Cekcok karena Cemburu, Wanita di Jambi Tusuk Dua Orang Pakai Pisau dalam Pena

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Rasa cemburu berujung aksi kekerasan di kawasan Jalan MPU Sendok, RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Seorang perempuan berinisial YA (37) diduga menusuk dua orang menggunakan pisau yang disamarkan dalam bentuk pena.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu malam, 30 September 2026, sekitar pukul 21.20 WIB.

Kapolsek Telanaipura, AKP Amran mengatakan, persoalan bermula ketika YA mendatangi rumah kontrakan korban.

Di lokasi, YA terlibat cekcok dengan perempuan berinisial NRP (26).

Cekcok tersebut diduga dipicu rasa cemburu. YA disebut tidak terima setelah melihat NRP menjalin hubungan asmara dengan seorang laki-laki yang juga dikenal oleh pelaku.

Situasi memanas hingga seorang pria berinisial S (46) yang berada di lokasi berusaha melerai pertengkaran tersebut.

Namun, upaya melerai justru berujung penganiayaan.

YA mengeluarkan benda berbentuk pena berwarna silver. Benda tersebut ternyata telah dimodifikasi dan berisi pisau pipih dengan ujung tajam dan runcing.

Pelaku kemudian menusukkan pisau tersebut ke lengan kiri S. Dalam kejadian yang sama, NRP juga mengalami luka pada jari tangan kirinya.

Kedua korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Telanaipura.

Polisi Amankan Pelaku di Lokasi

Laporan mengenai keributan langsung ditindaklanjuti Tim Opsnal Polsek Telanaipura. Kanit Reskrim bersama anggota mendatangi lokasi kejadian.

Polisi mendapati YA masih berada di tempat kejadian dan langsung mengamankannya tanpa perlawanan.

“Pelaku berhasil kita amankan di TKP. Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya. Motifnya karena cemburu,” ujar AKP Amran.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa satu pena warna silver yang telah dimodifikasi dan berisi pisau.

Pelaku Jadi Tersangka

Setelah menjalani pemeriksaan, YA ditetapkan sebagai tersangka dan kini menjalani penahanan di Mapolsek Telanaipura.

Polisi menjerat tersangka dengan Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana terkait penganiayaan.

Kasus tersebut selanjutnya masih dalam proses penyidikan untuk melengkapi penanganan perkara.

Kapolsek Telanaipura mengingatkan masyarakat agar tidak menyelesaikan persoalan pribadi dengan tindakan kekerasan.

“Jangan main hakim sendiri dan jangan menyelesaikan masalah dengan kekerasan. Jika ada persoalan, segera laporkan ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat,” kata Amran.

Polisi juga mengimbau masyarakat agar memilih jalur penyelesaian yang aman ketika menghadapi konflik dan segera meminta bantuan petugas jika situasi mulai memanas.(*)




Mutasi Besar Polri, Irjen Widodo Jadi Kapolda Jambi di Era Kapolri Suyudi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Jambi berganti.

Irjen Pol. Widodo ditunjuk sebagai Kapolda Jambi menggantikan Irjen Pol. Krisno H. Siregar dalam mutasi besar yang dilakukan Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto.

Pergantian Kapolda Jambi tersebut menjadi bagian dari rotasi terhadap 19 jabatan Kapolda di berbagai wilayah Indonesia.

Mutasi ini tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Mutasi tersebut berlangsung hanya sehari setelah Suyudi resmi menjabat sebagai Kapolri.

Presiden Prabowo Subianto melantik Suyudi sebagai Kapolri pada 1 Oktober 2026, menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Dalam susunan baru tersebut, Irjen Pol. Widodo mendapat penugasan sebagai Kapolda Jambi. Sebelumnya, Widodo menjabat sebagai Kapolda Gorontalo.

Sementara itu, Irjen Pol. Krisno H. Siregar yang sebelumnya memimpin Polda Jambi dimutasi menjadi Pati Bareskrim Polri.

19 Kapolda Berganti

Rotasi tidak hanya menyentuh Polda Jambi. Polri juga mengganti pimpinan di 18 Polda lainnya.

