Jambi Smart City Fest 2026: RT Adu Inovasi Lewat Kompetisi Kampung Digital

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mulai mendorong transformasi digital dari tingkat paling dekat dengan masyarakat, rukun tetangga (RT).

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Pemkot Jambi menggelar Sosialisasi Kampung Digital di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Selasa 6 Oktober 2026.

Program tersebut menjadi pintu masuk Kompetisi Kampung Digital dalam rangkaian Jambi Smart City Fest (JSCF) 2026.

Pemerintah tidak hanya ingin melihat seberapa banyak fasilitas digital tersedia di lingkungan warga, tetapi juga bagaimana teknologi benar-benar digunakan untuk pelayanan, ekonomi, keamanan, hingga kolaborasi masyarakat.

Kompetisi ini terbuka bagi perwakilan RT di setiap kelurahan di Kota Jambi. Sosialisasi diikuti perwakilan kecamatan, lurah se-Kota Jambi, serta Ketua Forum RT se-Kota Jambi.

Program tersebut sekaligus menjadi bagian dari persiapan Kota Jambi sebagai tuan rumah Forum Smart City Nasional pada 18–19 November 2026.

Mewakili Kepala Diskominfo Kota Jambi, Kepala Bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK), Suhendri mengatakan Kampung Digital sejalan dengan program prioritas Pemkot Jambi, termasuk Kampung Bahagia yang telah berjalan di seluruh RT.

Menurutnya, transformasi digital tidak cukup berhenti pada penyediaan teknologi.

Masyarakat juga harus mampu menjadi pengguna sekaligus penggerak teknologi di lingkungan masing-masing.

“Harapan Pak Wali Kota, masyarakat bisa menjadi pegiat digital agar penyampaian informasi dan kebutuhan lainnya makin mudah. Salah satunya untuk menunjang ekonomi kreatif,” ujar Suhendri.

Karena itu, ia meminta lurah aktif mendorong RT di wilayahnya mengikuti kompetisi.

“Mohon peran aktif para lurah agar dapat mengikutsertakan RT di wilayah masing-masing,” katanya.

Kompetisi Kampung Digital tidak hanya melihat tampilan lingkungan atau keberadaan fasilitas teknologi.

Panitia menetapkan tujuh indikator penilaian, yakni tata kelola digital, infrastruktur digital, pelayanan digital, masyarakat digital, ekonomi digital, inovasi, dan kolaborasi.

Infrastruktur juga menjadi salah satu aspek penting. Kelengkapan CCTV dan Wi-Fi masuk dalam indikator yang akan dinilai.

Namun, fasilitas tersebut hanya menjadi bagian dari penilaian.

Peserta juga perlu menunjukkan bagaimana masyarakat memanfaatkan teknologi untuk mendukung pelayanan, aktivitas ekonomi, kreativitas, dan kebutuhan sosial di lingkungan RT.

Peserta mendaftar melalui formulir daring dengan mengisi data sekaligus mengunggah bukti pendukung sesuai indikator yang ditentukan.

Dewan juri kemudian melakukan penilaian dan verifikasi melalui peninjauan langsung ke lokasi.

Tim juri terdiri atas Fardhillah dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, Etdly Yulias dan Jody Afrini Saputra dari Satpol PP Kota Jambi, serta akademisi Universitas Jambi, Edi Saputra.

Kompetisi Kampung Digital menyediakan total hadiah Rp6 juta.

Tahapan pendaftaran, pelaksanaan, hingga penilaian dijadwalkan berlangsung sampai 31 Oktober 2026.

Para pemenang nantinya menerima penghargaan dalam Gala Dinner Jambi Smart City Fest. Acara tersebut dijadwalkan dihadiri Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta perwakilan pemerintah daerah dari berbagai wilayah Indonesia.

Suhendri berharap kompetisi tersebut tidak berhenti setelah pengumuman pemenang.

“Kita berharap kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan berkelanjutan,” pungkasnya.i

Kompetisi Kampung Digital menjadi salah satu dari sejumlah kegiatan yang disiapkan Diskominfo Kota Jambi dalam JSCF 2026.

Selain Kampung Digital, rangkaian kegiatan juga mencakup lomba video pendek, ideathon, lomba aplikasi, lomba foto, lomba mewarnai, e-sport, serta kompetisi media sosial terbaik tingkat kecamatan dan kelurahan.

