Masjid Raya Baiturrahman, Bangunan Bersejarah yang Bertahan dari Tsunami Dahsyat

SEPUCUKJAMBI.ID – Masjid Raya Baiturrahman dikenal sebagai salah satu masjid paling ikonik di Indonesia.

Bangunan yang berada di pusat Banda Aceh ini bukan hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Islam, tetapi juga simbol sejarah panjang serta keteguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi berbagai peristiwa penting.

Masjid ini pertama kali dibangun pada abad ke-17 pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh.

Namun bangunan awalnya sempat hancur pada tahun 1873 ketika terjadi konflik antara Kesultanan Aceh dan pemerintah kolonial Belanda.

Setelah peristiwa tersebut, pemerintah kolonial Belanda membangun kembali masjid dengan desain baru.

Pembangunan ulang itu dilakukan sebagai upaya meredakan ketegangan dengan masyarakat Aceh yang sangat menghormati keberadaan masjid tersebut.

Secara arsitektur, Masjid Raya Baiturrahman menampilkan perpaduan gaya Timur Tengah, Mughal, dan pengaruh arsitektur Eropa.

Ciri khas yang paling mudah dikenali adalah kubah-kubah berwarna hitam yang kontras dengan dinding putih bangunan.

Awalnya masjid ini hanya memiliki satu kubah utama, namun melalui beberapa tahap renovasi dan perluasan, kini masjid tersebut memiliki tujuh kubah besar.

Halaman masjid yang luas dengan lantai marmer putih juga menjadi daya tarik tersendiri.

Area ini sering digunakan pengunjung untuk beristirahat, berfoto, atau menikmati suasana yang tenang di sekitar bangunan bersejarah tersebut.

Nama Masjid Raya Baiturrahman semakin dikenal dunia setelah terjadinya Tsunami Samudra Hindia 2004.

Ketika bencana besar melanda Aceh pada 26 Desember 2004, banyak bangunan di sekitarnya hancur akibat gelombang tsunami.

Namun masjid ini tetap berdiri kokoh dan menjadi tempat perlindungan bagi ribuan warga yang menyelamatkan diri.

Pemandangan masjid yang tetap tegak di tengah kehancuran kemudian menjadi simbol harapan dan ketahanan bagi masyarakat Aceh.

Gambar Masjid Raya Baiturrahman yang selamat dari tsunami bahkan sempat tersebar luas di berbagai media internasional.

Saat ini, selain berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan, masjid ini juga menjadi destinasi wisata religi yang populer.

Banyak wisatawan dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara datang untuk melihat langsung keindahan arsitektur dan nilai sejarahnya.

Di sekitar kawasan masjid juga terdapat sejumlah tempat penting yang berkaitan dengan sejarah Aceh dan tsunami, menjadikan area tersebut sebagai salah satu pusat wisata sejarah dan religi di Banda Aceh.

Sebagai bangunan yang telah melewati berbagai peristiwa besar, Masjid Raya Baiturrahman bukan sekadar tempat ibadah

Masjid ini juga menjadi simbol identitas Aceh sekaligus saksi perjalanan panjang masyarakatnya dalam menghadapi tantangan sejarah dan bencana alam.(*)