Daftar Lengkap Wilayah Terdampak Gangguan Air Tirta Mayang Jambi hingga September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ribuan pelanggan Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi harus menghadapi pengurangan jam pelayanan air bersih selama musim kemarau.

Sebanyak 5.300 sambungan rumah (SR) di sejumlah wilayah terdampak akibat menurunnya kualitas air baku Sungai Batanghari yang mengalami peningkatan kekeruhan.

Gangguan pelayanan ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, mengikuti kondisi musim kemarau dan perubahan kualitas sumber air baku.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan penyesuaian pelayanan dilakukan karena pihaknya harus menjaga kualitas air yang diproduksi agar tetap memenuhi standar air minum.

“Kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas. Kalau dipaksakan normal saat kondisi air baku keruh, kualitas air yang dihasilkan bisa terganggu,” ujar Arianto.

Saat ini, pengurangan produksi air bersih dilakukan sekitar 20 persen.

Sebelumnya, ketika tingkat kekeruhan belum terlalu tinggi, pengurangan produksi hanya berada di angka 10 persen.

Akibat penyesuaian tersebut, sejumlah wilayah yang mendapatkan suplai dari IPA Broni dan IPA Tanjung Sari mengalami pengurangan jam distribusi air.

Berikut daftar wilayah yang terdampak:

  • Kelurahan Bakung Jaya
  • Takang Bakung
  • Wijayapura
  • Thehok
  • Pasir Putih
  • Simpang III Sipin
  • Sukakarya
  • Kebun Handil
  • Handil Jaya
  • Jelutung
  • Cempaka Putih
  • Beliung
  • Danau Sipin
  • Solok Sipin
  • Sungai Putri
  • Selamat
  • Legok
  • Telanaipura

Arianto menjelaskan, kondisi Sungai Batanghari saat ini masih berada pada status normal hingga waspada.

Namun, perubahan karakter air sungai selama musim kemarau membuat tingkat kekeruhan dapat meningkat sewaktu-waktu.

“Karakter Sungai Batanghari sangat dinamis. Saat musim kemarau panjang, perubahan debit dan tingkat kekeruhan bisa terjadi dengan cepat,” katanya.

Untuk membantu pelanggan yang mengalami gangguan suplai, Perumdam Tirta Mayang telah menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis ke sejumlah lokasi terdampak.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak atau mobile pump serta melakukan pemasangan pipa intake untuk menjaga ketersediaan air baku selama musim kemarau.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pelanggan. Langkah ini dilakukan agar air yang sampai ke masyarakat tetap terjaga kualitasnya,” ujar Arianto.

Perumdam Tirta Mayang mengimbau masyarakat di wilayah terdampak agar menggunakan air secara bijak selama kondisi musim kemarau berlangsung.

Pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari juga terus dilakukan agar pelayanan dapat kembali normal ketika kualitas air baku membaik.(*)




Air Sungai Batanghari Keruh, Tirta Mayang Kurangi Produksi Air Bersih hingga September

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi mengurangi produksi air bersih hingga 20 persen akibat meningkatnya tingkat kekeruhan air baku Sungai Batanghari selama musim kemarau.

Kebijakan ini dilakukan untuk menjaga kualitas air agar tetap memenuhi standar air minum yang diterima pelanggan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan pengurangan produksi menjadi langkah antisipasi karena kondisi air baku saat ini mengalami tingkat kekeruhan yang lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

Menurutnya, jika produksi tetap dipaksakan pada kapasitas maksimal, proses pengolahan air berisiko menghasilkan kualitas yang tidak sesuai standar.

“Analogi sederhananya seperti membuat kopi. Kalau airnya terlalu sedikit atau terlalu keruh, hasilnya tidak sesuai. Karena itu kami mengurangi debit produksi agar proses pengolahan tetap menghasilkan air yang memenuhi standar kualitas,” ujar Arianto.

Ia menjelaskan, sebelumnya Perumdam Tirta Mayang hanya melakukan pengurangan produksi sekitar 10 persen ketika tingkat kekeruhan mulai meningkat.

