Hari Ketiga Pencarian Wira (15), Tim SAR Temukan Topi dan Sarung Parang di Hutan Sungai Penuh

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Tim SAR Gabungan terus melanjutkan upaya pencarian terhadap seorang remaja bernama Wira (15) yang dilaporkan hilang di kawasan hutan Desa Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi.

Memasuki hari ketiga pencarian, Rabu (16/4/2025), tim yang terdiri dari personel Pos SAR Kerinci, TNI, Polri, BPBD Sungai Penuh, Damkar, serta warga setempat memperluas area pencarian akibat belum ditemukannya tanda keberadaan korban.

Komandan Pos SAR Kerinci, Nurhasni, menyebutkan bahwa dalam pencarian hari ini, tim berhasil menemukan beberapa barang yang diduga milik korban.

“Kami menemukan sarung parang dan topi yang diduga milik korban, berjarak sekitar 3 kilometer dari titik awal hilangnya korban,” ungkap Nurhasni.

Menurutnya, medan yang sulit menjadi kendala utama dalam proses pencarian.

Kawasan hutan yang lebat, terjal, dan masih minim akses membuat tim harus bekerja ekstra dalam melakukan penyisiran di berbagai titik yang dicurigai.

Nurhasni juga mengimbau kepada masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kejadian agar turut membantu pencarian dengan melaporkan jika menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan korban.

“Kami mohon bantuan masyarakat, jika melihat tanda-tanda keberadaan Wira bisa segera menghubungi perangkat desa atau langsung ke tim SAR,” tambahnya.

Sebelumnya, Wira dilaporkan hilang sejak awal pekan ini saat berada di kawasan hutan untuk suatu kegiatan.

Kejadian ini memicu perhatian masyarakat dan otoritas setempat, yang langsung berkoordinasi untuk melakukan pencarian secara intensif.

Pencarian akan terus dilanjutkan hingga korban ditemukan. Pihak Basarnas berharap cuaca dan kondisi di lapangan bisa lebih bersahabat untuk memudahkan proses pencarian.(*)




Warga Tenggelam di Sungai Lagan Tanjab Timur, Jenazah Ditemukan 300 Meter dari Lokasi Awal

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Pencarian korban tenggelam di Sungai Lagan, Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur akhirnya membuahkan hasil. Harto Sukarno (58), warga RT 004 RW 001 Dusun Suka Maju, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu pagi (16/4/2025).

Proses pencarian yang melibatkan Tim SAR Jambi bersama TNI, Polri, dan masyarakat setempat dimulai sejak pukul 06.30 WIB. Sekitar pukul 10.08 WIB, tubuh korban ditemukan mengambang di permukaan sungai, sekitar 300 meter dari lokasi awal kejadian.

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan secara intensif sejak hari pertama setelah menerima laporan dari Kepala Desa Suka Maju. Berbagai peralatan dikerahkan, termasuk rubber boat, alat deteksi bawah air (Aqua Eyes), dan drone thermal untuk mempercepat proses pencarian.

“Korban ditemukan dengan pakaian yang sama seperti saat terakhir terlihat, sehingga memudahkan proses identifikasi,” ujarnya.

Diketahui, peristiwa ini terjadi pada Selasa sore (15/4/2025), sekitar pukul 16.35 WIB. Saat itu, korban sedang mencari rumput untuk pakan ternak menggunakan perahu. Diduga korban terpeleset dan jatuh ke sungai hingga tenggelam.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman.

Pihak Basarnas mengimbau masyarakat, terutama yang beraktivitas di sekitar sungai, agar selalu berhati-hati dan menggunakan alat keselamatan, terutama saat menggunakan perahu.




Tim SAR Gunakan Drone Thermal, Cari Korban Tenggelam di Geragai Tanjab Timur Jambi

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang pria lanjut usia dilaporkan terjatuh dan tenggelam di sungai saat mencari rumput di bawah jembatan Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Tanjung Jabung Timur, Selasa sore (15/4/2025).

Korban bernama Harto (58), warga setempat, terakhir kali terlihat sekitar pukul 16.00 WIB sebelum hilang terbawa arus.

Kepala Kantor SAR Jambi, Adah Sudarsa, mengatakan pihaknya langsung bergerak cepat usai menerima laporan dari Kepala Desa Suka Maju, Didik.

