Ada Penerbangan Jambi – Kerinci Hari Ini, Cek Informasi Lengkapnya di Sini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bandara Sultan Thaha Jambi (DJB) hari ini, Senin, 3 Maret 2025, melayani total 9 penerbangan yang menuju berbagai destinasi penting di Indonesia.

Salah satu keberangkatan yang cukup signifikan adalah penerbangan menuju Bandara Depati Parbo (KRC) di Kabupaten Kerinci dengan maskapai Susi Air.

Berikut adalah jadwal lengkap penerbangan dari Bandara Sultan Thaha Jambi (DJB) pada hari ini:

  1. Susi Air – Penerbangan SI 7233
    Keberangkatan: 08:15 WIB
    Tujuan: Bandara Depati Parbo (KRC), Kabupaten Kerinci

  2. Susi Air – Penerbangan SI 7218
    Keberangkatan: 10:55 WIB
    Tujuan: Bandara Dabo Singkep (SIQ)

  3. Super Air Jet – Penerbangan IU 847
    Keberangkatan: 09:05 WIB
    Tujuan: Bandara Soekarno Hatta (CGK), Jakarta

  4. Super Air Jet – Penerbangan IU 843
    Keberangkatan: 12:25 WIB
    Tujuan: Bandara Soekarno Hatta (CGK), Jakarta

  5. Batik Air – Penerbangan ID 6805
    Keberangkatan: 11:05 WIB
    Tujuan: Bandara Soekarno Hatta (CGK), Jakarta

  6. Batik Air – Penerbangan ID 6803
    Keberangkatan: 18:10 WIB
    Tujuan: Bandara Soekarno Hatta (CGK), Jakarta

  7. Garuda Indonesia – Penerbangan GA 127
    Keberangkatan: 11:25 WIB
    Tujuan: Bandara Soekarno Hatta (CGK), Jakarta

  8. Garuda Indonesia – Penerbangan GA 135
    Keberangkatan: 17:30 WIB
    Tujuan: Bandara Soekarno Hatta (CGK), Jakarta

  9. Citylink – Penerbangan QG 967
    Keberangkatan: 15:40 WIB
    Tujuan: Bandara Soekarno Hatta (CGK), Jakarta

Baca juga: Ada Penerbangan ke Yogyakarta Hari Ini dari Jambi, Jangan Ketinggalan, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini

Baca juga: Breaking News: Jalan Jambi-Sumbar Via Bungo Putus

Dengan jadwal penerbangan yang padat ini, para penumpang dapat memilih berbagai pilihan penerbangan menuju Jakarta, Kerinci, hingga Dabo Singkep.

Setiap maskapai siap melayani penumpang dengan jadwal yang tepat waktu dan layanan yang memadai.

Pastikan untuk mengecek jadwal penerbangan lebih lanjut di Bandara Sultan Thaha Jambi atau menghubungi pihak maskapai untuk informasi terbaru.

Selalu hadir lebih awal di bandara untuk memastikan kelancaran perjalanan Anda.(*)




Jalan Lintas Bungo – Dharmasraya Putus, Ini Rute Alternatif yang Bisa Dilalui

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jalan lintas Bungo – Dharmasraya terputus akibat saluran crossdrain yang tak mampu menampung air, menyebabkan jebolnya saluran tersebut dan menghambat arus lalu lintas.

Kondisi ini membuat jalan tak dapat dilalui oleh pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat.

Seiring dengan kejadian tersebut, arus lalu lintas di lokasi tersebut terpaksa dialihkan.

Hal ini berlaku baik untuk perjalanan dari Dharmasraya menuju Jambi maupun sebaliknya, hingga perbaikan jalan selesai atau pemasangan jembatan darurat selesai dilakukan.

Baca juga: Breaking News: Jalan Jambi-Sumbar Via Bungo Putus

Baca juga: Sepekan Gas Melon di Tebo Sulit Dicari, Disperindag Tebo Pastikan Tetap Aman

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi, Kombes Pol Dhafi mengungkapkan bahwa, pihaknya telah memerintahkan Kasat Lantas Polres Bungo untuk segera melakukan pengalihan arus lalu lintas.