Namun, kondisi terbaru membuat penyesuaian harus ditingkatkan menjadi sekitar 20 persen.

Dampak dari pengurangan produksi tersebut mulai dirasakan pelanggan, terutama masyarakat yang mendapat suplai dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni dan IPA Tanjung Sari.

Tercatat sekitar 5.300 sambungan rumah (SR) terdampak akibat berkurangnya jam pelayanan.

Kondisi ini diperkirakan berlangsung hingga September 2026, mengikuti perkembangan musim kemarau dan kondisi sumber air baku.

Sejumlah wilayah yang terdampak antara lain Kelurahan Bakung Jaya, Takang Bakung, Wijayapura, Thehok, Pasir Putih, Simpang III Sipin, Sukakarya, Kebun Handil, Handil Jaya, Jelutung, Cempaka Putih, Beliung, Danau Sipin, Solok Sipin, Sungai Putri, Selamat, Legok, dan Telanaipura.

Arianto menyebut kondisi Sungai Batanghari saat ini masih berada pada level normal hingga waspada.

Namun, karakter sungai yang dinamis membuat tingkat kekeruhan dapat berubah cepat, terutama saat musim kemarau berkepanjangan.

Untuk mengurangi dampak terhadap pelanggan, Perumdam Tirta Mayang menyiapkan sejumlah langkah darurat.

Salah satunya dengan menyediakan layanan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki secara gratis bagi wilayah yang mengalami gangguan pelayanan.

Selain itu, perusahaan juga menyiapkan pompa bergerak atau mobile pump yang dapat menyesuaikan perubahan tinggi muka air sungai.

Perumdam juga melakukan pemasangan pipa intake sebagai upaya menjaga keberlangsungan pasokan air baku.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan. Langkah ini kami lakukan agar kualitas air yang diterima masyarakat tetap terjaga,” kata Arianto.

Ia memastikan biaya pengolahan air untuk mengatasi peningkatan kekeruhan masih berada dalam kondisi normal.

Proses pengolahan mulai dari penyaringan air baku hingga distribusi tetap dilakukan sesuai standar operasional yang berlaku.

Perumdam Tirta Mayang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak selama musim kemarau, sekaligus memastikan perusahaan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi Sungai Batanghari agar pelayanan dapat kembali normal ketika kondisi air baku membaik.(*)




Musim Kemarau Mengancam Debit Air, Tirta Mayang Jambi Siapkan Pompa Cadangan dan Mobil Tangki Gratis

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Mayang Kota Jambi mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang berpotensi memengaruhi distribusi air bersih kepada pelanggan.

Selain mempercepat penanganan kebocoran jaringan, perusahaan daerah penyedia layanan air minum tersebut menyiapkan sejumlah strategi untuk menjaga pasokan tetap berjalan, mulai dari pengerukan sedimentasi sumber air baku hingga penyediaan pompa fleksibel dan mobil tangki.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, mengatakan pihaknya berkomitmen menjaga kualitas pelayanan dengan mempercepat respons terhadap setiap laporan pelanggan.

“Kami berkomitmen merespons setiap keluhan pelanggan secara cepat, dari air yang tidak mengalir, kebocoran pipa hingga kondisi air yang keruh,” ujar Arianto.

Setiap laporan yang masuk, kata dia, langsung ditindaklanjuti dengan mengirim petugas ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan perbaikan.

Debit Air Baku Jadi Perhatian Utama

Menghadapi potensi penurunan debit air akibat musim kemarau, Tirta Mayang telah melakukan sejumlah langkah teknis untuk menjaga kapasitas produksi air bersih.

Salah satunya dengan melakukan pengerukan sedimentasi di sekitar intake atau lokasi penyadapan air baku.

Langkah tersebut dilakukan agar aliran air menuju instalasi pengolahan tetap optimal.

“Kami sedang menyiapkan pompa fleksibel untuk mendukung distribusi air apabila debit air baku mengalami penurunan,” kata Arianto.

Selain itu, Tirta Mayang juga menyiagakan armada mobil tangki yang nantinya dapat digunakan untuk mendistribusikan air bersih secara gratis kepada pelanggan apabila terjadi gangguan pelayanan akibat kondisi kemarau.

