Mau Jemput Keluarga di Bandara Jambi? Cek 10 Jadwal Kedatangan Pesawat Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penjemput yang berencana menyambut keluarga, kerabat, atau rekan bisnis di Bandara Sultan Thaha Jambi perlu memperhatikan jadwal kedatangan pesawat pada Kamis 15 Oktober 2026.

Berdasarkan data jadwal yang tersedia, terdapat 10 penerbangan yang dijadwalkan tiba di Kota Jambi, dengan sejumlah kedatangan terkonsentrasi pada sore hingga malam hari.

Kepadatan jadwal mulai terlihat pukul 17.00 WIB. Pada rentang waktu tersebut, penerbangan dari Jakarta, Batam, dan sejumlah rute lainnya dijadwalkan tiba secara berdekatan.

Dua penerbangan Garuda Indonesia bahkan memiliki jadwal kedatangan dengan selisih hanya 25 menit, yakni GA 126 pada pukul 19.20 WIB dan GA 128 pada pukul 19.45 WIB.

Kondisi ini perlu menjadi perhatian penjemput agar dapat memperkirakan waktu perjalanan menuju bandara dan menghindari waktu tunggu yang terlalu lama.

Jadwal Lengkap Kedatangan Pesawat di Bandara Jambi

Berikut daftar 10 penerbangan yang dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Waktu Maskapai Nomor penerbangan Asal
06.20 WIB Super Air Jet IU 842 Jakarta (CGK)
07.45 WIB Susi Air SI 7219 Dabo Singkep (DSB)
10.25 WIB Susi Air SI 7222 Kerinci (KRC)
17.00 WIB Citilink QG 964 Jakarta (CGK)
17.20 WIB Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK)
17.30 WIB Super Air Jet IU 973 Batam (BTH)
18.40 WIB Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK)
19.20 WIB Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK)
19.45 WIB Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK)
20.20 WIB Citilink QG 966 Jakarta (CGK)

Catatan: Jadwal di atas mengacu pada data yang diberikan dan bukan konfirmasi status penerbangan secara langsung.

Tujuh Penerbangan Dijadwalkan Tiba Sore hingga Malam

Dari total 10 penerbangan, tujuh dijadwalkan mendarat mulai pukul 17.00 hingga 20.20 WIB.

Rentang waktu ini menjadi periode yang perlu diperhatikan oleh penjemput karena beberapa pesawat memiliki jadwal kedatangan yang berdekatan.

Pada pukul 17.00 WIB, Citilink QG 964 dari Jakarta membuka rangkaian kedatangan sore.

Dua penerbangan berikutnya dijadwalkan tiba pada pukul 17.20 WIB dan 17.30 WIB, masing-masing Batik Air ID 6804 dari Jakarta dan Super Air Jet IU 973 dari Batam.

Jadwal berlanjut dengan kedatangan Batik Air ID 6806 pada pukul 18.40 WIB. Setelah itu, dua penerbangan Garuda Indonesia dijadwalkan tiba pada pukul 19.20 WIB dan 19.45 WIB.

Citilink QG 966 dari Jakarta menjadi penerbangan terakhir dalam daftar jadwal tersebut, dengan estimasi kedatangan pukul 20.20 WIB.

Meski jadwal kedatangan berdekatan, tingkat kepadatan terminal dan area penjemputan tetap bergantung pada kondisi operasional aktual serta jumlah penumpang yang tiba.

Penerbangan Pagi Layani Rute Dabo Singkep dan Kerinci

Selain rute utama dari Jakarta dan Batam, jadwal kedatangan pada Kamis pagi juga mencakup penerbangan Susi Air dari Dabo Singkep dan Kerinci.

Susi Air SI 7219 dari Dabo Singkep dijadwalkan tiba pukul 07.45 WIB. Sementara itu, Susi Air SI 7222 dari Kerinci dijadwalkan mendarat pukul 10.25 WIB.

Kedua rute tersebut menunjukkan konektivitas udara Jambi dengan sejumlah daerah lain.

Penjemput yang menggunakan informasi jadwal ini sebaiknya tetap mengonfirmasi waktu kedatangan kepada maskapai, terutama jika memiliki agenda lanjutan setelah penumpang tiba.

Penjemput Diimbau Mengecek Status Penerbangan

Jadwal kedatangan dapat berubah karena cuaca, kondisi teknis pesawat, lalu lintas udara, atau faktor operasional lainnya.

Karena itu, penjemput sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal awal ketika menentukan waktu berangkat ke bandara.

Periksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai atau Bandara Sultan Thaha Jambi sebelum melakukan perjalanan.

Pastikan nomor penerbangan, asal keberangkatan, dan estimasi waktu tiba sesuai dengan informasi terbaru.

Penjemput juga perlu memperhitungkan waktu perjalanan menuju bandara, kondisi lalu lintas, serta aturan parkir yang berlaku.

Datang terlalu awal dapat memperpanjang waktu tunggu, sedangkan kedatangan yang terlalu mepet berisiko membuat penjemput terlambat menyambut penumpang.

Dengan memeriksa jadwal dan status penerbangan secara berkala, penjemput dapat mengatur waktu dengan lebih efisien.

Informasi penting: Daftar ini merupakan jadwal yang tersedia untuk Kamis, 15 Oktober 2026. Jadwal tersebut tidak menjamin seluruh penerbangan tiba tepat waktu.

Pastikan informasi terbaru melalui maskapai atau pengelola Bandara Sultan Thaha Jambi sebelum berangkat.(*)




Kapolda Jambi Ingatkan Anggota Jangan Sakiti Hati Masyarakat, Tegaskan Integritas Polri

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kapolda Jambi, Irjen Pol. Drs. Widodo, S.H., M.H. mengingatkan seluruh personel Polda Jambi agar tidak menyalahgunakan kewenangan dan tidak merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Pesan tersebut ia sampaikan saat memimpin apel pagi di lapangan hitam Mapolda Jambi, Kamis 15 Oktober 2026.

Dalam arahannya, Widodo menekankan pentingnya integritas, disiplin, profesionalisme, dan pelayanan yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Setiap personel harus senantiasa menjaga integritas, meningkatkan disiplin, dan bekerja secara profesional. Jangan menyalahgunakan kewenangan, jangan menyakiti hati masyarakat, serta jangan pernah mengkhianati kepercayaan yang diberikan kepada kita,” tegas Widodo.

Apel tersebut turut dihadiri Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto, S.I.K., M.Si., Irwasda Polda Jambi, pejabat utama Polda Jambi, kapolres jajaran, serta personel Polda Jambi.

