Iran Peringatkan Provokasi Israel dan Sekutu Barat Saat Gelombang Protes Meluas

SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa negaranya wajib menempuh jalan keadilan untuk melindungi rakyat dari upaya pihak-pihak yang ingin menciptakan kerusuhan, baik di dalam maupun luar negeri.

Pernyataan itu disampaikan Sabtu (31/1/2026) melalui kantor berita semi-resmi Tasnim.

Pezeshkian menekankan pentingnya membedakan antara protes damai dan usaha untuk menabur perpecahan.

“Kita wajib mendengarkan para pengunjuk rasa damai, namun ada pihak yang berupaya memanfaatkan gelombang protes untuk memecah belah bangsa,” ujarnya.

Presiden menyoroti upaya musuh, termasuk Israel dan sekutunya di Barat, yang berulang kali mencoba menghasut kerusuhan dan memanfaatkan tuntutan sosial agar berubah menjadi kekerasan, penghancuran properti, dan serangan terhadap pasukan keamanan.

“Kami harus memberikan kedaulatan kepada rakyat dan melibatkan mereka dalam pengambilan keputusan, sambil tetap waspada terhadap upaya mengubah protes menjadi hasutan,” tambah Pezeshkian.

Ia menekankan bahwa pelayanan tulus kepada warga menjadi benteng utama melawan infiltrasi musuh.

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Tehran dan Washington.

Beberapa pekan terakhir, Presiden AS Donald Trump menyebut bahwa “armada besar” sedang bergerak ke Iran dan menyerukan negosiasi dengan Tehran.

Pemerintah Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS akan direspons secara cepat dan komprehensif, sambil tetap menyatakan terbuka untuk pembicaraan yang dianggap “adil, seimbang, dan tidak memaksa.”(*)




AS Minta Indonesia Beli Drone Maritim dalam Negosiasi Tarif, Geopolitik Ikut Terseret

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Amerika Serikat (AS) disebut meminta Indonesia membeli drone pengawasan maritim buatan AS sebagai bagian dari pembicaraan dalam negosiasi tarif perdagangan bilateral antara kedua negara.

Permintaan ini memicu perdebatan karena dianggap mencampurkan isu perdagangan dengan pertahanan dan geopolitik.

Informasi ini dilaporkan media internasional yang mengutip dokumen pembicaraan pejabat AS dan Indonesia.

Dalam dokumen tersebut, Washington menawarkan penurunan tarif impor Indonesia dari 32 persen menjadi 19 persen di sejumlah produk, dengan catatan adanya komitmen untuk mengakuisisi drone maritim yang dapat meningkatkan kemampuan pengawasan laut, termasuk patroli perairan dan pemantauan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).

Kesepakatan final tarif dijadwalkan diteken pada Januari 2026, bertepatan dengan lawatan Presiden RI Prabowo Subianto ke AS untuk bertemu Presiden Donald Trump.

Namun, negosiasi ini juga menyentuh isu lain di luar perdagangan.

Dokumen tertanggal 10 Oktober 2025 menyebut bahwa AS meminta Indonesia menyesuaikan sikap terkait Laut China Selatan, termasuk komitmen untuk melindungi hak kedaulatan, memastikan keselarasan dengan hukum internasional, serta meningkatkan kerja sama regional.

Permintaan ini dinilai sensitif karena Indonesia menegaskan posisi bebas aktif dan tidak menjadi pihak dalam sengketa klaim teritorial di Laut China Selatan, meskipun memiliki kepentingan strategis di Natuna Utara.

Menanggapi hal ini, Kementerian Pertahanan RI (Kemenhan) menegaskan bahwa setiap pengadaan alutsista, termasuk drone maritim, didasarkan pada kepentingan nasional dan kebutuhan operasional, bukan tekanan dari negara lain.

Pemerintah juga menegaskan bahwa posisi Indonesia terkait Laut China Selatan tetap berlandaskan UNCLOS 1982 dan prinsip diplomasi damai.

Pengamat menilai, permintaan AS mencerminkan upaya Washington memperkuat pengaruh di Indo-Pasifik melalui kombinasi instrumen ekonomi dan keamanan.

Sementara itu, Indonesia menghadapi tantangan menyeimbangkan kepentingan perdagangan dengan kedaulatan kebijakan luar negeri dan pertahanan.

