Tim Supervisi Polda Jambi Tinjau Proyek Jagung Pakan di Polres Tanjab Barat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Polda Jambi melalui tim supervisi yang dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Jambi, Kombes Pol Dr. Ernesto Saiser, SH, SIK, MH, bersama Kabidkum Kombes Pol Jhon H Ginting, SIK, MH, melakukan kunjungan supervisi ke Polres Tanjab Barat, Kamis (27/02/2025).

Kunjungan ini bertujuan untuk memantau serta mengevaluasi implementasi program ketahanan pangan tanaman jagung pakan yang tengah dijalankan oleh Polres Tanjab Barat.

Kegiatan supervisi yang berlangsung selama dua hari, dimulai pada Rabu, 26 Februari 2025, ini juga mencakup peninjauan langsung ke beberapa lokasi yang telah disiapkan untuk penanaman jagung.

Dalam kesempatan ini, tim supervisi mengamati progres penanaman jagung yang sudah dilakukan di Polres Tanjab Barat.

Baca juga: Viral Video Pungli Polisi di Tanjab Barat, Polda Jambi Lakukan Pemeriksaan

Baca juga: Cegah Peredaran Narkoba, Polda Jambi Datangi SMPN 6 Kota Jambi

Hasil dari supervisi menunjukkan bahwa Polres Tanjab Barat telah menyiapkan lahan untuk penanaman jagung di 5 dari 7 polsek yang ada di wilayahnya, dengan total luas lahan mencapai 67,4 hektare.

Dari jumlah tersebut, 11,5 hektare telah berhasil ditanami jagung, sementara 55,9 hektare lainnya masih kosong (monokultur).

Adapun untuk lahan tumpang sari, dari rencana 23,57 hektare, telah ditanami seluas 19,67 hektare, sementara 3,9 hektare lainnya belum ditanami.

Tak hanya itu, Polres Tanjab Barat juga telah menyiapkan lokasi SPPG/Dapur di Tungkal 2, Kecamatan Tungkal Ilir, yang bertujuan untuk mendukung program makan bergizi bagi masyarakat setempat.

Kombes Pol Dr Ernesto Saiser, SH, SIK, MH, selaku Ketua Tim Supervisi Polda Jambi, menjelaskan bahwa, penanaman jagung ini dimulai sejak 21 Januari 2025 dan diperkirakan akan dipanen pada akhir April 2025.

Beberapa jenis benih jagung yang digunakan dalam program ini antara lain Pipil, Bisi 18, dan Bisi 321.

Salah satu petani yang menjadi mitra Polres Tanjab Barat dalam program ini adalah Sugianto, yang mengelola lahan seluas 1 hektare di Desa Purwodadi, Kecamatan Tebing Tinggi.

Sugianto berharap dengan luas lahan tersebut, ia dapat menghasilkan sekitar 10 ton jagung saat panen nanti, yang diharapkan dapat menjadi contoh bagi petani lainnya untuk turut menanam jagung.

“Dengan luas lahan 1 hektare ini, mudah-mudahan dapat menghasilkan 10 ton jagung. Kami berharap ini bisa mendorong petani lain untuk ikut menanam jagung,” ujar Kombes Pol Dr Ernesto Saiser, SH, SIK, MH.

Kombes Pol Dr Ernesto Saiser juga menambahkan bahwa, meskipun hama dan monyet bisa menjadi kendala, masyarakat setempat telah sigap dalam mengantisipasi gangguan tersebut.

Lebih lanjut, Kombes Pol Dr Ernesto Saiser berharap agar hasil panen jagung pakan ini dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan bergizi di Provinsi Jambi.(*)




Razia Cagar Budaya Sungai Kumpeh Gagal, Curiga Ada Kebocoran Informasi

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, bersama Unit Tipidter Satreskrim Polres Muaro Jambi, melakukan razia dan penertiban terhadap aktivitas pencarian Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) di sepanjang aliran Sungai Kumpeh.

Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Februari 2025, bertujuan untuk menghentikan pencarian barang antik di kawasan cagar budaya bawah air yang dilindungi.

Razia ini melibatkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Lingkungan Hidup, Satpol PP, serta tim dari Satreskrim Polres Muaro Jambi.

Menurut AKP Saaludin, Kasi Humas Polres Muaro Jambi, pihak kepolisian bertindak sebagai pendamping dinas terkait dalam penertiban aktivitas ilegal tersebut, terutama yang dilakukan di kawasan cagar budaya bawah air di Sungai Kumpeh.

Baca juga: Kejaksaan Agung Bentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan, Jambi Jadi Fokus Pengawasan

Baca juga: Tradisi Ziarah Kubur Desa Kedemangan Muaro Jambi, Ajang Silaturahmi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Namun, hingga pukul 12.00 WIB pada hari yang sama, tidak ada kapal atau perahu yang ditemukan melakukan aktivitas pencarian ODCB.

AKP Saaludin mencurigai bahwa informasi terkait razia ini sudah bocor, sehingga pelaku usaha pencarian barang antik berhasil menghindari razia.

“Razia kali ini tidak membuahkan hasil. Kami menduga informasi tentang operasi ini bocor, sehingga tidak ada kapal atau perahu yang ditemukan,” kata AKP Saalluddin pada Kamis sore.

Meskipun demikian, pihak kepolisian bersama instansi terkait tetap memberikan himbauan kepada masyarakat untuk menghentikan aktivitas pencarian ODCB.

Aktivitas ilegal ini, menurut mereka, dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, seperti pencemaran dan longsor, yang membahayakan ekosistem di sekitar sungai.

“Kami akan terus mengingatkan masyarakat tentang dampak negatif dari kegiatan ini, dan kami akan tetap melakukan pengawasan,” tambah AKP Saallusdin.

Penertiban akan terus dilakukan guna melindungi situs-situs bersejarah dan cagar budaya yang ada di Sungai Kumpeh agar tidak rusak akibat kegiatan ilegal yang merusak alam. (*)




Tingkatkan Disiplin dan Loyalitas, Ditpolairud Polda Jambi Laksanakan Pembinaan Tradisi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID –  Ditpolairud Polda Jambi baru-baru ini menggelar kegiatan Pembinaan Tradisi (Bintra) bagi personel yang baru bergabung.

Acara yang berlangsung pada 27 Februari 2025 ini, bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kebersamaan serta kedisiplinan di lingkungan Ditpolairud Polda Jambi.

Kegiatan dimulai dengan apel pembukaan di halaman kantor Ditpolairud Polda Jambi, yang dipimpin oleh Kabagbinopsnal Polairud Polda Jambi, AKBP Lukman.

Seluruh personel Ditpolairud hadir dalam acara yang penuh semangat ini.

Baca juga: Banjir Terjang Kelurahan Jelutung, Ditpolairud Polda Jambi Turunkan Tim SAR untuk Evakuasi

Baca juga: Ditpolairud Polda Jambi Teken Pakta Integritas, Komitmen Wujudkan Zona Integritas Bebas Korupsi

Salah satu rangkaian acara utama adalah hiking atau jalan jauh menyusuri tepian Sungai Batanghari, dimulai dari kantor Ditpolairud Polda Jambi hingga Jembatan Batanghari Dua di Kota Jambi.

Kegiatan ini tidak hanya menantang fisik, tetapi juga menguji kekompakan dan semangat kerja sama antar sesama anggota.

Setelah perjalanan yang melelahkan, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan dan penyematan Baret Polairud kepada para peserta, sebagai simbol keberhasilan mereka melewati serangkaian ujian fisik dan mental.

Kombes Pol Agus Tri Waluyo, Direktur Kepolisian Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Jambi, dalam sambutannya menjelaskan bahwa, kegiatan ini merupakan tradisi yang telah lama dijalankan untuk mempererat hubungan antar personel serta menguatkan nilai-nilai hirarki, disiplin, dan loyalitas.

