BPJS Kesehatan Kejar 83,5 Persen Peserta JKN Aktif pada 2030, Gandeng CSR hingga Baznas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — BPJS Kesehatan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga sosial untuk meningkatkan jumlah peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Upaya ini mendukung target pemerintah mencapai tingkat keaktifan peserta sebesar 83,5 persen pada akhir 2030.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Wahyu Aji Anindhiyo Satriojati, mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

BPJS Kesehatan tidak hanya mendorong masyarakat mendaftar, tetapi juga mengupayakan agar peserta mempertahankan status kepesertaan aktif.

Menurut Wahyu, pemerintah pusat telah menetapkan tahapan pencapaian target JKN untuk periode 2026–2030.

Karena itu, BPJS Kesehatan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial untuk memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.

“Target yang telah ditetapkan pemerintah pusat hingga 2030 mencakup peningkatan kepesertaan dan keaktifan peserta JKN. Pada akhir 2030, peserta aktif ditargetkan mencapai 83,5 persen. Untuk mewujudkannya, tentu BPJS Kesehatan tidak bisa bergerak sendiri, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak,” ujar Wahyu.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian BPJS Kesehatan ialah meningkatkan kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN.

Kewajiban ini mencakup perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), hingga badan usaha milik daerah (BUMD).

Selain memenuhi kewajiban terhadap pekerja, perusahaan juga dapat berkontribusi membantu masyarakat kurang mampu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Menurut Wahyu, dukungan tersebut dapat membantu warga di sekitar wilayah operasional perusahaan memperoleh perlindungan kesehatan melalui program JKN, sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Badan usaha memiliki peran penting, bukan hanya mendaftarkan pekerjanya, tetapi juga dapat memanfaatkan dana CSR untuk membantu masyarakat sekitar agar mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program JKN,” jelasnya.

Skema ini membuka peluang bagi dunia usaha untuk mengambil bagian dalam perluasan perlindungan kesehatan.

Namun, dukungan CSR tidak menggantikan kewajiban perusahaan untuk mendaftarkan pekerja sesuai ketentuan JKN.

BPJS Kesehatan Cabang Jambi juga menjalin komunikasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terkait kemungkinan dukungan pembayaran iuran bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.

Wahyu menjelaskan, lembaga sosial dan badan pengelola zakat dapat berperan membantu masyarakat yang kesulitan membayar iuran secara mandiri.

“Kami juga pernah berkoordinasi dengan Baznas. Mereka memiliki alokasi khusus untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk yang mengalami kesulitan dalam pembayaran iuran JKN. Dukungan seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memastikan persyaratan penerima bantuan serta mekanisme pembayaran melalui lembaga yang berwenang.

Tidak semua peserta otomatis memperoleh bantuan iuran hanya karena mengalami kesulitan ekonomi.

Selain menggandeng Baznas, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan.

Wahyu menilai, data identitas yang lengkap membantu proses administrasi kepesertaan dan mempermudah masyarakat mengakses layanan JKN sesuai ketentuan.

“Kami juga bekerja sama dengan Dukcapil untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memiliki identitas kependudukan. Dengan administrasi yang lengkap, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jenal M Sambas, turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program JKN.

Menurutnya, peningkatan jumlah peserta perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga status kepesertaan tetap aktif.

Dengan begitu, masyarakat dapat mempertahankan perlindungan kesehatan melalui program JKN sesuai ketentuan kepesertaan.

Edukasi mengenai manfaat, kewajiban pembayaran iuran, dan mekanisme kepesertaan juga memegang peran penting.

Pemahaman tersebut diharapkan mendorong masyarakat menjaga status kepesertaan, bukan hanya mendaftar ketika membutuhkan layanan kesehatan.

Meski demikian, pencapaian target 83,5 persen pada akhir 2030 masih membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah daerah, perusahaan, lembaga sosial, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam keterangan yang disampaikan, BPJS Kesehatan Cabang Jambi belum mencantumkan angka terbaru tingkat keaktifan peserta khusus wilayah Jambi maupun besaran kontribusi yang telah terealisasi dari program bantuan CSR dan Baznas.

Data tersebut penting untuk mengukur perkembangan capaian di daerah secara lebih terukur.

BPJS Kesehatan berharap penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga sosial dapat memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan.

Upaya tersebut juga diharapkan menjaga keberlanjutan kepesertaan JKN hingga target nasional pada 2030.(*)




Yamaha Grand Filano Hybrid Jadi Kanvas Seni, Ini 6 Karya Favorit Pengunjung

BANDUNG, SEPUCUKJAMBI.ID — Modifikasi sepeda motor kini tak hanya berkutat pada komponen dan performa.

Warna, ilustrasi, serta perpaduan unsur budaya dan pop culture juga menjadi cara anak muda menampilkan identitas personal melalui kendaraan.

Tren tersebut terlihat dalam gelaran Grand Filano Classy Artsy Challenge di Bandung, Yogyakarta, dan Makassar.

Ajang ini menghadirkan Yamaha Grand Filano Hybrid sebagai medium eksplorasi seni bagi ilustrator muda.

Dari 50 karya yang terpilih dan dipamerkan, enam ilustrasi menjadi favorit pengunjung.

Karya-karya tersebut menawarkan pendekatan visual yang beragam, mulai dari kenangan personal, karakter anime, motif tradisional Indonesia, hingga inspirasi seni klasik Jepang.

Keberagaman itu memperlihatkan bahwa modifikasi visual tidak harus terpaku pada satu gaya.

Pengguna dapat mengeksplorasi desain yang sesuai dengan selera, pengalaman hidup, dan identitas masing-masing.

6 ilustrasi Grand Filano dengan karakter berbeda

1. Kenangan bersama kamera analog

Salah satu desain mengangkat kebiasaan mengabadikan momen berharga melalui fotografi analog.

Ilustrasi seseorang yang memotret dipadukan dengan gulungan film berwarna kuning keemasan yang menggambarkan kenangan bersama pasangan.

Bodi putih, gulungan film vertikal, dan motif bunga merah muda di bagian depan menghadirkan tampilan playful yang dekat dengan gaya hidup anak muda.

Konsep ini menunjukkan bagaimana pengalaman personal dapat menjadi sumber inspirasi modifikasi, sekaligus memberikan cerita di balik tampilan kendaraan.

2. Sentuhan futuristik Y3K dan cyberpunk

Berbeda dari desain bernuansa kenangan, ilustrasi lainnya mengeksplorasi estetika futuristik melalui perpaduan gaya Y3K, cyberpunk, dan chrome art.

Ornamen metalik dengan bentuk lengkung, ukiran abstrak, serta efek reflektif menciptakan kesan teknologi masa depan.

Karakter anime futuristik pada bagian samping menjadi pusat perhatian dan memperkuat identitas visual desain.