Kapolda Tekankan Integritas, Bukan Sekadar Jabatan

Widodo mengingatkan bahwa menjadi anggota Polri bukan sekadar mengejar jabatan, pangkat, atau penghargaan.

Menurutnya, setiap personel harus menempatkan pengabdian kepada masyarakat sebagai landasan utama dalam menjalankan tugas.

Ia meminta anggota memahami tanggung jawab masing-masing, mematuhi aturan, dan menjaga profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas.

Penyalahgunaan kewenangan, menurut pesan yang ia tekankan, bertentangan dengan amanah kepolisian untuk menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi masyarakat.

Penekanan tersebut menempatkan integritas sebagai tanggung jawab setiap anggota, bukan sekadar slogan dalam kegiatan kedinasan.

Jangan Hanya Hadir dalam Kegiatan Seremonial

Kapolda Jambi juga menyoroti pentingnya kehadiran polisi yang memberikan dampak nyata.

Ia mengingatkan agar personel tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjawab kebutuhan masyarakat melalui pelayanan, perlindungan, dan komunikasi yang baik.

“Polri harus benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat hanya melihat kehadiran kita dalam kegiatan seremonial, tetapi ketika membutuhkan bantuan, pelayanan, dan perlindungan, justru tidak merasakan manfaatnya. Bangun komunikasi, dengarkan keluhan masyarakat, dan berikan pelayanan yang profesional, adil, serta humanis,” ujarnya.

Arahan tersebut menegaskan bahwa kualitas pelayanan kepolisian perlu terlihat dari cara anggota menangani keluhan, memberikan bantuan, serta menyelesaikan persoalan masyarakat secara profesional dan adil.

Minta Perubahan Terlihat dalam Hasil Kerja

Widodo turut meminta jajarannya membuktikan perubahan melalui tindakan dan hasil kerja, bukan hanya pernyataan.

Ia mendorong setiap personel bekerja berdasarkan fakta, data, evaluasi, dan solusi.

“Saya tidak menuntut perubahan hanya dalam kata-kata. Saya ingin melihat perubahan dalam sikap, perilaku, cara bekerja, dan hasil pelaksanaan tugas. Kita harus bekerja berdasarkan fakta, data, evaluasi, dan solusi. Setiap pimpinan satuan harus mampu menilai hasil kerja anggotanya secara objektif dan berani melakukan perbaikan,” kata Widodo.

Ia juga meminta pimpinan satuan mengevaluasi kinerja anggota secara objektif dan melakukan perbaikan ketika menemukan kekurangan.

Pendekatan tersebut diharapkan mendorong peningkatan kualitas pelaksanaan tugas serta pelayanan kepolisian kepada masyarakat.

Soliditas Harus Sejalan dengan Ketaatan pada Hukum

Selain integritas dan pelayanan, Kapolda mengajak seluruh personel menjaga soliditas dan kerja sama di lingkungan Polda Jambi.

Ia meminta anggota saling mendukung dalam menjalankan tugas, sekaligus menjaga loyalitas kepada institusi, hukum, dan kepentingan masyarakat.

Widodo mengingatkan bahwa loyalitas tidak boleh menjadi alasan untuk membenarkan kesalahan. Setiap anggota tetap harus berpegang pada aturan dan tanggung jawab profesional.

Menutup arahannya, Kapolda mengajak seluruh personel menjaga semangat pengabdian serta membangun Polda Jambi yang profesional, berintegritas, responsif, dan semakin dipercaya masyarakat.

“Pegang teguh integritas dan laksanakan tugas dengan ikhlas, serta buktikan pengabdian melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya.

Pesan tersebut menempatkan kepercayaan publik sebagai hal penting yang perlu dijaga melalui perilaku anggota, penegakan hukum yang profesional, serta pelayanan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(*)




Kabut Asap Ganggu Operasional Penerbangan, Super Air Jet IU 842 Kembali ke Bandara Asal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabut asap dan perubahan jarak pandang mengganggu operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis 15 Oktober 2026.

Super Air Jet dengan nomor penerbangan IU 842 dari Jakarta melakukan Return to Base (RTB) atau kembali ke bandara asal setelah jarak pandang di bandara tujuan tercatat hanya 1.200 meter.

Pesawat tersebut dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 06.25 WIB.

Kondisi jarak pandang yang berubah-ubah menjadi salah satu faktor yang memengaruhi operasional penerbangan pada Kamis pagi.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan pihak bandara terus memantau perkembangan jarak pandang untuk memastikan operasional penerbangan berjalan sesuai prosedur keselamatan.

“Perubahan jarak pandang menjadi perhatian dalam operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi. Kami terus memantau kondisi di lapangan dan mengutamakan keselamatan dalam setiap keputusan operasional,” ujar Ikhsan.

Jarak Pandang Sempat Turun hingga 700 Meter

Berdasarkan data pemantauan pada Kamis pagi, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi mengalami fluktuasi dalam rentang waktu sekitar dua setengah jam.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.300 meter. Angka tersebut turun menjadi 1.200 meter pada pukul 06.30 WIB dan bertahan hingga pukul 07.00 WIB.

Jarak pandang kembali meningkat menjadi 1.300 meter pada pukul 07.30 WIB.

Namun, kondisi memburuk pada pukul 08.00 WIB ketika jarak pandang turun hingga 700 meter. Pada pukul 08.30 WIB, jarak pandang kembali meningkat menjadi 1.200 meter.

Perubahan tersebut menunjukkan kondisi visibilitas di bandara belum stabil.

Karena itu, maskapai dan pengelola bandara perlu terus mempertimbangkan kondisi aktual dalam menjalankan operasional penerbangan.

Dua Pesawat Tetap Berangkat pada Pagi Hari

Di tengah fluktuasi jarak pandang, dua pesawat yang sebelumnya bermalam di bandara atau Remain Overnight (RON) tetap melanjutkan penerbangan sesuai jadwal operasional pagi.

Batik Air ID 6807 dengan tujuan Jakarta lepas landas pada pukul 06.08 WIB. Selanjutnya, Super Air Jet IU 974 tujuan Batam berangkat pada pukul 06.43 WIB.

Pada periode keberangkatan tersebut, jarak pandang tercatat sekitar 1.300 meter.

Perbedaan keputusan operasional setiap penerbangan bergantung pada kondisi aktual dan pertimbangan keselamatan yang berlaku.

Karena itu, perubahan jarak pandang dapat memengaruhi penerbangan secara berbeda.

Penumpang Diminta Memantau Status Penerbangan

Ikhsan mengimbau calon penumpang agar memantau informasi terbaru melalui maskapai masing-masing, terutama di tengah perubahan kondisi jarak pandang yang dapat memengaruhi jadwal penerbangan.

