Kabar Gembira Nasabah Pinjaman BRI Muara Bungo, Setor Angsuran Kini Bisa Lewat Agen BRILink Terdekat

MUARABUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabar gembira bagi nasabah pinjaman Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Muara Bungo.

Kini, nasabah tidak perlu lagi datang langsung ke kantor bank untuk melakukan pembayaran angsuran pinjaman. Pembayaran dapat dilakukan melalui agen BRILink terdekat yang tersebar di berbagai wilayah.

Petugas BRILink Muara Bungo, Rizalul Fikri, mengatakan layanan ini memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya nasabah yang memiliki keterbatasan waktu atau tinggal jauh dari kantor bank.

Menurutnya, ada sejumlah alasan mengapa masyarakat semakin memilih melakukan pembayaran angsuran pinjaman melalui agen BRILink.

Salah satunya adalah faktor jarak. Keberadaan agen BRILink di lingkungan tempat tinggal masyarakat membuat nasabah lebih mudah melakukan pembayaran tanpa harus mengeluarkan biaya transportasi untuk pergi ke kantor bank.

Selain itu, agen BRILink juga menawarkan waktu pelayanan yang lebih fleksibel.

Sejumlah agen melayani transaksi mulai pukul 07.00 hingga 21.00 WIB, bahkan pada hari libur, sehingga nasabah memiliki lebih banyak pilihan waktu untuk membayar angsuran.

Kemudahan lainnya adalah proses transaksi yang praktis. Nasabah cukup menyampaikan informasi yang diperlukan, melakukan pembayaran, kemudian menerima struk sebagai bukti transaksi.

Pembayaran melalui agen BRILink juga dapat dilakukan bersamaan dengan aktivitas sehari-hari.

Misalnya, ketika berbelanja kebutuhan rumah tangga di warung yang menjadi agen BRILink, masyarakat sekaligus dapat membayar angsuran pinjaman.

Dari sisi keamanan, transaksi pembayaran dilakukan melalui sistem resmi BRILink yang terhubung secara daring dengan sistem perbankan BRI.

Bukti transaksi berupa struk diberikan kepada nasabah sebagai tanda pembayaran.

Menariknya, kemudahan ini juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang tidak memiliki rekening BRI, selama jenis pembayaran pinjaman tersebut didukung oleh layanan agen BRILink.

Untuk melakukan pembayaran, nasabah disarankan membawa uang sesuai jumlah angsuran dan menyiapkan nomor rekening atau informasi pinjaman yang diperlukan.

Melalui layanan ini, BRI Cabang Muara Bungo berharap masyarakat semakin mudah memenuhi kewajiban pembayaran angsuran, sekaligus menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Dengan memanfaatkan agen BRILink terdekat, pembayaran pinjaman kini menjadi lebih praktis, fleksibel, dan mudah dijangkau oleh masyarakat.(*)




Bitcoin Terancam Merah Dua Bulan Beruntun, Peluang Rebound Masih Terbuka?

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Harga Bitcoin (BTC) menghadapi potensi penurunan bulanan kedua berturut-turut pada Oktober 2026. Meski terkoreksi 4,10% sejak awal bulan, sejumlah indikator teknikal, perilaku investor, dan kondisi makroekonomi masih memberikan harapan bagi prospek jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Laporan internal FLOQ, mengidentifikasi empat sinyal yang masih mendukung prospek positif Bitcoin. Namun, indikator tersebut belum memastikan bahwa harga telah mencapai titik terendah.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi harga perlu dilihat bersama indikator pasar lainnya untuk memahami arah pergerakan Bitcoin.

“Penurunan harga tidak selalu berarti tren jangka panjang telah berakhir. Namun, investor juga tidak sebaiknya terburu-buru menyimpulkan bahwa pasar sudah mencapai titik terendah. Penting untuk melihat apakah tekanan jual mulai mereda dan Bitcoin mampu mempertahankan level harga penting,” ucap Yudho.

Empat Sinyal yang Menopang Prospek Bitcoin

Sinyal pertama berasal dari analisis teknikal. Bitcoin tercatat diperdagangkan di sekitar US$79.935, atau sekitar 5% di atas rata-rata pergerakan harga 50 minggu yang berada di US$75.812. Level ini menjadi salah satu indikator untuk menilai apakah tren jangka panjang Bitcoin masih bertahan.

Kedua, pergerakan dana institusional menunjukkan gambaran yang beragam. Posisi net long manajer aset pada kontrak berjangka Bitcoin di CME turun sekitar 57% dari periode ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya. Namun, ETF Bitcoin spot Amerika Serikat dilaporkan telah menambah sekitar 87.000 BTC sejak titik terendah harga pada Juni 2026.