Perpaduan elemen tersebut menawarkan referensi bagi penggemar tampilan futuristik yang ingin menghadirkan karakter berbeda pada skuter bergaya klasik.

3. Batik Parang berpadu estetika modern

Motif tradisional Indonesia juga mendapat tempat dalam eksplorasi desain Grand Filano Hybrid. Salah satu karya menggabungkan motif Batik Parang dengan pola geometris Mlinjo.

Batik Parang dikenal dengan filosofi kesinambungan, kekuatan, dan keteguhan.

Sementara itu, motif geometris Mlinjo dalam konsep desain ini menghadirkan kesan keseimbangan dan kesederhanaan.

Kedua unsur tersebut menghiasi bodi berwarna Royal Iron dengan sentuhan gradasi navy.

Hasilnya, corak tradisional berpadu dengan estetika modern tanpa menghilangkan karakter khas masing-masing motif.

Desain ini memperlihatkan bagaimana warisan budaya dapat menjadi inspirasi modifikasi yang relevan dengan selera generasi muda.

4. Pesan kepedulian terhadap hewan dan lingkungan

Ilustrasi berikutnya mengangkat tema kasih sayang dan kepedulian terhadap makhluk hidup.

Anjing, kucing, dan burung digambarkan bermain bersama, sementara telapak tangan terbuka menjadi simbol kepedulian.

Alih-alih hanya mengejar tampilan yang menarik, desain ini membawa pesan sosial melalui elemen visual yang mudah dikenali.

Konsep tersebut memberikan alternatif bagi pengguna yang ingin menampilkan nilai atau kepedulian personal melalui desain kendaraan.

5. Seni klasik Jepang dalam balutan biru kobalt

Inspirasi seni klasik Jepang menjadi karakter utama pada ilustrasi yang mengadaptasi estetika ukiyo-e, teknik linocut, dan seni tato irezumi.

Garis ukiran yang tegas membentuk ilustrasi dua ikan koi dalam formasi yin-yang, lengkap dengan elemen bunga sebagai pelengkap komposisi.

Dalam simbolisme yang diusung desain ini, ikan koi merepresentasikan kegigihan, sedangkan formasi yin-yang menggambarkan keseimbangan.

Warna biru kobalt di atas bodi putih menciptakan kesan menyerupai porselen klasik.

Perpaduan tersebut menghadirkan pendekatan berbeda dibandingkan desain futuristik, sekaligus memperlihatkan bagaimana seni tradisional dapat diterjemahkan ke dalam media otomotif modern.

6. Gaya Y2K, motif kotak-kotak, dan camilan masa kecil

Desain favorit lainnya mengeksplorasi gaya Y2K yang terinspirasi tren visual era 2000-an.

Motif kotak-kotak atau checkerboard berwarna biru muda dan putih berpadu dengan pola gelombang cokelat serta merah muda pada bagian samping dan depan.

Keunikan lainnya terletak pada ilustrasi camilan tradisional berwarna-warni yang mengingatkan pada kenangan masa kecil.

Sentuhan karakter anime dan pop culture membuat komposisi tersebut tetap terasa modern.

Karya favorit pengunjung di Yogyakarta ini memperlihatkan bagaimana nostalgia dapat dipadukan dengan tren visual kontemporer untuk menghasilkan desain yang ekspresif.

Yamaha melihat peluang kreativitas anak muda

Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Rifki Maulana, mengatakan bahwa perbedaan ilustrasi favorit di Bandung, Yogyakarta, dan Makassar mencerminkan keragaman inspirasi serta selera anak muda di setiap daerah.

Menurutnya, Grand Filano Hybrid tidak hanya menunjang mobilitas harian, tetapi juga dapat menjadi medium untuk mengekspresikan karakter dan gaya personal.

“Melalui pilihan ilustrasi favorit pengunjung di Bandung, Yogyakarta, dan Makassar, kami melihat bahwa setiap daerah memiliki selera, inspirasi, dan gaya yang berbeda dalam mengekspresikan kalcer mereka,” ujar Rifki.

Ia berharap perpaduan desain, kepraktisan, dan kreativitas dapat membuat Grand Filano Hybrid semakin dekat dengan gaya hidup anak muda di berbagai daerah.

Ajang Grand Filano Classy Artsy Challenge juga menunjukkan potensi kolaborasi antara industri otomotif dan komunitas kreatif.

Melalui ruang seperti ini, ilustrator muda dapat memperkenalkan karya mereka kepada publik, sementara masyarakat memperoleh referensi baru untuk mengeksplorasi desain kendaraan.

Grand Filano Hybrid mengandalkan desain dan fitur praktis

Di luar eksplorasi visual, Yamaha Grand Filano Hybrid menawarkan desain klasik-modern yang menjadi ciri lini Classy Yamaha

. Skuter matik ini menggunakan mesin Blue Core Hybrid 125 cc dan dilengkapi sejumlah fitur penunjang kenyamanan.

Fitur tersebut meliputi TFT Sub Display pada panel instrumen, lampu full LED, serta Smart Key System.

Untuk mendukung kebutuhan harian, Yamaha juga menyematkan Smart Front Refuel yang memungkinkan pengisian bahan bakar dari bagian depan.

Grand Filano Hybrid memiliki kapasitas bagasi 27 liter serta Electric Power Socket dengan USB Type-A untuk mendukung pengisian daya perangkat elektronik.

Yamaha memasarkan skutik ini dalam dua varian, yakni Hybrid Neo dan Hybrid Lux.

Berdasarkan informasi harga dalam materi produk, Hybrid Neo tersedia dalam empat pilihan warna, yaitu Prime Gray, Greenish Gray, Pink Mauve, dan Essential White, dengan harga Rp28.515.000. Sementara itu, Hybrid Lux hadir dalam warna Royal Iron dan Magma Black dengan harga Rp28.995.000.

Harga tersebut perlu disesuaikan kembali dengan daftar harga resmi yang berlaku di wilayah pemasaran sebelum publikasi.

Enam ilustrasi favorit dalam Grand Filano Classy Artsy Challenge memperlihatkan bahwa modifikasi visual dapat menjadi lebih dari sekadar perubahan tampilan.

Melalui seni, budaya, nostalgia, dan pop culture, kendaraan dapat menjadi ruang untuk menyampaikan cerita sekaligus menampilkan identitas pemiliknya.(*)




Al Haris Bidik Inklusi Keuangan Jambi 93 Persen pada 2027, Ini Tantangannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Gubernur Jambi Al Haris menargetkan indeks inklusi keuangan Provinsi Jambi mencapai 93 persen pada 2027, lebih cepat dari batas target nasional pada 2029.

Target tersebut menuntut pemerintah daerah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), perbankan, dan industri jasa keuangan memperluas akses layanan keuangan formal bagi masyarakat.

