Jelang Final Piala Dunia 2026, Lionel Messi Ungkap Kekhawatiran Hadapi Spanyol

SEPUCUKJAMBI.ID – Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi, mengakui pertandingan final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol akan menjadi ujian berat bagi skuad La Albiceleste.

Meski menghadapi lawan tangguh, Messi memastikan Argentina akan memberikan kemampuan terbaik demi meraih gelar juara dunia secara beruntun.

Argentina memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah melewati laga semifinal dramatis melawan Timnas Inggris.

Sempat tertinggal, Argentina mampu melakukan comeback dan menang dengan skor 2-1 untuk mengamankan tiket ke partai puncak.

Kemenangan tersebut membuat Argentina semakin dekat dengan ambisi mempertahankan gelar juara dunia.

Namun, perjuangan mereka dipastikan tidak mudah karena harus menghadapi salah satu tim terbaik Eropa, Timnas Spanyol.

Spanyol melaju ke final setelah menyingkirkan salah satu kandidat juara lainnya, Timnas Prancis, pada babak semifinal.

Messi Sebut Spanyol Tim Berkualitas

Menjelang pertandingan final, Messi mengungkapkan rasa hormatnya terhadap kekuatan Spanyol.

Menurut pemain berjuluk La Pulga tersebut, La Furia Roja memiliki kualitas luar biasa dan dihuni banyak pemain yang sudah dikenalnya.

Messi juga menyebut kedekatannya dengan sejumlah pemain Spanyol, terutama mereka yang pernah atau masih memperkuat Barcelona, klub yang memiliki tempat istimewa dalam kariernya.

“Ini akan menjadi pertandingan yang sangat sulit. Spanyol adalah tim yang sangat bagus. Saya mengenal banyak pemain mereka, dan banyak di antaranya bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan masih saya ikuti sampai sekarang,” ujar Messi.

Atmosfer Argentina Jadi Kekuatan Tambahan

Selain membahas kualitas Spanyol, Messi juga mengenang atmosfer luar biasa yang dirasakan Argentina dalam perjalanan menuju final.

Menurutnya, dukungan masyarakat Argentina sudah terasa sejak momen lagu kebangsaan dikumandangkan sebelum pertandingan.

“Meskipun ini hanya sebuah pertandingan sepak bola, sejak lagu kebangsaan dikumandangkan kami sudah merasakan sesuatu yang istimewa.”

Messi menilai keberhasilan mencapai final bukan hanya tentang pertandingan sepak bola, tetapi juga membawa harapan besar bagi seluruh masyarakat Argentina.

“Ini bukan sekadar kemenangan biasa. Rakyat Argentina benar-benar sangat menginginkan hasil ini,” pungkas Messi.

Jadwal Final Piala Dunia 2026 Spanyol vs Argentina

Pertandingan final Piala Dunia 2026 Argentina vs Spanyol akan menjadi duel antara juara bertahan Argentina dan kekuatan baru sepak bola Eropa.

Spanyol vs Argentina
Hari/Tanggal: Senin, 20 Juli 2026
Kick Off: 02.00 WIB
Venue: New York New Jersey Stadium
Live TV: TVRI, TVRI Sports
Live Streaming: Maxstream, Folaplay.(*)




Argentina Susul Inggris ke Semifinal Piala Dunia 2026, Swiss Tumbang 3-1 di Extra Time

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di semifinal Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Swiss dengan skor 3-1 pada laga perempat final yang berlangsung di Kansas City Stadium.

Pertandingan harus diselesaikan hingga babak tambahan waktu sebelum La Albiceleste mengunci kemenangan.

Alexis Mac Allister lebih dulu membawa Argentina unggul pada babak pertama. Swiss kemudian memaksa laga berlanjut ke extra time melalui gol Dan Ndoye.

Namun keunggulan jumlah pemain dimanfaatkan maksimal oleh Argentina yang akhirnya memastikan kemenangan lewat gol Julian Alvarez dan Lautaro Martinez.

Hasil ini mempertemukan Argentina dengan Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026, setelah The Three Lions lebih dulu mengamankan tiket usai menyingkirkan Norwegia.

Argentina Awali Laga dengan Gol Cepat

Kedua tim langsung bermain terbuka sejak peluit pertama dibunyikan.

Argentina tampil agresif, sementara Swiss memilih tetap berani meladeni permainan cepat yang diperagakan skuad Lionel Scaloni.

Keunggulan Argentina datang saat pertandingan baru berjalan 10 menit.

Lionel Messi mengirim sepak pojok akurat yang disambut sundulan Alexis Mac Allister tanpa mampu dihalau Gregor Kobel.

Gol tersebut membuat La Albiceleste memimpin 1-0.

Swiss tidak kehilangan keberanian meski tertinggal.

Djibril Sow sempat mengancam melalui tembakan keras dari luar kotak penalti, tetapi Emiliano Martinez masih mampu mengamankan bola.

Setelah gol pembuka, pertandingan berubah menjadi lebih keras.

Kedua tim saling melancarkan tekel demi memutus aliran serangan lawan sehingga peluang bersih semakin jarang tercipta.

Hingga turun minum, Argentina tetap mempertahankan keunggulan tipis 1-0.

Swiss Bangkit, Embolo Diusir Wasit

Memasuki babak kedua, Swiss meningkatkan tekanan.

