Deteksi Dini dan Pengawasan Ketat, Lapas Narkotika Muara Sabak Amankan Barang Terlarang

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebagai langkah penguatan keamanan pasca layanan kunjungan Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Muara Sabak menggelar razia penggeledahan menyeluruh di blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Pemasyarakatan Jambi, Irwan Rahmat Gumilar, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peredaran barang terlarang di dalam lapas, terutama pasca periode kunjungan yang padat selama Idul Fitri.

Kalapas Narkotika Muara Sabak, Muhammad Askari Utomo, menegaskan bahwa seluruh jajaran petugas menjalankan razia sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) secara tegas dan konsisten.

“Kami tidak ingin lengah sedikit pun setelah masa kunjungan hari raya yang sangat padat. Razia ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah tegas menjaga suasana kondusif dan meningkatkan pengawasan petugas di lapangan,” ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang terlarang, termasuk dua kipas angin kecil, dua botol kaca, lima peniti, dua gunting kuku, tiga paku beton, satu korek api gas, dan dua sendok stainless. Seluruh temuan langsung didata dan akan dimusnahkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Lapas Narkotika Muara Sabak juga menyusun laporan resmi hasil razia dan menyampaikannya kepada Kepala Kantor Wilayah sebagai bentuk pertanggungjawaban.

Langkah ini menegaskan komitmen lapas dalam menjaga lingkungan yang aman, tertib, dan bebas dari barang berbahaya, sekaligus memastikan layanan pemasyarakatan berjalan optimal.(*)




Deteksi Dini Gangguan Keamanan, Lapas Muara Tebo Lakukan Razia Menyeluruh

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Untuk mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban di lingkungan lapas, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Tebo kembali menggelar razia dan penggeledahan menyeluruh pada blok hunian Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), termasuk Kamar Mapenaling dan Kamar Wanita, Sabtu (28/03/2026).

Kegiatan ini difokuskan pada pemberantasan peredaran barang terlarang seperti senjata tajam, handphone, dan narkotika.

Sekaligus mendukung program Zero Halinar yang menekankan larangan penggunaan dan peredaran benda berbahaya di lapas.

Razia melibatkan seluruh jajaran staf dan petugas pengamanan lapas.

Setiap kamar diperiksa secara detail, dengan mengedepankan prosedur humanis dan tetap berlandaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.

Dalam proses penggeledahan, petugas menemukan beberapa barang yang tidak diperkenankan berada di kamar WBP, termasuk benda berbahan logam, cermin kaca, dan peralatan lain yang berpotensi disalahgunakan.

Semua barang hasil temuan langsung diamankan untuk pendataan dan penanganan lebih lanjut sesuai aturan.

Kepala Lapas Muara Tebo, Mukhlisin Fardi, menegaskan bahwa razia rutin merupakan bagian dari komitmen menjaga keamanan lingkungan lapas.

“Razia ini adalah langkah deteksi dini sekaligus upaya preventif untuk mencegah gangguan kamtib. Kami terus memastikan Lapas Muara Tebo aman, tertib, dan bersih dari barang terlarang,” ujarnya.

Sementara itu, Juliyan Syaputra menambahkan bahwa pemeriksaan dilakukan konsisten di seluruh sudut kamar hunian untuk meminimalkan potensi pelanggaran.

“Setiap blok diperiksa secara menyeluruh agar tidak ada celah bagi masuknya barang berbahaya yang dapat mengganggu ketertiban di lapas,” jelasnya.

Dengan langkah ini, Lapas Muara Tebo memperkuat pengawasan internal sekaligus menjaga stabilitas keamanan, menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang kondusif dan terkendali.(*)




Pasca Lebaran, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Hunian WBP

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Untuk memastikan keamanan dan ketertiban pasca perayaan Idulfitri, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Muara Bungo menggelar kegiatan tes urin dan razia kamar hunian bagi seluruh warga binaan pemasyarakatan (WBP) pada Sabtu, 28 Maret 2026.

Razia ini dilaksanakan sebagai langkah deteksi dini guna mencegah potensi gangguan keamanan setelah momentum Lebaran, yang biasanya diiringi peningkatan aktivitas kunjungan dan mobilitas di dalam lapas.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP), Ilham Kurniadi, bersama Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban (Kasi Adm Kamtib), Suhaimi, serta melibatkan petugas pengamanan dan tenaga medis lapas.