Ketiga, data on-chain menunjukkan perubahan perilaku investor. Glassnode mencatat sekitar 70% suplai Bitcoin milik pemegang jangka pendek masih berada dalam posisi untung, lebih rendah dibandingkan akhir September. Sementara itu, Santiment melaporkan jumlah dompet Bitcoin nonkosong berkurang sekitar 30.000 sejak 16 Oktober. Kondisi ini dapat mengindikasikan berkurangnya minat sebagian investor ritel, meski belum cukup untuk memastikan tekanan jual telah berakhir.

Keempat, kondisi fiskal Amerika Serikat turut menjadi perhatian. Utang pemerintah federal AS mencapai US$40,44 triliun pada 20 Oktober 2026, dengan defisit anggaran tahun fiskal 2026 sebesar US$1,99 triliun. Dalam jangka panjang, kekhawatiran terhadap inflasi dan daya beli mata uang fiat dapat memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset dengan suplai terbatas. Namun, faktor ini tidak secara otomatis mendorong kenaikan harga dalam waktu dekat.

Menurut Yudho, keempat indikator tersebut perlu dibaca secara bersamaan, bukan dijadikan dasar tunggal untuk mengambil keputusan investasi.

“Prospek Bitcoin dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari struktur harga, arus dana institusional, perilaku investor, hingga kebijakan ekonomi global. Ketika beberapa indikator mulai membaik, itu bisa menjadi sinyal yang perlu dicermati, tetapi konfirmasi dari pergerakan pasar tetap penting,” jelasnya.

November Jadi Penentu Momentum Berikutnya

Secara historis, November cenderung menjadi bulan positif bagi Bitcoin. Data CoinGlass yang menunjukkan Bitcoin mencatatkan kenaikan pada sekitar 63% bulan November sejak 2010, dengan median kenaikan sebesar 10,26%.

Namun, pola tersebut tidak selalu berlaku setelah Oktober berakhir negatif. Dalam lima tahun ketika Bitcoin mengalami penurunan pada Oktober, harga hanya naik pada dua November berikutnya. Pada tahun sebelumnya, penurunan 3,95% pada Oktober bahkan diikuti koreksi 17,49% pada November.

Dalam jangka pendek, Santiment menilai penurunan berkelanjutan di bawah US$79.000 dapat menunda konfirmasi terbentuknya dasar harga. Sebaliknya, kenaikan kembali di atas US$82.500 dapat memperkuat indikasi pemulihan.

“Bitcoin masih memiliki sejumlah indikator yang mendukung prospek jangka panjang, tetapi risiko koreksi tetap ada. Investor perlu memperhatikan kemampuan harga bertahan di area dukungan serta perkembangan kondisi makroekonomi sebelum menilai apakah momentum pemulihan benar-benar terbentuk,” tutup Yudho.

Tentang FLOQ

FLOQ adalah platform perdagangan aset digital yang berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). FLOQ berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman investasi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh masyarakat. Dengan fokus pada inovasi, edukasi, serta kepatuhan terhadap regulasi, FLOQ bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekosistem aset digital di Indonesia. FLOQ memiliki komunitas aktif dengan lebih dari 250.000 followers yang tersebar di tujuh platform media sosial, didukung oleh lebih dari 25.000 anggota komunitas aktif. FLOQ juga berkomitmen untuk meningkatkan literasi dan edukasi aset digital melalui FLOQ Akademi yang dapat diakses secara gratis oleh pengguna maupun masyarakat umum. Hingga saat ini, FLOQ telah mencatat lebih dari 1,8 juta pengguna terdaftar dan lebih dari 2 juta unduhan aplikasi. Platform ini mendukung lebih dari 100 aset digital dan terus berfokus pada pengembangan ekosistem serta kolaborasi strategis untuk menghadirkan manfaat nyata bagi pengguna di era ekonomi digital.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Kick Off Sportartcular, Semarakkan Peringatan HUT ke-31 BRI

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam kegiatan Kick Off Sportartcular yang diselenggarakan di Kantor Pusat BRI sebagai bagian dari rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-31 BRI. Kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun semangat kebersamaan, mempererat solidaritas, serta menumbuhkan budaya hidup sehat di lingkungan pekerja BRI.

