Skor IDSD Jambi Naik, Al Haris Minta Bupati dan Wali Kota Bergerak Cepat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, mendorong seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi untuk segera mengambil langkah konkret dalam meningkatkan daya saing daerah masing-masing.

Dorongan tersebut disampaikan usai Provinsi Jambi mencatat kenaikan skor dalam Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang dirilis oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Jakarta.

Dalam rilis resmi tersebut, skor IDSD Provinsi Jambi naik dari 3,38 menjadi 3,46. Capaian ini menunjukkan adanya perbaikan kinerja di sejumlah sektor strategis.

Menurut Al Haris, peningkatan ini merupakan hasil kerja kolektif antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Namun demikian, ia menegaskan masih diperlukan penguatan berkelanjutan agar Jambi mampu bersaing lebih kompetitif di tingkat nasional.

“Kita mendorong agar bupati dan wali kota melakukan langkah-langkah strategis agar daya saing di daerahnya meningkat,” tegasnya.

Sejumlah indikator yang mencatat performa baik dalam IDSD 2025 antara lain:

  • Kesehatan

  • Pendidikan

  • Ekonomi dan pasar

  • Tenaga kerja

Capaian ini dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun produktivitas daerah serta memperkuat iklim investasi.

Al Haris menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk menjaga tren positif ini.

Dengan strategi yang tepat, inovasi yang konsisten, serta perencanaan yang matang, ia optimistis Jambi dapat terus memperbaiki peringkatnya secara nasional.

Peningkatan daya saing, menurutnya, bukan sekadar angka, tetapi cerminan kualitas pelayanan publik, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.(*)




Skor Daya Saing Jambi Naik di IDSD 2025, Al Haris: Produktivitas Terus Meningkat

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi, Al Haris, menghadiri Rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 yang digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Jakarta, Selasa (24/02/2026).

Kegiatan nasional tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala BRIN Prof. Arif Satria, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, serta Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya.

Berdasarkan rilis resmi IDSD 2025, Provinsi Jambi mencatat kenaikan skor dari 3,38 menjadi 3,46. Peningkatan ini menjadi indikator adanya perbaikan performa di berbagai sektor strategis daerah.

Menurut Gubernur Al Haris, IDSD merupakan instrumen penting dalam mengukur pergerakan ekonomi, produktivitas, serta daya saing produk daerah di tingkat nasional.

“Indeks Daya Saing Daerah ini penting untuk mengukur bagaimana produk daerah bergerak dan menilai produktivitas masing-masing wilayah,” ujarnya.

Dalam laporan IDSD 2025, beberapa sektor di Jambi menunjukkan capaian yang cukup kuat, terutama:

  • Kesehatan

  • Pendidikan

  • Tenaga kerja

  • Ekonomi dan pasar

Kinerja positif di sektor-sektor tersebut dinilai menjadi fondasi utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Al Haris berharap tren kenaikan skor ini terus berlanjut sehingga Jambi semakin kompetitif di tingkat nasional.

Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk memperkuat inovasi, meningkatkan kualitas SDM, dan memperluas pasar produk lokal.

Peningkatan skor IDSD juga menjadi sinyal positif bagi investor dan pelaku usaha bahwa iklim daya saing Jambi terus membaik.(*)




Pro-Jambi Tangguh Digenjot, Wagub Sani Fokus Modal UMKM dan Start Up

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani, resmi membuka Bazar Ramadhan yang digelar oleh Badan Kerjasama Organisasi Wanita Provinsi Jambi (BKOW), Selasa (24/2/2026), di Gedung Wanita BKOW Provinsi Jambi.

Kegiatan yang akan berlangsung selama lima hari ini dihadiri unsur Forkopimda, Ketua DWP Provinsi Jambi Iin Kurniasih Sudirman, kepala perangkat daerah, tokoh perempuan, serta para pelaku UMKM.

Dalam sambutannya, Wagub Sani menegaskan bahwa bazar ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang kolaborasi, pemberdayaan, dan kepedulian sosial.