Saat ini, indeks inklusi keuangan Jambi masih berada di kisaran 92 persen.

Sementara itu, indeks literasi keuangan provinsi tersebut telah mencapai 72,24 persen, melampaui angka nasional sebesar 69,57 persen berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026.

Al Haris menyampaikan target tersebut saat menghadiri Jambi Financial Fest 2026 dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan di Ev Garden, Paal Merah, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026 malam.

“Kita masih punya waktu sampai 2029, tetapi kalau bisa jangan menunggu sampai 2029. Tahun depan, kalau bisa, sudah mencapai 93 persen sesuai target nasional, bahkan kalau bisa lebih,” tegas Al Haris.

Data SNLIK 2026 menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan berada di angka 93,61 persen.

Pemerintah menetapkan target nasional inklusi keuangan sebesar 93 persen untuk 2029, sehingga capaian nasional tersebut telah melampaui target itu.

Di Jambi, indeks literasi keuangan mencapai 72,24 persen. Namun, indeks inklusi keuangan masih berkisar 92 persen.

Perbedaan ini menunjukkan bahwa pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan belum sepenuhnya sejalan dengan penggunaan produk dan layanan keuangan formal.

Data tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah perlu memperluas edukasi sekaligus mempermudah akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

Upaya itu tidak cukup hanya dengan mendorong masyarakat membuka rekening, tetapi juga perlu memastikan mereka memahami manfaat, biaya, risiko, dan keamanan produk yang digunakan.

Al Haris menilai industri jasa keuangan perlu meningkatkan kualitas edukasi serta menjangkau kelompok masyarakat yang belum memanfaatkan layanan formal secara optimal.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan layanan yang mudah diakses, aman, dan sesuai kebutuhan.

Karena itu, pemerintah daerah, OJK, perbankan, lembaga asuransi, dan penyedia layanan keuangan lainnya perlu memperkuat kerja sama.

Kepala OJK Provinsi Jambi Yan Iswara Rosya menjelaskan bahwa Bulan Inklusi Keuangan menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan jasa keuangan yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan.

Sepanjang September hingga Oktober 2026, realisasi kegiatan inklusi keuangan di Provinsi Jambi mencapai Rp80,35 miliar.

Angka tersebut meningkat 55,69 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar Rp52 miliar.

Pada periode yang sama, pelaku industri jasa keuangan dan pemangku kepentingan juga menyelenggarakan 144 kegiatan literasi keuangan, meningkat 5,11 persen. Kegiatan tersebut menjangkau 14.697 peserta.

Capaian ini menunjukkan peningkatan aktivitas program literasi dan inklusi keuangan.

Namun, keberhasilan jangka panjang tetap membutuhkan evaluasi untuk memastikan kegiatan edukasi benar-benar meningkatkan pemahaman masyarakat dan memperluas penggunaan layanan keuangan formal.

Yan Iswara menegaskan bahwa OJK tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah daerah, industri jasa keuangan, lembaga pendidikan, komunitas, dan berbagai pihak lainnya perlu terlibat agar edukasi menjangkau masyarakat hingga tingkat desa dan wilayah dengan keterbatasan akses.

OJK Jambi juga mendorong duta literasi keuangan dari kalangan dosen dan Pramuka untuk membantu menyebarkan edukasi, termasuk ke daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Jambi Financial Fest 2026 mengusung tema “Inklusi Keuangan Merata di Bumi Sepucuk Jambi” dan melibatkan sekitar 1.000 peserta dari Sekolah Rakyat, siswa SMA/SMK, serta mahasiswa dari berbagai daerah di Provinsi Jambi.

Al Haris mengapresiasi keterlibatan generasi muda dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap pelajar dan mahasiswa dapat menjadi penggerak literasi keuangan di lingkungan keluarga, sekolah, kampus, dan masyarakat.

“Saya senang ketika anak-anak sekolah dan mahasiswa dilibatkan. Mereka bisa menjadi pionir untuk menggerakkan literasi dan inklusi keuangan di tengah masyarakat,” ujarnya.

Selain edukasi, OJK bersama industri jasa keuangan memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri atau personal accident kepada 1.000 pelajar dan mahasiswa peserta acara.

Perlindungan tersebut berlaku selama satu tahun sesuai ketentuan polis.

Keterlibatan generasi muda dinilai penting karena mereka perlu memahami cara mengelola uang, mengenali risiko keuangan, menggunakan layanan formal secara bijak, serta menghindari penipuan yang memanfaatkan produk keuangan.

Al Haris juga mengaitkan perluasan inklusi keuangan dengan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi Jambi berada di kisaran 4,9 persen dan berharap angka tersebut dapat meningkat hingga 5 persen.

Menurutnya, akses keuangan yang lebih luas dapat membantu masyarakat memanfaatkan layanan perbankan, asuransi, pembiayaan, investasi, dan produk keuangan lain sesuai kebutuhan.

Meski demikian, perluasan akses perlu berjalan bersama peningkatan pemahaman masyarakat.

Tanpa edukasi yang memadai, akses terhadap produk keuangan saja belum tentu menjamin masyarakat mampu mengelola risiko dan mengambil keputusan keuangan dengan baik.

Karena itu, Al Haris berharap Bulan Inklusi Keuangan tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Pemerintah daerah dan industri jasa keuangan perlu melanjutkan program edukasi serta memperluas jangkauan layanan secara berkelanjutan.

Yan Iswara juga mengingatkan masyarakat untuk memeriksa legalitas penyedia dan produk jasa keuangan sebelum bertransaksi.

Masyarakat perlu mewaspadai penawaran yang menjanjikan keuntungan tidak wajar dan memanfaatkan saluran pengaduan resmi apabila menghadapi masalah layanan keuangan.

Melalui Jambi Financial Fest 2026, pemerintah daerah dan OJK berharap masyarakat semakin cakap mengelola keuangan, terlindungi dari risiko kejahatan keuangan, serta memiliki akses yang lebih luas terhadap layanan formal.

Tantangan berikutnya adalah memastikan peningkatan kegiatan dan edukasi tersebut menghasilkan perubahan nyata, semakin banyak masyarakat yang mampu mengakses layanan keuangan secara aman, memahami risikonya, dan menggunakannya untuk mendukung kesejahteraan.(*)




LPKNI Terima 5 Aduan Debitur NSC Finance Jambi, 3 Kasus Dilaporkan ke Polisi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) menerima lima pengaduan terkait penanganan kredit macet nasabah PT Nusantara Sakti Finance (NSC Finance) Cabang Jambi dalam sepekan terakhir.

Dari jumlah tersebut, tiga debitur telah memberikan surat kuasa kepada LPKNI dan, menurut keterangan lembaga tersebut, kasus mereka telah dilaporkan ke Polresta Jambi.

