Gekrafs Jambi di Bawah Diza Hazra Aljosha, Fokus Ciptakan Lapangan Kerja Lewat Industri Kreatif

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., resmi dilantik sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) Provinsi Jambi periode 2026–2029.

Pelantikan tersebut berlangsung di Taman Banjuran Budayo, Kota Jambi, Sabtu malam 25 Juli 2026, dan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gekrafs, Kawendra Lukistian.

Usai dilantik memimpin Gekrafs Jambi, Diza Hazra Aljosha menegaskan komitmennya menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurut Diza, Provinsi Jambi tidak dapat terus bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ekonomi kreatif dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang lebih berkelanjutan.

“Hampir 33 persen pendapatan daerah masih bergantung pada sektor pertanian dan pertambangan. Ketika sektor tersebut mengalami kendala, maka ekonomi kreatif menjadi solusi untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru yang lebih adaptif dan berkelanjutan,” ujar Diza.

Ia menyebut, industri kreatif memiliki peluang besar karena ditopang oleh kreativitas dan kemampuan sumber daya manusia.

Menurutnya, Kota Jambi yang minim sumber daya alam justru memiliki kekuatan melalui potensi generasi muda dan pelaku kreatif.

“Kita memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan bersama. Bahkan Kota Jambi yang tidak memiliki sumber daya alam justru memiliki modal besar berupa sumber daya manusia yang kreatif,” katanya.

Gekrafs Jambi Fokus Kembangkan UMKM dan Talenta Kreatif

Sebagai Ketua DPW Gekrafs Provinsi Jambi, Diza mengatakan kepengurusan periode 2026–2029 akan fokus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di seluruh wilayah Jambi.

Program yang akan didorong meliputi peningkatan kapasitas pelaku UMKM kreatif, akses pembiayaan, pemasaran digital, penguatan merek lokal, hingga membuka peluang pasar nasional dan internasional.

“Kami ingin Gekrafs hadir sebagai organisasi yang benar-benar berdampak. Program yang disusun harus mampu menciptakan lapangan kerja baru, memperkuat UMKM lokal, melahirkan talenta kreatif, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif,” tegasnya.

Diza juga mengajak pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas kreatif, akademisi, serta pelaku UMKM untuk bersama-sama membangun industri kreatif di Provinsi Jambi.

Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar ekonomi kreatif Jambi mampu berkembang dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Wali Kota Jambi Dukung Penguatan Ekonomi Kreatif

Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., menyampaikan dukungan terhadap kepemimpinan Diza Hazra Aljosha di Gekrafs Provinsi Jambi.

Maulana menilai ekonomi kreatif menjadi sektor penting bagi Kota Jambi yang selama ini mengandalkan sektor perdagangan dan jasa.

“Karena itu, kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda, menjadi aset terbesar Kota Jambi. Melalui Gekrafs, kreativitas tersebut dapat dikembangkan menjadi peluang usaha yang menghasilkan nilai ekonomi sekaligus membuka lapangan pekerjaan,” ujar Maulana.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Jambi terus berupaya menghadirkan berbagai kegiatan berskala nasional yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, terutama sektor UMKM, kuliner, pariwisata, seni, dan ekonomi kreatif.

Menurutnya, keberadaan Gekrafs dapat menjadi wadah bagi generasi muda Jambi untuk mengembangkan ide kreatif menjadi usaha produktif.

Gekrafs Jambi Siapkan Program Penguatan Industri Kreatif

Ketua Umum DPP Gekrafs Kawendra Lukistian mengatakan Gekrafs merupakan mitra strategis pemerintah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional.

Ia mendorong Gekrafs Jambi memiliki agenda kreatif yang menjadi identitas daerah dan mampu menarik perhatian masyarakat luas.

“Saya melihat event Tumpah Ruah di Kota Jambi memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi agenda kreatif tingkat provinsi bahkan nasional,” ujarnya.

Ke depan, DPW Gekrafs Provinsi Jambi akan menjalankan sejumlah program prioritas nasional, di antaranya penguatan akses pembiayaan ekonomi kreatif, perlindungan kekayaan intelektual, literasi digital, pemberdayaan talenta muda, pengembangan pusat kreativitas daerah, hingga perluasan pasar produk kreatif.

