Jalani Sertijab di Mabes Polri, Kapolda Jambi Resmi Berganti

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Polri melakukan perombakan sejumlah jabatan strategis melalui mutasi dan promosi perwira.

Dalam rotasi tersebut, 19 jabatan Kapolda ikut berganti, termasuk Kapolda Jambi.

Mutasi tersebut mengacu pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Rangkaian mutasi dan serah terima jabatan tersebut berlangsung bersamaan dengan Korps Raport kenaikan pangkat Perwira Tinggi Polri di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (3/10/2026) malam.

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto memimpin langsung rangkaian kegiatan tersebut.

Meski posisi Kapolda Jambi masuk dalam daftar jabatan yang mengalami pergantian, informasi mengenai pejabat yang akan mengisi posisi tersebut tidak tercantum dalam keterangan yang disampaikan Polda Jambi.

23 Pati Polri Naik Pangkat

Selain mutasi dan promosi, Polri juga melaksanakan Korps Raport kenaikan pangkat terhadap 23 Perwira Tinggi.

Dari jumlah tersebut, tujuh Pati naik pangkat menjadi Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol.).

Sebanyak 14 Pati naik menjadi Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol.), sementara dua Pati lainnya mendapat kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol.).

Rotasi juga mencakup sejumlah jabatan strategis di lingkungan Mabes Polri serta jabatan kepala kepolisian daerah.

Polda Jambi Sebut Mutasi Bagian dari Dinamika Organisasi

Kabid Humas Polda Jambi, Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan mutasi dan pergantian jabatan merupakan bagian dari kebutuhan organisasi sekaligus pembinaan karier personel.

“Mutasi, rotasi, dan serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Setiap jabatan adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh dedikasi, profesionalisme, serta integritas,” ujar Erlan, Minggu (4/10/2026).

Menurut dia, pergantian pejabat di lingkungan Polri juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi.

Pada saat yang sama, kesinambungan tugas kepolisian tetap menjadi perhatian agar pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Khusus bagi pejabat yang mendapat amanah baru, Kapolri berharap dapat segera beradaptasi dengan lingkungan dan tugas yang baru, melanjutkan program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat,” katanya.

Polda Jambi Pastikan Pelayanan Tetap Berjalan

Pergantian pucuk pimpinan di lingkungan kepolisian daerah tidak mengubah komitmen Polda Jambi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Erlan mengatakan Polda Jambi akan terus memastikan pelaksanaan tugas kepolisian berjalan optimal.

“Yang paling utama adalah bagaimana setiap personel dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya, menjaga soliditas internal, meningkatkan profesionalisme, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dengan masuknya jabatan Kapolda Jambi dalam rangkaian mutasi tersebut, perhatian selanjutnya tertuju pada proses serah terima jabatan dan siapa perwira yang akan menerima amanah sebagai pimpinan Polda Jambi berikutnya.(*)




Taklukkan SMA Tri Sukses 1-0, SMAN 18 Palembang Melaju ke Final Nasional AXIS Nation Cup

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID — Perjalanan panjang kompetisi futsal pelajar AXIS Nation Cup (ANC) 2026 di wilayah Southern Sumatra akhirnya mengerucut pada dua nama.

SMAN 18 Palembang memastikan gelar juara futsal putra, sementara SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi wakil kategori putri.

Keduanya berhak membawa nama Southern Sumatra ke panggung Final Nasional AXIS Nation Cup 2026 di Istora Senayan, Jakarta, pada 31 Oktober 2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Southern Sumatra berlangsung di GOR Dempo Jakabaring, Palembang, Rabu (30/9/2026).

Pada partai puncak futsal putra, SMAN 18 Palembang mengalahkan SMA Tri Sukses Lampung dengan skor tipis 1-0.

Hasil tersebut mengantarkan SMAN 18 Palembang sebagai juara regional sekaligus mengamankan tiket menuju kompetisi nasional.

Sementara pada kategori futsal putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu tampil sebagai juara regional dan akan menjadi wakil Southern Sumatra di tingkat nasional.

Perjalanan Dimulai dari Enam Kota

Tiket ke final nasional tidak datang secara instan. Para peserta terlebih dahulu melewati rangkaian Preliminary AXIS Nation Cup yang berlangsung di enam wilayah, yakni Bengkulu, Bangka Belitung, Padang, Palembang, Lampung, dan Jambi.

Dari Preliminary Bengkulu, SMAN 10 Kota Bengkulu keluar sebagai juara futsal putra.

Kemudian SMAN 3 Pangkal Pinang menjadi juara Preliminary Bangka Belitung, sedangkan SMAN 1 Payakumbuh memenangi Preliminary Padang.

Palembang menghasilkan SMAN 18 Palembang sebagai juara futsal putra. Untuk kategori putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi juara.

Sementara SMA Tri Sukses menjadi juara Preliminary Lampung dan SMAN 5 Kota Jambi keluar sebagai juara Preliminary Jambi.

Para juara dari masing-masing wilayah kemudian bertemu pada Final Regional Southern Sumatra untuk memperebutkan tiket ke tingkat nasional.

SMAN 18 Palembang Menang Tipis 1-0

Pertandingan final futsal putra mempertemukan SMAN 18 Palembang dengan SMA Tri Sukses Lampung.