Rombongan kontingen BRI Region 6 dipimpin langsung oleh Hendra Winata selaku Regional Chief Executive Officer (RCEO) BRI Region 6. Kehadiran kontingen BRI Region 6 menunjukkan antusiasme dan dukungan terhadap rangkaian kegiatan Sportartcular yang mengedepankan semangat sportivitas, kekompakan, dan kolaborasi ant pekerja BRI.

Melalui kegiatan ini, BRI Region 6 berkomitmen untuk terus mendukung terciptanya lingkungan kerja yang sehat, aktif, dan harmonis. Sportartcular tidak hanya menjadi ajang untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang olahraga, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan ant pekerja serta menanamkan nilai-nilai kerja sama dan semangat kompetisi yang positif.

Partisipasi BRI Region 6 dalam Kick Off Sportartcular ini diharapkan dapat menjadi awal yang baik dalam menyemarakkan rangkaian peringatan HUT ke-31 BRI. Dengan semangat BRILiaN, seluruh pekerja diharapkan terus menjaga kekompakan, menjunjung tinggi sportivitas, serta memperkuat sinergi untuk mendukung pencapaian kinerja dan kemajuan BRI.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES




BRI Region 6 Berpartisipasi dalam Ajang Jakarta Financial Festival 2026

JAKARTA,SEPUCUKJAMBI.ID – BRI Region 6 turut berpartisipasi dalam ajang Jakarta Financial Festival 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem keuangan digital dan peningkatan inklusi keuangan di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Hendra Winata selaku Regional CEO BRI Region 6 hadir mewakili BRI untuk menerima penghargaan Anugerah Digitalisasi Pasar Inklusif 4.0 – Kategori Digitalisasi Keuangan Terbaik 3.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya BRI dalam mendukung transformasi digital di sektor keuangan, khususnya dalam mendorong pemanfaatan layanan keuangan digital yang semakin mudah diakses oleh masyarakat. Melalui berbagai inovasi dan pengembangan layanan, BRI terus berkomitmen memperluas akses keuangan serta mendukung terciptanya ekosistem transaksi yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Partisipasi BRI Region 6 dalam Jakarta Financial Festival 2026 juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen BRI dalam menghadirkan solusi keuangan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pelaku usaha. Digitalisasi diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam bertransaksi, meningkatkan efisiensi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui pemanfaatan layanan keuangan yang semakin terintegrasi.

Penerimaan penghargaan ini menjadi motivasi bagi BRI Region 6 untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan memperkuat implementasi transformasi digital. Dengan semangat BRILiaN, BRI Region 6 berkomitmen untuk terus menghadirkan inovasi, memperluas inklusi keuangan, serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110




Sumpah Pemuda 2026, Bupati Anwar Sadat Tekankan Patriotisme dan Kepedulian Generasi Muda

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID — Bupati Tanjung Jabung Barat Anwar Sadat menekankan pentingnya patriotisme, kegigihan, dan kepedulian sosial dalam membentuk generasi muda yang mampu menghadapi tantangan zaman.

Pesan tersebut mengemuka dalam upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di halaman Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Rabu 28 Oktober 2026.

Mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, peringatan tahun ini mengingatkan kembali bahwa semangat persatuan tidak cukup diwujudkan melalui slogan.

Generasi muda juga perlu menerjemahkannya menjadi tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat dan pembangunan daerah.

Dalam upacara tersebut, Anwar Sadat bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Amanat tersebut menyoroti peran karakter manusia dalam menentukan kemajuan bangsa.

Pembangunan tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, teknologi, dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membutuhkan generasi yang memiliki integritas, daya juang, dan kepedulian terhadap sesama.

Pesan utama peringatan Sumpah Pemuda tahun ini menempatkan tiga nilai sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda, yakni patriotisme, kegigihan, dan empati.

Patriotisme tidak sebatas mencintai tanah air melalui ucapan atau simbol. Nilai tersebut perlu terlihat melalui pengabdian, tanggung jawab, dan kontribusi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, kegigihan mendorong pemuda untuk tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan maupun kesulitan.

Adapun empati menuntut generasi muda untuk memahami persoalan orang lain dan bersedia membantu masyarakat yang membutuhkan.

Ketiga nilai tersebut saling berkaitan. Semangat berjuang perlu berjalan bersama kepedulian, sedangkan kemajuan harus tetap memperhatikan nilai kemanusiaan.

Dalam amanat yang dibacakan Bupati, generasi muda juga mendapat dorongan untuk terus menuntut ilmu, mengembangkan kemampuan, menghasilkan karya, serta berani mengambil tanggung jawab dalam berbagai bidang kehidupan.

Bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat, momentum Sumpah Pemuda menjadi pengingat pentingnya mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi penonton dalam pembangunan.

Pemuda memiliki peluang untuk mengambil peran melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kegiatan sosial, dan berbagai inisiatif yang menjawab kebutuhan masyarakat.

Namun, upaya membangun generasi muda juga membutuhkan dukungan lingkungan.

Pemerintah, keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu membuka ruang agar anak muda dapat mengembangkan potensi sekaligus belajar bertanggung jawab.

Peringatan tahunan ini karena itu dapat menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan kepemudaan, memperluas kesempatan berkarya, dan mendorong keterlibatan generasi muda dalam kegiatan yang memberi manfaat bagi daerah.

Upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Satuan Polisi Pamong Praja, pemadam kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Perhubungan, aparatur sipil negara, Resimen Mahasiswa, Pramuka, pelajar, hingga kelompok paduan suara.

Sejumlah pejabat turut menghadiri kegiatan tersebut, antara lain Komandan Kodim 0419/Tanjab Letkol Inf. Zulhiardi, Kapolres Tanjung Jabung Barat AKBP Ramadhanil, Ketua DPRD Hamdani, Ketua Pengadilan Agama Kuala Tungkal Sri Rizki Dwi Putri, serta Sekretaris Daerah Hermansyah.

Perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan, Gabungan Organisasi Wanita, dan undangan lainnya juga hadir dalam upacara tersebut.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia membutuhkan generasi yang mampu menjaga persatuan, menghadapi tantangan dengan kegigihan, dan menempatkan kepedulian sosial sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Semangat tersebut diharapkan tidak berhenti setelah upacara selesai, tetapi terus tumbuh melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata pemuda bagi Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan Indonesia.(*)




Wabup Murison Pimpin Upacara Sumpah Pemuda 2026, Lima Pemuda Kerinci Terima Penghargaan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Kerinci tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat semangat persatuan, tetapi juga ajang apresiasi bagi generasi muda yang menorehkan prestasi.

Wakil Bupati Kerinci H. Murison memimpin upacara peringatan tersebut di halaman Kantor Bupati Kerinci, Rabu 28 Oktober 2026.

Dalam kegiatan yang mengusung tema “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia” itu, pemerintah daerah menyerahkan piagam penghargaan kepada lima pemuda berprestasi, yakni Randi Pitora, Lukyana Azmia Putri, Zaidatul Adawiyah, Arya Geni Permana, dan Marsa Higro Pratiwi.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas capaian mereka dalam berbagai ajang kepemudaan, mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.

Pemberian penghargaan dalam peringatan Sumpah Pemuda menjadi salah satu upaya untuk mendorong generasi muda terus mengembangkan potensi dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Prestasi para pemuda tersebut juga menunjukkan pentingnya ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengalaman, serta membawa nama Kabupaten Kerinci dalam berbagai bidang.

Meski demikian, pengembangan potensi pemuda membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Akses pendidikan, pembinaan, kesempatan berkompetisi, dan ruang untuk berinovasi menjadi bagian penting agar prestasi tidak berhenti pada pencapaian individu, tetapi turut memberi manfaat bagi masyarakat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda mengingatkan generasi muda agar terus menjaga persatuan, memiliki kegigihan dalam menghadapi tantangan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Nilai-nilai tersebut relevan bagi pemuda Kerinci dalam menghadapi perubahan zaman,” kata dia.

Generasi muda tidak hanya perlu meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi, tetapi juga mengambil bagian dalam kehidupan sosial serta pembangunan daerah.

“Semangat patriotisme dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata, sedangkan kegigihan tercermin dari kemauan untuk terus belajar dan bangkit menghadapi kesulitan,” tegasnya.

Adapun empati mendorong pemuda untuk peka terhadap persoalan di lingkungan sekitarnya.

Peringatan Sumpah Pemuda ke-98 ini menjadi pengingat bahwa persatuan dan kemajuan daerah membutuhkan keterlibatan berbagai generasi.

Pemuda memiliki ruang untuk berkontribusi melalui pendidikan, kreativitas, inovasi, kegiatan sosial, maupun bidang lain sesuai kemampuan masing-masing.

