Irjen Krisno H. Siregar Tinjau Terminal dan Lepas Mudik Presisi Polda Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolda Jambi, Irjen Pol. Krisno H. Siregar, secara langsung melepas keberangkatan program Mudik Presisi Polda Jambi 2026 di Terminal Alam Barajo, Rabu (18/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan keamanan, kenyamanan, serta kelancaran arus mudik Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

Pada kegiatan tersebut, Kapolda Jambi didampingi anggota DPR RI H. Bakri, Wakil Ketua DPRD Jambi Ivan Wirata, Kepala Jasa Raharja A.A.N. Agung Abimayu, Kepala BPTD Nurdin Yusuf, serta jajaran PJU Polda Jambi.

Kapolda meninjau langsung kondisi terminal, armada bus, serta kesiapan para pengemudi angkutan umum yang akan membawa pemudik ke berbagai kota di Provinsi Jambi dan Pulau Jawa.

Beberapa armada yang diberangkatkan antara lain:

  • Bus Epa Star tujuan Bandung, 36 kursi, berangkat pukul 10.30 WIB

  • Bus Sinar Jaya tujuan Bogor, 32 kursi, berangkat pukul 11.00 WIB

  • Bus Laju Prima tujuan Bandung, 32 kursi, berangkat pukul 11.00 WIB

  • Bus Ramayana tujuan Yogyakarta, 32 kursi, berangkat pukul 12.00 WIB

“Siang ini kami meninjau Terminal Alam Barajo, terminal antar kota terbesar di Provinsi Jambi. Kami memastikan para pengemudi sudah dicek kesehatannya agar dalam kondisi fit,” ujar Kapolda Jambi.

Kapolda juga mengapresiasi kebersihan terminal dan pelayanan yang sudah berjalan baik. Ia menekankan bahwa seluruh unsur terkait, termasuk TNI, Polri, dan pemerintah daerah, terus bersinergi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat selama arus mudik.

“Kami ingin masyarakat yang mudik Lebaran dapat tiba dengan selamat, aman, nyaman, dan lalu lintas tetap lancar. Semua stakeholder berperan aktif dalam memastikan hal ini,” tegas Kapolda.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji menambahkan bahwa pelepasan Mudik Presisi merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan prima dan rasa aman bagi masyarakat selama Lebaran.

“Kami memastikan seluruh rangkaian kegiatan mudik berjalan aman dan tertib, mulai dari kesiapan armada, kesehatan pengemudi, hingga kondisi terminal,” tambahnya.(*)




Silaturahmi dan Sinergi, Bandara Sultan Thaha Jambi Siap Layani Pemudik Lebaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.IDBandara Sultan Thaha Jambi menggelar acara buka puasa bersama dengan seluruh stakeholder dan petugas bandara, Selasa (17/3/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi pelayanan menjelang arus mudik Lebaran 2026.

General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi, Ardon Marbun, menyatakan acara ini sengaja digelar untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan seluruh unsur yang terlibat dalam operasional bandara.

“Ini kita sengaja mengundang teman-teman untuk melaksanakan buka puasa bersama, menjaga persaudaraan dan silaturahmi, serta merasakan suasana Ramadan menjelang Lebaran,” ujar Ardon.

Menurut Ardon, kebersamaan ini diharapkan dapat meningkatkan koordinasi dan kekompakan seluruh petugas sehingga pelayanan kepada penumpang lebih optimal.

Meski dalam suasana Ramadan, seluruh petugas tetap dituntut profesional dalam menjalankan tugas, termasuk memastikan kenyamanan, keamanan, dan kelancaran aktivitas penerbangan.

“Kita tetap melaksanakan pekerjaan kita, terutama untuk melayani penumpang di bandara. Bagaimana penumpang yang datang dan pergi bisa merasa aman dan tentram,” tegasnya.

Kegiatan buka puasa bersama ini juga menjadi sarana memperkuat satu visi antar stakeholder, mulai dari otoritas bandara, maskapai penerbangan, hingga instansi terkait lainnya.