“Kami mengimbau calon penumpang untuk memeriksa status penerbangan melalui maskapai masing-masing dan mengikuti informasi resmi yang tersedia. Keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Calon penumpang juga sebaiknya memastikan jadwal keberangkatan sebelum menuju bandara untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan operasional.

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi masih memerlukan pemantauan berkala.

Pembaruan informasi dari pihak bandara dan maskapai menjadi penting agar penumpang dapat menyesuaikan rencana perjalanan berdasarkan kondisi terbaru.(*)




Arah Angin Menuju Jambi, Warga Waspadai Potensi Asap Makin Pekat Siang Ini

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Warga Kota Jambi perlu mewaspadai potensi memburuknya kondisi udara pada Kamis 15 Oktober 2026 siang.

Arah angin yang mengarah ke Provinsi Jambi memunculkan kekhawatiran terhadap masuknya asap, sementara Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi pada Kamis 15 Oktober 2026, pagi telah mencapai 357 atau masuk kategori berbahaya.

Data dalam laporan menunjukkan ISPU naik dari 270 pada Rabu sore menjadi 357 pada Kamis 15 Oktober 2026 pagi.

Kenaikan 87 poin tersebut menjadi sinyal serius di tengah potensi pergerakan asap menuju wilayah Jambi.

Informasi arah angin yang merujuk pada aplikasi SiPongi menunjukkan pergerakan angin ke Provinsi Jambi.

Jika angin membawa asap dari wilayah terdampak kebakaran, kondisi itu berpotensi menambah beban pencemaran udara.

Namun, arah angin saja belum memastikan bahwa asap akan semakin pekat di seluruh Kota Jambi pada siang hari.

“Dengan perkembangan angka ISPU dan informasi arah angin menuju Provinsi Jambi, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan memburuknya kualitas udara,” kata Kalak BPBD Kota Jambi, Doni Sumatriadi.

“Kami mengimbau warga mengurangi aktivitas di luar ruangan jika tidak mendesak, terutama apabila kondisi udara semakin dipenuhi asap. Masyarakat juga perlu mengikuti informasi resmi dan memberikan perhatian lebih kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki gangguan pernapasan,” imbaunya.

Angka ISPU 357 menempatkan kualitas udara Kota Jambi dalam kategori berbahaya berdasarkan klasifikasi ISPU nasional.

Kondisi tersebut menuntut kewaspadaan masyarakat, terutama jika pemantauan berikutnya menunjukkan kualitas udara terus memburuk.

Kombinasi angka ISPU yang tinggi dan arah angin menuju Provinsi Jambi membuat perkembangan kondisi udara pada siang hari perlu mendapat perhatian.

Meski demikian, kepastian mengenai peningkatan kepekatan asap masih membutuhkan data pemantauan terbaru dan informasi meteorologi yang lebih terperinci.

Masyarakat sebaiknya tidak menunggu asap terlihat semakin tebal untuk mulai mengurangi paparan udara tercemar.

Warga Diminta Mengurangi Aktivitas di Luar Rumah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Warga yang harus keluar rumah perlu menggunakan pelindung pernapasan yang sesuai dan menghindari aktivitas fisik berat di luar ruangan.

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan atau penyakit jantung perlu mendapat perhatian lebih.

Sekolah, tempat kerja, dan penyelenggara kegiatan luar ruangan juga perlu mempertimbangkan kondisi udara sebelum menjalankan aktivitas.

Warga sebaiknya memantau pembaruan ISPU dari sumber resmi, terutama jika muncul bau asap menyengat, iritasi mata, batuk, atau sesak napas.

Hingga ada pembaruan data yang mengonfirmasi kondisi tersebut, asap yang semakin pekat pada Kamis 15 Oktober 2026 siang masih merupakan potensi, bukan kepastian.

Namun, dengan ISPU yang sudah mencapai 357, warga perlu meningkatkan kewaspadaan dan membatasi paparan udara tercemar.(*)




ISPU Kota Jambi Tembus 359, Udara Masuk Kategori Berbahaya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kualitas udara di Kota Jambi memburuk tajam.

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) pada Kamis pagi 15 Okotber 2026 mencapai 359, naik 89 poin dibandingkan angka 270 yang tercatat pada Rabu 14 Oktober 2026 sore.

Angka tersebut masuk kategori berbahaya dan menjadi sinyal serius bagi warga untuk membatasi paparan udara tercemar.

“Lonjakan ini memunculkan kekhawatiran terhadap potensi paparan asap di Kota Jambi dan wilayah sekitarnya,” kata Kalak BPBD Kota Jambi, Doni Sumtriadi, Kamis 15 Oktober 2026.

Namun, masyarakat tetap perlu membedakan antara data kualitas udara yang terukur di suatu titik dan perkiraan pergerakan asap berdasarkan arah angin.

Informasi arah angin yang merujuk pada aplikasi SiPongi dalam bahan laporan menunjukkan pergerakan angin menuju wilayah Provinsi Jambi.

Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, tetapi belum cukup untuk memastikan wilayah mana yang akan mengalami paparan paling tinggi.

Data meteorologi dan pemantauan kualitas udara terbaru tetap diperlukan untuk memperjelas perkembangan situasi.

Perubahan angka ISPU dari 270 menjadi 357 menunjukkan kenaikan sekitar 32 persen dibandingkan pengukuran sebelumnya.

Kenaikan ini mempertegas memburuknya kualitas udara dalam rentang waktu pengamatan tersebut.

“Dalam klasifikasi ISPU nasional, angka di atas 300 termasuk kategori berbahaya,” sebutnya,

Kondisi ini menuntut kewaspadaan lebih tinggi karena pencemaran udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok yang sensitif terhadap paparan partikel pencemar.

Meski demikian, angka ISPU perlu dibaca bersama informasi waktu pengukuran, lokasi alat pemantau, dan parameter pencemar yang mendominasi.

Informasi tersebut penting agar masyarakat memahami kondisi udara secara lebih akurat dan tidak hanya bergantung pada satu angka.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk.

Warga yang harus beraktivitas di luar rumah perlu mempertimbangkan perlindungan pernapasan yang sesuai dengan jenis pencemar.

Anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga yang memiliki penyakit pernapasan atau gangguan jantung perlu mendapat perhatian khusus.

Masyarakat juga sebaiknya menghindari olahraga dan aktivitas fisik berat di luar ruangan selama kondisi udara berada pada tingkat berbahaya.

Sekolah, tempat kerja, dan penyelenggara kegiatan luar ruangan perlu mempertimbangkan penyesuaian aktivitas berdasarkan kondisi aktual di lokasi masing-masing.

Warga juga perlu mengikuti pembaruan dari instansi resmi, khususnya jika asap semakin pekat atau muncul keluhan kesehatan.

