Inspiratif! Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Lulus Skripsi, Ciptakan Media AI untuk Pembelajaran BISINDO

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana haru menyelimuti ruang ujian skripsi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi saat Mila Erdita, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, berhasil mempertahankan skripsinya di hadapan tim penguji.

Mahasiswa semester delapan tersebut dinyatakan lulus setelah mempresentasikan hasil penelitian yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi bagi penyandang disabilitas.

Dalam sidang yang berlangsung pada Senin 20 Juli 2026, Mila mengangkat skripsi berjudul “Perancangan Video Interaktif Pembelajaran BISINDO Artificial Intelligence di SLBN 1 Kota Jambi.”

Penelitian itu lahir dari kepeduliannya terhadap kebutuhan media pembelajaran yang lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas, khususnya pengguna Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Melalui karya tersebut, Mila merancang video interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diharapkan mampu membantu proses pembelajaran BISINDO menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan mudah diakses oleh siswa di SLBN 1 Kota Jambi.

Selama hampir satu jam, Mila memaparkan latar belakang penelitian, proses perancangan sistem, hingga hasil uji coba yang telah dilakukan.

Seluruh proses sidang berlangsung lancar dengan pendampingan seorang Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang menerjemahkan komunikasi selama ujian berlangsung.

Tim penguji memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan penelitian sekaligus mengapresiasi semangat, inovasi, dan kontribusi yang ditunjukkan melalui karya ilmiah tersebut.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi, H. Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D., mengatakan keberhasilan Mila menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif.

“Ini adalah bentuk komitmen UIN STS Jambi dalam melayani mahasiswa berkebutuhan khusus dengan sepenuh hati. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun mahasiswa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan tinggi. Prestasi ananda hari ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Menurut Arfan, kampus terus menghadirkan lingkungan akademik yang ramah bagi seluruh mahasiswa melalui penyediaan fasilitas, pendampingan dosen, serta layanan akademik yang adaptif.

Ia berharap hasil penelitian Mila tidak berhenti sebagai syarat kelulusan, tetapi dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang benar-benar diterapkan di sekolah.

“Kita juga berharap karya skripsi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan benar-benar diimplementasikan di SLBN 1 Kota Jambi sebagai salah satu solusi pembelajaran berbasis teknologi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas UIN STS Jambi, Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., menyebut keberhasilan Mila merupakan hasil dari ekosistem kampus inklusif yang terus dibangun.

Menurutnya, saat ini UIN STS Jambi memiliki 30 mahasiswa difabel aktif, dengan mayoritas merupakan mahasiswa Tuli yang memerlukan layanan pendampingan selama proses perkuliahan.

“Kelulusan Mila adalah capaian kita bersama, berkat ekosistem kampus yang mendukung, para relawan, dan khususnya teman-teman Juru Bahasa Isyarat yang setia mendampingi selama proses perkuliahan hingga menyempurnakan keberhasilan ini,” ujarnya.

Di akhir sidang, tim penguji menyatakan Mila lulus. Keputusan tersebut disambut tepuk tangan dari keluarga, dosen, serta rekan-rekan yang hadir.

Keberhasilan Mila menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi yang inklusif mampu membuka kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.

Lebih dari itu, inovasi yang dihasilkannya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pembelajaran ramah disabilitas di dunia pendidikan.(*)




Pelanggan XL, AXIS, dan Smartfren Bisa Nikmati Google Gemini Gratis 6 Bulan, Begini Caranya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) berkolaborasi dengan Google menghadirkan akses Paket Plus Google Gemini gratis selama enam bulan bagi pelanggan XL, AXIS, dan Smartfren.

Program ini berlaku mulai 2 Juli 2026 melalui pembelian paket internet tertentu sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen XLSMART menghadirkan pengalaman digital yang lebih cerdas, inklusif, dan relevan.

Melalui layanan ini, pelanggan dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung aktivitas belajar, bekerja, membuat konten, mencari informasi, hingga meningkatkan produktivitas sehari-hari.

