BPJN Jambi Ungkap Detail Tol Jambi–Rengat Fase I, Panjang 67,45 Km dan Mulai Dibangun 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi memaparkan perkembangan terbaru proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Ruas tol sepanjang 67,45 kilometer itu akan melintasi tiga kabupaten di Provinsi Jambi dan saat ini memasuki tahap percepatan pengadaan lahan.

Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang mengatakan, ruas Tol Jambi–Rengat Fase I akan membentang dari Simpang Ness hingga Merlung. Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Jambi.

Menurut Robert, jalan tol ini akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dibangun melalui empat paket pekerjaan, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B.

“Salah satu paket pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi struktur utama pada ruas tol ini,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan melintasi Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Hingga saat ini, proses pengadaan lahan telah mencapai sekitar 9 persen, mencakup sembilan desa, yakni enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, dua desa di Kabupaten Batanghari, dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BPJN Jambi menargetkan proses pengadaan tanah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan terpenuhi.

Selain pembangunan fisik, BPJN juga memastikan proyek ini memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari pengendalian debu dan kebisingan, perlindungan habitat, keselamatan kerja, hingga penyediaan akses masyarakat melalui pembangunan underpass maupun overpass pada titik-titik yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, pemerintah bersama mitra pendanaan juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian bagi masyarakat terdampak serta membuka mekanisme penyampaian keluhan dan konsultasi secara berkala bersama pemerintah desa dan warga.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh proses persiapan dilakukan secara matang agar pembangunan dapat dimulai sesuai target pada 2027.

Menurutnya, pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang menjadi pelajaran penting, terutama dalam proses pendataan lahan dan koordinasi lintas instansi.

“Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana,” kata Al Haris.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilintasi jalan tol segera menyelesaikan pemetaan desa terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat sebagai dasar percepatan pengadaan tanah.

Al Haris menegaskan, masyarakat yang lahannya terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai hasil penilaian independen sehingga proses pembangunan dapat berjalan adil dan transparan.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJN, BPN, serta mitra pendanaan internasional, proyek Tol Jambi–Rengat Fase I diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi serta konektivitas di Provinsi Jambi.(*)




Maulana Tegaskan Kota Jambi Harus Punya Identitas Budaya, Festival Jambi Elok Nian Jadi Penggerak UMKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. menegaskan Kota Jambi harus memiliki identitas yang kuat sebagai kota budaya di Pulau Sumatera.

Menurutnya, pembangunan Kota Jambi tidak bisa hanya mengandalkan infrastruktur, tetapi juga harus diperkuat melalui karakter budaya Melayu yang menjadi ciri khas daerah.

Hal tersebut disampaikan Maulana saat menghadiri pembukaan Pekan Kebudayaan “Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026” di Anjungan Kota Jambi, Taman Mini Melayu Jambi (Arena Eks MTQ), Kamis 23 Juli 2026 malam.

Maulana mengatakan, Pemerintah Kota Jambi menjadikan “Bahagia Berbudaya” sebagai salah satu program prioritas dalam mewujudkan visi Jambi Bahagia.

Program itu diyakini mampu memperkuat identitas Kota Jambi sekaligus menjadi penggerak ekonomi masyarakat.

“Sebagai ibu kota Provinsi Jambi, kita harus memiliki karakter yang berbeda dari kota-kota lain di Sumatera. Kita tidak perlu meniru kota lain, tetapi memperkuat jati diri melalui budaya Melayu, kuliner, seni, dan pelayanan yang berkualitas,” ujar Maulana.

Menurutnya, keberadaan Jalan Tol Trans Sumatera nantinya akan membuat mobilitas masyarakat semakin mudah. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Kota Jambi agar mampu menjadi tujuan wisata, pusat ekonomi, dan pusat budaya.

Karena itu, festival budaya seperti Jambi Elok Nian 2026 dinilai menjadi media strategis untuk memperkenalkan kekayaan budaya sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Kalau orang datang ke Jambi, mereka harus memiliki alasan untuk singgah. Salah satunya melalui kekayaan budaya Melayu, kuliner khas, produk UMKM, hingga berbagai atraksi seni yang terus kita hidupkan,” katanya.

Maulana menjelaskan, penyelenggaraan festival tersebut juga memberikan ruang bagi seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi untuk menampilkan budaya khas daerah masing-masing.

Ia meyakini kegiatan seperti ini mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus memberikan dampak langsung terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selain itu, Maulana juga berharap kawasan Taman Mini Melayu Jambi dapat dikembangkan menjadi pusat promosi budaya dan oleh-oleh daerah.