Ketua Umum LPKNI, Kurniadi Hidayat, menyampaikan informasi itu saat dikonfirmasi pada Rabu 28 Oktober 2026.

Pengaduan tersebut berkaitan dengan persoalan penarikan atau penahanan kendaraan bermotor dalam penyelesaian tunggakan pembiayaan.

“Dalam sepekan sudah lima orang yang melapor, tapi baru tiga orang yang memberikan surat kuasa ke LPKNI dan telah resmi dilaporkan ke Polresta Jambi,” kata Kurniadi.

Laporan tersebut menandai langkah hukum yang ditempuh sebagian debitur melalui pendampingan LPKNI.

Namun, dugaan pelanggaran prosedur dalam penanganan kredit macet masih memerlukan pemeriksaan dan klarifikasi dari pihak terkait.

LPKNI mengimbau debitur agar tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika menghadapi penagihan atau panggilan dari pihak perusahaan pembiayaan maupun petugas penagihan.

Lembaga tersebut meminta konsumen memeriksa kembali perjanjian pembiayaan, dokumen jaminan fidusia, surat pemberitahuan, dan dokumen lain yang berkaitan dengan penyelesaian tunggakan.

Debitur juga perlu memahami isi dokumen sebelum menandatangani kesepakatan atau menyerahkan kendaraan.

Jika menemukan prosedur yang diragukan, konsumen dapat meminta penjelasan tertulis dan mencari pendampingan dari pihak yang memahami persoalan hukum pembiayaan.

Menurut LPKNI, tunggakan kredit tidak menghapus hak konsumen untuk memperoleh penanganan yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Sebaliknya, perlindungan konsumen juga tidak menghapus kewajiban debitur untuk memenuhi perjanjian pembiayaan yang sah.

Karena itu, penyelesaian sengketa perlu memperhatikan hak dan kewajiban kedua belah pihak, termasuk kejelasan status tunggakan, dasar penagihan, serta prosedur penanganan kendaraan yang menjadi objek jaminan.

Penarikan kendaraan yang menjadi objek jaminan fidusia memiliki ketentuan hukum tersendiri.

Mahkamah Konstitusi melalui Putusan Nomor 18/PUU-XVII/2019 menegaskan bahwa kreditur tidak dapat menentukan wanprestasi secara sepihak.

Putusan tersebut juga mengatur bahwa apabila tidak terdapat kesepakatan mengenai wanprestasi dan debitur keberatan menyerahkan objek jaminan secara sukarela, pelaksanaan eksekusi sertifikat jaminan fidusia harus mengikuti mekanisme dan prosedur eksekusi melalui pengadilan.

Dengan demikian, ketentuan hukum tidak berarti setiap penarikan kendaraan selalu harus melalui proses pengadilan.

Penerapan prosedurnya bergantung pada kondisi yang diatur dalam putusan, termasuk kesepakatan mengenai wanprestasi dan kesediaan debitur menyerahkan kendaraan secara sukarela.

Dalam setiap sengketa, pemeriksaan dokumen dan kronologi menjadi penting untuk menentukan apakah prosedur yang ditempuh telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

LPKNI berharap aparat penegak hukum menindaklanjuti laporan yang telah mereka ajukan sesuai prosedur.

Lembaga tersebut juga meminta agar dugaan pelanggaran dalam penanganan kredit macet diperiksa berdasarkan bukti dan keterangan para pihak.(*)




Menjaga Api Sumpah Pemuda di Tengah Krisis Integritas Pers

Oleh: Rizal Zebua

SETIAP peringatan Hari Sumpah Pemuda, publik kembali diingatkan pada ikrar bersejarah tentang satu tanah air, satu bangsa, dan satu Bahasa, Indonesia.

Namun, ada satu aspek penting yang tidak boleh luput dari ingatan, yakni peran pers dan tulisan dalam menumbuhkan kesadaran kebangsaan.

Pada masa pergerakan nasional, tulisan menjadi senjata untuk melawan ketidakadilan, membangun kesadaran kolektif, dan menyebarkan gagasan kemerdekaan.

Sejumlah tokoh pergerakan juga aktif menulis dan mengelola media untuk menyuarakan perubahan.

Mereka memahami bahwa perjuangan tidak hanya berlangsung di jalanan, tetapi juga melalui kata-kata yang mampu menggerakkan pikiran dan menyatukan cita-cita.

Kini, hampir seabad setelah Sumpah Pemuda 1928, dunia pers menghadapi tantangan yang berbeda.

Penjajahan fisik bukan lagi persoalan utama, tetapi jurnalisme berhadapan dengan tekanan industri, derasnya arus informasi, disinformasi, serta persaingan merebut perhatian publik.

Di tengah perubahan itu, muncul pertanyaan mendasar, masihkah pena jurnalis menjadi alat perjuangan bagi kepentingan publik, atau justru semakin terjebak dalam tuntutan pasar dan perlombaan mengejar angka kunjungan?

Ketika Industri Media Menekan Ruang Redaksi

Transformasi digital mengubah cara masyarakat mencari, membaca, dan menyebarkan informasi.

Media daring dituntut bergerak cepat, menyesuaikan diri dengan algoritma, serta mempertahankan keberlangsungan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.

Kecepatan memang menjadi bagian penting dalam jurnalisme modern.

Namun, masalah muncul ketika kecepatan menjadi tujuan utama dan menggeser proses verifikasi, pendalaman informasi, serta kepentingan publik.

Sebagian ruang redaksi menghadapi tekanan untuk menghasilkan berita dalam jumlah besar dengan sumber daya terbatas.

Dalam situasi seperti ini, liputan investigasi dan peliputan mendalam berisiko tersisih karena membutuhkan waktu, tenaga, biaya, dan perlindungan yang memadai bagi wartawan.

Persoalannya bukan semata-mata perubahan teknologi. Kebijakan perusahaan, model bisnis, dan cara redaksi menetapkan prioritas turut menentukan kualitas informasi yang sampai kepada masyarakat.

Wartawan berada di garis depan dalam situasi tersebut. Mereka dituntut menghasilkan berita secara cepat dan konsisten, tetapi pada saat yang sama harus menjaga akurasi, independensi, dan etika jurnalistik.

Jika tuntutan itu tidak diimbangi dengan sistem kerja yang sehat serta kesejahteraan yang layak, idealisme berisiko berbenturan dengan kebutuhan untuk bertahan hidup.

Karena itu, membicarakan kualitas pers tidak cukup hanya dengan meminta wartawan bekerja lebih profesional.

Perusahaan media juga perlu mengevaluasi kebijakan editorial, beban kerja, sistem pengupahan, dan dukungan terhadap peliputan yang berkualitas.

Ketika Klik Lebih Berharga daripada Kebenaran

Tantangan berikutnya muncul dari budaya mengejar traffic. Dalam ekosistem digital, jumlah klik, durasi kunjungan, dan interaksi kerap menjadi ukuran keberhasilan sebuah konten.