Berikut daftar penugasan baru dalam mutasi tersebut:

  • Irjen Pol. Dadang Hartanto — Kapolda Metro Jaya

  • Irjen Pol. Suwondo Nainggolan — Kapolda Maluku

  • Irjen Pol. Suhendri — Kapolda Kepulauan Riau

  • Irjen Pol. Arman Achdiat — Kapolda Riau

  • Irjen Pol. Reza Arief Dewanto — Kapolda Nusa Tenggara Timur

  • Irjen Pol. Hengki — Kapolda Jawa Barat

  • Brigjen Pol. Hendra Kurniawan — Kapolda Banten

  • Brigjen Pol. Roy Hardi Siahaan — Kapolda Jawa Tengah

  • Irjen Pol. Dekananto Eko Purwono — Kapolda Jawa Timur

  • Brigjen Pol. Pasma Royce — Kapolda Bali

  • Irjen Pol. Jawari — Kapolda Sumatera Barat

  • Irjen Pol. M. Awal Chairuddin — Kapolda Sulawesi Selatan

  • Irjen Pol. Widodo — Kapolda Jambi

  • Irjen Pol. Nurworo Danang — Kapolda Gorontalo

  • Brigjen Pol. Sonny Irawan — Kapolda Sumatera Utara

  • Brigjen Pol. Rony Samtana — Kapolda Sumatera Selatan

  • Irjen Pol. Rizal Irawan — Kapolda Sulawesi Tengah

  • Irjen Pol. Totok Suharyanto — Kapolda Sulawesi Barat

  • Irjen Pol. Langgeng Purnomo — Kapolda Daerah Istimewa Yogyakarta

Pergantian 19 Kapolda tersebut menjadi bagian dari mutasi terhadap 88 perwira tinggi dan perwira menengah Polri. Selain jajaran Kapolda, sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri dan kewilayahan juga mengalami perubahan.

Kapolda Metro Jaya Ikut Berganti

Salah satu perubahan yang menjadi perhatian dalam mutasi tersebut terjadi di Polda Metro Jaya.

Irjen Pol. Dadang Hartanto ditugaskan sebagai Kapolda Metro Jaya menggantikan Komjen Pol. Asep Edi Suheri. Asep Edi selanjutnya mendapat penugasan sebagai Irwasum Polri.

Perubahan juga terjadi di sejumlah Polda besar seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, hingga Sulawesi.

Polri Sebut Mutasi untuk Kebutuhan Organisasi

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi.

Menurut Johnny, pergantian jabatan berkaitan dengan kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

“Mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Hal ini dilakukan sesuai kebutuhan organisasi sekaligus sebagai bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian,” kata Johnny dalam keterangan tertulis.

Johnny juga meminta para pejabat yang memperoleh penugasan baru segera menyesuaikan diri dengan tanggung jawab masing-masing.

Para pejabat baru diharapkan melanjutkan program yang sudah berjalan sekaligus memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat sesuai tanggung jawab di wilayah masing-masing.

Tongkat Komando Polda Jambi Berpindah

Dengan keluarnya mutasi tersebut, kepemimpinan Polda Jambi selanjutnya berada di tangan Irjen Pol. Widodo.

Pergantian ini sekaligus mengakhiri masa tugas Irjen Pol. Krisno H. Siregar sebagai Kapolda Jambi. Ia selanjutnya menjalankan penugasan sebagai Pati Bareskrim Polri.

Mutasi Kapolda Jambi menjadi salah satu bagian dari perombakan jajaran kepolisian di awal kepemimpinan Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri.

Polri menyatakan para pejabat yang mendapat amanah baru akan segera menjalankan tugas sesuai jabatan masing-masing.(*)




Penuh Keceriaan, Lomba Gebuk Bantal Meriahkan Rangkaian BRILiaN Culture Festival BRI Region 6

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Rangkaian BRILiaN Culture Festival (BCF) BRI Region 6 di Ciloto semakin semarak dengan digelarnya lomba gebuk bantal antar pekerja. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda yang menghadirkan suasana penuh keceriaan sekaligus menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan engagement antar pekerja BRI Region 6.

