Wali Kota Jambi Maulana Instruksikan Camat dan Lurah Tangani Banjir

Jambi, SepucukJambi.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi pada Minggu (23/2/2025) dini hari menyebabkan sejumlah wilayah terdampak banjir.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, MKM, yang tengah menghadiri agenda retret di Magelang, segera memberikan instruksi kepada jajarannya.

Maulana meminta seluruh camat dan lurah untuk turun langsung ke lokasi banjir, memantau kondisi, serta menyusun laporan mengenai wilayah terdampak.

Laporan ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab banjir dan menyusun strategi penanganan yang lebih baik ke depannya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Jambi, Abu Bakar, mengonfirmasi bahwa Wali Kota telah bergerak cepat dalam menangani situasi ini.

Dalam grup WhatsApp Pemerintah Kota Jambi, Wali Kota meminta camat dan lurah segera merespons kondisi di wilayah masing-masing dan membuat laporan tertulis.

Selain itu, Dr. Maulana juga menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk bersinergi dalam penanganan banjir.

Beberapa instansi yang terlibat di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, serta Satpol PP.

Dengan koordinasi yang baik antarinstansi, diharapkan penanganan banjir di Kota Jambi dapat dilakukan secara cepat dan efektif, sehingga masyarakat yang terdampak segera mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Wali Kota juga menekankan pentingnya upaya jangka panjang dalam mengatasi banjir, termasuk evaluasi sistem drainase dan program mitigasi bencana.

Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam melindungi warganya dari dampak bencana alam, sekaligus memastikan penanganan yang terencana dan terstruktur.(*)




Banjir Terjang Kelurahan Jelutung, Ditpolairud Polda Jambi Turunkan Tim SAR untuk Evakuasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi mengerahkan Tim SAR untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di Kelurahan Jelutung, Kota Jambi.

Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi pada Minggu, 23 Februari 2025 dini hari, menyebabkan banjir di beberapa wilayah.

Salah satu yang terdampak parah adalah Jalan Sultan Baharudin RT 54, Kelurahan Jelutung, dengan ketinggian air yang diperkirakan mencapai 1,5 meter.

Menanggapi kondisi ini, Ditpolairud Polda Jambi langsung menerjunkan Tim SAR yang dipimpin oleh Kabagbinopsnal Ditpolairud Polda Jambi, AKBP Lukman, lengkap dengan peralatan seperti perahu karet untuk membantu proses evakuasi warga yang terperangkap akibat banjir.

Baca juga: Pemerintah Hadir, Wawako Diza Cek Banjir dan Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bagi Warga Terdampak

Baca juga: Mal JBC Picu Banjir di RT 11 Simpang IV Sipin, Warga Minta Pemerintah Segera Tindak Lanjut

“Kami dari Ditpolairud Polda Jambi telah menerjunkan Tim SAR dan peralatan seperti perahu karet untuk mengevakuasi warga yang terdampak banjir di wilayah tersebut,” ujar Dirpolairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo.

Beruntung, hingga sore hari, air mulai surut di wilayah Kelurahan Jelutung.

Namun, pihak Ditpolairud Polda Jambi terus memantau perkembangan situasi untuk memastikan keselamatan warga dan memberikan bantuan yang diperlukan.(*)




Pemerintah Hadir, Wawako Diza Cek Banjir dan Salurkan Bantuan Tanggap Darurat Bagi Warga Terdampak

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Mengawali tugasnya, pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi Maulana-Diza langsung tancap gas.

Curah hujan tinggi di Kota Jambi sejak Minggu dinihari yang mengakibatkan genangan air dan banjir di beberapa titik dalam wilayah Kota Jambi menjadi tantangan utama tugasnya hari ini.

Setelah sebelumnya Wali Kota dokter Maulana memberikan arahan kepada jajarannya untuk cepat tanggap menangani banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan di Kota Jambi.

Kini, giliran Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha turun lapangan.