Ukuran tersebut memang penting bagi keberlangsungan media, tetapi tidak semestinya menjadi satu-satunya penentu nilai sebuah berita.

Judul sensasional, informasi yang terpotong dari konteks, dan pemberitaan yang mengandalkan emosi dapat menarik perhatian dalam waktu singkat.

Namun, jika praktik semacam itu mengorbankan akurasi, media justru mempertaruhkan aset paling penting yang dimilikinya, kepercayaan publik.

Jurnalisme bukan perlombaan untuk menjadi yang pertama dengan segala cara. Kecepatan tidak berarti apa-apa jika informasi yang disampaikan keliru.

Sebaliknya, berita yang terverifikasi, berimbang, dan memberikan konteks dapat membantu masyarakat memahami persoalan secara lebih utuh.

Di sinilah kompetensi wartawan diuji. Mereka harus mampu membedakan fakta dan opini, memeriksa sumber, menguji klaim, memberikan ruang bagi pihak terkait, serta menghindari kesimpulan yang tidak didukung bukti.

Tantangan tersebut semakin besar ketika kecerdasan buatan dan teknologi otomatisasi ikut mengubah produksi informasi.

Teknologi dapat membantu mencari bahan, mengolah data, dan mempercepat pekerjaan.

Namun, tanggung jawab untuk memeriksa kebenaran, mempertimbangkan dampak pemberitaan, dan mengambil keputusan etik tetap berada pada manusia.

Algoritma dapat membantu mendistribusikan berita, tetapi tidak dapat dijadikan alasan untuk mengabaikan tanggung jawab jurnalistik.

Jurnalis Muda Tidak Boleh Kehilangan Arah

Dalam situasi yang kompleks ini, jurnalis muda memiliki peran strategis.

Mereka tumbuh di tengah perkembangan teknologi digital, memahami pola komunikasi generasi baru, dan memiliki peluang untuk menghadirkan pendekatan jurnalistik yang lebih kreatif.

Namun, kemampuan menggunakan teknologi saja tidak cukup.

Wartawan muda juga perlu memperkuat keterampilan verifikasi, wawancara, analisis data, penulisan mendalam, dan pemahaman terhadap Kode Etik Jurnalistik.

Keberanian mengkritik kekuasaan harus berjalan bersama kemampuan membuktikan fakta.

Sikap kritis perlu disertai keterbukaan terhadap koreksi. Independensi juga menuntut wartawan menjaga jarak dari kepentingan politik, ekonomi, maupun kelompok yang dapat memengaruhi pemberitaan.

Idealime pers tidak cukup diwujudkan melalui slogan. Ia harus terlihat dalam keputusan sehari-hari, memilih memeriksa informasi sebelum menerbitkannya, menolak tekanan untuk mengubah fakta, memberi ruang kepada pihak yang diberitakan, dan bersedia memperbaiki kesalahan ketika bukti menunjukkan adanya kekeliruan.

Jurnalis muda juga perlu membangun solidaritas profesional. Pers yang sehat membutuhkan wartawan yang kompeten, tetapi juga membutuhkan lingkungan kerja yang memungkinkan mereka menjalankan tugas tanpa intimidasi dan tekanan yang tidak semestinya.

Menghidupkan Kembali Makna Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda lahir dari kesadaran bahwa perbedaan tidak harus menjadi penghalang untuk mencapai tujuan bersama.

Semangat tersebut relevan bagi pers yang bekerja di tengah masyarakat majemuk dan arus informasi yang kerap memperuncing perbedaan.

Dalam konteks ini, jurnalisme memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang akurat, membuka ruang dialog, mengungkap persoalan publik, dan membantu masyarakat memahami perbedaan secara proporsional.

Pers tidak harus kehilangan sikap kritis demi menjaga persatuan.

Justru melalui kritik yang berbasis fakta, pengawasan terhadap kekuasaan, dan pengungkapan persoalan secara bertanggung jawab, pers dapat berkontribusi pada kehidupan demokrasi yang lebih sehat.

Namun, persatuan juga tidak boleh menjadi alasan untuk menutup-nutupi masalah.

Semangat kebangsaan harus berjalan bersama keberanian mengungkap penyimpangan, membela kepentingan masyarakat, dan memastikan suara kelompok yang rentan tidak tenggelam dalam hiruk-pikuk pemberitaan.

Di sinilah makna perjuangan melalui pena menemukan relevansinya.

Wartawan tidak mengulang bentuk perjuangan para pendahulu secara persis, tetapi meneruskan nilai dasarnya, keberanian menyampaikan kebenaran dan kesediaan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan sempit.

Menjaga Api yang Tidak Boleh Padam

Memperingati Sumpah Pemuda seharusnya tidak berhenti pada seremoni, slogan, atau kutipan sejarah.

Momentum ini perlu menjadi ruang evaluasi bagi seluruh ekosistem pers, mulai dari wartawan, pemimpin redaksi, pemilik perusahaan media, organisasi profesi, hingga masyarakat sebagai pengguna informasi.

Perusahaan pers perlu membangun model bisnis yang tidak menjadikan kualitas jurnalistik sebagai korban efisiensi. Redaksi perlu memastikan bahwa kecepatan tetap berjalan bersama verifikasi.

Wartawan harus terus meningkatkan kompetensi dan menjaga integritas. Sementara itu, masyarakat perlu mengembangkan kebiasaan memeriksa sumber dan tidak terburu-buru menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Tidak ada satu pihak yang dapat memperbaiki ekosistem media sendirian. Kualitas jurnalisme lahir dari pertemuan antara profesionalisme wartawan, tanggung jawab perusahaan, kebebasan pers, dan partisipasi publik.

Hampir seabad lalu, para pemuda menyatukan tekad melalui sebuah ikrar yang mengubah perjalanan bangsa.

Hari ini, insan pers menghadapi ujian untuk menjaga agar ruang informasi tidak dikuasai oleh sensasi, manipulasi, dan kepentingan sesaat.

Pena mungkin tidak lagi berhadapan dengan tantangan yang sama seperti pada 1928. Namun, tanggung jawab moralnya tetap besar.

Sebab, ketika informasi menjadi dasar masyarakat mengambil keputusan, kesalahan jurnalistik dapat melahirkan dampak yang jauh melampaui satu halaman berita.

Menjaga api Sumpah Pemuda dalam jurnalisme berarti memastikan bahwa setiap kata memiliki tanggung jawab, setiap fakta melalui pemeriksaan, dan setiap berita tetap berpihak pada kepentingan publik.

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pers bukan sekadar seberapa banyak berita yang terbit atau seberapa tinggi jumlah klik yang diperoleh.

Ukuran yang lebih mendasar adalah seberapa besar jurnalisme membantu masyarakat memahami kenyataan, mengawasi kekuasaan, dan menemukan kebenaran.

