Update Penerbangan Bandara Sultan Thaha: Akibat Kabut Asap, Sejumlah Penerbangan Ditunda dan Citilink Diverted ke Palembang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap masih memengaruhi aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Senin 5 Oktober 2026.

Kondisi jarak pandang di kawasan bandara memang membaik dibanding pagi hari, namun masih berfluktuasi.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru, jarak pandang pada siang hari berada di atas 1.000 meter.

“Update jarak pandang di Bandara Sultan Thaha, pukul 10.00 WIB tercatat 1.100 meter, pukul 11.00 WIB 1.900 meter, pukul 12.00 WIB 1.800 meter, dan pukul 13.00 WIB 1.600 meter,” ujar Ikhsan.

Meski jarak pandang berangsur membaik, sejumlah penerbangan masih terdampak kondisi kabut asap.

Menurut Ikhsan, beberapa maskapai memilih menjadwalkan ulang keberangkatan ke sore hari dengan harapan kondisi cuaca dan jarak pandang membaik.

“Penerbangan yang terdampak masih sama, karena beberapa maskapai menjadwalkan ulang keberangkatan ke sore dengan harapan cuaca di sore nanti lebih baik,” katanya.

Selain penundaan penerbangan, terdapat penerbangan yang harus dialihkan atau diverted ke bandara lain.

Ikhsan menyampaikan, penerbangan Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK) tidak mendarat di Bandara Sultan Thaha, melainkan dialihkan ke Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang (PLM).

“Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK) diverted ke Palembang (PLM),” ujar Ikhsan.

Sebelumnya, kondisi kabut asap mulai mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha sejak pagi.

Jarak pandang sempat berada di level rendah dan berfluktuasi cukup cepat. Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 750 meter.

Kondisi kemudian membaik menjadi 900 meter pada pukul 06.30 WIB dan mencapai 1.100 meter pada pukul 07.00 WIB.

Namun, jarak pandang kembali turun menjadi 800 meter pada pukul 07.30 WIB dan mencapai titik terendah 600 meter pada pukul 08.00 WIB.

Setelah itu, jarak pandang kembali berubah-ubah.

Pada pukul 08.30 WIB tercatat 1.000 meter, kemudian 900 meter pada pukul 09.00 WIB dan 800 meter pada pukul 09.30 WIB.

Memasuki siang hari, kondisi berangsur membaik dengan jarak pandang mencapai 1.900 meter pada pukul 11.00 WIB, sebelum kembali turun menjadi 1.800 meter pada pukul 12.00 WIB dan 1.600 meter pada pukul 13.00 WIB.

Sebelumnya, sedikitnya delapan penerbangan tercatat terdampak kondisi kabut asap, terdiri dari empat penerbangan kedatangan dan empat penerbangan keberangkatan.

Penerbangan kedatangan yang terdampak antara lain Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep (SIQ), Citilink QG 960 dari Jakarta (CGK), Batik Air ID 6804 dari Jakarta (CGK), serta Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta (CGK).

Sementara penerbangan keberangkatan yang terdampak yakni Susi Air SI 7223 tujuan Kerinci (KRC), Citilink QG 961 tujuan Jakarta (CGK), Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta (CGK), dan Garuda Indonesia GA 127 tujuan Jakarta (CGK).

Di tengah kondisi tersebut, dua penerbangan tetap berangkat pada pagi hari, yakni Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta yang berangkat pukul 06.01 WIB dan Batik Air ID 6879 tujuan Kualanamu-Medan yang berangkat pukul 08.00 WIB.

Kedua penerbangan tersebut menggunakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang bermalam di Bandara Sultan Thaha.

Pihak Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk memantau perkembangan kondisi jarak pandang serta dampaknya terhadap operasional penerbangan.

Penumpang juga diminta memantau status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara, mengingat kondisi jarak pandang dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di nomor 172.

Kondisi kabut asap ini menjadi perhatian karena perubahan jarak pandang dapat memengaruhi proses kedatangan maupun keberangkatan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan terus melakukan penanganan terhadap kebakaran hutan dan lahan yang menjadi salah satu faktor memburuknya kondisi udara di wilayah Jambi.(*)




Terbaru! Garuda Indonesia Jadwal Ulang 4 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Update terbaru penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Garuda Indonesia menjadwal ulang atau melakukan re-time terhadap empat penerbangan rute Jakarta-Jambi dan Jambi-Jakarta, Jumat 2 Oktober 2026.

Perubahan jadwal ini mencakup dua penerbangan kedatangan dari Jakarta dan dua penerbangan keberangkatan menuju Jakarta.

Berdasarkan informasi terbaru dari maskapai, berikut jadwal yang menjadi patokan sementara:

Jadwal Kedatangan Garuda Indonesia dari Jakarta

  • GA 126 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 20.25 WIB.

  • GA 128 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 20.35 WIB.

Jadwal Keberangkatan Garuda Indonesia dari Jambi

  • GA 127 tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 21.10 WIB.