“Kami turunkan tim lengkap dengan peralatan seperti rubber boat, drone thermal, alat evakuasi hingga pendeteksi bawah air Aqua Eyes,” ujar Adah dalam keterangannya.

Tim SAR yang tiba di lokasi langsung berkoordinasi dengan aparat setempat dan warga untuk memulai pencarian. Namun karena kondisi yang tidak memungkinkan dilakukan malam hari, pencarian akan dilanjutkan pagi hari ini (16/4).

Basarnas mengimbau warga sekitar yang tinggal di bantaran sungai untuk lebih berhati-hati dan segera melapor jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.(*)




LAM Kota Jambi Gelar Pengukuhan Adat : Simbol Sinergi Pemerintahan Modern dan Kearifan Budaya Melayu

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, dokter Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha resmi dikukuhkan sebagai Pemangku Adat Lembaga Adat Melayu (LAM) Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi.

Prosesi pengukuhan secara resmi oleh Ketua LAM Sepucuk Jambi Sembilan Lurah Provinsi Jambi diwakili oleh Wakil Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Mahfuzd HM bergelar Ranggo Mas Setio Guno, didampingi Ketua LAM Kota Jambi Aswan Hidayat Usman di Balairungsari Balai Adat Kota Jambi, Selasa pagi (15/4/2025).

Dokter Maulana bersama Diza Hazra Aljosha dikukuhkan sebagai Pemangku Adat LAM Kota Jambi karena keduanya telah dilantik sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi masa jabatan 2025-2030 oleh Presiden Republik Indonesia pada tanggal 20 Februari 2025 lalu.

Dalam acara tersebut juga dilakukan pengukuhan tanda kehormatan kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Jambi masa jabatan 7 November 2023 – 20 Februari 2025 Sri Purwaningsih sebagai Anggota Kehormatan LAM Tanah Pilih Pusako Batuah Kota Jambi.

Sekretaris Dirjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri itu ditetapkan menjadi Anggota Kehormatan LAM Kota Jambi sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan kontribusinya bagi pembangunan dan penguatan nilai-nilai budaya daerah selama menjabat sebagai Pj Wali kota Jambi.

Pengukuhan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi sebagai Pemangku Adat LAM Kota Jambi itu diawali dengan pembacaan Kata Pengukuhan oleh Wakil Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Mahfuzd HM yang kemudian dilanjutkan dengan Kata Pemasangan Lacak kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota.

Sementara penyisipan Keris, penyematan Pin LAM Kota Jambi dilakukan oleh Ketua LAM Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat, sebagai simbol telah dikukuhkannya secara resmi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi sebagai Pemangku Adat LAM Kota Jambi.

Sementara itu, penganugerahan Sri Purwaningsih sebagai Anggota Kehormatan LAM Kota Jambi ditandai dengan pengalungan Tanduk Buang sebagai tanda “Cinta Kasih dari seluruh masyarakat Kota Jambi,” oleh Wali Kota Jambi sebagai Pemangku Adat LAM Kota Jambi Datuk Maulana, dan dilanjutkan dengan pemasangan Pending pengikat tali silaturrahim dan bukti “Cinta tak Pernah Habis dan Sayang tak Berkesudahan” dari masyarakat Kota Jambi oleh Ketua LAM Kota Jambi Datuk Aswan Hidayat.

Pengukuhan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi sebagai Pemangku Adat dan mantan Pj Wali Kota sebagai Anggota Kehormatan LAM Kota Jambi ini menunjukkan sinergi antara struktur pemerintahan modern dan kearifan lokal, serta menjadi langkah konkret dalam pelestarian budaya Melayu sebagai identitas masyarakat Kota Jambi.

Ketua Lembaga Adat Melayu Jambi Provinsi Jambi Datuk Hasan Basri Agus bergelar Temenggung Putro Jayodiningrat Diningrat dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Wakil Ketua Datuk Mahfuzd HM, mengucapkan selamat dan menyampaikan apresiasinya.

Katanya pelaksanaan kegiatan itu sudah sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Jambi Nomor 2 Tahun 2014 tentang Lembaga Adat Melayu Jambi, yang mengamanatkan setiap Kepala Daerah, mulai dari Gubernur, Bupati/Wali Kota, hingga Lurah/Kepala Desa, setelah dilantik, wajib dikukuhkan sebagai Pemangku Adat oleh Lembaga Adat Melayu Jambi sesuai dengan tingkatannya.

“Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk pengakuan dan amanah yang mulia,” sebutnya.

Dia menambahkan, Pemangku Adat memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai budaya, penerus tradisi luhur, dan pengayom masyarakat di tengah arus modernisasi.

“Keberadaan adat istiadat harus tetap menjadi fondasi yang memperkuat identitas kita sebagai masyarakat Kota Jambi,” tambahnya.

Datuk Mahfuzd mengingatkan, Pemangku Adat merupakan mitra penting dalam pembangunan.

Oleh karena itu, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi sebagai pembina Lembaga Adat Melayu Kota Jambi memiliki peran besar dalam kemajuan lembaga ini.

“Kami yakin, di bawah kepemimpinan Bapak perhatian kepada Lembaga Adat Melayu Kota Jambi akan semakin besar. Hal ini terlihat dari perubahan positif yang telah terjadi meskipun baru beberapa hari memimpin,” katanya.

“Pada kesempatan ini, kami juga mengucapkan selamat kepada Ibu Sri Purwaningsih, yang telah dikukuhkan. Semoga pengukuhan ini membawa berkah dan semangat baru dalam pelestarian adat dan budaya Melayu Jambi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Jambi Datuk Dokter Maulana yang telah resmi sebagai Pemangku Adat LAM Kota Jambi menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada LAM Kota Jambi atas anugerah tersebut.

Ia juga kembali menegaskan komitmennya yang akan mendorong pembuatan Peraturan Daerah (Perda) terkait dengan hukum-hukum adat yang saat ini aturan-aturannya sudah lengkap.

“Ini sangat penting dan perlu dibuatkan Perda, sehingga nantinya para Pemangku Adat ada di semua tingkatan hingga di RT. Perda ini juga akan menjadi pedoman dalam bertindak sesuai dengan adat istiadat Melayu Jambi,” ujar Maulana.

Tidak hanya pembuatan Perda, Wali Kota Maulana juga akan menggalakkan kegiatan adat dan budaya Melayu Jambi dalam berbagai event dan festival secara periodik yang diharapkan dapat mengenalkan adat dan budya Melayu Jambi kepada masyarakat khususnya generasi muda.

Terkait dengan pengukuhan itu, Wali Kota Maulana menjelaskan, kegiatan itu memiliki nilai tinggi dalam menjaga adat dan budaya agar terus tumbuh subur di tengah-tengah masyarakat.

“Kegiatan adat ini perlu kebersamaan dan semangat. InsyaAllah kegiatan pengukuhan Pemangku Adat ini akan di teruskan di tingkat Kecamatan dan Kelurahan,” jelasnya.

Ia berharap didoakan agar dopat melaksanakan amanah selaku Pemangku Adat LAM Kota Jambi dengan penuh baik dan tanggung jawab.

“Kepercayaan ini tentunya akan kami jaga dengan penuh kesungguhan, sehingga menjadi spirit bagi kami dalam memimpin dan melakukan kerja-kerja kebaikan dalam memajukan kota Jambi,” harapnya.

Sebagai pemimpin kota Jambi, Maulana juga berpesan agar adanya dukungan dan nasehat dari para orang tua, pemuka adat, pemuka agama dan pemuka masyarakat dari semua kalangan, sehingga dapat bekerja lebih baik guna mewujudkan Visi Kota Jambi Bahagia.

“Kami juga sangat memerlukan sinergitas lembaga adat sebagai institusi yang mengurus adat, rasam dan tradisi menjadi lebih kuat, sehingga peran dan fungsinya akan menjadi lebih baik dan optimal yang akan berdampak pada potensi sumbangsih nyata bagi perkembangan kemajuan daerah,” pesannya.

“Selaku Pemangku Adat kami berharap LAM kota Jambi dapat bekerja ekstra dan bergerak lebih cepat agar apa yang telah diamanahkan dapat selesai dengan,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Senada dengan Wali Kota Jambi, Datin Sri Purwaningsih turut pula menyampaikan apresiasinya atas penganugerahan sebagai Anggota Kehormatan LAM Kota Jambi itu.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Ketua LAM Kota Jambi atas penganugerahan sebagai Anggota Kehormatan. Penghargaan ini menjadi pelengkap dalam perjalanan hidup saya. Terima kasih juga kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi yang telah menyetujui terselenggaranya acara ini. Saya merasa sangat terhormat menerima penganugerahan ini,” ujar Datin Sri Purwaningsih.