Ia mengusulkan agar seluruh anjungan milik pemerintah kabupaten dan kota dapat dikelola langsung oleh masing-masing daerah sehingga aktivitas budaya dan ekonomi bisa berlangsung sepanjang tahun.

“Kami berharap anjungan daerah bisa dikelola oleh pemerintah kabupaten dan kota masing-masing. Dengan begitu, kawasan ini bisa menjadi pusat kuliner, pameran batik, kerajinan, seni budaya, hingga pusat oleh-oleh bagi wisatawan sebelum menuju bandara,” jelasnya.

Usulan tersebut mendapat respons positif dari Gubernur Jambi Al Haris.

Dalam sambutannya, Al Haris menyatakan Pemerintah Provinsi Jambi siap menghibahkan aset anjungan kepada pemerintah kabupaten dan kota sepanjang terdapat pengajuan resmi sebagai dasar administrasi.

“Saya meminta para bupati dan wali kota segera mengajukan surat permohonan agar ada dasar bagi pemerintah provinsi untuk menghibahkan anjungan tersebut sehingga dapat dirawat dan dimanfaatkan lebih maksimal,” kata Al Haris.

Menurut Gubernur, festival budaya tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya Melayu, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi melalui promosi UMKM, kuliner tradisional, batik Jambi, serta berbagai produk kreatif daerah.

Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026 menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya, pameran produk unggulan, kuliner tradisional, hingga stan UMKM dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Pemerintah berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat posisi Kota Jambi sebagai pusat budaya dan ekonomi di Provinsi Jambi.(*)




Pemprov Jambi Minta Dukungan Kemenhub Kembangkan Transportasi Modern dan Kendaraan Listrik

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi mendorong dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat pengembangan transportasi modern dan ramah lingkungan di daerah.

Hal itu disampaikan saat kunjungan kerja Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI ke Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jambi dan Terminal Tipe A Alam Barajo, Kamis 23 Juli 2026.

Gubernur Jambi Al Haris yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jambi, Ariansyah, mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelayanan transportasi sekaligus mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik di Provinsi Jambi.

Menurut Ariansyah, Pemerintah Provinsi Jambi bersama pemerintah kabupaten dan kota berkomitmen menjadikan terminal sebagai simpul utama transportasi yang aman, nyaman, modern, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi berbagai pembenahan yang dilakukan BPTD Kelas II Jambi. Saat ini Terminal Tipe A Alam Barajo jauh lebih baik dibanding beberapa tahun lalu. Fasilitas semakin lengkap, kawasan lebih tertata, bersih, nyaman, dan representatif sebagai pusat pelayanan transportasi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Pemerintah Kota Jambi yang telah menghadirkan layanan bus listrik gratis sebagai bagian dari inovasi transportasi publik ramah lingkungan.

Menurutnya, kehadiran angkutan berbasis listrik menjadi langkah nyata dalam mendukung pembangunan berkelanjutan sekaligus mengurangi emisi karbon di sektor transportasi.

Karena itu, Ariansyah berharap kunjungan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat dapat memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan infrastruktur kendaraan listrik, termasuk penyediaan fasilitas pendukung serta peningkatan layanan transportasi publik di Provinsi Jambi.

“Kami berharap sinergi ini terus diperkuat sehingga masyarakat semakin terdorong menggunakan transportasi umum yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI, Toni Tauladan, menegaskan pembangunan terminal saat ini tidak lagi hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga diarahkan menjadi pusat aktivitas ekonomi melalui konsep Business Terminal.

Menurutnya, terminal modern harus mampu menjadi kawasan terpadu yang menghadirkan ruang usaha, fasilitas publik, area komersial hingga ruang aktivitas masyarakat sehingga memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Kami ingin terminal tidak hanya menjadi tempat naik turun penumpang, tetapi juga menjadi pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat,” katanya.

Toni juga memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah mendukung pengembangan Terminal Alam Barajo melalui penyediaan lahan tambahan untuk pembangunan fasilitas penunjang.

Di sisi lain, Kepala BPTD Kelas II Jambi Benny Nurdin Yusuf menjelaskan berbagai peningkatan fasilitas telah dilakukan di Terminal Alam Barajo, mulai dari pemasangan CCTV, penerangan kawasan, ruang pelayanan, hingga penataan lingkungan terminal.

