Dari Kampus ke AI, Sekjen FAI Raih Gelar Doktor Ilmu Komputer

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekretaris Jenderal Forum Akademisi Indonesia, Eni Heni Hermaliani, resmi meraih gelar Doktor Ilmu Komputer setelah menyelesaikan studi di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), Semarang, Jawa Tengah.

Keberhasilan ini menjadi sorotan karena diraih di tengah kesibukannya sebagai dosen Pascasarjana di Universitas Nusa Mandiri serta aktivitasnya sebagai pegiat sosial.

Gunakan Metode AI dalam Disertasi

Dalam studi doktoralnya, Eni mengangkat pendekatan modern berbasis teknologi, yakni metode Ensemble Learning dan Explainable AI.

Pendekatan ini dinilai memiliki kontribusi penting dalam pengembangan ilmu komputer, khususnya dalam meningkatkan transparansi sistem kecerdasan buatan.

Apresiasi dari Tokoh Akademisi dan Praktisi

Penasehat FAI, Aat Surya Safaat, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.

“Di tengah kesibukan sebagai dosen dan pegiat sosial, beliau berhasil meraih gelar doktor. Semoga ilmunya bermanfaat luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Ucapan selamat juga datang dari berbagai tokoh, di antaranya Didin Syahrudin Sukeni yang menilai capaian ini sebagai langkah awal untuk kontribusi lebih besar dalam dunia pendidikan nasional.

Selain itu, sejumlah tokoh lain seperti Ichsanuddin Noorsy, Intan Syah Ichsan, serta Abdullah Hehamahua turut memberikan apresiasi atas keberhasilan tersebut.

Wisuda ke-87 Udinus

Gelar doktor tersebut resmi disematkan dalam Wisuda ke-87 Udinus yang digelar pada 29 April 2026 di Semarang, bersama ratusan wisudawan dari jenjang S1, S2, hingga S3.

Sebagai informasi, Udinus merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terakreditasi unggul dengan berbagai fakultas, mulai dari Ilmu Komputer hingga Kedokteran.

Dorong Kontribusi untuk Pendidikan dan Masyarakat

Pencapaian ini diharapkan tidak hanya menjadi prestasi akademik pribadi, tetapi juga mampu mendorong kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan di Indonesia.

FAI sendiri diharapkan semakin aktif menjadi wadah kolaborasi akademisi dalam menghadirkan solusi berbasis kajian ilmiah, termasuk dalam mendukung pendidikan bagi anak-anak kurang mampu.(*)




Profil dan Jejak Juwono Sudarsono, Menhan Sipil Pertama Indonesia yang Wafat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabar duka datang dari dunia pemerintahan dan akademisi Indonesia.

Mantan Menteri Pertahanan, Juwono Sudarsono, meninggal dunia pada Sabtu (28/3/2026) di Jakarta dalam usia 84 tahun setelah berjuang melawan penyakit stroke selama beberapa tahun terakhir.

Putra sulungnya, Vishnu Juwono, mengungkapkan bahwa sang ayah telah menghadapi kondisi kesehatan yang cukup berat sejak empat tahun terakhir.

Penyakit stroke yang diderita bahkan telah terjadi hingga empat kali, sehingga membuat aktivitasnya semakin terbatas.

Selama masa perawatan, almarhum lebih banyak menjalani pengobatan intensif dan mengurangi keterlibatan di ruang publik.

Kondisi tersebut membuatnya tidak lagi aktif seperti saat masih menjalankan peran penting di pemerintahan maupun dunia akademik.

Semasa hidupnya, Juwono dikenal sebagai salah satu tokoh sipil berpengaruh di sektor pertahanan.

Ia tercatat sebagai menteri sipil pertama yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan setelah era dominasi militer.

Selain itu, ia juga pernah dipercaya mengemban posisi strategis lainnya, seperti Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Lingkungan Hidup.

Tak hanya di pemerintahan, Juwono juga memiliki rekam jejak panjang sebagai akademisi di bidang hubungan internasional.

Pemikiran dan kontribusinya dalam kebijakan luar negeri serta strategi pertahanan Indonesia menjadi rujukan penting hingga kini.

Pihak keluarga berharap nilai-nilai yang diwariskan almarhum dapat terus menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Dedikasi, integritas, serta kerja keras yang ditunjukkan selama hidupnya diharapkan dapat menjadi teladan dalam pengabdian kepada bangsa.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia telah menyiapkan prosesi penghormatan terakhir bagi almarhum.

Upacara pelepasan jenazah direncanakan berlangsung di Lapangan Bela Negara Kemhan dan akan dipimpin oleh jajaran pimpinan kementerian.

Sejumlah tokoh nasional, pejabat negara, hingga kalangan akademisi turut menyampaikan belasungkawa.

Sosok Juwono Sudarsono dikenang sebagai intelektual, negarawan, dan pengabdi bangsa yang memberikan kontribusi besar bagi Indonesia.(*)