Sehingga pelayanan bandara selama arus mudik Lebaran dapat berjalan lancar dan optimal.(*)




Wali Kota Jambi Surati Pertamina, Minta Penambahan BBM Hadapi Momen Mudik Lebaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah antisipatif untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) tetap aman menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan mengajukan penambahan kuota BBM kepada pihak Pertamina.

Wali Kota Jambi Maulana mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi sekaligus mengirimkan surat resmi kepada Pertamina guna meminta tambahan pasokan BBM di wilayah Kota Jambi.

Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi BBM selama arus mudik dan arus balik Lebaran, ketika mobilitas kendaraan meningkat signifikan.

“Kami sudah berkomunikasi dan menyurati Pertamina agar stok BBM di Kota Jambi bisa ditambah menjelang Idul Fitri,” sebutnya, Rabu 11 Maret 2026.

“Ini sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi kelangkaan, terutama di SPBU yang berada di jalur lintas,” kata Maulana.

Menurutnya, perhatian khusus diberikan kepada SPBU yang berada di jalur utama atau jalur lintas yang biasanya dilalui pemudik dari berbagai daerah.

Pada periode Lebaran, konsumsi BBM di titik-titik tersebut biasanya meningkat tajam karena tidak hanya digunakan oleh warga lokal, tetapi juga oleh pengendara dari luar daerah yang melintas menuju provinsi lain.

Selain memastikan ketersediaan stok, Pemerintah Kota Jambi juga berencana memberikan informasi kepada masyarakat terkait SPBU yang beroperasi selama 24 jam di wilayah Kota Jambi.

Informasi tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi para pemudik yang membutuhkan bahan bakar saat melakukan perjalanan jarak jauh.

“Nantinya kami akan menginformasikan kepada pemudik mengenai SPBU yang buka 24 jam, sehingga mereka tidak perlu khawatir ketika membutuhkan BBM di perjalanan,” jelasnya.

Maulana menambahkan bahwa pengajuan penambahan kuota BBM menjelang Lebaran merupakan langkah rutin yang dilakukan setiap tahun oleh pemerintah daerah.

Biasanya, tambahan kuota yang diajukan mencapai sekitar 10 persen dari kuota normal, untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi bahan bakar selama musim mudik.

Dengan langkah ini, Pemerintah Kota Jambi berharap distribusi BBM tetap lancar dan kebutuhan masyarakat maupun pemudik dapat terpenuhi selama periode Lebaran.(*)




Mudik Lebaran 2026 Makin Lancar, Tol Palembang–Betung dan Jembatan Musi V Siap Dibuka Fungsional

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Pembangunan jaringan Jalan Tol Trans Sumatera terus dikebut untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra.

Salah satu ruas yang tengah dipersiapkan untuk mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2026 adalah Jalan Tol Palembang–Betung.

PT Hutama Karya (Persero) menyiapkan ruas tol tersebut untuk dibuka secara fungsional selama periode mudik.

Langkah ini diharapkan dapat membantu memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mengurangi kepadatan di jalur nasional yang selama ini menjadi jalur utama perjalanan.

Sebagai bagian dari proses persiapan, Hutama Karya melaksanakan Uji Laik Fungsi (ULF) pada Jembatan Musi V yang merupakan bagian dari ruas Tol Palembang–Betung.

Pengujian ini dilakukan pada 4 hingga 5 Maret 2026.

Uji kelayakan tersebut bertujuan memastikan bahwa jembatan memiliki tingkat keamanan, kekuatan struktur, serta kelayakan teknis sebelum digunakan oleh masyarakat.

Kegiatan ini melibatkan sejumlah pihak terkait, di antaranya perwakilan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ), Balai Jembatan Khusus dan Terowongan, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatra Selatan, serta manajemen proyek Hutama Karya.

Jembatan Musi V sendiri dibangun melintasi Sungai Musi dan menjadi salah satu infrastruktur penting dalam ruas Tol Palembang–Betung.

Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat konektivitas antara Kota Palembang sebagai ibu kota Provinsi Sumatera Selatan dengan wilayah Betung di Kabupaten Banyuasin, serta terhubung dengan jaringan tol menuju Jambi.

Dari sisi teknis, jembatan ini menggunakan struktur box girder beton dengan metode konstruksi balanced cantilever.