“Hirarki dalam sebuah organisasi itu sangat penting. Dengan adanya hirarki yang jelas, organisasi akan berjalan lebih tertata dan efektif,” tambahnya.

Sebanyak 14 personel dari berbagai tingkatan, mulai dari Perwira, Bintara, hingga Tamtama, mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat.

Melalui pembinaan tradisi ini, diharapkan para anggota Ditpolairud Polda Jambi dapat semakin solid dan siap menghadapi tantangan dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian, khususnya di bidang perairan dan udara.(*)




Polres Bungo Gelar Razia Malam, Tekan Aktivitas PETI di Sungai Buluh

MUARABUNGO – Komitmen Kapolres Bungo, AKBP Natalena Eko Cahyono, dalam memberantas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) terus dibuktikan. Program Zero PETI yang digaungkan bukan sekadar wacana, melainkan aksi nyata di lapangan.

Pada Selasa 25 Februari 2025, sekitar pukul 22.30 WIB, Kapolres bersama jajarannya melaksanakan razia PETI di wilayah Sungai Buluh, Kecamatan Rimbo Tengah, Kabupaten Bungo, Jambi. Razia ini melibatkan Kabag OPS, Kasat Sabhara, Kasat Intelkam, Kanit Tipidter, serta seluruh personel Mapolres Bungo.

“Kami sengaja melakukan razia malam ini untuk memastikan aktivitas PETI di Sungai Buluh. Setiba di lokasi, beberapa alat PETI kami amankan. Selain itu, sampel air dari lokasi juga kami ambil untuk diteliti,” ujar AKBP Natalena.

Baca juga :KPU Kabupaten Bungo Siapkan Logistik, untuk PSU 21 TPS Pasca Putusan MK

Baca juga: Jalan Rusak Parah di Dusun Tepian Danto, Warga Desak Pemkab Bungo Segera Perbaiki

Ia menegaskan bahwa razia ini akan terus dilakukan hingga target Zero PETI di Kabupaten Bungo tercapai. Tidak ada pengecualian dalam pemberantasan PETI, baik itu yang menggunakan rakit, dompeng darat, maupun alat berat.

“Razia ini membuktikan komitmen kepolisian dalam memberantas PETI yang telah merusak lingkungan dan mencemari air. Tentunya, setiap tindakan yang kami lakukan akan melalui prosedur hukum yang berlaku,” tegasnya.

Lebih lanjut, AKBP Natalena berharap agar para pelaku PETI segera menghentikan aktivitasnya di titik-titik yang telah dipetakan oleh pihak kepolisian. Menurutnya, seluruh lokasi PETI saat ini berada dalam pengawasan ketat, termasuk pihak yang menampung emas hasil tambang ilegal tersebut.

“Satu-satunya cara untuk menghentikan PETI di Bungo adalah dengan menindak tegas pemilik lahan yang digunakan sebagai lokasi tambang ilegal. Mereka harus bersiap untuk dipanggil dan dimintai pertanggungjawaban,” tutup Kapolres.

Dengan razia yang terus digencarkan, diharapkan Kabupaten Bungo dapat benar-benar terbebas dari aktivitas PETI, sehingga lingkungan tetap terjaga dan masyarakat tidak lagi terdampak akibat pencemaran yang ditimbulkan.(*)

 

 




Hujan Deras Picu Sungai Bungkal Meluap, Satu Mobil di Kota Sungai Penuh Terbawa Arus

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh menyebabkan kenaikan debit Sungai Bungkal.

Selain itu, peristiwa ini juga mengakibatkan satu mobil terbawa arus setelah bibir sungai longsor. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB, Rabu malam.

Heri, warga Sungai Jernih mengatakan bahwa, satu mobil hanyut terbawa arus sungai akibat longsor di bibir Sungai Bungkal. Mobil tersebut hanyut sejauh 500 meter.