Lomba gebuk bantal berlangsung dengan meriah dan mengundang antusiasme para peserta maupun pekerja yang menyaksikan. Dengan penuh semangat, para peserta saling beradu ketangkasan dan keseimbangan dalam suasana yang santai dan menghibur. Tawa dan sorak dukungan dari rekan-rekan pekerja turut menambah kemeriahan kegiatan.

Tidak sekadar menjadi ajang hiburan, lomba gebuk bantal juga menjadi sarana untuk membangun interaksi dan kekompakan antar pekerja. Semangat sportivitas, keberanian, serta kebersamaan yang ditunjukkan selama perlombaan menjadi bagian dari nilai positif yang sejalan dengan semangat BRILiaN Culture.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya BRI Region 6 dalam menciptakan suasana kerja yang positif melalui aktivitas kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan. Dengan suasana yang lebih santai dan penuh kegembiraan, para pekerja dapat membangun hubungan yang semakin erat dan memperkuat semangat kolaborasi.

Melalui rangkaian BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus mendorong terciptanya budaya kerja yang dihidupkan melalui kebersamaan, kolaborasi, dan semangat positif. Keceriaan yang tercipta di Ciloto diharapkan menjadi energi baru bagi seluruh pekerja untuk kembali menjalankan aktivitas pekerjaan dengan semakin solid dan penuh semangat.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1
Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




BRI BO Otista Gelar BRILiaN Culture Festival di Bandung, Perkuat Implementasi Budaya Kerja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Otista menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Otista.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pekerja BO Otista diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan BCF menjadi energi positif bagi seluruh pekerja. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan, soliditas, dan kolaborasi antarp pekerja, sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin positif dan produktif.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BO Otista terus mendorong agar budaya kerja tidak hanya dipahami sebagai nilai perusahaan, tetapi juga dihidupkan dan diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Dengan semangat BRILiaN dan kebersamaan yang semakin kuat, seluruh pekerja BO Otista siap membawa energi positif tersebut ke lingkungan kerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Terbaru! Garuda Indonesia Jadwal Ulang 4 Penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Update terbaru penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi, Garuda Indonesia menjadwal ulang atau melakukan re-time terhadap empat penerbangan rute Jakarta-Jambi dan Jambi-Jakarta, Jumat 2 Oktober 2026.

Perubahan jadwal ini mencakup dua penerbangan kedatangan dari Jakarta dan dua penerbangan keberangkatan menuju Jakarta.

Berdasarkan informasi terbaru dari maskapai, berikut jadwal yang menjadi patokan sementara:

Jadwal Kedatangan Garuda Indonesia dari Jakarta

  • GA 126 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 20.25 WIB.

  • GA 128 dari Jakarta dijadwalkan tiba pukul 20.35 WIB.

Jadwal Keberangkatan Garuda Indonesia dari Jambi

  • GA 127 tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 21.10 WIB.

  • GA 129 tujuan Jakarta dijadwalkan berangkat pukul 21.20 WIB.

Namun, jadwal tersebut masih berupa patokan dari maskapai untuk menginformasikan perubahan kepada penumpang.

Estimasi waktu kedatangan maupun keberangkatan aktual tetap dapat berubah.

Perkembangan penerbangan selanjutnya akan mengikuti pemantauan flight radar dan kondisi operasional di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Sebelumnya, Dua Penerbangan Garuda Sempat RTB

Perubahan jadwal Garuda Indonesia ini terjadi setelah kondisi penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi terdampak kabut asap dan jarak pandang yang fluktuatif.

Sebelumnya, dua penerbangan Garuda Indonesia dari Jakarta, yakni GA 126 dan GA 128, tercatat mengalami Return to Base (RTB) atau kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Kondisi tersebut terjadi ketika jarak pandang di sekitar Bandara Sultan Thaha belum cukup stabil untuk mendukung kelancaran operasional penerbangan.

Selain Garuda Indonesia, sejumlah penerbangan lain juga terdampak.

Citilink QG 960 dari Jakarta yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 13.20 WIB tercatat mengalami diverted atau pengalihan pendaratan ke Palembang.

Sementara itu, sejumlah pesawat yang sebelumnya menunggu di udara akhirnya berhasil mendarat di Bandara Sultan Thaha.

