Waspada Campak: Ini Tanda-Tanda yang Harus Diketahui Orang Tua di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai gejala awal campak pada anak seiring potensi lonjakan kasus sepanjang 2026.

Beberapa ciri-ciri campak yang paling umum antara lain:

  • Demam tinggi mendadak
  • Ruam kemerahan pada kulit yang biasanya muncul pertama di wajah dan menyebar ke tubuh
  • Batuk dan pilek yang berlangsung beberapa hari
  • Mata merah dan berair
  • Kelelahan atau malas makan pada anak

 “Orang tua harus segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala seperti demam, ruam, batuk, pilek, dan mata merah. Penanganan cepat bisa mencegah komplikasi serius,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jambi, Ike Silviana.

Selain mengamati gejala, pemerintah mendorong anak-anak melengkapi imunisasi campak rubela (MR) sesuai jadwal: usia 9 bulan, 18 bulan, dan pra-sekolah/sekolah dasar.

Stok vaksin MR dijamin aman di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan di Provinsi Jambi.

Dinas Kesehatan bekerja sama dengan seluruh kabupaten/kota untuk melakukan edukasi masyarakat tentang gejala campak dan pencegahannya.

Termasuk menjaga kebersihan, cukup gizi, istirahat, serta penggunaan masker saat sakit.

Jika ditemukan kasus yang mengarah ke Kejadian Luar Biasa (KLB), pemerintah siap melakukan imunisasi massal (Outbreak Response Immunization) dalam waktu maksimal tujuh hari.

Rumah sakit diminta meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan deteksi dini dan perawatan pasien sesuai standar, termasuk isolasi minimal tujuh hari sejak munculnya ruam dan pemberian vitamin A.

“Segera laporkan kepada RT, RW, kelurahan, atau puskesmas jika ada anak yang mengalami gejala campak,” tambah Ike Silviana.

Langkah ini diharapkan bisa meminimalisir risiko penyebaran campak di Jambi, sekaligus memastikan anak-anak tetap sehat dan terlindungi dari penyakit menular.(*)




Komitmen Kendalikan Stunting, Wawako Diza Hazra Sebut ‘Genting’ Simbol Gotong Royong Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha secara resmi membuka kegiatan Konsolidasi Tim Pengendalian Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) Kota Jambi Tahun 2025, Rabu (29/10/2025), di Aula Bappeda Kota Jambi.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran perangkat daerah, camat se-Kota Jambi, serta para relawan Genting.

Acara ini menjadi langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka stunting di daerah.

Ketua Pelaksana, Mulyadi, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi terus berkomitmen menurunkan angka stunting melalui berbagai strategi terpadu.

Salah satu langkah nyata yang dilakukan yaitu Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting).

“Gerakan ini merupakan wujud gotong royong sosial, mengajak ASN, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama membantu keluarga berisiko stunting,” ujarnya.

Ia menambahkan, kegiatan ini berlandaskan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 dan Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 423 Tahun 2025 tentang Pembentukan Tim Pengendali Genting.

Tujuannya, menyatukan langkah tim pengendali, mengoptimalkan peran lintas sektor, serta mengidentifikasi kendala dan solusi di tingkat kota, kecamatan, dan kelurahan.

Mulyadi memaparkan, pelaksanaan program Genting dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025.

Berdasarkan data per 21 Oktober 2025, dari target 1.474 sasaran, realisasi penerima bantuan telah mencapai 2.172 sasaran.

“Capaian kita sudah melebihi target. Ini menunjukkan pelaksanaan Gerakan Genting berjalan baik, namun upaya pencegahan stunting harus terus ditingkatkan,” katanya.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha menyebut Gerakan Genting sebagai simbol gotong royong sosial seluruh elemen masyarakat dalam menekan angka stunting di Kota Jambi.

“Paket bantuan berisi beras premium, telur, dan susu disalurkan secara terukur. Saya minta pendataan dan penyaluran dilakukan transparan dan terdokumentasi dengan baik,” tegasnya.

Diza juga menegaskan, masyarakat dapat melaporkan jika ada penyaluran bantuan yang tidak tepat sasaran, dengan catatan laporan disertai bukti yang valid agar bisa segera ditindaklanjuti.

Diza turut menyampaikan hasil intervensi bidang kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi, tercatat 301 ibu hamil (5,62%) mengalami kekurangan energi kronis, sementara 9,72% mengalami anemia.

Program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal telah menjangkau 1.470 penerima manfaat, terdiri atas 458 balita gizi berkurang, 411 balita berat badan kurang, 350 balita berat badan tidak naik, dan 251 ibu hamil KEK.

“Pencegahan anemia dan kekurangan energi kronis harus disertai pemeriksaan darah rutin. Puskesmas akan kami arahkan untuk pemeriksaan berkala agar kondisi ibu dan anak tetap sehat,” ujarnya.

Diza menambahkan, program Genting akan diperluas ke organisasi kepemudaan dan organisasi wanita agar dampaknya semakin besar.

“Kita ingin memastikan ibu hamil sehat agar dapat melahirkan generasi berkualitas dan bebas stunting,” pungkasnya.(*)