Menurutnya, Ramadhan identik dengan meningkatnya kebutuhan bahan pokok dan konsumsi keluarga. Kehadiran bazar menghadirkan solusi nyata melalui harga terjangkau sekaligus membuka peluang usaha, khususnya bagi pelaku UMKM perempuan.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam ketahanan ekonomi keluarga. Banyak usaha rumahan lahir dari dapur, namun mampu menopang pendidikan anak hingga membuka lapangan kerja,” ujarnya.

Ia berharap bazar ini menjadi momentum peningkatan kualitas produk, perbaikan kemasan, serta perluasan pemasaran, termasuk pemanfaatan platform digital agar UMKM Jambi mampu bersaing lebih luas.

Wagub juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jambi dalam mendukung pelaku UMKM dan industri rumah tangga melalui Program Jaringan Majukan Jambi (Pro-Jambi), khususnya pilar Pro-Jambi Tangguh.

Program ini memberikan bantuan modal kerja bagi UMKM, industri rumah tangga, dan start up milenial. Ia mengajak BKOW berkolaborasi agar program tersebut tepat sasaran.

Selain aspek ekonomi, Wagub mengingatkan Ramadhan adalah bulan solidaritas. Keberhasilan bazar, katanya, bukan hanya diukur dari omzet, tetapi dari manfaat sosial yang dihadirkan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Kemas Muhammad Fuad, mengimbau masyarakat berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan.

Ia memastikan daya beli masyarakat dan ketersediaan bahan pokok masih relatif stabil.

Dalam bazar ini, Disperindag juga menghadirkan pasar murah dengan subsidi harga untuk komoditas seperti beras dan minyak goreng.

Tak hanya di Kota Jambi, program bazar dan pasar murah juga digelar di 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi sebagai bentuk strategi pemerintah membantu masyarakat kurang mampu.

“Kegiatan ini sudah terjadwal dan menjadi bagian dari strategi pimpinan daerah untuk meringankan beban masyarakat,” jelasnya.

Bazar Ramadhan BKOW menjadi bukti kolaborasi organisasi perempuan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan.

Pemerintah berharap kegiatan ini mampu menjaga stabilitas harga, meningkatkan omzet UMKM, sekaligus memperkuat solidaritas sosial selama bulan suci.(*)




Anggaran Terbatas, Wabup Merangin Minta OPD Lebih Inovatif

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Merangin resmi menggelar Forum Perangkat Daerah Bidang Infrastruktur Tahun 2026 sebagai langkah awal penyusunan Rencana Kerja (Renja) Tahun Anggaran 2027.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Sapta Taruna Dinas PUPR Merangin itu dibuka langsung oleh Wakil Bupati Merangin, A. Khafidh, didampingi Sekretaris Daerah Zulhifni, Senin (23/02).

Forum tahun ini mengangkat tema: “Meningkatkan Infrastruktur Pemberdayaan Masyarakat dan Penguatan Ekonomi Berbasis Potensi Daerah dan Kearifan Lokal.”

Kepala Dinas PUPR Merangin, Risdiansyah, menjelaskan forum ini merupakan amanat dari Kementerian Dalam Negeri melalui Permendagri Nomor 86 Tahun 2017.

Forum tersebut menjadi ruang sinkronisasi antara usulan masyarakat hasil Musrenbang di 24 kecamatan dengan program teknis OPD.

“Ini wadah penyaringan aspirasi untuk menyempurnakan rancangan kebijakan Renja Infrastruktur. Kita mempertajam indikator kinerja dan menyesuaikan pendanaan dengan pagu indikatif,” jelasnya.

Dalam forum ini juga dilakukan penandatanganan berita acara kesepakatan antara perwakilan kecamatan dan OPD. Namun, baru delapan kecamatan yang menyerahkan laporan lengkap.

“Kami minta seluruh kecamatan segera melengkapi agar bisa dibawa ke forum lintas kabupaten,” tegas Risdiansyah.

Dalam arahannya, Wakil Bupati A. Khafidh menyoroti tantangan pembiayaan pembangunan yang tengah menghadapi keterbatasan fiskal.

Ia meminta seluruh OPD, khususnya bidang infrastruktur dan sumber daya air, belajar dari evaluasi 2025 agar tidak terjadi penumpukan pekerjaan di akhir tahun anggaran.

