Bosnia Bikin Kejutan di Piala Dunia 2026, Kanada Dipaksa Puas Raih Satu Poin

SEPUCUKJAMBI.ID – Timnas Kanada gagal memaksimalkan status tuan rumah saat menjalani laga perdana Grup B Piala Dunia 2026.

Sempat tertinggal lebih dulu, Kanada harus puas berbagi poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina di Toronto Stadium, Sabtu (13/6/2026) dini hari WIB.

Hasil ini membuat persaingan di Grup B langsung berlangsung ketat sejak pertandingan pertama. Kanada memang tampil dominan dalam penguasaan bola dan jumlah peluang, namun rapatnya lini pertahanan Bosnia membuat tim asuhan Jesse Marsch kesulitan mengonversi dominasi menjadi kemenangan.

Sejak peluit awal dibunyikan, Kanada berusaha mengambil kendali permainan.

Dukungan puluhan ribu suporter membuat tuan rumah tampil menekan, terutama melalui pergerakan Jonathan David dan Tani Oluwaseyi di lini depan.

Peluang demi peluang mulai tercipta. Pada menit ke-17, Jonathan David mendapatkan ruang tembak ideal di dalam kotak penalti.

Namun penyelesaiannya masih mampu diamankan penjaga gawang Bosnia, Nikola Vasilj.

Saat Kanada sedang menikmati momentum, Bosnia justru memberi kejutan.

Memanfaatkan situasi bola mati pada menit ke-21, Sead Kolasinac memenangkan duel udara dalam skema sepak pojok sebelum bola jatuh di depan gawang dan disambar Jovo Lukic.

Gol tersebut membuat Bosnia unggul 1-0.

Keunggulan itu semakin meningkatkan kepercayaan diri Bosnia.

Mereka tampil disiplin, menjaga jarak antarlini, dan memaksa Kanada kesulitan menemukan ruang di area berbahaya.

Kanada terus berupaya menyamakan kedudukan hingga akhir babak pertama.

Namun sejumlah peluang yang diperoleh masih gagal berbuah gol. Skor 1-0 untuk Bosnia bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, tekanan Kanada meningkat drastis. Serangan bertubi-tubi dilancarkan dari kedua sisi lapangan.

Tani Oluwaseyi hampir menyamakan kedudukan pada awal babak kedua, tetapi refleks cepat Nikola Vasilj kembali menyelamatkan Bosnia.

Momen krusial terjadi pada menit ke-54.

Richie Laryea nyaris mencetak gol setelah menerima rangkaian umpan cepat yang membelah pertahanan Bosnia.

Namun Sead Kolasinac tampil sebagai penyelamat dengan sapuan heroik di garis gawang yang membuat bola membentur mistar.

Bosnia bukan tanpa ancaman. Serangan balik cepat yang mereka bangun beberapa kali merepotkan lini belakang Kanada.

Edin Demirovic bahkan memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan, tetapi Maxime Crepeau melakukan penyelamatan penting yang menjaga harapan tuan rumah tetap hidup.

Setelah terus menggempur pertahanan lawan, Kanada akhirnya menemukan jalan keluar pada menit ke-78.

Cyle Larin yang baru masuk dari bangku cadangan langsung memberi dampak instan.

Menerima umpan matang Jonathan David, Larin berhasil melewati kawalan bek Bosnia sebelum melepaskan tembakan yang berubah arah dan mengecoh kiper Vasilj.

Gol tersebut mengubah skor menjadi 1-1 dan membakar semangat tuan rumah untuk memburu kemenangan.

Pada masa injury time, Kanada hampir melakukan comeback sempurna.

Namun tembakan Larin kembali digagalkan lini pertahanan Bosnia yang tampil disiplin hingga peluit panjang berbunyi.

Meski gagal meraih tiga poin di depan publik sendiri, Kanada menunjukkan karakter kuat dengan bangkit dari ketertinggalan.

Di sisi lain, Bosnia layak mendapat apresiasi berkat organisasi permainan yang solid dan kemampuan bertahan yang membuat salah satu unggulan grup kesulitan sepanjang laga.

Satu poin yang diraih kedua tim membuat persaingan Grup B masih terbuka lebar.

Kanada dan Bosnia sama-sama menjaga peluang untuk melangkah ke fase berikutnya dalam turnamen terbesar sepak bola dunia tersebut.(*)




Promo Besar Yamaha di Jakarta Fair 2026, Tukar Tambah hingga Lelang Motor

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Yamaha Indonesia kembali meramaikan gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat, pada 11 Juni hingga 12 Juli 2026.

Kehadiran Yamaha di pameran tahunan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan produk, layanan, serta pengalaman berkendara kepada masyarakat luas.