Dia berharap, kebersamaan yang telah terjalin selama ini dapat memberikan manfaat bagi pemerintah dan masyarakat Kota Jambi.

“Saya yakin, dengan kepemimpinan definitif saat ini dan moto ‘Kota Jambi Bahagia’, kesejahteraan masyarakat dapat terwujud, bukan hanya sebagai slogan, tetapi sebagai realitas yang dirasakan oleh seluruh warga,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kota Jambi, Aswan Hidayat, mengatakan bahwa pengukuhan itu merupakan bentuk penghormatan sekaligus peneguhan nilai-nilai adat dalam kepemimpinan daerah.

“Pengukuhan ini juga dilakukan sebagai penghormatan dan ini sudah berlaku dalam aturan di kelembagaan Adat Melayu Kota Jambi,” kata Aswan.

Terkait dengan pemberian gelar adat kepada mantan Pj Wali Kota Jambi Sri Purwaningsih, datuk Aswan menyampaikan harapannya, agar kedepan bisa terus berkolaborasi dalam membangun kota Jambi.

“Karena beliau juga seorang pejabat di Kementerian Dalam Negeri, sehingga dengan demikian kita juga membutuhkan dukungan dan peran beliau dalam membangun Kota Jambi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Aswan juga menyoroti terkait rencana Wali Kota Jambi Maulana yang akan membuat Perda Tentang Hukum-Hukum adat.

“Ini adalah hal yang paling kami tunggu. Selama ini tidak banyak pemimpin daerah yang menyuarakannya. Maka kami sangat menyambut baik hal itu, dan kami akan bekolaborasi dengan akan melakukan rapat bersama pengurus LAM untuk mengajukan rancangan Perda kepada DPRD melalui Pemerintah Daerah,” ucap Ketua LAM Kota Jambi.

Sebelum dilakukan pengukuhan secara resmi, berbagai prosesi dilakukan melengkapi tata upacara Adat Melayu Jambi.

Dimulai dari penjemputan di Grha Siginjai, dilanjutkan dengan arak-arakan kompangan, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi beserta Datin Sri Purwaningsih disambut dengan Pencak Silat, Tari Sekapur Sirih yang dilanjutkan dengan Kato Bejawab di halaman nan bepagar adat, laman nan besapu undang, tepian nan bepagar baso Balai Adat Kota Jambi. Selanjutnya prosesi naik ke Balairungsari yang diawali dengan pembacaan Sholawat dan menaiki kepala Kerbau.

Rangkaian acara adat itu ditutup dengan Iwa atau pengumuman adat oleh LAM Kota Jambi yang kemudian dilanjutkan dengan tradisi “makan benampan” khas daerah Jambi.

Prosesi penganugerahan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintahan modern dan kearifan lokal, serta sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya Melayu Jambi.

Turut hadir dalam acara itu, Deputi Bidang Koordinasi Wawasan Kebangsaan Kemenko Polhukam RI Cecep Agus Supriyanta (suami ibu Sri Purwaningsih), perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi, Wakil Ketua LAM Provinsi Jambi Datuk Drs. H. Mahfuzd beserta jajaran, Pengurus LAM Kota Jambi, perwakilan LAM Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi, perwakilan DPRD Kota Jambi, Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binaga Siregar, Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Yoga Cahya Prasetya, Sekda A Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi, Ketua TP-PKK Kota Jambi dokter Nadiyah, Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia Diza, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, sejumlah Direksi BUMD, para Ketua dan pengurus LAM Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Jambi, serta Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Kota Jambi.(*)




Jalur Utama Tebo–Rimbo Bujang Rusak Berat, Ancam Keselamatan dan Mobilitas Warga

MUARTEBO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kondisi jalan lintas Tebo–Rimbo Bujang semakin memprihatinkan.

Ratusan titik kerusakan ditemukan di sepanjang jalur ini, menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pengendara yang melintasi jalan tersebut setiap hari.

Jalan yang menjadi akses utama penghubung antar kecamatan di Kabupaten Tebo, seperti Rimbo Bujang, Rimbo Ilir, Serai Serumpun, Rimbo Ulu, VII Koto, dan VII Koto Ilir, kini dipenuhi lubang-lubang yang sebagian besar tergenang air.

Kerusakan ini tidak hanya membahayakan keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga.