  • GA 129 tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 21.20 WIB.

Namun, jadwal tersebut masih berupa patokan dari maskapai untuk menginformasikan perubahan kepada penumpang.

Estimasi waktu kedatangan maupun keberangkatan aktual tetap dapat berubah.

Perkembangan penerbangan selanjutnya akan mengikuti pemantauan flight radar dan kondisi operasional di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sebelumnya, Dua Penerbangan Garuda Sempat RTB

Perubahan jadwal Garuda Indonesia ini terjadi setelah kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi terdampak kabut asap dan jarak pandang yang fluktuatif.

Sebelumnya, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta, yakni GA 126 dan GA 128, tercatat mengalami Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Kondisi tersebut terjadi ketika jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha belum cukup stabil untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan.

Selain Garuda Indonesia, sejumlah penerbangan lain juga terdampak.

Citilink QG 960 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 13.20 WIB tercatat mengalami diverted atau pengalihan pendaratan ke Palembang.

Sementara itu, sejumlah pesawat yang sebelumnya menunggu di udara akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha.

Batik Air ID 6804 dari Jakarta mendarat pada pukul 15.18 WIB, disusul Super Air Jet IU 840 pada pukul 15.29 WIB.

Kedua pesawat tersebut sebelumnya sempat holding sebelum kondisi memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Jarak Pandang Masih Jadi Perhatian

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha juga mengalami perubahan sepanjang Jumat.

Data pengelola bandara mencatat jarak pandang berada di angka 1.000 meter pada pukul 06.00 WIB.

Angka tersebut kemudian berubah menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, 1.300 meter pukul 08.00 WIB, 1.500 meter pukul 09.00 WIB, dan 1.100 meter pukul 10.00 WIB.

Memasuki siang hari, jarak pandang tercatat 1.800 meter pada pukul 11.00 WIB, 1.900 meter pukul 12.00 WIB, 1.600 meter pukul 13.00 WIB, serta 1.500 meter pada pukul 14.00 dan 15.00 WIB.

Perubahan jarak pandang tersebut membuat kondisi operasional penerbangan tetap membutuhkan pemantauan secara berkala.

Penumpang Diminta Pantau Status Penerbangan

Dengan adanya re-time tersebut, penumpang Garuda Indonesia yang terdampak perubahan jadwal perlu memperhatikan informasi terbaru dari maskapai.

Jadwal 20.25 WIB dan 20.35 WIB untuk kedatangan, serta 21.10 WIB dan 21.20 WIB untuk keberangkatan, menjadi jadwal sementara yang disampaikan maskapai kepada penumpang.

Namun, waktu aktual pesawat dapat berbeda dari jadwal tersebut karena operasional penerbangan masih bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan dan pemantauan flight radar.

Manajemen Bandara Sultan Thaha juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait dalam menangani dampak kondisi kabut asap terhadap operasional penerbangan.

Pengguna jasa bandara disarankan mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

UPDATE akan terus diperbarui mengikuti perkembangan terbaru operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.(*)




BREAKING NEWS: Batik Air ID 6804 Akhirnya Landing di Jambi Pukul 15.18 WIB

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Batik Air ID 6804 dari Jakarta akhirnya mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 15.18 WIB, Jumat 2 Oktober 2026.

Pesawat tersebut sebelumnya sempat holding di atas wilayah Jambi akibat kondisi kabut asap yang memengaruhi jarak pandang di sekitar bandara.

Pendaratan Batik Air ID 6804 menjadi perkembangan terbaru setelah penerbangan tersebut sebelumnya masuk dalam daftar penerbangan yang terdampak kondisi cuaca di Bandara Sultan Thaha.

Pesawat yang berasal dari Jakarta itu semula dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.10 WIB.

Namun, pesawat sempat melakukan holding sebelum akhirnya berhasil mendarat delapan menit kemudian.

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sendiri tercatat fluktuatif sepanjang Jumat. Pada pukul 15.00 WIB, jarak pandang berada di angka 1.500 meter.

Sebelumnya Sempat Holding di Atas Jambi

Batik Air ID 6804 sebelumnya masih berada di udara ketika pengelola Bandara Sultan Thaha memberikan pembaruan kondisi penerbangan hingga pukul 15.00 WIB.

Selain Batik Air, Super Air Jet IU 840 dari Jakarta juga tercatat masih holding di atas wilayah Jambi dengan estimasi kedatangan sekitar pukul 15.10 WIB.

Sementara itu, gangguan kabut asap sebelumnya membuat sejumlah penerbangan mengambil keputusan berbeda.

Citilink QG 960 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba pukul 13.20 WIB tercatat dialihkan atau diverted ke Palembang (PLM).

Dua penerbangan Garuda Indonesia, GA 126 dan GA 128 dari Jakarta, juga tercatat Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Sejumlah Penerbangan Keberangkatan Masih Terdampak

Dampak kondisi kabut asap juga terjadi pada penerbangan keberangkatan dari Bandara Sultan Thaha.