Di tengah badai industri media dan perubahan teknologi, idealisme tidak boleh menjadi barang mewah.

Ia harus tetap menjadi fondasi. Sebab, selama pena masih digunakan untuk mencari dan menyampaikan kebenaran, api perjuangan para pemuda akan terus menyala dalam kehidupan pers Indonesia.

penulis adalah wartawan aktif di Provinsi Jambi(*)




BRI Region 11 Yogyakarta Gelar Wellness Day, Dorong Pekerja Sehat dan Produktif

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI melalui Region 11 Yogyakarta menyelenggarakan BRI Wellness Day bertema “Recharge Your Mind, Renew Your Energy” pada Kamis (22/10) di BRI Region 11 Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong pola hidup sehat, menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental pekerja, serta menciptakan lingkungan kerja yang semakin produktif.

BRI Wellness Day menghadirkan beragam aktivitas yang dirancang untuk mendukung kesejahteraan pekerja, mulai dari olahraga bersama, pemeriksaan kesehatan, layanan konseling, hingga bazar preloved dan UMKM binaan. Melalui kegiatan ini, BRI mendorong pekerja untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri sekaligus membangun semangat kebersamaan di lingkungan kerja.

Rangkaian kegiatan diawali dengan Morning Miles & Moves, yang menghadirkan aktivitas lari mulai pukul 05.15 WIB, jalan sehat pukul 05.30 WIB, serta zumba pukul 05.45 WIB. Melalui kegiatan tersebut, setiap langkah dalam berlari dan berjalan sehat serta setiap gerakan zumba menjadi bagian dari upaya membangun kebiasaan hidup yang lebih sehat dan bahagia.

Regional Chief Executive Officer BRI Region 11 Yogyakarta, Kusdinar Wiraputra, menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan dapat membantu pekerja menjaga kebugaran sekaligus meningkatkan semangat dalam menjalankan aktivitas pekerjaan.

“Hari ini kita melakukan BRI Wellness Day, di mana kegiatannya berupa olahraga pagi. Tentu kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana kerja yang lebih sehat. Teman-teman bisa melakukan berbagai aktivitas sehingga nantinya dapat bekerja dengan lebih fresh,” ujar Kusdinar Wiraputra.

Selain aktivitas olahraga, BRI Wellness Day juga menghadirkan Healthy Zone yang menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan gratis, meliputi mini medical check-up, pemeriksaan elektrokardiogram (EKG), serta skrining low back pain atau nyeri punggung bawah. Fasilitas ini dihadirkan untuk meningkatkan kesadaran pekerja terhadap kondisi kesehatan dan mendorong deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan.

Perhatian terhadap kesehatan mental juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini melalui Ruang Cerita & Konseling. Fasilitas tersebut memberikan ruang bagi pekerja untuk berbagi cerita, mengungkapkan perasaan, serta memperoleh dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan. Inisiatif ini mencerminkan pentingnya menjaga kesehatan mental sebagai bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang sehat dan mendukung kesejahteraan pekerja secara menyeluruh.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, BRI berharap pekerja dapat menjaga keseimbangan kesehatan fisik dan mental sehingga mampu menjalankan aktivitas pekerjaan secara optimal. Kondisi pekerja yang sehat dan produktif diharapkan turut mendukung pencapaian target perusahaan serta keberlanjutan kinerja bisnis.

Tidak hanya berfokus pada kesejahteraan pekerja, BRI Wellness Day juga menghadirkan Bazar Preloved & UMKM Binaan sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong penerapan gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Bazar UMKM binaan menghadirkan tujuh pelaku usaha dengan beragam produk unggulan, mulai dari kuliner hingga produk fesyen dan kerajinan lokal. Ketujuh UMKM tersebut meliputi Cilok Gajahan yang menawarkan aneka cilok, Tya RR Durian dengan buah durian lokal dan premium, Dawet Wong Ndeso dengan es dawet segar, Biya Kitchen dengan dimsum mentai, Amang Banjar yang menyajikan kuliner nasi Banjarmasin, Dapur 90an dengan jenang tradisional, serta Kalu Lurik yang menghadirkan produk batik lurik.

Kehadiran bazar ini memberikan kesempatan bagi UMKM binaan untuk memperkenalkan produk mereka kepada lebih banyak konsumen. Selain menjadi ruang promosi dan pemasaran, kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas peluang usaha serta meningkatkan daya saing pelaku UMKM.

Sementara itu, bazar preloved menghadirkan berbagai barang bekas pakai yang masih layak digunakan. Inisiatif ini mendorong pemanfaatan kembali barang yang masih memiliki nilai guna, sekaligus mengajak peserta untuk menerapkan pola konsumsi yang lebih bijak dan mendukung gaya hidup berkelanjutan.

Melalui penyelenggaraan BRI Wellness Day, BRI Region 11 Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kesejahteraan pekerja melalui perhatian terhadap kesehatan fisik dan mental, penguatan kebersamaan, serta penciptaan lingkungan kerja yang positif. Pada saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperluas dukungan terhadap UMKM binaan dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

BRI meyakini bahwa pekerja yang sehat, bahagia, dan produktif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kinerja perusahaan serta menghadirkan layanan terbaik bagi nasabah.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 11/Yogyakarta

Jl. Cik Ditiro No 3 Yogyakarta
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Sumpah Pemuda, Maulana Ajak Anak Muda Jambi Jauhi Narkoba dan Geng Motor

JAMBI — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Jambi menjadi momentum untuk mendorong generasi muda menjauhi penyalahgunaan narkoba dan aktivitas geng motor yang berisiko menimbulkan kekerasan.

Pemerintah, keluarga, sekolah, dan masyarakat memiliki peran dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak muda meraih prestasi.

Pesan tersebut mengemuka dalam konteks peringatan Hari Sumpah Pemuda yang berlangsung pada Rabu 28 Oktober 2026.

Wali Kota Jambi, Maulana memimpin upacara sekaligus membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menekankan pentingnya membangun generasi muda yang patriotik, gigih, dan berempati.

Nilai-nilai tersebut tidak hanya berkaitan dengan kecintaan terhadap tanah air, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, pilihan pergaulan, kepedulian sosial, serta kontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Generasi muda memiliki ruang untuk mengembangkan potensi melalui pendidikan, olahraga, seni, kewirausahaan, kegiatan sosial, dan berbagai aktivitas kreatif,” kata dia seusai upacara.

Kegiatan tersebut dapat menjadi sarana bagi anak muda untuk membangun keterampilan sekaligus mempersiapkan masa depan.

Sebaliknya, penyalahgunaan narkoba dan keterlibatan dalam aksi kekerasan dapat membawa risiko bagi keselamatan, pendidikan, hubungan sosial, serta masa depan mereka.