Bambang, salah satu warga yang kerap melintasi jalur tersebut, menyampaikan kekesalannya atas kondisi jalan yang cepat mengalami kerusakan meski baru saja dibangun.

“Kemarin hanya beberapa titik yang rusak dan bergelombang. Sekarang sudah ada ratusan lubang, sebagian besar tergenang air,” ujarnya.

Jalan lintas Tebo–Rimbo Bujang merupakan jalur vital yang sering dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, termasuk oleh pejabat daerah dan anggota dewan.

Namun, kondisi jalan yang semakin memburuk membuat banyak pengguna jalan merasa tidak aman saat melintas.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan diduga disebabkan oleh kualitas pembangunan yang buruk serta tingginya intensitas kendaraan berat yang melintasi jalur tersebut.

Sejauh ini, belum ada perbaikan menyeluruh yang dilakukan oleh pihak terkait, meskipun keluhan terus disuarakan oleh masyarakat.

Warga mendesak pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera melakukan perbaikan jalan, guna menghindari potensi kecelakaan serta menjaga kelancaran aktivitas sosial dan ekonomi di wilayah tersebut.(*)




Lapas Jambi Panen 300 Ikat Kangkung Dukung Ketahanan Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional dengan melakukan panen hasil pertanian yang dibudidayakan oleh warga binaan, Selasa (15/4/2025).

Pada kegiatan kali ini, Lapas Jambi berhasil memanen sebanyak 300 ikat kangkung dari lahan pertanian yang dikelola di dalam lingkungan lapas. Hasil ini merupakan bagian dari program akselerasi ketahanan pangan yang dicanangkan oleh Menteri Hukum dan HAM (Imipas).

Kepala Lapas Kelas IIA Jambi, Batara Hutasoit, Bc.IP., S.H., menyampaikan bahwa kegiatan panen tersebut menjadi bukti nyata bahwa warga binaan dapat berkontribusi secara positif meskipun sedang menjalani masa pembinaan.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan bekal keterampilan bertani, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kemandirian pada diri warga binaan,” ujar Batara.

Panen kangkung ini dipimpin langsung oleh Meiky Kennedy, selaku Kasubsi Bimbingan Kerja, yang juga berperan dalam membina dan mengarahkan warga binaan dalam bidang pertanian produktif.

Program pertanian ini merupakan bentuk pemberdayaan narapidana yang tidak hanya berdampak pada ketersediaan pangan, tetapi juga sebagai bekal keterampilan setelah mereka bebas nanti.

Upaya ini sejalan dengan arahan Menteri Imipas yang menekankan bahwa lembaga pemasyarakatan harus menjadi bagian dari solusi, bukan semata tempat pembinaan.

Lapas Jambi berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi lapas lain di Indonesia untuk ikut serta mendukung swasembada pangan nasional melalui kegiatan pertanian di lingkungan pemasyarakatan.(*)




Bupati BBS Serahkan LKPD 2024, Muaro Jambi Penuhi Mandatory Spending

MUAROJAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemkab Muaro Jambi secara resmi menyerahkan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Unaudited Tahun Anggaran 2024 kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Jambi, Selasa (15/4/2025).

Penyerahan LKPD yang berlangsung di Auditorium Sultan Thaha BPK RI Perwakilan Jambi ini dilakukan langsung oleh Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS), SP, MM, M.Si, dan diterima oleh Kepala BPK Perwakilan Jambi, Muhammad Toha Arafat.

Kegiatan diawali dengan penandatanganan berita acara serah terima laporan, yang merupakan wujud komitmen Pemkab Muaro Jambi terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.

Penyerahan LKPD unaudited ini dilakukan sesuai amanat Pasal 56 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara, yang mewajibkan pemerintah daerah menyerahkan laporan keuangan paling lambat tiga bulan setelah tahun anggaran berakhir.

Dalam sambutannya, Bupati Bambang Bayu Suseno menyampaikan bahwa Pemkab Muaro Jambi telah memenuhi mandatory spending sesuai ketentuan perundang-undangan, yaitu:

  • Alokasi Pendidikan: 30,45% dari APBD (minimal 20%)

  • Alokasi Kesehatan: 21,42% dari APBD (minimal 10%)

  • Alokasi Infrastruktur: 45,58% dari APBD (minimal 40%)

  • Alokasi Pengawasan: Minimal 0,75% dari APBD

“Dengan terpenuhinya porsi alokasi ini, Pemkab Muaro Jambi telah menjalankan kewajiban belanja sesuai amanat undang-undang,” tegas Bupati BBS.