Pertandingan berlangsung ketat hingga akhirnya SMAN 18 Palembang berhasil mencetak satu gol yang menjadi pembeda.

Skor 1-0 bertahan hingga laga berakhir.

Dengan hasil tersebut, SMAN 18 Palembang menjadi juara Final Regional Southern Sumatra dan berhak tampil di Istora Senayan bersama para juara regional lainnya.

Sementara SMA Tri Sukses Lampung harus puas berada di posisi kedua.

Untuk kategori putri, SMAN 1 Kepahiang Bengkulu menjadi juara regional dan mendapat tiket menuju Final Nasional AXIS Nation Cup 2026.

Dua Wakil Southern Sumatra Menuju Jakarta

Senior Vice President Mobile Sales Southern Sumatra XLSMART, Desy Sari Dewi, mengatakan Final Regional menjadi ruang bagi para juara dari berbagai kota untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membawa nama daerah ke tingkat nasional.

“AXIS Nation Cup menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan menunjukkan kemampuan melalui kompetisi,” ujar Desy.

Ia juga menyebut dukungan konektivitas menjadi bagian dari penyelenggaraan kompetisi untuk menunjang aktivitas peserta, pendukung, dan masyarakat selama acara.

Final Nasional AXIS Nation Cup 2026 akan berlangsung pada 31 Oktober 2026 di Istora Senayan, Jakarta.

SMAN 18 Palembang akan tampil sebagai wakil Southern Sumatra pada kategori futsal putra. Sementara SMAN 1 Kepahiang Bengkulu membawa nama wilayah tersebut pada kategori futsal putri.

Bukan Hanya Pertandingan Futsal

AXIS Nation Cup 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan futsal pelajar.

Di Final Regional Southern Sumatra, penyelenggara juga menghadirkan berbagai aktivitas seperti Supporter Competition, Dance Competition, booth activation, permainan interaktif, dan kegiatan komunitas.

Konsep tersebut membuat kompetisi tidak hanya berfokus pada pertandingan di dalam lapangan, tetapi juga memberi ruang bagi kreativitas dan interaksi para pelajar.

Secara nasional, AXIS Nation Cup 2026 mengusung tema “Laga Para Juara” dan digelar di 40 kota.

Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan melalui olahraga sekaligus membangun pengalaman kompetisi dan jejaring antarsekolah.

Konektivitas 5G Dukung Final Regional

Final Regional Southern Sumatra berlangsung di Palembang yang telah mendapatkan dukungan jaringan 5G XLSMART.

XLSMART menyebut pelanggan dapat memanfaatkan layanan AXIS 5G AF atau Absolute Fast untuk berbagai aktivitas digital selama kompetisi, termasuk mengakses media sosial, mengunggah konten pertandingan, dan berbagi momen bersama komunitas.

Untuk wilayah Sumatera Selatan, XLSMART mengoperasikan lebih dari 10.000 BTS, sementara Kota Palembang didukung lebih dari 2.500 BTS, termasuk lebih dari 600 BTS 5G.

Secara nasional, jaringan XLSMART didukung lebih dari 265 ribu BTS dengan jumlah pelanggan lebih dari 69 juta.

Kualitas jaringan XLSMART juga memperoleh pengakuan melalui Ookla Speedtest Awards H1 2026.

Melalui brand XL, perusahaan meraih empat penghargaan, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network in Indonesia 2026, Fastest 5G in Indonesia 2026, dan Best 5G Video Experience in Indonesia 2026.

Kini, panggung berikutnya menanti.

SMAN 18 Palembang dan SMAN 1 Kepahiang Bengkulu akan membawa nama Southern Sumatra ke Istora Senayan pada 31 Oktober 2026 untuk menghadapi para juara regional lainnya dalam Final Nasional AXIS Nation Cup 2026.(*)




Lima Legislator Golkar Muaro Jambi Kumpul di Palembang, Asikin Bicara Penguatan Fraksi

PALEMBANG, SEPUCUKJAMBI.ID –  Lima anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Muaro Jambi mengikuti agenda konsolidasi dan pembekalan anggota legislatif Partai Golkar di Palembang, Sumatera Selatan.

Kegiatan berlangsung pada 2-4 Oktober 2026 dan mempertemukan anggota Fraksi Golkar DPRD provinsi serta kabupaten/kota dari sejumlah wilayah di Sumatera.

Agenda yang digelar Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tersebut mengusung tema “Optimalisasi Peran Anggota Fraksi Partai Golkar dalam Penguatan Konsolidasi Organisasi dan Pemenangan Pemilu.”

Dari Muaro Jambi, lima legislator yang mengikuti kegiatan tersebut yakni Edison, S.Sos., H. Asikin, S.P., Andi Fitra Eka Sahputra, S.H., Sartono, B.E., dan Muhammad Ridho, S.E.

Mereka merupakan anggota DPRD Muaro Jambi periode 2024-2029 yang berasal dari daerah pemilihan berbeda.

Edison berasal dari Dapil Muaro Jambi I, H. Asikin dari Dapil II, Andi Fitra Eka Sahputra dari Dapil III, Sartono dari Dapil IV, sedangkan Muhammad Ridho berasal dari Dapil V.

Bukan Sekadar Bimtek

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Muaro Jambi, H. Asikin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi antara struktur partai dan kader yang duduk di lembaga legislatif.