Baca juga: Warga RT 19 Kelurahan Suka Karya, Kota Jambi Khawatir Banjir Susulan, Minta Bantuan Perahu Karet

Baca juga: Mal JBC Picu Banjir di RT 11 Simpang IV Sipin, Warga Minta Pemerintah Segera Tindak Lanjut

Dengan didampingi Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binanga Siregar, Sekda A Ridwan dan sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Camat serta Lurah, Wawako Diza melalukan inspeksi lapangan di beberapa titik banjir dan genangan di Kota Jambi, Minggu (23/2/2025).

Dalam tinjauannya itu, Wawako Diza tampak melihat langsung lingkungan rumah warga yang terdampak banjir.

Dia juga sempat berdialog untuk mendengar keluhan warga terdampak banjir.

Sejumlah titik yang ditinjau Wawako Diza bersama rombongan, yakni diwilayah RT 19 dan SDN 98 Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kota Baru.

Kemudian Kelurahan Jelutung, Kecamatan Jelutung (belakang karoke Carli). Dan terakhir Lrg Widuri Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kota Baru.

Usai melakukan tinjauannya, kepada awak media Diza mengatakan, tinjauan ini merupakan upaya penanganan pertama yang dilakukan Pemkot Jambi untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dilapangan.

“Hal ini harus kita lakukan terlebih dahulu, untuk mengetahui faktor apa yang menjadi penyebab banjir. Apakah dari segi drainase yang tersumbat maupun kesanggupan volume tampungan air yang kurang lebar,” kata Diza.

“Mungkin kedepan tindakan yang akan diambil lebih kepada normalisasi sungai sebagai langkah pertama,” lanjutnya.

Dalam tinjauannya itu, Wawako Diza juga sempat menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak banjir.

“Dikesempatan ini kami juga menyalurkan bantuan emergency sebagai langkah awal dalam pemberian bantuan kepada masyarakat,” sebutnya.

Wawako Diza juga memastikan, Pemkot akan menjaga keselamatan warganya yang terdampak banjir dari bahaya hewan liar maupun antisipasi sengatan arus listrik.

“Pemkot Jambi melalui Dinas Damkartan juga memastikan wilayah-wilayah yang terdampak banjir ini bisa terbebas dari hewan-hewan liar, seperti ular dan biawak. Selain itu, Pemkot Jambi juga telah berkoordinasi dengan PLN untuk memastikan warga terhindar dari sengatan arus listrik,”singkatnya.

Berdasarkan informasi, sejauh ini terdapat 18 titik banjir di Kota Jambi.

Pemkot Jambi melalui Damkartan juga telah mengevakuasi 12 warga yang terdampak banjir, dengan prioritas warga lansia, balita dan ibu hamil.

Berikut 18 titik banjir yang terjadi di Kota Jambi hari ini, Minggu (23/2/2025) :

1. RT 15, Perumnas Aur Duri, Kelurahan Aur kenali, Kecamatan Telanaipura.

2. SD 113, Kelurahan Simpang 4 Sipin, Kecamatan Danau Sipin.

3. Lapas kota Jambi, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo.

4. Depan SPBU Kuburan Cina, Kelurahan Rawasari, Kecamatan Alam Barajo.

5. Perum Kembar Lestari, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo.

6. RT 19, Kelurahan Suka karya, Kecamatan Kota Baru

7. Perumahan Namura, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo.

8. RT. 32, Kelurahan Simpang 4 sipin Kecamatan Danau Sipin.

9. RT 36, Kelurahan Kenali besar (Jl.Penerangan), Kecamatan Alam Barajo.

10. RT.08 Kelurahan Simpang III Sipin, Kecamatan Kota Baru.

11. RT 03, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kotabaru.

12. Perum Bougenvill Lestari, RT 25, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo.

13. Depan Kantor BPK, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Kotabaru

14. RT 14, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Kotabaru.

15. Perum Bumi Paal Merah Indah, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah.

16. Aster Biru lingkar selatan, Kelurahan Lingkar Selatan Kecamatan Jambi Selatan.

17. RT 56, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Jambi Selatan.

18. RT 22, Kelurahan Telanai, Kecamatan Telanaipura.(*)




Tim Gabungan Berhasil Selamatkan Warga Terjebak Banjir di Kota Jambi

Kota Jambi, Sepucukjambi.id – Tim evakuasi dari Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Bencana Kota Jambi berhasil mengevakuasi sejumlah warga yang terjebak banjir di beberapa titik di Kecamatan Kotabaru.