Tahun ini, booth Yamaha tidak hanya menampilkan jajaran produk unggulan dari berbagai segmen, tetapi juga menghadirkan berbagai aktivitas interaktif, program promo, hingga hiburan yang ditujukan untuk menarik minat pengunjung selama pameran berlangsung.

MX King 150 Livery Pramac Jadi Sorotan

Salah satu daya tarik utama yang dipamerkan Yamaha adalah kehadiran Yamaha MX King 150 dengan livery Prima Pramac.

Tampilan terbaru ini hadir dengan desain lebih sporty dan agresif yang menegaskan DNA racing Yamaha di kancah internasional.

Motor tersebut menjadi simbol penguatan identitas motorsport Yamaha sekaligus inspirasi bagi pecinta otomotif di Indonesia.

“Jakarta Fair Kemayoran selalu menjadi momen spesial bagi Yamaha untuk menghadirkan pengalaman lebih dekat dengan masyarakat. Tahun ini kami membawa penyegaran produk sekaligus berbagai aktivitas interaktif dan promo menarik,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Ia menambahkan, Yamaha ingin pengunjung tidak hanya melihat produk, tetapi juga merasakan langsung pengalaman di area booth melalui berbagai aktivitas yang telah disiapkan.

Deretan Promo dan Program Berhadiah

Selain pameran produk, Yamaha juga menghadirkan sejumlah program penjualan dan apresiasi konsumen selama Jakarta Fair 2026.

Beragam promo tersebut mencakup kemudahan kepemilikan motor hingga peluang mendapatkan hadiah menarik.

Beberapa program yang ditawarkan antara lain:

  • Program Tukar Tambah
    Pengunjung dapat menukar kendaraan lama untuk mendapatkan penawaran khusus pembelian motor Yamaha terbaru.
  • Lelang Yamaha Grand Filano Hybrid
    Digelar setiap akhir pekan pada minggu ke-3 hingga ke-5 Jakarta Fair, program ini menawarkan kesempatan memiliki Grand Filano Hybrid dengan harga spesial.
  • Yamaha Executive Service (YES 24)
    Pembeli MAXi Yamaha dan Classy Yamaha mendapatkan layanan voucher servis antar-jemput untuk menjaga performa kendaraan.
  • Kolaborasi #GantengMAXimal x Captain Barbershop
    Konsumen MAXi Yamaha memperoleh voucher potongan harga layanan barbershop sebagai bagian dari gaya hidup premium pengguna MAXi Yamaha.
  • Program Miliarder Yamaha
    Setiap pembelian motor Yamaha berkesempatan mengikuti undian berhadiah nasional yang berlangsung hingga 17 Agustus 2026.

Yamalube Experience dan Aktivitas Interaktif

Booth Yamaha juga menghadirkan area Yamalube Experience, di mana pengunjung bisa mendapatkan voucher diskon pembelian oli Yamalube Turbo Matic dan Yamalube Power XP Matic, serta mengikuti berbagai permainan interaktif.

Pengunjung cukup berfoto di booth Yamaha, mengunggahnya ke Instagram, serta mengikuti akun resmi Yamaha untuk mendapatkan kesempatan mengikuti Turbo Games dan meraih merchandise eksklusif.

Selain itu, Yamaha juga memberikan potongan harga hingga 45 persen untuk produk apparel, helm, dan aksesori resmi.

Fashion show produk terbaru serta kompetisi foto dengan total hadiah Rp5 juta turut menambah kemeriahan booth.

Game Interaktif Berhadiah Motor

Keseruan lain hadir melalui simulator game ULTIMATE POWER RACE, hasil kolaborasi Yamaha GEAR ULTIMA dan EXTRA JOSS.

Pengunjung dapat bersaing mencetak skor tertinggi untuk masuk leaderboard selama pameran berlangsung.

Peserta dengan skor terbaik hingga akhir event berkesempatan memenangkan hadiah utama berupa satu unit Yamaha GEAR ULTIMA hasil modifikasi kolaborasi tersebut.

Selain itu, hadiah mingguan juga disiapkan bagi peserta dengan performa terbaik.

Komitmen Hadirkan Pengalaman Lebih Dekat

Melalui berbagai program, promo, dan aktivitas interaktif ini, Yamaha berharap dapat menghadirkan pengalaman berbeda bagi pengunjung Jakarta Fair Kemayoran 2026.

Kehadiran Yamaha di ajang ini juga menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan solusi mobilitas yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang terus berkembang.

Pengunjung dapat langsung mengunjungi booth Yamaha di JIEXPO Kemayoran atau mengikuti informasi resmi melalui akun Instagram @yamahaindonesia.(*)




Ekspedisi 500 Km Makassar–Toraja, Bukti Ketangguhan GEAR ULTIMA

MAKASSAR, SEPUCUKJAMBI.ID – Petualangan “GEAR ULTIMATE RIDE CELEBES EXPEDITION” resmi dimulai dengan etape perdana yang menempuh rute menantang sejauh kurang lebih 500 kilometer dari Makassar menuju Toraja, Sulawesi Selatan.