Rangkaian tersebut dirancang untuk memperluas keterlibatan masyarakat dalam agenda kota cerdas.

Melalui Kampung Digital, Pemkot Jambi ingin mendorong teknologi hadir dalam aktivitas sehari-hari warga, mulai dari pelayanan dan komunikasi hingga pengembangan UMKM, promosi potensi lokal, keamanan lingkungan, serta kegiatan ekonomi kreatif.

Dengan pendekatan itu, transformasi digital diharapkan tidak hanya menjadi program pemerintah, tetapi tumbuh dari lingkungan masyarakat dan memberi manfaat langsung bagi warga.(*)




Bupati Kerinci Monadi Tegaskan Temuan BPK Tak Boleh Berulang: Rekomendasi Harus Dituntaskan

KERINCI, SEPUCUKJAMBI.ID — Bupati Kerinci Monadi meminta seluruh kepala perangkat daerah tidak menganggap rekomendasi hasil pemeriksaan BPK RI dan pengawasan APIP sebagai sekadar catatan administrasi.

Ia menegaskan setiap temuan harus diselesaikan, rekomendasi wajib ditindaklanjuti, dan kelemahan dalam tata kelola pemerintahan harus segera diperbaiki agar persoalan serupa tidak kembali muncul.

Pesan tersebut disampaikan Monadi saat mengikuti kegiatan Pemantauan Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK RI Perwakilan Provinsi Jambi sampai Semester I 2026 serta Tindak Lanjut Hasil Pengawasan APIP di Ruang Pola Lantai II Kantor Bupati Kerinci, Senin 5 Oktober 2026.

Bagi Monadi, tindak lanjut hasil pemeriksaan bukan hanya kewajiban administratif.

Proses tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi sistem kerja pemerintahan sekaligus memperkuat akuntabilitas pengelolaan keuangan dan aset daerah.

“Temuan harus diselesaikan, rekomendasi harus ditindaklanjuti, kelemahan harus diperbaiki, dan kesalahan yang sama jangan sampai terulang kembali,” tegas Monadi.

Monadi menekankan, tanggung jawab menindaklanjuti hasil pemeriksaan berada pada seluruh kepala perangkat daerah.

Karena itu, setiap rekomendasi harus memiliki tindak lanjut yang jelas, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia juga mendorong hasil pemeriksaan digunakan sebagai bahan evaluasi internal.

Dengan cara tersebut, pemerintah daerah tidak hanya menyelesaikan persoalan yang sudah ditemukan, tetapi juga memperbaiki mekanisme kerja agar potensi kesalahan yang sama dapat dicegah sejak awal.

Pendekatan tersebut menjadi penting dalam pengelolaan keuangan maupun aset daerah yang harus berjalan sesuai ketentuan.

Pemantauan tindak lanjut BPK dan APIP juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kerinci memperkuat pengawasan internal.

Pemerintah daerah ingin setiap temuan menghasilkan perbaikan konkret dalam tata kelola pemerintahan.

Dengan demikian, hasil pemeriksaan tidak berhenti pada dokumen atau laporan tindak lanjut, tetapi berujung pada perubahan sistem kerja di masing-masing perangkat daerah.

Komitmen tersebut diarahkan untuk membangun birokrasi yang tertib, transparan, profesional, dan akuntabel.

Pada akhirnya, pembenahan tata kelola pemerintahan diharapkan tidak hanya terlihat dalam administrasi, tetapi juga berdampak pada kualitas pengelolaan anggaran, aset daerah, pembangunan, serta pelayanan kepada masyarakat.

Prinsip yang ditekankan Pemkab Kerinci pun jelas, bekerja benar sejak awal, tertib dalam proses, menuntaskan setiap rekomendasi, dan memastikan hasilnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)




Diza Hazra Ungkap Prioritas APBD Perubahan Jambi: Kemiskinan Ekstrem hingga Kesehatan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi mulai mengarahkan tambahan ruang anggaran dalam Perubahan APBD 2026 untuk memperkuat sejumlah program yang dinilai bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan pemerintah memprioritaskan anggaran perubahan untuk mendukung penanganan kemiskinan ekstrem, pencegahan stunting, program Makan Bergizi Gratis (MBG), sekolah rakyat, serta sektor kesehatan dan pendidikan.

Menurut Diza, program-program tersebut menjadi bagian dari agenda yang ingin segera dijalankan setelah proses evaluasi Ranperda Perubahan APBD Kota Jambi 2026 selesai.