Pengalihan ini mencakup kendaraan roda dua, roda empat, serta bus dan kendaraan besar lainnya.

“Untuk kendaraan roda empat dan roda dua, sementara waktu harus melewati jalur Rimbo Bujang. Sedangkan untuk kendaraan roda enam, kami telah berkoordinasi dengan pihak Dharmasraya agar dapat melewati jalur Kerinci,” ujar Kombes Pol Dhafi, pada Minggu (2/3/2025).

Selain itu, Dirlantas Polda Jambi juga meminta Satlantas Polres Batanghari untuk mengarahkan pengendara dari Kota Jambi yang menuju Dharmasraya untuk tidak melewati jalur Tebo-Bungo.

Baca juga: BPOM Jambi Berikan Tips untuk Masyarakat, Kenali Makanan Berbahaya di Pasar Bedug

Baca juga: 17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

Mereka akan diarahkan untuk menggunakan jalur alternatif menuju Kerinci.

Menurut informasi, perbaikan jembatan darurat yang diperlukan diperkirakan akan memakan waktu sekitar 4 hingga 5 hari.

Dirlantas Polda Jambi pun mengimbau agar pengendara tidak bermalam menunggu perbaikan, melainkan mengikuti arahan pengalihan arus yang telah disiapkan.

Untuk mempermudah pengguna jalan yang terdampak,  ada beberapa jalur alternatif yang dapat digunakan.

Seperti perjalanan dari Padang, dapat melewati Simpang Somel, kemudian Rimbo Bujang, melintasi 7 Koto, dan keluar di Koto Baru, Kabupaten Dharmasraya.

Kemudian pengguna kendaraan roda dua dan roda empat bisa memilih jalur Jujuhan, lalu Simpang Rantau Ikil, Pulau Batu, Bukit Sari, dan Koto Baru, Dharmasraya.

Pihak Kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Polres Dharmasraya untuk memastikan jalur alternatif ini bisa digunakan oleh pengendara dari arah Padang.

Dirlantas Polda Jambi juga mengimbau agar kendaraan roda enam ke atas, termasuk bus, tidak melewati jalur lintas Sumatera.

Sebaliknya, mereka disarankan untuk menggunakan jalur via Kerinci yang mengarah ke Solok, Sumatera Barat.

Dengan adanya pengalihan arus lalu lintas ini, diharapkan agar para pengendara dapat lebih memahami situasi dan mengikuti rambu-rambu serta arahan petugas.

Di samping itu, masyarakat diminta untuk bersabar sementara perbaikan jalan dan pemasangan jembatan darurat selesai dilakukan.(*)




Breaking News: Jalan Jambi-Sumbar Via Bungo Putus

Jalan lintas Sumatera Jambi – Sumbar putus berlubang sedalam 10 meter

 

 

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.IDJalan nasional Sumatera barat – Provinsi Jambi Lintas Sumatera (Jalinsum) di Dusun Sirih Sekapur, Kecamatan Jujuhan, Kabupaten Bungo,mengalami putus total pada Minggu (2/3/2025).

Putusnya jalan ini disebabkan oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak malam sebelumnya, sehingga air deras memotong badan jalan hingga terputus.

Berdasarkan informasi di lapangan akibat air bah yang datang dari aliran sungai sekitar meluap dan menghantam jalan, menyebabkan longsor dan terputusnya akses jalan utama yang menghubungkan Bungo dengan wilayah Sumatera Barat.

Jalan itu putus sekitar 10 meter ke dalaman lubangnya. Lokasi jalan yang putus berada tak jauh dari Hotel Bilqis, yang dikenal sebagai jalur vital bagi pengendara lintas provinsi.

“Kejadiannya, air deras langsung memotong jalan hingga badan jalan terbelah. Sekarang kendaraan tidak bisa melintas sama sekali,” ujar salah satu warga sekitar.

