60 Persen untuk Banjir, Kajang Lako Disiapkan Jadi Ruang Publik dan Destinasi Baru Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan kawasan Danau Telago Kajang Lako.

Proyek yang berada di kawasan kolam retensi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026, terutama karena musim hujan mulai memasuki wilayah Jambi.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan percepatan Kajang Lako menjadi perhatian Pemkot Jambi setelah pemerintah mendapat evaluasi mengenai kondisi cuaca dan musim hujan dari BMKG.

Memasuki November, intensitas hujan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam target pengoperasian kawasan tersebut.

“Danau Kajang Lako memang direncanakan akhir tahun ini sudah beroperasi. Ini juga mengingat kemarin kita mendapatkan evaluasi dari BMKG, karena November sudah masuk musim hujan,” kata Diza, Selasa 6 Oktober 2026.

Target tersebut membuat fungsi pengendalian banjir menjadi sorotan utama. Pemkot Jambi merancang sekitar 60 persen fungsi kawasan Kajang Lako untuk mendukung pengendalian banjir.

Artinya, keberadaan Danau Telago Kajang Lako tidak semata diarahkan sebagai ruang rekreasi atau ikon baru kota.

Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam sistem penanganan genangan dan pengendalian air di Kota Jambi.

Pemkot Jambi tidak ingin fungsi pengendalian banjir membuat kawasan Kajang Lako kehilangan potensi sebagai ruang publik.

Di luar fungsi utamanya, pemerintah menyiapkan sejumlah ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM.

“Penggunaannya nanti 60 persen memang untuk mengatasi banjir, tetapi juga ada space-space tertentu yang bisa digunakan UMKM,” ujar Diza.

Menurut dia, konsep tersebut menjadi bagian dari strategi menggabungkan fungsi infrastruktur dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, ketika kawasan tidak digunakan untuk fungsi pengendalian air, ruang yang tersedia tetap dapat memberikan manfaat bagi warga melalui kegiatan publik maupun ekonomi.

Konsep itu juga sejalan dengan program Kota Tangguh yang dikembangkan Pemkot Jambi.

Pemerintah ingin membangun kawasan yang tidak hanya mampu menghadapi persoalan banjir, tetapi juga menyediakan ruang bagi aktivitas ekonomi dan masyarakat.

Kajang Lako juga masuk dalam konsep penataan kawasan publik yang lebih luas.

Pemkot Jambi sebelumnya menyiapkan konektivitas kawasan yang menghubungkan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako.

Konsep tersebut bertujuan membuat berbagai ruang publik dan ikon kota saling terhubung sehingga membentuk kawasan yang lebih terintegrasi.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan di kawasan Kajang Lako.

Salah satunya jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer. Jalur tersebut dirancang dengan pepohonan peneduh dan penerangan sehingga dapat menunjang aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat.

Penataan lanskap juga dilakukan melalui penghijauan dengan menanam pohon tanjung dan tabebuya.

Pemkot Jambi melihat Kajang Lako memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Jambi.

Namun, pengembangan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi utama kawasan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir.

Pemerintah ingin ruang yang dibangun tidak berhenti sebagai infrastruktur teknis.

Kawasan tersebut juga diharapkan mampu menjadi ruang interaksi warga, lokasi aktivitas olahraga, tempat rekreasi hingga wadah bagi kegiatan ekonomi UMKM.

Dengan target mulai beroperasi pada akhir 2026, Kajang Lako kini menghadapi dua kepentingan sekaligus, memastikan fungsi pengendalian banjir berjalan dan menghadirkan ruang publik yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pemkot Jambi juga merencanakan prosesi peresmian kawasan tersebut pada 2027 setelah seluruh penataan dan fasilitas pendukung rampung.

Jika target berjalan sesuai rencana, Danau Telago Kajang Lako tidak hanya menjadi kolam retensi, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu ruang publik baru yang menggabungkan fungsi pengendalian banjir, olahraga, rekreasi, UMKM, penghijauan dan pariwisata di Kota Jambi.(*)




Update: Garuda GA 126 Gagal Mendarat di Jambi, Pesawat Kembali ke Soekarno-Hatta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Penerbangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta terdampak kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat yang semula diperkirakan tiba pukul 11.50 WIB akhirnya kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau Return To Base (RTB) karena jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi hanya mencapai 1.300 meter.