Selain melantik pengurus DPW Gekrafs Provinsi Jambi, Diza Hazra Aljosha juga melantik jajaran pengurus DPC Gekrafs Kabupaten Bungo, Sarolangun, Tanjung Jabung Timur, dan Tanjung Jabung Barat.

Dengan kepengurusan baru tersebut, Gekrafs Jambi menargetkan ekonomi kreatif dapat berkembang lebih luas, menciptakan lebih banyak pelaku usaha kreatif, memperkuat UMKM lokal, serta menjadi salah satu pilar utama pertumbuhan ekonomi Provinsi Jambi.(*)




BPJN Jambi Ungkap Detail Tol Jambi–Rengat Fase I, Panjang 67,45 Km dan Mulai Dibangun 2027

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi memaparkan perkembangan terbaru proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang ditargetkan mulai dibangun pada 2027.

Ruas tol sepanjang 67,45 kilometer itu akan melintasi tiga kabupaten di Provinsi Jambi dan saat ini memasuki tahap percepatan pengadaan lahan.

Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang mengatakan, ruas Tol Jambi–Rengat Fase I akan membentang dari Simpang Ness hingga Merlung. Proyek tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat konektivitas Jalan Tol Trans Sumatera di wilayah Jambi.

Menurut Robert, jalan tol ini akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dibangun melalui empat paket pekerjaan, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B.

“Salah satu paket pekerjaan akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi struktur utama pada ruas tol ini,” ujarnya saat Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan, ruas tol tersebut akan melintasi Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Hingga saat ini, proses pengadaan lahan telah mencapai sekitar 9 persen, mencakup sembilan desa, yakni enam desa di Kabupaten Muaro Jambi, dua desa di Kabupaten Batanghari, dan satu desa di Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

BPJN Jambi menargetkan proses pengadaan tanah dapat diselesaikan dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh dokumen administrasi dan perizinan terpenuhi.

Selain pembangunan fisik, BPJN juga memastikan proyek ini memperhatikan aspek lingkungan dan sosial.

Berbagai langkah mitigasi telah disiapkan, mulai dari pengendalian debu dan kebisingan, perlindungan habitat, keselamatan kerja, hingga penyediaan akses masyarakat melalui pembangunan underpass maupun overpass pada titik-titik yang dibutuhkan.

Tak hanya itu, pemerintah bersama mitra pendanaan juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian bagi masyarakat terdampak serta membuka mekanisme penyampaian keluhan dan konsultasi secara berkala bersama pemerintah desa dan warga.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris meminta seluruh proses persiapan dilakukan secara matang agar pembangunan dapat dimulai sesuai target pada 2027.

Menurutnya, pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang menjadi pelajaran penting, terutama dalam proses pendataan lahan dan koordinasi lintas instansi.

“Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana,” kata Al Haris.

Ia juga meminta pemerintah kabupaten yang wilayahnya dilintasi jalan tol segera menyelesaikan pemetaan desa terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat sebagai dasar percepatan pengadaan tanah.

Al Haris menegaskan, masyarakat yang lahannya terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai hasil penilaian independen sehingga proses pembangunan dapat berjalan adil dan transparan.

Melalui koordinasi yang terus diperkuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPJN, BPN, serta mitra pendanaan internasional, proyek Tol Jambi–Rengat Fase I diharapkan dapat berjalan tepat waktu dan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi serta konektivitas di Provinsi Jambi.(*)




Proyek Tol Jambi–Rengat Fase I Dikebut, Al Haris: Pengadaan Lahan Harus Tuntas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Persiapan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Jambi–Rengat Fase I terus dimatangkan.

Pemerintah Provinsi Jambi mulai mempercepat proses pendataan lahan dan koordinasi lintas instansi agar proyek strategis nasional tersebut dapat mulai dibangun pada 2027.

Komitmen itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Persiapan Pembangunan JTTS Ruas Jambi–Rengat Fase I (Simpang Ness–Merlung) yang dipimpin Gubernur Jambi Al Haris di Auditorium Rumah Dinas Gubernur Jambi, Jumat 24 Juli 2026.

Rapat dihadiri Plt Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jambi Robert Eduard Sihotang, perwakilan Islamic Development Bank (IsDB), Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB), pemerintah kabupaten terkait, Badan Pertanahan Nasional (BPN), perangkat daerah, hingga tokoh masyarakat dari wilayah terdampak.