Kadis BPBD Kesbangpol Zainadi, membenarkan kejadian tersebut dan menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan penanganan darurat.

“Saat ini kami sudah memasang garis pembatas dan mengarahkan kendaraan ke jalur alternatif. Tim Dinas PUPR juga sudah dihubungi untuk penanganan lebih lanjut,” kata Zainadi.

Akibat kejadian ini, arus lalu lintas dari arah Bungo menuju Sumatera Barat maupun sebaliknya lumpuh total.

Pengendara diimbau menggunakan jalur alternatif melalui Jalur Sangir Solok Selatan

Kepala Dinas PUPR Bungo melalui Bidang Bina Marga, Dwi Herwindo.,S.T menginformasikan bahwasanya, memang benar jalan lintas Sumatera perbatasan Bungo-Jambi dengan Sungai Rumbai- Dharmasraya mengalami putus total.

“Jalan itu putus terjadi karena curah hujan begitu tinggi yang terjadi di Kabupaten Bungo, membuat jalan perbatasan Bungo dengan sungai rumbai mengalami putus total,” ujarnya.

Saat ini pihak PUPR sudah berkoordinasi dengan pihak Balai jalan Nasional.

” Saat ini kami sedang menuju lokasi jalan tersebut, sudah kami sampaikan ke pihak Balai Jalan Nasional, balai jalan nasional akan menyiapkan jembatan Bailey sebagai jembatan darurat,” kata dia.

Dirinya mengimbau kepada seluruh masyarakat yang ingin melewati jalan tersebut, tetap waspada, mengingat curah hujan begitu tinggi.

” Bagi masyarakat kami terutama yang ingin melewati jalan tersebut, tetap waspada, karena mengingat curah hujan masih begitu tinggi di KMaipaten Bungo,”Imbuhnya. (*




Sepekan Gas Melon di Tebo Sulit Dicari, Disperindag Tebo Pastikan Tetap Aman

MUARATEBO, SEPUCUKJAMBI – Sepekan terakhir, kelangkaan LPG 3 Kg atau gas melon terjadi di beberapa toko dan warung pengecer di Kecamatan Tebo Tengah dan beberapa kecamatan lainnya.

Hal ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama pada bulan suci Ramadan, yang diperkirakan akan meningkatkan kebutuhan gas subsidi.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan UMKM Kabupaten Tebo, Edi Sopian, mengonfirmasi adanya kelangkaan gas LPG 3 Kg.

Namun, Edi memastikan bahwa pasokan LPG di Kabupaten Tebo sudah kembali normal. Menurutnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan agen untuk memastikan kelancaran distribusi gas.

Baca juga: Waspada! Merangin hingga Tebo Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Siang Ini

Baca juga: Waduh! Gaji PPPK Tahun 2025 di Tebo Belum Dianggarkan

“Memang dalam beberapa hari kemarin sempat terjadi kelangkaan gas, tetapi pasokan LPG sudah normal sekarang. Saya akan berkoordinasi dengan pihak agen untuk memastikan agar pasokan tidak terhambat,” kata Edi.

Edi juga menjelaskan bahwa, pengiriman gas LPG 3 Kg di Kabupaten Tebo sudah sesuai jadwal, meski di beberapa daerah tetangga seperti Kabupaten Bungo sempat mengalami kelangkaan.

Pengiriman gas biasanya dilakukan sesuai jadwal yang bervariasi, bisa seminggu sekali, dua minggu sekali, atau sebulan sekali, tergantung pada rekomendasi agen.

“Di Tebo Tengah, pasokan gas LPG sudah cukup, pengirimannya pun banyak. Untuk pangkalan di Tebo, ada yang seminggu sekali atau sebulan sekali. Semua pasokan disalurkan oleh agen-agen seperti Rimba Jaya, Sultan Tebo Energi, Gumiwang, dan Indah Jaya Mandiri,” tambah Edi.