Selain itu, pihaknya terus meningkatkan penyediaan perlengkapan jalan seperti rambu lalu lintas, marka jalan, dan penerangan jalan umum, termasuk mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan infrastruktur menuju kawasan wisata Kerinci.

Menurut Benny, sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jambi, dan Pemerintah Kota Jambi menjadi faktor penting dalam mewujudkan sistem transportasi yang lebih aman, nyaman, dan berdaya saing.

Melalui kunjungan kerja tersebut, diharapkan pengembangan sektor transportasi di Provinsi Jambi semakin cepat, termasuk peningkatan kualitas pelayanan publik serta pembangunan transportasi yang modern dan berkelanjutan.(*)




Al Haris Buka Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian 2026, Dorong UMKM dan Hibahkan Anjungan ke Daerah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris resmi membuka Pekan Kebudayaan Jambi Elok Nian Kota Jambi 2026 di Anjungan Kota Jambi, Taman Mini Melayu Jambi, Kamis 23 Juli 2026 malam.

Namun, di balik kemeriahan festival budaya itu, Al Haris menyampaikan pesan yang lebih besar: budaya harus mampu menggerakkan ekonomi masyarakat, bukan sekadar menjadi tontonan tahunan.

Dalam sambutannya, Al Haris menegaskan bahwa pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, setiap agenda kebudayaan harus mampu menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat.

“Kalau kita bersyukur, insyaallah Allah akan menambah nikmat yang lainnya. Potensi budaya yang kita miliki harus kita manfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Al Haris.

Festival bertema “Bahagia Berbudaya di Serambi Tanah Pilih Pusako Betuah” itu menghadirkan berbagai pertunjukan seni, kuliner tradisional, produk batik, hingga kerajinan khas dari kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

Budaya Bukan Sekadar Panggung Hiburan

Al Haris menilai kualitas produk lokal Jambi kini semakin kompetitif. Salah satu contohnya adalah batik Jambi yang mulai dikenal di berbagai daerah, termasuk Jakarta.

Karena itu, ia meminta seluruh pelaku UMKM memanfaatkan festival budaya sebagai ruang promosi sekaligus memperluas pasar.

Menurutnya, setiap kegiatan berskala besar akan menciptakan multiplier effect terhadap sektor perdagangan, pariwisata, kuliner, hingga ekonomi kreatif.

“Kalau event besar digelar, hotel ramai, kuliner hidup, UMKM bergerak. Ini yang harus terus kita dorong,” katanya.

Al Haris Siapkan Hibah Anjungan Daerah

Salah satu poin penting yang disampaikan Al Haris adalah rencana menghibahkan seluruh anjungan kabupaten dan kota di kawasan Taman Mini Melayu Jambi kepada masing-masing pemerintah daerah.

Langkah itu, menurutnya, agar setiap daerah memiliki keleluasaan mengelola, merawat, dan mengembangkan anjungan menjadi pusat promosi budaya dan ekonomi.

Namun, hibah tersebut baru bisa dilakukan apabila masing-masing kepala daerah mengajukan permohonan resmi.

“Saya minta para bupati dan wali kota segera membuat surat permohonan. Itu menjadi dasar bagi pemerintah provinsi untuk menghibahkan anjungan agar bisa dirawat dan dikembangkan oleh daerah masing-masing,” tegasnya.

Kota Jambi Harus Jadi Etalase Provinsi

Dalam sesi wawancara, Al Haris menyebut Kota Jambi memiliki posisi strategis sebagai wajah Provinsi Jambi.

Karena itu, ibu kota provinsi dinilai harus mampu menghadirkan pelayanan terbaik, event berkualitas, serta destinasi yang mampu menarik wisatawan dari luar daerah.

Menurutnya, Kota Jambi tidak memiliki ketergantungan terhadap sektor tambang maupun batu bara sehingga sektor jasa, kuliner, budaya, dan pariwisata harus menjadi kekuatan utama.

“Kita punya kuliner yang enak, budaya yang kuat, pelayanan yang baik. Itu yang harus dijual agar orang datang ke Jambi,” ujarnya.

Selain budaya, Al Haris juga menyinggung sejumlah proyek strategis yang tengah dipersiapkan pemerintah, mulai dari pembangunan museum, pelestarian cagar budaya, pemugaran candi, hingga rencana pembangunan jalan tol yang diharapkan meningkatkan konektivitas dan jumlah kunjungan ke Jambi.

Maulana: Jambi Harus Punya Identitas Berbeda

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana mengatakan festival tersebut menjadi bagian dari program prioritas Jambi Bahagia, khususnya melalui konsep Bahagia Berbudaya.

