Marc Marquez Ungkap Belum Siap Pensiun di MotoGP 2027

SEPUCUKJAMBI.ID – Pembalap MotoGP Marc Marquez menegaskan bahwa ia belum siap pensiun pada 2027.

Meski menyadari kondisi tubuh dan pikirannya bisa membuatnya mengakhiri karier lebih cepat dari yang diharapkan.

Kontrak Marquez bersama Ducati Lenovo Team akan habis pada akhir 2026, namun hingga kini belum ada pembicaraan soal perpanjangan kontrak.

Rumor pun muncul, mulai dari kemungkinan kembali ke Honda hingga spekulasi pensiun.

Pada 2027, Marquez akan berusia 34 tahun, usia yang tergolong senior untuk pembalap MotoGP.

Dalam wawancaranya dengan La Sexta pada Selasa (6/1/2026), ia menegaskan bahwa pensiun bukan target saat ini.
“Saya rasa itu (pensiun) takkan terjadi dalam waktu dekat. Hal terberat bagi seorang atlet adalah tahu kapan dan bagaimana cara berhenti,” kata Marquez, sembilan kali juara dunia.

Marquez menambahkan, selama motivasi dan kondisi tubuhnya masih mendukung, ia akan tetap balapan.

Namun, akibat cedera yang menumpuk beberapa tahun terakhir, ia menyadari kariernya mungkin tidak akan sepanjang yang diharapkan.

“Jika semangat masih ada dan tubuh saya kuat, saya bakal terus balapan. Tapi saya tahu cedera dan kondisi mental bisa bikin saya pensiun lebih cepat,” ujar Marquez.

Ia juga menekankan bahwa balap motor berbeda dari olahraga lainnya. Cedera yang dialami pembalap sangat berpengaruh terhadap performa dan periode karier.

“Kami berada di olahraga di mana cedera tidak bersahabat dengan saya belakangan ini. Tapi jika melihat risiko yang sudah saya ambil, semuanya masih memberi saya kesempatan,” jelasnya.

Marquez menutup dengan pernyataan tentang pengelolaan kondisi tubuh dan mental:

“Saya harus paham bagaimana tubuh saya bekerja dari tahun ke tahun. Mental saya masih seperti roket, punya bahan bakar tersisa, tapi saya harus tahu kapan dan bagaimana menggunakannya,” pungkasnya.(*)




Wow! Veda Ega Pratama dan Ramadhipa Catat Sejarah di FIM JuniorGP dan ETC 2025

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dua pebalap muda binaan PT Astra Honda Motor (AHM), Veda Ega Pratama dan Muhammad Kiandra Ramadhipa, menuntaskan musim balap internasional 2025 dengan prestasi membanggakan di ajang FIM JuniorGP dan European Talent Cup (ETC).

Capaian tersebut menjadi penegasan posisi pebalap Indonesia yang semakin diperhitungkan di level balap dunia.

Veda Ega Pratama sukses mengakhiri musim FIM JuniorGP 2025 di peringkat 10 besar klasemen akhir dengan koleksi 70 poin.

Torehan ini mencatatkan sejarah baru bagi Astra Honda Racing Team, karena Veda mampu membukukan enam kali finis Top 10 secara beruntun, sebuah pencapaian yang belum pernah diraih pebalap Indonesia di ajang ini.

Sepanjang musim, Veda menunjukkan konsistensi dan peningkatan performa signifikan. Ia beberapa kali start dari baris depan, termasuk dua kali memulai balapan dari baris kedua grid.

Penampilan stabil tersebut menjadi modal penting bagi Veda untuk melangkah ke level lebih tinggi, yakni Moto3 World Championship 2026 bersama Honda Team Asia.

Sementara itu, Muhammad Kiandra Ramadhipa tampil impresif di European Talent Cup 2025 dengan finis di posisi kelima klasemen akhir dan mengoleksi 129 poin.

Sejak seri pembuka di Portugal, pebalap asal Sleman, Yogyakarta ini langsung mencuri perhatian dengan raihan podium pada balapan perdananya.

Prestasi Ramadhipa semakin bersinar ketika ia meraih kemenangan di Race 1 seri Prancis dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Sirkuit Magny-Cours.

Kemenangan tersebut menjadi yang pertama bagi Ramadhipa dan Astra Honda di ajang ETC.

Momen paling spektakuler terjadi di seri Barcelona, awal November, saat Ramadhipa berhasil menjuarai balapan setelah start dari posisi ke-24.

Catatan ini menjadikannya pebalap Indonesia pertama yang meraih kemenangan di European Talent Cup.

Putaran terakhir musim 2025 digelar di Sirkuit Ricardo Tormo, Valencia, Spanyol. Veda tampil solid pada race pertama dengan finis di posisi ke-10, namun gagal menyelesaikan race kedua akibat insiden.