Bupati juga menyampaikan harapannya agar seluruh perangkat daerah, khususnya BPKAD, Inspektorat, dan BPK sebagai pemeriksa eksternal, terus menjalin sinergi demi mewujudkan tata kelola keuangan daerah yang profesional dan transparan.

Kepala BPK Perwakilan Jambi mengapresiasi langkah cepat Pemkab Muaro Jambi dalam penyerahan LKPD Tahun 2024 dan berharap pemeriksaan dapat berjalan optimal sesuai prosedur.

Penyerahan LKPD ini juga dilakukan serentak bersama beberapa pemerintah daerah lainnya, yakni Kabupaten Kerinci, Merangin, Batanghari, dan Kota Sungai Penuh.(*)




Perpanjangan SIM Kini Bisa Online, Korlantas Polri Dorong Transformasi Digital

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Korlantas Polri melalui Direktorat Registrasi dan Identifikasi (Ditregident) terus berkomitmen meningkatkan pelayanan publik, khususnya dalam hal penerbitan dan perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) secara digital.

Komitmen ini ditegaskan dalam momentum Serah Terima Jabatan (Sertijab) dua pejabat strategis Ditregident Korlantas Polri, yaitu Kasubdit STNK dan Kasubdit SIM, yang digelar pada Selasa, 15 April 2025, di Ruang Kerja Direktur Regident Korlantas Polri, Brigjen Pol Wibowo, S.I.K., M.Hum.

Dalam rotasi tersebut, Kombes Pol Dedy Suahartono, S.I.K., M.M. resmi menjabat sebagai Kasubdit STNK, menggantikan Kombes Pol Prianto, S.I.K., M.Si.. Sementara Kombes Pol Dhafi, S.I.K., M.Si., menggantikan Kombes Pol Iwan Saktiadi, S.I.K., M.H., M.Si. sebagai Kasubdit SIM.

Usai dilantik, Kombes Pol Dhafi langsung menyampaikan kebijakan strategis terkait pengembangan layanan SIM Online yang merupakan bagian dari program SIM Nasional Presisi.

“Saat ini layanan perpanjangan SIM A dan SIM C secara online baru tersedia di 54 Satpas. Kami menargetkan ekspansi layanan ini hingga mencakup 154 Satpas di seluruh Indonesia,” jelas Kombes Dhafi.

Langkah ini sejalan dengan transformasi digital yang diusung Polri, dalam rangka mewujudkan pelayanan publik yang modern, efisien, dan transparan.

Masyarakat kini bisa mengakses layanan SIM dengan lebih mudah tanpa harus datang langsung ke kantor Satpas.

Selain layanan online, Ditregident juga terus mengembangkan inovasi lain seperti layanan SIM Keliling untuk menjangkau masyarakat di daerah terpencil dan wilayah padat penduduk.

Lebih lanjut, Kombes Dhafi menyebut bahwa, layanan SIM Korlantas akan segera terintegrasi dengan platform INA Digital, yaitu sistem layanan publik nasional berbasis teknologi yang dicanangkan oleh pemerintah pusat.

“Integrasi ini akan mempercepat proses penerbitan dan perpanjangan SIM, serta mendorong terciptanya ekosistem layanan publik yang terintegrasi dan akuntabel,” tambahnya.

Sebagai alumni Akpol angkatan 1997 dan mantan Dirlantas Polda Jambi, Kombes Dhafi menekankan pentingnya peningkatan kualitas SDM dan kesiapan teknis di seluruh Satpas agar mampu mendukung sistem digitalisasi pelayanan SIM secara optimal.

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif memanfaatkan layanan digital yang telah tersedia.

Inovasi SIM Digital: Korlantas Polri Luncurkan Layanan SIM Online Terintegrasi INA Digital

“Kami ingin masyarakat merasakan langsung manfaat dari SIM Nasional Presisi. Dengan dukungan teknologi digital, prosesnya kini lebih cepat, mudah, dan transparan,” tutupnya.(*)




Kronologi Tenggelamnya Harto Sukarno di Sungai Lagan, Pencarian Berlangsung Hingga Malam

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Hingga pukul 22.30 WIB, Selasa 15 April 2025, korban tenggelam di Sungai Lagan, Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjab Timur  belum juga ditemukan.