Perjalanan ini menjadi ajang pengujian langsung Yamaha GEAR ULTIMA di berbagai karakter jalan, mulai dari jalur perkotaan, lintasan pesisir, hingga medan pegunungan ekstrem yang dikenal menantang.

Selain menguji performa, perjalanan ini juga menghadirkan panorama khas Tanah Celebes, menjadikannya kombinasi antara eksplorasi alam dan pembuktian teknologi skutik multiguna tersebut.

Lanjutan Ekspedisi Pembuktian Performa

Program ini merupakan kelanjutan dari ekspedisi sebelumnya yang telah menempuh perjalanan sekitar 1.200 kilometer dari Jakarta menuju Bali melalui jalur utara dan selatan Pulau Jawa.

Kali ini, Sulawesi Selatan dipilih karena menawarkan ragam medan yang lebih kompleks.

“GEAR ULTIMATE RIDE kali ini bukan sekadar perjalanan jarak jauh, tetapi pembuktian seluruh keunggulan GEAR ULTIMA, mulai dari performa mesin Blue Core Hybrid 125cc, fitur praktis, hingga kemampuan menghadapi berbagai kondisi jalan,” ujar Rifki Maulana, Manager Public Relations, YRA & Community PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.

Menurutnya, Sulawesi menjadi lokasi ideal karena memiliki kombinasi jalur cepat antarkota, pegunungan, hingga medan ekstrem yang cocok untuk menguji kemampuan skutik tersebut.

Makassar–Maros: Panorama Karst hingga Hidden Gem

Etape awal dimulai dari Makassar menuju Maros dengan pemandangan batuan karst yang menjulang, garis pantai, hingga jalan lurus panjang yang dimanfaatkan untuk menguji performa mesin Blue Core Hybrid 125cc.

Rombongan juga singgah di Bukit Maddo, salah satu destinasi tersembunyi di Maros yang menyajikan lanskap perbukitan hijau bertingkat, menjadi pembuka perjalanan di Sulawesi Selatan.

Sidrap: Uji Angkut Hampir 200 Kg

Tantangan berlanjut di Sidrap, yang menjadi lokasi pembuktian daya angkut GEAR ULTIMA.

Di area persawahan, skutik ini diuji membawa beban hasil panen padi hampir 200 kilogram menggunakan handle belakang multiguna.

Kombinasi rangka kuat dan handling ringan menjadi sorotan utama dalam sesi pengujian ini.

Toraja: Medan Ekstrem hingga Pegunungan

Perjalanan kemudian berlanjut menuju Enrekang hingga Toraja dengan medan lebih ekstrem, mulai dari tikungan panjang, tanjakan curam, jalan tanah, hingga jalur berbatu menuju kawasan Lembah Ollon di Lembang Rano.

Medan ini sekaligus menjadi pembuktian stabilitas kendaraan saat melewati jalur pegunungan yang menantang, termasuk rute ikonik menuju Buntu Burake dan Buntu Sarira yang dikelilingi formasi batuan karst besar.

Meski menghadapi medan berat, GEAR ULTIMA tetap diklaim mampu melaju stabil berkat desain bodi yang proporsional dan penggunaan ban bertapak lebar.

Lolai: Tembus Negeri di Atas Awan

Etape ditutup di Lolai, yang dikenal sebagai “Negeri di Atas Awan”. Jalur menuju lokasi ini memiliki tanjakan panjang dan berkelok dengan elevasi tinggi.

Meski membawa perlengkapan perjalanan, motor ini disebut tetap responsif menaklukkan tanjakan berkat mesin Blue Core Hybrid 125cc.

Uji Fungsi dan Gaya Hidup Petualangan

Selain performa, perjalanan ini juga menampilkan sisi fungsional GEAR ULTIMA sebagai skutik multiguna.

“GEAR ULTIMA terbukti kuat untuk berbagai kebutuhan, mulai dari perjalanan antar kota hingga membawa barang bawaan di handle belakang multiguna,” ujar Dean Prayuda, Squad 1 GEAR ULTIMATE RIDE Celebes Expedition.

Ia juga menambahkan bahwa perjalanan ini sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Toraja, termasuk situs adat Londa dan Kete Kesu yang menjadi bagian dari rute eksplorasi.

Skutik Multiguna untuk Medan Beragam

GEAR ULTIMA dibekali mesin Blue Core Hybrid 125cc, bagasi 18,6 liter, tangki bahan bakar 5,1 liter, serta fitur seperti Stop & Start System, Digital Speedometer, dan Smart Key System (pada varian tertentu).