Dalam arahannya, Gubernur Al Haris menegaskan pengalaman pembangunan Tol Jambi–Palembang menjadi pelajaran penting agar seluruh tahapan persiapan dilakukan sejak dini, terutama terkait pengadaan lahan.

“Kita belajar dari pengalaman pembangunan Jalan Tol Jambi–Palembang. Persiapan harus dilakukan sejak dini, terutama pendataan lahan, agar pelaksanaan pembangunan pada tahun 2027 dapat berjalan sesuai rencana,” ujarnya.

Al Haris meminta seluruh tim bekerja secara profesional, transparan, dan mengantisipasi berbagai potensi persoalan, termasuk munculnya klaim lahan yang tidak sesuai ketentuan.

Menurutnya, jalan tol akan memberikan dampak besar terhadap peningkatan konektivitas antarwilayah, mempercepat mobilitas masyarakat dan distribusi barang, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.

Ia juga memastikan masyarakat yang lahannya terdampak akan memperoleh kompensasi sesuai ketentuan dan hasil penilaian independen.

“Kita ingin seluruh proses berjalan baik. Yang dilakukan bukan sekadar ganti rugi, tetapi memberikan nilai yang adil sehingga masyarakat memperoleh manfaat dari pembangunan ini,” tegasnya.

Gubernur meminta pemerintah kabupaten segera memetakan desa yang terdampak, jumlah bidang tanah, luas lahan, serta data masyarakat sebagai dasar percepatan proses pengadaan tanah.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga diminta terus diperkuat agar seluruh proses administrasi, perizinan, hingga penyelesaian kawasan hutan dapat diselesaikan tepat waktu.

Sementara itu, Plt Kepala BPJN Jambi Robert Eduard Sihotang menjelaskan ruas Tol Jambi–Rengat Fase I memiliki panjang sekitar 67,45 kilometer, membentang dari Simpang Ness hingga Merlung.

Proyek tersebut akan dilengkapi dua simpang susun, yakni Simpang Susun Cinto Kenang dan Simpang Susun Merlung, serta dikerjakan dalam empat paket konstruksi, yaitu Paket 1A, 1B, 2A, dan 2B.

Salah satu paket akan difokuskan pada pembangunan Jembatan Batanghari yang menjadi struktur utama pada ruas tersebut.

Robert menyebutkan jalan tol akan melintasi tiga kabupaten, yakni Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Barat.

Hingga saat ini, sekitar 9 persen proses pengadaan lahan telah diselesaikan yang mencakup sembilan desa, terdiri atas enam desa di Muaro Jambi, dua desa di Batanghari, dan satu desa di Tanjung Jabung Barat.

Menurutnya, proses pengadaan tanah ditargetkan dapat rampung dalam waktu sekitar sembilan bulan setelah seluruh persyaratan administrasi dan perizinan selesai dipenuhi.

Dalam pelaksanaannya, proyek juga memperhatikan aspek lingkungan dan sosial. Berbagai langkah mitigasi disiapkan, mulai dari pengendalian debu dan kebisingan, perlindungan habitat, keselamatan kerja, hingga pembangunan underpass maupun overpass untuk menjaga akses masyarakat.

Pemerintah juga menyiapkan program pemulihan mata pencaharian bagi warga terdampak serta mekanisme penanganan keluhan melalui konsultasi rutin bersama pemerintah desa dan masyarakat.

Melalui percepatan persiapan ini, Pemerintah Provinsi Jambi berharap pembangunan Tol Jambi–Rengat Fase I dapat berjalan sesuai jadwal sehingga mampu memperkuat konektivitas kawasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Provinsi Jambi.(*)




UIN STS Jambi Juara Umum PEKSIMIDA 2026, Bukti Konsisten Cetak Mahasiswa Berprestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi kembali menorehkan prestasi membanggakan.

Kampus ini berhasil meraih Juara Umum Pekan Seni Mahasiswa Daerah (PEKSIMIDA) Provinsi Jambi Tahun 2026, setelah tampil dominan di berbagai cabang perlombaan seni.

Keberhasilan tersebut menegaskan konsistensi UIN STS Jambi dalam membina mahasiswa, tidak hanya di bidang akademik, tetapi juga seni, budaya, dan kreativitas.