Hingga pembaruan terakhir, Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta dan Citilink QG 961 tujuan Jakarta tercatat mengalami penundaan.

Data operasional juga mencantumkan penerbangan Garuda Indonesia yang mengalami penundaan.

Manajemen Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak kondisi kabut asap terhadap operasional penerbangan dan penumpang.

Pengelola bandara juga mengimbau calon penumpang untuk mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

Breaking news ini akan diperbarui mengikuti perkembangan terbaru kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.(*)




Kabut Asap Makin Ganggu Penerbangan Jambi! 3 Pesawat Gagal Mendarat di Bandara Sultan Thaha

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 2 Oktober 2026.

Hingga pukul 15.00 WIB, sejumlah penerbangan mengalami penundaan, pengalihan rute hingga kembali ke bandara asal.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan mengatakan, dampak paling signifikan terjadi pada penerbangan dari Jakarta menuju Jambi. Citilink QG 960 yang dijadwalkan tiba pukul 13.20 WIB harus dialihkan atau diverted ke Palembang (PLM).

“Sementara itu, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta memilih kembali ke bandara asal atau Return to Base (RTB) ke Bandara Soekarno-Hatta (CGK),” kata dia, dalam rilis yang diterima d

Garuda Indonesia GA 126 dengan estimasi tiba pukul 14.05 WIB tercatat RTB ke Jakarta. Hal serupa terjadi pada GA 128 yang dijadwalkan tiba pukul 14.10 WIB.

Kondisi berbeda terjadi pada dua pesawat yang hingga pukul 15.00 WIB masih berada di udara.

Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 840, yang sama-sama berasal dari Jakarta dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 15.10 WIB, masih holding di atas wilayah Jambi.

Jarak Pandang Fluktuatif

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha berubah-ubah sepanjang hari.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Angka tersebut kemudian naik menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, sebelum kembali turun menjadi 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.

Jarak pandang mencapai 1.500 meter pada pukul 09.00 WIB dan turun menjadi 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.

Kondisi kemudian membaik pada siang hari. Jarak pandang tercatat 1.800 meter pukul 11.00 WIB dan 1.900 meter pukul 12.00 WIB.

Setelah itu, jarak pandang kembali menurun menjadi 1.600 meter pukul 13.00 WIB dan 1.500 meter pada pukul 14.00 serta 15.00 WIB.

Meski jarak pandang sempat membaik, kondisi atmosfer tetap berdampak terhadap operasional sejumlah penerbangan.

Sejumlah Penerbangan Keberangkatan Ditunda

Gangguan kabut asap juga berdampak pada penerbangan dari Bandara Sultan Thaha.

Hingga pukul 15.00 WIB, beberapa penerbangan tercatat mengalami penundaan, yakni:

  • Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta.

  • Citilink QG 961 tujuan Jakarta.

  • Garuda Indonesia tujuan Jakarta.

Dalam data operasional yang diterima, terdapat satu entri Garuda Indonesia yang tercatat dua kali sebagai GA 126.

Karena itu, nomor penerbangan tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada pengelola bandara atau maskapai untuk memastikan data keberangkatan.

Bandara Koordinasi dengan Maskapai

Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak gangguan penerbangan, terutama terhadap penumpang yang mengalami penundaan.

Pengelola bandara juga melakukan pembaruan informasi secara berkala mengenai kondisi kedatangan dan keberangkatan yang terdampak kabut asap.

Calon penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports melalui 172.

Manajemen Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan selama kondisi kabut asap masih berdampak terhadap operasional penerbangan.(*)




Jarak Pandang Turun hingga 1.000 Meter, Penerbangan Bandara Sultan Thaha Kembali Terdampak Hari Ini

JAMBI — Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Jumat 2 Oktober 2026.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan mengatakan, kondisi jarak pandang yang berubah-ubah membuat sejumlah penerbangan harus mendapat perhatian khusus dari pengelola bandara dan maskapai.

“Hingga pukul 10.00 WIB, dua penerbangan tercatat terdampak kondisi cuaca, yakni penerbangan Batik Air ID 6804 dari Jakarta dan Batik Air ID 6805 tujuan Jakarta,” kata dia.

Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha pada pukul 10.15 WIB. Sementara Batik Air ID 6805 dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pada pukul 11.00 WIB.

Kondisi tersebut berbeda dengan dua penerbangan keberangkatan sebelumnya yang berhasil beroperasi pada pagi hari.

Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta berangkat pukul 06.00 WIB ketika jarak pandang tercatat 1.000 meter.

Selanjutnya, Super Air Jet IU 377 tujuan Yogyakarta International Airport (YIA) berangkat pada pukul 09.40 WIB saat jarak pandang berada di angka 1.500 meter.