Motor ini hadir dalam beberapa varian dengan pilihan warna berbeda, menyasar kebutuhan mobilitas keluarga muda dan pengguna aktif di berbagai medan.

Ekspedisi Makassar–Toraja menjadi pembuka rangkaian perjalanan Yamaha GEAR ULTIMA di Sulawesi yang akan berlanjut ke berbagai destinasi lain untuk menguji ketangguhan lebih lanjut.(*)




41 Desa di Batang Hari Terkendala Aset, Pembangunan KDMP Belum Bisa Dimulai

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Disdagkop UKM) terus mendorong percepatan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah setempat.

Namun, di tengah upaya tersebut, masih terdapat sejumlah desa dan kelurahan yang belum dapat memulai pembangunan karena terkendala ketersediaan aset lahan.

Kepala Disdagkop UKM Kabupaten Batang Hari, Idrus, mengatakan dari total 124 desa dan kelurahan, sebanyak 41 di antaranya belum memiliki aset tanah yang siap digunakan untuk pembangunan KDMP.

“Dari total 124 desa dan kelurahan, sebanyak 41 desa dan kelurahan belum memiliki aset,” ujar Idrus di Muara Bulian, Rabu.

Ia menjelaskan, kendala utama yang dihadapi 41 desa dan kelurahan tersebut adalah belum ditemukannya titik lokasi lahan yang dianggap strategis untuk pembangunan koperasi.

Kondisi ini membuat proses pembangunan KDMP di sejumlah wilayah belum dapat berjalan optimal, meskipun program secara umum tetap mengalami perkembangan positif.

Sebaran desa dan kelurahan yang belum memiliki aset tersebut meliputi Kecamatan Muara Bulian sebanyak lima desa, Pemayung 14 desa, Bajubang satu desa, Muara Tembesi satu desa dan dua kelurahan, Mersam enam desa dan satu kelurahan, Maro Sebo Ulu delapan desa, serta Batin XXIV tiga desa.

“Alasannya karena belum tersedia aset berupa tanah yang menjadi syarat utama pembangunan KDMP,” katanya.

Meski demikian, Idrus menegaskan bahwa secara keseluruhan progres pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Batang Hari tetap menunjukkan perkembangan yang cukup baik.

Dari 124 desa dan kelurahan, sebanyak 83 desa telah memiliki aset, sementara 56 desa dan kelurahan lainnya sudah mulai memasuki tahap pembangunan fisik.

Pemerintah daerah berharap pembangunan KDMP dapat terus dipercepat, sehingga koperasi desa ini dapat berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat dan mendukung ketahanan pangan di tingkat lokal.

“Harapannya KDMP ini bisa menjadi penggerak ekonomi desa dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” tutupnya.(*)




PKB Muaro Jambi Masuki Babak Baru, DPP Tunjuk Bujang Zuar sebagai Ketua

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan Azumadi atau yang akrab disapa Bujang Zuar sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Muaro Jambi untuk periode 2026–2031.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, M. Hanif Dhakiri, pada Kamis 11 Juni 2026, mewakili tim koordinator DPP PKB.

Pengumuman ini turut disampaikan bersama Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKB Provinsi Jambi, Elfisina, dalam agenda penetapan Ketua Tanfidz DPC PKB se-Provinsi Jambi.

Penetapan ini sekaligus mengakhiri spekulasi mengenai siapa yang akan menakhodai PKB Muaro Jambi dalam lima tahun ke depan.

DPP PKB menegaskan bahwa seluruh proses telah melalui mekanisme organisasi sesuai aturan partai yang berlaku.

Di tingkat daerah, keputusan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan ajakan untuk menjaga soliditas internal.

Wakil Sekretaris I DPC PKB Muaro Jambi, Mahfud Sugiarto, menegaskan bahwa seluruh kader wajib menghormati keputusan DPP dan bergerak dalam satu barisan.

“Alhamdulillah, kami sudah mendengarkan langsung penetapan dari DPP PKB. Saudara Bujang Zuar resmi ditunjuk sebagai Ketua DPC PKB Muaro Jambi 2026–2031. Ini keputusan organisasi yang wajib kita jalankan bersama,” ujar Mahfud.

Ia menekankan bahwa dinamika internal yang sempat muncul selama proses penentuan kepemimpinan kini harus ditutup.

Menurutnya, fokus utama partai ke depan adalah memperkuat konsolidasi hingga ke tingkat akar rumput.

“Tidak ada lagi kubu-kubu. Semua kader harus bersatu, merapatkan barisan, dan bekerja di bawah kepemimpinan yang sudah ditetapkan untuk memperkuat PKB di Muaro Jambi,” katanya.

Mahfud juga menilai bahwa tantangan politik ke depan menuntut partai yang solid, terstruktur, dan memiliki arah perjuangan yang jelas.