Lonjakan ISPU ini juga menyoroti pentingnya keterbukaan informasi mengenai kualitas udara.

Pemerintah daerah dan instansi terkait perlu menyampaikan lokasi pengukuran, waktu pembaruan data, perkembangan konsentrasi pencemar, serta langkah mitigasi yang mereka lakukan.

Warga sebaiknya segera mengurangi paparan jika asap semakin pekat atau menimbulkan iritasi mata, batuk, maupun sesak napas.

Jika mengalami sesak napas berat atau gejala yang memburuk, segera cari pertolongan medis.

Angka ISPU 357 menjadi peringatan serius bagi Kota Jambi.

Selain kewaspadaan masyarakat, pembaruan data yang konsisten dan penjelasan terbuka dari pemerintah sangat penting agar warga dapat mengambil langkah perlindungan berdasarkan informasi yang akurat.(*)




Penerbangan ke Jakarta Beruntun Malam Ini, Berikut Jadwal Lengkap dari Bandara Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Calon penumpang yang berangkat dari Bandara Sultan Thaha Jambi perlu mencermati jadwal penerbangan pada Kamis, 15 Oktober 2026.

Berdasarkan data jadwal yang tersedia, terdapat 10 keberangkatan menuju Jakarta, Batam, Kerinci, dan Dabo Singkep, dengan rute Jakarta mendominasi penerbangan pada sore hingga malam hari.

Jadwal tersebut mencakup penerbangan mulai pukul 06.00 WIB hingga 20.50 WIB.

Batik Air membuka rangkaian keberangkatan pagi menuju Jakarta, sedangkan Super Air Jet melayani dua penerbangan ke Batam dalam rentang 30 menit.

Konsentrasi penerbangan menuju Jakarta kembali terlihat pada malam hari.

Garuda Indonesia dan Citilink masing-masing memiliki jadwal keberangkatan pada pukul 20.05 WIB, 20.30 WIB, dan 20.50 WIB.

Kondisi ini membuat calon penumpang perlu memperhatikan waktu keberangkatan yang tercantum pada tiket.

Jadwal Lengkap Keberangkatan Pesawat Bandara Sultan Thaha Jambi

Berikut daftar 10 penerbangan yang tercantum dalam data jadwal untuk Kamis, 15 Oktober 2026.

Waktu Maskapai Nomor Penerbangan Tujuan
06.00 WIB Batik Air ID 6807 Jakarta (CGK)
06.30 WIB Super Air Jet IU 974 Batam (BTH)
07.00 WIB Super Air Jet IU 2974 Batam (BTH)
08.15 WIB Susi Air SI 7223 Kerinci (KRC)
10.55 WIB Susi Air SI 7218 Dabo Singkep (DSB)
17.30 WIB Citilink QG 965 Jakarta (CGK)
18.00 WIB Batik Air ID 6805 Jakarta (CGK)
20.05 WIB Garuda Indonesia GA 127 Jakarta (CGK)
20.30 WIB Garuda Indonesia GA 129 Jakarta (CGK)
20.50 WIB Citilink QG 967 Jakarta (CGK)

Catatan: Jadwal di atas mengikuti data yang tersedia untuk bahan berita ini. Penumpang perlu memeriksa kembali jadwal dan status penerbangan melalui maskapai atau kanal resmi bandara sebelum berangkat.

Jakarta Mendominasi, Lima Penerbangan Tersedia

Jakarta menjadi tujuan dengan jumlah keberangkatan terbanyak dalam daftar tersebut.

Lima penerbangan menuju Bandara Soekarno-Hatta (CGK) berangkat pada pukul 06.00 WIB, 17.30 WIB, 18.00 WIB, 20.05 WIB, dan 20.50 WIB.

Rangkaian ini memberi beberapa pilihan waktu perjalanan bagi penumpang yang menuju ibu kota.

Namun, ketersediaan jadwal tidak otomatis menjamin kursi masih tersedia. Calon penumpang tetap perlu mengecek tiket, harga, dan status penerbangan secara langsung melalui maskapai.

Batam menempati posisi berikutnya dengan dua keberangkatan Super Air Jet pada pukul 06.30 WIB dan 07.00 WIB.

Sementara itu, Susi Air tercantum melayani penerbangan menuju Kerinci pada pukul 08.15 WIB dan Dabo Singkep pada pukul 10.55 WIB.

Perhatikan Jadwal Pagi dan Keberangkatan Malam

Penerbangan pagi berlangsung dalam rentang waktu yang relatif berdekatan.

Batik Air berangkat menuju Jakarta pukul 06.00 WIB, disusul Super Air Jet menuju Batam pada pukul 06.30 WIB dan 07.00 WIB.

Pada malam hari, tiga penerbangan menuju Jakarta tercantum dalam rentang 45 menit, yakni Garuda Indonesia pukul 20.05 WIB dan 20.30 WIB, serta Citilink pukul 20.50 WIB.

Jadwal yang berdekatan ini patut menjadi perhatian calon penumpang.

Meski demikian, data jadwal saja belum cukup untuk memastikan tingkat kepadatan terminal, antrean check-in, ataupun kondisi operasional bandara pada jam-jam tersebut.

Penumpang Rute Kerinci dan Dabo Singkep Perlu Mengecek Ketentuan Maskapai

Calon penumpang menuju Kerinci dan Dabo Singkep perlu memastikan kembali jadwal, lokasi pelaporan, ketentuan bagasi, serta prosedur check-in kepada Susi Air.

Penerbangan dengan pesawat dan layanan berbeda dapat memiliki ketentuan operasional yang tidak sama.

Karena itu, penumpang sebaiknya tidak hanya mengandalkan jam keberangkatan yang tercantum dalam daftar, tetapi juga mengikuti instruksi pada tiket dan informasi resmi maskapai.

Cara Mengecek Status Penerbangan Sebelum Berangkat

Untuk mengurangi risiko tertinggal pesawat, calon penumpang dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  1. Cocokkan nomor penerbangan, tujuan, tanggal, dan waktu keberangkatan dengan tiket.
  2. Periksa status penerbangan melalui aplikasi, situs, atau layanan resmi maskapai.
  3. Pastikan batas waktu check-in dan waktu penutupan gerbang keberangkatan.
  4. Konfirmasi kembali ketentuan pelaporan untuk penerbangan Susi Air.
  5. Pantau pengumuman resmi Bandara Sultan Thaha Jambi melalui kanal informasi bandara.

Penumpang juga sebaiknya mengikuti waktu kedatangan yang dianjurkan maskapai.