Baca juga: Bersama Pemkab Tebo, Pertamina Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg Menyambut Ramadan

Baca juga: Komisi I DPRD Tebo Ajukan Permohonan PPPK Penuh Waktu ke Kemenpan RB

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tebo melalui Kabag Sumber Daya Alam (SDA), Heru Purnomo, mengingatkan agar agen dan pangkalan gas LPG 3 Kg memastikan pasokan tetap lancar menjelang Ramadan.

Peningkatan kebutuhan gas LPG selama bulan puasa diperkirakan cukup signifikan, dengan lonjakan konsumsi dari masyarakat dan pelaku UMKM.

“Pada bulan Ramadan, konsumsi gas LPG 3 Kg biasanya meningkat. Misalnya, kebutuhan rumah tangga yang biasanya 3 tabung bisa naik menjadi 4 tabung, sementara pelaku UMKM dari 5 tabung menjadi 6 tabung gas per bulan,” ujar Heru.

Heru menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi gas ini disebabkan oleh peningkatan aktivitas di dapur, baik untuk persiapan berbuka puasa maupun sahur.

Baca juga: BPOM Jambi Berikan Tips untuk Masyarakat, Kenali Makanan Berbahaya di Pasar Bedug

Baca juga: 17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

Ia pun menegaskan, agar seluruh agen dan pangkalan gas LPG siap untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pelaku UMKM agar tidak terjadi kelangkaan selama bulan Ramadan.

Dengan adanya upaya pengawasan dan koordinasi yang terus dilakukan, Pemkab Tebo berharap pasokan gas LPG 3 Kg tetap lancar dan tidak ada kelangkaan yang terjadi, terutama pada bulan Ramadan yang sebentar lagi tiba.(*)




BPOM Jambi Berikan Tips untuk Masyarakat, Kenali Makanan Berbahaya di Pasar Bedug

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi mengimbau masyarakat, untuk lebih waspada dan cermat dalam memeriksa keamanan makanan yang beredar, khususnya di pasar bedug.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, memberikan panduan tentang cara mengenali bahan berbahaya yang sering digunakan pada makanan, seperti rodamin B dan formalin, guna menjaga kesehatan konsumen.

Rodamin B, bahan pewarna yang biasa ditemukan pada makanan dengan warna pink cerah, dapat membahayakan kesehatan jika dikonsumsi.

Sementara itu, formalin yang memiliki bau menyengat digunakan sebagai pengawet, tetapi sangat berbahaya jika masuk ke dalam tubuh.

Baca juga: 17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

BPOM mengingatkan agar masyarakat dapat lebih teliti, dalam memilih dan memeriksa makanan yang mereka beli di pasar bedug.

“Untuk masyarakat, pastikan selalu memeriksa warna makanan yang mencolok, terutama yang berwarna pink cerah. Jika makanan terlihat bersinar atau terlalu cerah, bisa jadi mengandung rodamin B,” kata dia.

“Selain itu, bau menyengat pada makanan juga bisa menjadi indikasi adanya formalin,” ujar Veramika.

BPOM Jambi juga memberikan beberapa cara sederhana untuk mengenali makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya:

  1. Perhatikan Warna Makanan: Hindari membeli makanan yang berwarna mencolok atau terlalu cerah, terutama makanan yang berwarna pink atau merah terang.

  2. Cium Bau Makanan: Makanan yang mengandung formalin biasanya memiliki bau tajam atau menyengat. Jika tercium bau kimiawi yang kuat, sebaiknya hindari konsumsi makanan tersebut.

  3. Periksa Tekstur Makanan: Beberapa makanan yang mengandung bahan berbahaya cenderung memiliki tekstur yang tidak wajar, seperti terlalu kenyal atau keras.

Melalui imbauan ini, BPOM Jambi berharap masyarakat dapat lebih hati-hati saat berbelanja di pasar bedug selama bulan Ramadan.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

BPOM akan terus melakukan pengawasan secara berkala untuk memastikan produk makanan yang beredar bebas dari bahan berbahaya.