Menurut Asikin, anggota fraksi membutuhkan pembekalan agar dapat menjalankan fungsi DPRD sekaligus menjaga komunikasi dengan masyarakat.

“Kegiatan ini penting bagi kami, khususnya anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Muaro Jambi. Selain untuk memperkuat konsolidasi, kegiatan ini juga menjadi kesempatan untuk mendapatkan pembekalan dan menyamakan pemahaman dalam menjalankan tugas sebagai anggota DPRD,” ujar Asikin.

Ia berharap materi yang diperoleh selama kegiatan tidak berhenti sebagai pembekalan internal, tetapi dapat diterapkan dalam pelaksanaan tugas anggota DPRD di daerah.

“Kami berharap apa yang didapatkan dalam kegiatan ini dapat diterapkan di daerah. Anggota fraksi harus terus membangun komunikasi, menyerap aspirasi masyarakat dan menjalankan tugas sesuai dengan ketentuan serta amanah yang diberikan masyarakat,” katanya.

332 Peserta dari Lima Provinsi

Rakornis dan bimbingan teknis tersebut diikuti sekitar 332 peserta. Peserta berasal dari Lampung, Bengkulu, Bangka Belitung, Jambi, dan Sumatera Selatan.

Pertemuan menjadi forum bagi anggota fraksi dari berbagai daerah untuk mengikuti materi teknis sekaligus bertukar pengalaman terkait tugas legislatif dan penguatan organisasi.

Bagi Fraksi Golkar Muaro Jambi, forum tersebut juga menjadi kesempatan untuk menyamakan koordinasi lima legislator yang berasal dari lima daerah pemilihan.

Asikin menilai kesinambungan komunikasi antara partai dan anggota legislatif menjadi bagian penting dalam menjalankan agenda organisasi.

Konsolidasi tersebut, kata dia, juga memungkinkan para anggota fraksi mendapatkan perspektif dari kader Golkar di daerah lain mengenai pelaksanaan fungsi DPRD dan hubungan dengan masyarakat.

Asikin: Hasil Pembekalan Harus Dibawa ke Daerah

Asikin menegaskan, keikutsertaan lima anggota Fraksi Golkar Muaro Jambi bukan sekadar memenuhi agenda organisasi.

Ia berharap materi dan pembahasan yang diperoleh dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kinerja fraksi di DPRD Muaro Jambi.

“Intinya, kami mengikuti kegiatan ini dengan serius. Apa yang menjadi materi dan hasil pembahasan akan menjadi bahan bagi kami untuk terus meningkatkan kinerja fraksi dan memberikan kontribusi dalam menjalankan tugas di DPRD Muaro Jambi,” tutupnya.

Dengan demikian, agenda di Palembang tidak hanya menjadi forum pembekalan teknis bagi anggota DPRD, tetapi juga menjadi bagian dari konsolidasi internal Partai Golkar yang mempertemukan kader legislatif dari berbagai daerah di wilayah Sumatera.(*)




Tak Ada Dendam! Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar Malah Canda Bareng Usai Duel Panas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemandangan berbeda terlihat dari Vicky “The Gladiator” Prasetyo dan Dede Sunandar sehari setelah keduanya terlibat duel panas di atas ring Kapolda Fighter.

Jika malam sebelumnya keduanya saling berhadapan dan terlibat jual beli pukulan, suasana justru berubah santai pada Minggu 4 Oktober 2026 pagi.

Vicky, Dede Sunandar, dan Bedu terlihat duduk bersama menikmati sarapan di salah satu kafe di Kota Jambi.

Ketiganya tampak akrab, saling bercanda, dan menikmati suasana tanpa memperlihatkan ketegangan setelah pertandingan.

Momen tersebut menjadi kontras dengan duel yang mereka jalani beberapa jam sebelumnya.

Sempat Jatuh di Atas Ring

Duel Vicky Prasetyo dan Dede Sunandar menjadi salah satu pertandingan yang menyita perhatian dalam Kapolda Fighter.

Pertandingan berlangsung sengit dengan jual beli pukulan. Dalam duel tersebut, Dede sempat terjatuh setelah terkena pukulan Vicky.

Tim medis langsung bergerak setelah Dede terjatuh. Pertandingan pun dihentikan sementara untuk memastikan kondisi sang artis.

Dede kemudian dibawa ke bawah ring untuk mendapatkan pemeriksaan. Setelah itu, ia sempat dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kondisinya kemudian membaik dan tidak ditemukan masalah serius.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang ikut memastikan kondisi Dede sekaligus memantau jalannya pertandingan.

“Kita memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dan profesional, kondisi Dede Sunandar saat ini sudah membaik,” jelas Ananto.

Vicky: Kalau di Ring Ya Serius

Vicky Prasetyo sebelumnya menjelaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memberikan pukulan terlalu keras kepada Dede.

Namun, situasi pertandingan membuat keduanya harus tampil serius selama berada di atas ring.

“Jadi kita kalau tarung di atas ring ya serius,” ujar Vicky.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa tensi pertandingan tidak serta-merta terbawa setelah pertandingan berakhir.

Buktinya, keesokan paginya Vicky dan Dede justru kembali terlihat bersama dalam suasana santai.

Dede: Kalau Dipukul Ya Sakit

Dede Sunandar juga tidak mempermasalahkan insiden yang terjadi saat pertandingan.

Dengan gaya khasnya, Dede bahkan menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan candaan.

“Ya kalau dipukul ya sakit,” timpal Dede sembari tertawa.

Sikap keduanya memperlihatkan perbedaan suasana antara pertandingan dan kehidupan di luar ring. Di atas ring, mereka menjalankan peran sebagai petarung yang harus bertanding serius.

Namun setelah pertandingan selesai, hubungan keduanya kembali cair.

Momen sarapan bersama Vicky, Bedu, dan Dede pun menjadi cerita lain dari Kapolda Fighter di Jambi: panas saat bertanding, tetapi tetap akrab setelah turun dari ring.(*)




Vicky Prasetyo: Kalau Tarung di Atas Ring Ya Serius, Dede Sunandar: Kalau Dipukul Ya Sakit

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Suasana Kapolda Fighter Match yang berlangsung meriah di Jambi, Sabtu 3 Oktober 2026. mendadak berubah tegang ketika Dede Sunandar terjatuh setelah menerima pukulan dari Vicky “The Gladiator” Prasetyo.

Pertandingan yang disaksikan ribuan masyarakat itu sempat terhenti. Tim medis langsung bergerak membawa Dede keluar dari area ring untuk memastikan kondisinya.

Sejumlah selebritas dan influencer turut meramaikan kegiatan tersebut, di antaranya Vicky Prasetyo, Beddu, Dede Sunandar, Bebeyu, dan Bondol.

Sejak pertandingan dimulai, atmosfer pertarungan berlangsung panas. Para petarung saling beradu pukulan di atas ring, namun pertandingan tetap berjalan dengan aturan dan sportivitas.

Momen paling menegangkan terjadi saat Vicky Prasetyo berhadapan dengan Dede Sunandar.

Sebuah pukulan membuat Dede terjatuh. Tim medis kemudian langsung memberikan penanganan dan membawanya ke bawah ring.

Situasi tersebut membuat pertandingan seketika dihentikan untuk memastikan kondisi Dede.

Dede selanjutnya dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan.

Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang turut memastikan kondisi Dede setelah insiden tersebut.

“Kita memastikan pelaksanaan berjalan dengan baik sesuai dengan aturan dan profesional. Kondisi Dede Sunandar saat ini sudah membaik,” jelas Ananto.

Vicky: Di Atas Ring Harus Serius

Vicky Prasetyo mengatakan dirinya tidak memiliki niat untuk memberikan pukulan secara berlebihan.

Namun, ketika pertandingan berlangsung, situasi di atas ring membuat pertarungan berjalan serius.

Menurut Vicky, pertandingan tinju memang memiliki risiko benturan dan pukulan karena kedua petarung bertanding secara langsung.

“Jadi kita kalau tarung di atas ring ya serius,” kata Vicky.

Pernyataan tersebut menggambarkan tensi pertandingan yang memang berlangsung cukup tinggi.

Meski demikian, para peserta tetap menunjukkan sikap saling menghormati setelah pertandingan.

Dede Sunandar: Kalau Dipukul Ya Sakit

Setelah mendapatkan penanganan, kondisi Dede Sunandar dilaporkan membaik.

Dede juga menyikapi insiden tersebut dengan santai. Ia mengaku tidak mempermasalahkan pukulan yang membuatnya terjatuh.

“Ya kalau dipukul ya sakit,” ujar Dede sambil tertawa.

Insiden tersebut menjadi salah satu momen paling mencuri perhatian dalam Kapolda Fighter Match.

Pertandingan tetap menjadi tontonan hiburan bagi masyarakat, sementara aspek keselamatan peserta menjadi perhatian utama panitia dan tim medis.

Kehadiran petugas medis di sekitar ring juga menjadi bagian penting dalam memastikan setiap insiden selama pertandingan dapat segera ditangani.(*)




DPR Evaluasi Tol Trans Sumatera, Koridor Jambi–Rengat Ikut Jadi Sorotan

PEKANBARU, SEPUCUKJAMBI.ID — Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) memasuki fase yang semakin luas.

Hingga Agustus 2026, total jalan tol yang telah terbangun mencapai sekitar 1.160 kilometer, dengan sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Namun, pembangunan fisik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan proyek strategis tersebut.

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) DPR RI menyoroti tata kelola, efektivitas penggunaan sumber daya, hingga sejauh mana keberadaan JTTS benar-benar memberikan dampak terhadap transportasi dan perekonomian masyarakat Sumatra.

Sorotan itu muncul dalam kunjungan kerja BAKN DPR RI ke Hutama Karya di Pekanbaru, Jumat 2 Oktober 2026.

Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan penugasan pemerintah kepada Hutama Karya dalam pembangunan JTTS sekaligus mengevaluasi manfaat infrastruktur yang telah dibangun.

Ketua BAKN DPR RI Andreas Eddy Susetyo memimpin rombongan dalam pertemuan tersebut. Sejumlah kementerian, lembaga, badan usaha, serta pemangku kepentingan pembangunan infrastruktur turut hadir.

DPR: Tol Harus Beri Dampak Ekonomi

Andreas menegaskan, pembangunan JTTS perlu dinilai dari manfaat yang dapat diukur, bukan hanya dari panjang jalan yang berhasil dibangun.

Menurut dia, kualitas pelayanan jalan dan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi masyarakat menjadi bagian penting dalam mengukur efektivitas pembangunan infrastruktur.

“Penelaahan ini bertujuan memastikan pembangunan JTTS didukung perencanaan yang matang dan pengelolaan sumber daya yang akuntabel. Efektivitasnya perlu dilihat dari kualitas pelayanan serta kontribusinya terhadap kelancaran transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat,” ujar Andreas.

Pandangan tersebut membuat pembangunan JTTS menghadapi ukuran keberhasilan yang lebih luas.

Jalan tol tidak cukup hanya menghubungkan satu daerah dengan daerah lain, tetapi juga harus mampu memperkuat rantai distribusi dan membuka akses ekonomi baru.

Anggota BAKN DPR RI Herman Khaeron menekankan pentingnya menghubungkan jaringan tol dengan kawasan industri, sentra produksi, hingga simpul logistik.

“Akses jalan tol perlu terhubung dengan kawasan industri, sentra produksi, dan simpul logistik. Dengan demikian, kemudahan transportasi dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperlancar distribusi, memperluas pasar, dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Herman.

JTTS Capai 1.160 Kilometer

Dalam pertemuan tersebut, Hutama Karya memaparkan perkembangan penugasan pembangunan JTTS.

Hingga Agustus 2026, sekitar 1.160 kilometer jalan tol telah terbangun. Dari jumlah tersebut, sekitar 982 kilometer sudah beroperasi.

Pembangunan berlangsung secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, kebutuhan konektivitas, manfaat koridor, serta kemampuan pendanaan.

Hutama Karya juga memperkuat tata kelola melalui penyempurnaan prosedur studi kelayakan, kajian risiko, dan pengendalian pelaksanaan proyek.

Langkah tersebut bertujuan memastikan proyek yang masuk tahap pembangunan memiliki perencanaan lebih matang dan selaras dengan kebutuhan investasi serta kesiapan pendanaan.

Jambi–Rengat Masuk Pengembangan

Salah satu agenda yang ikut dipaparkan Hutama Karya adalah rencana pengembangan koridor Jambi–Rengat dan Pekanbaru–Padang.

Kedua koridor tersebut masih mengikuti tahapan kesiapan proyek dan skema pengusahaan yang berlaku.

Pengembangan jaringan diarahkan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus menghubungkan pusat-pusat kegiatan ekonomi.

Khusus bagi wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan konektivitas, keberadaan jaringan tol diharapkan dapat memangkas hambatan distribusi barang dan memperluas akses pasar.

Hutama Karya juga menyiapkan sejumlah alternatif pendanaan untuk menjaga kesinambungan pembangunan.

Dua skema yang disebut antara lain Pembayaran Berkala Berbasis Layanan dan asset recycling.

Melalui asset recycling, nilai aset yang sudah beroperasi dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung investasi pembangunan berikutnya.

Hutama Karya Tekankan Manfaat Langsung

Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan mengatakan pembangunan JTTS tidak semata-mata mengejar pertambahan panjang jalan.

Menurut dia, setiap koridor yang tersambung harus memberikan manfaat langsung bagi mobilitas masyarakat dan kegiatan ekonomi.

“Penugasan JTTS kami jalankan dengan menjaga tata kelola, kualitas infrastruktur, dan keberlanjutan pembangunan. Bagi kami, setiap ruas yang tersambung membawa harapan agar masyarakat dapat menjangkau keluarga dengan lebih mudah, pelaku usaha memiliki akses pasar yang lebih luas, dan pengguna jalan menikmati perjalanan yang aman serta nyaman,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, pencapaian tersebut membutuhkan dukungan dan sinergi berbagai pemangku kepentingan.

Tantangan JTTS Bukan Lagi Sekadar Membangun Jalan

Dengan jaringan yang terus bertambah, tantangan JTTS kini bergerak dari sekadar pembangunan fisik menuju bagaimana infrastruktur tersebut menghasilkan dampak ekonomi yang lebih besar.

Kawasan industri, sentra pertanian dan perkebunan, pusat perdagangan, pelabuhan, serta simpul logistik perlu mendapatkan konektivitas yang efektif dari jaringan tol.

Tanpa keterhubungan tersebut, manfaat jalan tol berpotensi tidak maksimal bagi masyarakat dan dunia usaha.

Karena itu, evaluasi BAKN DPR RI terhadap JTTS menjadi penting untuk melihat apakah pembangunan yang berjalan telah sejalan dengan tujuan awal penugasan pemerintah.

Hutama Karya menyatakan akan terus memperkuat koordinasi dengan kementerian, lembaga, dan pemangku kepentingan lain untuk menjaga keberlanjutan pembangunan.

Dengan progres sekitar 1.160 kilometer jalan tol terbangun dan 982 kilometer telah beroperasi, pekerjaan besar JTTS kini bukan hanya menyelesaikan ruas-ruas berikutnya.

Tantangan berikutnya adalah memastikan setiap kilometer jalan yang dibangun benar-benar menggerakkan orang, barang, investasi, dan ekonomi di sepanjang Pulau Sumatera.(*)




Update Bandara Sultan Thaha Jambi: Jarak Pandang Sempat 1.000 Meter, Kini 2.800 Meter

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap mulai memengaruhi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pagi hari. Jarak pandang bahkan sempat turun hingga 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB.

Meski mengalami penurunan cukup signifikan, kondisi tersebut belum mengganggu aktivitas penerbangan.

Hingga menjelang siang, tidak ada penerbangan yang tertunda secara khusus akibat kabut asap.

Data pengamatan Bandara Sultan Thaha menunjukkan jarak pandang pada pukul 06.00 WIB masih berada di angka 1.800 meter. Satu jam kemudian, angka tersebut turun menjadi 1.000 meter.

Kondisi berangsur membaik setelah pukul 07.00 WIB. Pada pukul 08.00 WIB, jarak pandang naik menjadi 1.700 meter dan mencapai 3.200 meter pada pukul 09.00 WIB.

Namun, kondisi kembali berubah. Pada pukul 10.00 WIB jarak pandang tercatat 2.400 meter sebelum meningkat lagi menjadi 2.800 meter pada pukul 10.30 WIB.

Penerbangan Belum Terdampak Kabut Asap

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, memastikan kabut asap sejauh ini belum menyebabkan gangguan terhadap operasional penerbangan.

Menurut Ikhsan, keterlambatan yang terjadi bukan karena kondisi jarak pandang akibat kabut asap.

“Sejauh ini pesawat yang tertunda karena alasan operasional maskapai atau pesawat. Untuk yang terdampak oleh kabut asap tidak ada,” kata Ikhsan.

Ia menjelaskan, kondisi jarak pandang masih memungkinkan aktivitas penerbangan berlangsung. Pada pengamatan terakhir, jarak pandang mencapai 2.800 meter.

“Karena jarak pandang masih ideal, di atas 1.800 meter,” ujarnya.

Dengan kondisi tersebut, aktivitas keberangkatan dan kedatangan pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi masih berjalan normal dan belum mengalami gangguan khusus akibat kabut asap.

Jarak Pandang Terus Dipantau

Perubahan jarak pandang sepanjang pagi membuat kondisi di sekitar bandara tetap menjadi perhatian.

Penurunan dari 1.800 meter menjadi 1.000 meter dalam satu jam menunjukkan kondisi atmosfer dapat berubah cukup cepat.

Pihak Bandara Sultan Thaha terus memantau perkembangan jarak pandang untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan kondisi yang dapat memengaruhi keselamatan dan kelancaran penerbangan.

Hingga pengamatan pukul 10.30 WIB, jarak pandang berada di level 2.800 meter.

Artinya, meski kabut asap sempat menekan jarak pandang hingga 1.000 meter pada pagi hari, belum ada penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi yang terdampak secara khusus akibat kondisi tersebut.(*)




Kursi Sekda Kota Jambi Segera Berganti, Ini 8 Nama yang Mulai Dibicarakan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pergantian Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Jambi mulai memasuki radar politik-birokrasi Pemerintah Kota Jambi.

Masa jabatan A Ridwan yang berakhir pada November 2026 membuat pertanyaan tentang siapa penggantinya mulai mengemuka.

Sejumlah pejabat Pemkot Jambi kini disebut-sebut masuk dalam bursa. Sedikitnya ada delapan nama yang beredar, yakni Kepala BPPRD Dr Ardi, Asisten II Dr Mulyadi, Kepala Disperindag Dr Nela Ervina, Kepala BPBD Doni Sumatriadi, Kepala Dinas PUTR Momon SF, Kepala Bapperida Suhendri, Kepala Diskominfo Saleh Ridha, dan Kepala DPMPTSP Abu Bakar.

Namun, nama-nama tersebut belum dapat disebut sebagai kandidat resmi.

Pemerintah Kota Jambi masih harus melewati tahapan administrasi dan mekanisme pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama sebelum menentukan siapa saja yang berhak mengikuti proses seleksi.

Dari delapan nama yang beredar, tiga pejabat diketahui menyandang gelar doktor.

Meski demikian, gelar akademik bukan satu-satunya ukuran untuk menentukan figur yang tepat mengisi posisi strategis tersebut.

Sekda Dituntut Bukan Sekadar Kuasai Administrasi

Pengamat Kebijakan Publik, Nasrul Yasier menilai Pemkot Jambi membutuhkan Sekda yang benar-benar memahami karakter kota.

Menurutnya, calon Sekda harus mampu membaca persoalan pemerintahan sekaligus memahami kebutuhan masyarakat.

Ia membuka peluang bagi pejabat dari luar Pemkot Jambi.

Menurut Nasrul, pejabat dari pemerintah kabupaten maupun Pemerintah Provinsi Jambi tetap layak dipertimbangkan selama memiliki kompetensi dan mampu beradaptasi dengan karakter Kota Jambi.

“Calonnya mau pegawai kota, kabupaten, provinsi, terserah. Yang penting menyatu dengan kota. Calonnya jangan abal-abal,” kata Nasrul.

Menurut dia, Sekda memegang posisi penting dalam memastikan kebijakan kepala daerah bergerak dari level pimpinan hingga perangkat daerah dan masyarakat.

Karena itu, calon Sekda ideal harus memiliki pemahaman yang konkret mengenai Kota Jambi.

Pengetahuan tersebut mencakup kondisi wilayah, jumlah RT, karakter aparatur, hingga berbagai persoalan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

“Minimal paham tentang kota, tahu tentang kota. Berapa jumlah RT, pegawai, masalah dan lainnya,” ujarnya.

Nasrul bahkan menyoroti persoalan yang lebih mendasar, yakni masih adanya jarak antara program pemerintah dan masyarakat.

Ia menilai Sekda mendatang harus mampu menjadi penghubung sekaligus penguat koordinasi agar kebijakan kepala daerah tidak berhenti di lingkungan birokrasi.

“Persoalan hari ini, program kepala daerah belum menyatu dengan masyarakat. Masih renggang antara masyarakat dengan aparatur, tidak sejalan. Ada yang ke hulu, ada yang ke hilir. Harus menyatukan,” katanya.

Masa Jabatan A Ridwan Berakhir November 2026

Pergantian Sekda menjadi agenda yang harus dipersiapkan Pemkot Jambi karena masa jabatan A Ridwan akan berakhir pada November 2026.

Wali Kota Jambi, Maulana sebelumnya menegaskan bahwa pengisian posisi tersebut tidak bisa dilakukan secara serampangan.

Pemerintah kota harus mengikuti tahapan administrasi dan melaporkan prosesnya kepada Gubernur Jambi.

“Untuk Sekretaris Daerah Kota Jambi itu akan habis masa jabatannya pada bulan November 2026. Karena itu prosesnya harus melalui tahapan-tahapan dan dilaporkan terlebih dahulu kepada Gubernur,” kata Maulana.

Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa munculnya sejumlah nama di internal pemerintahan belum berarti proses seleksi telah dimulai.

Bahkan, seleksi terbuka Sekda belum tentu berlangsung pada 2026. Maulana sebelumnya menyebut proses tersebut berpotensi baru terlaksana pada 2027.

Jika skenario itu terjadi, Pemkot Jambi perlu menyiapkan pejabat pelaksana tugas agar roda pemerintahan tetap berjalan setelah masa jabatan A Ridwan berakhir hingga Sekda definitif terpilih.

Delapan Nama Masih Sebatas Bursa

Nama-nama calon pengganti A Ridwan mulai ramai dibicarakan sejak pertengahan 2026.

Akan tetapi, sampai saat ini belum ada keputusan resmi yang menetapkan delapan pejabat tersebut sebagai peserta seleksi.

Artinya, peta persaingan masih sangat terbuka.

Nama yang beredar saat ini bisa saja bertambah, berkurang, atau berubah ketika tahapan resmi pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama berjalan.

Pada tahap inilah rekam jejak, kompetensi, pengalaman birokrasi, kemampuan koordinasi, serta kesesuaian dengan kebutuhan Pemkot Jambi akan menjadi faktor penting.

Penataan Birokrasi Pemkot Jambi Ikut Bergerak

Pergantian Sekda juga berlangsung di tengah agenda penataan birokrasi Pemkot Jambi.

Pada 26 September 2026, Wali Kota Jambi Maulana mengumpulkan pejabat eselon III di Aula Griya Mayang.

Dalam pertemuan tersebut, ia meminta pejabat aktif berkoordinasi ketika menghadapi persoalan dalam pelaksanaan tugas.

Maulana juga meminta masalah di lingkungan perangkat daerah segera dikomunikasikan kepada Sekda.

Langkah tersebut memperlihatkan betapa strategisnya posisi Sekda dalam menjaga komunikasi dan koordinasi antarorganisasi perangkat daerah.

Pemkot Jambi juga mulai menyiapkan data kepegawaian untuk mendukung penerapan manajemen talenta.

Langkah itu dapat menjadi bagian penting dalam penataan dan pengisian jabatan strategis pada periode berikutnya.

Selain kursi Sekda, sejumlah jabatan strategis lain juga berpotensi mengalami perubahan.

Posisi tersebut antara lain Sekretaris DPRD, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, serta Kepala Dinas Pendidikan.

Sejumlah pejabat pada posisi tersebut akan memasuki masa pensiun. Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Noviarman, misalnya, dijadwalkan memasuki masa pensiun bersamaan dengan A Ridwan.

Sementara itu, sekitar 17 jabatan eselon III juga diperkirakan masuk agenda evaluasi dan penataan. Proses lelang jabatan tersebut diproyeksikan berlangsung sekitar Maret 2027.

Pertaruhan Bukan Sekadar Kursi Sekda

Pergantian Sekda Kota Jambi pada akhirnya bukan hanya tentang siapa yang menggantikan A Ridwan.

Posisi tersebut akan menjadi salah satu titik penting dalam menentukan seberapa solid koordinasi birokrasi pemerintahan Maulana.

Sekda harus mampu memastikan kebijakan kepala daerah diterjemahkan perangkat daerah secara konsisten dan berujung pada pelayanan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Karena itu, delapan nama yang kini beredar baru merupakan bagian dari dinamika awal. Belum ada satu pun yang dapat disebut sebagai calon definitif.

Siapa yang akhirnya masuk dalam proses seleksi akan bergantung pada persyaratan, tahapan administrasi, mekanisme seleksi terbuka, serta keputusan resmi sesuai ketentuan pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama.

Dengan masa jabatan A Ridwan yang berakhir pada November 2026, perhatian kini tertuju pada satu pertanyaan, siapa figur yang paling mampu menyatukan birokrasi Kota Jambi dan menerjemahkan program kepala daerah hingga benar-benar terasa di tengah masyarakat?.(*)




Tingkatkan Pemahaman Ibadah, BRI Region 6 Bahas Sholat Qashar dalam Pengajian Jumat Rutin

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — BRI Region 6 kembali menyelenggarakan kegiatan pengajian Jumat rutin yang diikuti oleh para pekerja BRI Region 6 di JackOne Hall, Gedung BRI Region 6. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi pekerja untuk meningkatkan pemahaman keagamaan sekaligus memperkuat nilai spiritual di tengah aktivitas pekerjaan.

Pada kesempatan kali ini, pengajian mengangkat tema “Tata Cara Sholat bagi Musafir dan Syarat Sholat Qashar”. Materi disampaikan untuk memberikan pemahaman kepada para peserta mengenai ketentuan pelaksanaan ibadah sholat ketika seseorang sedang melakukan perjalanan, termasuk kondisi dan syarat yang berkaitan dengan pelaksanaan sholat qashar.

Melalui kajian tersebut, para pekerja diajak untuk memahami bahwa aktivitas perjalanan maupun kesibukan pekerjaan tetap dapat diiringi dengan pelaksanaan ibadah sesuai dengan ketentuan agama. Pemahaman yang baik mengenai tata cara sholat bagi musafir diharapkan dapat membantu pekerja menjalankan ibadah dengan lebih tertib dan sesuai tuntunan.

Kegiatan pengajian Jumat rutin ini juga menjadi bagian dari upaya BRI Region 6 dalam menciptakan lingkungan kerja yang mendukung keseimbangan antara kehidupan profesional dan spiritual. Kebersamaan para pekerja dalam mengikuti kegiatan keagamaan diharapkan semakin mempererat silaturahmi serta membangun suasana kerja yang harmonis.

Dengan terselenggaranya pengajian secara rutin, BRI Region 6 terus mendorong terciptanya budaya kerja yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian kinerja, tetapi juga memberikan ruang bagi pekerja untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1
Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Kapolda Fighter Match 2026: Jadi Ajang Atlet Jambi Unjuk Kemampuan dan Sportivitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Ajang Kapolda Fighter Match 2026 digelar pada Sabtu (3/10/2026) sebagai wadah bagi para atlet dan jagoan bela diri di Provinsi Jambi, untuk menunjukkan kemampuan sekaligus menjunjung tinggi nilai sportivitas.

Kegiatan tersebut mempertemukan para atlet dari berbagai perguruan dan komunitas bela diri.

Selain menjadi ajang kompetisi, pertandingan ini diharapkan mampu menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk menyalurkan minat dan bakat mereka melalui olahraga.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang, yang juga sebagai Ketua Panitia Kapolda Fighter Match 2026, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi para atlet dan jagoan-jagoan bela diri di Jambi untuk menguji kemampuan yang selama ini mereka latih.

“Ini merupakan ajang yang sportif dan positif bagi para atlet serta jagoan-jagoan Jambi untuk menunjukkan dan menguji kemampuan mereka. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menjadi wadah bagi para atlet untuk terus berkembang,” ujar Ananto.

Menurutnya, kompetisi bela diri tidak hanya berbicara mengenai kemenangan, tetapi juga bagaimana para peserta mampu menunjukkan sikap disiplin, menghormati lawan, serta menjaga sportivitas selama pertandingan berlangsung.

Sementara itu, Wakapolda Jambi Brigjen Pol K. Yani Sudarto mengapresiasi pelaksanaan Kapolda Fighter Match 2026.

Ia menilai, pertandingan bela diri dapat menjadi sarana untuk membentuk karakter, meningkatkan kemampuan, sekaligus membangun mental yang kuat bagi para peserta.

“Dalam bela diri, kemenangan menjadi sebuah prestasi. Namun yang tidak kalah penting adalah kejujuran, disiplin, menghormati lawan dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Yani.

Ia berpesan kepada seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat dan percaya diri, namun tetap mengutamakan keselamatan selama pertandingan.

“Bertandinglah dengan penuh semangat dan percaya diri, tetapi tetap utamakan keselamatan. Jadikan pertandingan ini sebagai pengalaman untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun karakter,” ujarnya.

Menurut Yani, olahraga memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang tangguh, baik secara fisik maupun mental.

Melalui kegiatan positif seperti kompetisi bela diri, generasi muda dapat memiliki wadah untuk menyalurkan energi dan mengembangkan potensi secara terarah.

“Olahraga dapat membentuk generasi yang tangguh dan memiliki mental yang kuat. Kegiatan seperti ini juga menjadi wadah positif bagi generasi muda, sehingga mereka dapat memiliki arah yang baik untuk masa depan,” katanya.

Wakapolda Jambi pun mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Kapolda Fighter Match 2026.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat terus dikembangkan dan memberikan ruang yang lebih luas bagi atlet-atlet bela diri di Jambi untuk berprestasi.

Kapolda Fighter Match 2026 sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat semangat sportivitas dan persaudaraan di antara para atlet bela diri.

Kompetisi diharapkan tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga membentuk atlet yang disiplin, percaya diri, tangguh, dan mampu menghormati setiap lawan yang dihadapi.(*)