“Jangan sampai ada lagi keterlambatan administrasi atau pengajuan CCO penambahan waktu yang tidak perlu. Perencanaan harus matang sejak awal,” tegasnya.

Wabup juga menekankan pentingnya pendekatan bottom-up dalam perencanaan pembangunan.

Ia mengingatkan para camat agar aktif mengawal usulan desa dan memahami regulasi terbaru Dana Desa tahun 2025.

Menurutnya, operasional kantor desa kini tidak lagi bisa menggunakan Dana Desa, melainkan harus bersumber dari PADes.

“Camat sebagai pembina desa harus turun langsung agar tidak terjadi salah persepsi di masyarakat,” ujarnya.

Tak hanya mengandalkan APBD Kabupaten, Wabup juga mendorong kepala OPD untuk proaktif mencari peluang pendanaan dari pemerintah pusat melalui berbagai aplikasi dan forum perencanaan nasional.

“Kita harus inovatif dan disiplin dalam mengajukan usulan. Jangan hanya menunggu,” pungkasnya.

Forum ini turut dihadiri jajaran kepala OPD, Inspektur, Kepala Bappeda, serta seluruh camat se-Kabupaten Merangin.(*)




Kabar Baik untuk Warga Merangin, Bunga KPR Bisa Turun Jadi 5 Persen

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Langkah percepatan pembangunan sektor perumahan di Kabupaten Merangin mulai menunjukkan arah yang jelas M Syukur membawa empat program strategis setelah melakukan pertemuan dengan Maruarar Sirait, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), di Wisma Mandiri, Jakarta, Senin (23/2).

Pertemuan tersebut menghasilkan sejumlah komitmen penting yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk kemudahan akses pembiayaan rumah dan pemberdayaan ekonomi keluarga.

Program renovasi rumah tidak hanya berorientasi pada hunian layak, tetapi juga mendorong produktivitas ekonomi keluarga.

Pemerintah Kabupaten Merangin akan menggandeng PNM Mekaar agar rumah yang diperbaiki bisa dimanfaatkan sebagai pusat usaha rumahan, khususnya bagi kaum ibu.

Pemkab Merangin berkomitmen menata kawasan kumuh menjadi lingkungan yang sehat, tertata, dan layak huni. Program ini ditargetkan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.

Melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), pemerintah memastikan setiap kabupaten/kota di Jambi memperoleh alokasi bantuan rumah swadaya.

Akses pembiayaan perumahan akan disederhanakan. Masyarakat berpenghasilan rendah di Merangin diprioritaskan untuk mendapatkan kemudahan KPR Tapak dan Rusun dengan skema subsidi yang lebih ringan.

“Kita akan mempermudah akses KPR Tapak dan Rusun bagi masyarakat berpenghasilan rendah agar tidak kesulitan mencicil rumah,” ujar Bupati.

Ia menegaskan, keempat program tersebut segera direalisasikan agar masyarakat Merangin tidak lagi terbebani persoalan hunian.

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait yang akrab disapa Menteri Ara mengungkapkan rencana besar untuk membantu jutaan masyarakat Indonesia.

Ia mengusulkan penurunan bunga kredit menjadi 5 persen bagi sekitar 16 juta nasabah, terutama ibu-ibu yang menjalankan usaha dari rumah.

“Saya sudah membuat proposal untuk mengurangi bunga menjadi 5% bagi 16 juta nasabah, terutama untuk ibu-ibu yang berusaha di rumah,” ungkapnya.

Sebagai tindak lanjut, Menteri PKP berencana mengunjungi Provinsi Jambi usai Idul Fitri 1447 H.

Agenda tersebut mencakup pertemuan dengan perwakilan masyarakat, termasuk dari Kabupaten Merangin, guna memastikan program berjalan sesuai target.

Langkah ini diharapkan menjadi solusi nyata bagi masyarakat dalam memperoleh hunian layak sekaligus memperkuat ekonomi keluarga berbasis rumah tangga.(*)




Harga Minyakita Lampaui HET di Batanghari, Mitra Terancam Diputus

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dugaan penjualan Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) mencuat di Kabupaten Batanghari, Jambi.