Ajang PEKSIMIDA 2026 digelar pada 22–25 Juli 2026 dengan Universitas Jambi (UNJA) sebagai tuan rumah.

Sebanyak 167 mahasiswa dari 11 perguruan tinggi se-Provinsi Jambi berkompetisi dalam 15 tangkai seni, mulai dari seni pertunjukan, sastra, seni rupa, hingga media.

Sepanjang kompetisi, kontingen UIN STS Jambi berhasil menunjukkan performa terbaik dan mengumpulkan prestasi yang mengantarkan kampus tersebut menjadi juara umum.

Keberhasilan itu merupakan hasil dari proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Para mahasiswa menjalani latihan intensif bersama pelatih dan dosen pendamping sebelum mengikuti kompetisi.

Dukungan penuh dari pimpinan universitas juga menjadi salah satu faktor penting dalam mempersiapkan kontingen sehingga mampu bersaing dan tampil maksimal di setiap cabang yang diikuti.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN STS Jambi, Dr. Jamaluddin, M.Pd., mengungkapkan rasa syukur atas capaian tersebut.

“Alhamdulillah, capaian sebagai Juara Umum PEKSIMIDA Provinsi Jambi Tahun 2026 merupakan hasil dari kerja keras, kedisiplinan, dan semangat juang seluruh kontingen UIN STS Jambi,” katanya.

Ia memberikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa, pelatih, dosen pendamping, serta semua pihak yang telah berkontribusi dalam proses pembinaan hingga berhasil membawa nama baik kampus.

Menurut Jamaluddin, prestasi tersebut membuktikan bahwa mahasiswa UIN STS Jambi memiliki kreativitas, kemampuan, dan daya saing yang mampu bersaing di tingkat provinsi.

“Kami berharap prestasi ini menjadi pemacu semangat bagi seluruh mahasiswa untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengharumkan nama UIN STS Jambi pada ajang-ajang berikutnya, khususnya di tingkat nasional melalui PEKSIMINAS,” ujarnya.

Ia menambahkan, universitas akan terus memperkuat pembinaan minat dan bakat mahasiswa melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan agar lahir lebih banyak prestasi, baik di tingkat regional maupun nasional.

Keberhasilan menjadi Juara Umum PEKSIMIDA 2026 juga menjadi momentum bagi UIN STS Jambi untuk semakin memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang mampu mencetak lulusan unggul, kreatif, dan berkarakter.

Kontingen yang berhasil lolos pada ajang ini selanjutnya dipersiapkan untuk mewakili Provinsi Jambi di Pekan Seni Mahasiswa Nasional (PEKSIMINAS) dengan harapan mampu kembali mengukir prestasi di tingkat nasional.(*)




Inspiratif! Mahasiswa Disabilitas UIN STS Jambi Lulus Skripsi, Ciptakan Media AI untuk Pembelajaran BISINDO

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Suasana haru menyelimuti ruang ujian skripsi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri (UIN) Sulthan Thaha Saifuddin Jambi saat Mila Erdita, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, berhasil mempertahankan skripsinya di hadapan tim penguji.

Mahasiswa semester delapan tersebut dinyatakan lulus setelah mempresentasikan hasil penelitian yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi bagi penyandang disabilitas.

Dalam sidang yang berlangsung pada Senin 20 Juli 2026, Mila mengangkat skripsi berjudul “Perancangan Video Interaktif Pembelajaran BISINDO Artificial Intelligence di SLBN 1 Kota Jambi.”

Penelitian itu lahir dari kepeduliannya terhadap kebutuhan media pembelajaran yang lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas, khususnya pengguna Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Melalui karya tersebut, Mila merancang video interaktif berbasis Artificial Intelligence (AI) yang diharapkan mampu membantu proses pembelajaran BISINDO menjadi lebih menarik, mudah dipahami, dan mudah diakses oleh siswa di SLBN 1 Kota Jambi.

Selama hampir satu jam, Mila memaparkan latar belakang penelitian, proses perancangan sistem, hingga hasil uji coba yang telah dilakukan.

Seluruh proses sidang berlangsung lancar dengan pendampingan seorang Juru Bahasa Isyarat (JBI) yang menerjemahkan komunikasi selama ujian berlangsung.