Razia dilakukan di seluruh blok hunian WBP dengan fokus pada barang-barang terlarang seperti narkotika, alat komunikasi ilegal, dan benda berbahaya lainnya.

Selain itu, seluruh WBP menjalani tes urin untuk memastikan tidak ada penyalahgunaan narkoba di lingkungan lapas.

Hasil dari kegiatan ini menunjukkan kondisi yang aman: tidak ditemukan narkotika maupun handphone ilegal di kamar hunian, sementara beberapa barang yang tidak sesuai aturan berhasil diamankan dan ditindaklanjuti sesuai prosedur.

Hasil tes urin seluruh WBP juga menunjukkan negatif dari penyalahgunaan narkoba.

Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Muhamad Kameily, menegaskan kegiatan ini merupakan bukti komitmen lapas dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami memastikan pasca Lebaran, kondisi Lapas Muara Bungo tetap aman, tertib, dan bersih dari narkoba. Langkah ini adalah deteksi dini sekaligus penguatan pengawasan internal,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala KPLP Ilham Kurniadi menambahkan bahwa razia akan dilakukan secara rutin dan berkelanjutan.

“Kami tidak memberikan ruang bagi masuknya barang terlarang. Razia ini bentuk keseriusan kami menjaga keamanan, khususnya setelah periode rawan pasca Lebaran,” jelasnya.

Kasi Adm Kamtib Suhaimi menekankan pendekatan humanis tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan kegiatan.

“Razia dilakukan profesional dan terukur. Tujuannya tidak hanya penegakan aturan, tetapi juga menciptakan lingkungan pembinaan yang aman dan kondusif,” tambahnya.

Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi, Irwan Gumilar, turut mengapresiasi langkah Lapas Muara Bungo dan menekankan pentingnya kegiatan serupa dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh satuan kerja pemasyarakatan.

Dengan langkah ini, Lapas Kelas IIB Muara Bungo menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman, tertib, dan bebas dari narkoba, terutama pasca Lebaran.(*)




Tradisi Makan Bersama di LPKA Muara Bulian, Bentuk Karakter Anak Binaan

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Tradisi makan bersama menjadi bagian penting dari program pembinaan anak binaan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Muara Bulian.

Kegiatan rutin ini tidak hanya memastikan asupan gizi terpenuhi, tetapi juga menanamkan nilai kebersamaan, kedisiplinan, dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan makan bersama dilakukan di Ruang Makan Merdeka LPKA Muara Bulian. Sebelum menyantap hidangan, seluruh anak binaan mengikuti apel makan sebagai simbol kesiapan dan disiplin.

Kepala LPKA Muara Bulian, J. Kasogi Surya Fattah, menegaskan bahwa kegiatan ini berfungsi sebagai sarana pembinaan karakter.

“Makan bersama ini bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi media pembelajaran nilai sosial. Anak-anak belajar menghargai makanan, menjaga kebersamaan, serta membangun sikap disiplin,” ujarnya.

Kualitas makanan yang disajikan juga menjadi prioritas utama. Dengan diresmikannya dapur sehat berseri, seluruh proses pengolahan makanan dijamin higienis, sehat, dan aman untuk dikonsumsi oleh anak binaan.

Salah seorang anak binaan menyampaikan pengalamannya, “Kami merasa lebih dekat satu sama lain saat makan bersama. Selain itu, kami belajar menghargai makanan dan menjadi lebih disiplin.”

Melalui tradisi ini, LPKA Muara Bulian berharap dapat membentuk anak binaan yang tertib, bertanggung jawab, serta memiliki nilai sosial yang baik untuk kehidupan mereka setelah kembali ke masyarakat.(*)




LPKA Muara Bulian Gelar Art Therapy, Bantu Anak Binaan Ekspresikan Diri

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Upaya meningkatkan kesehatan mental dan rasa percaya diri anak binaan terus dilakukan oleh Lembaga Pembinaan Khusus Anak Muara Bulian melalui pendekatan kreatif berbasis seni.

Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan art therapy yang digelar pada 26 Maret 2026 di lingkungan lembaga tersebut.

Program ini diikuti oleh sejumlah anak binaan yang menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan berlangsung.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi langsung oleh Kepala Seksi Pembinaan, Budi Sutiyo, bersama para peserta magang yang turut berperan aktif dalam mendampingi proses terapi seni.