Sejumlah Wilayah Diprediksi Alami Penurunan Tekanan

Arianto menjelaskan, beberapa wilayah yang berpotensi mengalami penurunan tekanan air berada di kawasan Jambi Timur, Paal Merah, ujung Pelayangan, serta wilayah Mayang bagian barat.

Namun, kondisi tersebut tidak sampai menyebabkan penghentian distribusi air secara menyeluruh.

Menurutnya, jika diperlukan, pihaknya hanya akan melakukan penyesuaian waktu pengaliran agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan pasokan air.

“Kami hanya melakukan penyesuaian jam pengaliran dari delapan jam menjadi enam jam per hari dengan pembagian jadwal siang dan malam agar pasokan air tetap menjangkau seluruh pelanggan,” jelasnya.

Pemkot Minta Pelayanan Terus Diperkuat

Sekretaris Daerah Kota Jambi, A Ridwan, meminta Perumda Tirta Mayang terus meningkatkan kualitas pelayanan, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan distribusi air bersih.

Ia mendorong perusahaan daerah tersebut mempercepat penanganan kebocoran pipa, memperluas jaringan distribusi, serta meningkatkan kecepatan respons terhadap pengaduan masyarakat.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, Tirta Mayang berharap pelayanan air bersih di Kota Jambi tetap berjalan optimal meskipun menghadapi kondisi musim kemarau.

Bagi pelanggan yang mengalami gangguan seperti air tidak mengalir, air keruh, atau kebocoran pipa, laporan dapat disampaikan melalui layanan WhatsApp pengaduan di nomor 0821-2121-9692 untuk segera ditindaklanjuti petugas.(*)




Dirut Tirta Mayang Pastikan Pembenahan Jaringan dan Pelayanan Terus Berlanjut

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktur Utama Perumdam Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., menegaskan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-52 perusahaan menjadi momentum untuk mempercepat pembenahan layanan air bersih sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan.

Menurut Arianto, usia lebih dari lima dekade bukan hanya menjadi penanda perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga menjadi pengingat bahwa tantangan pelayanan air bersih terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.

“Usia 52 tahun bukan hanya menjadi momen perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus berbenah dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat. Kepuasan pelanggan menjadi prioritas utama yang terus kami tingkatkan,” ujar Arianto.

Ia mengatakan berbagai program pembenahan terus dijalankan, mulai dari menekan angka kehilangan air (non revenue water), meningkatkan kontinuitas distribusi, mempercepat penanganan pengaduan pelanggan, hingga memperbaiki jaringan perpipaan di sejumlah wilayah pelayanan.

“Kami menyadari masih ada berbagai keluhan yang disampaikan pelanggan. Semua itu menjadi perhatian kami dan akan terus kami tindak lanjuti dengan pelayanan yang cepat, humanis, dan profesional. Kami juga terus melakukan pembenahan jaringan agar distribusi air semakin lancar dan kualitas layanan semakin baik,” katanya.

Arianto berharap dukungan Pemerintah Kota Jambi dan seluruh pemangku kepentingan terus mengalir agar berbagai program pengembangan perusahaan dapat berjalan lebih optimal.

Menurutnya, kolaborasi yang kuat akan mempercepat peningkatan cakupan pelayanan air bersih sekaligus memperkuat posisi Tirta Mayang sebagai perusahaan daerah yang sehat dan berdaya saing.

“Semoga Tirta Mayang terus tumbuh menjadi perusahaan air minum daerah yang maju, sehat, dan profesional, sehingga mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan Kota Jambi,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., mengatakan HUT ke-52 Tirta Mayang juga menjadi momentum evaluasi untuk memperkuat pelayanan kepada masyarakat.

Saat ini, kata Maulana, Perumdam Tirta Mayang telah melayani sekitar 170 ribu pelanggan di Kota Jambi.

Ke depan, perusahaan diharapkan mampu memperluas cakupan layanan, meningkatkan kapasitas produksi air bersih, serta menekan tingkat kebocoran jaringan distribusi.