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi terus berubah sepanjang Senin 6 Oktober 2026.

Setelah sempat membaik pada pagi hingga menjelang siang, jarak pandang kembali menurun dan berdampak pada operasional penerbangan.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, sebelumnya menyampaikan jarak pandang pada pukul 11.30 WIB berada di angka 1.300 meter.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kedatangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta.

Pesawat yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB itu kemudian tidak melanjutkan pendaratan di Bandara Sultan Thaha Jambi dan memilih kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Jarak Pandang Kembali Turun Jadi 1.000 Meter

Perkembangan kondisi terbaru menunjukkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali memburuk.

Pada pukul 12.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya 1.000 meter, turun 300 meter dibandingkan kondisi pada pukul 11.30 WIB yang masih berada di angka 1.300 meter.

Penurunan tersebut terjadi setelah jarak pandang sempat mencapai titik terbaik 2.800 meter pada pukul 11.00 WIB.

Artinya, dalam waktu satu jam, jarak pandang di kawasan Bandara Sultan Thaha Jambi berubah dari 2.800 meter menjadi 1.000 meter.

Perubahan cepat ini menjadi perhatian dalam operasional penerbangan, terutama bagi pesawat yang akan melakukan proses pendaratan.

Sempat Membaik, Kondisi Berubah Cepat

Sejak pagi, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi memang menunjukkan pola yang fluktuatif.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Angka tersebut turun menjadi 800 meter pada pukul 06.30 WIB.

Kondisi kemudian kembali mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.

Memasuki pukul 08.30 WIB, jarak pandang mulai membaik menjadi 1.400 meter.

Perbaikan berlanjut menjadi 2.000 meter pada pukul 09.00 WIB dan 2.500 meter pada pukul 10.00 WIB.

Pukul 11.00 WIB menjadi titik tertinggi dengan jarak pandang mencapai 2.800 meter.

Namun, kondisi kembali berubah hanya dalam waktu 30 menit. Pada pukul 11.30 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.300 meter.

Satu jam setelah mencapai 2.800 meter, jarak pandang kembali merosot hingga 1.000 meter pada pukul 12.00 WIB.

Garuda GA 126 Jadi Penerbangan yang Terdampak

Sebelumnya, penerbangan Batik Air ID 6804 dari Jakarta tercatat telah mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 11.05 WIB, setelah mengalami perubahan dari jadwal kedatangan awal pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Garuda Indonesia GA 126 menghadapi kondisi berbeda.

Pesawat yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB memilih kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau RTB setelah kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi berada di level 1.300 meter.

Hingga pembaruan pukul 12.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter.

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca untuk mendukung keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.(*)




Update Bandara Sultan Thaha Jambi: Jarak Pandang Turun 1.300 Meter, Garuda Dijadwalkan Tiba

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali berubah pada Senin 6 Oktober 2026.

Setelah sempat membaik hingga 2.800 meter pada pukul 11.00 WIB, jarak pandang justru turun cukup tajam menjadi 1.300 meter hanya 30 menit kemudian.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan perubahan tersebut berdasarkan pemantauan kondisi di kawasan bandara.

Data pemantauan menunjukkan jarak pandang sejak pagi bergerak cukup fluktuatif.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang berada di angka 1.000 meter. Kondisi kemudian memburuk hingga 800 meter pada pukul 06.30 WIB.

Jarak pandang kembali mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB dan bertahan hingga pukul 08.00 WIB.

Perbaikan mulai terlihat pada pukul 08.30 WIB ketika jarak pandang meningkat menjadi 1.400 meter.

Angka tersebut terus naik menjadi 2.000 meter pada pukul 09.00 WIB, kemudian 2.500 meter pada pukul 10.00 WIB.

Puncak perbaikan terjadi pukul 11.00 WIB. Saat itu, jarak pandang mencapai 2.800 meter.