“Kami berharap masyarakat bisa merasa lebih aman saat berbelanja, dengan mengetahui cara-cara sederhana untuk mengenali makanan yang aman dikonsumsi. Kami akan terus melakukan pengawasan agar semua produk yang dijual di pasar bedug memenuhi standar keamanan pangan,” tambah Veramika.

Dengan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan masyarakat dapat terhindar dari bahaya konsumsi makanan yang terkontaminasi bahan berbahaya, serta menjaga kesehatan keluarga selama bulan Ramadan.(*)




17 Sampel Diuji di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, BPOM Jambi Pastikan Produk Aman

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – BPOM Jambi melakukan pengujian sampel produk makanan yang dijual di Pasar Bedug Masjid Al Muhajirin, Kelurahan Handil Jaya, Kecamatan Jelutung, pada Sabtu, 1 Maret 2025.

Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa, produk-produk yang beredar di pasar tersebut bebas dari bahan berbahaya.

Seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow, yang dapat membahayakan kesehatan konsumen.

Kepala BPOM Jambi, Veramika Ginting, menjelaskan bahwa pihaknya mengambil 17 sampel dari berbagai jenis produk yang dijual di pasar bedug, termasuk tahu, minuman, mie, pempek, dan lontong—makanan yang sering kali dicampur dengan bahan berbahaya.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

“Kami melakukan uji sampel untuk mendeteksi bahan-bahan berbahaya seperti formalin, boraks, rodamin B, dan metamin yellow. Hasilnya, semua sampel yang kami uji aman dan dapat dikonsumsi oleh masyarakat,” ujar Veramika.

Pengujian ini merupakan bagian dari program pengawasan BPOM yang akan berlanjut hingga 12 Maret 2025.

Selama periode ini, pengawasan sampel akan dilakukan di beberapa titik di Kota Jambi untuk memastikan bahwa, produk yang dijual di pasar-pasar tradisional dan pasar bedug aman dikonsumsi.

“Pengawasan ini akan kami lakukan secara rutin untuk memastikan tidak ada bahan berbahaya yang digunakan dalam produk makanan,” kata dia.

Baca juga: Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

Baca juga: Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

“Kami juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan pembinaan kepada para pedagang agar lebih berhati-hati dalam memilih bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan makanan,” tambah Veramika.

Dengan pengawasan ini, BPOM Jambi bertujuan untuk, melindungi masyarakat dari konsumsi produk yang mengandung bahan berbahaya dan memastikan bahwa makanan yang dijual di pasar-pasar Jambi aman dan berkualitas.

Veramika juga mengingatkan masyarakat agar selalu waspada dan memilih makanan yang terjamin keamanannya untuk kesehatan.(*)




Maulana Pastikan Harga Bahan Pokok Terjaga, Gelar Operasi Pasar Selasa Mendatang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut bulan Ramadan, Wali Kota Jambi, Maulana mengumumkan rencana untuk menggelar operasi pasar pada Selasa mendatang, 4 Maret 2025.

Langkah ini diambil sebagai upaya untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat selama bulan suci.

Dalam pernyataannya, Maulana menekankan bahwa. stabilitas harga dan pasokan bahan pangan harus dijaga agar masyarakat tidak terbebani dengan lonjakan harga.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah Kota Jambi terus memantau ketersediaan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, gula, dan gas LPG untuk memastikan kebutuhan masyarakat selama Ramadan dapat terpenuhi dengan harga yang terjangkau.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

“Kami memastikan semua bahan pangan tersedia dan harganya terjangkau. Insya Allah, Selasa depan akan ada operasi pasar dengan gerakan pangan murah untuk beras, gas LPG, dan bahan pokok lainnya,” ujar Maulana.

Menurut Maulana, operasi pasar ini bertujuan untuk memberikan akses mudah kepada masyarakat terhadap bahan pangan dengan harga yang lebih stabil dan murah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari langkah proaktif Pemkot Jambi dalam mengatasi potensi fluktuasi harga bahan pokok yang sering terjadi menjelang Ramadan.