Batik Air ID 6804 dari Jakarta mendarat pada pukul 15.18 WIB, disusul Super Air Jet IU 840 pada pukul 15.29 WIB.

Kedua pesawat tersebut sebelumnya sempat holding sebelum kondisi memungkinkan untuk melakukan pendaratan.

Jarak Pandang Masih Jadi Perhatian

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha juga mengalami perubahan sepanjang Jumat.

Data pengelola bandara mencatat jarak pandang berada di angka 1.000 meter pada pukul 06.00 WIB.

Angka tersebut kemudian berubah menjadi 1.800 meter pada pukul 07.00 WIB, 1.300 meter pukul 08.00 WIB, 1.500 meter pukul 09.00 WIB, dan 1.100 meter pukul 10.00 WIB.

Memasuki siang hari, jarak pandang tercatat 1.800 meter pada pukul 11.00 WIB, 1.900 meter pukul 12.00 WIB, 1.600 meter pukul 13.00 WIB, serta 1.500 meter pada pukul 14.00 dan 15.00 WIB.

Perubahan jarak pandang tersebut membuat kondisi operasional penerbangan tetap membutuhkan pemantauan secara berkala.

Penumpang Diminta Pantau Status Penerbangan

Dengan adanya re-time tersebut, penumpang Garuda Indonesia yang terdampak perubahan jadwal perlu memperhatikan informasi terbaru dari maskapai.

Jadwal 20.25 WIB dan 20.35 WIB untuk kedatangan, serta 21.10 WIB dan 21.20 WIB untuk keberangkatan, menjadi jadwal sementara yang disampaikan maskapai kepada penumpang.

Namun, waktu aktual pesawat dapat berbeda dari jadwal tersebut karena operasional penerbangan masih bergantung pada perkembangan kondisi di lapangan dan pemantauan flight radar.

Manajemen Bandara Sultan Thaha juga terus berkoordinasi dengan maskapai dan instansi terkait dalam menangani dampak kondisi kabut asap terhadap operasional penerbangan.

Pengguna jasa bandara disarankan mengecek status penerbangan melalui kanal resmi maskapai sebelum berangkat menuju bandara.

Untuk informasi kebandarudaraan, pengguna jasa dapat menghubungi Contact Center Injourney Airports di 172.

UPDATE akan terus diperbarui mengikuti perkembangan terbaru operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.(*)




Sinsen Kumpulkan 117 Kantong Darah di Jambi, Total Donasi 2026 Capai 174 Kantong

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Sebanyak 117 kantong darah terkumpul dalam aksi donor darah yang digelar PT Sinar Sentosa Primatama (Sinsen), Main Dealer sepeda motor Honda di Provinsi Jambi, Sabtu 26 September 2026.

Sinsen menggelar kegiatan tersebut bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi dengan mengusung tema “Menggerakkan Mobilitas, Menyelamatkan Kehidupan”.

Seluruh darah yang terkumpul kemudian diserahkan melalui PMI untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang memerlukan transfusi darah.

Donasi terbaru ini menambah kontribusi Sinsen sepanjang 2026.

Dari rangkaian kegiatan donor darah yang telah berlangsung, Sinsen kini mencatat total 174 kantong darah yang berhasil dikumpulkan sepanjang tahun ini.

Bagi Sinsen, angka tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program Corporate Social Responsibility (CSR) sekaligus wujud semangat “Sinergi Bagi Negeri”.

Corporate Social Responsibility Sinsen, Rasti Darvi, mengatakan perusahaan ingin menjaga kegiatan donor darah sebagai bentuk kepedulian yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Melalui semangat Sinergi Bagi Negeri, kami ingin terus menghadirkan kontribusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Donor darah menjadi salah satu bentuk kepedulian yang dapat dilakukan bersama dan memberikan manfaat langsung bagi sesama,” kata Rasti.

Menurut Rasti, dukungan karyawan dan relasi Sinsen turut membantu pencapaian 117 kantong darah dalam kegiatan kali ini.

Dengan tambahan tersebut, total kontribusi donor darah Sinsen sepanjang 2026 mencapai 174 kantong.