“Kedua pesawat tersebut merupakan pesawat ex-RON (Remain Over Night) atau pesawat yang menginap di Bandara Sultan Thaha,” sebutnya.

Jarak Pandang Fluktuatif

Data operasional Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang mengalami perubahan sepanjang pagi.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Kondisi membaik menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, kemudian turun menjadi 1.300 meter pada pukul 08.00 WIB.

Pada pukul 09.00 WIB, jarak pandang kembali berada di angka 1.500 meter sebelum turun menjadi 1.100 meter pada pukul 10.00 WIB.

Fluktuasi jarak pandang tersebut menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan dalam operasional penerbangan, terutama ketika kondisi kabut asap masih menyelimuti kawasan Bandara Sultan Thaha.

Tim operasional Bandara Sultan Thaha terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait untuk menangani dampak terhadap penumpang, termasuk penumpang yang mengalami penundaan penerbangan.

Pengelola bandara juga melakukan pemantauan dan pembaruan informasi secara berkala terhadap jadwal kedatangan maupun keberangkatan yang terdampak kondisi kabut asap.

Penumpang Diminta Cek Status Penerbangan

Manajemen Bandara Sultan Thaha mengimbau calon penumpang untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan.

Penumpang diminta mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum menuju bandara.

Untuk informasi terkait layanan kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

Pengelola Bandara Sultan Thaha juga menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran pelayanan penerbangan di tengah kondisi kabut asap.

Kondisi ini sekaligus menambah perhatian terhadap persoalan kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi yang berpotensi memengaruhi kualitas udara dan aktivitas transport penerbanganterganggu batikair batikairjambi superairjet asapjambi karhutlaasi udara.(*)




Pesawat dari Jambi ke Jakarta dan Yogyakarta, Ini Jadwal Lengkap Jumat 2 Oktober

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi calon penumpang yang akan bepergian melalui  Bandar Udara Sultan Thaha pada Jumat, 2 Oktober 2026, penting untuk mengecek kembali jadwal penerbangan sebelum menuju bandara.

Berdasarkan jadwal yang tersedia, terdapat sembilan penerbangan keberangkatan dari Jambi (DJB) pada hari tersebut.

Mayoritas penerbangan menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta (CGK), sementara satu penerbangan melayani rute Jambi–Yogyakarta (YIA).

Salah satu penerbangan paling pagi adalah Batik Air ID6807 yang dijadwalkan berangkat dari Jambi pukul 06.00 WIB menuju Jakarta.

Jadwal tersebut juga terkonfirmasi pada data pelacakan penerbangan untuk 2 Oktober 2026.

Berikut jadwal keberangkatan yang menjadi panduan calon penumpang:

No Maskapai Nomor Penerbangan Tujuan Kode Jadwal
1 Batik Air ID6807 Jakarta CGK 06.00 WIB
2 Super Air Jet IU377 Yogyakarta YIA 09.00 WIB
3 Batik Air ID6805 Jakarta CGK 11.00 WIB
4 Garuda Indonesia GA127 Jakarta CGK 11.10 WIB
5 Citilink QG961 Jakarta CGK 11.55 WIB
6 Garuda Indonesia GA129 Jakarta CGK 14.55 WIB
7 Citilink QG967 Jakarta CGK 15.45 WIB
8 Super Air Jet IU841 Jakarta CGK 16.00 WIB
9 Citilink QG965 Jakarta CGK 17.30 WIB

Penerbangan Pagi: Batik Air Jadi yang Paling Awal

Calon penumpang yang memiliki agenda pagi di Jakarta dapat memilih penerbangan Batik Air ID6807 dengan jadwal keberangkatan pukul 06.00 WIB.

Penerbangan berikutnya adalah Super Air Jet IU377 menuju Yogyakarta International Airport (YIA) pada pukul 09.00 WIB.

Data penerbangan yang tersedia juga mencatat IU377 pada rute Jambi–Yogyakarta untuk 2 Oktober 2026.

Tiga Pesawat Berangkat Hampir Berurutan

Periode menjelang siang menjadi salah satu rentang waktu dengan jadwal penerbangan yang cukup rapat.

Batik Air ID6805 dijadwalkan berangkat pukul 11.00 WIB, kemudian Garuda Indonesia GA127 pada pukul 11.10 WIB dan Citilink QG961 pada pukul 11.55 WIB.

Ketiga penerbangan tersebut sama-sama menuju Jakarta.

Bagi calon penumpang pada jam tersebut, waktu perjalanan menuju bandara perlu diperhitungkan dengan cermat agar tidak terburu-buru saat proses check-in dan pemeriksaan sebelum keberangkatan.

Jadwal Sore hingga Penerbangan Terakhir

Pilihan penerbangan kembali tersedia pada sore hari.

Garuda Indonesia GA129 dijadwalkan berangkat menuju Jakarta pukul 14.55 WIB. Berikutnya, Citilink QG967 berangkat pukul 15.45 WIB, disusul Super Air Jet IU841 pukul 16.00 WIB.