“Kita fokusnya untuk meningkatkan dan menunjang program-program nasional, seperti kemiskinan ekstrem, pencegahan stunting, MBG, sekolah rakyat dan lainnya. Ada juga beberapa program wali kota, termasuk kesehatan dan pendidikan. Kami sudah anggarkan dan rencanakan dalam waktu dekat bisa segera dieksekusi,” ujar Diza, Selasa 6 Oktober 2026.

Pernyataan tersebut menjadi arah utama penggunaan tambahan anggaran dalam perubahan APBD.

Pemerintah tidak hanya menambah ruang belanja, tetapi berupaya mengarahkannya pada program yang memiliki dampak langsung terhadap masyarakat.

Diza menyebut penanganan kemiskinan ekstrem menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam perubahan anggaran.

Program pencegahan stunting juga masuk dalam prioritas. Pemerintah ingin intervensi terhadap persoalan gizi dan tumbuh kembang anak terus diperkuat melalui dukungan anggaran yang tersedia.

Selain itu, Pemkot Jambi mengalokasikan dukungan untuk pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program sekolah rakyat.

Diza menegaskan program nasional tersebut perlu mendapat dukungan pemerintah daerah agar pelaksanaannya di Kota Jambi dapat berjalan lebih optimal.

Di tingkat daerah, sektor kesehatan dan pendidikan juga mendapat perhatian.

Dengan demikian, tambahan anggaran tidak hanya diarahkan untuk menjalankan program pemerintah pusat, tetapi juga memperkuat agenda prioritas Pemerintah Kota Jambi.

Arah kebijakan tersebut berjalan seiring dengan perubahan postur APBD Kota Jambi 2026.

Dalam Ranperda Perubahan APBD, belanja daerah dirancang mencapai Rp1,992 triliun.

Nilai itu bertambah sekitar Rp184,02 miliar atau 10,18 persen dibandingkan APBD murni 2026 sebesar Rp1,808 triliun.

Sementara pendapatan daerah diproyeksikan mencapai Rp1,814 triliun, meningkat sekitar Rp40,99 miliar atau 2,31 persen dari APBD murni sebesar Rp1,773 triliun.

Kenaikan belanja yang lebih besar daripada pertumbuhan pendapatan membuat pembiayaan daerah menjadi bagian penting dalam perubahan APBD.

Salah satu sumber pembiayaan berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA).

SiLPA dalam rancangan perubahan APBD meningkat dari sekitar Rp34,63 miliar menjadi Rp177,66 miliar, atau naik sekitar Rp143,03 miliar.

Diza mengatakan evaluasi Ranperda Perubahan APBD 2026 telah selesai dan berjalan lancar.

Setelah tahapan tersebut, pemerintah akan menindaklanjuti hasil evaluasi sesuai mekanisme pengelolaan keuangan daerah.

“Yang pertama terkait itu, kita baru saja mendapatkan evaluasi dan berjalan lancar. Anggaran berubah, termasuk belanja daerah dan lain-lain. Alhamdulillah, naik persentasenya,” katanya.

Pemerintah Kota Jambi berharap proses selanjutnya dapat berjalan cepat sehingga anggaran yang telah direncanakan segera masuk tahap pelaksanaan.

Bagi Pemkot Jambi, tantangan berikutnya bukan hanya memastikan perubahan APBD segera ditetapkan, tetapi memastikan tambahan anggaran benar-benar bergerak menjadi program yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Kemiskinan ekstrem, stunting, MBG, sekolah rakyat, kesehatan dan pendidikan pun menjadi sektor yang akan mendapat perhatian dalam pelaksanaan anggaran perubahan tersebut.(*)




60 Persen untuk Banjir, Kajang Lako Disiapkan Jadi Ruang Publik dan Destinasi Baru Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi berpacu dengan waktu untuk menyelesaikan kawasan Danau Telago Kajang Lako.

Proyek yang berada di kawasan kolam retensi tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada akhir 2026, terutama karena musim hujan mulai memasuki wilayah Jambi.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengatakan percepatan Kajang Lako menjadi perhatian Pemkot Jambi setelah pemerintah mendapat evaluasi mengenai kondisi cuaca dan musim hujan dari BMKG.

Memasuki November, intensitas hujan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam target pengoperasian kawasan tersebut.