Kegiatan donor darah juga membuka ruang kolaborasi antara perusahaan, PMI, karyawan, relasi, dan masyarakat.

Sinsen berharap kerja sama dengan PMI dapat terus berjalan sehingga lebih banyak pihak memiliki kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan kemanusiaan.

“Harapan kami, semangat berbagi ini dapat terus tumbuh dan menginspirasi lebih banyak orang untuk ikut berkontribusi. Karena melalui Sinergi Bagi Negeri, kita dapat bersama-sama menghadirkan manfaat dan menjadi bagian dari harapan bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Rasti.

Melalui semangat “Sinergi Bagi Negeri, Dari Sinsen Harapan untuk Masyarakat Jambi”, Sinsen menyatakan akan terus menjalankan berbagai program sosial yang melibatkan karyawan, relasi, dan masyarakat.

Aksi donor darah tersebut mempertegas bahwa kontribusi sosial perusahaan tidak hanya berhenti pada kegiatan bisnis, tetapi juga menyasar kebutuhan kemanusiaan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.(*)




Pemkab Batang Hari Luncurkan Rumah Bunda, Warga Kini Punya Kanal Pengaduan Masalah Keluarga

MUARABULIAN, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Batang Hari membuka kanal baru bagi masyarakat yang menghadapi persoalan keluarga.

Bupati Batang Hari, Mhd. Fadhil Arief bersama Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari Zulva Fadhil resmi meluncurkan Aplikasi Rumah Bunda, Kamis 1 Oktober 2026.

Aplikasi tersebut hadir sebagai layanan pengaduan keluarga yang memungkinkan masyarakat menyampaikan laporan sekaligus memperoleh informasi dan edukasi terkait persoalan dalam rumah tangga.

Pemkab Batang Hari bersama TP-PKK mengembangkan Rumah Bunda sebagai ruang aman bagi masyarakat, khususnya dalam menghadapi persoalan keluarga dan dugaan kekerasan.

Ketua TP-PKK Kabupaten Batang Hari, Zulva Fadhil mengatakan kehadiran Rumah Bunda berangkat dari kepedulian pemerintah terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan keluarga.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Bupati Batang Hari yang menjadi pelopor lahirnya program tersebut.

Menurut Zulva, aplikasi itu diharapkan mampu membuat masyarakat lebih mudah menyampaikan laporan dan pengaduan ketika menghadapi persoalan di lingkungan keluarga.

“Semoga Aplikasi Rumah Bunda yang kita launching pada hari ini semakin mempermudah masyarakat untuk memberikan laporan dan pengaduan,” ujar Zulva.

Bupati Mhd. Fadhil Arief mengatakan pemerintah tidak cukup hanya menjalankan program pembangunan fisik.

Persoalan yang muncul di tingkat keluarga juga membutuhkan perhatian karena berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Melalui Rumah Bunda, Pemkab Batang Hari ingin menyediakan jalur yang lebih jelas bagi masyarakat untuk mendapatkan bantuan ketika menghadapi persoalan keluarga.

“Ini adalah upaya untuk membantu masyarakat menyelesaikan masalah yang ada di dalam keluarganya. Kita hadir untuk memberikan solusi supaya masyarakat terbantu,” kata Fadhil.

Ia berharap Rumah Bunda dapat berkembang menjadi saluran resmi yang mampu menghubungkan masyarakat dengan informasi, edukasi dan layanan penanganan yang dibutuhkan.

Fadhil juga menekankan pentingnya respons yang baik dan cepat terhadap setiap laporan yang masuk.

“Semoga program-program yang ada di Aplikasi Rumah Bunda ini menjadi saluran resmi bagi masyarakat, memberikan edukasi dan informasi serta menerima laporan dengan respons yang baik dan cepat,” ujarnya.

Peluncuran Rumah Bunda menempatkan teknologi sebagai pintu masuk layanan pengaduan keluarga.

Namun, efektivitas program akan sangat bergantung pada tindak lanjut terhadap laporan yang diterima.

Karena itu, tim Rumah Bunda diharapkan tidak hanya menerima aduan, tetapi juga memastikan masyarakat mendapatkan informasi dan penanganan sesuai persoalan yang dihadapi.

