Pemkot Jambi Mulai Sosialisasi Pembangunan Jargas 2024, Maulana: Hemat dan Lebih Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota Jambi resmi memulai sosialisasi pembangunan jaringan gas rumah tangga (jargas) untuk tahun ini. Kegiatan tersebut dihadiri ketua RT, lurah, camat, serta OPD terkait.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa jargas merupakan langkah strategis dalam menyediakan energi alternatif yang lebih murah, aman, dan berkelanjutan bagi masyarakat.

Maulana mengatakan bahwa banyak masyarakat kurang mampu masih bergantung pada elpiji 3 kg.

Ia menyebutkan bahwa jargas Kota Jambi menjadi solusi yang lebih efisien dan stabil untuk kebutuhan energi harian.

“Jargas gas bumi untuk rumah tangga adalah upaya menyediakan energi alternatif yang lebih murah, aman, dan bermanfaat bagi masyarakat,” sebutnya.

“Selain mengurangi ketergantungan pada elpiji, jargas hemat dan bisa digunakan 24 jam dengan risiko kebakaran yang jauh lebih kecil,” ujarnya, Rabu (3/12).

Dalam keterangannya, Maulana mengungkapkan bahwa tahun ini Kota Jambi mendapatkan kuota pembangunan jargas sebanyak 13.290 sambungan rumah (SR) jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan lima tahun sebelumnya.

“Hari ini kita mulai sosialisasi jargas Kota Jambi. Ada lebih dari 13.200 rumah yang akan disambungkan. Secara keekonomian sangat efisien, masyarakat bisa lebih hemat 100–150 ribu rupiah per bulan,” jelasnya.

Ia menambahkan, penggunaan jargas memberikan kenyamanan yang selama ini tidak didapatkan dari elpiji.

“Lebih aman, tidak perlu antre, dan gas tidak pernah habis karena jargas hidup 24 jam. Manfaatnya sangat besar bagi masyarakat,” tambahnya.

Maulana juga membandingkan perkembangan program ini sejak masa jabatannya sebagai Wakil Wali Kota.

“Selama lima tahun sebelumnya, alokasinya baru sekitar 11 ribu sambungan. Baru satu tahun menjabat Wali Kota, alhamdulillah kita mendapat lebih dari 13 ribu sambungan. Ini lompatan besar,” katanya.

Proyek pembangunan jargas direncanakan berjalan selama delapan bulan masa kontrak. Pemerintah menargetkan uji fungsi jargas dapat dilakukan pada pertengahan tahun depan.

Namun Maulana menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan masyarakat.

Menurutnya, pemasangan jargas membutuhkan proses fisik seperti penggalian, pemasangan pipa, hingga penarikan jaringan ke dapur warga.

“Karena menggunakan ruang milik jalan, jaringan akan masuk ke lorong hingga dapur rumah. Jadi dibutuhkan kerja sama warga,” kata dia.

“Calon pelanggan harus menyiapkan dapurnya. Semakin siap, semakin cepat pemasangannya,” jelasnya.

Menurut Wali Kota, manfaat jargas tidak hanya sebatas penghematan bulanan, tetapi juga berdampak pada meningkatnya ruang ekonomi keluarga.

“Penghematan ini luar biasa bagi ekonomi warga. Uang yang biasanya dipakai untuk membeli gas bisa dialihkan untuk kebutuhan lain, termasuk pendidikan. Kita ingin semakin banyak masyarakat merasakan manfaat jargas,” tegas Maulana.(*)