu oleh curah hujan tinggi di wilayah hulu sungai.

“Banjir terjadi sangat cepat. Saat ini belasan personel BPBD telah diterjunkan ke lokasi untuk mengantisipasi banjir susulan,” ujarnya.

Solahudin menambahkan bahwa hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa, dan rumah warga tidak terdampak karena sebagian besar rumah di desa tersebut merupakan rumah panggung.

Sementara itu, aktivitas ibadah warga untuk sementara dialihkan ke mushola terdekat hingga masjid yang rusak diperbaiki.

Camat Batang Asai, Junaidi, membenarkan bahwa hanya Desa Bukit Berantai yang terdampak banjir bandang, tepatnya akibat luapan Sungai Narso.

“Sungai Batang Asai tidak banjir, hanya Sungai Narso yang meluap karena berada di ulu sungai, yaitu Desa Bukit Berantai,” jelas Junaidi.

Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada mengingat curah hujan masih tinggi dan cuaca belum stabil.

“Kami minta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan,” tambahnya.(*)