Sementara itu, penerbangan terakhir dalam daftar jadwal yang tersedia adalah Citilink QG965 dengan tujuan Jakarta dan waktu keberangkatan 17.30 WIB.

Data jadwal penerbangan daring juga mencatat keberangkatan Citilink dari Jambi menuju Jakarta pada pukul 17.30 WIB untuk 2 Oktober 2026.

Kenali Kode Bandara Sebelum Berangkat

Agar tidak keliru saat memeriksa tiket, berikut kode bandara yang digunakan dalam jadwal tersebut:

  • DJB: Bandara Sultan Thaha, Jambi.

  • CGK: Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jakarta.

  • YIA: Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo.

Jadwal Bisa Berubah

Jadwal di atas merupakan jadwal penerbangan yang tersedia untuk Jumat, 2 Oktober 2026.

Waktu keberangkatan dapat berubah karena faktor operasional, cuaca, maupun kebijakan maskapai.

Karena itu, calon penumpang tetap disarankan mengecek status penerbangan melalui maskapai atau kanal resmi bandara sebelum berangkat.

Untuk penerbangan pagi, khususnya jadwal pukul 06.00 WIB, penumpang sebaiknya memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara dan proses check-in agar tidak datang terlalu mepet dengan jadwal keberangkatan.(*)




Jangan Salah Jemput! Ini Jadwal 10 Pesawat yang Tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi Esok

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali berlangsung cukup padat pada Senin, 28 September 2026.

Sebanyak 10 penerbangan dijadwalkan tiba di Bandar Udara Sultan Thaha (DJB) sepanjang hari.

Dari total tersebut, delapan penerbangan berasal dari Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta (CGK).

Dua penerbangan lainnya menghubungkan Jambi dengan daerah di luar jalur utama, yakni Dabo Singkep dan Kerinci.

Data jadwal tersebut merujuk pada informasi penerbangan yang disampaikan Injourney Airports.

Kepadatan jadwal paling terlihat pada periode menjelang siang. Pada pukul 10.25 WIB, dua pesawat dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Thaha, yakni Susi Air dari Kerinci dan Garuda Indonesia dari Jakarta.

Bagi masyarakat yang hendak menjemput penumpang, perbedaan beberapa menit dalam jadwal kedatangan menjadi informasi penting karena waktu tiba pesawat dapat berubah mengikuti kondisi operasional penerbangan.

Ini Jadwal Lengkap 10 Pesawat yang Tiba di Jambi

Berikut jadwal kedatangan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Senin, 28 September 2026:

No Maskapai Nomor Penerbangan Asal Kode Waktu
1 Susi Air SI 7219 Dabo Singkep DSB 07.45 WIB
2 Citilink QG 960 Jakarta CGK 08.25 WIB
3 Batik Air ID 6804 Jakarta CGK 09.50 WIB
4 Susi Air SI 7222 Kerinci KRC 10.25 WIB
5 Garuda Indonesia GA 126 Jakarta CGK 10.25 WIB
6 Super Air Jet IU 842 Jakarta CGK 11.25 WIB
7 Garuda Indonesia GA 128 Jakarta CGK 13.40 WIB
8 Citilink QG 966 Jakarta CGK 15.15 WIB
9 Citilink QG 964 Jakarta CGK 17.00 WIB
10 Batik Air ID 6806 Jakarta CGK 18.40 WIB

Penerbangan Pertama Tiba Pukul 07.45 WIB

Aktivitas kedatangan di Bandara Sultan Thaha dimulai dari rute Dabo Singkep.

Susi Air dengan nomor penerbangan SI 7219 dijadwalkan mendarat di Jambi pada pukul 07.45 WIB.

Setelah itu, dua penerbangan dari Jakarta menyusul. Citilink QG 960 dijadwalkan tiba pukul 08.25 WIB, kemudian Batik Air ID 6804 pada pukul 09.50 WIB.

Memasuki pukul 10.00 WIB, arus kedatangan kembali meningkat.

Dua Pesawat Tiba Bersamaan Pukul 10.25 WIB

Salah satu titik kepadatan jadwal terjadi pada pukul 10.25 WIB.

Pada waktu tersebut, dua penerbangan dijadwalkan tiba hampir bersamaan, yakni Susi Air SI 7222 dari Kerinci dan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta.

Selanjutnya, Super Air Jet IU 842 dari Jakarta dijadwalkan mendarat pada pukul 11.25 WIB.

Rangkaian penerbangan kemudian berlanjut pada siang hingga sore hari.

Garuda Indonesia GA 128 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 13.40 WIB.

Citilink kemudian mengoperasikan dua penerbangan dari Jakarta, masing-masing QG 966 pada pukul 15.15 WIB dan QG 964 pada pukul 17.00 WIB.

Sementara itu, kedatangan terakhir dijadwalkan dilayani Batik Air ID 6806 dari Jakarta pada pukul 18.40 WIB.