“Ya, memang ada satu mobil yang terbawa arus Sungai Bungkal setelah terjadi longsor. Hujan deras dari sore hingga dini hari membuat kondisi sungai sangat berbahaya,” ujar Heri.

Baca juga: Waspada Hujan Lebat hingga Sore Ini di Jambi, Simak Informasi Lengkapnya!

Baca juga: Pasar Beringin Jaya Sungai Penuh Tak Jadi Dibangun, RAB Tak Siap Jadi Kendala Utama

Rudi, Kepala Desa Sungai Jernih, juga membenarkan kejadian tersebut.

“Benar, ada satu mobil yang hanyut setelah longsor dekat jembatan Sungai Jernih. Selain itu, ada satu lagi mobil yang ikut terbawa longsor sejauh 500 meter,” jelasnya.

Rudi juga menambahkan bahwa selain longsor di sekitar jembatan Sungai Jernih, terdapat sejumlah titik longsor di wilayah desa Sungai Jernih, dengan 6 titik longsor yang tercatat.

Kejadian ini mengganggu akses jalan di desa dan membatasi pergerakan kendaraan.

Dia menjelaskan, curah hujan yang tinggi di Kota Sungai Penuh telah menyebabkan debit air Sungai Bungkal meningkat tajam.

“Saat ini, kondisi air di Sungai Bungkal masih deras, dan untuk mobil yang terbawa arus, sudah berhasil diangkat menggunakan alat berat,” tambah Rudi.(*)




Kejaksaan Agung Bentuk Satgas Penertiban Kawasan Hutan, Jambi Jadi Fokus Pengawasan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI – Kejaksaan Agung Republik Indonesia resmi membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Kawasan Hutan untuk mengawasi dan menindak pelanggaran pengelolaan hutan ilegal di berbagai daerah, termasuk Provinsi Jambi.

Melalui Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kejaksaan Agung menunjuk Albertus Roni sebagai jaksa koordinator untuk Satgas di Jambi. Penugasan ini ditetapkan dalam surat B-602/F/Fjp/02/2025 pada 7 Februari 2025.

Menurut Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Jambi, Noly Wijaya, langkah ini bertujuan untuk memastikan kawasan hutan dikelola sesuai aturan dan menghindari eksploitasi ilegal.

“Satgas ini akan melakukan pengawasan serta tindakan hukum terhadap pihak yang melanggar aturan, termasuk memberikan sanksi denda dan penguasaan kembali kawasan hutan oleh negara,” jelas Noly Wijaya.

Baca juga: Jelang Ramadan, Satgas Pangan Jambi Pastikan Kestabilan Harga Bahan Pokok di Pasar Angso Duo

Baca juga: Pemprov Jambi Bersiap Sambut Kembalinya Gubernur Al Haris, Ini Jadwalnya

Selain Jambi, pemantauan juga dilakukan di Sumatera Utara, Aceh, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Riau, Kepulauan Riau, Maluku, dan Papua.

Selain itu satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 5 Tahun 2025 dan memiliki tiga tugas utama yaitu, menagih denda administratif bagi pelanggar, menguasai kembali kawasan hutan yang digunakan secara ilegal dan memulihkan aset kawasan hutan agar dapat dikelola secara berkelanjutan.

Satgas PKH bekerja di bawah koordinasi langsung Presiden dengan dukungan beberapa Kelompok Kerja (Pokja), termasuk Pokja Penegakan Hukum dan Pokja Pemulihan Aset.

Lebih lanjut, menurut Noly, Satgas akan menindak tegas siapa saja yang terbukti melanggar aturan pengelolaan kawasan hutan. Mereka akan diwajibkan membayar ganti rugi kepada negara, sementara lahan yang ditertibkan akan dikelola kembali oleh Pokja Pemulihan Aset.