Karena itu, kepemimpinan Bujang Zuar diharapkan mampu membawa energi baru bagi PKB Muaro Jambi.

Ia menyebut pengalaman serta kedekatan Bujang Zuar dengan kader dan masyarakat menjadi modal penting dalam memperluas basis dukungan partai di daerah.

“Kami optimistis beliau mampu menjalankan amanah ini dengan baik. Komunikasi yang kuat dengan kader dan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri,” ujarnya.

Dengan penetapan ini, PKB Muaro Jambi memasuki fase konsolidasi baru yang ditujukan untuk memperkuat struktur organisasi, meningkatkan kerja politik, serta memperluas peran partai dalam menjawab kebutuhan masyarakat di daerah.(*)




Bolu Sawit Jadi Sorotan di Jambi, UMKM Ubah Komoditas Perkebunan Jadi Camilan Bernilai Tinggi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Aroma bolu yang baru matang memenuhi ruang pelatihan di Infinity Hotel, Kota Jambi, Rabu 10 Juni 2026.

Di atas meja kerja, puluhan pelaku UMKM tampak serius mengaduk adonan, menimbang bahan, hingga mencicipi hasil olahan yang baru mereka buat.

Namun yang menarik perhatian bukan sekadar proses memasak itu, melainkan bahan utama yang digunakan: kelapa sawit.

Komoditas yang selama ini identik sebagai bahan baku minyak goreng itu kini tampil dalam wajah berbeda.

Di tangan para pelaku usaha, sawit diolah menjadi bolu, dodol, bangkit, hingga berbagai penganan yang memiliki nilai jual tinggi.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Workshop dan Praktik Produksi Bolu serta Aneka Penganan Berbahan Dasar Sawit yang digelar Elaeis Media Group (EMG) bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada 9–10 Juni 2026.

Sebanyak 50 pelaku UMKM dari 11 kabupaten dan kota di Provinsi Jambi ikut ambil bagian.

Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini menjadi ruang untuk menggeser cara pandang terhadap sawit dari komoditas mentah menjadi bahan baku industri pangan kreatif yang bernilai ekonomi tinggi.

Salah satu sorotan utama datang dari pelaku UMKM asal Kabupaten Bungo, Iin Arlina (55), yang dikenal sebagai penggagas bolu sawit.

Di hadapan peserta, Iin menceritakan bahwa ide tersebut lahir dari keinginan sederhana untuk menghadirkan makanan khas daerah, sekaligus dari rasa penasaran terhadap potensi lain sawit di luar minyak goreng.

“Awalnya saya hanya ingin Bungo punya makanan khas. Dari situ saya mulai bereksperimen dengan sawit,” ujarnya.

Proses tersebut tidak berjalan mudah. Ia mengaku harus melewati berbagai percobaan hingga menemukan formulasi yang tepat, bahkan dengan risiko kegagalan berulang.

Dari perjalanan panjang itu, lahirlah beragam produk berbasis sawit, mulai dari bolu sawit, keripik, kue kering, selai, rendang sawit, hingga minuman inovatif seperti es boba sawit.

Produk andalannya, bolu sawit, kini menggunakan sekitar 30–40 persen saripati sawit dan mulai dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas Muaro Bungo.

Istilah saripati sawit sendiri menjadi perhatian peserta workshop. Bahan tersebut merupakan ekstrak dari daging buah sawit yang masih mengandung karotenoid alami serta vitamin E.

Berbeda dengan minyak sawit olahan, saripati ini memberikan warna kuning alami sekaligus aroma khas pada produk pangan yang dihasilkan.

Menurut Iin, penggunaan saripati sawit bukan sekadar inovasi rasa, tetapi juga bentuk fortifikasi pangan alami.

“Ini bukan hanya soal rasa, tetapi juga nilai gizi. Saripati sawit membuat produk lebih kaya antioksidan,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi praktik hari kedua. Para pelaku UMKM dibagi dalam kelompok untuk mencoba langsung pembuatan berbagai produk berbasis sawit.

Hasilnya beragam: bolu sawit, dodol, hingga bangkit sawit tersaji dari tangan peserta yang baru pertama kali mencoba bahan tersebut.

Banyak peserta mengaku terkejut dengan hasil olahan yang di luar ekspektasi.

Sebagian bahkan mulai melihat peluang usaha baru dari bahan yang selama ini dianggap hanya sebagai komoditas perkebunan.

Ketua panitia, Warsito, berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai pelatihan sesaat, tetapi berlanjut menjadi gerakan ekonomi berbasis inovasi sawit di daerah.

Sementara itu, CEO Elaeis Media Group, Abdul Aziz, menegaskan bahwa sawit memiliki potensi besar di luar sektor energi dan minyak goreng.

Menurutnya, hilirisasi sawit di sektor pangan masih sangat terbuka dan dapat menjadi peluang ekonomi baru bagi UMKM.