Informasi yang beredar menyebutkan minyak goreng rakyat tersebut dijual hingga Rp18.000 per liter, padahal pemerintah telah menetapkan HET sebesar Rp15.700 per liter.

Menanggapi kabar tersebut, Perum Bulog melalui Manager Pengadaan dan Pelayanan Publik Bulog Jambi, Ahmad Mazajjad Faqihuddin, menegaskan pihaknya akan melakukan penelusuran terlebih dahulu sebelum mengambil langkah tegas.

“Kita lihat dulu, kita telusuri dulu. Kalau itu jaringan Bulog seperti Rumah Pangan Kita (RPK) atau mitra resmi, tentu ada aturan yang harus dipatuhi. Bulog bisa mengeluarkan surat pemutusan sebagai mitra kerja,” ujarnya.

Ahmad menjelaskan, setiap mitra Bulog yang mengambil Minyakita diwajibkan menandatangani pakta integritas.

Dalam perjanjian tersebut ditegaskan bahwa penjualan tidak boleh melebihi HET Rp15.700 per liter.

Jika terbukti melanggar, sanksi tegas berupa pemutusan kerja sama akan diberlakukan.

“Itu sudah jelas dalam surat pernyataan yang mereka tandatangani. Kalau melanggar, bisa diputus sebagai mitra kerja Bulog,” tegasnya.

Namun, apabila penjual bukan bagian dari jaringan resmi Bulog, maka penindakan berada di ranah Dinas Perdagangan bersama Satgas Pangan.

Bulog juga membuka kemungkinan adanya pedagang yang belum memahami struktur harga distribusi.

Dari Bulog ke mitra resmi, Minyakita dijual dengan harga Rp14.500 per liter.

Selisih margin tersebut seharusnya tidak membuat harga di tingkat konsumen melampaui HET.

“Perlu kita klarifikasi bersama Bulog, Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan. Kita cek dulu ke tokonya,” tutup Ahmad.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena Minyakita merupakan minyak goreng yang diperuntukkan menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Jika benar terjadi pelanggaran, pengawasan distribusi dipastikan akan diperketat untuk mencegah lonjakan harga di pasaran.(*)




Minyakita Aman! Bulog Jambi Siapkan 800 Ribu Liter, HET Tetap Rp15.700

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, ketersediaan Minyakita di Provinsi Jambi dipastikan dalam kondisi aman.

Perum Bulog menyatakan stok minyak goreng rakyat tersebut mencukupi hingga beberapa pekan ke depan, bahkan mendekati Lebaran.

Berdasarkan data administrasi terbaru, stok Minyakita yang tersimpan di gudang Bulog Jambi mencapai 832.557 liter.

Manager Pengadaan dan Pelayanan Publik Bulog Jambi, Ahmad Mazajjad Faqihuddin, mengatakan jumlah tersebut sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Stok minyak di gudang Bulog secara administrasi ada 832.557 liter. Itu sangat cukup untuk penyaluran sampai mendekati Idul Fitri,” ujarnya.

Rata-rata penjualan Minyakita di Jambi saat ini berkisar 2.000 liter per hari. Jika dihitung untuk 20 hari ke depan, kebutuhan hanya sekitar 40.000 liter.

Artinya, stok yang tersedia masih sangat berlebih dan bahkan berpotensi bertambah setiap minggu melalui pasokan rutin.

“Kalau kebutuhan 20 hari hanya 40.000 liter, sementara stok kita lebih dari 800 ribu liter, tentu sangat aman,” jelasnya.

Selain memastikan stok aman, Bulog juga menyalurkan bantuan pangan gratis selama Februari hingga Maret kepada 363.117 keluarga penerima manfaat di seluruh Jambi.

Setiap keluarga akan menerima:

  • Beras 20 kilogram (dua sak @10 kg)

  • Minyakita 4 liter

Distribusi bantuan ditargetkan rampung pada Maret agar bisa dimanfaatkan menjelang Lebaran.

Penyaluran Minyakita ke RPK (Rumah Pangan Kita) dan pasar tradisional dilakukan secara berkala, yakni dua hingga tiga kali dalam seminggu.