Jakarta Masih Mendominasi Kedatangan

Jika dilihat berdasarkan asal penerbangan, rute Jakarta-Jambi menjadi koneksi udara paling dominan pada jadwal kedatangan hari tersebut.

Delapan dari 10 penerbangan yang masuk ke Bandara Sultan Thaha berasal dari Jakarta.

Sementara itu, dua penerbangan lainnya memperlihatkan fungsi konektivitas udara Jambi dengan wilayah regional, yakni rute Dabo Singkep-Jambi dan Kerinci-Jambi yang dilayani Susi Air.

Komposisi tersebut menunjukkan peran Bandara Sultan Thaha tidak hanya sebagai penghubung Jambi dengan Jakarta, tetapi juga sebagai pintu masuk dari sejumlah wilayah lain.

Citilink Catat Tiga Jadwal Kedatangan

Dari sisi frekuensi maskapai, Citilink menjadi operator dengan jumlah kedatangan terbanyak dalam jadwal tersebut, yakni tiga penerbangan.

Citilink melayani kedatangan dari Jakarta melalui QG 960, QG 966 dan QG 964.

Garuda Indonesia, Batik Air dan Susi Air masing-masing memiliki dua jadwal kedatangan.

Sementara Super Air Jet tercumpang maupun masyarakat yang hendak menjemput di Bandara Sultan Thaha disarankan memperhatikan perkembangan informasiatat satu kali kedatangan.

Dengan demikian, total 10 penerbangan kedatangan tersebut terdiri dari:

  • Citilink: 3 penerbangan

  • Garuda Indonesia: 2 penerbangan

  • Batik Air: 2 penerbangan

  • Susi Air: 2 penerbangan

  • Super Air Jet: 1 penerbangan

Penjemput Diminta Pantau Perubahan Jadwal

Penumpang maupun masyarakat yang hendak menjemput di Bandara Sultan Thaha disarankan memperhatikan perkembangan informasi penerbangan.

Jadwal yang tercantum merupakan jadwal kedatangan yang direncanakan dan dapat mengalami perubahan sesuai kondisi operasional 10 penerbangan yang dijadwalkan masuk.

Informasi terbaru mengenai waktu kedatangan atau Estimated Time of Arrival (ETA) dapat dipantau melalui kanal resmi Bandara Sultan Thaha.

Dengan 10 penerbangan yang dijadwalkan masuk, aktivitas Bandara Sultan Thaha Jambi pada Senin, 28 September 2026 diperkirakan berlangsung sejak pagi hingga malam.(*)




Jarak Pandang Turun hingga 1.100 Meter, 5 Penerbangan Bandara Sultan Thaha Ditunda

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap kembali mengganggu aktivitas penerbangan di Jambi. Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha, Kota Jambi, turun hingga sekitar 1.100 meter pada Senin 14 September 2026 pagi, sehingga lima penerbangan dari dan menuju bandara tersebut mengalami penundaan.

Kondisi tersebut tercatat sekitar pukul 08.00 WIB. Terbatasnya jarak pandang membuat operasional penerbangan harus disesuaikan dengan aspek keselamatan penerbangan, terutama bagi penumpang dan kru pesawat.

Lima penerbangan yang terdampak masing-masing terdiri dari penerbangan Citilink, Batik Air, Susi Air, Garuda Indonesia, dan Super Air Jet.

Berikut daftar penerbangan yang mengalami keterlambatan:

  1. Citilink QG 961 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  2. Batik Air ID 6805 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  3. Susi Air SI 7218 dengan tujuan Jambi? SIQ.
  4. Garuda Indonesia GA 127 dengan tujuan Jakarta (CGK).
  5. Super Air Jet IU 843 dengan tujuan Jakarta (CGK).

Penundaan dilakukan sebagai langkah keselamatan menyusul kondisi jarak pandang yang belum ideal untuk mendukung kelancaran penerbangan.

Gangguan akibat kabut asap tidak berlangsung sepanjang hari.

Memasuki pukul 12.00 WIB, kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha kembali normal setelah jarak pandang meningkat menjadi sekitar 3.000 meter.

Tim operasional Bandara Sultan Thaha juga melakukan koordinasi dengan maskapai dan sejumlah instansi terkait untuk menangani dampak penundaan terhadap penumpang.

Informasi mengenai jadwal keberangkatan dan kedatangan penerbangan yang terdampak juga terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

Bagi calon penumpang yang akan melakukan perjalanan melalui Bandara Sultan Thaha, pihak pengelola mengimbau agar melakukan pengecekan jadwal penerbangan sebelum menuju bandara.

Penumpang juga diminta berkoordinasi langsung dengan maskapai masing-masing untuk memastikan perubahan jadwal, terutama bagi penerbangan yang sebelumnya terdampak kabut asap.

Gangguan penerbangan ini kembali menunjukkan bagaimana kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan dapat berdampak langsung terhadap mobilitas udara di Jambi.