“Hari jadi ke-52 ini menjadi momentum untuk bersyukur sekaligus mengevaluasi kinerja Perumdam Tirta Mayang. Ke depan kita berharap jumlah pelanggan terus bertambah, kapasitas produksi meningkat, distribusi air semakin baik, serta tingkat kebocoran jaringan terus ditekan,” kata Maulana.

Selain itu, Maulana juga mendorong Tirta Mayang memperkuat kemandirian perusahaan melalui pengembangan investasi.

Pemkot Jambi, lanjutnya, akan menuntaskan proses penyertaan aset pemerintah daerah melalui mekanisme peraturan daerah agar dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengembangan perusahaan.

“Harapan kami Tirta Mayang semakin kuat sebagai perusahaan daerah yang sehat, profesional, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tutup Maulana.(*)




Tirta Mayang Bangun Sinergi dengan Polresta Jambi, Fokus Tingkatkan Pelayanan Air Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi, Arianto, S.T., melakukan kunjungan silaturahmi ke Polresta Jambi dan bertemu dengan Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang, S.I.K., M.M., Senin 27 Juli 2026.

Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan kelembagaan sekaligus menyampaikan ucapan selamat kepada Kombes Pol. Ananto Herlambang atas amanah barunya sebagai Kapolresta Jambi.

Di sisi lain, kedua pihak juga membahas pentingnya memperkuat sinergi dalam mendukung pelayanan publik di Kota Jambi.

Dalam kunjungan itu, Arianto didampingi Direktur Administrasi dan Keuangan Perumda Tirta Mayang, Andri Susanto, S.Kom.

Sementara Kapolresta Jambi didampingi Kabag Log Polresta Jambi, Kompol F. Marpaung, S.H., S.I.K., M.M.

Suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Selain membangun komunikasi antarlembaga, diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi dalam menciptakan pelayanan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

Kapolresta Jambi menegaskan bahwa ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting.

Karena itu, kualitas pelayanan kepada masyarakat harus terus dijaga agar distribusi air bersih tetap berjalan optimal, aman, dan memenuhi standar.

Menanggapi hal tersebut, Perumda Tirta Mayang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pelanggan.

Perusahaan juga berupaya memastikan air bersih yang didistribusikan tetap memenuhi standar mutu, sekaligus memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Polresta Jambi.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Kapolresta Jambi.

Menurutnya, hubungan baik yang telah terjalin diharapkan semakin kuat melalui kolaborasi yang konstruktif demi mendukung pelayanan publik yang profesional, aman, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang semakin baik. Kami berharap kerja sama yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan untuk mendukung pelayanan air bersih yang optimal bagi masyarakat Kota Jambi,” ujar Arianto.(*)




JICA Berpeluang Dukung Pengembangan Tirta Mayang, Fokus SDM dan Teknologi Air Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Tirta Mayang Kota Jambi menjajaki peluang kerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia guna memperkuat pelayanan air bersih kepada masyarakat.

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan air minum.

Peluang kerja sama itu dibahas dalam pertemuan antara Wali Kota Jambi Maulana dengan Chief Representative JICA Indonesia, Sachiko Takeda, yang turut dihadiri Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, pada Rabu 22 Juli 2026.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan dukungan JICA berpotensi memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Kota Jambi.

Menurutnya, selain mendukung pengembangan infrastruktur, kerja sama tersebut juga membuka peluang peningkatan kompetensi SDM serta penerapan teknologi yang lebih modern dalam sistem pelayanan air minum.

“Kolaborasi dengan JICA merupakan peluang yang sangat baik bagi Perumda Tirta Mayang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih. Kami berharap kerja sama ini dapat mendukung peningkatan kompetensi SDM, penerapan teknologi yang lebih maju, serta menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, andal, dan berorientasi pada kepuasan pelanggan,” ujar Arianto.

Ia menambahkan, peningkatan kualitas pelayanan menjadi komitmen utama Perumda Tirta Mayang agar kebutuhan air bersih masyarakat Kota Jambi dapat terpenuhi secara optimal seiring pertumbuhan kota.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi membangun kolaborasi internasional guna mendukung pembangunan perkotaan yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Maulana memaparkan sejumlah program pembangunan yang tengah dijalankan pemerintah daerah, khususnya di bidang infrastruktur dan peningkatan pelayanan publik sebagai implementasi visi Kota Jambi BAHAGIA (Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera).