“Karena itu, upaya menjaga generasi muda membutuhkan pendekatan yang tidak hanya menekankan larangan, tetapi juga menyediakan kesempatan bagi mereka untuk berkembang,” terangnya.

Ruang olahraga, kegiatan seni, komunitas kreatif, pendampingan, dan pendidikan karakter dapat menjadi bagian dari upaya tersebut.

Dalam konteks Kota Jambi, keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai tanggung jawab masing-masing agar anak-anak dan remaja memperoleh dukungan yang memadai.

“Pembinaan generasi muda tidak dapat bergantung pada pemerintah semata,” timpalnya.

Orang tua perlu membangun komunikasi dengan anak, memahami lingkungan pergaulan mereka, serta memberikan pendampingan ketika menghadapi masalah.

Sekolah juga memiliki peran melalui pendidikan karakter, kegiatan ekstrakurikuler, dan dukungan bagi siswa yang menghadapi persoalan sosial maupun perilaku berisiko.

Di lingkungan masyarakat, kegiatan olahraga, seni, kepemudaan, dan aksi sosial dapat membuka ruang interaksi yang lebih produktif.

Pendekatan yang melibatkan anak muda dalam merancang kegiatan juga dapat membantu menghadirkan program yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Upaya pencegahan perlu berjalan bersama dengan edukasi, pendampingan, dan akses terhadap bantuan yang tepat.

“Dengan begitu, perhatian terhadap bahaya narkoba dan kekerasan tidak berhenti pada imbauan, tetapi berkembang menjadi langkah nyata,” jelasnya.

Dalam sambutan Menpora yang dibacakan Maulana, pembangunan bangsa tidak hanya bergantung pada infrastruktur dan kemajuan teknologi.

Kualitas karakter, kegigihan dalam menghadapi tantangan, kecintaan terhadap tanah air, dan empati terhadap sesama juga menjadi bagian penting dari kemajuan Indonesia.

Pesan tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda 1928 yang menempatkan persatuan sebagai landasan kehidupan berbangsa.

Generasi muda diharapkan mampu menjaga kerukunan, menghargai perbedaan, serta terlibat dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Pemuda juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi melalui gagasan, inovasi, kegiatan sosial, dan berbagai karya yang menjawab kebutuhan di lingkungannya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa masa muda merupakan kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.

Dengan dukungan keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi bagian penting dari pembangunan Kota Jambi.

Semangat Sumpah Pemuda pun perlu hadir dalam tindakan sehari-hari: menjaga persatuan, menjauhi penyalahgunaan narkoba, menghindari kekerasan, mengembangkan prestasi, dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama.(*)




Sumpah Pemuda 2026, Wali Kota Jambi Tekankan Patriotisme, Kegigihan, dan Empati

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Jambi menjadi momentum untuk mengingatkan generasi muda agar tidak berhenti pada semangat persatuan, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Pesan tentang patriotisme, kegigihan, dan empati mengemuka dalam upacara yang dipimpin Wali Kota Jambi Maulana, Rabu 28 Oktober 2026.

Dalam upacara tersebut, Maulana membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang menekankan pentingnya membangun generasi muda berkarakter sebagai fondasi kemajuan Indonesia.

Pesan itu menempatkan semangat Sumpah Pemuda 1928 bukan sekadar warisan sejarah, melainkan nilai persatuan yang perlu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sambutan Menpora menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak cukup diukur dari pembangunan infrastruktur, kecanggihan teknologi, atau pertumbuhan kekayaan.

Kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, dan kepedulian terhadap sesama juga menjadi bagian penting dari pembangunan.

Ada tiga karakter yang menjadi sorotan, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.

Patriotisme berarti menunjukkan pengabdian melalui tindakan nyata untuk bangsa.

Kegigihan tercermin dari kemauan untuk terus berusaha ketika menghadapi kesulitan dan kegagalan.

Sementara itu, empati menuntut kepekaan terhadap persoalan serta kesulitan yang dialami orang lain.

Pesan tersebut menegaskan bahwa semangat kebangsaan perlu berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.

Pencapaian dan kemajuan, tanpa perhatian terhadap nilai kemanusiaan, berisiko kehilangan makna bagi masyarakat.

Dalam sambutan yang dibacakan Maulana, Menpora juga mengajak generasi muda untuk berani menetapkan cita-cita besar, bekerja keras, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi Indonesia.

Pemuda tidak hanya perlu memiliki keberanian untuk memimpin, tetapi juga kerendahan hati untuk melayani dan membantu sesama.

“Jadilah generasi yang berani memimpin, tetapi juga bersedia melayani. Generasi yang mampu berdiri tegak untuk bangsanya, sekaligus mengulurkan tangan kepada sesamanya,” demikian pesan Menpora dalam sambutan tersebut.

Pesan ini menempatkan kontribusi sosial sebagai bagian dari peran pemuda dalam pembangunan.

Persatuan tidak cukup diwujudkan melalui slogan, tetapi juga melalui tindakan yang menjawab kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 kembali mengangkat nilai persatuan yang lahir dari ikrar pemuda pada 1928.

Di tengah keberagaman dan perubahan zaman, nilai tersebut tetap relevan sebagai landasan untuk membangun kehidupan bersama.

Di tingkat daerah, generasi muda memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kegiatan sosial, dan berbagai inisiatif yang bermanfaat bagi masyarakat.

Kontribusi tersebut juga membutuhkan dukungan lingkungan yang membuka kesempatan bagi anak muda untuk berkembang, menyampaikan gagasan, serta terlibat dalam kegiatan pembangunan.

Peringatan Sumpah Pemuda karena itu dapat menjadi titik pengingat untuk menerjemahkan semangat kebangsaan ke dalam tindakan yang terukur, bukan hanya kegiatan seremonial tahunan.

Menutup sambutannya, Menpora mengajak seluruh elemen bangsa membangun generasi yang patriotik dalam pengabdian, gigih dalam perjuangan, dan berempati dalam kemanusiaan.

Semangat Sumpah Pemuda diharapkan terus hidup melalui karya, pengabdian, persatuan, dan kepedulian sosial demi masa depan Indonesia, termasuk Kota Jambi.(*)




35 Orang Berebut 3 Kursi Dewan Pengawas Tirta Mayang Jambi, Ini Tahapan Seleksinya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak 35 orang mengikuti seleksi calon Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Mayang Kota Jambi untuk masa jabatan 2027–2031.

Dari puluhan pelamar tersebut, hanya tiga orang yang akan mengisi posisi Dewan Pengawas setelah seluruh tahapan seleksi selesai.

Panitia seleksi (pansel) kini memeriksa kelengkapan dan kesesuaian dokumen administrasi para pelamar.

Komposisi pendaftar terdiri atas lima pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi dan 30 pelamar dari kalangan umum.