Operasi penyelamatan ini dilakukan pada Minggu (24/2) dimulai  pada pukul 09.30 WIB.

Berdasarkan laporan, lokasi yang akan dilakukan evakuasi meliputi RT 19 Suka Karya (belakang Fresh), RT 08 Suka Karya (belakang BPK Jambi), serta RT 06 Kelurahan Pal Luma (belakang Inspektorat Kota Jambi).

Dalam proses pengevakuasianya di RT 19 Suka Karya, terdapat lima warga yang terdiri dari seorang ibu dan anak-anaknya telah berhasil dievakuasi.

Sementara itu, di RT 08 Suka Karya, pasangan lanjut usia Diswar Tabun (80) dan Jusminar (60) juga berhasil diselamatkan.

Baca juga:BREAKING NEWS: Banjir Menahun di RT 03 Kenali Asam Atas Kota Jambi Dikeluhkan Warga

Baca juga:Warga RT 19 Kelurahan Suka Karya, Kota Jambi Khawatir Banjir Susulan, Minta Bantuan Perahu Karet

Di RT 06 Pal Lima, lima warga lainnya, termasuk anak-anak dan lansia, juga turut dievakuasi dengan aman.

Dalam operasi ini, tim menggunakan satu unit perahu karet, satu unit mobil rescue, satu unit mobil fire jeep, serta sejumlah pelampung.

Pimpinan operasi dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi dengan dukungan penuh dari Pleton 1 Mako Damkar.

lebih lanjut Mustari Affandi Kepala Dinas Kebakaran Kota Jambi menyampaikan bahwa ia dan tim akan terus berupaya untuk mengevakuasi masyarakat korban yang terdampak banjir .

“Saat ini, kami masih terus melakukan upaya penyelamatan warga yang terdampak banjir, terutama di wilayah yang cukup parah seperti RT 19 Suka Karya, RT 08 Suka Karya, dan RT 06 Pal Luma. Kami telah berhasil mengevakuasi beberapa warga, termasuk lansia dan anak-anak, dengan selamat.” ungkapnya.

Proses evakuasi berjalan aman dan terkendali. Saat ini, personel Satgas masih bersiaga untuk merespons laporan evakuasi warga terdampak banjir lainnya.

Pemerintah Kota Jambi mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melapor jika membutuhkan bantuan evakuasi.




PSSI Akan Naturalisasi 3 Pemain Baru Jelang Laga Kualifikasi Piala Dunia, Berikut Nama-namanya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengumumkan rencananya untuk menaturalisasi tiga pemain baru sebagai persiapan jelang pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia melawan Australia pada bulan Maret mendatang.

Ketiga pemain tersebut adalah Emil Audero, Joey Pelupessy, dan Dean James.

Emil Audero, penjaga gawang kelahiran Indonesia yang bermain di Serie A bersama Sampdoria, diharapkan dapat memperkuat lini pertahanan timnas Indonesia.

Audero memiliki pengalaman internasional yang cukup matang dan diharapkan mampu memberikan kontribusi besar di bawah mistar gawang.

Baca juga: Kalah Menyakitkan di Kandang, Atalanta Tersingkir dari Liga Champions 2024/202

Baca juga: Pinjol Ilegal Dominasi Kasus Keuangan Ilegal, OJK Gencarkan Edukasi Masyarakat

Selain itu, Joey Pelupessy, gelandang asal Belanda yang memiliki darah Indonesia, akan memberikan kekuatan di lini tengah timnas.