Waktu dua jam sebelum keberangkatan dapat menjadi patokan awal untuk perjalanan domestik, tetapi ketentuan spesifik pada tiket dan arahan maskapai tetap menjadi acuan.

Jadwal Bisa Berubah, Cek Informasi Terbaru

Jadwal dalam daftar ini menggambarkan rencana keberangkatan yang tercantum dalam data untuk Kamis, 15 Oktober 2026.

Perubahan operasional, cuaca, maupun kondisi teknis dapat memengaruhi jadwal penerbangan.

Data yang menjadi dasar artikel ini tidak menyertakan konfirmasi waktu nyata mengenai status setiap penerbangan.

Karena itu, penumpang perlu memastikan informasi terbaru sebelum menuju bandara.

Dengan memeriksa jadwal, nomor penerbangan, dan ketentuan check-in sejak awal, calon penumpang dapat menyusun perjalanan dengan lebih terencana dan mengurangi risiko kendala menjelang keberangkatan.(*)




Perkuat Ekosistem Layanan Rumah Sakit, BRI Insurance Hadirkan Medical Malpractice Insurance

TANGERANG, SEPUCUKJAMBI.ID — PT BRI Asuransi Indonesia (BRI Insurance) mendorong penguatan perlindungan risiko di sektor kesehatan melalui partisipasinya dalam Industrial Symposium bertajuk “One BRI Solution for Empowering Healthcare Ecosystem with Strategic Protection, Workforce Resilience and Financial Leaps” yang diselenggarakan di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, Banten, Jumat (9/10).

Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi untuk memperkuat ekosistem layanan kesehatan melalui solusi perlindungan yang menyeluruh, termasuk perlindungan terhadap risiko malpraktik bagi tenaga medis. Inisiatif ini sejalan dengan upaya BRI Group dalam menghadirkan solusi keuangan yang terintegrasi dan relevan dengan kebutuhan berbagai sektor industri.

Group Head Retail Transaction Group BRI, Erin Young, menyampaikan bahwa transformasi perbankan saat ini mendorong BRI untuk menghadirkan layanan yang melampaui kebutuhan transaksi perbankan, termasuk melalui solusi yang mendukung ekosistem industri.

“Perbankan saat ini terus bertransformasi. Layanan yang dihadirkan tidak lagi terbatas pada transaksi, tetapi juga bagaimana BRI dapat memberikan solusi yang menyeluruh bagi berbagai ekosistem. Dalam ekosistem rumah sakit, misalnya, terdapat banyak pihak yang terlibat, tidak hanya dokter dan pasien, tetapi juga tenaga kerja serta berbagai unsur pendukung lainnya. Melalui tema hari ini, BRI Insurance hadir dengan solusi perlindungan untuk membantu mengelola risiko, termasuk risiko malpraktik,” ujar Erin.

Sementara itu, dr. R. Koesmedi Priharto, Sp.OT., M.Kes., menyoroti pentingnya perlindungan bagi tenaga medis dalam menghadapi risiko profesi di tengah tanggung jawab pelayanan kesehatan. Menurutnya, tenaga medis juga perlu mempertimbangkan aspek pengelolaan keuangan, mengingat profesi dokter membutuhkan investasi pendidikan dan pengembangan kompetensi yang berkelanjutan.

“Seorang dokter yang bekerja di klinik dengan penghasilan terbatas tetap harus memikirkan berbagai kebutuhan, termasuk biaya untuk melanjutkan pendidikan. Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis untuk dapat mengelola risiko dan keuangan dengan baik. Saya berharap BRI dapat menghadirkan program perlindungan sekaligus memberikan edukasi agar kami semakin memahami risiko profesi dan cara mengelolanya,” ungkap dr. Koesmedi.

Menjawab kebutuhan tersebut, BRI Insurance menghadirkan Medical Malpractice Insurance dengan tiga nilai utama, yaitu perlindungan asuransi, pendampingan medikolegal dan penanganan kasus, serta program edukasi pengelolaan risiko profesi. Ketiga nilai tersebut dirancang untuk memberikan solusi perlindungan yang tidak hanya berorientasi pada aspek finansial, tetapi juga mendukung pengelolaan risiko profesi tenaga medis secara lebih komprehensif.

Dari sisi perlindungan finansial, Medical Malpractice Insurance memberikan jaminan atas tanggung jawab ganti rugi yang timbul akibat tuntutan pasien atau keluarganya terkait dugaan kelalaian atau kesalahan medis dalam pelaksanaan tugas profesional. Perlindungan ini juga dapat mencakup biaya pembelaan hukum dan penyelesaian tuntutan sepanjang memenuhi syarat, ketentuan, serta batasan pertanggungan yang tercantum dalam polis.

Selain perlindungan finansial, BRI Insurance menghadirkan nilai tambah melalui penanganan kasus untuk mendukung tenaga medis dalam menghadapi potensi tuntutan pasien. Dukungan tersebut mencakup pendampingan dalam proses penyelesaian sengketa sesuai dengan ketentuan yang berlaku, sehingga tenaga medis dapat menghadapi risiko hukum profesi melalui proses yang lebih terarah dan terukur.

Nilai tambah lainnya diwujudkan melalui program edukasi pengelolaan risiko profesi yang berfokus pada peningkatan pemahaman dan kesadaran tenaga medis terhadap potensi risiko dalam praktik pelayanan kesehatan. Melalui pendekatan edukatif dan preventif, BRI Insurance berupaya mendorong penguatan budaya mitigasi risiko, profesionalisme, serta praktik pelayanan medis yang bertanggung jawab.

Direktur Utama BRI Insurance, Budi Legowo, menyampaikan bahwa perlindungan bagi tenaga medis merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem kesehatan yang tangguh dan berkelanjutan. Menurutnya, tenaga medis tidak hanya membutuhkan dukungan dalam menjalankan pelayanan kesehatan, tetapi juga perlindungan terhadap risiko yang melekat pada profesinya.

“BRI Insurance memahami bahwa tenaga medis memiliki tanggung jawab besar dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Melalui Medical Malpractice Insurance, kami ingin menghadirkan solusi perlindungan yang tidak hanya membantu memitigasi risiko finansial, tetapi juga memberikan dukungan melalui pendampingan medikolegal dan edukasi pengelolaan risiko profesi. Kami berharap solusi ini dapat memberikan nilai tambah bagi tenaga medis dalam menghadapi risiko profesinya, sehingga mereka dapat menjalankan praktik secara lebih siap dan berfokus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Budi Legowo.