“Dengan semangat persatuan dan dukungan terhadap potensi generasi muda, Kabupaten Kerinci diharapkan dapat terus melahirkan pemuda yang berprestasi, berkarakter, dan mampu memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah serta Indonesia,” tuutpnya.(*)




Sumpah Pemuda 2026, Wali Kota Alfin Salurkan Sembako dan Apresiasi Pemuda Berprestasi

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kota Sungai Penuh diisi dengan penyaluran bantuan sembako bagi masyarakat yang membutuhkan dan pemberian penghargaan kepada pemuda berprestasi.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin menyerahkan bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) serta piagam penghargaan tersebut di halaman Kantor Wali Kota Sungai Penuh, Rabu 28 Oktober 2026.

Kegiatan ini menggabungkan kepedulian sosial dengan apresiasi terhadap kontribusi generasi muda bagi daerah.

Bantuan sembako ditujukan kepada masyarakat yang membutuhkan, sedangkan penghargaan diberikan kepada pemuda yang dinilai telah menunjukkan dedikasi, kreativitas, dan prestasi.

Dalam kegiatan tersebut, Alfin didampingi Sekretaris Daerah Sungai Penuh Alpian, pimpinan DPRD, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran BAZNAS Kota Sungai Penuh.

Penyaluran bantuan menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah bersama BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, pemberian penghargaan diharapkan dapat mendorong pemuda terus mengembangkan kemampuan dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda juga menjadi pengingat bagi generasi muda untuk tidak berhenti mengejar prestasi, tetapi turut mengambil peran dalam pembangunan Kota Sungai Penuh.

Wali Kota Alfin mengajak pemuda meningkatkan kapasitas diri, mengembangkan potensi, serta memanfaatkan peluang untuk berkarya dan berinovasi.

Ia berharap generasi muda Sungai Penuh tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, memiliki daya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dorongan tersebut sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda yang menempatkan persatuan dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa sebagai nilai penting bagi generasi penerus.

Penyerahan bantuan sembako dan penghargaan pemuda menghadirkan dua pesan dalam peringatan Sumpah Pemuda tahun ini, pentingnya kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan dan perlunya ruang apresiasi bagi generasi muda yang berprestasi.

Dukungan terhadap pemuda tidak hanya melalui penghargaan, tetapi juga perlu diwujudkan lewat kesempatan mengembangkan keterampilan, akses pendidikan, ruang kreativitas, serta keterlibatan dalam berbagai program pembangunan daerah.

Di sisi lain, bantuan sosial dapat memberikan dukungan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Agar manfaatnya berkelanjutan, kolaborasi pemerintah daerah, BAZNAS, dan berbagai unsur masyarakat juga perlu terus diperkuat.

Melalui momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98, Pemerintah Kota Sungai Penuh berharap semangat persatuan, kepedulian sosial, dan kreativitas generasi muda dapat tercermin dalam tindakan nyata untuk mendorong kemajuan daerah.(*)




Kebakaran Ruko di Jambi Timur Telan Korban Jiwa, Polisi Selidiki Penyebabnya

JAMBI — Kebakaran melanda Toko Berkah Jaya di Jalan Raden Pamuk, RT 03, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, Kota Jambi, Selasa 27 Oktober 2026 sore.

Api menghanguskan ruko dua lantai beserta seluruh isinya dan menewaskan seorang karyawati toko.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Petugas menemukan korban di dalam bak kamar mandi di lantai bawah ruko setelah berjibaku memadamkan api bersama warga.

Polisi kemudian mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jambi untuk menjalani pemeriksaan medis dan proses identifikasi sesuai prosedur.

Kerugian akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.

Nilai itu mencakup bangunan ruko berukuran 5 x 16 meter beserta barang dagangan berupa sembako dan kebutuhan kelontong yang hangus terbakar.

Peristiwa bermula ketika warga sekitar melihat kepulan asap tebal dari Toko Berkah Jaya.

Salah seorang saksi berusaha masuk melalui ruko di sebelah lokasi dan menjebol pintu lantai dua.

Namun, api sudah membesar dan asap tebal memenuhi bagian dalam bangunan sehingga upaya tersebut tidak membuahkan hasil.

Personel piket Polsek Jambi Timur yang menerima laporan segera mendatangi lokasi.

Bersama warga, petugas berupaya melakukan pemadaman awal sembari menunggu bantuan pemadam kebakaran.

Enam unit mobil Pemadam Kebakaran Kota Jambi tiba sekitar pukul 17.00 WIB. Petugas Damkar, personel kepolisian, dan warga kemudian bekerja sama menjinakkan api.

Petugas berhasil memadamkan api sekitar pukul 18.00 WIB. Mereka melanjutkan proses pendinginan untuk mencegah munculnya kembali titik api.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol. Ananto Herlambang bersama Kapolsek Jambi Timur dan personel gabungan turut mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penanganan kebakaran berjalan aman.

Setelah pemadaman selesai, polisi mengamankan lokasi dan memasang garis polisi.

Satreskrim Polresta Jambi kini menyelidiki penyebab kebakaran dan berencana berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan.

Hingga informasi ini disusun, polisi belum mengungkap penyebab pasti munculnya api.

Karena itu, dugaan mengenai sumber kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.

Peristiwa tersebut kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama di bangunan usaha yang menyimpan barang dagangan dalam jumlah besar.

Melalui Kasi Humas, Kapolresta Jambi mengimbau masyarakat untuk memeriksa kondisi instalasi listrik, memastikan kompor dan sumber api dalam keadaan aman, serta segera melaporkan potensi kebakaran kepada kepolisian atau petugas pemadam kebakaran terdekat.

Polisi masih mendalami peristiwa yang menewaskan karyawati tersebut, termasuk penyebab kebakaran dan kondisi di dalam bangunan saat api mulai membesar.(*)




Biaya Klaim JKN Jambi Rp1,22 Triliun, Iuran Hanya Rp917 Miliar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Biaya pelayanan kesehatan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di Provinsi Jambi mencapai Rp1,22 triliun hingga September 2026.

Pada periode yang sama, penerimaan iuran tercatat sekitar Rp917 miliar, sehingga rasio klaim di wilayah tersebut mencapai 133,72 persen.

Data BPJS Kesehatan mencatat realisasi biaya pelayanan kesehatan sebesar Rp1.226.156.540.298. Sementara itu, penerimaan iuran hanya sekitar Rp917 miliar.

Perbandingan tersebut menunjukkan biaya pelayanan yang tercatat di Jambi lebih besar daripada penerimaan iuran di wilayah yang sama.

Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam pengelolaan program JKN, terutama ketika biaya pelayanan kesehatan terus meningkat.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum, dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jenal M Sambas, memaparkan data tersebut dalam kegiatan Media Gathering Provinsi Jambi 2026, Selasa 27 Oktober 2026.

Menurut data yang disampaikan, biaya pelayanan kesehatan rata-rata meningkat sekitar 16,43 persen per tahun.

Kenaikan itu mencakup pelayanan di fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjutan.

Meski demikian, rasio klaim di tingkat daerah tidak otomatis menggambarkan kondisi keuangan JKN secara nasional.

Program ini memiliki mekanisme pembiayaan dan pengelolaan dana yang lebih luas daripada perbandingan penerimaan iuran dan biaya pelayanan di satu provinsi.

Di tengah peningkatan biaya pelayanan, BPJS Kesehatan juga menghadapi tantangan untuk meningkatkan keaktifan peserta.

Hingga September 2026, jumlah peserta JKN di Provinsi Jambi mencapai 3.758.134 jiwa atau 95,28 persen dari total penduduk sebanyak 3.944.226 jiwa.

Namun, tingginya cakupan tersebut belum sepenuhnya diikuti keaktifan peserta. BPJS Kesehatan mencatat hanya 2.873.433 peserta yang berstatus aktif atau 72,85 persen.

Artinya, terdapat kesenjangan antara jumlah penduduk yang telah terdaftar dan jumlah peserta yang berstatus aktif.

Kondisi ini membuat peningkatan keaktifan menjadi pekerjaan penting bagi penyelenggara JKN bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya.

Kabupaten Tebo mencatat tingkat keaktifan terendah di Provinsi Jambi, yakni 57,35 persen. Sebaliknya, Kabupaten Sarolangun mencatat angka tertinggi sebesar 83,31 persen.

Dari sisi cakupan kepesertaan, empat kabupaten/kota telah mencapai Universal Health Coverage (UHC) di atas 98 persen, yaitu Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Kota Jambi, dan Kabupaten Sarolangun.

Data tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan memperluas pendaftaran peserta belum otomatis menjamin seluruh peserta mempertahankan status aktifnya.

BPJS Kesehatan perlu mendorong peningkatan keaktifan bersama pemerintah daerah, badan usaha, dan masyarakat.

Upaya tersebut juga penting untuk memastikan peserta memahami kewajiban kepesertaan serta mekanisme pembayaran iuran sesuai segmen masing-masing.

Tingkat keaktifan peserta JKN di Jambi sebesar 72,85 persen masih berada di bawah target nasional dalam RPJMN 2025–2029, yakni 83,5 persen pada 2029.

Untuk mengejar target tersebut, BPJS Kesehatan mendorong sejumlah langkah, mulai dari validasi data peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) hingga peningkatan kepatuhan badan usaha dalam memenuhi kewajiban pendaftaran dan pembayaran iuran pekerja.

BPJS Kesehatan juga menyoroti pentingnya perlindungan bagi keluarga pekerja penerima upah penyelenggara negara.

Selain itu, rekonsiliasi iuran bersama pemerintah daerah untuk peserta Pekerja Bukan Penerima Upah yang didaftarkan pemerintah daerah (PBPU Pemda) menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan kepesertaan.

Langkah tersebut membutuhkan koordinasi lintas sektor agar data peserta lebih akurat, kewajiban iuran berjalan sesuai ketentuan, dan perlindungan kesehatan dapat menjangkau masyarakat yang memenuhi persyaratan.

Selain pembiayaan dan keaktifan peserta, pola penyakit yang memanfaatkan layanan JKN turut menjadi perhatian.

Data BPJS Kesehatan menunjukkan hipertensi atau tekanan darah tinggi menjadi salah satu kasus rawat jalan terbanyak di Provinsi Jambi, dengan 67.224 kasus.

Sementara itu, diabetes melitus tercatat sebanyak 44.715 kasus.

Kedua penyakit tersebut menjadi sasaran Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Program ini membantu peserta mengendalikan penyakit melalui pemantauan kesehatan dan pengelolaan kondisi secara berkelanjutan.

Penguatan upaya promotif dan preventif menjadi penting untuk mendukung kualitas hidup pasien sekaligus mengurangi risiko komplikasi yang membutuhkan penanganan lebih kompleks.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala, kepatuhan menjalani pengobatan, pengendalian faktor risiko, dan perubahan pola hidup dapat menjadi bagian dari upaya mengelola penyakit kronis.

Sementara itu, kasus persalinan dan infeksi usus mendominasi pelayanan rawat inap berdasarkan data yang dipaparkan dalam forum tersebut.

Angka-angka itu menunjukkan pentingnya menjaga mutu layanan kesehatan sekaligus memperkuat pencegahan penyakit.

Namun, jumlah kasus yang tinggi tidak dengan sendirinya membuktikan penyebab kenaikan biaya pelayanan.

Untuk mengetahui kontribusi masing-masing penyakit terhadap pembiayaan, diperlukan rincian biaya berdasarkan diagnosis dan jenis layanan.

Untuk menjaga keberlanjutan JKN, BPJS Kesehatan mendorong peningkatan kualitas pengajuan klaim dan pencegahan kecurangan atau fraud dalam penyelenggaraan layanan kesehatan.

BPJS Kesehatan juga menekankan pentingnya dukungan fasilitas kesehatan yang memadai agar peserta tetap memperoleh pelayanan sesuai kebutuhan medis.

Jenal M. Sambas menegaskan bahwa keberlanjutan program JKN membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, fasilitas kesehatan, dan masyarakat memiliki peran sesuai kewenangan masing-masing.

Kolaborasi tersebut mencakup perbaikan data kepesertaan, kepatuhan pembayaran iuran, penguatan layanan kesehatan, serta pengawasan terhadap proses pengajuan klaim.

Dengan cakupan kepesertaan yang mencapai 95,28 persen, tantangan JKN di Jambi kini tidak hanya menyangkut perluasan perlindungan, tetapi juga peningkatan keaktifan peserta dan pengelolaan biaya pelayanan.

Ke depan, keberhasilan program ini membutuhkan keseimbangan antara akses layanan, mutu pelayanan, kepatuhan kepesertaan, dan pengendalian pembiayaan.

Transparansi data serta evaluasi berkala diperlukan agar kebijakan yang diambil benar-benar menjawab persoalan di lapangan dan menjaga perlindungan kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.(*)




BPJS Kesehatan Kejar 83,5 Persen Peserta JKN Aktif pada 2030, Gandeng CSR hingga Baznas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — BPJS Kesehatan memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, perusahaan, dan lembaga sosial untuk meningkatkan jumlah peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Upaya ini mendukung target pemerintah mencapai tingkat keaktifan peserta sebesar 83,5 persen pada akhir 2030.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi, Wahyu Aji Anindhiyo Satriojati, mengatakan pencapaian target tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

BPJS Kesehatan tidak hanya mendorong masyarakat mendaftar, tetapi juga mengupayakan agar peserta mempertahankan status kepesertaan aktif.

Menurut Wahyu, pemerintah pusat telah menetapkan tahapan pencapaian target JKN untuk periode 2026–2030.