Pelupessy yang saat ini bermain di kompetisi Jerman diyakini dapat memperkaya variasi permainan tim dengan teknik dan pengalamannya.

Dean James, pemain belakang asal Inggris yang juga memiliki darah Indonesia, turut disiapkan untuk memperkuat pertahanan tim Garuda.

Dengan postur tubuh yang ideal dan pengalaman bermain di Eropa, Dean diharapkan mampu memberikan stabilitas di lini pertahanan.

Ketiga pemain ini dipilih untuk memperkuat skuad Indonesia menjelang pertandingan penting tersebut, yang diperkirakan akan menjadi tantangan berat melawan Australia.

Dengan penambahan kekuatan dari para pemain naturalisasi ini, PSSI berharap timnas Indonesia dapat tampil lebih kompetitif dan memberikan hasil terbaik di babak kualifikasi Piala Dunia 2026.

“Keputusan untuk menaturalisasi Emil, Joey, dan Dean merupakan bagian dari strategi untuk memperkuat timnas Indonesia,” sebutnya.

‘Kami berharap mereka dapat segera beradaptasi dan memberikan kontribusi maksimal di kualifikasi Piala Dunia melawan Australia,” ujar Ketua PSSI, Erick Thohir yang optimistis dengan kualitas pemain baru ini.(*)




Mal JBC Picu Banjir di RT 11 Simpang IV Sipin, Warga Minta Pemerintah Segera Tindak Lanjut

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Hujan deras yang mengguyur Kota Jambi selama sepekan terakhir menyebabkan ratusan rumah di kawasan Telanaipura, khususnya RT 11, Simpang Empat, dan Sipin, terendam banjir.

Kejadian tersebut terjadi pada Minggu pagi, 23 Februari 2025, dan memicu kekhawatiran warga yang kini harus menghadapi banjir untuk kelima kalinya dalam seminggu.

Warga setempat menduga, banjir yang semakin parah bukan hanya akibat luapan sungai, melainkan juga dipengaruhi oleh pembangunan Mal JBC yang berlokasi dekat dengan pemukiman mereka.

Warga merasa pembangunan tersebut telah mengganggu sistem drainase, memperburuk saluran air, dan menyebabkan banjir yang lebih sering dan lebih besar.

“Banjir kali ini jauh lebih parah dari sebelumnya. Biasanya tidak separah ini, tapi sejak musim hujan dan pembangunan mal, kondisi di sini semakin terimbas,” kata Eva, salah satu warga RT 11 seperti dikutip pada laman ceritajambi.com.

Baca juga: Warga RT 19 Kelurahan Suka Karya, Kota Jambi Khawatir Banjir Susulan, Minta Bantuan Perahu Karet

Baca juga: Capai Rp 44 Miliar Efisiensi di Pemkot Jambi, Apa Saja yang Terimbas?

Menurut Eva, sebelum ada pembangunan mal, kawasan mereka tidak pernah mengalami banjir parah.

“Dulu, kami bangun rumah rendah karena memang tidak ada masalah banjir. Tapi sejak ada JBC, kami sering kena banjir,” tambahnya dengan rasa frustrasi.

Senada dengan itu, Wati, warga RT 09, mengeluhkan dampak yang ditimbulkan oleh banjir yang sudah terjadi lima kali dalam seminggu ini.

“Setiap banjir, barang-barang elektronik kami rusak, anak-anak kehilangan pakaian sekolah, dan kami harus menghadapi kerugian yang terus berulang,” keluhnya.

Ia berharap agar pemerintah daerah turun tangan dan memberikan solusi konkret untuk mengatasi masalah yang sudah menghantui mereka selama ini.

Warga setempat berharap ada perhatian lebih dari pemerintah agar banjir tidak lagi merusak kehidupan mereka.

Mereka meminta agar saluran drainase yang terganggu bisa diperbaiki dan mempertanyakan sejauh mana dampak pembangunan mal terhadap sistem drainase di kawasan mereka.