Melalui metode ini, anak binaan diajak menyalurkan perasaan, emosi, serta pengalaman pribadi mereka ke dalam bentuk karya visual seperti menggambar dan mewarnai.

Pendekatan tersebut dinilai efektif untuk membantu mereka mengekspresikan diri secara lebih bebas tanpa tekanan.

Menurut Budi, pendekatan berbasis seni memberikan ruang yang aman bagi anak binaan untuk memahami diri mereka sendiri sekaligus membangun kepercayaan diri secara bertahap.

“Dengan media seni, mereka bisa menyampaikan apa yang dirasakan tanpa harus terbebani,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala LPKA Muara Bulian, J. Kasogi Surya Fattah, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai bagian penting dari program pembinaan.

Ia menegaskan bahwa pembinaan anak tidak hanya menitikberatkan pada aspek kedisiplinan, tetapi juga mencakup kesehatan mental dan pengembangan kepribadian.

Menurutnya, kegiatan seperti art therapy mampu membantu anak binaan mengenali potensi diri, meningkatkan kepercayaan diri, serta mempersiapkan kondisi mental yang lebih matang saat kembali ke tengah masyarakat.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif berkelanjutan, baik dari sisi emosional maupun sosial, sehingga anak binaan memiliki bekal yang lebih kuat untuk menjalani kehidupan yang lebih baik di masa depan.(*)




30 Ribu Peserta Ikuti FeVoSH 2026, Ini Upaya AHM Tingkatkan Kompetensi Vokasi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Astra Honda Motor (AHM) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pendidikan vokasi melalui gelaran Festival Vokasi Satu Hati (FeVoSH) 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya nyata dalam menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan, khususnya di bidang teknik sepeda motor.

Diselenggarakan di Astra Honda Motor Safety Riding and Training Center, ajang ini melibatkan lebih dari 30 ribu peserta yang terdiri dari siswa dan guru SMK binaan Honda dari berbagai daerah di Indonesia.

FeVoSH 2026 berlangsung secara bertahap sejak September 2025 hingga Februari 2026.

Seleksi dilakukan mulai dari tingkat sekolah, regional, hingga nasional.

Dari ribuan peserta, hanya puluhan terbaik yang berhasil melaju ke tahap akhir untuk berkompetisi di level nasional.

Mengangkat tema “Gear Up Your Skill, Ready for the Future”, program ini menjadi sarana evaluasi implementasi kurikulum berbasis industri yang diterapkan di SMK mitra.

Para peserta diuji melalui berbagai aspek, mulai dari teori hingga praktik langsung, termasuk kemampuan perawatan dan perbaikan sepeda motor sesuai standar industri.

Pada kategori siswa, Andhika Putra Pratama dari SMK Negeri 9 Malang berhasil keluar sebagai juara utama setelah menunjukkan performa terbaik dalam seluruh rangkaian uji kompetensi.

Sementara itu, kategori guru dimenangkan oleh Made Kusbanu S.Pd dari SMK Islam 1 Blitar yang unggul dalam penguasaan materi, metode pengajaran, hingga praktik teknologi kendaraan listrik menggunakan unit Honda EM1 e:.

General Manager Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin, menyatakan bahwa FeVoSH merupakan puncak kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan dalam meningkatkan kualitas SDM vokasi.

Menurutnya, program ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana kalibrasi kemampuan siswa dan tenaga pendidik agar selaras dengan kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang.

Sebagai inovasi terbaru, FeVoSH 2026 turut menghadirkan pembekalan layanan pelanggan bagi siswa.

Mereka dilatih untuk memahami kebutuhan konsumen, berkomunikasi secara efektif, serta memberikan solusi profesional sesuai standar bengkel resmi Honda.

Di sisi lain, para guru mendapatkan penguatan metode pengajaran berbasis praktik industri yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga terintegrasi dengan National Assessment for SMK yang bertujuan mengukur kesiapan sekolah dari sisi fasilitas, kurikulum, hingga kompetensi tenaga pengajar.

Hasil evaluasi tersebut akan menjadi acuan dalam pengembangan pendidikan vokasi ke depan.

Sebagai bentuk apresiasi, AHM memberikan berbagai penghargaan menarik bagi para pemenang.