Tim penguji memberikan sejumlah masukan untuk penyempurnaan penelitian sekaligus mengapresiasi semangat, inovasi, dan kontribusi yang ditunjukkan melalui karya ilmiah tersebut.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN STS Jambi, H. Arfan, S.Th.I., M.Soc.Sc., Ph.D., mengatakan keberhasilan Mila menjadi bukti nyata komitmen kampus dalam mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif.

“Ini adalah bentuk komitmen UIN STS Jambi dalam melayani mahasiswa berkebutuhan khusus dengan sepenuh hati. Kami ingin memastikan tidak ada satu pun mahasiswa yang tertinggal dalam mengakses pendidikan tinggi. Prestasi ananda hari ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Menurut Arfan, kampus terus menghadirkan lingkungan akademik yang ramah bagi seluruh mahasiswa melalui penyediaan fasilitas, pendampingan dosen, serta layanan akademik yang adaptif.

Ia berharap hasil penelitian Mila tidak berhenti sebagai syarat kelulusan, tetapi dapat dikembangkan menjadi media pembelajaran yang benar-benar diterapkan di sekolah.

“Kita juga berharap karya skripsi ini dapat dikembangkan lebih lanjut dan benar-benar diimplementasikan di SLBN 1 Kota Jambi sebagai salah satu solusi pembelajaran berbasis teknologi,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Pusat Gender, Anak, dan Disabilitas UIN STS Jambi, Nisaul Fadillah, M.Si., Ph.D., menyebut keberhasilan Mila merupakan hasil dari ekosistem kampus inklusif yang terus dibangun.

Menurutnya, saat ini UIN STS Jambi memiliki 30 mahasiswa difabel aktif, dengan mayoritas merupakan mahasiswa Tuli yang memerlukan layanan pendampingan selama proses perkuliahan.

“Kelulusan Mila adalah capaian kita bersama, berkat ekosistem kampus yang mendukung, para relawan, dan khususnya teman-teman Juru Bahasa Isyarat yang setia mendampingi selama proses perkuliahan hingga menyempurnakan keberhasilan ini,” ujarnya.

Di akhir sidang, tim penguji menyatakan Mila lulus. Keputusan tersebut disambut tepuk tangan dari keluarga, dosen, serta rekan-rekan yang hadir.

Keberhasilan Mila menjadi bukti bahwa pendidikan tinggi yang inklusif mampu membuka kesempatan yang setara bagi seluruh mahasiswa.

Lebih dari itu, inovasi yang dihasilkannya diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan pembelajaran ramah disabilitas di dunia pendidikan.(*)




UNJA Perkuat Kurikulum Berbasis OBE, Siapkan Lulusan Teknologi Pertanian Lebih Siap Kerja

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jurusan Teknologi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jambi (UNJA), terus memperkuat kualitas pendidikan dengan menyempurnakan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Langkah ini dilakukan agar lulusan memiliki kompetensi yang lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan ilmu pengetahuan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Kurikulum Jurusan Teknologi Pertanian Berbasis OBE yang diselenggarakan Program Studi Teknologi Industri Pertanian di Gedung Unifac Universitas Jambi pada 23–24 Juli 2026.

Workshop menghadirkan akademisi dari IPB University, Dr. Ir. Elisa Anggraeni, S.TP., M.Sc., sebagai narasumber.

Kegiatan ini diikuti pimpinan jurusan, pengelola program studi, dosen, hingga unsur Unit Penunjang Akademik (UPA) Pengembangan Karier dan Kewirausahaan UNJA.

Berbagai materi dibahas dalam kegiatan tersebut, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis OBE, perumusan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), penyusunan Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga sistem evaluasi pembelajaran.

Ketua Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA, Prof. Dr. Fitry Tafzi, S.TP., M.Si., mengatakan workshop ini menjadi kesempatan untuk mempelajari praktik terbaik penerapan kurikulum OBE dari IPB University.

“Kami berharap memperoleh berbagai masukan dari narasumber, khususnya terkait praktik baik dalam penyusunan kurikulum, termasuk penerapan pembelajaran berbasis proyek yang tetap selaras dengan penyelesaian skripsi mahasiswa. Semoga hasil workshop ini dapat menjadi acuan dalam penyempurnaan kurikulum Program Studi Teknologi Industri Pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Elisa Anggraeni menjelaskan bahwa konsep Outcome-Based Education menempatkan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) sebagai dasar utama dalam penyusunan kurikulum.