Jumlah tersebut menjadi gambaran awal minat terhadap posisi pengawasan di perusahaan daerah penyedia layanan air minum tersebut.

Namun, jumlah pendaftar belum menunjukkan siapa yang memenuhi persyaratan ataupun memiliki kompetensi terbaik untuk menjalankan fungsi pengawasan.

“Saat ini kami sedang memverifikasi berkas pendaftar. Ada 35 orang,” kata Kabag Perekonomian Setda Kota Jambi, Hendra Saputra.

Berdasarkan Pengumuman Nomor 900.1.13/001/PANSEL-DEWAS/2026, Pemkot Jambi membuka pendaftaran calon Dewan Pengawas Tirta Mayang pada 19–26 Oktober 2026.

Seleksi tersebut terbuka bagi masyarakat yang memenuhi persyaratan panitia.

Tahap administrasi menentukan apakah setiap pelamar memenuhi ketentuan dasar untuk melanjutkan proses seleksi.

Panitia memeriksa dokumen pendidikan, riwayat hidup, pengalaman kerja, surat permohonan, serta dokumen pendukung lain sesuai pengumuman resmi.

Persyaratan calon mencakup integritas, pengalaman, kemampuan kepemimpinan, dan dedikasi untuk mendukung kemajuan perusahaan.

Pelamar juga harus memahami penyelenggaraan pemerintahan daerah dan manajemen perusahaan.

Dari sisi pendidikan dan usia, peserta wajib memiliki ijazah minimal sarjana (S-1) serta berusia paling tinggi 60 tahun saat pertama kali mendaftar.

Panitia juga mensyaratkan kondisi jasmani dan rohani yang sehat, tidak sedang menjalani sanksi pidana, tidak pernah dinyatakan pailit, serta tidak menjadi pengurus partai politik.

Panitia menjadwalkan pengumuman hasil seleksi administrasi pada 3 November 2026 melalui media massa serta laman resmi Pemkot Jambi dan Perumda Tirta Mayang.

Pelamar yang lolos akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) pada 5–9 November 2026.

Tahapan ini mencakup tes psikologi, ujian tertulis keahlian atau penulisan makalah strategi pengawasan, serta presentasi dan diskusi.

Panitia menjadwalkan pengumuman hasil UKK pada 12 November 2026. Setelah itu, paling banyak lima peserta akan mengikuti wawancara dengan Kuasa Pemilik Modal pada 16 November 2026.

Rangkaian tersebut akan berujung pada penetapan tiga orang Dewan Pengawas terpilih.

Panitia menjadwalkan pengumuman hasil akhir pada 18 November 2026 melalui situs resmi Pemkot Jambi atau Perumda Tirta Mayang.

Dewan Pengawas memiliki peran dalam mengawasi pengelolaan perusahaan daerah.

Karena itu, proses seleksi tidak hanya perlu memastikan kelengkapan persyaratan administratif, tetapi juga menilai kompetensi, integritas, dan kemampuan calon dalam menjalankan fungsi pengawasan.

Dalam konteks Perumda Air Minum Tirta Mayang, kualitas pengawasan relevan dengan tata kelola perusahaan dan penyelenggaraan layanan air minum bagi masyarakat Kota Jambi.

Meski demikian, penilaian terhadap kemampuan masing-masing kandidat baru dapat dilakukan berdasarkan hasil seleksi dan informasi terverifikasi.

Transparansi mengenai tahapan, kriteria penilaian, serta hasil setiap tahap juga penting agar masyarakat dapat mengikuti proses pemilihan Dewan Pengawas secara jelas.

Panitia menyatakan bahwa seleksi mengikuti persyaratan dan tahapan yang telah ditetapkan.

Masyarakat dapat memantau pengumuman berikutnya melalui kanal resmi Pemkot Jambi dan Perumda Tirta Mayang.(*)




Polda Jambi Ingatkan Warga Bijak Bermedsos, Kritik Boleh Asal Bertanggung Jawab

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polda Jambi mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi informasi di media sosial saat menyampaikan kritik dan aspirasi.

Kepolisian menegaskan bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak warga negara yang harus dihormati, sekaligus dijalankan dengan tanggung jawab dan tetap menghargai hak orang lain.

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, masyarakat memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum.

Namun, masyarakat juga perlu menaati ketentuan hukum, menjaga ketertiban, dan memastikan informasi yang beredar tidak memicu kesalahpahaman.

“Polri menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan kritik dan aspirasi. Kami mengajak masyarakat menggunakan hak tersebut secara bijak dan bertanggung jawab. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari demokrasi, dan dapat disampaikan secara tegas tanpa harus mengabaikan hak orang lain maupun ketertiban bersama,” ujar Erlan dalam keterangannya, Selasa 27 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum menjamin hak masyarakat untuk menyampaikan pikiran secara lisan maupun tulisan.

Karena itu, penyampaian aspirasi perlu berjalan seiring dengan penghormatan terhadap hak orang lain dan kepatuhan terhadap hukum.

Selain mengingatkan soal penyampaian aspirasi, Erlan menyoroti kebiasaan masyarakat yang langsung mempercayai atau menyebarkan informasi di media sosial tanpa memeriksa kebenarannya.

Potongan video tanpa konteks, informasi yang tidak lengkap, hingga narasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman.

Jika masyarakat menyebarkannya tanpa melakukan pemeriksaan, informasi tersebut berpotensi memperkeruh situasi dan memicu provokasi.

Karena itu, ia meminta masyarakat memeriksa sumber informasi, memahami konteks, dan membandingkan informasi dengan sumber tepercaya sebelum menarik kesimpulan atau membagikannya kepada orang lain.

“Pastikan informasi yang kita terima benar sebelum membagikannya. Mari gunakan media sosial secara bertanggung jawab, tetap kritis, dan tidak mudah terprovokasi. Menjaga ruang digital yang sehat merupakan bagian dari tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Polda Jambi mengajak masyarakat memanfaatkan media sosial sebagai ruang bertukar gagasan, menyampaikan kritik, dan mengawasi berbagai persoalan publik secara konstruktif.

Kebebasan berpendapat tidak berarti masyarakat harus menghindari kritik.

Sebaliknya, kritik yang berbasis fakta dan disampaikan secara bertanggung jawab menjadi bagian penting dalam kehidupan demokrasi.

Di sisi lain, masyarakat perlu membedakan kritik terhadap kebijakan dengan penyebaran informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Sikap kritis harus berjalan bersama kebiasaan memeriksa fakta agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik akibat informasi yang menyesatkan.

Erlan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga ruang demokrasi yang terbuka, damai, dan saling menghormati.

Menurutnya, kesadaran mengenai hak dan kewajiban dalam menyampaikan pendapat, disertai perilaku bijak di media sosial, dapat membantu menjaga persatuan dan situasi keamanan di tengah masyarakat.(*)