Melalui Medical Malpractice Insurance, BRI Insurance berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan sektor industri, termasuk sektor kesehatan. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat pengelolaan risiko profesi, mendukung ketahanan tenaga medis, serta memberikan nilai tambah bagi keberlangsungan ekosistem layanan kesehatan di Indonesia.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Cakra Elektrolisis, Teknologi Sterilisasi Air Tambak Karya Anak Bangsa, Mulai Dipercaya Tambak Besar di Pulau Jawa

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI. ID — FisTx Indonesia, perusahaan teknologi akuakultur asal Yogyakarta, mengumumkan bahwa Cakra Elektrolisis, sistem sterilisasi air tambak berbasis elektrokimia yang dirancang sebagai pengganti kaporit, kini beroperasi di empat titik strategis di Pulau Jawa.

Produk karya anak bangsa yang baru diperkenalkan pada awal 2026 ini mulai dipercaya tambak-tambak besar, dan masyarakat dipersilakan datang untuk membuktikan sendiri lewat pengambilan sampel air serta pengecekan kualitas air setelah penggunaan elektrolisis.

Empat Titik Strategis Cakra Elektrolisis di Pulau Jawa

Berikut lokasi Cakra Elektrolisis yang dapat anda jadikan referensi dan perbandingan performa kualitas air dan budidaya setelah proses elektrolisis :

– Jawa bagian timur : Banyuwangi, Pantai Blimbingsari

– Jawa bagian barat : Kota Serang, Banten

– Pantai selatan Jawa : Purworejo, Tambak KSO FisTx

– Pantai utara Jawa (Pantura) : Jepara, PT Ghana Utamadi Dhuniara

Keempat titik ini mewakili kondisi perairan dan pola budidaya yang berbeda-beda di Pulau Jawa, salah satu wilayah penyumbang pasokan udang nasional. Calon pengguna dapat memilih lokasi yang paling dekat dengan tambak atau kantor mereka.

Buktikan Sendiri: Ambil Sampel Air, Cek Kualitasnya

FisTx mengajak petambak, pengelola tambak, dan pemangku kepentingan industri udang untuk tidak sekadar percaya pada klaim. “Jika ingin menguji secara langsung dapat mengambil sampel air di lokasi, lalu memeriksa kualitas air pasca penggunaan elektrolisis melalui laboratorium atau alat uji pilihan mereka,” jelas tim FisTx. Kunjungan dikoordinasikan melalui tim FisTx agar pengambilan sampel berjalan lancar.

“Kepercayaan tambak-tambak di Pulau Jawa terhadap Cakra Elektrolisis menunjukkan bahwa petambak Indonesia kini siap memilih teknologi dalam negeri. Cakra lahir dari kebutuhan nyata di lapangan, sebagai pengganti kaporit yang selama ini harus dibeli dan ditangani berulang di setiap siklus. Kami tidak meminta siapa pun percaya begitu saja. Silakan datang ke lokasi, ambil sampel air, dan buktikan sendiri kualitasnya,” ujar Rico Wisnu Wibisono, CEO FisTx Indonesia

Mengapa sterilisasi air tambak semakin penting

Industri udang nasional sedang didorong tumbuh. Dirjen Perikanan Budidaya KKP menyebut pada April 2026 produksi udang nasional berada di kisaran lebih dari 1 juta ton, dengan target sekitar 2 juta ton per tahun. Dari sisi ekspor, nilai ekspor udang Indonesia pada Januari–September 2025 mencapai sekitar US$1,4 miliar atau naik 17,5% dibanding tahun sebelumnya, dengan Amerika Serikat sebagai tujuan terbesar (63,1%).

Seiring budidaya yang makin intensif, kualitas air dan biosecurity menjadi fondasi utama. Selama ini kaporit menjadi pilihan umum untuk sterilisasi air, namun pemakaiannya berarti membeli, mengangkut, menyimpan, dan menangani bahan kimia secara berulang di setiap siklus. Cakra Elektrolisis hadir sebagai alternatif tanpa kaporit.

Cakra Elektrolisis alam sistem FDS

Cakra Elektrolisis merupakan bagian dari FDS (FisTx Disinfectan System) bersama Baskara UV dan Nano Disinfektan. Dalam ajang FARM 2026 di Swissôtel Jakarta PIK Avenue pada 29 September 2026, demo cara kerja Cakra Elektrolisis menjadi daya tarik utama booth FisTx di hadapan lebih dari 350 pengunjung yang sebagian besar adalah teknisi dan pemilik tambak udang.

Sebagai gambaran data lapangan, pada salah satu Kolam B7 (Tambak Area Banyuwangi – Pantai Blimbingsari) yang menerapkan Cakra Elektrolisis, hasil panen siklus pertama (periode Juli 2026) mencatat total panen 9.501 kg pada luasan 5.000 m² dengan DOC 80, FCR 1,21, dan SR 82%.

Spesifikasi Disesuaikan Kondisi Tiap Tambak

Setiap tambak memiliki luasan, sumber air, salinitas, dan pola operasional yang berbeda. Karena itu, FisTx selalu menyarankan calon pengguna berkonsultasi dengan tim teknologi FisTx untuk mendapatkan spesifikasi Cakra Elektrolisis yang sesuai kondisi lapangan sehingga performanya maksimal.

Tentang FisTx Indonesia

FisTx Indonesia (PT Aditya Inovasi Makmur) adalah perusahaan teknologi akuakultur yang berbasis di Yogyakarta. FisTx menghadirkan solusi terlengkap bagi budidaya perikanan, mulai dari teknologi sterilisasi air, nutrisi ikan dan udang, desain dan konstruksi kolam, pendampingan budidaya, hingga pelatihan dan kemitraan.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Psikologi dan Manajemen Risiko: Aryasatya Wishnutama Tekankan Manusia di Sektor Energi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Industri energi selama ini identik dengan investasi bernilai besar, teknologi, serta kompleksitas operasional. Namun, di balik berbagai keputusan strategis perusahaan, terdapat satu faktor yang tidak kalah penting, yakni manusia.

Hal tersebut menjadi perhatian Aryasatya Wishnutama, President Director PT Indelberg Global Energy, yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman profesional lintas disiplin, mulai dari psikologi industri dan organisasi, psikologi militer, hingga manajemen risiko di sektor minyak dan gas bumi.

Berbekal pendidikan Magister Psikologi dengan keahlian di bidang Psikologi Industri dan Organisasi, Aryasatya pernah berdinas di Dinas Psikologi Angkatan Darat. Ia kemudian melanjutkan karier di industri migas dan menduduki posisi Risk & Management Director pada salah satu perusahaan migas nasional.

Pengalaman tersebut membentuk perspektif kepemimpinannya, terutama dalam melihat hubungan antara perilaku manusia, pengambilan keputusan, dan risiko bisnis.