Setiap RPK disebut dapat mengambil sekitar 40 dus per distribusi, sesuai informasi dari bagian bisnis.

Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan dan mencegah kelangkaan di tingkat pengecer.

Bulog menegaskan akan bertindak tegas terhadap RPK yang menjual Minyakita di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter.

Jika terbukti melanggar, RPK tersebut akan diputus hubungan kerja dan tidak lagi mendapat pasokan Minyakita maupun beras SPHP.

Dalam skema distribusi:

  • Bulog menjual ke pengecer seharga Rp14.500 per liter

  • Pengecer wajib menjual ke konsumen maksimal Rp15.700 per liter

Minyakita didistribusikan dengan mekanisme bisnis murni tanpa subsidi, namun harga tetap dikontrol pemerintah demi menjaga keterjangkauan.(*)




Lurah Penyengat Rendah Klarifikasi Dugaan Penimbunan MinyakKita

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Lurah Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, Muhammad Haikal Pahlevi Rawi memberikan klarifikasi terkait dugaan penimbunan minyak goreng MinyaKita yang ramai beredar di media sosial.

Muhammad Haikal menjelaskan, rumahnya hanya digunakan sebagai gudang sementara karena fasilitas Koperasi Merah Putih di kelurahan tersebut sudah penuh.

“Rumah saya dijadikan gudang sementara karena gudang Koperasi tidak cukup,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Hal ini dibenarkan oleh Ketua Koperasi Merah Putih, Hafiz. Menurutnya, penyimpanan sementara di rumah lurah telah disepakati untuk menjaga keamanan dan stabilitas pasokan kebutuhan pokok masyarakat.

“Iya, benar. Ini sudah disepakati demi keamanan dan kebutuhan warga,” kata Hafiz.

Selain itu, Hafiz menegaskan dukungan lurah sangat besar, termasuk dalam hal permodalan koperasi, sehingga koperasi dapat terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.

“Dukungan Pak Lurah sangat besar, termasuk secara pribadi untuk permodalan. Ini memacu kami mengembangkan koperasi agar semakin bermanfaat bagi warga,” jelasnya.

Koperasi Merah Putih secara rutin menyalurkan kebutuhan pokok, termasuk minyak goreng bersubsidi MinyaKita.

Dalam satu pekan, koperasi mampu menyalurkan hingga 20 dus MinyaKita untuk warga Penyengat Rendah.

Salah seorang warga, Intan, mengapresiasi keberadaan koperasi tersebut:

“Kami berterima kasih kepada Pak Lurah yang mendukung pengembangan Koperasi Merah Putih. Ini sangat membantu warga, harga stabil dan pelayanan profesional,” ujarnya.

Kehadiran koperasi dianggap meningkatkan kepercayaan masyarakat dan memastikan kebutuhan pokok dapat terpenuhi dengan baik.(*)




Rokok Rempah vs Rokok Tembakau: Mana Lebih Berbahaya?

SEPUCUKJAMBI.ID – Rokok rempah atau rokok herbal belakangan ini semakin dikenal sebagai alternatif rokok konvensional.

Produk ini sering dipromosikan sebagai pilihan yang lebih “alami” karena tidak menggunakan tembakau dan diklaim bebas nikotin.

Aromanya pun cenderung lebih wangi dan tidak menyengat seperti rokok biasa.

Namun, apakah rokok rempah benar-benar lebih aman bagi kesehatan?

Secara umum, rokok rempah dibuat dari campuran berbagai bahan herbal seperti daun, bunga, atau akar tanaman tertentu.

Meski tidak mengandung tembakau, produk ini tetap dikonsumsi dengan cara dibakar dan asapnya dihirup.

Di sinilah letak masalahnya. Proses pembakaran bahan organik, apa pun jenisnya, tetap menghasilkan zat berbahaya yang bisa berdampak pada tubuh.

Asap dari rokok rempah tetap mengandung partikel halus dan senyawa kimia yang berisiko bagi sistem pernapasan.

Saat terhirup, zat-zat ini dapat mengiritasi saluran napas, mulai dari tenggorokan hingga paru-paru.