“Dengan adanya Satgas ini, diharapkan tidak ada lagi pelanggaran pengelolaan hutan yang merugikan negara dan lingkungan,” pungkas Noly Wijaya.

Langkah tegas ini diharapkan dapat menekan praktik ilegal serta menjaga kelestarian hutan untuk generasi mendatang.(*)




Diskoperindag Tanjab Barat Usulkan Rp 26 Miliar, untuk Rencana Kerja Tahun 2026

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Tanjab Barat mengajukan anggaran sebesar Rp 26.337.183.500.

Anggaran ini, diperuntukkan  Rencana Kerja (Renja) tahun 2026.

Anggaran ini dibahas dalam Forum Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang diselenggarakan pada Senin, 25 Februari 2025, di kantor Diskoperindag Tanjab Barat.

Forum ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk perwakilan DPRD, camat, dan sejumlah OPD lainnya, yang turut memberikan kontribusi dalam perencanaan pembangunan daerah.

Baca juga: Viral Video Pungli Polisi di Tanjab Barat, Polda Jambi Lakukan Pemeriksaan

Baca juga: Pemprov Jambi Bersiap Sambut Kembalinya Gubernur Al Haris, Ini Jadwalnya

Kepala Diskoperindag Tanjab Barat, Sawaludin F Tanjung  mengungkapkan, pentingnya kolaborasi antar pihak terkait untuk memastikan pembangunan yang merata dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Forum ini merupakan tempat yang sangat penting untuk bersama-sama menyusun strategi pembangunan dan merumuskan berbagai rencana kerja yang mengakomodasi kepentingan masyarakat,” ujar Sawaludin dalam sambutannya.

Rencana anggaran yang diusulkan sebesar Rp 26,33 miliar ini mencakup 17 program, 27 kegiatan, dan 56 sub kegiatan, yang terdiri dari kegiatan rutin dan prioritas untuk tahun 2026.

Usulan anggaran tersebut didasarkan pada masukan yang dihimpun dari berbagai pihak melalui aplikasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD), yang mencatatkan 42 usulan.

Termasuk 36 usulan dari DPRD dan 6 dari masyarakat yang disampaikan melalui Musrenbang kecamatan.

Sawaludin menekankan bahwa Forum OPD ini merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017, yang mengharuskan pembahasan rancangan awal Renja PD dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa perencanaan yang dibuat lebih tepat sasaran dan dapat memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah.

“Melalui forum ini, kami berharap dapat menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang lebih tepat sasaran, serta memastikan bahwa usulan yang telah disampaikan dapat diprioritaskan dalam pembangunan,” jelas Sawaludin.

Selain itu, ia menambahkan bahwa tujuan utama dari anggaran ini adalah untuk mendukung keberlanjutan UMKM di Kabupaten Tanjab Barat.

Sehingga sektor ekonomi ini dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat.

“Dengan adanya forum ini, kami berharap pembangunan yang lebih terarah dan strategis dapat terwujud, serta selaras dengan visi dan misi Bupati Kabupaten Tanjab Barat,” pungkas Sawaludin.(*)




Tradisi Ziarah Kubur Desa Kedemangan Muaro Jambi, Ajang Silaturahmi Menyambut Bulan Suci Ramadan

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID Ratusan warga Desa Kedemangan, Kecamatan Jaluko, Kabupaten Muarojambi, memadati Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bumi Ayu di desa tersebut untuk melaksanakan tradisi ziarah kubur dan gotong royong membersihkan makam.

Acara ini telah menjadi tradisi turun-temurun warga Desa Kedemangan yang rutin digelar menjelang bulan suci Ramadan.

Sejumlah warga terlihat sibuk membersihkan makam keluarga mereka dengan menggunakan alat sederhana seperti cangkul dan sapu lidi.

Setelah proses pembersihan makam selesai, para warga berkumpul untuk melaksanakan doa bersama, yang dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil untuk arwah keluarga yang telah meninggal.