Faktor Manusia dalam Pengambilan Keputusan Bisnis

Di tengah dinamika industri energi yang semakin kompleks, perusahaan dituntut mampu membaca perubahan pasar, mengelola investasi, serta mengantisipasi risiko operasional dan finansial.

Namun, menurut Aryasatya, efektivitas strategi perusahaan juga sangat dipengaruhi oleh kualitas manusia yang menjalankannya.

Baca Juga : https://voicejogja.com/sabda-tanpa-lisan-thatwa-tan-tinulis/

“Perusahaan sering kali berfokus pada risiko finansial, operasional, dan perubahan pasar. Padahal, di balik berbagai risiko tersebut terdapat faktor manusia. Bagaimana seseorang berpikir, menilai situasi, dan mengambil keputusan akan sangat memengaruhi kualitas pengelolaan risiko perusahaan,” ujar Aryasatya.

Dalam perspektif psikologi organisasi, keputusan bisnis tidak selalu lahir dari pertimbangan rasional semata. Bias kognitif, tekanan pekerjaan, dinamika kelompok, hingga karakter kepemimpinan turut memengaruhi cara individu dan organisasi mengambil keputusan.

Karena itu, penguatan manajemen risiko perlu berjalan seiring dengan pembangunan budaya organisasi yang sehat, komunikasi yang terbuka, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Pengalaman Psikologi Militer dan Perspektif Kepemimpinan

Pengalaman Aryasatya di Dinas Psikologi Angkatan Darat menjadi bagian penting dalam perjalanan profesionalnya.

Lingkungan organisasi militer memiliki karakteristik yang menuntut disiplin, kesiapan mental, ketepatan penilaian, serta kemampuan bekerja dalam struktur organisasi yang kompleks.

Pengalaman tersebut memberikan perspektif mengenai pentingnya memahami karakter individu, dinamika kelompok, dan efektivitas kepemimpinan.

“Pemimpin tidak cukup hanya memahami strategi bisnis. Ia juga perlu memahami manusia yang menjalankan strategi tersebut. Kemampuan membaca karakter, membangun kepercayaan, dan menempatkan individu sesuai kompetensinya merupakan bagian penting dari efektivitas organisasi,” kata Aryasatya.

Menurutnya, pemahaman terhadap perilaku manusia memiliki relevansi dalam dunia korporasi, khususnya ketika organisasi menghadapi tekanan, perubahan, dan tuntutan pencapaian kinerja.

Manajemen Risiko Bukan Sekadar Sistem dan Prosedur

Perjalanan karier Aryasatya kemudian berlanjut ke industri minyak dan gas bumi hingga menduduki jabatan Risk & Management Director pada sebuah perusahaan migas nasional.

Pengalaman tersebut memperluas perspektifnya mengenai hubungan antara pengambilan keputusan manajerial, tata kelola perusahaan, dan pengendalian risiko bisnis.

Baca Juga : https://voicejogja.com/bale-tjarakan-menyelami-suwung/

Industri migas memiliki karakteristik risiko yang kompleks, mulai dari volatilitas harga energi, keselamatan operasional, kepatuhan terhadap regulasi, hingga ketidakpastian investasi.

Dalam kondisi tersebut, keberadaan sistem pengendalian risiko yang baik harus didukung oleh perilaku organisasi yang konsisten.

“Manajemen risiko bukan sekadar dokumen, matriks, atau prosedur pengendalian. Sistem yang baik tetap membutuhkan manusia yang memiliki kesadaran risiko, integritas, dan keberanian untuk mengambil keputusan secara bertanggung jawab,” jelasnya.

Aryasatya menilai bahwa budaya sadar risiko perlu menjadi bagian dari perilaku organisasi sehari-hari, bukan hanya kewajiban administratif.

Pendekatan tersebut berkaitan dengan konsep human factors dalam manajemen risiko, yang menempatkan perilaku, kompetensi, komunikasi, dan kondisi kerja sebagai elemen penting dalam menjaga keandalan organisasi.

Kepemimpinan Strategis di Tengah Ketidakpastian Industri Energi

Kini, sebagai President Director PT Indelberg Global Energy, Aryasatya menghadapi tanggung jawab kepemimpinan dalam sektor bisnis yang dipengaruhi dinamika ekonomi global, perubahan geopolitik, dan kebutuhan energi.

Menurutnya, perusahaan perlu memiliki kemampuan mengidentifikasi peluang sekaligus mengelola risiko secara disiplin.

Kepemimpinan strategis tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menentukan arah bisnis, tetapi juga membangun organisasi yang siap menjalankan keputusan secara efektif.

“Pertumbuhan bisnis harus dibangun di atas fondasi organisasi yang kuat. Kita membutuhkan strategi yang tepat, pengelolaan risiko yang disiplin, dan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi serta integritas. Ketiganya harus berjalan bersama,” ungkap Aryasatya.

Ia memandang kualitas sumber daya manusia, tata kelola, dan kemampuan adaptasi organisasi sebagai aspek penting dalam menghadapi ketidakpastian bisnis.

Masa Depan Industri Energi Membutuhkan Kepemimpinan yang Memahami Manusia

Di tengah perkembangan teknologi, digitalisasi, dan meningkatnya kompleksitas bisnis, faktor manusia tetap memiliki peran penting dalam menentukan keberhasilan organisasi.

Teknologi membantu perusahaan memperoleh informasi dan meningkatkan efisiensi. Sistem manajemen membantu mengendalikan proses. Namun, manusia tetap berperan dalam menafsirkan informasi, menetapkan prioritas, dan mengambil keputusan strategis.

Bagi Aryasatya, tantangan kepemimpinan masa depan terletak pada kemampuan mengintegrasikan kemajuan teknologi, ketajaman strategi, dan pemahaman terhadap perilaku manusia.

“Pada akhirnya, keputusan strategis selalu memiliki dimensi manusia. Perusahaan yang ingin bertahan dan berkembang harus mampu membangun kualitas kepemimpinan, budaya organisasi, dan kesadaran risiko secara bersamaan,” tuturnya.

Dengan latar belakang psikologi industri dan organisasi, pengalaman di lingkungan psikologi militer, serta rekam jejak manajemen risiko di sektor migas, Aryasatya Wishnutama membawa perspektif lintas disiplin dalam kepemimpinan bisnis energi.

Perjalanan profesionalnya memperlihatkan relevansi ilmu perilaku manusia dalam dunia korporasi, khususnya pada industri yang menuntut ketepatan pengambilan keputusan, disiplin pengelolaan risiko, dan orientasi strategis jangka panjang.

Profil Singkat Aryasatya Wishnutama

Aryasatya Wishnutama merupakan President Director PT Indelberg Global Energy. Ia memiliki latar belakang pendidikan Magister Psikologi dengan bidang keahlian Psikologi Industri dan Organisasi.