Ia juga menyebut Indonesia memiliki produksi sawit yang sangat besar, namun pemanfaatan di sektor turunan masih perlu diperluas.

Dukungan juga datang dari BPDP yang menilai inovasi seperti ini dapat memperkuat kampanye positif sawit melalui produk nyata yang langsung dirasakan masyarakat.

Dari ruang pelatihan sederhana di Kota Jambi, sawit perlahan menunjukkan wajah barunya.

Bukan hanya sebagai komoditas ekspor, tetapi juga sebagai sumber ide, kreativitas, dan peluang usaha baru bagi pelaku UMKM.(*)




Bupati Agus Rubiyanto Ultimatum ASN Tebo! Jangan Main-main dengan Absensi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bupati Tebo, Agus Rubiyanto, menegaskan sikap tegas terhadap praktik manipulasi absensi online yang diduga dilakukan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tebo.

Ia memastikan tidak akan memberikan toleransi apabila praktik kecurangan tersebut terbukti terjadi.

Pemerintah Kabupaten Tebo saat ini telah meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) untuk berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN) guna memperketat sistem pengawasan absensi digital ASN.

“Untuk perihal absensi online ASN ini, agar tidak ada yang mencoba memanipulasinya, kami sudah minta BKPSDM Tebo untuk berkoordinasi dengan BKN. Kami tidak akan mentolerir jika nanti ada yang terbukti melakukannya,” tegas Bupati Agus Rubiyanto.

Menurutnya, integritas ASN menjadi hal yang tidak bisa ditawar, terutama dalam hal kedisiplinan kerja.

Ia juga mengingatkan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Satuan Kerja (Satker) agar tidak menutup mata terhadap potensi pelanggaran di lingkungan kerja masing-masing.

Bupati meminta agar para pimpinan OPD bersikap tegas dan tidak melindungi bawahan yang terbukti melakukan manipulasi absensi.

“Kepala OPD dan Satker saya minta jangan melindungi bawahan yang memanipulasi absensi. Jadilah contoh bagi bawahannya. Saya tidak mau praktik curang seperti yang terjadi di luar daerah juga terjadi di Kabupaten Tebo,” ujarnya.

Ia juga menyoroti adanya modus kecurangan absensi digital yang marak terjadi di berbagai daerah, seperti penggunaan aplikasi GPS palsu (fake GPS) hingga praktik titip absen kepada orang lain.

Bupati menegaskan bahwa Pemkab Tebo tidak akan memberikan ruang bagi praktik tersebut, terlebih di sektor-sektor pelayanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.

“Kalau melihat di berbagai daerah, yang rawan itu biasanya di sektor pendidikan dan kesehatan. Karena itu saya minta semua OPD meningkatkan pengawasan,” tambahnya.

Senada dengan itu, Wakil Bupati Tebo, Nazar Efendi, juga mendukung langkah tegas Bupati dalam menertibkan disiplin ASN, khususnya terkait penggunaan sistem absensi online.

Ia menilai berbagai modus kecurangan dapat dilakukan, mulai dari penggunaan aplikasi manipulatif hingga titip absen, sehingga diperlukan kesadaran dan kedisiplinan tinggi dari seluruh ASN.

“Berbagai macam cara dilakukan untuk memanipulasi absensi, mulai dari GPS palsu hingga menyuruh orang lain mengisi absen. Karena sudah diingatkan Bupati, saya berharap ASN Tebo benar-benar memperhatikan dan menindaklanjutinya,” ujar Wabup.

Pemerintah Kabupaten Tebo menegaskan bahwa langkah pengawasan ini dilakukan untuk memperkuat disiplin, meningkatkan kinerja ASN, serta memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal tanpa adanya praktik kecurangan di lingkungan birokrasi.(*)




Desa Betung Bangun Jembatan Rp1,5 Miliar Sendiri, Bupati Muaro Jambi Beri Apresiasi

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Semangat gotong royong masyarakat Desa Betung, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muaro Jambi, menghasilkan sebuah capaian infrastruktur yang jarang terjadi.

Sebuah jembatan sepanjang 62 meter berdiri megah di atas swadaya warga dengan nilai pembangunan mencapai sekitar Rp1,5 miliar tanpa bergantung pada pendanaan pemerintah.

Jembatan yang diberi nama Bentari (Betung–Batanghari) itu dibangun secara swakelola selama kurang lebih enam bulan dan kini menjadi akses utama yang menghubungkan mobilitas masyarakat antarwilayah.

Kepala Desa Betung, M. Ripa’i, yang memimpin langsung proses pembangunan tersebut menjelaskan bahwa seluruh proses dilakukan dengan partisipasi aktif masyarakat, baik dari sisi pendanaan maupun tenaga kerja.