Menurutnya, seluruh proses pembelajaran, mulai dari mata kuliah, penyusunan RPS, hingga metode asesmen, harus saling terhubung untuk memastikan setiap lulusan memiliki kompetensi yang terukur.

“Tujuan utama kurikulum berbasis OBE adalah memastikan setiap mata kuliah memiliki kontribusi yang jelas terhadap capaian pembelajaran lulusan. Dengan demikian, proses pembelajaran menjadi lebih terarah dan lulusan yang dihasilkan memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi kurikulum harus dilakukan secara berkelanjutan agar mutu pendidikan terus meningkat dan mampu menjawab perubahan kebutuhan dunia kerja maupun perkembangan teknologi.

“Evaluasi kurikulum tidak dapat dipisahkan dari upaya peningkatan mutu. RPS yang disusun pada awal semester perlu dievaluasi pada akhir semester untuk memastikan ketercapaian pembelajaran. Tidak semua capaian pembelajaran harus muncul pada setiap mata kuliah, tetapi seluruh mata kuliah harus saling mendukung dalam membentuk kompetensi lulusan yang utuh,” katanya.

Melalui penyempurnaan kurikulum berbasis Outcome-Based Education, Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian UNJA berharap mampu menghasilkan lulusan yang lebih adaptif, kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun perkembangan industri pertanian modern.(*)




Pep Guardiola Tak Jadi Latih Italia, Roberto Mancini dan Andrea Pirlo Masuk Radar

SEPUCUKJAMBI.ID – Harapan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) untuk menunjuk Pep Guardiola sebagai pelatih baru Timnas Italia dipastikan pupus.

Pelatih asal Spanyol itu dilaporkan menolak tawaran menangani Gli Azzurri setelah mempertimbangkan berbagai aspek bersama keluarga dan agennya.

Kabar tersebut diungkap pakar transfer Eropa Fabrizio Romano, yang menyebut Guardiola memilih belum kembali ke dunia kepelatihan setelah mengakhiri masa panjangnya bersama Manchester City.

Sebelumnya, FIGC bergerak mencari pelatih baru menyusul mundurnya Gennaro Gattuso.

Keputusan itu diambil setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026, sehingga federasi langsung berburu sosok berpengalaman untuk memimpin tim nasional.

Pep Guardiola Pilih Beristirahat

Menurut laporan Romano, perwakilan FIGC dan Guardiola sempat mengadakan pertemuan pada pekan lalu.

Dalam kesempatan itu, mantan pelatih Barcelona dan Bayern Munchen tersebut menerima proposal dari federasi untuk dipelajari lebih lanjut.

Namun setelah berdiskusi dengan keluarga dan agennya, Guardiola akhirnya memutuskan menolak tawaran tersebut.

Pelatih berusia 55 tahun itu disebut ingin menikmati masa istirahat setelah hampir satu dekade menangani Manchester City dan belum memiliki keinginan kembali melatih dalam waktu dekat.

Bukan Karena Masalah Gaji

Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa Guardiola meminta bayaran tinggi agar bersedia menangani Timnas Italia.

Spekulasi itu muncul karena selama melatih Manchester City, ia menjadi salah satu pelatih dengan gaji tertinggi di dunia.

Namun Fabrizio Romano membantah anggapan tersebut.

Menurutnya, keputusan Guardiola menolak Italia sama sekali tidak berkaitan dengan nilai kontrak atau besaran gaji yang ditawarkan FIGC.

Alasan utamanya adalah keinginan Guardiola untuk beristirahat sebelum menerima tantangan baru.

Mancini dan Pirlo Jadi Kandidat

Gagal mendapatkan Guardiola membuat FIGC harus mengalihkan perhatian kepada kandidat lain.

Sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kursi pelatih Timnas Italia, di antaranya mantan pelatih Roberto Mancini dan eks gelandang legendaris Italia Andrea Pirlo.

Kedua nama tersebut disebut masuk dalam daftar calon yang berpotensi dipertimbangkan FIGC untuk membangun kembali kekuatan Gli Azzurri setelah kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026.

Kini, keputusan berada di tangan federasi untuk menentukan sosok yang dinilai paling tepat membawa Italia kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.(*)




Jurgen Klopp Resmi Latih Timnas Jerman, Siap Bangkitkan Der Panzer

SEPUCUKJAMBI.ID – Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) resmi menunjuk Jurgen Klopp sebagai pelatih baru Timnas Jerman.