Dan Ndoye nyaris menyamakan kedudukan, tetapi tekel krusial Lisandro Martinez menggagalkan peluang emas tersebut.

Tak lama berselang, Breel Embolo juga hampir mencetak gol melalui sundulan, namun Emiliano Martinez kembali tampil sigap menjaga gawang Argentina.

Upaya Swiss akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-67.

Dan Ndoye memanfaatkan kombinasi umpan dengan Ricardo Rodriguez sebelum melepaskan penyelesaian dari sudut sempit yang sukses menaklukkan Emiliano Martinez.

Skor berubah menjadi 1-1.

Momentum Swiss berubah drastis beberapa menit kemudian.

Breel Embolo menerima kartu kuning kedua setelah dinilai melakukan diving di dalam kotak penalti.

Kartu merah itu memaksa Swiss menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain.

Lionel Scaloni mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan meningkatkan intensitas serangan.

Messi bahkan memperoleh peluang emas pada masa injury time, tetapi tembakannya masih melebar tipis dari sasaran.

Skor imbang bertahan hingga 90 menit sehingga pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu.

Alvarez dan Lautaro Kunci Kemenangan

Di babak extra time, Argentina terus mendominasi permainan.

Thiago Almada yang masuk sebagai pemain pengganti langsung memberi warna baru di lini depan dan sempat menggetarkan tiang gawang Swiss.

Ketika pertandingan tampak mengarah ke adu penalti, Argentina akhirnya menemukan celah.

Pada menit ke-112, Julian Alvarez menyambar umpan Jose Manuel Lopez untuk membawa La Albiceleste kembali unggul 2-1.

Swiss yang mulai kehabisan tenaga kesulitan memberikan respons.

Menjelang pertandingan berakhir, Lautaro Martinez memastikan kemenangan Argentina melalui gol ketiga yang sekaligus mengakhiri perlawanan tim asuhan Murat Yakin.

Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Argentina pun melangkah ke semifinal dan akan menghadapi Inggris dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu laga terbesar di Piala Dunia 2026.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; Rodrigo De Paul, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, Alexis Mac Allister; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Swiss (4-2-3-1): Gregor Kobel; Zakaria, Akanji, Elvedi, Ricardo Rodriguez; Granit Xhaka, Freuler; Djibril Sow, Fabian Rieder, Dan Ndoye; Breel Embolo.

Pelatih: Murat Yakin.(*)




Drama Adu Penalti! Swiss Singkirkan Kolombia dan Bertemu Argentina di 8 Besar Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Swiss menjadi tim terakhir yang memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui drama adu penalti.

Pertandingan yang berlangsung di BC Place, Vancouver, Selasa 7 Juli 2026 malam waktu setempat atau Rabu WIB itu berakhir tanpa gol selama 120 menit sebelum Swiss menang 4-3 dalam adu tos-tosan.

Kemenangan tersebut memastikan Swiss melaju ke delapan besar dan akan menghadapi juara bertahan Argentina dalam salah satu laga paling dinantikan di babak perempat final.

Sejak peluit awal dibunyikan, kedua tim tampil hati-hati. Swiss maupun Kolombia sama-sama enggan mengambil risiko sehingga permainan lebih banyak berlangsung di lini tengah.

Peluang bersih baru muncul memasuki menit ke-21 ketika Gustavo Puerta melepaskan tembakan keras dari sisi kiri.

Namun, kiper Swiss Gregor Kobel tampil sigap untuk menggagalkan peluang tersebut.

Swiss membalas ancaman pada menit ke-30 melalui Fabian Rieder.

Sayangnya, sepakan gelandang muda itu masih mampu diamankan penjaga gawang Kolombia, Camilo Vargas.

Hingga turun minum, tidak banyak peluang berbahaya tercipta. Kedua tim gagal menemukan celah di lini pertahanan lawan sehingga babak pertama ditutup dengan skor 0-0.

Memasuki babak kedua, pelatih Murat Yakin mencoba mengubah ritme permainan dengan memasukkan Djibril Sow menggantikan Ardon Jashari.

Pergantian tersebut membuat Swiss lebih agresif pada awal babak kedua. Mereka sempat menciptakan beberapa peluang, tetapi belum cukup merepotkan pertahanan Kolombia.

Di sisi lain, Kolombia mengandalkan serangan balik cepat.

Luis Diaz memperoleh kesempatan emas pada menit ke-60, namun penyelesaiannya masih mampu diamankan Kobel yang kembali tampil solid di bawah mistar.

Memasuki 30 menit terakhir, intensitas pertandingan kembali menurun.

Kedua pelatih melakukan sejumlah pergantian pemain demi memecah kebuntuan, tetapi tidak ada perubahan signifikan.

Skor tanpa gol bertahan hingga waktu normal usai.

Babak tambahan waktu juga berlangsung ketat. Kolombia hampir memecahkan kebuntuan ketika sundulan Jhon Lucumi menghantam mistar gawang Swiss.

Peluang tersebut menjadi kesempatan terbaik sepanjang pertandingan.

Swiss juga berusaha mencari gol kemenangan, tetapi kelelahan membuat penyelesaian akhir kedua tim jauh dari maksimal.

Setelah 120 menit tanpa gol, pertandingan akhirnya ditentukan lewat adu penalti.