“Danau Kajang Lako memang direncanakan akhir tahun ini sudah beroperasi. Ini juga mengingat kemarin kita mendapatkan evaluasi dari BMKG, karena November sudah masuk musim hujan,” kata Diza, Selasa 6 Oktober 2026.

Target tersebut membuat fungsi pengendalian banjir menjadi sorotan utama. Pemkot Jambi merancang sekitar 60 persen fungsi kawasan Kajang Lako untuk mendukung pengendalian banjir.

Artinya, keberadaan Danau Telago Kajang Lako tidak semata diarahkan sebagai ruang rekreasi atau ikon baru kota.

Infrastruktur tersebut memiliki peran penting dalam sistem penanganan genangan dan pengendalian air di Kota Jambi.

Pemkot Jambi tidak ingin fungsi pengendalian banjir membuat kawasan Kajang Lako kehilangan potensi sebagai ruang publik.

Di luar fungsi utamanya, pemerintah menyiapkan sejumlah ruang yang dapat dimanfaatkan masyarakat, termasuk pelaku UMKM.

“Penggunaannya nanti 60 persen memang untuk mengatasi banjir, tetapi juga ada space-space tertentu yang bisa digunakan UMKM,” ujar Diza.

Menurut dia, konsep tersebut menjadi bagian dari strategi menggabungkan fungsi infrastruktur dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

Dengan demikian, ketika kawasan tidak digunakan untuk fungsi pengendalian air, ruang yang tersedia tetap dapat memberikan manfaat bagi warga melalui kegiatan publik maupun ekonomi.

Konsep itu juga sejalan dengan program Kota Tangguh yang dikembangkan Pemkot Jambi.

Pemerintah ingin membangun kawasan yang tidak hanya mampu menghadapi persoalan banjir, tetapi juga menyediakan ruang bagi aktivitas ekonomi dan masyarakat.

Kajang Lako juga masuk dalam konsep penataan kawasan publik yang lebih luas.

Pemkot Jambi sebelumnya menyiapkan konektivitas kawasan yang menghubungkan perkantoran Wali Kota Jambi, Taman Banjuran Budayo, Tugu Keris Siginjai hingga Danau Telago Kajang Lako.

Konsep tersebut bertujuan membuat berbagai ruang publik dan ikon kota saling terhubung sehingga membentuk kawasan yang lebih terintegrasi.

Sejumlah fasilitas pendukung juga disiapkan di kawasan Kajang Lako.

Salah satunya jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer. Jalur tersebut dirancang dengan pepohonan peneduh dan penerangan sehingga dapat menunjang aktivitas olahraga dan rekreasi masyarakat.

Penataan lanskap juga dilakukan melalui penghijauan dengan menanam pohon tanjung dan tabebuya.

Pemkot Jambi melihat Kajang Lako memiliki peluang untuk berkembang menjadi salah satu destinasi wisata baru di Kota Jambi.

Namun, pengembangan tersebut tetap harus berjalan beriringan dengan fungsi utama kawasan sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir.

Pemerintah ingin ruang yang dibangun tidak berhenti sebagai infrastruktur teknis.

Kawasan tersebut juga diharapkan mampu menjadi ruang interaksi warga, lokasi aktivitas olahraga, tempat rekreasi hingga wadah bagi kegiatan ekonomi UMKM.

Dengan target mulai beroperasi pada akhir 2026, Kajang Lako kini menghadapi dua kepentingan sekaligus, memastikan fungsi pengendalian banjir berjalan dan menghadirkan ruang publik yang memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat.

Pemkot Jambi juga merencanakan prosesi peresmian kawasan tersebut pada 2027 setelah seluruh penataan dan fasilitas pendukung rampung.

Jika target berjalan sesuai rencana, Danau Telago Kajang Lako tidak hanya menjadi kolam retensi, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu ruang publik baru yang menggabungkan fungsi pengendalian banjir, olahraga, rekreasi, UMKM, penghijauan dan pariwisata di Kota Jambi.(*)




Update: Garuda GA 126 Gagal Mendarat di Jambi, Pesawat Kembali ke Soekarno-Hatta

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Penerbangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta terdampak kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat yang semula diperkirakan tiba pukul 11.50 WIB akhirnya kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau Return To Base (RTB) karena jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi hanya mencapai 1.300 meter.

Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi terus berubah sepanjang Senin 6 Oktober 2026.