“Pemerintah akan terus mengawasi pasokan barang kebutuhan pokok agar tetap terjangkau dan cukup untuk masyarakat. Kami berharap dengan adanya operasi pasar, masyarakat bisa mendapatkan bahan pangan dengan harga yang wajar,” tambahnya.

Baca juga: Walikota Jambi Maulana Tegaskan Taman Remaja Harus Jadi Tempat Wisata Positif

Baca juga: MUI Prediksi Perbedaan Awal Puasa Ramadan 2025, Tapi Lebaran Bisa Tetap Serentak

Operasi pasar yang akan diadakan pada Selasa, 4 Maret 2025 ini akan mencakup distribusi bahan pokok penting, termasuk beras, minyak goreng, gula, dan gas LPG.

Pemkot Jambi juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi dan ketersediaan barang.

Rencana Operasi Pasar:

  • Tanggal: Selasa, 4 Maret 2025
  • Tujuan: Menjamin ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok selama bulan Ramadan
  • Bahan Pokok yang Diperjualbelikan: Beras, gas LPG, minyak goreng, gula, dan bahan pangan lainnya

Wali Kota Maulana berharap bahwa dengan adanya operasi pasar ini, masyarakat Jambi dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang tanpa khawatir dengan lonjakan harga bahan pokok yang signifikan.

Pemkot Jambi berkomitmen untuk menjaga ketahanan pangan dan memastikan kesejahteraan masyarakat selama bulan suci.(*)




Harga Cabai Setan dan Cabai Merah Keriting Naik di Pasar Angso Duo , Ini Penyebabnya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga cabai setan dan cabai merah keriting mengalami kenaikan di Pasar Tradisional Angso Duo Kota Jambi, menyusul berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa.

Hal ini ditemukan dalam pemantauan yang dilakukan oleh Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jambi pada hari kedua Bulan Ramadan, Minggu (2/3/2025).

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol DR Bambang Yugo Pamungkas, melalui Kasubdit I Indagsi AKBP Hernawan Rizky, menjelaskan bahwa pemantauan ini dilakukan untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok di pasar tradisional selama Bulan Suci Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri mendatang.

“Pada pemantauan hari ini, kami menemukan sedikit kenaikan harga pada cabai setan dan cabai merah keriting. Kenaikan harga cabai merah keriting disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa,” ungkap AKBP Hernawan Rizky.

Baca juga: Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Berdasarkan hasil pemantauan, harga cabai merah keriting kini mencapai Rp 85.000/kg, sementara harga cabai setan/geprek naik menjadi Rp 120.000/kg.

Adapun harga cabai rawit kampung tetap berada pada angka Rp 40.000/kg, cabai rawit hijau pedas Rp 65.000/kg, dan cabai hijau seharga Rp 20.000/kg.

Sementara itu, harga bahan pokok lainnya di pasar tersebut masih relatif stabil. Seperti harga daging ayam broiler yang dijual seharga Rp 33.000/kg, daging sapi segar Rp 140.000/kg, dan daging beku yang bervariasi antara Rp 98.000/kg hingga Rp 118.000/kg.

Untuk beras, harga juga terpantau stabil dengan beras premium dijual seharga Rp 14.400/kg, beras medium Rp 12.400/kg, serta beberapa merek beras lainnya, seperti merek Naruto dengan harga kemasan 5 kg Rp 76.000, kemasan 10 kg Rp 146.000, dan kemasan 20 kg Rp 290.000.

Baca juga: Waspada! Merangin hingga Tebo Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Siang Ini

Baca juga: Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025, Fokus Kelancaran Arus Mudik

Selain itu, komoditas lain seperti minyak sayur, gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur ayam, telur bebek, dan telur ayam kampung tidak mengalami kenaikan harga yang signifikan.