Menurutnya, sinergi dengan JICA menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk sektor air bersih yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui penjajakan kerja sama tersebut, Pemerintah Kota Jambi berharap kolaborasi dengan JICA dapat menghadirkan inovasi, transfer teknologi, serta penguatan kapasitas kelembagaan yang mampu mendukung peningkatan pelayanan air bersih secara berkelanjutan bagi masyarakat Kota Jambi.(*)




Hadapi Kemarau Panjang, Tirta Mayang Kota Jambi Lakukan Mitigasi Demi Jaga Pasokan Air Bersih

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumda Tirta Mayang Kota Jambi mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau panjang yang diperkirakan dipengaruhi fenomena El Nino.

Sejumlah strategi teknis disiapkan untuk menjaga ketersediaan air bersih agar distribusi kepada sekitar 108 ribu pelanggan tetap berjalan normal.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang, Arianto, mengatakan perusahaan telah memetakan potensi penurunan debit sungai yang diperkirakan terjadi selama periode April hingga Agustus.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi proses pengambilan air baku apabila tidak diantisipasi sejak awal.

Menurutnya, salah satu langkah yang telah dilakukan adalah pengerukan sedimentasi di area intake atau titik pengambilan air baku.

Endapan lumpur yang meningkat saat debit sungai menurun dinilai dapat menghambat proses penyedotan air menuju instalasi pengolahan.

Karena itu, normalisasi area intake menjadi prioritas agar produksi air bersih tidak terganggu.

“Kami telah mengantisipasi potensi penurunan debit air sungai melalui berbagai langkah teknis pada sistem pengambilan air baku,” ujar Arianto di Jambi, Senin.

Selain pengerukan sedimentasi, Perumda Tirta Mayang juga melakukan penyesuaian posisi sejumlah pipa penyedot ke lokasi sungai yang memiliki debit air lebih besar.

Langkah ini dilakukan agar suplai air baku tetap optimal meskipun permukaan air mengalami penurunan.

Perusahaan daerah tersebut juga menyiapkan pompa fleksibel yang mampu menyesuaikan perubahan tinggi muka air sungai.

Teknologi ini diharapkan menjaga proses pengambilan air tetap berlangsung stabil saat kondisi sungai mengalami surut maupun kembali meningkat.

Arianto menjelaskan, rendahnya permukaan sungai menjadi salah satu tantangan utama selama musim kemarau karena dapat mengurangi kemampuan pompa dalam mengalirkan air baku ke instalasi pengolahan.

Dengan dukungan pompa yang lebih adaptif, operasional produksi air bersih diharapkan tetap berjalan tanpa gangguan berarti sehingga kebutuhan masyarakat dapat terus terpenuhi.

Perumda Tirta Mayang optimistis berbagai langkah mitigasi yang telah dipersiapkan sejak dini mampu meminimalkan dampak El Nino terhadap pelayanan publik.

Perusahaan menargetkan distribusi air bersih tetap berlangsung lancar sehingga masyarakat tidak mengalami gangguan pasokan selama musim kemarau.(*)




Perumdam Tirta Mayang Jambi Pertahankan ISO 9001 dan 45001, Bukti Layanan Air Makin Berkualitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi kembali mencatatkan pencapaian penting dengan mempertahankan sertifikasi internasional ISO 9001:2015 tentang Sistem Manajemen Mutu serta ISO 45001:2018 tentang Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pencapaian ini menjadi indikator bahwa pengelolaan layanan air minum di Kota Jambi berjalan sesuai standar internasional, baik dari sisi kualitas layanan kepada pelanggan maupun penerapan keselamatan kerja di lingkungan perusahaan.

Proses resertifikasi tersebut dilakukan melalui audit eksternal yang menilai konsistensi penerapan sistem manajemen di seluruh lini operasional.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa Perumdam Tirta Mayang dinilai memenuhi seluruh persyaratan standar ISO yang berlaku.