Program ini sekaligus memperkuat kolaborasi Pemkab Batang Hari dan TP-PKK dalam memberikan perhatian terhadap ketahanan keluarga serta perlindungan masyarakat.

Peluncuran Aplikasi Rumah Bunda turut dihadiri Sekretaris Daerah Batang Hari, para Asisten Setda, kepala OPD, camat, Ketua TP-PKK kecamatan, Tim Rumah Bunda serta sejumlah undangan lainnya.

Dengan hadirnya Rumah Bunda, Pemkab Batang Hari berharap masyarakat memiliki akses yang lebih mudah untuk menyampaikan persoalan keluarga dan memperoleh solusi melalui kanal resmi pemerintah.(*)




Jelang HUT ke-27, Sarolangun Luncurkan Logo “Sarolangun Maju”, Ini Makna di Baliknya

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabupaten Sarolangun segera memasuki usia 27 tahun.

Menjelang hari jadinya pada 12 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Sarolangun resmi memperkenalkan logo HUT ke-27 dengan membawa satu pesan utama: “Sarolangun Maju”.

Logo yang diluncurkan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sarolangun itu tidak sekadar menjadi identitas perayaan.

Pemerintah daerah memasukkan sejumlah simbol yang menggambarkan arah pembangunan, karakter masyarakat hingga kekayaan budaya Sarolangun.

Tema tersebut diperkuat tagline “Muda, Agamis, Jujur dan Unggul” serta semboyan “Pembangunan meningkat, maju lebih cepat”.

Dua pesan itu menjadi benang merah perayaan HUT ke-27 sekaligus menggambarkan target transformasi Sarolangun menuju daerah yang lebih modern, religius, berbudaya dan memiliki daya saing.

Angka 27 Jadi Simbol Perjalanan Sarolangun

Angka 27 menjadi elemen utama dalam logo.

Angka tersebut menandai perjalanan Kabupaten Sarolangun selama 27 tahun sekaligus menggambarkan fase kematangan daerah untuk memasuki tahap pembangunan berikutnya.

Di dalam desain, pemerintah juga memasukkan tulisan “Tahun” sebagai penanda momentum evaluasi sekaligus peningkatan kualitas pembangunan dari waktu ke waktu.

Namun, pesan logo tidak berhenti pada angka usia daerah.

Masjid, Sungai dan Perahu Adat Jadi Identitas

Salah satu elemen yang mencolok adalah masjid dan menara.

Simbol ini merepresentasikan karakter agamis serta nilai moral dan spiritual yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sarolangun.

Kemudian terdapat unsur sungai dan air yang menggambarkan sumber kehidupan, kesuburan serta sejarah masyarakat yang memiliki hubungan erat dengan sungai.

Elemen perahu adat memperkuat identitas lokal.

Simbol tersebut membawa pesan tentang kearifan lokal dan sejarah masyarakat Sarolangun, sekaligus menggambarkan kesiapan menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan tradisi.

Sementara itu, jembatan menjadi simbol konektivitas dan persatuan.

Kehadirannya menggambarkan pembangunan yang membuka akses dan menghubungkan berbagai wilayah.

Hijau, Emas dan Biru Punya Pesan Berbeda

Pemilihan warna dalam logo juga memiliki filosofi tersendiri.

Hijau menggambarkan pertumbuhan, kesuburan, kedamaian dan keberlanjutan pembangunan.

Emas atau kuning merepresentasikan kejayaan, kemakmuran dan orientasi menuju masa depan yang unggul.

Sedangkan biru menggambarkan ketenangan, harapan serta wawasan yang luas dalam membangun daerah.

Perpaduan warna dan simbol tersebut kemudian dirangkum dalam tulisan “Sarolangun Maju” sebagai identitas utama perayaan tahun ini.

Tugu Biduk Jadi Simbol Kearifan Lokal

Logo HUT ke-27 juga menampilkan Tugu Biduk, yang memadukan unsur menara dan biduk atau perahu.

Elemen tersebut menjadi representasi kearifan lokal sekaligus simbol perjalanan Sarolangun menuju kemajuan.

Pada bagian lainnya terdapat pita dengan tulisan “Pembangunan meningkat, maju lebih cepat”.