Namun, kondisi kembali berubah dalam waktu singkat.

“Update terakhir pukul 11.30 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.300 meter,” kata Ikhsan Pulungan.

Penerbangan Tetap Berjalan

Perubahan jarak pandang tersebut belum menghentikan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6804 dari Jakarta yang semula dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB tercatat mendarat pada pukul 11.05 WIB.

Sementara itu, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 126 dari Jakarta dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB.

Kondisi ini menunjukkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berlangsung di tengah perubahan jarak pandang yang terjadi sejak pagi.

Pihak bandara terus memantau kondisi jarak pandang dan cuaca untuk mendukung keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.

Fluktuasi jarak pandang menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Pemantauan secara berkala pun menjadi bagian penting dalam menentukan perkembangan operasional penerbangan.

Hingga pembaruan terakhir pukul 11.30 WIB, jarak pandang Bandara Sultan Thaha Jambi tercatat 1.300 meter.

Penerbangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta menjadi salah satu penerbangan yang dijadwalkan tiba setelah pembaruan tersebut, dengan estimasi pendaratan sekitar pukul 11.50 WIB.(*)




Belum Sehari Dilaporkan, Polisi Tangkap Dua Terduga Pencuri Velg Hilux di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam pencurian satu set velg mobil Hilux di sebuah toko ban kawasan Jalan Dewi Sartika RT 12, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Unit Reskrim Polsek Pasar menangkap kedua terduga pelaku pada Senin 5 Oktober 2026, hanya beberapa jam setelah korban melaporkan kehilangan velg kepada polisi.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang melalui Kapolsek Pasar, Kompol Fery Siswara.

Dua pria yang diamankan masing-masing berinisial M.A (21), warga Kabupaten Batang Hari, dan S.R.R (24), warga Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Kasus ini diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban berinisial R.Z (26), karyawan swasta asal Kecamatan Alam Barajo, mendapat informasi dari abangnya bahwa toko ban miliknya di kawasan Beringin kehilangan satu set velg mobil Hilux.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasar. Kerugian akibat pencurian itu diperkirakan mencapai Rp7 juta.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Pasar. Petugas melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan orang yang diduga terlibat sekaligus menelusuri barang yang hilang.

Sekitar pukul 11.00 WIB, polisi berhasil mengamankan M.A dan S.R.R tanpa perlawanan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan empat buah velg mobil Hilux yang disebut sebagai barang bukti hasil kejahatan.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang mengapresiasi langkah cepat personel Polsek Pasar dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan di Kota Jambi. Begitu laporan masuk, anggota langsung bergerak dan Alhamdulillah pelaku berhasil diamankan beserta barang buktinya. Ini bentuk komitmen kami memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Saat ini kedua terduga pelaku menjalani proses penyidikan di Mapolsek Pasar Polresta Jambi.

Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 476 KUHP tentang pencurian.

Polresta Jambi juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila menjadi korban atau mengetahui dugaan tindak pidana.

Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 maupun kantor polisi terdekat.(*)




BRILiaN Culture Festival BO Sunter, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Sunter menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Sunter.

Kegiatan BCF berlangsung dengan penuh kehangatan dan kegembiraan. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh pekerja untuk membangun kebersamaan, mempererat hubungan antarpegawai, serta menciptakan suasana yang lebih positif di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para pekerja diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam setiap aktivitas pekerjaan. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan tidak hanya menjadi pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama BRILiaN Culture Festival juga menjadi energi positif untuk memperkuat engagement dan semangat kerja seluruh pekerja BO Sunter. Dengan hubungan yang semakin erat, diharapkan kolaborasi dan sinergi dalam menjalankan tugas dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja.