Setelah sempat membaik pada pagi hingga menjelang siang, jarak pandang kembali menurun dan berdampak pada operasional penerbangan.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, sebelumnya menyampaikan jarak pandang pada pukul 11.30 WIB berada di angka 1.300 meter.

Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kedatangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta.

Pesawat yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB itu kemudian tidak melanjutkan pendaratan di Bandara Sultan Thaha Jambi dan memilih kembali ke Bandara Soekarno-Hatta.

Jarak Pandang Kembali Turun Jadi 1.000 Meter

Perkembangan kondisi terbaru menunjukkan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali memburuk.

Pada pukul 12.00 WIB, jarak pandang tercatat hanya 1.000 meter, turun 300 meter dibandingkan kondisi pada pukul 11.30 WIB yang masih berada di angka 1.300 meter.

Penurunan tersebut terjadi setelah jarak pandang sempat mencapai titik terbaik 2.800 meter pada pukul 11.00 WIB.

Artinya, dalam waktu satu jam, jarak pandang di kawasan Bandara Sultan Thaha Jambi berubah dari 2.800 meter menjadi 1.000 meter.

Perubahan cepat ini menjadi perhatian dalam operasional penerbangan, terutama bagi pesawat yang akan melakukan proses pendaratan.

Sempat Membaik, Kondisi Berubah Cepat

Sejak pagi, jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi memang menunjukkan pola yang fluktuatif.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang tercatat 1.000 meter. Angka tersebut turun menjadi 800 meter pada pukul 06.30 WIB.

Kondisi kemudian kembali mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 hingga 08.00 WIB.

Memasuki pukul 08.30 WIB, jarak pandang mulai membaik menjadi 1.400 meter.

Perbaikan berlanjut menjadi 2.000 meter pada pukul 09.00 WIB dan 2.500 meter pada pukul 10.00 WIB.

Pukul 11.00 WIB menjadi titik tertinggi dengan jarak pandang mencapai 2.800 meter.

Namun, kondisi kembali berubah hanya dalam waktu 30 menit. Pada pukul 11.30 WIB, jarak pandang turun menjadi 1.300 meter.

Satu jam setelah mencapai 2.800 meter, jarak pandang kembali merosot hingga 1.000 meter pada pukul 12.00 WIB.

Garuda GA 126 Jadi Penerbangan yang Terdampak

Sebelumnya, penerbangan Batik Air ID 6804 dari Jakarta tercatat telah mendarat di Bandara Sultan Thaha Jambi pada pukul 11.05 WIB, setelah mengalami perubahan dari jadwal kedatangan awal pukul 10.00 WIB.

Sementara itu, Garuda Indonesia GA 126 menghadapi kondisi berbeda.

Pesawat yang dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB memilih kembali ke Bandara Soekarno-Hatta atau RTB setelah kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi berada di level 1.300 meter.

Hingga pembaruan pukul 12.00 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.000 meter.

Pihak Bandara Sultan Thaha Jambi terus memantau perkembangan jarak pandang dan kondisi cuaca untuk mendukung keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.(*)




Update Bandara Sultan Thaha Jambi: Jarak Pandang Turun 1.300 Meter, Garuda Dijadwalkan Tiba

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Kondisi jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi kembali berubah pada Senin 6 Oktober 2026.

Setelah sempat membaik hingga 2.800 meter pada pukul 11.00 WIB, jarak pandang justru turun cukup tajam menjadi 1.300 meter hanya 30 menit kemudian.

Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, menyampaikan perubahan tersebut berdasarkan pemantauan kondisi di kawasan bandara.

Data pemantauan menunjukkan jarak pandang sejak pagi bergerak cukup fluktuatif.

Pada pukul 06.00 WIB, jarak pandang berada di angka 1.000 meter. Kondisi kemudian memburuk hingga 800 meter pada pukul 06.30 WIB.

Jarak pandang kembali mencapai 1.000 meter pada pukul 07.00 WIB dan bertahan hingga pukul 08.00 WIB.

Perbaikan mulai terlihat pada pukul 08.30 WIB ketika jarak pandang meningkat menjadi 1.400 meter.

Angka tersebut terus naik menjadi 2.000 meter pada pukul 09.00 WIB, kemudian 2.500 meter pada pukul 10.00 WIB.

Puncak perbaikan terjadi pukul 11.00 WIB. Saat itu, jarak pandang mencapai 2.800 meter.

Namun, kondisi kembali berubah dalam waktu singkat.