Dalam jangka panjang, paparan asap secara terus-menerus bisa memicu gangguan fungsi paru, batuk kronis, hingga memperburuk kondisi seperti asma.

Selain itu, pembakaran bahan herbal juga dapat menghasilkan karbon monoksida dan tar.

Karbon monoksida dapat mengurangi kemampuan darah dalam membawa oksigen ke seluruh tubuh, sementara tar berpotensi merusak jaringan paru-paru.

Meski kadar zat tertentu mungkin berbeda dibanding rokok tembakau, risiko kesehatan tetap ada.

Anggapan bahwa rokok rempah lebih sehat sering kali muncul karena label “herbal” atau “alami”.

Padahal, tidak semua bahan alami aman ketika dibakar dan dihirup. Hingga kini, belum ada bukti ilmiah yang menyatakan bahwa rokok rempah benar-benar aman atau bebas risiko.

Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa asap dari produk berbasis tanaman tetap dapat mengandung zat karsinogen yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.

Perlu diingat, tidak ada jenis rokok yang sepenuhnya aman bagi kesehatan. Baik rokok tembakau, rokok elektrik, maupun rokok rempah tetap membawa potensi bahaya, terutama jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Jika tujuan seseorang adalah menjaga kesehatan atau mengurangi risiko penyakit, menghentikan kebiasaan merokok sepenuhnya tetap menjadi langkah terbaik.

Kesimpulannya, meski memiliki aroma yang lebih lembut dan citra yang lebih “alami”, rokok rempah tetap menyimpan risiko kesehatan.

Sebelum tergoda oleh klaim yang beredar, penting untuk memahami bahwa proses pembakaran dan paparan asap adalah faktor utama yang membahayakan tubuh.(*)




LPKNI Bongkar Dugaan Mafia Minyak Goreng, Oknum Lurah di Kota Jambi Terlibat?

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dugaan praktik mafia minyak goreng kembali mencuat di Kota Jambi. Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) mengungkap adanya penimbunan MinyaKita kemasan 1 liter di sebuah rumah di Jalan Walisongo, Aur Kenali, Telanaipura, yang diduga milik oknum Lurah berinisial MH.

Dalam operasi investigasi yang dilakukan tim LPKNI, terlihat puluhan truk penuh kardus MinyaKita terparkir di halaman rumah tersebut.

Spanduk yang terpasang menyebutkan penyaluran bantuan pangan beras dan minyak goreng Provinsi Jambi pada Oktober–November 2025.

Ketua Umum LPKNI, Kurniadi Hidayat, yang ikut langsung dalam operasi mengatakan, jumlah minyak goreng mencapai 1.000 dus.

“1.000 dus MinyaKita kemasan 1 liter ini jelas menyalahi aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah,” tegas Kurniadi, kemarin.

Dugaan bermula dari informasi bahwa salah satu Rumah Pangan Kita (RPK) binaan Perum Bulog Jambi menerima kuota minyak goreng fantastis, sementara RPK lain hanya mendapatkan 40 dus untuk dua minggu.

Kurniadi menilai jika minyak tersebut dijual ke pedagang lain, harga di pasaran bisa melonjak di atas HET, merugikan masyarakat yang seharusnya memperoleh harga terjangkau.

Investigasi LPKNI mencatat minyak goreng ini diduga akan dijual ke Bayung Lincir, Sumatera Selatan, dan Kabupaten Batang Hari dengan harga Rp188 ribu–Rp200 ribu per dus.

“Kalau jumlahnya sudah ribuan begini, ini bukan sekadar cari makan, tapi cari kaya. Ini bisa dikategorikan penimbunan dan tindak pidana bahan pokok,” ujar Kurniadi.

Ketum LPKNI juga menyoroti dugaan adanya permainan di internal Perum Bulog Jambi. Ia menekankan bahwa setiap RPK seharusnya memiliki toko resmi dengan titik koordinat yang tercatat.

“Kami meminta Perum Bulog Pusat mengevaluasi pejabat Bulog Jambi karena dugaan praktik yang merugikan masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Kurniadi meminta Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, untuk mengevaluasi dan mencopot oknum Lurah MH atas dugaan penyalahgunaan wewenang.(*)