Chief Marketing Officer XLSMART, Alfons Bosch Sansa, mengatakan pihaknya ingin menghadirkan manfaat AI yang lebih mudah diakses oleh seluruh pelanggan.

XLSMART ingin menghadirkan manfaat AI secara lebih luas dan mudah diakses oleh pelanggan.

“Melalui kolaborasi dengan Google Gemini, pelanggan XL, AXIS, dan SMARTFREN dapat memanfaatkan teknologi AI untuk mendukung berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari belajar, bekerja, mencari inspirasi, membuat konten, hingga meningkatkan produktivitas,” ujar Alfons.

Menurutnya, mekanisme program disesuaikan dengan karakteristik masing-masing pelanggan di tiga brand tersebut.

Inisiatif ini juga didukung penguatan jaringan dan perluasan cakupan 5G Blanket XLSMART di berbagai wilayah Indonesia.

“Setiap brand memiliki karakteristik pelanggan yang berbeda, sehingga mekanisme penawaran ini kami sesuaikan agar lebih relevan bagi masing-masing segmen,” kata dia.

“Inisiatif ini juga didukung oleh penguatan network leadership dan perluasan 5G Blanket XLSMART sehingga pelanggan dapat menikmati pengalaman digital yang semakin stabil, responsif, dan optimal,” tambahnya.

Cara Mendapatkan Google Gemini Gratis

Pelanggan XL bisa memperoleh akses Paket Plus Google Gemini dengan membeli paket internet yang memiliki masa aktif minimal tujuh hari.

Sementara pelanggan AXIS dapat menikmati program tersebut melalui pembelian paket internet di aplikasi AXISNET mulai dari Rp25.000.

Sedangkan pelanggan Smartfren dapat mengaksesnya melalui aplikasi mySF dengan pembelian paket internet minimal masa aktif tujuh hari.

Setelah membeli paket yang memenuhi syarat, pelanggan cukup mengaktifkan bonus Google Gemini melalui aplikasi myXL, AXISNET, atau mySF menggunakan akun Google aktif.

Akses Google Gemini dapat digunakan selama enam bulan sesuai ketentuan program.

Fitur Google Gemini

Melalui Paket Plus Google Gemini, pelanggan dapat menikmati berbagai fitur premium, di antaranya:

  • Akses ke model AI terbaru Google untuk analisis data, pembuatan gambar, video, musik, hingga membantu coding.
  • Integrasi dengan Gmail, Google Docs, dan Google Drive untuk merangkum dokumen, menyusun email, maupun membuat presentasi.
  • Fitur AI generatif untuk membuat gambar, caption, hingga naskah konten secara instan.
  • Penyimpanan Google One hingga 400 GB untuk menyimpan foto, video, dan dokumen.

Program ini tidak mewajibkan pelanggan menggunakan jaringan 5G. Selama kartu aktif, memenuhi syarat pembelian paket internet, dan melakukan aktivasi melalui aplikasi resmi, pelanggan tetap dapat menikmati seluruh manfaat Google Gemini.

Selain menghadirkan layanan AI, XLSMART juga terus memperkuat kualitas jaringan melalui pengembangan network leadership dan perluasan cakupan 5G Blanket di berbagai daerah.

Penguatan infrastruktur tersebut diharapkan mampu mendukung berbagai aktivitas digital seperti AI, streaming, gaming, video conference, hingga penyimpanan berbasis cloud.

Melalui kolaborasi dengan Google, XLSMART menegaskan perannya tidak hanya sebagai penyedia layanan telekomunikasi, tetapi juga sebagai penyedia ekosistem digital yang mendukung produktivitas masyarakat Indonesia.(*)




Kreator Indonesia Didorong Naik Level, Indosat dan Adobe Hadirkan Akses AI dan Monetisasi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Transformasi digital Indonesia memasuki fase baru yang tidak hanya berfokus pada konektivitas dan keterampilan, tetapi juga pada bagaimana teknologi dapat membuka peluang ekonomi nyata bagi masyarakat, khususnya generasi muda.