Mulai dari dana pembinaan, perangkat pendukung pembelajaran, hingga unit sepeda motor seperti Honda CBR150R dan Honda CB150X untuk menunjang praktik di sekolah.

Khusus untuk juara kategori siswa, AHM juga menyediakan beasiswa pendidikan penuh di AstraTech dengan nilai ratusan juta rupiah, sebagai investasi jangka panjang dalam mencetak tenaga kerja terampil di industri otomotif.

Melalui FeVoSH 2026, AHM terus memperkuat perannya dalam membangun ekosistem pendidikan vokasi yang berkelanjutan, sekaligus menyiapkan generasi muda Indonesia agar siap menghadapi transformasi teknologi di masa depan.(*)




Warga Binaan Lapas Jambi Akan Dites Urine, Ini Sanksinya Jika Positif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi akan segera melaksanakan tes urine bagi warga binaan dan pegawai dalam waktu dekat.

Langkah ini dilakukan sebagai upaya memastikan lingkungan lapas tetap bersih dari penyalahgunaan narkotika.

Program tersebut menjadi bagian dari peningkatan pengawasan sekaligus pembinaan terhadap warga binaan.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk komitmen pihak lapas dalam mendukung pemberantasan peredaran dan penggunaan narkoba di dalak lingkungan pemasyarakatan.

Tes urine ini diharapkan mampu menjadi langkah preventif sekaligus deteksi dini terhadap potensi pelanggaran yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban di dalam lapas.

Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Syachroni Ali, menegaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bersifat pengawasan, tetapi juga bagian dari upaya pembinaan berkelanjutan.

“Melalui tes urine ini, kami ingin memastikan adanya deteksi dini serta pencegahan terhadap potensi pelanggaran yang dapat merusak ketertiban dan keamanan di dalam lapas,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia menambahkan, pihaknya akan memberikan sanksi tegas bagi warga binaan yang terbukti mengonsumsi narkotika.

Salah satunya adalah tidak diberikan hak remisi.

Selain itu, lapas juga akan melakukan penelusuran lebih lanjut untuk mengungkap jalur masuk narkotika ke dalam lingkungan lapas.

Langkah ini penting guna memastikan adanya tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Dengan adanya tes urine ini, diharapkan pengawasan di Lapas Kelas IIA Jambi semakin optimal serta mampu menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang bersih, aman, dan kondusif.(*)




Pemindahan Lapas Jambi ke Sengeti Jadi Solusi Overkapasitas, Target April 2026

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Permasalahan overkapasitas di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Jambi mulai menemukan solusi.

Rencana pemindahan lapas ke kawasan Sengeti dinilai sebagai langkah strategis untuk mengatasi kepadatan sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan.

Saat ini, Lapas Jambi hanya memiliki kapasitas ideal sekitar 400 orang.

Namun jumlah penghuni telah membengkak hingga 1.578 narapidana.

Kondisi ini menimbulkan berbagai tantangan, mulai dari aspek keamanan, kesehatan, hingga kurang optimalnya program pembinaan.

Relokasi ke Sengeti diharapkan menjadi jawaban atas persoalan tersebut.

Fasilitas baru dirancang dengan kapasitas awal 952 orang, namun dengan luas bangunan yang tersedia, daya tampung diperkirakan dapat mencapai hingga 2.000 warga binaan.

Dengan kapasitas yang lebih besar, lapas baru ini tidak hanya mengurai kepadatan, tetapi juga membuka peluang pembinaan yang lebih manusiawi, terstruktur, dan efektif.

Kepala Lapas Jambi, Syahroni Ali, menyampaikan bahwa proses pemindahan ditargetkan berlangsung pada April mendatang.

Namun, pelaksanaan masih menunggu penyelesaian sejumlah tahapan administratif dan teknis, termasuk hasil uji kelayakan serta supervisi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

“Pemindahan ini bukan sekadar relokasi, tetapi bagian dari reformasi sistem pemasyarakatan. Dengan kapasitas yang memadai, program pembinaan seperti kemandirian dan reintegrasi sosial bisa berjalan lebih optimal,” ujarnya.

Saat ini, pembangunan di lokasi baru masih berlangsung.

Sejumlah fasilitas tambahan yang tengah dikerjakan antara lain aula, rumah ibadah, kantor operasional, serta pagar keliling untuk menunjang keamanan.

Keberadaan lapas di Sengeti juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan, baik bagi warga binaan maupun petugas.