Pesan ini menegaskan keinginan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di berbagai sektor.

Dengan seluruh elemen tersebut, Pemkab Sarolangun memaknai usia 27 tahun bukan hanya sebagai penanda perjalanan administratif, tetapi juga momentum untuk memperkuat identitas daerah dan mempercepat pembangunan.

Puncak HUT Sarolangun 12 Oktober

Pemerintah Kabupaten Sarolangun menjadwalkan puncak peringatan HUT ke-27 pada 12 Oktober 2026.

Sejumlah kegiatan disiapkan untuk memeriahkan momentum tersebut, antara lain upacara, pameran pembangunan, pentas seni budaya serta berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

Pemkab Sarolangun mengajak masyarakat ikut memeriahkan hari jadi daerah sekaligus menjadikan momentum tersebut sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan dan semangat pembangunan.

Dengan tema “Sarolangun Maju”, pemerintah daerah ingin membawa perayaan HUT ke-27 lebih dari sekadar seremoni melainkan menjadi pengingat atas perjalanan 27 tahun sekaligus penegasan arah Sarolangun menghadapi tahun-tahun berikutnya.(*)




Konflik Lahan di Taman Raja Memanas, Pemkab Tanjab Barat Bekukan Aktivitas di Lahan Sengketa

KUALATUNGKAL, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat turun tangan menangani konflik lahan di Desa Taman Raja, Kecamatan Tungkal Ulu.

Pemkab meminta seluruh pihak menahan diri dan menghentikan sementara aktivitas di atas lahan yang tengah disengketakan.

Sengketa tersebut melibatkan KMS Nurmansyah dan Fikri Juniwarman dengan Koperasi Tani Hutan Binjai Grup terkait lahan yang disebut telah dimitrakan dengan PT Makin Grup.

Mediasi berlangsung di Ruang Pola Kantor Bupati Tanjung Jabung Barat, Kuala Tungkal, Kamis 1 Oktober 2026.

Rapat dipimpin langsung Wakil Bupati Tanjab Barat Dr. H. Katamso, SA, S.E., M.E.

Pemkab tidak hanya mempertemukan para pihak. Pemerintah juga meminta dokumen kepemilikan, peta lahan, dokumen kemitraan, serta legalitas Hak Guna Usaha (HGU) dibuka untuk memastikan duduk perkara secara objektif.

Katamso menegaskan pemerintah daerah mengambil posisi sebagai fasilitator dan penengah.

Menurutnya, penyelesaian sengketa harus bertumpu pada data dan dokumen hukum, bukan klaim sepihak.

“Pemerintah tidak memihak. Kita ingin masalah ini selesai dengan kepala dingin, data yang jelas, dan bukti kepemilikan yang sah,” ujar Katamso.

Ia meminta Koperasi Tani Hutan Binjai Grup dan PT Makin Grup membuka seluruh dokumen yang berkaitan dengan kemitraan dan lahan yang disengketakan.

Di sisi lain, KMS Nurmansyah dan Fikri Juniwarman diminta menunjukkan dokumen atau alas hak yang menjadi dasar klaim atas lahan tersebut.

Pemkab kemudian akan melibatkan Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk melakukan pengecekan status, batas serta kemungkinan adanya tumpang tindih lahan.

“Kalau lahan itu memang sudah dimitrakan secara sah dengan perusahaan melalui koperasi, maka harus dihormati. Tapi kalau ada tumpang tindih kepemilikan, ini yang harus kita luruskan,” tegasnya.

Mediasi menghasilkan sejumlah kesepakatan penting. Salah satunya, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan melakukan verifikasi langsung ke lokasi.

Verifikasi tersebut melibatkan Kesbangpol, dinas terkait, BPN, pihak koperasi, perusahaan, serta KMS Nurmansyah dan Fikri Juniwarman.

Yang tak kalah penting, seluruh pihak sepakat menahan diri dan tidak melakukan aktivitas di atas lahan yang menjadi objek sengketa sampai proses verifikasi selesai.

Langkah tersebut diambil untuk mencegah berharap proses verifikasi berbasis dokumen dan pengecekan lapangan dapat mengurai persoalan secara objekt persoalan agraria berkembang menjadi konflik sosial di tengah masyarakat.