Baca juga: BBS dan Jun Mahir Dilantik oleh Presiden Prabowo, Terima Pesan Penting untuk Muarojambi

Baca juga: BPKN: Konsumen Bisa Minta Ganti Rugi Jika Pertamax Terbukti Dioplos

Sekretaris Desa Kedemangan, Alpian mengatakan bahwa, kegiatan ini sudah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu bentuk penghormatan bagi sanak saudara yang telah meninggal, sekaligus sebagai ajang untuk mempererat hubungan sosial antarwarga desa.

“Ziarah kubur ini merupakan tradisi kami setiap tahun menjelang Ramadan. Selain mendoakan keluarga yang telah meninggal, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang sangat penting bagi kami,” jelas Alpian.

Alpian juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang selalu menjaga kebersihan TPU Bumi Ayu, sehingga tempat pemakaman tersebut tetap rapi dan nyaman.

Tokoh masyarakat setempat, M Ali, menambahkan bahwa kegiatan ziarah kubur kali ini berjalan dengan antusiasme tinggi dari seluruh elemen masyarakat.

“Kami saling berbagi cerita, bercengkrama, dan bekerja bersama dalam semangat gotong-royong. Ini adalah momen yang sangat penting bagi kami semua,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, selain mempererat tali persaudaraan, warga juga berharap keberkahan dan kemudahan dalam menjalani ibadah selama bulan Ramadan yang segera datang.(*)




Waspada Hujan Lebat hingga Sore Ini di Jambi, Simak Informasi Lengkapnya!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi cuaca ekstrem di beberapa wilayah di Provinsi Jambi, Kamis 27 Februari 2025.

Perkiraan cuaca menunjukkan bahwa, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang akan terjadi pada pukul 12:40 WIB dan dapat berlangsung hingga pukul 16:01 WIB.

Wilayah yang Terkena Dampak Cuaca Ekstrem:

  • Kabupaten Kerinci: Gunung Raya, Keliling Danau, Bukitkerman
  • Kabupaten Merangin: Pamenang
  • Kabupaten Sarolangun: Sarolangun, Pauh, Pelawan, Mandiangin, Air Hitam
  • Kabupaten Batanghari: Muara Bulian, Batin XXIV, Pemayung, Bajubang
  • Kabupaten Muaro Jambi: Jambi Luar Kota, Kumpeh, Mestong, Kumpeh Ulu, Sungai Bahar, Sungai Gelam, Bahar Selatan, Taman Rajo
  • Kabupaten Tanjab Barat: Tungkal Ulu, Pengabuan, Merlung, Tebing Tinggi, Batang Asam, Muara Papalik, Senyerang
  • Kabupaten Tanjab Timur: Rantau Rasau, Dendang, Berbak
  • Kabupaten Bungo: Tanah Tumbuh, Rantau Pandan, Tanah Sepenggal, Pelepat, Limbur Lubuk Mengkuang, Muko-muko Bathin VII, Bathin III Ulu, Bathin II Pelayang, Tanah Sepenggal Lintas
  • Kota Jambi: Kota Baru, Alam Barajo, Paal Merah
  • Kota Sungai Penuh: Kumun Debai dan sekitarnya

Baca juga: Pemprov Jambi Bersiap Sambut Kembalinya Gubernur Al Haris, Ini Jadwalnya

Jelang Ramadan, Satgas Pangan Jambi Pastikan Kestabilan Harga Bahan Pokok di Pasar Angso Duo

Perlu diwaspadai, kondisi cuaca ini diperkirakan akan meluas ke wilayah-wilayah lainnya, seperti:

  • Kabupaten Kerinci: Danau Kerinci
  • Kabupaten Merangin: Jangkat
  • Kabupaten Batanghari: Muara Tembesi, Maro Sebo Ilir
  • Kabupaten Muaro Jambi: Sekernan, Bahar Utara
  • Kabupaten Tanjung Jabung Barat: Bram Itam
  • Kota Sungai Penuh: Pondok Tinggi

Warga di wilayah yang tercantum diminta untuk selalu waspada terhadap potensi hujan lebat, kilat/petir, serta angin kencang yang dapat terjadi secara mendadak.

Cuaca ekstrem ini diharapkan akan berlangsung hingga pukul 16:01 WIB, sehingga perlu mengambil langkah-langkah pencegahan untuk menghindari dampak buruk dari cuaca tersebut.

Imbauan untuk Masyarakat:

  1. Waspadai potensi banjir di daerah yang rawan tergenang air akibat hujan lebat.
  2. Hindari berada di luar ruangan saat terjadi hujan disertai kilat/petir.
  3. Pastikan bangunan dan tempat tinggal aman dari angin kencang.
  4. Cek saluran air dan persiapkan tempat evakuasi darurat jika diperlukan.(*)



Pemprov Jambi Bersiap Sambut Kembalinya Gubernur Al Haris, Ini Jadwalnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemprov Jambi tengah mempersiapkan rangkaian acara untuk menyambut kembalinya Gubernur Jambi, Al Haris, yang baru saja dilantik oleh Presiden RI, Prabowo Subianto, pada 20 Februari 2025 lalu.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jambi, Sudirman, mengungkapkan bahwa rapat koordinasi bersama kabupaten/kota akan segera dilakukan untuk memastikan persiapan acara penyambutan berjalan lancar.

“Kami akan menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan seluruh kabupaten/kota untuk membahas detil penyambutan Gubernur dan para kepala daerah lainnya,” kata Sudirman.

“Jadwal pasti akan ditentukan dalam rapat tersebut, namun berdasarkan informasi awal, kepulangan Gubernur kemungkinan besar pada 1 Maret mendatang, meskipun masih akan dikonfirmasi lebih lanjut,” ujar Sudirman.

Baca juga: Jelang Ramadan, Satgas Pangan Jambi Pastikan Kestabilan Harga Bahan Pokok di Pasar Angso Duo

baca juga: Bupati HM Syukur dan Gubernur Al Haris Bertemu di Retreat Kepala Daerah, Bahas Sinergi Pemerintah

Sudirman juga menambahkan bahwa, undangan resmi telah disebarkan kepada semua kabupaten/kota, dan koordinasi dengan pihak bandara telah dilakukan untuk memastikan penyambutan di ruang VVIP Bandara berjalan sesuai rencana, berkolaborasi dengan Lembaga Adat Melayu.

Saat ini, Gubernur Al Haris tengah menjalani retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Meskipun cuaca dingin menyebabkan sedikit demam, Sudirman menegaskan bahwa kondisi kesehatan Gubernur tetap terjaga.

“Gubernur dalam kondisi baik, meskipun sempat sedikit demam. Aktivitas di retret cukup padat, dengan rutinitas yang dimulai dari pukul 4 pagi dan berlangsung hingga malam hari,” kata Sudirman.

Sementara itu, Wakil Gubernur Abdullah Sani juga hadir dalam retret tersebut, meskipun dalam kondisi khusus karena baru saja menjalani operasi.

Penyambutan resmi Gubernur Jambi juga akan diadakan di DPRD Provinsi Jambi. Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz Fattah, menjelaskan bahwa Gubernur dijadwalkan kembali ke Jambi pada 2 Maret 2025 pukul 14.00 WIB.

Rangkaian acara penyambutan resmi akan dilaksanakan pada Senin, 3 Maret 2025, dalam rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jambi.

“Acara rapat paripurna akan berlangsung pada pagi hari dan diikuti dengan serah terima jabatan di Kota Jambi dan Muarojambi,” pungkas Hafiz.

Dengan persiapan yang matang, Pemprov Jambi memastikan bahwa penyambutan ini akan berlangsung khidmat dan penuh makna, menyambut Gubernur Al Haris yang siap menjalankan tugasnya dalam periode 2025-2030.(*)