Drama terjadi pada babak tos-tosan. Penendang kedua Kolombia, Davinson Sanchez, gagal setelah bola menghantam mistar.

Swiss sebenarnya sempat kehilangan peluang saat Manuel Akanji juga gagal menjalankan tugasnya.

Namun, Gregor Kobel kembali menjadi pembeda. Kiper Borussia Dortmund itu berhasil menggagalkan eksekusi Cucho Hernandez dan membuka jalan bagi Swiss untuk mengamankan kemenangan.

Ruben Vargas yang maju sebagai penendang terakhir sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.

Swiss pun memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mengunci tiket terakhir menuju perempat final Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut membuat Swiss akan menghadapi Argentina pada babak delapan besar dalam duel yang diprediksi menjadi salah satu pertandingan paling sengit di fase gugur turnamen.

Susunan Pemain

Swiss (4-3-3): Gregor Kobel; Ricardo Rodriguez, Manuel Akanji, Nico Elvedi, Denis Zakaria; Remo Freuler, Granit Xhaka, Ardon Jashari; Fabian Rieder, Breel Embolo, Dan Ndoye.

Pelatih: Murat Yakin.

Kolombia (4-3-3): Camilo Vargas; Johan Mojica, Jhon Lucumi, Davinson Sanchez, Daniel Munoz; Jhon Arias, Jefferson Lerma, Gustavo Puerta; Luis Diaz, Luis Suarez, James Rodriguez.

Pelatih: Nestor Lorenzo.(*)




Argentina Bangkit dari Maut! Messi Pimpin Comeback Gila, Mesir Tersingkir Dramatis 3-2

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina memastikan tempat di babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menciptakan salah satu comeback paling dramatis sepanjang turnamen.

Tertinggal dua gol dari Mesir, La Albiceleste membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2 dalam laga babak 16 besar di Atlanta Stadium, Selasa 7 Juli 2026 malam WIB.

Lionel Messi kembali menjadi tokoh utama di balik kebangkitan sang juara bertahan.

Mesir membuka pertandingan dengan penuh percaya diri.

Tim asuhan Hossam Hassan langsung memberikan tekanan dan berhasil memimpin lebih dulu pada menit ke-15 melalui sundulan Yasser Ibrahim yang memanfaatkan situasi bola mati.

Gol tersebut membuat Argentina berada dalam tekanan sejak awal pertandingan.

Meski tertinggal, Argentina sebenarnya memiliki sejumlah peluang emas untuk menyamakan kedudukan.

Kesempatan terbaik hadir lewat titik putih setelah Nicolas Tagliafico dijatuhkan di area terlarang.

Namun, eksekusi penalti Lionel Messi berhasil dimentahkan penjaga gawang Mesir, Mostafa Shobeir, yang tampil luar biasa sepanjang babak pertama.

Shobeir berkali-kali menjadi penyelamat timnya.

Ia sukses menggagalkan sundulan Alexis Mac Allister dan juga menepis peluang berbahaya dari Julian Alvarez.

Berkat penampilan gemilang sang kiper, Mesir menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.

Memasuki babak kedua, Mesir sempat mencetak gol melalui Mostafa Zico.

Namun, gol tersebut dianulir wasit setelah tinjauan VAR menyatakan terjadi pelanggaran dalam proses gol.

Tekanan Mesir akhirnya benar-benar membuahkan hasil pada menit ke-67.

Mostafa Zico kembali menjebol gawang Emiliano Martinez dan kali ini gol disahkan.

Keunggulan 2-0 membuat Mesir semakin dekat dengan tiket menuju perempat final sekaligus menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Dalam situasi tertekan, Argentina menunjukkan mental juara.

Lionel Scaloni melakukan perubahan strategi yang membuat intensitas serangan La Albiceleste meningkat drastis.

Gol kebangkitan akhirnya lahir pada menit ke-79.

Berawal dari umpan matang Lionel Messi, Cristian Romero sukses menanduk bola ke dalam gawang Mesir dan memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.

Empat menit berselang, Messi menebus kegagalannya dari titik penalti.

Memanfaatkan kemelut di depan gawang, sang kapten melepaskan tendangan keras yang tak mampu dihentikan Mostafa Shobeir.

Skor berubah menjadi 2-2 dan momentum sepenuhnya beralih ke kubu Argentina.

Saat pertandingan tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Argentina justru memberikan pukulan telak kepada Mesir.

Pada menit 90+2, serangan balik cepat yang dibangun Lautaro Martinez diselesaikan dengan sundulan akurat Enzo Martinez.

Gol tersebut memastikan kemenangan dramatis Argentina dengan skor 3-2.

Hasil ini mengantar Argentina melaju ke babak perempat final Piala Dunia 2026.

Tim asuhan Lionel Scaloni kini tinggal menunggu lawan berikutnya, yakni pemenang pertandingan antara Swiss melawan Kolombia.

Susunan Pemain

Argentina (4-4-2): Emiliano Martinez; Nahuel Molina, Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Tagliafico; Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Leandro Paredes, Enzo Fernandez; Lionel Messi, Julian Alvarez.

Pelatih: Lionel Scaloni.