BRILiaN Culture Festival menjadi salah satu wadah untuk menghidupkan budaya kerja dalam keseharian. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus dibawa ke lingkungan kerja, sehingga seluruh pekerja BO Sunter semakin solid, BRILiaN, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi BRI serta nasabah.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



BRILiaN Culture Festival BO Cut Mutiah, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Cut Mutiah menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Cut Mutiah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pekerja BO Cut Mutiah diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan BCF menjadi energi positif bagi seluruh pekerja. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan, soliditas, dan kolaborasi sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin positif dan produktif.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BO Cut Mutiah terus mendorong agar budaya kerja tidak hanya dipahami sebagai nilai perusahaan, tetapi juga dihidupkan dan diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Dengan semangat BRILiaN dan kebersamaan yang semakin kuat, seluruh pekerja BO Cut Mutiah diharapkan mampu membawa energi positif tersebut ke lingkungan kerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Perkuat Kebersamaan dan Sportivitas, BRI Region 6 Gelar Kompetisi Futsal dalam Rangkaian BCF

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangkaian pelaksanaan BRILiaN Culture Festival (BCF), BRI Region 6 menyelenggarakan lomba futsal antar pekerja yang dilaksanakan di Ciloto. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun semangat sportivitas di antara para pekerja BRI Region 6.

Pertandingan futsal berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Setiap tim menunjukkan semangat, kekompakan, dan kerja sama dalam menghadapi setiap pertandingan. Tidak hanya mengedepankan persaingan di lapangan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para pekerja untuk saling berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih erat dalam suasana yang penuh kegembiraan.

Melalui olahraga futsal, nilai-nilai BRILiaN Culture turut diimplementasikan melalui kerja sama tim, komunikasi, disiplin, tanggung jawab, serta semangat untuk memberikan kontribusi terbaik. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif.

Pelaksanaan lomba futsal juga menjadi bagian dari upaya BRI Region 6 dalam menciptakan keseimbangan antara aktivitas pekerjaan dan kegiatan yang mendukung kebersamaan pekerja. Semangat dan energi positif yang tercipta selama pertandingan diharapkan dapat meningkatkan engagement serta memperkuat soliditas antarpekerja.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus mendorong budaya kerja yang tidak hanya diterapkan dalam aktivitas profesional, tetapi juga dihidupkan melalui kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi. Semangat BRILiaN yang terbangun di Ciloto diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh pekerja untuk kembali menjalankan aktivitas pekerjaan dengan semakin solid dan penuh semangat.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Jangan Salah Waktu Menjemput, Ini 7 Jadwal Pesawat Tiba di Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bagi warga yang hendak menjemput keluarga, kerabat, atau kolega, jadwal kedatangan pesawat Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini, Selasa 6 Oktober 2026, patut dicatat.

Sebanyak tujuh penerbangan dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi sepanjang hari.

Mayoritas pesawat datang dari Jakarta, sementara dua penerbangan lainnya berasal dari Batam.

Jadwal kedatangan paling pagi tercatat pukul 10.20 WIB. Batik Air melalui penerbangan ID 6804 dijadwalkan tiba dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Hanya berselang lima menit, pesawat Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta juga dijadwalkan mendarat pada pukul 10.25 WIB.

Kondisi serupa terjadi pada siang hari. Dua penerbangan Super Air Jet dari Batam memiliki jadwal kedatangan yang berdekatan, yakni pukul 12.45 WIB dan 13.00 WIB.

Jadwal Lengkap Pesawat Tiba di Jambi

Berikut jadwal kedatangan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026:

Waktu Maskapai Nomor Penerbangan Asal
10.20 WIB Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK)
10.25 WIB Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK)
12.45 WIB Super Air Jet IU 973 Batam (BTH)
13.00 WIB Super Air Jet IU 2973 Batam (BTH)
13.40 WIB Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK)
15.15 WIB Citilink QG 966 Jakarta (CGK)
18.40 WIB Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK)

Dari tujuh penerbangan tersebut, lima berasal dari Jakarta dan dua lainnya datang dari Batam.

Bagi penjemput, dua kelompok jadwal perlu mendapat perhatian lebih karena waktu kedatangannya berdekatan.

Pada pagi hari, Batik Air ID 6804 dijadwalkan tiba pukul 10.20 WIB, kemudian Garuda Indonesia GA 126 pada pukul 10.25 WIB.

Sementara itu, Super Air Jet IU 973 dijadwalkan mendarat pukul 12.45 WIB, disusul IU 2973 pada pukul 13.00 WIB.