Jembatan dengan lebar 4 meter itu tidak hanya menjadi penghubung fisik, tetapi juga memiliki nilai historis.

Nama “Bentari” dipilih sebagai singkatan Betung–Batanghari sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah wilayah yang dahulu pernah menjadi bagian dari Kabupaten Batanghari.

“Ini bukan sekadar jembatan, tetapi juga pengingat sejarah kami. Dulu wilayah ini bagian dari Batanghari, karena itu kami sepakat menamainya Jembatan Bentari,” ujar M. Ripa’i.

Menurutnya, keberadaan jembatan ini memberikan dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Akses menuju sekolah, layanan kesehatan, dan distribusi hasil pertanian kini menjadi lebih cepat dan efisien.

Selain itu, Jembatan Bentari juga membuka jalur konektivitas baru yang mengarah ke wilayah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.

Kondisi ini dinilai memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah yang sebelumnya terhambat keterbatasan infrastruktur.

Lebih jauh, jembatan tersebut juga memiliki fungsi strategis dalam mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat wilayah sekitar masih didominasi kawasan gambut yang rawan terbakar saat musim kemarau.

“Jembatan ini juga sangat penting untuk akses evakuasi dan mobilitas saat kondisi darurat, terutama ketika terjadi karhutla,” tambahnya.

Keberhasilan pembangunan berbasis swadaya masyarakat ini mendapat perhatian dari Bupati Muaro Jambi, Dr. Bambang Bayu Suseno.

Ia turun langsung ke lokasi untuk meninjau sekaligus meresmikan penggunaan jembatan tersebut, Kamis 11 Juni 2026.

Bupati yang akrab disapa BBS itu memberikan apresiasi tinggi terhadap kekompakan warga Desa Betung.

Menurutnya, pembangunan Jembatan Bentari menjadi bukti nyata bahwa pembangunan tidak selalu harus bergantung pada anggaran pemerintah.

“Ini contoh luar biasa. Ketika masyarakat bersatu dan memiliki semangat gotong royong yang kuat, infrastruktur besar seperti ini bisa diwujudkan tanpa harus menunggu APBD,” ujar BBS.

Ia menilai model pembangunan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Muaro Jambi dalam mengoptimalkan potensi dan kekuatan sosial masyarakat untuk mempercepat pembangunan daerah.

Peresmian jembatan tersebut disambut antusias warga setempat. Banyak masyarakat menilai kehadiran Jembatan Bentari telah mengubah aktivitas harian mereka, terutama dalam mempercepat mobilitas ekonomi dan sosial.

Dengan beroperasinya jembatan ini, Desa Betung kini memiliki infrastruktur penghubung baru yang tidak hanya memperkuat konektivitas wilayah, tetapi juga menjadi simbol kuatnya solidaritas dan kemandirian masyarakat dalam membangun desa.(*)




Batik Air ke Muara Bungo Dapat Dukungan Penuh, Akses ke Jakarta Kian Terbuka

MUARBAUNGO, SEPUCUKJAMBI.ID – Keberlanjutan penerbangan Batik Air rute Jakarta–Muara Bungo kini mendapat jaminan dukungan dari empat daerah di wilayah barat Provinsi Jambi.

Pemerintah Kabupaten Bungo berhasil menggalang komitmen bersama Kabupaten Sarolangun, Merangin, dan Tebo untuk menjaga operasional Bandara Muara Bungo sebagai simpul transportasi udara regional.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan dukungan penerbangan Batik Air di Bandara Muara Bungo yang berlangsung di Bandung, Jawa Barat, Senin 8 Juni 202.

Kesepakatan itu disaksikan langsung Gubernur Jambi Al Haris dan Bupati Bungo Dedy Putra.

Langkah ini dinilai menjadi terobosan penting dalam menjaga keberlangsungan rute penerbangan Jakarta–Muara Bungo (PP), sekaligus memperkuat posisi Bandara Muara Bungo sebagai pintu masuk utama bagi wilayah barat Provinsi Jambi.

Bupati Bungo Dedy Putra mengatakan keberadaan Bandara Muara Bungo tidak hanya melayani masyarakat Kabupaten Bungo, tetapi juga menjadi akses strategis bagi warga Sarolangun, Merangin, dan Tebo.

Karena itu, menurutnya, dukungan lintas daerah menjadi faktor penting untuk menjaga tingkat keterisian penumpang atau load factor penerbangan tetap stabil sehingga maskapai dapat terus beroperasi secara berkelanjutan.

“Bandara Muara Bungo ini bukan hanya milik Kabupaten Bungo, tetapi menjadi aset bersama bagi wilayah barat Jambi. Dukungan dari Sarolangun, Merangin, dan Tebo menunjukkan adanya kesadaran bersama bahwa konektivitas udara sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Dedy Putra.