Metode tersebut dipilih untuk memberikan kekuatan struktur optimal pada bentang panjang di atas sungai sekaligus menjaga stabilitas konstruksi.

Dalam proses Uji Laik Fungsi, tim teknis melakukan berbagai tahapan pemeriksaan guna memastikan kesesuaian antara hasil pembangunan dengan dokumen perencanaan.

Beberapa tahapan pengujian yang dilakukan meliputi pemeriksaan dokumen jembatan, pengecekan visual kondisi struktur, uji beban dinamis, serta uji beban statis.

Melalui serangkaian pengujian tersebut, tim teknis dapat memastikan bahwa jembatan mampu menahan beban kendaraan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku.

Plh Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, menjelaskan bahwa Uji Laik Fungsi merupakan tahapan penting sebelum infrastruktur tol dimanfaatkan oleh masyarakat.

Menurutnya, Hutama Karya berkomitmen memastikan setiap tahap pembangunan jalan tol memenuhi standar keselamatan dan kualitas yang telah ditetapkan.

Dengan dibukanya ruas Tol Palembang–Betung secara fungsional saat Lebaran, diharapkan arus kendaraan di wilayah Sumatera Selatan dapat lebih lancar dan waktu tempuh perjalanan masyarakat menjadi lebih efisien.

Selain itu, kehadiran jalan tol ini juga diproyeksikan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar distribusi logistik, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatera.(*)




Siap Terapkan Rekayasa Lalulintas, Kapolri Ungkap Prediksi Arus Mudik Lebaran 2025, Catat Tanggalnya!

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa, puncak arus mudik Lebaran 2025 diprediksi akan terjadi pada periode 28 hingga 30 Maret.

Prediksi tersebut disampaikan setelah rapat koordinasi lintas sektoral Operasi Ketupat 2025 di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian, Jakarta Selatan, pada Senin (10/3).

Menurut Kapolri, hasil survei yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan serta data pemudik tahun 2024 menunjukkan bahwa puncak arus mudik Lebaran 2025 akan terjadi pada tanggal tersebut.

Selain itu, puncak arus balik diperkirakan berlangsung antara 5 hingga 7 April 2025.

Baca juga:  Terlibat Kasus Pembunuhan, Dua Anggota TNI AL Dituntut Penjara Seumur Hidup

Baca juga:  38 Narapidana Masih Diburu, Pasca Kabur dari Lapas Kelas II B Kutacane Aceh

“Ada lonjakan jumlah pemudik pada periode 28 hingga 30 Maret 2025, sementara puncak arus balik diperkirakan pada 5 sampai 7 April 2025,” kata Jenderal Listyo Sigit dalam konferensi persnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan tersebut, Kapolri menginformasikan bahwa pihak kepolisian akan melaksanakan Operasi Ketupat 2025 yang melibatkan seluruh jajaran Polda wilayah.

Operasi Ketupat ini akan dilaksanakan dengan dua skema, yaitu selama 17 hari untuk wilayah Lampung hingga Bali, dan selama 14 hari untuk 28 wilayah Polda lainnya, yang dimulai pada 23 Maret hingga 28 Maret 2025.

Selain itu, Kapolri juga menekankan bahwa pihaknya akan terus memantau dan melaksanakan rekayasa lalu lintas, khususnya di ruas Tol TransJawa.

Baca juga:  PSG Wajib Menang Dua Gol, untuk Lolos ke Perempat Final Liga Champions

Baca juga:  Nadiyah Maulana Resmi Dilantik sebagai Ketua TP PKK, Siap Wujudkan Kota Jambi Bahagia

Beberapa rekayasa lalu lintas seperti sistem ganjil-genap, contraflow, dan one way akan diberlakukan.

Namun, rekayasa tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang terpantau di Tol Japek untuk memastikan kelancaran arus mudik.

“Rekayasa lalu lintas akan disesuaikan dengan data yang dihimpun dari lapangan, terutama di Tol Japek, untuk mengetahui waktu yang tepat kapan kebijakan tersebut diterapkan,” ujar Kapolri.(*)