Penjemput Jangan Hanya Mengandalkan Jadwal

Penjemput sebaiknya tidak hanya berpatokan pada waktu yang tercantum dalam jadwal.

Status penerbangan dapat berubah karena berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, persoalan teknis pesawat, maupun lalu lintas udara.

Karena itu, sebelum berangkat menuju Bandara Sultan Thaha, penjemput perlu mengecek kembali status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau informasi resmi Bandara Sultan Thaha Jambi.

Penjemput juga disarankan tiba sekitar 30–60 menit sebelum estimasi kedatangan.

Waktu tersebut memberi ruang untuk mengantisipasi perubahan waktu mendarat sekaligus menunggu penumpang keluar dari terminal.

Perhatikan Dua Waktu Kedatangan yang Berdekatan

Jika hendak menjemput penumpang pada pagi hari, rentang pukul 10.20–10.25 WIB menjadi salah satu waktu yang perlu diperhatikan.

Dua pesawat dari Jakarta dijadwalkan tiba hanya berselang lima menit.

Hal serupa terjadi pada rentang 12.45–13.00 WIB, ketika dua penerbangan Super Air Jet dari Batam dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha.

Penjemput juga perlu memastikan titik pertemuan dengan penumpang agar tidak terjadi kebingungan setelah penumpang keluar dari terminal kedatangan.

Jadwal Terakhir Tiba Pukul 18.40 WIB

Penerbangan terakhir dalam daftar kedatangan hari ini adalah Batik Air ID 6806 dari Jakarta.

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 18.40 WIB.

Dengan tujuh penerbangan yang dijadwalkan masuk dari Jakarta dan Batam, penjemput memiliki cukup pilihan waktu untuk menyesuaikan kedatangan mereka.

Namun, jadwal kedatangan pesawat Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini tetap perlu dicek ulang sebelum berangkat, terutama jika waktu penjemputan berdekatan dengan jadwal penerbangan lain.

Informasi kode bandara yang digunakan dalam jadwal tersebut yakni DJB untuk Bandara Sultan Thaha Jambi, CGK untuk Bandara Soekarno-Hatta Jakarta, dan BTH untuk Bandara Hang Nadim Batam.(*)




Jangan Sampai Ketinggalan Pesawat, Ini Jadwal Keberangkatan Sultan Thaha Jambi Hari Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak delapan penerbangan dijadwalkan berangkat dari Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Rute Jakarta mendominasi jadwal keberangkatan, disusul penerbangan menuju Medan dan Batam.

Bagi calon penumpang, informasi jadwal penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini menjadi penting untuk mengatur waktu menuju bandara.

Penumpang juga perlu memastikan kembali status penerbangan sebelum berangkat karena jadwal dapat berubah.

Penerbangan pertama dijadwalkan berangkat pukul 06.00 WIB. Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 akan melayani rute Jambi menuju Jakarta melalui Bandara Soekarno-Hatta (CGK).

Setelah itu, Batik Air kembali melayani penerbangan menuju Medan pada pukul 07.55 WIB melalui penerbangan ID 6879 dengan tujuan Bandara Kualanamu (KNO).

Delapan Penerbangan Berangkat dari Jambi

Berikut jadwal keberangkatan pesawat dari Bandara Sultan Thaha Jambi pada Selasa, 6 Oktober 2026:

Waktu Maskapai Nomor Penerbangan Tujuan
06.00 WIB Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK)
07.55 WIB Batik Air ID 6879 Medan (KNO)
09.00 WIB Super Air Jet IU 974 Batam (BTH)
11.00 WIB Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK)
11.10 WIB Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK)
14.55 WIB Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK)
15.45 WIB Citilink QG 967 Jakarta (CGK)
16.00 WIB Super Air Jet IU 841 Jakarta (CGK)

Dari delapan penerbangan tersebut, lima penerbangan melayani rute Jambi-Jakarta.

Maskapai yang melayani rute tersebut yakni Batik Air, Garuda Indonesia, Citilink, dan Super Air Jet.

Sementara itu, masing-masing satu penerbangan tersedia untuk tujuan Medan dan Batam.

Jadwal Padat pada Menjelang Siang

Calon penumpang juga perlu mencermati jadwal keberangkatan yang berdekatan.

Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6805 dijadwalkan berangkat ke Jakarta pada pukul 11.00 WIB.

Sepuluh menit kemudian, Garuda Indonesia melalui penerbangan GA 127 juga dijadwalkan terbang menuju Jakarta.

Kondisi tersebut membuat penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan pada rentang waktu tersebut perlu mengatur waktu kedatangan dengan baik.

Penumpang disarankan tiba di bandara setidaknya dua jam sebelum keberangkatan untuk penerbangan domestik.

Waktu tersebut dapat digunakan untuk menyelesaikan proses check-in, pemeriksaan keamanan, dan persiapan menuju ruang tunggu.

Jadwal Penerbangan Bisa Berubah

Jadwal yang tercantum merupakan jadwal keberangkatan pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Namun, calon penumpang tetap perlu mengecek status penerbangan sebelum menuju Bandara Sultan Thaha.

Perubahan dapat terjadi karena berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca, persoalan teknis pesawat, maupun situasi lalu lintas udara.

Karena itu, penumpang sebaiknya melakukan pengecekan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai yang digunakan.

Informasi juga dapat dipantau melalui kanal resmi Bandara Sultan Thaha Jambi, termasuk Instagram @sultanthahaairport dan Facebook Bandara Sultan Thaha Jambi.

Jangan Lupa Siapkan Dokumen

Selain memastikan jadwal, calon penumpang perlu menyiapkan dokumen perjalanan sebelum menuju bandara.

KTP atau identitas lain serta boarding pass bagi penumpang yang sudah melakukan check-in online sebaiknya sudah tersedia agar proses pemeriksaan berjalan lebih cepat.

Dengan delapan penerbangan yang tersedia hari ini, penumpang dari Jambi memiliki pilihan perjalanan menuju Jakarta, Medan, maupun Batam.

Namun, jadwal penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi hari ini tetap perlu dikonfirmasi kembali sebelum keberangkatan agar penumpang tidak mengandalkan jadwal yang berpotensi mengalami perubahan.(*)




Indonesia Juara, Kutukan Final dan Thailand Akhirnya Takluk di SUGBK

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Indonesia akhirnya mematahkan kutukan panjang di partai final.

Thailand, tim yang selama bertahun-tahun kerap menjadi batu sandungan skuad Garuda, akhirnya berhasil ditaklukkan pada final FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Senin 5 Oktober 2026 malam WIB.

Indonesia meraih kemenangan dramatis melalui adu penalti setelah kedua tim bermain 2-2 hingga extra time.

Skuad Garuda kemudian menang 4-2 dalam drama tos-tosan sekaligus memastikan trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Kemenangan ini terasa lebih besar dari sekadar tambahan satu trofi.

Indonesia akhirnya mengakhiri rentetan kegagalan di partai puncak sekaligus menghentikan dominasi Thailand dalam pertemuan kedua tim.

Thailand Akhirnya Tumbang

Dalam satu dekade terakhir, Thailand menjadi lawan yang sulit ditaklukkan Indonesia.

Dalam periode tersebut, Thailand mencatat empat kemenangan dan tujuh hasil imbang ketika menghadapi Indonesia.

Skuad Garuda tidak mampu meraih kemenangan atas Thailand dalam rentang panjang tersebut.

Kemenangan terakhir Indonesia sebelum final FIFA ASEAN Cup 2026 terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016.

Ketika itu, Indonesia menang 1-0 atas Thailand di Stadion Pakansari.

Setelah itu, penantian panjang dimulai.

Baru pada malam di SUGBK, Indonesia kembali merasakan kemenangan atas Thailand. Bedanya, kali ini kemenangan tersebut langsung mengantarkan Garuda menjadi juara.

Thailand Berkali-kali Menghalangi Indonesia di Final

Thailand bukan nama asing dalam cerita kegagalan Indonesia di partai puncak turnamen Asia Tenggara.

Dari enam final Piala AFF yang pernah dimainkan Indonesia, empat di antaranya mempertemukan Garuda dengan Thailand.

Kedua tim bertemu pada final edisi 2000, 2002, 2016, dan 2020.

Dua pertemuan pertama berakhir pahit bagi Indonesia. Thailand menjadi juara pada final 2000 dan 2002.

Pada 2016, Indonesia memang berhasil memenangkan leg pertama final, tetapi Thailand akhirnya keluar sebagai juara setelah menang pada leg kedua.

Rentetan tersebut membuat Thailand seolah menjadi tembok yang sulit dilewati Indonesia setiap kali bertemu di panggung final.

Kini, cerita itu berubah.

Indonesia Bangkit Setelah Sempat Tertinggal

Final FIFA ASEAN Cup 2026 kembali memperlihatkan betapa sulitnya pertandingan Indonesia melawan Thailand.

Indonesia sempat membuka keunggulan melalui Dean James.

Namun, Thailand merespons lewat Iklas Sanron dan Peeradon Chamratsamee. Indonesia bahkan sempat tertinggal 1-2 pada extra time.

Saat situasi semakin sulit, Elkan Baggott muncul sebagai penyelamat.

Baggott mencetak gol penyama kedudukan dan mengubah skor menjadi 2-2 pada extra time.

Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Di sinilah mental Indonesia kembali diuji.

Penalti Mengubah Cerita

Empat eksekutor Indonesia mampu menjalankan tugas mereka dengan sempurna.

Sebaliknya, Thailand kehilangan momentum setelah Sarach Yooyen gagal menaklukkan kiper Indonesia. Tendangannya membentur tiang gawang.

Kesempatan berikutnya juga gagal dimanfaatkan Thailand.

Nattapong Sayriya tidak mampu mencetak gol setelah kiper Indonesia berhasil membaca arah tendangannya.

Indonesia akhirnya menang 4-2 melalui adu penalti.

SUGBK pun menjadi saksi lahirnya sejarah baru.

Bukan hanya karena Indonesia berhasil mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026, tetapi karena skuad Garuda melakukannya dengan menumbangkan Thailand dalam pertandingan yang penuh tekanan.

SUGBK Juga Lepas dari Penantian

Ada satu catatan lain yang membuat kemenangan ini terasa istimewa.

SUGBK memiliki sejarah panjang dengan perjalanan Timnas Indonesia di berbagai turnamen.

Indonesia beberapa kali harus menelan kegagalan ketika bermain sebagai tuan rumah dan mengejar gelar.

Terakhir kali Indonesia menjadi juara di stadion ini terjadi ketika Garuda mengalahkan Malaysia pada final SEA Games 1987.

Setelah itu, penantian panjang kembali terjadi.

Pada SEA Games 1997, Indonesia kalah dari Thailand melalui adu penalti.

Lima tahun kemudian, Thailand kembali menjadi penghalang Indonesia pada final Piala Tiger 2002. Indonesia lagi-lagi gagal setelah pertandingan berakhir melalui drama adu penalti.

Pada final Piala AFF 2010, Indonesia harus mengakui keunggulan Malaysia dengan agregat 2-4.

Setahun kemudian, giliran Malaysia yang kembali menghentikan Indonesia pada final SEA Games 2011 melalui adu penalti.

Rentetan kegagalan tersebut membuat gelar FIFA ASEAN Cup 2026 memiliki makna tersendiri.

Era Baru Garuda Bersama John Herdman?

Kemenangan atas Thailand juga menjadi tonggak penting bagi Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman.

Skuad Garuda bukan hanya berhasil memenangkan final yang berlangsung dramatis, tetapi juga mematahkan sejumlah catatan buruk yang selama bertahun-tahun membayangi perjalanan Indonesia.

Kutukan final akhirnya pecah.

Thailand yang selama ini menjadi salah satu lawan paling sulit akhirnya tumbang.

Dan yang paling penting, Indonesia tidak lagi hanya datang ke partai puncak untuk menjadi finalis.

Kali ini, Garuda datang untuk mengangkat trofi.(*)