Menurutnya, Kota Jambi harus memiliki identitas yang berbeda dibandingkan kota besar lain di Sumatera.

Dengan semakin terbukanya akses melalui Jalan Tol Trans Sumatera, Kota Jambi harus memperkuat daya tarik melalui budaya Melayu, kuliner, dan pelayanan publik.

Maulana berharap seluruh anjungan daerah nantinya dapat dikelola langsung oleh pemerintah kabupaten dan kota sehingga menjadi pusat promosi budaya, kuliner, batik, serta produk UMKM.

Ia optimistis kawasan Taman Mini Melayu Jambi dapat berkembang menjadi destinasi wisata sekaligus pusat oleh-oleh yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat.(*)




Polemik Stockpile Batubara di Candi Muaro Jambi, Al Haris Tunggu Keputusan Kementerian Kebudayaan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmennya menjaga kelestarian Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) Candi Muaro Jambi di tengah polemik aktivitas stockpile batubara di sekitar kawasan tersebut.

Ia memastikan Pemerintah Provinsi Jambi akan mengikuti seluruh ketentuan yang ditetapkan Kementerian Kebudayaan (Kemenbud), termasuk jika nantinya aktivitas stockpile harus dipindahkan.

Pernyataan itu disampaikan Al Haris menyusul mencuatnya kembali polemik keberadaan stockpile batubara di sekitar kawasan Candi Muaro Jambi setelah Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya (GEMA PB) menyampaikan aspirasi kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka saat kunjungan kerja ke Jambi.

“Saya sudah sampaikan, itu kan sudah diketahui oleh Kemenbud. Bagian dari Candi Muaro Jambi kita itu sudah jelas,” kata Al Haris, Minggu (19/7/2026).

Menurutnya, penataan kawasan Candi Muaro Jambi sepenuhnya mengacu pada pembagian zona inti dan zona penyangga yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

“Kan ada juga zona inti dan ada zona penyangga. Saya selaku gubernur menyerahkan sepenuhnya kepada Kemenbud. Mana yang menjadi zona inti dan mana zona penyangga, itulah yang menjadi pedoman kita,” ujarnya.

Al Haris menegaskan, apabila pemerintah pusat memutuskan aktivitas stockpile batubara harus dipindahkan dari kawasan sekitar Candi Muaro Jambi, Pemerintah Provinsi Jambi siap menjalankan keputusan tersebut.

“Kalau memang mesti kita pindahkan (stockpile batubara), ya tinggal nanti perintah, kita siap untuk memindahkan,” tegasnya.

Ia menekankan keberadaan Candi Muaro Jambi sebagai salah satu situs cagar budaya nasional harus menjadi prioritas dan tidak boleh terganggu oleh aktivitas industri.

“Intinya Candi Muaro Jambi kita tidak boleh terganggu oleh yang namanya industri. Karena itu cagar budaya, cagar dunia,” katanya.

Sebelumnya, Gerakan Mahasiswa Pagar Budaya (GEMA PB) menyampaikan aspirasi kepada Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka terkait aktivitas stockpile batubara yang berada di sekitar kawasan Candi Muaro Jambi.

Dalam pernyataannya, GEMA PB menilai aktivitas tersebut berpotensi mengancam kelestarian situs bersejarah yang menjadi salah satu kawasan cagar budaya terbesar di Asia Tenggara.

Mereka meminta pemerintah pusat mengambil langkah tegas untuk melindungi kawasan Candi Muaro Jambi dari aktivitas yang dinilai dapat merusak nilai sejarah dan budaya.(*)




Sungai Penuh Punya Potensi Besar, Al Haris Targetkan Jadi Destinasi Wisata Budaya Unggulan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris mendorong Kota Sungai Penuh untuk menjadi salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Provinsi Jambi.

Menurutnya, daerah yang berada di kawasan Sakti Alam Kerinci itu memiliki kekayaan budaya, kuliner, serta potensi alam yang besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata nasional.

Hal tersebut disampaikan Al Haris saat membuka Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 dengan tema “Menjaga Warisan Budaya, Menjemput Sungai Penuh Juara” yang digelar di Taman Mini Melayu Jambi (Eks Arena MTQ), Jumat 17 Juli 2026 malam.

Kegiatan tersebut menampilkan berbagai potensi Kota Sungai Penuh, mulai dari budaya, produk unggulan daerah, kuliner khas, hingga potensi pariwisata sebagai bagian dari upaya memperkuat promosi daerah.