Pihak Bandara Sultan Thaha menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelancaran sekaligus keselamatan operasional penerbangan.(*)




Biar Gak Salah Jam, Cek Jadwal Kedatangan Pesawat di Bandara Sultan Thaha Hari Ini di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali cukup padat pada Jumat, 11 September 2026.

Sebanyak sembilan penerbangan dijadwalkan tiba di Jambi sepanjang hari, dengan mayoritas pesawat datang dari Jakarta.

Dari total tersebut, delapan penerbangan berasal dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK). Sementara satu penerbangan lainnya datang dari Yogyakarta International Airport (YIA).

Pola kedatangan ini memperlihatkan masih kuatnya konektivitas udara Jambi dengan Jakarta.

Bagi masyarakat yang hendak menjemput keluarga, kolega maupun penumpang dari luar daerah, informasi waktu kedatangan menjadi penting karena jadwal tersebar dari pagi hingga malam.

Aktivitas kedatangan dijadwalkan dimulai pada pagi hari.

Citilink melalui penerbangan QG 960 dari Jakarta menjadi pesawat pertama yang dijadwalkan mendarat di Bandara Sultan Thaha, yakni pada 09.25 WIB.

Berikutnya, Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba dari Jakarta pada 10.20 WIB.

Hanya berselang lima menit, Garuda Indonesia melalui penerbangan GA 126 juga dijadwalkan mendarat dari Jakarta, tepatnya pada 10.25 WIB.

Kedatangan dua pesawat dalam rentang waktu sangat berdekatan tersebut menjadi salah satu periode yang perlu diperhatikan penjemput karena aktivitas di area kedatangan berpotensi lebih ramai.

Setelah jeda pada pagi menjelang siang, penerbangan dari Jakarta kembali berdatangan.

Garuda Indonesia melalui penerbangan GA 128 dijadwalkan mendarat di Jambi pada 13.40 WIB.

Berikutnya, Citilink QG 966 dijadwalkan tiba pada 15.15 WIB, disusul Super Air Jet IU 840 pada 15.40 WIB.

Dengan demikian, Jakarta masih menjadi sumber utama arus kedatangan pesawat ke Jambi pada hari tersebut.

Menjelang malam, Citilink QG 964 dari Jakarta dijadwalkan tiba pada 17.00 WIB.

Setengah jam kemudian, giliran Super Air Jet IU 376 dari Yogyakarta (YIA) yang dijadwalkan mendarat di Sultan Thaha, yakni pukul 17.35 WIB.

Penerbangan dari Yogyakarta tersebut menjadi satu-satunya kedatangan yang tidak berasal dari Jakarta dalam daftar penerbangan Jumat ini.

Rangkaian kedatangan kemudian ditutup Batik Air ID 6806 dari Jakarta pada 18.40 WIB.

Berikut jadwal sembilan penerbangan yang dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Jumat, 11 September 2026:

  • 09.25 WIB — Citilink QG 960, Jakarta (CGK)–Jambi (DJB)
  • 10.20 WIB — Batik Air ID 6804, Jakarta (CGK)–Jambi (DJB)
  • 10.25 WIB — Garuda Indonesia GA 126, Jakarta (CGK)–Jambi (DJB)
  • 13.40 WIB — Garuda Indonesia GA 128, Jakarta (CGK)–Jambi (DJB)
  • 15.15 WIB — Citilink QG 966, Jakarta (CGK)–Jambi (DJB)
  • 15.40 WIB — Super Air Jet IU 840, Jakarta (CGK)–Jambi (DJB)
  • 17.00 WIB — Citilink QG 964, Jakarta (CGK)–Jambi (DJB)
  • 17.35 WIB — Super Air Jet IU 376, Yogyakarta (YIA)–Jambi (DJB)
  • 18.40 WIB — Batik Air ID 6806, Jakarta (CGK)–Jambi (DJB)

Jika dilihat berdasarkan maskapai, Citilink menjadi operator dengan jadwal kedatangan terbanyak, yakni tiga penerbangan.

Sementara Batik Air, Garuda Indonesia dan Super Air Jet masing-masing tercatat memiliki dua penerbangan kedatangan.

Dari sisi rute, ketimpangannya lebih terlihat. Delapan dari sembilan penerbangan berasal dari Jakarta, sedangkan Yogyakarta hanya menyumbang satu kedatangan.

Bagi penumpang maupun penjemput, kondisi tersebut menunjukkan bahwa periode kedatangan dari Jakarta menjadi bagian paling dominan dari aktivitas penerbangan Bandara Sultan Thaha pada Jumat ini.

Meski jadwal kedatangan telah ditetapkan, waktu tiba pesawat dapat berubah karena berbagai faktor operasional, termasuk cuaca dan kondisi lalu lintas udara.

Karena itu, masyarakat yang akan menjemput penumpang disarankan tidak hanya berpatokan pada jadwal awal.