Tim SAR dan warga setempat terus melakukan pencarian intensif.

Korban yang diketahui bernama Harto Sukarno, berusia sekitar 58 tahun, dilaporkan tenggelam di Sungai Lagan sekitar pukul 16.35 WIB.

Awalnya, seorang warga menemukan perahu korban yang sedang membawa rumput pakan ternak hanyut di aliran Sungai Lagan, dekat dengan kantor desa.

Perahu tersebut ditemukan tanpa ada pemiliknya.

Menurut pantauan Jambi Independent di lokasi kejadian, ratusan warga terlihat memadati sekitar lokasi kejadian.

Beberapa warga setempat turut serta dalam upaya pencarian menggunakan perahu dan alat penerangan.

Selain itu, Tim SAR yang datang malam ini juga telah melakukan pencarian dengan menggunakan perahu karet bersama pihak TNI dan Polri.

Harto Sukarno, warga Dusun Suka Maju, RT 004, RW 001, Desa Suka Maju, diduga tenggelam setelah terpeleset dari perahunya saat sedang mencari rumput di sekitar aliran Sungai Lagan.

Menurut keterangan keluarga, korban tidak memiliki riwayat penyakit kronis, meskipun pada saat itu, korban belum makan namun hal tersebut biasa dilakukan korban saat bekerja.

Sungai Lagan yang memiliki arus cukup deras dan ketinggian air yang meningkat saat ini dipenuhi oleh rumput liar di bagian tengahnya.

Selain itu, sejumlah warga juga mengungkapkan bahwa di sekitar aliran sungai ini terdapat buaya liar berukuran besar yang sering terlihat.

Perahu korban telah ditambatkan dan dipasang police line sebagai barang bukti.

Dari penuturan warga, kemungkinan korban terpeleset dari perahu yang ia gunakan untuk membawa rumput, yang menyebabkan ia jatuh dan tenggelam di Sungai Lagan.

Sungai Lagan Tanjab Timur: Pencarian Korban Tenggelam Masih Berlangsung, Diduga Terpeleset dari Perahu

Proses pencarian korban oleh Tim SAR dan pihak berwenang terus berlanjut hingga saat ini. Pihak keluarga berharap agar korban segera ditemukan dalam keadaan selamat.(*)




Diduga Tenggelam, Warga Geragai Hilang Saat Mencari Rumput di Sungai Lagan

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Seorang warga Desa Suka Maju, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilaporkan hilang saat mencari rumput di sekitar aliran Sungai Lagan, Senin sore (14/4/2025).

Korban diketahui bernama Harto Sukarno (58), warga Dusun Suka Maju, RT 004, RW 001.

Informasi hilangnya korban pertama kali diketahui saat warga melihat perahu milik korban hanyut dengan muatan rumput, namun tanpa keberadaan pemiliknya.

Kepala Desa Suka Maju, Didik Budi Cahyanto, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut lokasi perahu korban ditemukan sekitar 50 meter dari jembatan dekat Kantor Desa Suka Maju.

“Kejadiannya sore tadi. Ada warga yang sedang memperbaiki perahu di bawah jembatan Sungai Lagan melihat perahu korban hanyut, tapi korban tidak ada. Setelah dicek, perahu tersebut benar milik Harto Sukarno yang biasa digunakan untuk mencari rumput ternak,” jelas Kades.

Pihak keluarga juga menyatakan tidak mengetahui keberadaan korban sejak sore. Dugaan sementara, korban tenggelam di aliran Sungai Lagan Suka Maju.

Proses pencarian terhadap korban telah dilakukan sejak sore hari dan masih berlangsung hingga malam pukul 18.50 WIB.

Warga bersama aparat desa masih melakukan penyisiran sambil menunggu kedatangan Tim SAR.

“Kami masih melakukan pencarian bersama warga. Tim SAR juga sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk membantu pencarian,” tambah Kades Didik.

Sementara itu, Kapolsek Geragai, Iptu Budi Sitinjak, juga membenarkan adanya laporan warga hilang tersebut.

Ia menyatakan bahwa anggota Polsek, Babinsa, dan masyarakat telah dikerahkan untuk membantu pencarian menggunakan perahu dan alat lainnya.

“Upaya pencarian terus dilakukan dengan menyisir aliran sungai di sekitar lokasi. Mudah-mudahan korban segera ditemukan,” ujar Kapolsek.(*)