Karena itu, BPJS Kesehatan memperkuat koordinasi dengan pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial untuk memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.

“Target yang telah ditetapkan pemerintah pusat hingga 2030 mencakup peningkatan kepesertaan dan keaktifan peserta JKN. Pada akhir 2030, peserta aktif ditargetkan mencapai 83,5 persen. Untuk mewujudkannya, tentu BPJS Kesehatan tidak bisa bergerak sendiri, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak,” ujar Wahyu.

Salah satu langkah yang menjadi perhatian BPJS Kesehatan ialah meningkatkan kepatuhan badan usaha dalam mendaftarkan pekerjanya sebagai peserta JKN.

Kewajiban ini mencakup perusahaan swasta, badan usaha milik negara (BUMN), hingga badan usaha milik daerah (BUMD).

Selain memenuhi kewajiban terhadap pekerja, perusahaan juga dapat berkontribusi membantu masyarakat kurang mampu melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Menurut Wahyu, dukungan tersebut dapat membantu warga di sekitar wilayah operasional perusahaan memperoleh perlindungan kesehatan melalui program JKN, sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

“Badan usaha memiliki peran penting, bukan hanya mendaftarkan pekerjanya, tetapi juga dapat memanfaatkan dana CSR untuk membantu masyarakat sekitar agar mendapatkan perlindungan kesehatan melalui program JKN,” jelasnya.

Skema ini membuka peluang bagi dunia usaha untuk mengambil bagian dalam perluasan perlindungan kesehatan.

Namun, dukungan CSR tidak menggantikan kewajiban perusahaan untuk mendaftarkan pekerja sesuai ketentuan JKN.

BPJS Kesehatan Cabang Jambi juga menjalin komunikasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) terkait kemungkinan dukungan pembayaran iuran bagi masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi.

Wahyu menjelaskan, lembaga sosial dan badan pengelola zakat dapat berperan membantu masyarakat yang kesulitan membayar iuran secara mandiri.

“Kami juga pernah berkoordinasi dengan Baznas. Mereka memiliki alokasi khusus untuk membantu masyarakat kurang mampu, termasuk yang mengalami kesulitan dalam pembayaran iuran JKN. Dukungan seperti ini sangat dibutuhkan,” katanya.

Meski demikian, masyarakat tetap perlu memastikan persyaratan penerima bantuan serta mekanisme pembayaran melalui lembaga yang berwenang.

Tidak semua peserta otomatis memperoleh bantuan iuran hanya karena mengalami kesulitan ekonomi.

Selain menggandeng Baznas, BPJS Kesehatan bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya dokumen kependudukan.

Wahyu menilai, data identitas yang lengkap membantu proses administrasi kepesertaan dan mempermudah masyarakat mengakses layanan JKN sesuai ketentuan.

“Kami juga bekerja sama dengan Dukcapil untuk membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya memiliki identitas kependudukan. Dengan administrasi yang lengkap, masyarakat akan lebih mudah mendapatkan jaminan kesehatan,” ungkapnya.

Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah II BPJS Kesehatan, Jenal M Sambas, turut menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menjaga keberlanjutan program JKN.

Menurutnya, peningkatan jumlah peserta perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga status kepesertaan tetap aktif.

Dengan begitu, masyarakat dapat mempertahankan perlindungan kesehatan melalui program JKN sesuai ketentuan kepesertaan.

Edukasi mengenai manfaat, kewajiban pembayaran iuran, dan mekanisme kepesertaan juga memegang peran penting.

Pemahaman tersebut diharapkan mendorong masyarakat menjaga status kepesertaan, bukan hanya mendaftar ketika membutuhkan layanan kesehatan.

Meski demikian, pencapaian target 83,5 persen pada akhir 2030 masih membutuhkan kerja bersama.

Pemerintah daerah, perusahaan, lembaga sosial, dan masyarakat perlu mengambil peran sesuai kewenangan masing-masing.

Dalam keterangan yang disampaikan, BPJS Kesehatan Cabang Jambi belum mencantumkan angka terbaru tingkat keaktifan peserta khusus wilayah Jambi maupun besaran kontribusi yang telah terealisasi dari program bantuan CSR dan Baznas.

Data tersebut penting untuk mengukur perkembangan capaian di daerah secara lebih terukur.

BPJS Kesehatan berharap penguatan kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dan lembaga sosial dapat memperluas akses masyarakat terhadap perlindungan kesehatan.

Upaya tersebut juga diharapkan menjaga keberlanjutan kepesertaan JKN hingga target nasional pada 2030.(*)