Mantan manajer Liverpool itu dipercaya memimpin Der Panzer hingga ajang Piala Dunia 2030, sekaligus membuka era baru setelah berakhirnya kepemimpinan Julian Nagelsmann.

Pengumuman tersebut disampaikan DFB melalui laman resminya pada Jumat 24 Juli 2026.

Klopp telah menandatangani kontrak di DFB Campus dan akan langsung mempersiapkan tim menghadapi agenda internasional berikutnya.

Dalam pernyataan resminya, DFB memastikan Klopp akan memimpin Timnas Jerman di Euro 2028 dan Piala Dunia 2030.

“Jurgen Klopp akan menjadi pelatih kepala tim nasional Jerman. Pelatih berusia 59 tahun itu telah menandatangani kontraknya hari ini di DFB Campus,” tulis DFB.

Penunjukan Klopp dilakukan setelah DFB memutuskan mengakhiri kerja sama dengan Julian Nagelsmann menyusul kegagalan Timnas Jerman di Piala Dunia 2026.

Saat itu, Der Panzer harus tersingkir lebih awal setelah kalah dari Paraguay pada babak 32 besar.

Klopp: Ini Tugas yang Sangat Istimewa

Klopp mengaku bangga mendapat kesempatan menangani tim nasional negaranya. Menurutnya, melatih Timnas Jerman merupakan tantangan sekaligus kehormatan besar dalam karier kepelatihannya.

“Tim nasional dapat menyatukan kami, orang-orang Jerman, seperti hampir tidak ada hal lain. Itulah yang membuat tugas ini begitu istimewa bagi saya,” ujar Klopp.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Red Bull atas pengalaman yang diperolehnya sebelum menerima tawaran dari DFB.

“Saya berterima kasih atas segala pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan selama satu setengah tahun terakhir di Red Bull, serta keterbukaan yang memungkinkan kesepakatan ini terwujud.”

Klopp menegaskan ingin membangun Timnas Jerman yang solid, bermain penuh semangat, dan mampu kembali membangkitkan kebanggaan publik.

“Kami akan menjalaninya dengan kerendahan hati dan kesabaran. Kami ingin membangun tim yang berjuang satu sama lain, menikmati sepak bola, dan mampu menjadi tempat seluruh masyarakat Jerman bersatu dengan penuh keyakinan,” katanya.

Debut Lawan Belanda

Para pendukung Der Panzer tidak perlu menunggu lama untuk melihat kiprah Klopp di pinggir lapangan.

Pelatih yang sukses meraih berbagai gelar bersama Liverpool itu dijadwalkan melakoni laga debut saat Timnas Jerman menghadapi Belanda dalam ajang UEFA Nations League pada 25 September 2026.

Laga tersebut akan menjadi awal perjalanan Klopp dalam membawa Jerman kembali bersaing di level tertinggi sepak bola internasional setelah hasil mengecewakan di Piala Dunia 2026.(*)




Zidane Kembali! Legenda Prancis Segera Tangani Les Bleus usai Piala Dunia 2026

SEPUCUKJAMBI.ID – Penantian panjang para pendukung Timnas Prancis tampaknya segera berakhir.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) dijadwalkan mengumumkan pelatih baru Les Bleus pada Selasa, 28 Juli 2026, dan seluruh perhatian mengarah kepada Zinedine Zidane sebagai sosok yang akan memimpin tim nasional tersebut.

Sejumlah media Prancis, termasuk RMC Sport, melaporkan bahwa Zidane telah menyepakati kontrak untuk menangani Timnas Prancis.

Meski demikian, beberapa detail terkait susunan staf pelatih masih dalam tahap penyelesaian sebelum pengumuman resmi dilakukan.

FFF sendiri telah memastikan Presiden Philippe Diallo akan menggelar konferensi pers setelah rapat Komite Eksekutif pada Selasa waktu setempat untuk memperkenalkan pelatih baru Timnas Prancis.

Meski nama Zidane belum disebut secara resmi, berbagai laporan menyebut mantan pelatih Real Madrid itu menjadi kandidat yang akan diperkenalkan kepada publik.

Penunjukan Zidane akan mengakhiri spekulasi yang berlangsung sejak ia meninggalkan Real Madrid pada 2021.