“Pemerintah harus cepat bertindak agar kami tidak terus-menerus menghadapi kerugian ini. Kami butuh solusi, bukan janji,” ujar Wati, dengan harapan agar masa depan mereka tidak terus-menerus diganggu dengan banjir yang datang tanpa henti.(*)




BAHAYA LATIN BUDAYA SETOR MUKA

Oleh:Jamhuri-Direktur Eksekutive LSM Sembilan.

Pelantikan seluruh kepala dan wakil kepala daerah sebagai pemenang turnamen pengumpulan suara beberapa waktu yang lalu dijadikan sebagai agenda nasional.

Sayangnya kesakralan proses menghadirkan Tuhan sebagai saksi tersebut dinodai dengan penerapan pemikiran multy tafsir terhadap instrumen hukum.

Sepertinya pejabat daerah Provinsi Jambi ramai-ramai sepakat untuk mengabaikan amanat Point ke (2) Diktum ke (4) Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025.

Baca juga: Pilkada-MK Usai “Move On” Lah

Baca juga: ARSIRAN LUKISAN TANPA WUJUD

Di mana kebijakan perintah internal Presiden tersebut memerintahkan kepada Kepala Daerah untuk mengurangi belanja perjalanan dinas sebesar 50% (Lima Puluh persen).

Pejabat Daerah Provinsi Jambi bahkan terkesan lebih mengedepankan budaya setor wajah cari muka, yang diikuti dengan keyakinan jika melakukan penerapan budaya tersebut maka jabatan akan berada pada posisi terjamin aman.

Padahal kehadiran Kepala Dinas dan Pejabat Esselon III dan IV sebagai penganut budaya sesat tersebut menggunakan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) sebagai syarat guna menghalalkan penggunaan APBD

Walau tidak termasuk dalam daftar undangan resmi dari pemilik dan/atau penyelenggara hajatan (Presiden Prabowo Subiyanto), akan tetapi kehadiran mereka lebih mengedepankan kebijakan sebagai penakluk atau setidak-tidaknya diyakini merupakan hierarki hukum yang tertinggi.

Suatu pandangan yang mengandung bahaya latin terhadap proses pencapaian tujuan negara sebagaimana amanat konstitusional, bahkan lebih cenderung berfungsi sebagai lahan subur bagi hidup dan tumbuh kembangnya budaya Pemerintahan Plutokrasi.

Seakan-akan jika tidak melakukan ritual budaya yang dimaksud, terdapat kekhawatirkan akan kehilangan jabatan dengan begitu akan berada pada posisi tarap hidup rendahan atau tidak dapat hidup enak dengan gaya hedon.

Suatu sikap politik jabatan yang berlebihan dengan menerapkan pandangan pengkultusan (penokohan) yang berlebihan, seakan-akan penguasa adalah sumber jabatan dan kekuasaan adalah sesembahan tempat berlindung dan bernaung dari kemiskinan dan kehina dinaan.(*)




Warga RT 19 Kelurahan Suka Karya, Kota Jambi Khawatir Banjir Susulan, Minta Bantuan Perahu Karet

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga RT 19 Kelurahan Suka Karya, Kecamatan Kotabaru, kini tengah dilanda kekhawatiran akan potensi banjir susulan.

Pasalnya, kondisi cuaca yang diperkirakan masih akan berlangsung hujan lebat dalam beberapa waktu ke depan.

Hal ini memicu rasa cemas di kalangan warga setempat, terutama dengan dampak yang telah terjadi pada sekitar 20 rumah yang terendam banjir sebelumnya.

Menurut Jakarsih, salah salah satu warga RT 19, kondisi saat ini semakin menambah ketidaknyamanan, karena air diperkirakan akan semakin bertambah.

Baca juga: BREAKING NEWS: Banjir Menahun di RT 03 Kenali Asam Atas Kota Jambi Dikeluhkan Warga

Baca juga: Capai Rp 44 Miliar Efisiensi di Pemkot Jambi, Apa Saja yang Terimbas?