Perkembangan negosiasi ini diperkirakan akan terus menjadi perhatian publik, mengingat implikasinya tidak hanya bagi hubungan dagang Indonesia–AS, tetapi juga bagi dinamika geopolitik kawasan.(*)




Waduh! Presiden Venezuela Nicolas Maduro Ditangkap Militer AS

SEPUCUKJAMBI.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengunggah klaim mengejutkan bahwa Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, telah ditangkap oleh militer AS, Sabtu (03/01/2026).

Pernyataan ini muncul bersamaan dengan laporan serangan besar-besaran AS ke sejumlah fasilitas militer di Venezuela.

Trump menulis di media sosial Truth Social:

“Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS. Detail lebih lanjut akan menyusul. Akan ada konferensi pers hari ini pukul 11 pagi, di Mar-a-Lago.”

Mar-a-Lago adalah resor milik Trump di Florida, AS, yang biasa digunakan untuk pertemuan politik dan konferensi pers.

Sehari sebelum pengumuman Trump, militer AS dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi strategis di Caracas, ibu kota Venezuela.

Saksi mata melaporkan ledakan terdengar di beberapa titik, termasuk di La Carlota, lapangan terbang militer, dan Fuerte Tiuna, pangkalan militer utama.

Beberapa video yang beredar di media sosial juga menunjukkan kepulan asap dan ledakan besar.

Akibat ledakan, beberapa permukiman di dekat pusat militer mengalami pemadaman listrik, dan terdapat laporan belum terkonfirmasi tentang aktivitas pesawat di atas kota.

Pemerintah Venezuela belum mengonfirmasi penangkapan Maduro maupun Cilia Flores.

Wakil Presiden Delcy Rodríguez menegaskan pemerintahannya tidak mengetahui keberadaan keduanya dan menuntut bukti nyata dari AS.

Dalam pernyataan resmi, pemerintah Venezuela mengecam serangan tersebut:

“Venezuela menolak, menyangkal, dan mengecam agresi militer yang sangat serius yang dilakukan Pemerintah Amerika Serikat saat ini terhadap wilayah Venezuela.”

Maduro dilaporkan menandatangani dekrit keadaan darurat nasional, menyebut serangan AS sebagai upaya untuk merebut sumber daya minyak dan mineral negara itu.

Ia memerintahkan seluruh rencana pertahanan nasional dijalankan dan meminta mobilisasi kekuatan sosial serta politik untuk menghadapi “serangan imperialis ini”.

Sebelumnya, Trump pernah menawarkan hadiah US$50 juta (setara Rp649 miliar) bagi siapa pun yang memberikan informasi untuk menangkap Maduro, sambil meningkatkan kehadiran militer AS di kawasan tersebut dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut laporan CBS News, klaim penangkapan disinyalir dilakukan oleh Delta Force, unit kontraterorisme militer AS.

Meskipun detail operasi, lokasi penahanan, dan kondisi Maduro masih belum dikonfirmasi.(*)




Drawing Piala Dunia 2026: Jadi Kejutan Bagi Tim-tim Besar, Tak Mudah Bagi Brasil dan Perancis!

SEPUCUKJAMBI.ID  – Pengundian fase grup Piala Dunia 2026 resmi selesai digelar pada Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB di Gedung John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat.

Edisi 2026 menjadi turnamen terbesar dalam sejarah dengan format baru, berisi 48 peserta dan digelar di tiga negara: Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Acara drawing berlangsung meriah dengan kehadiran Presiden AS Donald Trump, PM Kanada Mark Carney, Presiden Meksiko Claudia Scheinbaum, serta Presiden FIFA Gianni Infantino.

Sejumlah pesohor dunia seperti Kevin Hart, Heidi Klum, Andrea Bocelli, Nicole Scherzinger, dan Robbie Williams turut tampil memeriahkan acara.

FIFA menunjuk legenda Inggris Rio Ferdinand sebagai konduktor utama undian, didampingi jurnalis internasional Samantha Johnson.

Hasil drawing menciptakan sejumlah grup berat, dengan Brasil dan Prancis menjadi dua negara unggulan yang langsung mendapat tantangan besar.

• Grup C – Brasil, Maroko, Haiti, Skotlandia

Brasil harus bersaing dengan semifinalis Piala Dunia 2022, Maroko, ditambah Skotlandia yang sedang dalam performa impresif.