Infrastruktur yang lebih modern akan mendukung sistem pengawasan yang lebih efektif dan meminimalisir potensi gangguan keamanan.

Meski demikian, proses relokasi akan dilakukan secara bertahap dan hati-hati.

Pihak lapas memastikan seluruh aspek, mulai dari sarana prasarana, sistem keamanan, hingga kelayakan operasional, harus memenuhi standar sebelum pemindahan dilakukan.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pemindahan Lapas Jambi ke Sengeti akan menjadi langkah penting dalam pembenahan sistem pemasyarakatan di Provinsi Jambi sekaligus solusi jangka panjang atas masalah overkapasitas yang selama ini terjadi.(*)




Percepatan Koperasi Desa, Pemkot Sungai Penuh Siap Wujudkan Target Nasional

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Sungai Penuh, Azhar Hamzah, menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan evaluasi percepatan pembangunan koperasi yang digelar di Desa Aur Duri, Jumat (27/03).

Kegiatan ini turut diikuti secara daring oleh Wakil Panglima TNI, Tandyo Budi Revita, serta dihadiri unsur TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat.

Dalam forum tersebut, dibahas progres pembangunan Koperasi Merah Putih yang menjadi program strategis nasional. Pemerintah menargetkan pembentukan 35.000 koperasi hingga pertengahan tahun 2026.

Saat ini, sebanyak 3.252 koperasi telah siap diluncurkan pada April, sementara sekitar 29.000 lainnya masih dalam tahap pengembangan.

Targetnya, hingga akhir April jumlah koperasi yang terbentuk dapat mencapai 32.000 unit.

Azhar Hamzah menilai, percepatan program ini membutuhkan kolaborasi kuat dari seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, aparat, hingga masyarakat.

“Pemerintah Kota Sungai Penuh mendukung penuh percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih. Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar target nasional dapat tercapai tepat waktu,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa koperasi memiliki peran penting sebagai penggerak ekonomi desa, terutama dalam meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami berharap koperasi ini mampu menjadi motor ekonomi masyarakat desa, sehingga kesejahteraan warga dapat meningkat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran TNI, termasuk Kasdim dan Danramil, OPD terkait, pengurus koperasi, serta masyarakat Desa Aur Duri yang antusias mendukung program tersebut.(*)




Penumpang Capai 600 Orang per Hari, Bupati Tanjab Barat Pastikan Pelabuhan Aman

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Tanjung Jabung Barat, Anwar Sadat, turun langsung memantau arus balik Lebaran di Pelabuhan LLASDP Kuala Tungkal, Jumat (27/03).

Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran, kenyamanan, serta keselamatan penumpang di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat pasca Hari Raya Idulfitri.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi jajaran Dinas Perhubungan serta unsur terkait lainnya.

Di lokasi, Anwar Sadat menyempatkan diri berdialog dengan para pemudik, baik yang hendak berangkat maupun yang baru tiba.

Ia menegaskan bahwa aspek keselamatan transportasi menjadi prioritas utama pemerintah daerah selama periode mudik dan arus balik Lebaran.

“Kami ingin memastikan seluruh fasilitas pelabuhan berfungsi optimal dan petugas siap memberikan pelayanan terbaik. Keamanan dan kenyamanan penumpang adalah hal utama,” ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Perhubungan, aktivitas di pelabuhan terpantau cukup padat.

Pergerakan penumpang berasal dari berbagai wilayah, seperti Indragiri Hilir, Tanjung Jabung Timur, hingga wilayah lokal Tanjung Jabung Barat.

Rata-rata jumlah penumpang mencapai sekitar 600 orang per hari, dengan puncak arus balik diprediksi terjadi pada akhir pekan.

Meski demikian, kondisi di lapangan tetap terkendali berkat pengawasan ketat dari petugas.

Pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan armada transportasi dalam kondisi mencukupi.

Selain itu, pengawasan terhadap kapasitas penumpang diperketat guna mencegah kelebihan muatan yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan operator pelabuhan terus diperkuat untuk memastikan operasional berjalan aman dan sesuai standar,” tambahnya.

Menutup kunjungannya, Bupati mengingatkan seluruh nahkoda kapal untuk selalu mengutamakan keselamatan pelayaran, termasuk memastikan kelengkapan alat keselamatan seperti pelampung bagi setiap penumpang.(*)