Selain itu, mereka merasa khawatir jika hujan kembali turun deras, banjir bisa kembali melanda dan semakin memberi dampak pada pemukiman mereka.

Para warga pun berharap adanya bantuan berupa perahu karet untuk membantu mobilitas mereka di tengah kondisi yang tidak menentu.

Akses jalan yang terendam air membuat mereka kesulitan bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari.

“Kami butuh perahu karet untuk bisa bergerak, karena akses jalan banyak yang terendam. Kami berharap ada perhatian lebih dari pemerintah dan pihak terkait,” ujar salah satu warga yang terdampak.

Pihak RT setempat juga telah menyampaikan keluhan ini kepada pemerintah Kelurahan dan Kecamatan. Mereka berharap agar langkah cepat bisa diambil untuk mencegah dampak yang lebih besar akibat banjir susulan.

Warga RT 19 berharap bantuan yang cepat dapat meringankan beban mereka, serta memastikan keselamatan mereka dalam menghadapi cuaca ekstrem yang diperkirakan akan terus berlangsung.(*)




BREAKING NEWS: Banjir Menahun di RT 03 Kenali Asam Atas Kota Jambi Dikeluhkan Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Warga RT 03, Kelurahan Kenali Asam, Kotabaru, Kota Jambi, terdampak banjir, sejak Minggu 23 Februari 2025 subuh.

Warga di Rt 03 ini, sudah merasakan banjir sejak beberapa tahun lalu.

Banjir ini disebabkan hujan deras yang mengguyur sejak dini hari tadi. Hujan pun turun cukup lama

Kata seorang warga, ketinggian air mencapai setinggi lutut. Ini membuat aktivitas warga setempat lumpuh sesaat.

Rumah-rumah warga pun tampak terendam. Termasuk bagian dalam. Barang-barang warga ounikut terdampak.

“Dari subuh, udah sering. Air tadi mulai setinggi lutut,” kata Mira, warga sekitar.(*)




Capai Rp 44 Miliar Efisiensi di Pemkot Jambi, Apa Saja yang Terimbas?

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mengambil langkah tegas dalam efisiensi anggaran dengan memangkas anggaran sebesar Rp 44 miliar dari berbagai pos belanja.

Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 yang mengimbau efisiensi pengelolaan Dana APBN dan APBD di seluruh daerah.

Pemangkasan ini bertujuan untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah menjadi lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada program-program prioritas yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Jambi, Husni, mengungkapkan bahwa penghematan terbesar dilakukan pada beberapa sektor, di antaranya:

baca juga: Pinjol Ilegal Dominasi Kasus Keuangan Ilegal, OJK Gencarkan Edukasi Masyarakat

Baca juga: Pesan Khusus untuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi dari Presiden Prabowo

Perjalanan dinas yang dipangkas hingga 50 persen,

Acara seremonial dan rapat pemerintahan yang lebih efisien,

Pengadaan makanan dan minuman di perkantoran,

Pengadaan alat tulis kantor (ATK) dan perlengkapan administrasi,

Anggaran publikasi dan sosialisasi pemerintahan.

Dari total anggaran yang dipangkas sebesar Rp 44 miliar, kontribusi terbesar datang dari Sekretariat DPRD (Sekwan) Kota Jambi yang melakukan penghematan lebih dari Rp 13 miliar.

“Kami mengikuti arahan dari pemerintah pusat untuk melakukan efisiensi di seluruh sektor tanpa mengganggu program-program prioritas yang sudah ditetapkan,” kata dia.

Hal ini penting agar anggaran yang ada benar-benar fokus pada hal-hal yang langsung memberikan manfaat bagi masyarakat.

Langkah efisiensi anggaran ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan anggaran daerah, memastikan setiap rupiah digunakan dengan tepat sasaran, dan mendukung pembangunan yang lebih berkelanjutan di Kota Jambi.(*)