Haiti, yang kembali setelah 50 tahun absen, diprediksi kesulitan menghadapi kekuatan trio tersebut.

• Grup F – Prancis, Senegal, Norwegia, Pemenang Play-off 2 (Irak/Bolivia/Suriname)

Prancis mendapat salah satu grup paling menantang. Mereka harus menghadapi:

  • Senegal — juara Afrika yang pernah menumbangkan Prancis pada laga pembuka Piala Dunia 2002.
  • Norwegia — diperkuat mesin gol dunia Erling Haaland.
  • Satu tim tambahan dari jalur playoff.

Les Bleus tetap favorit, namun jalan mereka jauh dari mudah.

Tiga tuan rumah AS, Kanada, Meksiko masuk Pot 1 meski ranking FIFA tidak berada di posisi 12 besar.

Tim unggulan lain seperti Argentina, Inggris, Brasil, dan Spanyol juga masuk pot teratas berdasarkan ranking FIFA per 19 November 2025.

Aturan FIFA dalam undian:

  • Tim dari pot yang sama tidak boleh bertemu di fase grup.
  • Negara dari konfederasi yang sama dilarang satu grup, kecuali UEFA yang memiliki peserta lebih banyak.

Enam peserta tambahan dari jalur playoff akan melengkapi Pot 4 pada Maret 2026.

Jadwal & Lokasi Pertandingan

Piala Dunia 2026 berlangsung 11 Juni – 19 Juli. Adapun tempat gelarannya yakni:

  • Meksiko: 13 laga termasuk pertandingan pembuka.
  • Kanada: 13 laga.
  • Amerika Serikat: 78 laga termasuk perempat final hingga final.

Meksiko menjadi negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia putra sebanyak tiga kali (1970, 1986, 2026).

AS terakhir menjadi tuan rumah pada 1994, sedangkan Kanada baru pertama kali menggelar turnamen putra.(*)




China Ancam Negara-negara yang Lakukan Negosiasi Tarif Trump

Jakarta — Pemerintah China mengeluarkan pernyataan keras terhadap negara-negara yang memilih bernegosiasi dengan Amerika Serikat terkait perang tarif impor Trump yang dipicu oleh kebijakan Presiden Donald Trump.

Trump diketahui telah memberlakukan tarif dasar impor sebesar 10 persen bagi hampir semua negara, namun khusus untuk China, tarifnya naik drastis hingga 145 persen, bahkan mencapai 245 persen dalam bentuk tarif timbal balik (reciprocal). Sebagai respons, Beijing juga menerapkan tarif hingga 125 persen untuk produk-produk asal AS.

China pun memperingatkan keras negara-negara lain agar tidak ikut campur atau menjalin kesepakatan dagang dengan AS yang bisa merugikan China.

“Pelunakan tidak akan mendatangkan perdamaian, dan kompromi amat tidak terhormat,” ujar juru bicara Kementerian Perdagangan China, dikutip dari AFP.

Baca juga:  Perang Dunia Ketiga Bisa Pecah! Zelensky Ogah Minta Maaf ke Trump

Baca juga:  Kenaikan Tarif AS 32%: Apa Dampaknya Bagi Indonesia?

Pernyataan itu disampaikan menyusul langkah sejumlah negara yang membuka pintu negosiasi dengan pemerintahan Trump.”Mendahulukan kepentingan pribadi yang bersifat sementara dan mengorbankan kepentingan pihak lain, sama saja dengan mencari kulit harimau,” tegasnya lagi.

Di tengah eskalasi ini, Presiden Trump menyatakan bahwa komunikasinya dengan China masih berlangsung.

“Ya, kami sedang berbicara dengan China,” kata Trump, Sabtu (19/4).

“Saya akan mengatakan bahwa mereka telah menghubungi saya beberapa kali,” imbuhnya.

Namun, Trump enggan menjawab lugas apakah ia berkomunikasi langsung dengan Presiden China, Xi Jinping.”Saya tidak pernah mengatakan apakah hal itu terjadi atau tidak. Itu tidak pantas,” tutupnya.

Pemerintah China pun kembali menegaskan bahwa tidak akan ada ruang untuk kesepakatan dagang jika itu merugikan kepentingan nasional mereka. (*)