Al Haris: Sungai Penuh Punya Modal Besar Jadi Destinasi Wisata Budaya

Dalam sambutannya, Al Haris mengatakan Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya dan alam yang luar biasa sehingga berpeluang besar berkembang menjadi destinasi wisata budaya yang maju.

Menurutnya, potensi tersebut harus terus dikemas secara profesional agar mampu menarik wisatawan sekaligus memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

“Kota Sungai Penuh memiliki kekayaan budaya, kuliner, dan alam yang luar biasa. Potensi ini harus terus dikemas dengan baik agar menjadi daya tarik wisata yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Al Haris.

Ia menilai, keberagaman adat istiadat, seni budaya, kuliner khas, serta produk lokal menjadi kekuatan utama yang dapat memperkuat identitas wisata Sungai Penuh.

Dorong Promosi Wisata Lewat Kalender Event Tahunan

Untuk memperkuat sektor pariwisata daerah, Al Haris meminta seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi memiliki kalender event pariwisata tahunan yang terintegrasi.

Menurutnya, jadwal kegiatan budaya dan pariwisata yang jelas akan membantu pemerintah melakukan promosi lebih awal serta memudahkan wisatawan merencanakan kunjungan.

“Tahun depan kita harus sudah memiliki kalender event yang jelas sehingga promosi bisa dilakukan lebih awal. Dengan demikian masyarakat mengetahui kapan setiap daerah menampilkan potensi terbaiknya, dan wisatawan dapat merencanakan kunjungannya ke Jambi,” katanya.

Jambi Elok Nian Jadi Wadah Promosi Budaya Daerah

Al Haris mengapresiasi penyelenggaraan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 yang menjadi wadah bagi kabupaten dan kota untuk memperkenalkan potensi masing-masing daerah.

Ia mengatakan kegiatan seperti ini penting untuk memperkenalkan kekayaan budaya Jambi sekaligus membuka peluang bagi pelaku ekonomi kreatif dan UMKM lokal.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Jambi berencana menghadirkan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Kebudayaan dalam penyelenggaraan Jambi Elok Nian tahun mendatang agar promosi budaya Jambi semakin luas di tingkat nasional.

Sungai Penuh Punya Kekayaan Budaya hingga Wisata Alam

Sementara itu, Wali Kota Sungai Penuh Alfin menyampaikan bahwa daerahnya memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan pariwisata.

Potensi tersebut meliputi adat istiadat, seni budaya, kuliner, hingga Batik Incung yang merupakan warisan budaya masyarakat Sakti Alam Kerinci.

Selain budaya, Sungai Penuh juga memiliki daya tarik wisata alam berupa udara sejuk, panorama pegunungan, kawasan penyangga Taman Nasional Kerinci Seblat, serta komoditas unggulan seperti kopi Arabika, kayu manis, dan hasil hortikultura yang telah dikenal luas.

Menurutnya, seluruh potensi tersebut terus dikembangkan sebagai identitas daerah sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan industri pariwisata.

Lestarikan Budaya dan Perkuat Identitas Jambi

Selain mendorong pengembangan wisata Sungai Penuh, Al Haris juga mengajak seluruh daerah untuk terus menjaga budaya lokal, termasuk mengembangkan produk khas seperti batik daerah.

Ia menyebut kualitas Batik Jambi terus berkembang dan memiliki nilai budaya yang tinggi sebagai identitas masyarakat Jambi.

“Kita harus bangga memakai batik daerah sendiri. Batik Jambi memiliki motif dan kualitas yang semakin baik sehingga menjadi identitas budaya yang patut kita lestarikan bersama,” ungkapnya.

Al Haris berharap Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 menjadi momentum memperkuat pelestarian budaya, meningkatkan kunjungan wisatawan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata.(*)




Isu Penggusuran Zona Merah Pertamina, Gubernur Jambi: Warga Tidak Perlu Cemas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris meminta masyarakat yang bermukim di kawasan zona merah Pertamina agar tidak panik menyusul beredarnya isu pengosongan permukiman.

Ia menegaskan hingga saat ini belum ada keputusan maupun perintah untuk menggusur warga dari kawasan tersebut.

Menurut Al Haris, pemerintah tidak akan mengambil kebijakan yang merugikan masyarakat tanpa menyiapkan solusi yang jelas.