Informasi terbaru mengenai penerbangan sebaiknya dipantau melalui kanal resmi maskapai maupun pengelola Bandara Sultan Thaha.

Perubahan waktu kedatangan atau Estimated Time of Arrival (ETA) dapat terjadi sehingga penjemput sebaiknya memastikan kembali status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.(*)




12 Penerbangan Mendarat di Jambi Hari Ini, Jakarta Masih Jadi Jalur Utama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Aktivitas penerbangan menuju Jambi berlangsung dari pagi hingga malam pada Kamis, 10 September 2026.

Bandara Internasional Sultan Thaha mencatat 12 jadwal penerbangan kedatangan dari sejumlah daerah, dengan rute Jakarta menjadi koneksi yang paling dominan.

Data pengelola bandara, Injourney Airports, menunjukkan penerbangan pertama dijadwalkan tiba pada pukul 07.45 WIB. Sementara kedatangan terakhir berlangsung pada pukul 18.40 WIB.

Komposisi penerbangan tersebut memperlihatkan kuatnya peran Jakarta sebagai pintu masuk utama menuju Jambi.

Dari 12 jadwal kedatangan, delapan penerbangan berasal dari Jakarta.

Sejumlah maskapai melayani rute tersebut. Citilink dijadwalkan membawa penumpang dari Jakarta melalui tiga penerbangan, yakni QG 960 yang tiba pukul 09.25 WIB, QG 966 pada 15.15 WIB, dan QG 964 pada 17.00 WIB.

Batik Air memiliki dua jadwal kedatangan, masing-masing ID 6804 pada 10.20 WIB dan ID 6806 pada 18.40 WIB.

Garuda Indonesia juga mengoperasikan dua penerbangan, yakni GA 126 pada 10.25 WIB dan GA 128 pada 13.40 WIB.

Sementara itu, Super Air Jet melengkapi konektivitas Jakarta-Jambi melalui IU 842 yang dijadwalkan tiba pukul 11.25 WIB dan IU 840 pada 15.20 WIB.

Arus kedatangan di Bandara Sultan Thaha tidak hanya berasal dari ibu kota.

Sejumlah penerbangan menghubungkan Jambi dengan wilayah lain, termasuk Kerinci, Dabo Singkep, dan Batam.

Susi Air dijadwalkan membuka aktivitas kedatangan pada pagi hari melalui penerbangan SI 7219 dari Dabo Singkep.

Pesawat tersebut dijadwalkan mendarat pukul 07.45 WIB.

Maskapai yang sama juga melayani rute Kerinci-Jambi melalui SI 7222 dengan jadwal kedatangan pukul 10.25 WIB.

Dari Batam, Super Air Jet mengoperasikan penerbangan IU 973 yang dijadwalkan tiba di Jambi pada pukul 17.30 WIB.

Jika dilihat dari sebaran waktunya, aktivitas kedatangan cukup terkonsentrasi pada pertengahan pagi.

Pukul 10.20 hingga 11.25 WIB menjadi salah satu periode yang perlu diperhatikan karena terdapat beberapa jadwal kedatangan dalam rentang waktu berdekatan.

Kondisi tersebut berpotensi membuat area penjemputan lebih ramai dibandingkan periode lainnya, terutama ketika beberapa penerbangan tiba mendekati jadwal yang sama.

Berikut jadwal penerbangan kedatangan yang tercatat di Bandara Internasional Sultan Thaha pada Kamis, 10 September 2026:

  • 07.45 WIB — Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep
  • 09.25 WIB — Citilink QG 960 dari Jakarta
  • 10.20 WIB — Batik Air ID 6804 dari Jakarta
  • 10.25 WIB — Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta
  • 10.25 WIB — Susi Air SI 7222 dari Kerinci
  • 11.25 WIB — Super Air Jet IU 842 dari Jakarta
  • 13.40 WIB — Garuda Indonesia GA 128 dari Jakarta
  • 15.15 WIB — Citilink QG 966 dari Jakarta
  • 15.20 WIB — Super Air Jet IU 840 dari Jakarta
  • 17.00 WIB — Citilink QG 964 dari Jakarta
  • 17.30 WIB — Super Air Jet IU 973 dari Batam
  • 18.40 WIB — Batik Air ID 6806 dari Jakarta

Dengan pola tersebut, penumpang maupun keluarga yang melakukan penjemputan perlu memperhatikan kemungkinan perubahan jadwal.

Waktu kedatangan aktual dapat berbeda dari jadwal karena faktor cuaca maupun kondisi operasional penerbangan.

Informasi terbaru mengenai status penerbangan dapat dipantau melalui kanal resmi Bandara Sultan Thaha, termasuk akun media sosial @sultanthahaairport.

Bagi masyarakat yang hendak menjemput penumpang, pengecekan status penerbangan secara berkala menjadi langkah penting agar tidak datang terlalu awal maupun terlambat ke bandara.(*)