Nasib serupa dialami Ramadhipa yang terjatuh di penghujung balapan saat bersaing di barisan depan ETC.

Veda mengakui musim 2025 menjadi fase pembelajaran penting dalam karier balapnya. Ia menyebut pengalaman di FIM JuniorGP membantunya memahami setelan motor dan pengembangan gaya balap.

“Saya sangat berterima kasih kepada Junior Talent Team dan Astra Honda atas kepercayaan serta dukungan yang luar biasa. Musim ini memberi banyak pelajaran berharga untuk langkah saya ke level berikutnya,” ujar Veda.

Ramadhipa juga menyampaikan rasa syukur atas perjalanan musim ini, meski menutup seri terakhir dengan hasil kurang maksimal.

“Musim ini penuh tantangan dan pengalaman luar biasa. Kemenangan di Barcelona menjadi momen yang tidak akan saya lupakan. Terima kasih kepada tim dan Astra Honda atas kepercayaan sejak awal perjalanan saya di Eropa,” kata Ramadhipa.

General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, menegaskan bahwa pencapaian Veda dan Ramadhipa merupakan bukti keberhasilan pembinaan balap berjenjang yang dijalankan AHM.

“Veda dan Ramadhipa telah menunjukkan bahwa pebalap muda Indonesia mampu bersaing di level internasional. Veda siap melangkah ke Moto3 World Championship, sementara Ramadhipa menunjukkan progres luar biasa. Ini hasil kerja keras, disiplin, dan dukungan seluruh masyarakat Indonesia,” ungkap Andy.

Keberhasilan dua pebalap muda ini menegaskan komitmen Astra Honda Motor dalam mencetak talenta balap Indonesia berprestasi dunia melalui pembinaan terstruktur.

Dengan semangat Satu Hati Indonesia Juara, AHM terus membuka jalan bagi generasi muda untuk mengharumkan nama bangsa di lintasan global.(*)




Herjun dan Adenanta Siap Rebut Podium Akhir Musim Mandalika Racing Series

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pebalap Astra Honda Racing Team (AHRT) siap tampil habis-habisan pada seri terakhir Mandalika Racing Series (MRS) 2025 yang akan digelar di Mandalika International Circuit, Nusa Tenggara Barat, pada 1–2 November 2025.

Tim AHRT akan menurunkan motor andalan mereka, Honda CBR250RR dan CBR600RR, untuk merebut podium tertinggi di sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.

Pada kelas National Supersport 600cc (NSS600), AHRT menurunkan empat pebalap terbaiknya yang juga berlaga di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC).

Yakni Herjun Atna Firdaus, M. Adenanta Putra, Rheza Danica Ahrens, dan Arbi Aditama.

Pada seri keempat yang digelar September lalu, M. Adenanta Putra dan Herjun Atna Firdaus sukses mendominasi podium NSS600, menunjukkan performa solid jelang seri pamungkas ini.

Hingga klasemen sementara seri keempat, Herjun menempati posisi kedua dengan 148 poin, disusul Adenanta di posisi ketiga dengan 124 poin, dan Rheza di posisi kelima dengan 111 poin.

“Seri Mandalika akhir pekan ini sangat penting. Saya bertekad tampil maksimal untuk meraih podium tertinggi. Mohon dukungannya untuk kami di AHRT,” ujar Herjun Atna Firdaus, pebalap asal Pati, Jawa Tengah.

Sementara itu, di kelas National Sport 250cc (NS250), AHRT menurunkan pebalap muda berbakat Davino Britani.

Pebalap belia ini tampil konsisten sepanjang musim 2025 setelah berpengalaman di Asia Road Racing Championship (ARRC) dan Idemitsu Asia Talent Cup (IATC).

“Banyak pelajaran berharga dari ajang ARRC dan IATC yang saya jadikan bekal untuk tampil lebih baik di Mandalika. Target saya jelas, bisa naik podium di seri terakhir ini,” ungkap Davino optimistis.

Jadwal Balapan Mandalika Racing Series 2025

Gelaran Mandalika Racing Series 2025 seri kelima akan berlangsung akhir pekan ini dengan dua race utama:

Sabtu, 1 November 2025 (Race 1):

  • Kelas National Sport 250cc: 13.40 WIB

  • Kelas National Supersport 600cc: 15.30 WIB

Minggu, 2 November 2025 (Race 2):

  • Kelas National Sport 250cc: 15.05 WIB

  • Kelas National Supersport 600cc: 16.55 WIB

Seluruh balapan dapat disaksikan secara langsung melalui kanal YouTube Mandalika Racing Series.

Dengan semangat tinggi dan dukungan penuh, para pebalap AHRT siap mengibarkan bendera Merah Putih di sirkuit kebanggaan nasional.(*)