Keberhasilan ini juga tidak lepas dari upaya perusahaan dalam melakukan perbaikan berkelanjutan, mulai dari peningkatan pelayanan pelanggan, optimalisasi operasional, hingga penguatan tata kelola perusahaan agar lebih efektif dan transparan.

Direktur Utama Perumdam Tirta Mayang, Arianto, S.T., menyebut bahwa keberhasilan mempertahankan sertifikasi ISO menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat Kota Jambi.

Menurutnya, sertifikasi ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan bentuk komitmen nyata perusahaan dalam memberikan layanan air minum yang aman, berkualitas, serta didukung sistem kerja yang mengutamakan keselamatan dan kesehatan karyawan.

“Pencapaian ini merupakan wujud komitmen kami dalam memberikan layanan air minum yang sesuai standar mutu, sekaligus memastikan seluruh proses kerja berjalan dengan mengutamakan keselamatan dan kesehatan kerja. Kepercayaan pelanggan menjadi motivasi kami untuk terus berinovasi dan melakukan perbaikan berkelanjutan,” ujar Arianto.

Ia juga menegaskan bahwa keberhasilan mempertahankan standar ISO tidak dapat dilepaskan dari kerja sama seluruh unit kerja di lingkungan Perumdam Tirta Mayang.

Mulai dari tingkat divisi, departemen, hingga subdepartemen, seluruhnya berperan aktif dalam menjaga konsistensi penerapan sistem manajemen mutu dan K3.

Dengan capaian ini, Perumdam Tirta Mayang menegaskan posisinya sebagai salah satu perusahaan daerah yang terus berupaya meningkatkan standar layanan publik.

Sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan air minum di Kota Jambi.(*)




Asiang dan Arianto Tak Hadir, Sidang Korupsi Ketok Palu APBD Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sidang lanjutan perkara dugaan suap ketok palu APBD Provinsi Jambi tahun anggaran 2017–2018 kembali digelar di Pengadilan Negeri Jambi, Selasa (28/10/2025).

Sidang kali ini menghadirkan terdakwa Suliyanti, salah satu pihak yang diduga menerima aliran dana suap dalam kasus yang menyeret sejumlah pejabat dan anggota DPRD Jambi tersebut.

Pada agenda persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) seharusnya menghadirkan dua saksi, yakni Joe Pandy alias Asiang dan Arianto.

Namun keduanya berhalangan hadir, sehingga jaksa membacakan berita acara pemeriksaan (BAP) di hadapan majelis hakim.

Jaksa KPK Hidayat menjelaskan, saksi Asiang tidak dapat hadir karena sedang menjalani pengobatan di Singapura, sementara Arianto sudah pindah domisili dan tidak lagi tinggal di Kota Jambi.

“Beliau sudah tidak berdomisili di Jambi, sehingga keterangannya dibacakan di persidangan,” ujar Hidayat.

Dalam pembacaan BAP, jaksa mengungkapkan bahwa Asiang merupakan seorang kontraktor atau pihak ketiga yang meminjamkan uang sebesar Rp5 miliar kepada Arpan, salah satu pihak yang sebelumnya tertangkap tangan oleh KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT) pada 2017 lalu.

Sementara itu, saksi Arianto, yang merupakan sopir dari mantan anggota DPRD Provinsi Jambi, Zainal Abidin, disebut sempat mengantarkan uang kepada anggota DPRD Jambi Nurhayati.

Dalam keterangan yang dibacakan, uang tersebut kemudian diserahkan kepada Nurhayati dan Suliyanti, yang kini duduk sebagai terdakwa dalam perkara ini.

“Ibu Nurhayati menerima uang dan menyerahkannya kepada terdakwa Suliyanti sebesar Rp200 juta,” ungkap jaksa saat membacakan BAP saksi.

Kasus ketok palu APBD Jambi menjadi salah satu perkara besar yang diusut KPK sejak 2017, dan telah menyeret puluhan anggota DPRD serta pejabat eksekutif ke meja hijau. Sidang akan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi tambahan dalam waktu dekat.(*)