Sebelumnya, ia pernah berdinas di Dinas Psikologi Angkatan Darat dan menjabat sebagai Risk & Management Director pada perusahaan migas nasional.

Pengalaman profesionalnya mencakup bidang psikologi organisasi, kepemimpinan, manajemen risiko, dan pengelolaan bisnis energi.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Penerbangan Jakarta–Jambi Didominasi Sore dan Malam, Cek Jam Kedatangannya

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sebanyak delapan penerbangan dari Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026.

Seluruh penerbangan dalam daftar tersebut berasal dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), dengan jadwal kedatangan mulai pukul 16.20 WIB hingga 19.45 WIB.

Super Air Jet menjadi maskapai dengan jadwal kedatangan paling awal pada sore hari melalui penerbangan IU 840 pukul 16.20 WIB.

Selanjutnya, Citilink QG 964 dijadwalkan tiba pukul 17.00 WIB.

Perhatian tertuju pada pukul 17.20 WIB, ketika Batik Air ID 6804 dan Super Air Jet IU 842 tercatat memiliki jadwal kedatangan yang sama.

Setelah itu, penerbangan berlanjut hingga malam melalui Citilink, Batik Air, dan Garuda Indonesia.

Informasi ini penting bagi keluarga, kerabat, maupun pihak lain yang berencana menjemput penumpang di bandara.

Namun, waktu dalam daftar merupakan jadwal yang tersedia dan bukan konfirmasi waktu pendaratan aktual setiap pesawat.

Daftar Jadwal Kedatangan Pesawat di Bandara Sultan Thaha Jambi

Berikut rincian delapan jadwal kedatangan pesawat dari Jakarta pada Rabu, 14 Oktober 2026.

Waktu kedatangan Maskapai Nomor penerbangan Asal
16.20 WIB Super Air Jet IU 840 Jakarta (CGK)
17.00 WIB Citilink QG 964 Jakarta (CGK)
17.20 WIB Batik Air ID 6804 Jakarta (CGK)
17.20 WIB Super Air Jet IU 842 Jakarta (CGK)
18.25 WIB Citilink QG 960 Jakarta (CGK)
18.40 WIB Batik Air ID 6806 Jakarta (CGK)
19.20 WIB Garuda Indonesia GA 126 Jakarta (CGK)
19.45 WIB Garuda Indonesia GA 128 Jakarta (CGK)

Jadwal tersebut mencakup empat maskapai, yaitu Super Air Jet, Citilink, Batik Air, dan Garuda Indonesia.

Seluruh penerbangan menghubungkan Jakarta dengan Jambi melalui rute yang tercantum dalam data kedatangan.

Dua Penerbangan Dijadwalkan Tiba Pukul 17.20 WIB

Salah satu waktu yang perlu diperhatikan penjemput adalah pukul 17.20 WIB.

Pada waktu tersebut, Batik Air melalui penerbangan ID 6804 dan Super Air Jet melalui penerbangan IU 842 tercatat memiliki jadwal kedatangan yang sama.

Kedua penerbangan berasal dari Jakarta. Meski jadwalnya bertepatan, waktu pendaratan aktual dapat berbeda sesuai kondisi operasional masing-masing pesawat.

Penjemput sebaiknya mencocokkan nomor penerbangan dengan informasi yang diterima dari penumpang.

Cara ini membantu menghindari kekeliruan, terutama ketika beberapa penerbangan memiliki jadwal kedatangan berdekatan.

Selain itu, penjemput perlu memperhitungkan waktu bagi penumpang untuk turun dari pesawat, mengambil bagasi, dan keluar menuju area penjemputan. Waktu tersebut dapat berbeda untuk setiap penerbangan.

Kedatangan Berlanjut hingga Pukul 19.45 WIB

Setelah dua penerbangan yang dijadwalkan tiba pukul 17.20 WIB, Citilink QG 960 dijadwalkan mendarat pukul 18.25 WIB. Batik Air ID 6806 menyusul pada pukul 18.40 WIB.

Dua penerbangan Garuda Indonesia melengkapi daftar kedatangan malam. GA 126 dijadwalkan tiba pukul 19.20 WIB, sedangkan GA 128 tercatat tiba pukul 19.45 WIB.

Dengan susunan tersebut, rentang pukul 17.00–19.45 WIB menjadi periode dengan beberapa jadwal kedatangan yang berdekatan.

Kondisi ini perlu diperhatikan oleh penjemput yang ingin mengatur waktu keberangkatan dari rumah atau tempat kerja menuju bandara.

Meski demikian, jadwal yang berdekatan tidak otomatis menunjukkan kepadatan terminal atau antrean penumpang.

Kondisi aktual di area kedatangan bergantung pada jumlah penumpang, proses bagasi, dan operasional bandara saat itu.

Cara Memastikan Jadwal Kedatangan Pesawat

Jadwal pesawat dapat berubah karena cuaca, kondisi teknis, maupun kebutuhan operasional penerbangan.

Oleh sebab itu, penjemput sebaiknya tidak hanya mengandalkan jadwal awal ketika merencanakan perjalanan ke bandara.

Untuk memperoleh informasi terkini, penjemput dapat melakukan langkah berikut:

  • Periksa status penerbangan melalui aplikasi atau situs resmi maskapai.
  • Cocokkan nomor penerbangan, bukan hanya nama maskapai atau kota asal.
  • Pantau informasi dari kanal resmi Bandara Sultan Thaha Jambi.
  • Sesuaikan waktu berangkat menuju bandara dengan perkembangan estimasi kedatangan.
  • Koordinasikan kembali dengan penumpang apabila terjadi perubahan jadwal.

Langkah tersebut membantu penjemput mengurangi risiko datang terlalu awal atau terlambat akibat perubahan waktu kedatangan.

Pastikan Nomor Penerbangan Sebelum Menjemput

Delapan penerbangan dari Jakarta dijadwalkan tiba di Bandara Sultan Thaha Jambi pada Rabu 14 Oktober 2026, dengan kedatangan pertama pukul 16.20 WIB dan jadwal terakhir pukul 19.45 WIB.

Batik Air dan Super Air Jet memiliki jadwal kedatangan bersamaan pada pukul 17.20 WIB. Sementara itu, Garuda Indonesia melayani dua kedatangan malam dengan selisih waktu 25 menit.

Bagi masyarakat yang hendak menjemput keluarga atau kerabat, memeriksa nomor penerbangan dan status terbaru menjadi langkah penting sebelum menuju bandara.

Dengan informasi yang tepat, penjemput dapat mengatur waktu perjalanan secara lebih efisien.(*)