Ia menilai keberadaan penerbangan langsung menuju Jakarta akan memangkas waktu perjalanan masyarakat, pelaku usaha, investor, hingga aparatur pemerintah yang selama ini harus menempuh perjalanan darat dalam waktu cukup panjang untuk mengakses bandara besar di luar daerah.

Dengan semakin mudahnya akses transportasi udara, Dedy optimistis iklim investasi di wilayah barat Jambi akan semakin berkembang.

Sektor perkebunan, pertambangan, perdagangan, hingga pariwisata diperkirakan menjadi sektor yang paling diuntungkan dari meningkatnya konektivitas tersebut.

Selain itu, penerbangan reguler juga diyakini mampu mempercepat mobilitas barang dan jasa serta membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas antarwilayah.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bungo bersama Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Muara Bungo memastikan seluruh fasilitas pendukung penerbangan telah siap untuk menunjang operasional Batik Air.

Mulai dari aspek keselamatan penerbangan, pelayanan penumpang, hingga kesiapan teknis bandara disebut telah dipersiapkan untuk mendukung jadwal penerbangan reguler yang akan dijalankan maskapai.

Kesepakatan empat daerah ini menjadi sinyal kuat bahwa Bandara Muara Bungo kini diposisikan sebagai infrastruktur strategis regional yang tidak hanya melayani satu kabupaten.

Melainkan menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di kawasan barat Provinsi Jambi.

Dengan dukungan bersama tersebut, harapan untuk menjadikan Bandara Muara Bungo sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di wilayah barat Jambi semakin terbuka.(*)




Warning Keras! Wali Kota Jambi: Ada Gratifikasi dan Jual Kursi, Langsung Saya Copot!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana melontarkan peringatan keras kepada seluruh kepala sekolah, panitia penerimaan siswa baru, hingga jajaran Dinas Pendidikan Kota Jambi agar tidak bermain-main dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.

Dalam Sosialisasi SPMB Kota Jambi 2026 yang digelar di Aula Griya Mayang, Jumat 12 Juni 2026, Maulana menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik gratifikasi, pungutan liar, maupun dugaan jual beli kursi sekolah.

Bahkan, ia mengancam akan mencopot kepala sekolah maupun pihak terkait yang terbukti melakukan pelanggaran dalam proses penerimaan peserta didik baru.

“Saya tegaskan, jangan ada gratifikasi, jangan ada pungli, jangan ada permainan. Kalau ada yang terbukti melakukan itu, akan saya copot. Tidak perlu menunggu lama,” tegas Maulana di hadapan para kepala sekolah dan jajaran pendidikan.

Menurutnya, seluruh mekanisme penerimaan siswa baru telah diatur secara jelas dan terbuka melalui petunjuk teknis yang berlaku.

Karena itu, tidak ada alasan bagi siapa pun untuk memanfaatkan momentum penerimaan murid baru demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Ia juga meminta masyarakat untuk ikut mengawasi jalannya proses SPMB dan tidak ragu melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan.

“Kalau ada laporan ke saya terkait jual beli kursi sekolah, sertakan bukti. Tidak perlu menunggu proses yang berlarut-larut, jika terbukti akan langsung kami tindak dan kami ganti yang bersangkutan,” ujarnya.

Maulana menegaskan penerimaan murid baru harus menjadi ruang yang bersih dari intervensi, titipan, maupun transaksi yang merugikan hak peserta didik lain.

Menurutnya, seluruh anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh akses pendidikan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jangan sampai hak anak-anak mendapatkan pendidikan dirusak oleh kepentingan tertentu. Semua harus berjalan transparan, objektif, dan sesuai aturan,” katanya.

Untuk memastikan pelaksanaan SPMB berjalan sesuai regulasi, Pemerintah Kota Jambi turut melibatkan berbagai lembaga pengawas, mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Inspektorat, Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Jambi, hingga Komisi Informasi.

Langkah tersebut dilakukan guna memperkuat pengawasan dan menutup ruang terjadinya penyimpangan selama proses penerimaan siswa baru berlangsung.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi Sugiyono mengatakan seluruh sekolah telah diberikan pemahaman terkait petunjuk teknis pelaksanaan SPMB 2026.

Ia memastikan seluruh tahapan penerimaan siswa baru akan dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau masyarakat.

“Kami ingin memastikan proses penerimaan murid baru berlangsung transparan, objektif, akuntabel, dan bebas dari praktik gratifikasi maupun kepentingan tertentu,” kata Sugiyono.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh pemangku kepentingan pendidikan dan unsur pengawas.

Pemerintah Kota Jambi berharap langkah pengawasan yang diperketat serta peringatan tegas dari Wali Kota dapat mencegah munculnya praktik jual beli kursi maupun pungutan liar.

Sehingga pelaksanaan SPMB 2026 berjalan adil dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta didik.(*)