“Update terakhir pukul 11.30 WIB, jarak pandang kembali turun menjadi 1.300 meter,” kata Ikhsan Pulungan.

Penerbangan Tetap Berjalan

Perubahan jarak pandang tersebut belum menghentikan aktivitas penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi.

Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6804 dari Jakarta yang semula dijadwalkan tiba pukul 10.00 WIB tercatat mendarat pada pukul 11.05 WIB.

Sementara itu, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 126 dari Jakarta dijadwalkan tiba sekitar pukul 11.50 WIB.

Kondisi ini menunjukkan bahwa operasional penerbangan di Bandara Sultan Thaha Jambi tetap berlangsung di tengah perubahan jarak pandang yang terjadi sejak pagi.

Pihak bandara terus memantau kondisi jarak pandang dan cuaca untuk mendukung keselamatan serta kelancaran operasional penerbangan.

Fluktuasi jarak pandang menjadi perhatian karena kondisi tersebut dapat berubah dalam waktu relatif singkat.

Pemantauan secara berkala pun menjadi bagian penting dalam menentukan perkembangan operasional penerbangan.

Hingga pembaruan terakhir pukul 11.30 WIB, jarak pandang Bandara Sultan Thaha Jambi tercatat 1.300 meter.

Penerbangan Garuda Indonesia GA 126 dari Jakarta menjadi salah satu penerbangan yang dijadwalkan tiba setelah pembaruan tersebut, dengan estimasi pendaratan sekitar pukul 11.50 WIB.(*)




Belum Sehari Dilaporkan, Polisi Tangkap Dua Terduga Pencuri Velg Hilux di Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Polisi menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam pencurian satu set velg mobil Hilux di sebuah toko ban kawasan Jalan Dewi Sartika RT 12, Kelurahan Beringin, Kecamatan Pasar, Kota Jambi.

Unit Reskrim Polsek Pasar menangkap kedua terduga pelaku pada Senin 5 Oktober 2026, hanya beberapa jam setelah korban melaporkan kehilangan velg kepada polisi.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang melalui Kapolsek Pasar, Kompol Fery Siswara.

Dua pria yang diamankan masing-masing berinisial M.A (21), warga Kabupaten Batang Hari, dan S.R.R (24), warga Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi.

Kasus ini diketahui sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu, korban berinisial R.Z (26), karyawan swasta asal Kecamatan Alam Barajo, mendapat informasi dari abangnya bahwa toko ban miliknya di kawasan Beringin kehilangan satu set velg mobil Hilux.

Korban kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pasar. Kerugian akibat pencurian itu diperkirakan mencapai Rp7 juta.

Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti Unit Reskrim Polsek Pasar. Petugas melakukan penyelidikan untuk mencari keberadaan orang yang diduga terlibat sekaligus menelusuri barang yang hilang.

Sekitar pukul 11.00 WIB, polisi berhasil mengamankan M.A dan S.R.R tanpa perlawanan.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi turut mengamankan empat buah velg mobil Hilux yang disebut sebagai barang bukti hasil kejahatan.

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang mengapresiasi langkah cepat personel Polsek Pasar dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.

“Kami tidak akan memberikan ruang bagi pelaku kejahatan di Kota Jambi. Begitu laporan masuk, anggota langsung bergerak dan Alhamdulillah pelaku berhasil diamankan beserta barang buktinya. Ini bentuk komitmen kami memberikan rasa aman kepada masyarakat,” tegasnya.

Saat ini kedua terduga pelaku menjalani proses penyidikan di Mapolsek Pasar Polresta Jambi.

Polisi menjerat keduanya dengan Pasal 476 KUHP tentang pencurian.

Polresta Jambi juga mengingatkan masyarakat agar segera melapor apabila menjadi korban atau mengetahui dugaan tindak pidana.

Laporan dapat disampaikan melalui Call Center 110 maupun kantor polisi terdekat.(*)




BRILiaN Culture Festival BO Sunter, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Sunter menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Sunter.

Kegiatan BCF berlangsung dengan penuh kehangatan dan kegembiraan. Momen tersebut menjadi kesempatan bagi seluruh pekerja untuk membangun kebersamaan, mempererat hubungan antarpegawai, serta menciptakan suasana yang lebih positif di luar rutinitas pekerjaan sehari-hari.