“Saya sudah bilang dengan teman-teman yang tinggal di zona merah itu tidak usah khawatir, tidak usah cemas. Tidak mungkin pemerintah mengusir masyarakat tanpa solusi,” kata Al Haris, Senin 20 Juli 2026.

Belum Ada Keputusan Pengosongan Kawasan

Al Haris menjelaskan, penetapan kawasan zona merah Pertamina merupakan kewenangan perusahaan sebagai bagian dari upaya menjaga aset dan objek vital nasional.

Namun, menurutnya, penetapan tersebut tidak serta-merta menjadi dasar untuk mengosongkan permukiman warga.

“Pengumuman dari Pertamina itu sah-sah saja. Tapi tidak serta-merta ada perintah mengosongkan. Belum ada. Semua masih berproses,” ujarnya.

Masalah Masih Dibahas Pemerintah Pusat

Gubernur Jambi mengatakan persoalan tersebut saat ini masih dibahas oleh pemerintah pusat.

Bahkan, perwakilan masyarakat yang tinggal di kawasan zona merah telah diundang ke Jakarta untuk mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) bersama komisi terkait sebagai bagian dari upaya mencari solusi terbaik.

Pemerintah Provinsi Jambi masih menunggu hasil pembahasan tersebut sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

Al Haris Siap Cari Solusi Terbaik

Al Haris menegaskan, apabila penyelesaian persoalan zona merah Pertamina nantinya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jambi, dirinya siap mencari solusi terbaik bagi masyarakat.

Menurutnya, selama keberadaan warga tidak mengganggu operasional Pertamina dan aspek keselamatan tetap terjamin, masyarakat seharusnya tidak perlu dipindahkan.

“Kalau nanti pusat melimpahkan kepada saya, saya siap mengurus mereka. Intinya, kalau masyarakat sudah nyaman tinggal di sana dan tidak mengganggu operasional Pertamina, kenapa tidak? Biarlah mereka tetap tinggal di situ,” tegasnya.

Warga Diminta Ikut Menjaga Aset Negara

Al Haris juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga aset dan objek vital milik negara yang berada di kawasan tersebut.

Ia menilai, selama keamanan tetap terjaga dan aktivitas operasional Pertamina berjalan normal, keberadaan warga bukan menjadi persoalan.

“Itu aset negara, mari kita jaga bersama-sama. Sepanjang aman, kenapa tidak? Mereka juga sudah puluhan tahun tinggal di sana dan selama ini tidak ada masalah,” katanya.

Dorong Komunikasi antara Pertamina dan Warga

Menurut Al Haris, persoalan kawasan zona merah dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik antara Pertamina dan masyarakat.

Ia menilai kedua belah pihak memiliki kepentingan yang sama, yakni menjaga keselamatan sekaligus melindungi aset negara tanpa mengabaikan hak-hak masyarakat yang telah lama menetap di kawasan tersebut.

“Pertamina sadar itu warga Indonesia, masyarakat juga sadar itu aset negara. Kalau saling memahami, saya kira tidak ada masalah,” tutupnya.(*)




Wapres Gibran Dorong Percepatan Tol Trans Sumatra, Ruas Palembang-Jambi Jadi Penghubung Ekonomi Baru

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) yang dikelola PT Hutama Karya (Persero), Kamis 16 Juli 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Gibran meninjau langsung perkembangan pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung serta Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi yang menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas antarwilayah di Pulau Sumatra.

Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan penyelesaian infrastruktur jalan tol sebagai penggerak mobilitas masyarakat, distribusi logistik, dan pertumbuhan ekonomi regional.

Turut mendampingi Wakil Presiden dalam peninjauan tersebut, Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru, Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Bupati Musi Banyuasin M. Toha, Kepala BBPJN Sumatra Selatan Panji Krisna Wardana, Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang, jajaran Direksi Hutama Karya, serta sejumlah pejabat terkait.

Gibran Apresiasi Percepatan Pembangunan Tol Trans Sumatra

Dalam kunjungannya, Gibran menerima paparan terkait perkembangan pembangunan kedua ruas tol tersebut sekaligus melihat langsung kondisi konstruksi di lapangan.

Wapres mengapresiasi progres pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra, khususnya ruas Palembang-Betung dan Betung-Tempino-Jambi yang terus mengalami perkembangan.

Menurutnya, percepatan pembangunan harus terus dilakukan agar manfaat infrastruktur tersebut dapat segera dirasakan masyarakat.

“Percepatan pembangunan yang telah dilakukan, khususnya pada Jembatan Musi V, menunjukkan perkembangan yang baik. Terakhir saya berkunjung pada September 2025, dan hari ini kembali pada Juli 2026 untuk melihat perkembangan yang telah dicapai,” ujar Gibran.

Progres Tol Palembang-Betung Capai 85,54 Persen

Jalan Tol Palembang-Betung memiliki panjang total 69,19 kilometer yang terbagi dalam tiga seksi.

Rinciannya:

  • Seksi 1 Palembang-Rengas sepanjang 21,5 kilometer
  • Seksi 2 Rengas-Pangkalan Balai sepanjang 33 kilometer
  • Seksi 3 Pangkalan Balai-Betung sepanjang 14,69 kilometer

Hingga saat ini, progres konstruksi ruas tersebut telah mencapai 85,54 persen, sedangkan progres pembebasan lahan mencapai 88,43 persen.

Salah satu bagian penting yang menjadi perhatian dalam proyek ini adalah Jembatan Musi V, yang menjadi struktur utama penghubung pada ruas tol tersebut.

Tol Betung-Tempino-Jambi Jadi Penghubung Sumsel dan Jambi

Selain meninjau Tol Palembang-Betung, Gibran juga melihat perkembangan pembangunan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi.

Ruas tol ini memiliki panjang total 170,73 kilometer yang terbagi menjadi tiga seksi utama:

  • Seksi 1 Betung-Tungkal Jaya sepanjang 62,38 kilometer
  • Seksi 2 Tungkal Jaya-Bayung Lencir sepanjang 54,32 kilometer
  • Seksi 3 Bayung Lencir-Simpang Ness sepanjang 52,59 kilometer

Sebagian ruas telah beroperasi dan dimanfaatkan masyarakat, sementara pembangunan seksi lainnya terus dilanjutkan untuk memperkuat konektivitas menuju Provinsi Jambi.

Jika seluruh ruas selesai dan beroperasi penuh, Tol Palembang-Betung dan Betung-Tempino-Jambi akan membentuk jalur strategis yang menghubungkan Sumatra Selatan dan Jambi secara lebih cepat dan efisien.

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Sumatra

Kehadiran jalan tol tersebut diproyeksikan mampu memangkas waktu perjalanan dibandingkan jalur nasional yang selama ini digunakan masyarakat.

Selain mempercepat mobilitas kendaraan pribadi, jalan tol ini juga diharapkan meningkatkan efisiensi distribusi barang dan logistik, membuka akses menuju kawasan industri, pelabuhan, pusat produksi, serta berbagai pusat ekonomi lainnya.

Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, memastikan pihaknya terus berkomitmen menyelesaikan pembangunan kedua ruas tol tersebut sesuai target.

“Arahan dan dukungan Bapak Wakil Presiden semakin memperkuat komitmen Hutama Karya untuk menuntaskan pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung dan Jalan Tol Betung-Tempino-Jambi sesuai target,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, penyelesaian proyek tersebut akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas Sumatra Selatan dan Jambi, mempercepat arus logistik, serta menciptakan peluang ekonomi baru di sepanjang koridor Jalan Tol Trans Sumatra.

Hutama Karya bersama pemerintah pusat dan daerah akan terus memperkuat koordinasi agar pembangunan berjalan sesuai target dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.(*)




Gibran Tinjau RSUD Raden Mattaher, Gubernur Jambi Ajukan Percepatan MRI Baru dan Tambahan Dokter Jantung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kunjungan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke RSUD Raden Mattaher Jambi dimanfaatkan Pemerintah Provinsi Jambi untuk menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas di sektor kesehatan.

Salah satu yang menjadi perhatian utama ialah percepatan pengadaan alat Magnetic Resonance Imaging (MRI) baru serta penambahan tenaga dokter spesialis jantung.

Gubernur Jambi Al Haris mendampingi langsung Wapres Gibran saat meninjau berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan milik pemerintah provinsi tersebut, Kamis 16 Juli 2026.

Selama berada di RSUD Raden Mattaher, Gibran menyempatkan diri melihat pelayanan di sejumlah ruang perawatan, menyapa pasien, serta berdialog dengan keluarga pasien mengenai pelayanan kesehatan yang mereka terima.

Momentum itu dimanfaatkan Pemprov Jambi untuk menyampaikan kebutuhan alat kesehatan yang dinilai mendesak.

Salah satunya penggantian alat MRI yang telah beroperasi sejak 2014.

Direktur Utama RSUD Raden Mattaher, drg. Iwan Hendrawan, mengatakan usulan tersebut telah disampaikan kepada Wakil Presiden agar proses pengadaannya dapat dipercepat.

“Kami menyampaikan bahwa MRI yang digunakan saat ini merupakan alat sejak 2014. Harapannya, pengadaan yang semula direncanakan pada 2027 dapat dipercepat menjadi tahun ini,” ujarnya.

Selain peralatan medis, keterbatasan tenaga dokter spesialis juga menjadi perhatian.

RSUD Raden Mattaher masih membutuhkan tambahan dokter, terutama spesialis jantung, untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Menurut Iwan, proses pendidikan dokter spesialis memerlukan waktu yang cukup panjang sehingga kebutuhan tenaga medis belum bisa dipenuhi dalam waktu singkat.

“Untuk dokter spesialis jantung juga kami sampaikan karena proses pendidikan masih membutuhkan waktu sekitar dua tahun.

Persoalan SDM memang masih menjadi tantangan pelayanan kesehatan,” katanya.

Ia menambahkan, beberapa layanan spesialis lainnya juga masih membutuhkan dukungan tenaga medis agar pelayanan rumah sakit semakin optimal.

Pemprov Jambi berharap dukungan dari Kementerian Kesehatan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan tersebut, sehingga kualitas pelayanan di RSUD Raden Mattaher terus meningkat.

Menurut Iwan, Wakil Presiden Gibran memberikan respons positif terhadap berbagai usulan yang disampaikan.

Pemerintah Pusat disebut siap mendukung peningkatan fasilitas kesehatan, termasuk percepatan pengadaan alat kesehatan dan penguatan layanan bedah yang saat ini masih menghadapi waktu tunggu cukup panjang.

“Pak Wapres memberikan respons yang baik dan siap membantu kebutuhan rumah sakit, termasuk percepatan alat kesehatan serta peningkatan layanan bedah,” pungkasnya.(*)




“Argentina Dong, Kita Menang Nih”, Gubernur Al Haris Ungkap Alasan Dukung Albiceleste

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi Al Haris punya pilihan sendiri dalam ajang Piala Dunia 2026.

Orang nomor satu di Provinsi Jambi itu mengaku menjagokan Tim Nasional Argentina untuk meraih hasil terbaik pada turnamen sepak bola dunia tersebut.

Saat ditanya mengenai tim yang didukungnya, Al Haris langsung menyebut Argentina sebagai pilihannya.

“Argentina dong saya. Kita menang nih,” ujar Al Haris sambil tertawa, Rabu (15/7/2026).

Menurut Al Haris, alasan dirinya mendukung Argentina bukan hanya karena nama besar tim tersebut, tetapi juga karena perubahan gaya permainan yang dinilainya semakin menarik.

Ia melihat Argentina saat ini tidak lagi terlalu bergantung pada kemampuan individu pemain tertentu, melainkan lebih mengedepankan kerja sama tim.

“Saya senang mainnya. Iramanya bagus. Dulu mereka lebih ke individu, sekarang sudah berubah. Bukan lagi individual, tapi sudah kerja tim,” katanya.

Al Haris menilai permainan Argentina menjadi lebih efektif karena para pemain mampu berbagi peran dan tidak hanya mengandalkan satu sosok untuk mencetak gol.

“Mereka tidak egois, saling mengoper bola. Tidak hanya Messi yang bisa cetak gol, pemain lain juga bisa mencetak gol,” ujarnya.

Messi Tetap Jadi Pemain Favorit

Meski memuji kekuatan kolektif Argentina, Al Haris tetap memiliki pemain favorit yang menjadi idolanya, yakni Lionel Messi.

“Saya Messi. Itu masalahnya,” kata Al Haris singkat.

Menurutnya, pengalaman dan kualitas Messi tetap menjadi salah satu faktor penting yang membuat Argentina memiliki daya tarik tersendiri di pentas sepak bola internasional.

Prediksi Skor dan Target Final

Saat diminta memprediksi hasil pertandingan Argentina, Al Haris mengaku tidak mudah menebak skor akhir.

Namun, ia memperkirakan pertandingan yang dijalani Argentina akan berlangsung ketat dengan selisih gol tipis.

“Prediksi kita ini payah. Paling 3-2, 2-1, atau 1-0, paling begitu lah,” katanya.

Meski tidak ingin memberikan prediksi pasti, Al Haris optimistis Argentina mampu melangkah jauh dan mencapai partai puncak Piala Dunia 2026.

“Insyaallah final,” pungkasnya.(*)