Mesir (4-4-2): Mostafa Shobeir; Mohamed Hany, Yasser Ibrahim, Ramy Rabia, Karim Hafez; Emam Ashour, Marwan Attia, Mohanad Lasheen, Haissem Hassan; Mohamed Salah, Mostafa Zico.

Pelatih: Hossam Hassan.(*)




RD Kongo hingga Tanjung Verde Ukir Sejarah, Ini Daftar Tim Lolos 32 Besar

SEPUCUKJAMBI.ID – Babak penyisihan grup Piala Dunia 2026 semakin mendekati akhir dan peta persaingan menuju fase gugur mulai terbentuk.

Hingga Minggu 28 Juni 2026, sebanyak 32 negara dipastikan lolos ke babak 32 besar, termasuk beberapa kejutan besar dari wakil Afrika seperti RD Kongo, Tanjung Verde, Senegal, Mesir, Pantai Gading, dan Afrika Selatan.

Format baru turnamen yang meloloskan 32 tim terdiri dari juara grup, runner-up, dan delapan peringkat ketiga terbaik membuat persaingan tetap terbuka hingga laga terakhir.

RD Kongo dan Tanjung Verde Ukir Sejarah

Salah satu sorotan terbesar datang dari Afrika.

RD Kongo berhasil lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya setelah menang 3-1 atas Uzbekistan dan finis sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

Sementara itu, Tanjung Verde juga mencatat sejarah debut luar biasa dengan lolos dari Grup H tanpa kekalahan.

Raksasa Dunia Lolos Mulus

Sejumlah tim unggulan juga memastikan tiket lebih cepat, di antaranya:

  • Brasil
  • Argentina
  • Prancis
  • Inggris
  • Jerman
  • Spanyol
  • Belanda
  • Belgia

Sebagian besar dari mereka bahkan lolos sebagai juara grup dengan performa dominan.

Rekap Singkat Hasil Grup

Grup A

  • Meksiko juara grup (sempurna)
  • Afrika Selatan runner-up
  • Korea Selatan tersingkir

Grup B

  • Swiss juara grup
  • Kanada runner-up
  • Bosnia & Herzegovina lolos via peringkat tiga terbaik

Grup C

  • Brasil & Maroko lolos
  • Skotlandia peringkat ketiga

Grup D

  • Amerika Serikat juara grup
  • Australia runner-up

Grup E

  • Jerman juara grup
  • Pantai Gading & Ekuador lolos

Grup F

  • Belanda juara grup
  • Jepang & Swedia lolos

Grup G

  • Belgia juara grup
  • Mesir runner-up

Grup H

  • Spanyol juara grup
  • Tanjung Verde runner-up (sejarah debut)

Grup I

  • Prancis juara grup
  • Norwegia & Senegal lolos

Grup J

  • Argentina sempurna (9 poin)
  • Austria & Aljazair lolos

Grup K

  • Kolombia juara grup
  • Portugal runner-up
  • RD Kongo lolos via peringkat tiga terbaik

Grup L

  • Inggris juara grup
  • Kroasia runner-up
  • Ghana lolos via peringkat tiga terbaik

Daftar Lengkap 32 Tim Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026

  • Meksiko
  • Afrika Selatan
  • Swiss
  • Kanada
  • Brasil
  • Maroko
  • Amerika Serikat
  • Australia
  • Jerman
  • Pantai Gading
  • Belanda
  • Jepang
  • Swedia
  • Belgia
  • Mesir
  • Spanyol
  • Tanjung Verde
  • Prancis
  • Norwegia
  • Senegal
  • Argentina
  • Austria
  • Aljazair
  • Kolombia
  • Portugal
  • Inggris
  • Kroasia
  • RD Kongo
  • Bosnia & Herzegovina
  • Ekuador
  • Ghana
  • Paraguay.(*)



Argentina Tak Terbendung! Yordania Takluk 1-3 di Laga Pamungkas Grup J

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Argentina menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan catatan sempurna setelah meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Yordania pada laga terakhir Grup J.

Bermain dengan dominasi penuh sejak awal pertandingan, skuad Lionel Scaloni memastikan tiga poin lewat gol Giovanni Lo Celso, Lautaro Martínez (penalti) di babak pertama.

Serta tambahan satu gol Lionel Messi pada babak kedua. Yordania hanya mampu membalas lewat Musa Al-Taamari.

Hasil ini membuat Argentina keluar sebagai juara Grup J dengan koleksi 9 poin sempurna, sementara Yordania harus tersingkir sebagai juru kunci.

Argentina Langsung Kendalikan Permainan

Sejak menit awal, Argentina tampil dominan dengan penguasaan bola dan tekanan tinggi.

Namun, rapatnya pertahanan low block Yordania membuat La Albiceleste sempat kesulitan menciptakan peluang bersih.

Meski begitu, kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-19. Giovanni Lo Celso mencetak gol indah lewat tendangan bebas yang melengkung ke sudut atas gawang Yordania, membawa Argentina unggul 1-0.

Penalti Lautaro Gandakan Keunggulan

Argentina kembali mendapat momentum setelah VAR menunjuk titik putih pada menit ke-30, usai pelanggaran di kotak terlarang yang mengenai Marco Senesi.

Lautaro Martínez yang maju sebagai eksekutor sukses menuntaskan tugasnya dengan tenang. Skor berubah menjadi 2-0 untuk Argentina.

Yordania sempat mencoba meningkatkan intensitas serangan, namun skor tetap bertahan hingga turun minum.

Yordania Bangkit, Messi Pastikan Kemenangan

Memasuki babak kedua, Yordania tampil lebih agresif dan berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-55 melalui Musa Al-Taamari.

Gol tersebut sempat membuat pertandingan kembali hidup. Argentina kemudian memasukkan Lionel Messi, Alexis Mac Allister, dan Thiago Almada untuk menambah daya gedor.

Hasilnya terlihat pada menit ke-80. Lionel Messi mencetak gol lewat tendangan bebas khasnya yang tak mampu dihentikan kiper Yordania, sekaligus mengunci kemenangan 3-1 untuk Argentina.

Argentina Sempurna, Yordania Tersingkir

Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol dari kedua tim.

Argentina pun menutup fase grup dengan tiga kemenangan dari tiga laga, sementara Yordania harus mengakhiri perjalanan mereka di dasar klasemen.

Susunan Pemain

Yordania (3-4-3): Abulaila; Abu Dahab, Al-Arab, Nasib; Abu Taha, Al-Rawabdeh, Al-Rashdan, Haddad; Olwan, Al-Fakhouri, Azaizeh
Pelatih: Jamal Sellami

Argentina (4-4-2): E. Martínez; Tagliafico, Senesi, Otamendi, Simeone; Lo Celso, Palacios, Paredes, Paz; L. Martínez, Álvarez
Pelatih: Lionel Scaloni.(*)




Cape Verde vs Argentina: Vozinha Kirim Pesan Tegas, Tak Takut Hadapi Lionel Messi

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Cape Verde siap menghadapi ujian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka saat menantang juara bertahan Argentina pada babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Pertandingan yang akan berlangsung di Miami Stadium, Miami Gardens, Florida, Amerika Serikat, Sabtu 4 Juli 2026 dini hari WIB itu diprediksi menjadi salah satu laga paling menarik di fase gugur.

Bagi Cape Verde, duel melawan Lionel Messi dan kolega bukan sekadar pertandingan biasa.

Ini merupakan penampilan pertama mereka di fase knockout Piala Dunia sekaligus kesempatan membuktikan bahwa status debutan bukan berarti hanya menjadi pelengkap turnamen.

Kapten sekaligus penjaga gawang Cape Verde, Vozinha, menegaskan timnya datang dengan ambisi besar.

Meski berstatus underdog, mereka tidak memiliki niat bermain bertahan demi mengejar hasil imbang.

“Kami tidak datang ke sini untuk mengamankan hasil imbang. Kami selalu bermain untuk menang,” kata Vozinha, dikutip dari Goal.

Cetak Sejarah, Cape Verde Ukir Rekor di Piala Dunia 2026

Cape Verde menjadi salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.

Negara kepulauan kecil di Afrika itu berhasil menembus babak 32 besar untuk pertama kalinya sepanjang sejarah keikutsertaan mereka.

Lebih impresif lagi, Blue Sharks lolos tanpa sekalipun menelan kekalahan pada fase grup.

Mereka mengawali turnamen dengan menahan imbang Spanyol tanpa gol, kemudian bermain 2-2 melawan Uruguay, sebelum memastikan tiket ke fase gugur usai bermain imbang 0-0 menghadapi Arab Saudi.

Rangkaian hasil tersebut mengantarkan Cape Verde finis sebagai runner-up Grup H dan mencatat sejarah sebagai salah satu negara debutan paling sukses di Piala Dunia edisi kali ini.

Vozinha mengaku pencapaian tersebut bahkan melampaui ekspektasi para pemain.

“Tak seorang pun dari kami membayangkan bisa sampai sejauh ini. Banyak orang mungkin berpikir kami tidak akan memenangkan satu pertandingan pun. Namun kami percaya dengan kualitas yang kami miliki,” ujar kiper veteran tersebut.

Lionel Messi Jadi Tantangan Terbesar

Lolos ke fase gugur langsung mempertemukan Cape Verde dengan lawan yang sangat berat, yakni Argentina, sang juara bertahan yang dipimpin Lionel Messi.

Meski demikian, situasi tersebut justru menjadi motivasi tambahan bagi seluruh pemain.

Menurut Vozinha, menghadapi Messi merupakan mimpi bagi hampir semua pesepak bola. Namun, setelah peluit pertandingan dibunyikan, Cape Verde tetap akan berjuang mengejar kemenangan.

“Bermain melawan Argentina dan Lionel Messi adalah mimpi setiap pemain sepak bola. Tetapi kami tetap ingin bersaing dan memberikan perlawanan terbaik,” ucapnya.

Tak Ingin Sekadar Bertahan

Sepanjang fase grup, Cape Verde dikenal tampil disiplin dalam bertahan sekaligus berani membangun serangan ketika memiliki peluang.

Karakter permainan tersebut dipastikan tidak akan berubah saat menghadapi Argentina.

Vozinha menilai timnya telah menunjukkan kualitas yang cukup untuk bersaing dengan negara-negara besar.

“Kami berasal dari negara kecil, tetapi kami tahu bagaimana bersaing. Banyak orang meragukan kualitas pemain Cape Verde, namun kami telah membuktikan bahwa kami layak berada di level ini dan mampu bersaing di kompetisi terbesar,” tegasnya.

Keberhasilan Cape Verde melangkah hingga fase gugur menjadi salah satu kisah paling inspiratif di Piala Dunia 2026.

Kini, mereka berpeluang menciptakan kejutan yang lebih besar apabila mampu menghentikan langkah sang juara bertahan.

Di atas kertas Argentina memang lebih diunggulkan. Namun dengan modal belum terkalahkan sepanjang fase grup, Cape Verde bertekad menulis babak baru dalam sejarah sepak bola negaranya.(*)




Tanjung Verde Tak Terkalahkan, Amankan Tiket 32 Besar dan Tantang Argentina

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Tanjung Verde menorehkan sejarah baru dalam debutnya di Piala Dunia.

Hasil imbang tanpa gol melawan Arab Saudi pada laga terakhir Grup H di Houston Stadium, Sabtu 27 Juni 2026 pagi WIB, cukup mengantar Blue Sharks melaju ke babak 32 besar sebagai runner-up grup.

Tambahan satu poin membuat wakil Afrika itu mengakhiri fase grup dengan koleksi poin yang cukup untuk mengamankan posisi kedua klasemen.

Sebaliknya, Arab Saudi harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat setelah gagal meraih kemenangan yang menjadi syarat mutlak untuk lolos.

Laga berlangsung hati-hati sejak menit awal. Kedua tim memilih bermain disiplin dan tidak terburu-buru menyerang sehingga peluang berbahaya nyaris tidak terlihat pada 15 menit pertama.

Tanjung Verde mulai menemukan ritme permainan memasuki pertengahan babak pertama.

Willy Semedo menjadi ancaman pertama melalui tendangan keras dari luar kotak penalti yang memaksa Mohammed Al Owais melakukan penyelamatan penting.

Semedo kembali memperoleh peluang emas beberapa menit kemudian.

Memanfaatkan bola liar di depan gawang, ia melepaskan tendangan voli, tetapi bola masih meluncur tipis di sisi gawang Arab Saudi.

Di saat yang sama, hasil pertandingan lain di Grup H memperlihatkan Spanyol unggul atas Uruguay.

Situasi itu membuat Tanjung Verde berada di jalur yang tepat untuk mengamankan tiket ke fase gugur, asalkan mampu mempertahankan hasil imbang.

Selepas turun minum, Blue Sharks tampil lebih percaya diri. Kombinasi permainan cepat di lini tengah beberapa kali mampu membongkar pertahanan Arab Saudi.

Peluang terbaik hadir melalui Jamiro Monteiro yang berdiri bebas di dalam kotak penalti.

Namun, penyelesaian akhirnya kurang maksimal sehingga bola dengan mudah diamankan Al Owais.

Arab Saudi berusaha meningkatkan intensitas serangan demi mengejar kemenangan.

Akan tetapi, rapatnya lini pertahanan Tanjung Verde membuat Green Falcons kesulitan menciptakan peluang bersih sepanjang babak kedua.

Menjelang laga usai, Tanjung Verde hampir mencuri kemenangan. Sundulan Nuno da Costa menyambut umpan silang hanya melenceng tipis dari gawang Arab Saudi.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap bertahan 0-0. Hasil tersebut sudah cukup bagi Tanjung Verde untuk mengukir salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah sepak bola mereka.

Blue Sharks menutup fase grup tanpa sekalipun menelan kekalahan serta mencatat dua clean sheet.

Mereka juga menjadi salah satu tim debutan yang langsung mampu menembus fase gugur Piala Dunia, sebuah pencapaian yang mempertegas perkembangan pesat sepak bola negara kepulauan di Afrika tersebut.

Tantangan yang lebih berat kini sudah menanti. Pada babak 32 besar, Tanjung Verde akan menghadapi juara bertahan Argentina.

Pertemuan itu diprediksi menjadi ujian terbesar sekaligus kesempatan bagi Blue Sharks untuk kembali menciptakan kejutan di panggung sepak bola dunia.

Susunan pemain:

Tanjung Verde: Vozinha; Wagner Pina, Roberto Lopes, Diney Borges, Joao Paulo; Kevin Pina; Ryan Mendes, Deroy Duarte, Jamiro Monteiro, Willy Semedo; Dailon Liveramento.

Pelatih: Bubista.

Arab Saudi: Mohammed Al Owais; Saud Abdulhamid, Abdulelah Al Amri, Hassan Al Tambakti, Nawaf Al-Boushail; Mohamed Kanno, Nasser Al-Dawsari, Abdullah Alkhaibari; Sultan Mandash, Firas Al-Buraikan, Salem Al-Dawsari.

Pelatih: Georgios Donis.(*)




Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026: Dini Hari Nanti Belanda vs Swedia, Besok Jepang vs Tunisia

SEPUCUKJAMBI.ID – Persaingan di fase grup Piala Dunia 2026 terus memanas seiring berjalannya pertandingan di tiga negara tuan rumah, yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada.

Sejumlah hasil mengejutkan mulai tercipta, sementara beberapa laga besar masih akan menentukan nasib tim di klasemen.

Salah satu laga yang paling disorot pada matchday 2 adalah duel Spanyol vs Arab Saudi di Grup H yang akan digelar di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, pada Minggu 21 Juni 2026 pukul 23.00 WIB.

Spanyol datang dengan tekanan besar setelah hanya bermain imbang tanpa gol melawan Cape Verde di laga pembuka.

Performa lini serang La Roja menjadi sorotan karena gagal memaksimalkan dominasi penguasaan bola dalam beberapa laga terakhir, termasuk saat uji coba sebelum turnamen.

Di sisi lain, Arab Saudi tampil lebih percaya diri usai menahan Uruguay 1-1. Hasil tersebut membuat The Green Falcons dipandang sebagai tim yang berpotensi memberi kejutan di grup ini.

HASIL SEMENTARA PIALA DUNIA 2026

Sejumlah pertandingan fase grup telah selesai dimainkan di berbagai grup, dengan beberapa tim unggulan mulai menunjukkan dominasi seperti Brasil, Jerman, dan Inggris.

Brasil sendiri tampil meyakinkan di Grup C setelah menang 3-0 atas Haiti, sementara Maroko dan Skotlandia juga bersaing ketat di papan atas grup yang sama.

HASIL & JADWAL PERTANDINGAN GRUP:

GRUP A

Hasil:

  • Meksiko 1-0 Afrika Selatan
  • Korea Selatan 1-2 Republik Ceko
  • Republik Ceko 1-1 Afrika Selatan
  • Meksiko 1-0 Korea Selatan

Jadwal Selanjutnya:

  • Republik Ceko vs Meksiko — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB
  • Afrika Selatan vs Korea Selatan — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 08.00 WIB

GRUP B

Hasil:

  • Kanada 1-1 Bosnia & Herzegovina
  • Qatar 1-1 Swiss
  • Swiss 4-1 Bosnia & Herzegovina
  • Kanada 6-0 Qatar

Jadwal Selanjutnya:

  • Swiss vs Kanada — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Bosnia & Herzegovina vs Qatar — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 02.00 WIB

GRUP C

Hasil:

  • Brasil 1-1 Maroko
  • Haiti 0-1 Skotlandia
  • Skotlandia 0-1 Maroko
  • Brasil 3-0 Haiti

Jadwal Selanjutnya:

  • Skotlandia vs Brasil — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB
  • Maroko vs Haiti — Kamis, 25 Juni 2026 pukul 05.00 WIB

GRUP D

Hasil:

  • Amerika Serikat 4-1 Paraguay
  • Australia 2-0 Turki
  • Amerika Serikat 2-0 Australia
  • Turki 0-1 Paraguay

Jadwal Selanjutnya:

  • Turki vs Amerika Serikat — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB
  • Paraguay vs Australia — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 09.00 WIB

GRUP E

Hasil:

  • Jerman 7-1 Curaçao
  • Pantai Gading 1-0 Ekuador

Jadwal Selanjutnya:

  • Jerman vs Pantai Gading — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Ekuador vs Curaçao — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Curaçao vs Pantai Gading — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Ekuador vs Jerman — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 03.00 WIB

GRUP F

Hasil:

  • Belanda 2-2 Jepang
  • Swedia 5-1 Tunisia

Jadwal Selanjutnya:

  • Belanda vs Swedia — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 01.00 WIB
  • Tunisia vs Jepang — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 11.00 WIB
  • Jepang vs Swedia — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB
  • Tunisia vs Belanda — Jumat, 26 Juni 2026 pukul 06.00 WIB

GRUP G

Hasil:

  • Belgia 1-1 Mesir
  • Iran 2-2 Selandia Baru

Jadwal Selanjutnya:

  • Belgia vs Iran — Senin, 22 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Selandia Baru vs Mesir — Senin, 22 Juni 2026 pukul 08.00 WIB
  • Mesir vs Iran — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Selandia Baru vs Belgia — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 10.00 WIB

GRUP H

Hasil:

  • Spanyol 0-0 Tanjung Verde
  • Arab Saudi 1-1 Uruguay

Jadwal Selanjutnya:

  • Spanyol vs Arab Saudi — Minggu, 21 Juni 2026 pukul 23.00 WIB
  • Uruguay vs Tanjung Verde — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 05.00 WIB
  • Tanjung Verde vs Arab Saudi — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Uruguay vs Spanyol — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 07.00 WIB

GRUP I

Hasil:

  • Prancis 3-1 Senegal
  • Irak 1-4 Norwegia

Jadwal Selanjutnya:

  • Prancis vs Irak — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 04.00 WIB
  • Norwegia vs Senegal — Selasa, 23 Juni 2026 pukul 07.00 WIB
  • Norwegia vs Prancis — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 02.00 WIB
  • Senegal vs Irak — Sabtu, 27 Juni 2026 pukul 02.00 WIB

GRUP J

Hasil:

  • Argentina 3-0 Aljazair
  • Austria 3-1 Yordania

Jadwal Selanjutnya:

  • Argentina vs Austria — Senin, 22 Juni 2026 pukul 01.00 WIB
  • Yordania vs Aljazair — Senin, 22 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Aljazair vs Austria — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB
  • Yordania vs Argentina — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 09.00 WIB

GRUP K

Hasil:

  • Portugal 1-1 Kongo
  • Uzbekistan 1-3 Kolombia

Jadwal Selanjutnya:

  • Portugal vs Uzbekistan — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 00.00 WIB
  • Kolombia vs Kongo — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 10.00 WIB
  • Kolombia vs Portugal — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 06.30 WIB
  • Kongo vs Uzbekistan — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 06.30 WIB

GRUP L

Hasil:

  • Inggris 4-2 Kroasia
  • Ghana 1-0 Panama

Jadwal Selanjutnya:

  • Inggris vs Ghana — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 03.00 WIB
  • Panama vs Kroasia — Rabu, 24 Juni 2026 pukul 06.00 WIB
  • Kroasia vs Ghana — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 04.00 WIB
  • Panama vs Inggris — Minggu, 28 Juni 2026 pukul 04.00 WIB

JADWAL FASE GUGUR

  • 32 Besar: 29 Juni – 4 Juli 2026
  • 16 Besar: 5 – 8 Juli 2026
  • Perempat Final: 10 – 12 Juli 2026
  • Semifinal: 15 – 16 Juli 2026
  • Perebutan tempat ketiga: 19 Juli 2026
  • Final: 20 Juli 2026.(*)



Skuad Final Argentina Piala Dunia 2026 Resmi Dirilis, Lionel Messi Masih Memimpin

SEPUCUKJAMBI.ID – Argentina akhirnya resmi merilis daftar 26 pemain yang akan dibawa ke Piala Dunia 2026.

Pelatih Lionel Scaloni memastikan Lionel Messi tetap masuk dalam skuad utama Albiceleste untuk turnamen yang berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut.

Pengumuman skuad final dilakukan pada Jumat waktu setempat setelah sebelumnya Scaloni menyeleksi lebih dari 50 pemain dalam daftar sementara.

Kepastian masuknya Lionel Messi langsung menjadi perhatian publik sepak bola dunia.

Jika benar tampil nanti, bintang Inter Miami itu akan mencatat sejarah sebagai pemain yang tampil dalam enam edisi Piala Dunia berbeda.

Sebelumnya, Messi sudah memperkuat Argentina di Piala Dunia 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.

Puncaknya terjadi di Qatar saat ia berhasil membawa Argentina menjadi juara dunia dan mengakhiri penantian panjang sejak gelar terakhir tahun 1986.

Meski sempat diragukan akibat kondisi kebugarannya, Messi tetap dipercaya menjadi bagian penting dalam skuad Lionel Scaloni.

Pemain berusia 38 tahun itu sebelumnya diketahui mengalami masalah hamstring dan sempat ditarik keluar lebih cepat saat membela Inter Miami.

Namun pengalaman, kualitas, dan pengaruh besar Messi di ruang ganti membuat Scaloni tetap memasukkan sang kapten dalam daftar final.

Selain Messi, Argentina juga masih diperkuat sejumlah pemain inti yang menjadi tulang punggung saat menjuarai Piala Dunia 2022 lalu.

Di sektor pertahanan, nama Cristian Romero, Lisandro Martinez, Nicolas Otamendi, hingga Nahuel Molina kembali dipercaya menjaga lini belakang Albiceleste.

Sementara lini tengah tetap diisi pemain-pemain berpengalaman seperti Rodrigo De Paul, Alexis Mac Allister, Enzo Fernandez, Leandro Paredes, dan Giovani Lo Celso.

Untuk lini serang, Argentina membawa kombinasi pemain muda dan senior yang sedang tampil impresif bersama klub masing-masing.

Julian Alvarez, Lautaro Martinez, Thiago Almada, Giuliano Simeone, hingga Nico Paz diproyeksikan menjadi pendamping Messi di lini depan.

Di bawah mistar gawang, Emiliano Martinez masih menjadi pilihan utama setelah tampil konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

Meski demikian, ada beberapa nama yang harus tersingkir dari skuad akhir.

Franco Mastantuono, Gianluca Prestianni, dan Marcos Acuna dipastikan tidak masuk daftar pemain yang dibawa ke Piala Dunia 2026.

Dengan komposisi pemain yang cukup lengkap dan berpengalaman, Argentina kembali disebut sebagai salah satu kandidat kuat juara dunia pada edisi kali ini.

Berikut daftar lengkap skuad Argentina untuk Piala Dunia 2026:

Kiper:
Emiliano Martinez (Aston Villa), Geronimo Rulli (Olympique Marseille), Juan Musso (Atletico Madrid)

Bek:
Leonardo Balerdi (Olympique Marseille), Nicolas Tagliafico (Olympique Lyon), Gonzalo Montiel (River Plate), Lisandro Martinez (Manchester United), Cristian Romero (Tottenham Hotspur), Nicolas Otamendi (Benfica), Facundo Medina (Olympique Marseille), Nahuel Molina (Atletico Madrid)

Gelandang:
Leandro Paredes (Boca Juniors), Rodrigo De Paul (Inter Miami), Valentin Barco (Racing Strasbourg), Giovani Lo Celso (Real Betis), Exequiel Palacios (Bayer Leverkusen), Alexis Mac Allister (Liverpool), Enzo Fernandez (Chelsea)

Penyerang:
Julian Alvarez (Atletico Madrid), Lionel Messi (Inter Miami), Nico Gonzalez (Atletico Madrid), Thiago Almada (Atletico Madrid), Giuliano Simeone (Atletico Madrid), Nico Paz (Como), Juan Manuel Lopez (Palmeiras), Lautaro Martinez (Inter Milan)(*)