Berikut adalah harga beberapa bahan pokok lainnya di pasar tradisional:

  • Minyak sayur curah: Rp 19.000/liter
  • Gula pasir curah: Rp 18.000/kg
  • Bawang merah: Rp 25.000 – Rp 30.000/kg
  • Bawang putih: Rp 38.000/kg
  • Telur ayam: Rp 1.500 – Rp 1.900/butir
  • Telur bebek: Rp 3.000/butir
  • Telur ayam kampung: Rp 2.500/butir

AKBP Hernawan Rizky menambahkan bahwa pemantauan harga bahan pokok ini akan terus dilakukan oleh Tim Satgas Pangan Polda Jambi sepanjang bulan Ramadhan.

Hal ini bertujuan untuk memastikan tidak ada praktik permainan harga atau penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.

“Tim Satgas Pangan Polda Jambi akan terus memantau harga di pasar tradisional dan memastikan ketersediaan bahan pokok sampai akhir Ramadhan. Kami berharap harga bahan pokok tetap terjangkau dan stabil selama Ramadan,” pungkasnya.

Dengan terus dipantaunya harga bahan pokok, diharapkan masyarakat dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga yang signifikan.(*)




Waspada! Merangin hingga Tebo Berpotensi Hujan Lebat Disertai Petir Siang Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Berdasarkan update terkini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jambi, peringatan dini cuaca di Provinsi Jambi menunjukkan potensi terjadinya hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pukul 13:00 WIB.

Fenomena ini diperkirakan akan berlangsung hingga sekitar pukul 15:00 WIB.

Wilayah yang terdampak:

  1. Kabupaten Merangin: Bangko, Pamenang, Tabir Selatan, Pamenang Barat, Margo Tabir, Tabir Lintas.
  2. Kabupaten Sarolangun: Pelawan, Air Hitam, Bathin VIII.
  3. Kabupaten Muaro Jambi: Sekernan, Kumpeh, Maro Sebo, Kumpeh Ulu, Bahar Utara, Taman Rajo.
  4. Kabupaten Tanjab Barat: Pengabuan, Seberang Kota, Senyerang.
  5. Kabupaten Tanjab Timur: Muara Sabak Barat, Berbak.
  6. Kabupaten Tebo: Serai Serumpun, dan sekitarnya.

Selain itu, potensi cuaca ekstrem ini juga diperkirakan akan meluas ke sejumlah daerah lainnya, antara lain:

  • Kabupaten Merangin: Jangkat, Tabir, Tabir Ulu, Nalo Tatan, Batang Masumai, Renah Pamenang, Pamenang Selatan.
  • Kabupaten Sarolangun: Batang Asai, Limun, Sarolangun, Pauh, Mandiangin, Cermin Nan Gedang.
  • Kabupaten Batanghari: Pemayung, Bajubang.
  • Kabupaten Muaro Jambi: Jambi Luar Kota, Mestong, Sungai Bahar, Sungai Gelam.
  • Kabupaten Tanjab Barat: Tungkal Ulu, Tebing Tinggi, Batang Asam, Muara Papalik, Bram Itam.
  • Kabupaten Tanjab Timur: Dendang, Geragai.
  • Kabupaten Tebo: Tebo Ulu, Rimbo Bujang, Sumay, Rimbo Ulu, Rimbo Ilir, VII Koto Ilir.
  • Kota Jambi: Jambi Timur, Pelayangan, Danau Teluk, Paal Merah.

Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat.

Hujan yang disertai petir dan angin kencang dapat mengganggu aktivitas luar ruangan serta berpotensi menyebabkan gangguan transportasi dan kerusakan infrastruktur.

Pihak BMKG terus memantau perkembangan cuaca di seluruh wilayah Jambi dan akan memberikan update lebih lanjut jika diperlukan. Diharapkan masyarakat selalu memeriksa informasi terkini untuk menjaga keselamatan.

Peringatan dini ini bersifat sementara dan dapat berubah sesuai dengan perkembangan cuaca.(*)




Polda Jambi Lakukan Sidak Pasar Tradisional Angso Duo, Harga Bahan Pokok Masih Stabil di Awal Ramadan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki hari kedua Bulan Ramadan, Tim Satgas Pangan Ditreskrimsus Polda Jambi melakukan sidak serta pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok (BAPOK) di Pasar Tradisional Angso Duo Jambi, Minggu (2/3/2025).

Kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga bahan pokok selama Bulan Suci Ramadhan 2025.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok dan ketersediaan bahan pokok aman, dengan harga yang relatif masih stabil.

Namun, terdapat sedikit kenaikan harga pada beberapa jenis bahan pokok, terutama cabai setan/geprek dan cabai merah keriting.

Baca juga: Pasar Bedug Kota Jambi Sumbang PAD Rp 110 Juta Rupiah, Tingkatkan Ekonomi UMKM

Baca juga: Pastikan Kualitas BBM, Polda Jambi dan Pertamina Lakukan Pengecekan SPBU di Kota Jambi

Dirreskrimsus Polda Jambi, Kombes Pol DR Bambang Yugo Pamungkas, melalui Kasubdit I Indagsi AKBP Hernawan Rizky, menyampaikan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kestabilan harga bahan pokok selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri mendatang.

“Pada pemantauan hari ini, kami menemukan sedikit kenaikan harga pada cabai setan dan cabai merah keriting. Kenaikan harga cabai merah keriting disebabkan oleh berkurangnya pasokan dari Pulau Jawa,” ujar Hernawan Rizky.

Untuk bahan pokok lainnya, harga masih relatif stabil. Seperti harga daging ayam broiler yang dijual seharga Rp 33.000/kg, daging sapi segar Rp 140.000/kg, dan daging beku Rp 98.000/kg – Rp 118.000/kg.

Sementara itu, harga cabai merah keriting naik menjadi Rp 85.000/kg dan cabai setan/geprek menjadi Rp 120.000/kg.

Baca juga: Tim Supervisi Polda Jambi Tinjau Proyek Jagung Pakan di Polres Tanjab Barat

Baca juga: Viral Video Pungli Polisi di Tanjab Barat, Polda Jambi Lakukan Pemeriksaan

Adapun harga cabai rawit kampung masih berada di angka Rp 40.000/kg, cabai rawit hijau pedas Rp 65.000/kg, dan cabai hijau Rp 20.000/kg.

Untuk beras, harga masih stabil, seperti beras premium yang dijual seharga Rp 14.400/kg, beras medium Rp 12.400/kg, serta beberapa merek beras lainnya.

Misalnya, beras merek Naruto dengan kemasan 5 kg seharga Rp 76.000, kemasan 10 kg Rp 146.000, dan kemasan 20 kg Rp 290.000.

Minyak sayur, gula pasir, bawang merah, bawang putih, telur ayam, telur bebek, dan telur ayam kampung juga masih stabil tanpa adanya kenaikan harga yang signifikan.

Baca juga: Walikota Jambi Ingin Pasar Bedug Jadi Sarana Dukungan, untuk UMKM dan Keberkahan Ramadan

Baca juga: Pemerintah Terapkan Flexible Work Arrangement (FWA) Mulai H-7 Lebaran 2025, Fokus Kelancaran Arus Mudik

Berikut harga beberapa bahan pokok lainnya:

  • Minyak sayur curah: Rp 19.000/liter
  • Gula pasir curah: Rp 18.000/kg
  • Bawang merah: Rp 25.000 – Rp 30.000/kg
  • Bawang putih: Rp 38.000/kg
  • Telur ayam: Rp 1.500 – Rp 1.900/butir
  • Telur bebek: Rp 3.000/butir
  • Telur ayam kampung: Rp 2.500/butir

Kasubdit Indagsi Polda Jambi, AKBP Hernawan Rizky, menambahkan bahwa kegiatan pemantauan ini akan terus dilakukan sepanjang bulan Ramadan untuk memastikan tidak adanya permainan harga pasar atau penimbunan barang.

“Tim Satgas Pangan Polda Jambi akan terus memantau harga di pasar tradisional dan memastikan ketersediaan bahan pokok sampai akhir Ramadhan,” pungkasnya. (*)