Selama beberapa tahun terakhir, legenda sepak bola Prancis itu memang terus dikaitkan dengan kursi pelatih tim nasional.

Mengakhiri Era 14 Tahun Didier Deschamps

Zidane diproyeksikan menggantikan Didier Deschamps, yang mengakhiri masa kepemimpinannya setelah Prancis menuntaskan perjalanan di Piala Dunia 2026.

Selama 14 tahun menangani Les Bleus, Deschamps sukses membawa Prancis meraih gelar Piala Dunia 2018 dan UEFA Nations League 2020-2021.

Ia juga mengantar timnya menjadi finalis Euro 2016 dan Piala Dunia 2022, menjadikannya salah satu pelatih tersukses dalam sejarah sepak bola Prancis.

Debut Zidane Diperkirakan di UEFA Nations League

Jika resmi diumumkan sesuai jadwal, Zidane tidak akan memiliki banyak waktu untuk beradaptasi. Timnas Prancis sudah ditunggu agenda padat UEFA Nations League mulai akhir September.

Laga perdana Zidane diperkirakan berlangsung pada 25 September menghadapi Turki.

Setelah itu, Prancis akan bertandang ke markas Belgia, sebelum menjamu Italia pada 2 Oktober dan kembali menghadapi Belgia pada 5 Oktober.

Bagi Zidane, penunjukan ini menjadi babak baru dalam karier kepelatihannya setelah lima tahun tidak menangani tim sejak mengakhiri periode keduanya bersama Real Madrid.

Kini, legenda yang membawa Prancis menjuarai Piala Dunia 1998 sebagai pemain itu bersiap menghadapi tantangan baru dengan target mengembalikan Les Bleus ke puncak sepak bola dunia.(*)




Siap Terbang dari Jambi? Ini Jadwal Lengkap Keberangkatan di Sultan Thaha Besok!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bandara Sultan Thaha Jambi akan melayani 11 penerbangan keberangkatan pada Senin 27 Juli 2026.

Penerbangan tersebut melayani rute menuju Jakarta serta sejumlah kota di Sumatera, seperti Medan, Kerinci, Batam, dan Dabo Singkep.

Bagi calon penumpang yang telah memiliki jadwal perjalanan, disarankan memastikan kembali jam keberangkatan agar tiba di bandara tepat waktu dan tidak tertinggal pesawat.

Seluruh penerbangan tujuan Jakarta dijadwalkan mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK).

Sementara penerbangan regional Sumatera melayani tujuan Bandara Internasional Kualanamu (Medan), Bandara Depati Parbo (Kerinci), Bandara Internasional Hang Nadim (Batam), dan Bandara Dabo (Dabo Singkep).

Jadwal Penerbangan Bandara Sultan Thaha Jambi Senin, 27 Juli 2026

Tujuan Jakarta

  • 06.00 WIB – Batik Air ID 6807
  • 08.55 WIB – Citilink QG 961
  • 11.00 WIB – Batik Air ID 6805
  • 11.10 WIB – Garuda Indonesia GA 127
  • 15.45 WIB – Citilink QG 967
  • 16.00 WIB – Super Air Jet IU 841
  • 17.30 WIB – Citilink QG 965

Tujuan Sumatera

Medan

  • 07.55 WIB – Batik Air ID 6879

Kerinci

  • 08.15 WIB – Susi Air SI 7223

Batam

  • 09.00 WIB – Super Air Jet IU 974

Dabo Singkep

  • 10.55 WIB – Susi Air SI 7218

Penumpang Diimbau Datang Lebih Awal

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi mengimbau seluruh calon penumpang datang ke terminal keberangkatan minimal dua jam sebelum jadwal penerbangan, terutama bagi penumpang yang berangkat pada pagi hari.

Untuk mempercepat proses keberangkatan, penumpang juga disarankan melakukan check-in online melalui aplikasi atau situs resmi maskapai sebelum tiba di bandara.

Pastikan dokumen perjalanan seperti KTP, SIM, atau paspor beserta tiket penerbangan telah dipersiapkan agar proses pemeriksaan berjalan lancar.

Dengan mempersiapkan perjalanan lebih awal, calon penumpang diharapkan dapat menikmati perjalanan udara dengan lebih nyaman dan tepat waktu.(*)