Setelah pengecekan lapangan dan penelaahan dokumen selesai, Pemkab Tanjab Barat akan menggelar rapat lanjutan untuk membahas hasil verifikasi.

Mediasi turut melibatkan unsur Forkopimda, Kejaksaan Negeri, Polres Tanjab Barat, Babinsa serta sejumlah perangkat daerah.

Hadir pula Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kabag Hukum Setda, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Koperindag dan UMKM, serta perwakilan manajemen PT Makin Grup dan Koperasi Tani Hutan Binjai Grup.

Pemkab berharap proses verifikasi berbasis dokumen dan pengecekan lapangan dapat mengurai persoalan secara objektif.

Pemerintah juga menekankan pentingnya penyelesaian melalui musyawarah agar sengketa lahan di Desa Taman Raja tidak berkembang menjadi persoalan sosial yang lebih luas.(*)




Perkuat Ketahanan Pangan, Pemkot Sungai Penuh Serahkan Traktor, Mesin Kopi hingga Benih Ikan

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Sungai Penuh memanfaatkan momentum peringatan Hari Kesaktian Pancasila 2026 untuk memperkuat sektor pertanian, perikanan hingga penanganan stunting.

Pemkot Sungai Penuh menyerahkan berbagai bantuan kepada kelompok tani dan masyarakat di Kota Sungai Penuh, Kamis 1 Oktober 2026.

Wali Kota Sungai Penuh Alfin, S.H. menyerahkan bantuan secara simbolis didampingi Wakil Wali Kota Azhar Hamzah, Pimpinan DPRD Kota Sungasar kebutuhan produksi pertanian, tetapi juga pengembangan komoditas unggulan, perikanan dan pemenuhan panganai Penuh Hardizal, S.Sos., M.H., serta Kepala DPKPP Kota Sungai Penuh H. Suarman, S.E., M.M.

Bantuan yang disalurkan tidak hanya menyasar kebutuhan produksi pertanian, tetapi juga pengembangan komoditas unggulan, perikanan dan pemenuhan pangan bagi anak yang mengalami maupun berisiko stunting.

Pada sektor pertanian, Pemkot Sungai Penuh menyerahkan traktor roda empat kepada kelompok penerima.

Pemerintah juga memberikan paket mesin pengolahan kopi sebagai bagian dari upaya meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian.

Selain bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan), pemerintah mengalokasikan program perluasan tanaman kopi Arabika seluas 400 hektare.

Program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengembangan kopi sebagai salah satu komoditas yang memiliki potensi ekonomi bagi masyarakat Kota Sungai Penuh.

Pemkot juga menyalurkan paket pengembangan ayam petelur Merah Putih sebagai bagian dari penguatan sektor peternakan dan ketahanan pangan daerah.

Dukungan pemerintah juga menyentuh kelompok masyarakat di sektor perikanan.

Sejumlah bantuan yang diserahkan antara lain restocking benih ikan, paket benih ikan lengkap dengan pakan dan peralatan, jala, benih lele dan pakan, serta happa atau jaring.

Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat meningkatkan produktivitas budidaya sekaligus menjaga keberlanjutan usaha perikanan.

Selain menggerakkan sektor produktif, Pemkot Sungai Penuh juga mengarahkan bantuan untuk mendukung penanganan stunting.

Pemerintah menyerahkan beras fortifikasi dan telur bagi balita stunting serta balita yang masuk kategori berisiko stunting.

Wali Kota Sungai Penuh, Alfin mengatakan, rangkaian bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, bantuan pertanian dan perikanan diharapkan tidak berhenti sebagai bantuan barang, tetapi mampu dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Pemkot Sungai Penuh juga menempatkan bantuan tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mempercepat penanganan stunting.

“Pemerintah daerah berharap kelompok penerima dapat menggunakan seluruh bantuan sesuai peruntukannya sehingga memberikan dampak nyata terhadap produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan masyarakat,” kata dia.

Dengan pendekatan tersebut, momentum Hari Kesaktian Pancasila di Kota Sungai Penuh tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dan ekonomi masyarakat.(*)