Meski tingkat literasi dan akses digital terus meningkat, tantangan utama saat ini adalah mengubah kemampuan tersebut menjadi karya, inovasi, dan sumber penghasilan yang berkelanjutan.

Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam keterhubungan digital masyarakat.

Namun, potensi besar ini dinilai masih perlu dioptimalkan agar benar-benar berdampak pada sektor ekonomi kreatif.

Kolaborasi Tiga Pihak Dorong Ekosistem Kreator Digital

Menjawab tantangan tersebut, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH), Adobe, dan Kementerian Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenekraf RI) resmi berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini dirancang sebagai program pemberdayaan terpadu yang menggabungkan jaringan nasional Indosat, teknologi kreatif dan AI dari Adobe, serta dukungan kebijakan dari Kemenekraf dalam penguatan industri kreatif Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif RI, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa kekuatan ekonomi kreatif Indonesia terletak pada kreativitas masyarakat dan kekayaan intelektual berbasis budaya.

Ia menekankan bahwa teknologi, termasuk AI, harus menjadi alat untuk memperkuat kreativitas manusia, bukan menggantikannya.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah penting dalam membekali generasi muda agar lebih siap bersaing di tingkat global melalui karya yang memiliki nilai ekonomi dan kekayaan intelektual.

ECHOES Jadi Jembatan Pendidikan dan Industri Kreatif

Inisiatif ini juga terhubung dengan program ECHOES (Ekraf Creates Harmony on Education Sector), yaitu program Ekraf Goes to School and Campus yang digagas Kemenekraf.

Program ini bertujuan meningkatkan literasi ekonomi kreatif, pemahaman teknologi digital, serta adopsi AI di kalangan pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia.

Melalui ECHOES, generasi muda didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta karya yang mampu bersaing di industri kreatif nasional maupun global.

Indosat Dorong Akses Kreator Lewat GENSi

President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menyebut Indonesia memiliki potensi besar dalam talenta dan kreativitas digital.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah akses terhadap perangkat, pelatihan, dan peluang monetisasi yang lebih luas.

Melalui platform GENSi (Generasi Terkoneksi), Indosat menargetkan 15.000 anak muda Indonesia untuk mendapatkan literasi digital dan keterampilan kreatif berbasis teknologi.

Program ini juga akan diperluas dengan penawaran akses Adobe Express bagi pelanggan IM3 dan Tri, termasuk akses gratis selama enam bulan.

Adobe Dorong Monetisasi Kreator Indonesia

President Adobe untuk Creativity & Productivity Business, David Wadhwani, menegaskan komitmen Adobe dalam mendukung kreator Indonesia.

Adobe menghadirkan Adobe Express, kurikulum pelatihan digital, serta program monetisasi kreator berbasis AI.

Menariknya, Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan peluncuran program monetisasi kreator Adobe Express.

Program ini memungkinkan kreator memperoleh penghasilan dari template dan karya digital yang mereka buat, sekaligus membuka peluang tampil di berbagai ajang industri kreatif seperti IDEAFEST.

Dari Belajar ke Berkarya, Lalu ke Monetisasi

Kolaborasi Indosat, Adobe, dan Kemenekraf tidak hanya berfokus pada pelatihan, tetapi juga membangun ekosistem berkelanjutan yang menghubungkan pendidikan, kreativitas, dan peluang ekonomi.

Peserta program akan dibekali keterampilan seperti storytelling digital, desain visual, hingga komunikasi berbasis AI, yang dapat langsung diterapkan untuk menghasilkan karya bernilai ekonomi.

Dengan pendekatan ini, Indonesia diharapkan mampu melahirkan lebih banyak kreator digital yang tidak hanya aktif di ruang digital, tetapi juga mampu menjadikan kreativitas sebagai sumber penghasilan dan pertumbuhan ekonomi baru.(*)