Melalui kegiatan ini, para pekerja diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam setiap aktivitas pekerjaan. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan tidak hanya menjadi pemahaman, tetapi dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, integritas, serta komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama BRILiaN Culture Festival juga menjadi energi positif untuk memperkuat engagement dan semangat kerja seluruh pekerja BO Sunter. Dengan hubungan yang semakin erat, diharapkan kolaborasi dan sinergi dalam menjalankan tugas dapat terus tumbuh dan memberikan dampak positif bagi lingkungan kerja.

BRILiaN Culture Festival menjadi salah satu wadah untuk menghidupkan budaya kerja dalam keseharian. Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus dibawa ke lingkungan kerja, sehingga seluruh pekerja BO Sunter semakin solid, BRILiaN, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi BRI serta nasabah.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



BRILiaN Culture Festival BO Cut Mutiah, Eratkan Kebersamaan dan Hidupkan Budaya Kerja

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Cut Mutiah menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bogor dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Cut Mutiah.

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BRILiaN Culture Festival menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk mempererat hubungan antarpersonal, membangun engagement, sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan di luar rutinitas pekerjaan.

Melalui kegiatan ini, seluruh pekerja BO Cut Mutiah diajak untuk semakin memahami dan menerapkan budaya kerja BRI dalam aktivitas sehari-hari. Nilai-nilai budaya kerja diharapkan dapat diwujudkan melalui sikap positif, komunikasi yang baik, kolaborasi, serta komitmen dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah.

Keceriaan dan kebersamaan yang tercipta selama pelaksanaan BCF menjadi energi positif bagi seluruh pekerja. Momentum ini diharapkan dapat memperkuat rasa kekeluargaan, soliditas, dan kolaborasi sehingga tercipta lingkungan kerja yang semakin positif dan produktif.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BO Cut Mutiah terus mendorong agar budaya kerja tidak hanya dipahami sebagai nilai perusahaan, tetapi juga dihidupkan dan diterapkan dalam setiap aktivitas pekerjaan. Dengan semangat BRILiaN dan kebersamaan yang semakin kuat, seluruh pekerja BO Cut Mutiah diharapkan mampu membawa energi positif tersebut ke lingkungan kerja serta memberikan kontribusi terbaik bagi BRI dan nasabah.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.



Perkuat Kebersamaan dan Sportivitas, BRI Region 6 Gelar Kompetisi Futsal dalam Rangkaian BCF

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangkaian pelaksanaan BRILiaN Culture Festival (BCF), BRI Region 6 menyelenggarakan lomba futsal antar pekerja yang dilaksanakan di Ciloto. Kegiatan ini menjadi salah satu wadah untuk mempererat kebersamaan sekaligus membangun semangat sportivitas di antara para pekerja BRI Region 6.

Pertandingan futsal berlangsung meriah dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Setiap tim menunjukkan semangat, kekompakan, dan kerja sama dalam menghadapi setiap pertandingan. Tidak hanya mengedepankan persaingan di lapangan, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi para pekerja untuk saling berinteraksi dan membangun hubungan yang lebih erat dalam suasana yang penuh kegembiraan.

Melalui olahraga futsal, nilai-nilai BRILiaN Culture turut diimplementasikan melalui kerja sama tim, komunikasi, disiplin, tanggung jawab, serta semangat untuk memberikan kontribusi terbaik. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat terus diterapkan dalam aktivitas pekerjaan sehari-hari untuk mendukung terciptanya lingkungan kerja yang positif dan kolaboratif.

Pelaksanaan lomba futsal juga menjadi bagian dari upaya BRI Region 6 dalam menciptakan keseimbangan antara aktivitas pekerjaan dan kegiatan yang mendukung kebersamaan pekerja. Semangat dan energi positif yang tercipta selama pertandingan diharapkan dapat meningkatkan engagement serta memperkuat soliditas antarpekerja.

Melalui BRILiaN Culture Festival, BRI Region 6 terus mendorong budaya kerja yang tidak hanya diterapkan dalam aktivitas profesional, tetapi juga dihidupkan melalui kebersamaan, sportivitas, dan kolaborasi. Semangat BRILiaN yang terbangun di Ciloto diharapkan menjadi energi positif bagi seluruh pekerja untuk kembali menjalankan aktivitas pekerjaan dengan semakin solid dan penuh semangat.

Tentang PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Region 6/Jakarta 1

Jl. Veteran II No. 8 Gambir Jakarta Pusat 10110
Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES.