Megah dengan Konsep 1001 Malam, MTQH ke-55 Jambi Tantang Daerah Cetak Generasi Qur’ani

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis (MTQH) ke-55 Tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi bergulir.

Sebanyak 629 peserta dari 11 kabupaten dan kota mengikuti ajang keagamaan tersebut yang berlangsung di Kota Jambi hingga 8 November 2026.

Gubernur Jambi Al Haris membuka langsung perhelatan tersebut di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, Minggu malam 1 November 2026.

Pembukaan berlangsung meriah melalui konsep artistik bertajuk “1001 Malam” yang memadukan pertunjukan budaya, sejarah Islam, dan syiar keagamaan.

Namun, di balik kemegahan seremoni, penyelenggaraan MTQH ke-55 juga membawa pesan yang lebih mendasar, bagaimana kompetisi keagamaan mampu mendorong masyarakat mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dan Hadis dalam kehidupan sehari-hari.

Al Haris menegaskan, MTQH tidak boleh berhenti pada perlombaan dan pencapaian prestasi. Menurutnya, hasil kegiatan tersebut harus memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

“Secara kualitas penyelenggaraannya sudah sangat baik. Tinggal bagaimana hasil yang didapat dari MTQH ini harus berdampak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Al Haris dalam sambutannya.

Ia juga menyambut kehadiran seluruh kafilah dari kabupaten dan kota. Persaingan antardaerah, menurutnya, merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas peserta sekaligus menunjukkan keseriusan setiap daerah dalam membina generasi pencinta Al-Qur’an dan Hadis.

Pemerintah Provinsi Jambi, lanjut Al Haris, berkomitmen memperkuat pembinaan melalui peningkatan keterlibatan pelatih nasional.

Peserta yang menunjukkan kemampuan terbaik nantinya akan mendapatkan pembinaan lanjutan sebagai persiapan menghadapi MTQ tingkat nasional.

Al Haris juga mendorong seluruh kabupaten dan kota agar bersedia menjadi tuan rumah penyelenggaraan MTQH tingkat provinsi.

Ia menilai kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam pembangunan mental dan spiritual masyarakat, selain pembangunan infrastruktur.

MTQH ke-55 mengusung tema penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam membentuk generasi penerus yang beriman dan berkarakter.

Sebanyak 629 peserta dari 11 kabupaten dan kota akan mengikuti berbagai cabang musabaqah selama penyelenggaraan berlangsung.

Keikutsertaan seluruh daerah tersebut menunjukkan besarnya perhatian pemerintah kabupaten dan kota terhadap pembinaan kehidupan keagamaan.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, kompetisi ini juga menjadi kesempatan untuk mengukur hasil pembinaan tilawah, hafalan, dan berbagai cabang keilmuan Al-Qur’an dan Hadis di masing-masing daerah.

Tantangan berikutnya terletak pada keberlanjutan pembinaan setelah kompetisi berakhir.

Prestasi para peserta perlu mendapatkan dukungan melalui pelatihan, pendampingan, dan pembinaan berjenjang agar tidak berhenti pada pencapaian selama MTQH.

Pembukaan MTQH ke-55 tampil dengan pendekatan seni pertunjukan yang mengangkat perjalanan sejarah Islam di Kota Jambi.

Ribuan masyarakat memadati lokasi acara meskipun hujan sempat mengguyur kawasan tersebut. Antusiasme pengunjung tetap terlihat sepanjang rangkaian pembukaan.

Acara diawali dengan defile 11 kafilah kabupaten dan kota. Setiap kontingen memasuki arena dengan membawa identitas dan kekhasan daerah masing-masing.

Suasana semakin semarak melalui drama kolosal bertajuk “Tsamaratul Insan”. Pertunjukan ini menggambarkan perjalanan dakwah dan perkembangan Islam di Kota Jambi, termasuk perjuangan para pendakwah dalam memperkenalkan ajaran Islam kepada masyarakat.

Panitia juga menghadirkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Abidzar Ramadhan, qari terbaik nasional yang mewakili Jambi pada MTQ Nasional ke-31, serta penampilan qari internasional Ustaz H. Syamsuri Firdaus.

Sejumlah atraksi lain turut mewarnai pembukaan, mulai dari penampilan maskot MTQH Bang Baha dan Ayuk Gia, pengibaran bendera Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), hingga iring-iringan pasukan berkuda yang membawa bendera MTQH Provinsi Jambi.

Gubernur Al Haris kemudian membuka kegiatan secara resmi melalui prosesi menabuh kompang bersama Anggota DPR RI Dapil Jambi Syarif Fasha, Ketua LPTQ Provinsi Jambi Abdullah Sani, Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, serta kepala daerah dan unsur Forkopimda se-Provinsi Jambi.

Penyelenggaraan MTQH ke-55 tidak hanya menghadirkan kegiatan keagamaan.

Pemerintah Kota Jambi juga memanfaatkan momentum tersebut untuk memperluas promosi produk lokal dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

Sebanyak 162 stan UMKM dan 12 stan bazar kabupaten dan kota turut meramaikan kegiatan.

Kehadiran stan tersebut membuka ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan produk unggulan kepada pengunjung dari berbagai daerah.

Wali Kota Jambi, Maulana mengatakan, kepercayaan sebagai tuan rumah MTQH ke-55 merupakan amanah sekaligus kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat untuk menunjukkan kemampuan menyelenggarakan kegiatan tingkat provinsi.

Ia menegaskan, MTQH tidak hanya berorientasi pada kompetisi keagamaan, tetapi juga mendukung pembangunan masyarakat yang religius, harmonis, berakhlak, dan berkarakter Qur’ani.

Menurut Maulana, penyelenggaraan MTQH sejalan dengan visi pembangunan Kota Jambi Bahagia, yang mencakup Bersih, Aman, Harmonis, Agamis, Inovatif, dan Sejahtera.

Nilai agama, katanya, perlu menjadi bagian dari penyelenggaraan pemerintahan, pelayanan publik, pendidikan, kehidupan sosial, hingga pembangunan keluarga.

Pemkot Jambi juga mengajak masyarakat memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh kafilah dan tamu.

Kebersihan, ketertiban, keramahan, serta semangat gotong royong menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan selama kegiatan berlangsung.

Dalam kesempatan itu, Maulana turut memaparkan berbagai program pembangunan Kota Jambi, termasuk perluasan akses pendidikan dan kesehatan, perlindungan sosial, peningkatan kualitas hunian, pemberdayaan UMKM, serta penguatan pelayanan publik.

Di bidang keagamaan, pemerintah kota memperkuat kerja sama dengan BAZNAS, Kementerian Agama, lembaga pendidikan Islam, pengurus masjid, dan organisasi kemasyarakatan.

Dukungan tersebut mencakup penghimpunan dan penyaluran dana sosial keagamaan serta pemberian hibah kepada lembaga dan organisasi Islam.

Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha memaknai hujan yang mengguyur lokasi pembukaan sebagai bentuk keberkahan.

Menurutnya, kondisi cuaca tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat maupun pihak-pihak yang terlibat dalam menyukseskan kegiatan.

Diza juga mengapresiasi kontribusi pelaku ekonomi kreatif, mahasiswa, pelajar, komunitas, dan masyarakat yang ikut mendukung penyelenggaraan MTQH ke-55.

Ia berharap seluruh rangkaian kegiatan hingga penutupan pada 8 November 2026 berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi peserta maupun masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan MTQH ke-55 tidak cukup diukur dari kemegahan panggung, jumlah peserta, atau kelancaran seremoni.

Konsistensi pembinaan generasi Qur’ani, meningkatnya pengamalan nilai keagamaan, serta manfaat ekonomi bagi masyarakat menjadi ukuran penting dari keberlanjutan kegiatan tersebut.

Dengan melibatkan 11 kabupaten dan kota, MTQH ke-55 diharapkan mampu memperkuat persaudaraan antardaerah sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat Jambi terhadap Al-Qur’an dan Hadis.(*)




Zakat Kota Jambi Naik Rp8 Miliar, Maulana Dorong Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penghimpunan zakat di Kota Jambi melonjak signifikan dari sebelumnya sekitar Rp6 miliar menjadi Rp14 miliar.

Capaian ini menjadi salah satu indikator meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat sekaligus membuka peluang lebih besar bagi penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan zakat dan wakaf.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., mengungkapkan peningkatan tersebut saat menyampaikan perkembangan pengelolaan zakat dan wakaf di Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Menurut Maulana, peningkatan penghimpunan zakat tidak terlepas dari upaya pemerintah daerah dalam membangun kesadaran masyarakat serta memperkuat dukungan terhadap lembaga pengelola zakat dan wakaf.

“Kami konsisten melalui Badan Wakaf memberikan dana hibah untuk terus mendorong. Karena kesadaran dan potensinya, masyarakat Kota Jambi ini sangat tinggi,” ungkap Maulana.

Ia menyebutkan, penghimpunan zakat yang sebelumnya berada di kisaran Rp6 miliar kini telah mencapai Rp14 miliar.

Peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi filantropi Islam di Kota Jambi yang perlu terus dikembangkan melalui tata kelola yang lebih optimal.

“Dari segi zakat saja, selama saya jadi Wali Kota, dari enam miliar sekarang sudah empat belas miliar. Artinya ada peningkatan yang sangat kuat dan semangat wakaf juga, tinggal pengelolaannya,” tambahnya.

Maulana menegaskan, peningkatan penghimpunan zakat harus berjalan beriringan dengan pembenahan pengelolaan wakaf.

Pemerintah Kota Jambi ingin memastikan dana dan aset umat tidak hanya terkumpul, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Menurutnya, zakat dan wakaf memiliki potensi besar untuk mendukung program pemberdayaan masyarakat, membantu kelompok ekonomi lemah, serta memperluas manfaat pembangunan bagi masyarakat.

Komitmen tersebut semakin diperkuat setelah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkan Kota Jambi sebagai salah satu Kota Wakaf di Indonesia.

Bahkan, Kota Jambi menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang memperoleh penetapan tersebut pada 2026.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Kota Jambi bukan sekadar penghargaan seremonial.

Pemerintah pusat melakukan proses seleksi, penilaian data, hingga verifikasi lapangan sebelum menentukan daerah yang layak menyandang predikat Kota Wakaf.

“Jadi ini bukan sekadar penunjukan, tapi ada kompetisi. Ada data yang diberikan oleh Pak Wali Kota dan peserta dari Kemenag, kemudian divisitasi. Ternyata ini berpotensi untuk bisa dikembangkan. Akhirnya, Jambi menjadi salah satu yang terpilih,” ujar Waryono.

Ia menilai Kota Jambi memiliki modal penting untuk mengembangkan ekosistem wakaf, mulai dari dukungan pemerintah daerah, potensi aset wakaf, hingga keberadaan nazhir atau pengelola wakaf.

Menurutnya, pengelolaan wakaf secara produktif dapat memberikan manfaat lebih luas karena hasilnya bisa kembali kepada masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi umat.

“Wakaf akan kembali kepada umat dan tentu mendukung ekosistem perekonomian di masyarakat,” jelasnya.

Dengan status Kota Wakaf, tantangan berikutnya bagi Pemkot Jambi adalah memastikan pengelolaan aset wakaf berjalan profesional, transparan, dan produktif.

Potensi wakaf diharapkan tidak berhenti pada pembangunan sarana ibadah, tetapi juga berkembang untuk mendukung pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Di sisi lain, rangkaian MTQH ke-55 Tingkat Provinsi Jambi yang berlangsung di Kota Jambi juga menjadi momentum penguatan nilai keagamaan dan pembinaan generasi muda.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., dalam Seminar Al-Qur’an menyoroti pentingnya membangun karakter generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Ia menilai generasi muda membutuhkan penguatan etika, pengendalian diri, dan karakter agar mampu memanfaatkan teknologi secara positif.

“Tantangan bagi generasi muda saat ini adalah mereka hidup di ruang digital yang memerlukan pengendalian diri, penguatan nilai-nilai etika dan karakter, sehingga teknologi itu betul-betul memberikan dampak positif,” tuturnya.

Penetapan Kota Jambi sebagai Kota Wakaf, ditambah peningkatan penghimpunan zakat hingga Rp14 miliar, menjadi modal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi umat.

Ke depan, optimalisasi zakat dan wakaf membutuhkan kolaborasi pemerintah, lembaga pengelola, nazhir, serta partisipasi masyarakat agar potensi dana dan aset umat dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Jambi.(*)




Echoes from the Land of the Dragon Raih Penghargaan di ART & TUR 2026

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Echoes from the Land of the Dragon film dokumenter karya Film Roxx pada ajang ART & TUR International Tourism Film Festival 2026. Melalui film ini, Film Roxx memperkenalkan keindahan alam Labuan Bajo, kekayaan budayanya, serta hubungan antara masyarakat setempat dengan warisan alam Indonesia kepada audiens internasional.

Film Roxx, production house asal Bali, mencatatkan pencapaian di kancah internasional melalui Echoes from the Land of the Dragon, yang berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu pemenang (Winner) di ART & TUR International Tourism Film Festival 2026. Festival ini menampilkan beragam karya audiovisual dari sejumlah negara termasuk Portugal, Colombia, Mexico, Jepang, Switzerland, dan negara lainnya yang menjadi wadah pertemuan bagi para sineas internasional untuk menyajikan perspektif dari negara mereka masing-masing.

ART & TUR International Tourism Film Festival yang berlangsung pada 27 – 30 Oktober 2026 ini menjadi salah satu ruang bagi karya film pariwisata untuk diperkenalkan kepada audiens internasional dari berbagai negara. Keikutsertaan Film Roxx menunjukan peluang bagi production house di Indonesia untuk membawa karya audiovisualnya ke kancah internasional yang mempertemukan berbagai perspektif mengenai pariwisata, budaya dan destinasi.

Sebagai bagian dari program resmi festival, Echoes from the Land of the Dragon dijadwalkan tayang pada 28 Oktober 2026, pukul 17.50–18.30 WET (Western European Time). Film ini ditampilkan dalam session #7, bersama karya-karya dari Taiwan, Slovenia, Meksiko, dan Spanyol.

Seiring berkembangnya industri kreatif dan audiovisual, video kini tidak lagi sekadar media komunikasi. Video juga menjadi sarana untuk menyampaikan sudut pandang, membangun pengalaman visual, dan memperkenalkan gagasan kepada audiens lintas negara. Pencapaian ini menjadi salah satu tonggak dalam perjalanan Film Roxx.

Bagi Film Roxx, penghargaan ini juga merupakan buah dari proses kreatif dan kerja sama tim. Mulai dari pengembangan konsep hingga tahap akhir produksi, setiap proses ikut membentuk hasil visual yang ingin disampaikan kepada penonton.

Ke depan, Film Roxx berkomitmen untuk terus menjajaki pendekatan kreatif baru dalam produksi audiovisual serta memperluas kolaborasi yang mendukung pertumbuhan industri kreatif Indonesia.

Tentang Film Roxx

Film Roxx merupakan rumah produksi berbasis di Bali, Indonesia Sejak 2018. Film Roxx berfokus pada produksi konten audiovisual dan film untuk berbagai kebutuhan kreatif. Melalui karya – karyanya, Film Roxx berupaya menghadirkan visual yang kuat dan menyampaikan pesan yang relevan kepada audiens.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES



Amryan Fajri, Mantri BRI yang Melayani Masyarakat Kepulauan Seribu

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Di tengah hamparan laut Kepulauan Seribu, semangat pengabdian seorang pekerja BRI terus menyala. Dialah Amryan Fajri, Mantri BRI yang bertugas di Teras Kapal Bahtera Seva 1 BRI Unit Pluit Kencana, yang berada di bawah supervisi Branch Office Pluit BRI Region 6/Jakarta 1.

Dengan penuh dedikasi dan semangat melayani, Amryan menjalankan tugasnya menjangkau masyarakat di wilayah kepulauan. Baginya, keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk menghadirkan layanan keuangan yang mudah diakses oleh masyarakat.

Melalui Teras Kapal Bahtera Seva 1, Amryan bersama tim secara rutin berkeliling melayani masyarakat Kepulauan Seribu. Setiap hari Senin, layanan hadir di Pulau Pramuka, Selasa di Pulau Panggang, Rabu di Pulau Kelapa dan Pulau Harapan, Kamis di Pulau Tidung, serta Jumat di Pulau Untung Jawa.

Rutinitas tersebut menjadi bukti nyata komitmen BRI dalam menghadirkan layanan perbankan yang inklusif, menjangkau masyarakat hingga ke wilayah terluar, serta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap layanan keuangan formal.

Bagi Amryan Fajri, menjalankan tugas sebagai Mantri BRI bukan sekadar pekerjaan, melainkan bentuk pengabdian untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan semangat pantang menyerah dan dedikasi tinggi, ia menjadi bagian dari garda terdepan BRI dalam memperluas inklusi keuangan Indonesia.

Kisah Amryan Fajri dan Teras Kapal Bahtera Seva 1 menjadi cerminan nyata bahwa BRI senantiasa hadir, tumbuh, dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia, bahkan hingga ke pelosok negeri.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Resmi Jadi Kota Wakaf, Kota Jambi Punya Potensi Besar Bangun Ekonomi Umat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kota Jambi mencatatkan prestasi di tingkat nasional setelah Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) menetapkannya sebagai salah satu Kota Wakaf di Indonesia.

Predikat tersebut sekaligus menjadikan Kota Jambi sebagai satu-satunya daerah di Provinsi Jambi yang memperoleh penetapan tersebut pada 2026.

Di balik pencapaian itu, terdapat peningkatan kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat dan mengembangkan wakaf.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. Maulana, M.K.M., mengungkapkan penghimpunan zakat di daerahnya meningkat signifikan, dari sebelumnya sekitar Rp6 miliar menjadi Rp14 miliar.

Maulana menyebut peningkatan tersebut menunjukkan besarnya potensi filantropi Islam di Kota Jambi.

Menurutnya, potensi itu perlu diperkuat melalui pengelolaan yang profesional agar manfaatnya tidak berhenti pada penghimpunan dana, tetapi juga mampu mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kami konsisten melalui Badan Wakaf memberikan dana hibah untuk terus mendorong. Karena kesadaran dan potensinya, masyarakat Kota Jambi ini sangat tinggi,” ungkap Maulana saat menghadiri rangkaian kegiatan MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi di Aula Grha Siginjai, Kantor Wali Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Ia kemudian memaparkan perkembangan penghimpunan zakat selama masa kepemimpinannya.

“Dari segi zakat saja, selama saya jadi Wali Kota, dari enam miliar sekarang sudah empat belas miliar. Artinya ada peningkatan yang sangat kuat dan semangat wakaf juga, tinggal pengelolaannya,” tambahnya.

Bagi Maulana, penetapan Kota Wakaf harus menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas tata kelola aset umat.

Ia ingin zakat dan wakaf tidak hanya menjadi instrumen ibadah, tetapi juga berperan dalam mendukung pengentasan kemiskinan, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan pembangunan sosial.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Waryono, S.Ag., M.Ag., menjelaskan bahwa penetapan Kota Jambi bukan sekadar pemberian penghargaan atau penunjukan administratif.

Kemenag melakukan proses seleksi melalui pengumpulan data, penilaian, hingga verifikasi lapangan untuk melihat kesiapan daerah dalam mengembangkan ekosistem wakaf.

“Jadi ini bukan sekadar penunjukan, tapi ada kompetisi. Ada data yang diberikan oleh Pak Wali Kota dan peserta dari Kemenag, kemudian divisitasi. Ternyata ini berpotensi untuk bisa dikembangkan. Akhirnya, Jambi menjadi salah satu yang terpilih,” ujar Waryono.

Menurutnya, Kota Jambi memiliki sejumlah modal penting untuk mengembangkan pengelolaan wakaf, mulai dari dukungan pemerintah daerah, ketersediaan aset wakaf, hingga keberadaan nazhir atau pengelola wakaf yang kompeten.

Ia menilai kolaborasi berbagai pihak menjadi kunci agar aset wakaf dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.

“Wakaf akan kembali kepada umat dan tentu mendukung ekosistem perekonomian di masyarakat,” jelasnya.

Penetapan ini sekaligus membuka peluang bagi Kota Jambi untuk mengembangkan wakaf secara lebih produktif.

Dengan tata kelola yang tepat, aset wakaf berpotensi mendukung berbagai kegiatan sosial dan ekonomi yang manfaatnya dapat masyarakat rasakan dalam jangka panjang.

Peningkatan penghimpunan zakat hingga Rp14 miliar menjadi modal penting bagi Kota Jambi dalam memperkuat program pemberdayaan umat.

Namun, peningkatan penghimpunan saja belum cukup. Pemerintah daerah perlu memastikan pengelolaan dana dan aset wakaf berjalan transparan, akuntabel, serta tepat sasaran.

Maulana menilai potensi besar tersebut harus diikuti penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas pengelola wakaf.

Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan manfaat nyata dari pengelolaan dana sosial keagamaan.

Status Kota Wakaf juga diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pengelola zakat dan wakaf, nazhir, serta masyarakat.

Selain pengumuman Kota Jambi sebagai Kota Wakaf, rangkaian kegiatan MTQH ke-55 juga menghadirkan Seminar Al-Qur’an yang membahas tantangan pembinaan generasi muda di tengah perkembangan teknologi digital.

Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Dr. Muchlis Muhammad Hanafi, Lc., M.A., menilai generasi muda membutuhkan penguatan karakter, etika, dan kemampuan mengendalikan diri dalam menghadapi derasnya arus informasi digital.

Menurutnya, kemajuan teknologi harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter agar generasi muda mampu memanfaatkan ruang digital secara positif.

“Tantangan bagi generasi muda saat ini adalah mereka hidup di ruang digital yang memerlukan pengendalian diri, penguatan nilai-nilai etika dan karakter, sehingga teknologi itu betul-betul memberikan dampak positif,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembinaan generasi muda membutuhkan dukungan ekosistem yang melibatkan pendidikan, pendampingan, dan penguatan nilai keagamaan.

“Melalui kegiatan semacam ini, kita membangun ekosistem dalam pembinaan generasi muda basisnya. Mudah-mudahan dari sini akan lahir bakat-bakat, talenta-talenta Al-Qur’an,” harapnya.

Penetapan Kota Jambi sebagai Kota Wakaf menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk membuktikan bahwa pengelolaan zakat dan wakaf mampu memberikan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Dengan meningkatnya penghimpunan zakat serta dukungan pemerintah terhadap pengembangan wakaf, Kota Jambi diharapkan mampu menjadi salah satu daerah percontohan dalam penguatan ekonomi umat melalui pengelolaan aset keagamaan yang profesional dan produktif.(*)




KAI Logistik Perkuat Budaya Anti Penyuapan melalui Awareness Training SNI ISO 37001:2025

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID — KAI Logistik, anak usaha PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang jasa logistik, terus memperkuat budaya kerja berintegritas melalui penyelenggaraan Awareness Training Sistem Manajemen Anti-Penyuapan (SMAP) SNI ISO 37001:2025.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Selasa–Rabu (27–28/10), ini diikuti oleh perwakilan pekerja dari berbagai unit bisnis sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman dan kesadaran terhadap pencegahan penyuapan di lingkungan perusahaan.

Salah satu penekanan dalam pembaruan SNI ISO 37001:2025 dibandingkan versi 2016 adalah secara eksplisit menempatkan budaya anti penyuapan (anti-bribery culture) sebagai persyaratan tersendiri.

Jika sebelumnya budaya antisuap tercermin dalam komitmen kepemimpinan, kebijakan, komunikasi, dan pengendalian, di versi terbaru ini lebih menegaskan bahwa budaya tersebut perlu dikembangkan, dipelihara, dan dipromosikan di seluruh tingkatan organisasi.

Sejalan dengan pembaruan tersebut, penguatan SMAP diarahkan pada pembentukan perilaku kerja yang menjunjung tinggi integritas. Setiap insan perusahaan memiliki peran dalam mencegah penyuapan melalui kepatuhan terhadap kebijakan, pemahaman terhadap potensi risiko, pengambilan keputusan secara objektif, serta keberanian untuk menolak dan melaporkan indikasi pelanggaran.

Dengan demikian, budaya anti penyuapan diharapkan tumbuh menjadi bagian dari kebiasaan kerja dan tercermin dalam interaksi dengan pelanggan, mitra bisnis, maupun pemangku kepentingan lainnya.

Manager of Public Relations KAI Logistik, Adjeng Putri Adhatu, menyampaikan bahwa penguatan budaya anti penyuapan memerlukan kesadaran dan keterlibatan seluruh pekerja secara berkelanjutan.

“Penerapan budaya anti penyuapan tidak cukup hanya melalui pemahaman terhadap kebijakan dan prosedur, tetapi perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Melalui penguatan pemahaman SNI ISO 37001:2025, KAI Logistik mendorong seluruh pekerja untuk menjadikan integritas sebagai landasan dalam menjalankan tugas, mengambil keputusan, dan membangun hubungan profesional dengan para pemangku kepentingan,” ujarnya.

Melalui pelatihan ini, KAI Logistik mendorong peningkatan pemahaman pekerja terhadap pembaruan standar sekaligus memperkuat konsistensi penerapan prinsip anti penyuapan dalam proses bisnis.

Upaya tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi berkelanjutan terhadap penerapan SMAP agar kebijakan dan mekanisme pengendalian yang dimiliki perusahaan dapat berjalan selaras dengan perilaku kerja yang berintegritas.

Ke depan, KAI Logistik berkomitmen untuk terus mengembangkan dan memelihara budaya anti penyuapan di seluruh lingkungan perusahaan. Melalui penerapan nilai integritas yang konsisten, perusahaan berharap dapat memperkuat tata kelola yang transparan dan akuntabel, menjaga kepercayaan pemangku kepentingan, serta mendukung keberlanjutan bisnis.

Tentang KAI Logistik
PT Kereta Api Logistik (KAI Logistik) dibentuk dengan tujuan melayani distribusi logistik berbasis kereta api, dengan kemasan bisnis door to door service untuk memberikan pelayanan yang paripurna bagi Pelanggan kereta api yang didukung dengan layanan pra dan purna.

KAI Logistik fokus pada orientasi bisnis sebagai jasa layanan distribusi logistik terpadu (total logistics solution) melalui “End-to-End Services”. Dengan tagline KAI Logistik Ispossible yaitu semuanya menjadi mungkin, KAI Logistik menyediakan ragam layanan logistik melalui 3 segmentasi diantaranya KALOG Express, KALOG Plus dan KALOG Pro.

Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES




Omzet UMKM Tembus Rp100 Juta Sehari di Bazar MTQH Jambi, Nadiyah: Event Harus Berdampak Ekonomi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Gelaran Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.

Bazar dan pameran yang menghadirkan 162 tenant dari berbagai daerah mencatat transaksi UMKM mencapai lebih dari Rp100 juta per hari.

Ketua Dekranasda Kota Jambi, Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG., menyebut capaian tersebut menjadi bukti bahwa penyelenggaraan event berskala besar dapat membuka peluang usaha sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.

Menurut Nadiyah, Pemkot Jambi ingin memastikan MTQH tidak hanya sukses sebagai agenda keagamaan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Menjadi tuan rumah MTQH, kita terus bekerja keras untuk meningkatkan ekonomi. Setiap event harus membawa keberkahan dan peningkatan ekonomi. Para pelaku ekonomi kita bisa membangun jejaring untuk meningkatkan usaha,” ujar Nadiyah saat pembukaan bazar dan pameran MTQH ke-55 di kawasan Kantor Wali Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Ia menilai tingginya jumlah pengunjung MTQH menjadi peluang yang harus dimanfaatkan pelaku usaha untuk memperluas pasar, meningkatkan transaksi, sekaligus memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota.

Sebanyak 162 tenant meramaikan bazar dan pameran MTQH ke-55 yang menghadirkan produk unggulan dari 11 kabupaten/kota se-Provinsi Jambi.

Beragam produk ditawarkan, mulai dari kerajinan tangan, kuliner khas daerah, busana muslim, wastra, hingga berbagai produk kreatif hasil karya perajin lokal.

Nadiyah menjelaskan, penyelenggara membagi lokasi bazar menjadi dua kawasan.

Area halaman parkir Kantor Wali Kota Jambi menjadi pusat pameran Dekranasda Provinsi Jambi dan Dekranasda kabupaten/kota.

Sementara itu, deretan tenant UMKM Kota Jambi menempati area jalan di depan Kantor Wali Kota.

Pembagian lokasi tersebut memberikan ruang promosi bagi produk unggulan daerah sekaligus membuka kesempatan bagi pelaku UMKM lokal untuk menjangkau lebih banyak konsumen.

“Pemerintah sudah memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk mendapatkan multiplier effect dari penyelenggaraan MTQH. Para pelaku usaha bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan transaksi ekonomi,” katanya.

Nadiyah berharap pelaku usaha tidak hanya mengejar penjualan selama MTQH berlangsung, tetapi juga mampu membangun relasi bisnis dan mendapatkan pelanggan baru untuk pengembangan usaha jangka panjang.

Optimisme kebangkitan ekonomi juga disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi, Feriadi, yang juga menjabat Ketua Panitia.

Ia mengungkapkan, berdasarkan laporan transaksi sementara, omzet UMKM mencapai sekitar Rp100 juta per hari sejak awal pelaksanaan bazar.

Capaian tersebut menjadi angin segar bagi pelaku usaha setelah masyarakat Jambi menghadapi tekanan ekonomi akibat kabut asap dalam beberapa waktu terakhir.

“Alhamdulillah, dari hari pertama angkanya mencapai sekitar Rp100 juta per hari. Setelah kurang lebih dua bulan kita diliputi kabut asap dan kondisi ekonomi masyarakat kurang baik, Alhamdulillah dengan acara ini ekonomi masyarakat kita kembali bangkit,” ungkap Feriadi.

Ia menjelaskan, pameran Dekranasda kabupaten/kota berlangsung selama tujuh hari, mulai 1 hingga 7 November 2026.

Sementara itu, tenant UMKM di area depan Kantor Wali Kota Jambi telah beroperasi sejak 29 Oktober dan berlangsung selama 10 hari.

Dengan durasi kegiatan yang berbeda tersebut, panitia berharap pelaku usaha memiliki kesempatan lebih luas untuk memaksimalkan penjualan.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Provinsi Jambi, Hj. Hesnidar Haris, S.E., menilai event seperti MTQH memiliki potensi besar untuk mempercepat perkembangan UMKM daerah.

Menurutnya, kehadiran masyarakat dari berbagai kabupaten dan kota menciptakan peluang pasar yang lebih luas bagi perajin dan pelaku usaha lokal.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk mengunjungi bazar dan membeli produk-produk unggulan yang dipamerkan.

“Sudah kita kunjungi seluruh kabupaten dan kota yang mempromosikan karya para perajin lokal dengan berbagai keunggulan dan jenis produk. Ada lebih dari 100 stand UMKM. Mari kunjungi, kegiatan ini akan berlangsung hingga seminggu ke depan,” katanya.

Hesnidar juga mengingatkan para pedagang agar menjaga kualitas produk dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengunjung.

Ia berharap aktivitas perdagangan selama MTQH membawa keberkahan bagi pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk lokal.

Nadiyah menambahkan, MTQH ke-55 bukan satu-satunya agenda besar yang berpotensi menggerakkan ekonomi Kota Jambi.

Dalam waktu mendatang, Kota Jambi juga akan menjadi tuan rumah sejumlah kegiatan berskala nasional, di antaranya Forum Smart City Nasional, Healthy City Summit, dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Dokter Indonesia (Rakernas IDI).

Menurutnya, berbagai agenda tersebut menjadi peluang untuk meningkatkan aktivitas sektor perdagangan, kuliner, perhotelan, transportasi, serta industri kreatif.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Kota Jambi perlu memaksimalkan setiap kegiatan untuk menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Nadiyah pun mengajak masyarakat datang ke kawasan Kantor Wali Kota Jambi untuk menikmati berbagai produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.

“MTQH ini adalah ajang kita untuk memuliakan Al-Qur’an. Mudah-mudahan juga membawa keberkahan berupa dampak ekonomi yang signifikan bagi pelaku usaha di Kota Jambi dan berbagai daerah di Provinsi Jambi, sekaligus menjadi ajang ukhuwah persaudaraan,” tuturnya.

Bazar dan pameran MTQH ke-55 diharapkan menjadi bukti bahwa event keagamaan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Kota Jambi ingin menjadikan momentum tersebut sebagai penggerak UMKM, memperluas pemasaran produk lokal, dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah.(*)




Maulana Targetkan MTQH ke-55 Sukses Prestasi dan Penyelenggaraan, 500 Anak Disiapkan Tampil dalam Drama Kolosal

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Maulana menegaskan komitmen Pemerintah Kota Jambi untuk menyukseskan Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026.

Tak hanya mengejar sukses penyelenggaraan dan prestasi, Maulana ingin perhelatan keagamaan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat identitas religius Kota Jambi.

Sebagai tuan rumah, Pemkot Jambi menyiapkan berbagai rangkaian kegiatan, termasuk pertunjukan drama kolosal yang melibatkan sekitar 500 anak dengan konsep 1001 malam.

Pertunjukan tersebut akan mengangkat sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi, termasuk peran ulama dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda.

Komitmen itu disampaikan Maulana saat menghadiri pelantikan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera MTQH ke-55 yang dirangkaikan dengan Seminar Al-Qur’an di Aula Grha Siginjai, Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Jambi, kami mengucapkan terima kasih. Kita berupaya maksimal agar MTQH ke-55 ini sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” ujar Maulana.

Menurutnya, kepercayaan menjadikan Kota Jambi sebagai tuan rumah merupakan tanggung jawab besar yang harus dijalankan bersama.

Karena itu, pemerintah daerah terus mempersiapkan dukungan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan memberikan kesan positif bagi para kafilah maupun masyarakat.

Salah satu daya tarik yang disiapkan dalam rangkaian MTQH ke-55 adalah drama kolosal bertema 1001 malam.

Pertunjukan ini melibatkan sekitar 500 anak dan mengangkat perjalanan sejarah Islam di Kota Jambi.

Ceritanya mencakup proses masuk dan berkembangnya Islam, perjuangan ulama melawan penjajahan Belanda, hingga peran pendidikan pesantren dalam membentuk karakter masyarakat.

Konsep tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan dalam seremoni pembukaan, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan sejarah dan nilai-nilai keislaman kepada generasi muda.

Melalui pertunjukan tersebut, Pemkot Jambi ingin menghadirkan pesan bahwa MTQH bukan semata-mata perlombaan membaca dan memahami Al-Qur’an, melainkan juga momentum memperkuat kecintaan terhadap ajaran Islam dan sejarah perkembangan agama di daerah.

Selain mempersiapkan MTQH, Maulana juga menyoroti kepercayaan Kementerian Agama Republik Indonesia yang menetapkan Kota Jambi sebagai salah satu dari 16 kota di Indonesia berstatus Kota Wakaf.

Menurutnya, penetapan tersebut membawa tanggung jawab untuk memperkuat tata kelola wakaf agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Maulana berharap pengelolaan wakaf tidak hanya berorientasi pada kegiatan ibadah, tetapi juga mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan dan penguatan ekonomi umat.

“Pengelolaan wakaf ke depan harus dilakukan secara profesional dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Ia menilai pengembangan wakaf yang dikelola secara baik dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperluas manfaat sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengingatkan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera agar menjalankan tugas secara profesional, independen, dan menjunjung tinggi integritas.

Pesan tersebut disampaikan setelah Wakil Gubernur Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jambi, Abdullah Sani, memimpin prosesi pelantikan Dewan Hakim di Aula Grha Siginjai.

Al Haris menilai kualitas penilaian menjadi bagian penting dalam menjaga kredibilitas MTQH.

Ia berharap seluruh dewan hakim memberikan penilaian secara objektif dan konsisten sehingga hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan peserta.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pembinaan qari, qariah, hafiz, dan hafizah melalui dukungan anggaran, fasilitas latihan, serta perhatian terhadap kesejahteraan peserta.

Menurut Al Haris, penyelenggaraan MTQH secara rutin telah memberikan ruang bagi daerah untuk membina peserta secara berkelanjutan.

Peserta terbaik nantinya akan kembali mendapatkan pembinaan dari LPTQ Provinsi Jambi sebagai persiapan menghadapi kompetisi tingkat nasional.

Al Haris juga berharap penyelenggaraan MTQH ke-55 memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Kota Jambi.

Kehadiran kafilah dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota dinilai dapat meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa, termasuk perhotelan, kuliner, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita ingin event ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Ekonomi meningkat, dan UMKM kita juga ikut berjualan di bazar sekitar lokasi MTQH,” ungkapnya.

MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi berlangsung pada 31 Oktober hingga 8 November 2026.

Pemerintah Kota Jambi berharap seluruh rangkaian kegiatan menjadi momentum mempererat silaturahmi antardaerah, memperkuat syiar Islam, melahirkan generasi Qurani berprestasi, serta memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Maulana berharap kepercayaan sebagai tuan rumah dapat dijawab melalui penyelenggaraan MTQH yang sukses sekaligus meninggalkan nilai dan manfaat jangka panjang bagi Kota Jambi.(*)




MTQH ke-55 Provinsi Jambi Dimulai, Al Haris Ingatkan Dewan Hakim Jaga Independensi dan Objektivitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-55 tingkat Provinsi Jambi Tahun 2026 resmi memasuki rangkaian kegiatan setelah Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani melantik Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera di Aula Grha Siginjai, Kota Jambi, Minggu 1 November 2026.

Pelantikan tersebut menjadi perhatian penting dalam penyelenggaraan kompetisi keagamaan tingkat provinsi ini.

Pasalnya, integritas dan objektivitas dewan hakim menentukan kualitas penilaian sekaligus menjaga kepercayaan seluruh kafilah yang berlomba.

Prosesi pelantikan dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jambi sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I.

Kegiatan itu turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Maulana, serta sejumlah perwakilan kepala daerah dan pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.

Gubernur Jambi Al Haris menegaskan bahwa dewan hakim harus menjalankan tugas secara profesional, independen, dan berintegritas.

Ia meminta seluruh proses penilaian berlangsung objektif serta konsisten agar hasil perlombaan benar-benar mencerminkan kemampuan masing-masing peserta.

Menurut Al Haris, penyelenggaraan MTQH setiap tahun telah memberikan ruang bagi pemerintah kabupaten dan kota untuk membangun pembinaan qari, qariah, hafiz, hafizah, serta peserta berbagai cabang perlombaan lainnya.

“Karena kegiatan ini dilaksanakan setiap tahun, tentu ada pembinaan yang konsisten dari kabupaten dan kota, termasuk LPTQ provinsi. Hasil MTQH ini nantinya akan dibina kembali untuk dipersiapkan ke tingkat nasional,” ujar Al Haris.

Ia menilai pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting untuk menjaga kualitas peserta sekaligus mempersiapkan generasi terbaik Jambi menghadapi kompetisi di tingkat nasional.

Karena itu, Al Haris meminta pemerintah kabupaten dan kota memberikan perhatian lebih terhadap pengembangan kemampuan peserta.

Dukungan tersebut mencakup anggaran, fasilitas latihan, hingga kesejahteraan para peserta agar potensi mereka berkembang secara optimal.

Selain menyoroti pembinaan dan kualitas perlombaan, Al Haris juga melihat MTQH ke-55 sebagai peluang untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Kehadiran kafilah dan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota selama penyelenggaraan berpotensi meningkatkan aktivitas perdagangan dan jasa, termasuk sektor perhotelan, kuliner, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita ingin event ini memberikan manfaat bagi masyarakat. Ekonomi meningkat, dan UMKM kita juga ikut berjualan di bazar sekitar lokasi MTQH,” ungkapnya.

Menurutnya, kegiatan keagamaan berskala provinsi perlu memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi peserta dan penyelenggara, tetapi juga masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.

Al Haris menjelaskan, rangkaian MTQH ke-55 diawali dengan Pawai Ta’aruf pada Sabtu malam.

Selanjutnya, Minggu pagi berlangsung pelantikan Dewan Hakim dan Seminar Al-Qur’an, sebelum pembukaan resmi pada Minggu malam.

Sementara itu, Wali Kota Jambi Maulana menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Jambi sebagai tuan rumah MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Jambi bersama masyarakat telah mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

“Atas nama pemerintah dan masyarakat Kota Jambi, kami mengucapkan terima kasih. Kita berupaya maksimal agar MTQH ke-55 ini sukses prestasi dan sukses penyelenggaraan,” ujar Maulana.

Selain kesiapan penyelenggaraan, Maulana juga menyinggung penetapan Kota Jambi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai salah satu dari 16 kota di Indonesia yang menyandang status Kota Wakaf.

Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi tanggung jawab untuk memperkuat pengelolaan wakaf secara profesional, transparan, dan akuntabel.

Ia berharap pengelolaan wakaf yang semakin modern dapat memberikan manfaat berkelanjutan, terutama dalam mendukung bidang pendidikan, ibadah, dan penguatan ekonomi umat.

“Pengelolaan wakaf ke depan harus dilakukan secara profesional dan transparan agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat luas,” tegasnya.

Untuk memeriahkan pembukaan MTQH ke-55, Pemerintah Kota Jambi juga menyiapkan pertunjukan drama kolosal yang melibatkan sekitar 500 anak.

Pertunjukan tersebut mengusung konsep 1001 malam dengan mengangkat sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Kota Jambi.

Kisah yang ditampilkan mencakup perjalanan penyebaran Islam, peran ulama dalam perjuangan melawan penjajahan Belanda, hingga kontribusi pendidikan pesantren dalam membentuk karakter masyarakat.

Konsep tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembukaan MTQH yang tidak hanya meriah, tetapi juga memperkenalkan sejarah dan perkembangan Islam di Kota Jambi kepada masyarakat.

Pelantikan Dewan Hakim, Pengawas, dan Panitera menjadi salah satu tahapan penting untuk memastikan seluruh perlombaan berjalan dengan menjunjung tinggi keadilan dan integritas.

MTQH ke-55 tingkat Provinsi Jambi berlangsung pada 31 Oktober hingga 8 November 2026. Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Kota Jambi berharap kegiatan ini dapat memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah antardaerah, melahirkan peserta berprestasi, serta memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.(*)




SMK Nusantara Pertahankan Gelar Juara AXIS Nation Cup 2026, Taklukkan SMAN 21 Bandung 2-1

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – SMK Nusantara kembali membuktikan dominasinya di kompetisi futsal pelajar nasional.

Tim asal Jakarta tersebut sukses mempertahankan gelar juara putra AXIS Nation Cup (ANC) 2026 setelah mengalahkan SMAN 21 Bandung dengan skor tipis 2-1 dalam partai final di Istora Senayan, Sabtu 31 Oktober 2026.

Sementara itu, gelar juara kategori putri menjadi milik MAN 1 Kabupaten Sukabumi. Mereka tampil meyakinkan dengan menaklukkan SMAN 1 Kepahiang dengan skor 4-1.

Keberhasilan SMK Nusantara mempertahankan gelar semakin mempertegas konsistensi tim tersebut dalam kompetisi yang digelar PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART) melalui merek layanan AXIS.

Pertandingan final putra berlangsung menegangkan. SMK Nusantara sempat unggul dua gol, tetapi SMAN 21 Bandung memperkecil ketertinggalan melalui gol pada lima menit terakhir.

Tekanan terus mengalir hingga penghujung pertandingan.

Namun, SMK Nusantara mampu mempertahankan keunggulan dan memastikan kemenangan 2-1 sekaligus mengunci gelar juara nasional ANC 2026.

Prestasi tersebut melanjutkan perjalanan positif SMK Nusantara di AXIS Nation Cup.

Setelah menjadi runner-up pada penyelenggaraan perdana tahun 2023, tim ini berhasil merebut gelar juara pada 2025 dan kembali mempertahankannya pada 2026.

Pada pertandingan perebutan tempat ketiga kategori putra, SMAN 2 Raha tampil dominan dengan mengalahkan MAN 2 Samarinda melalui skor telak 5-0.

AXIS Nation Cup 2026 bukan sekadar kompetisi futsal antarsekolah. Memasuki tahun keempat penyelenggaraan, turnamen ini berkembang menjadi salah satu wadah pencarian dan pengembangan bakat olahraga di kalangan pelajar Indonesia.

Sepanjang penyelenggaraan, kompetisi menjangkau 40 kota dengan melibatkan 1.730 tim sekolah dan sekitar 17.300 atlet atau pelajar.

Antusiasme masyarakat juga terlihat dari jumlah kunjungan yang mencapai lebih dari 390 ribu orang sepanjang rangkaian kegiatan.

Ribuan pengunjung turut memadati Istora Senayan saat Grand Final berlangsung.

Chief AXIS Officer XLSMART, Azher Javid, mengapresiasi seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan dan semangat kompetitif sepanjang turnamen.

“Selamat kepada SMK Nusantara dan MAN 1 Kabupaten Sukabumi yang berhasil meraih gelar juara ANC 2026, serta seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan, semangat juang, kerja sama, dan sportivitas sepanjang kompetisi,” ujar Azher.

Menurutnya, perjalanan peserta dari berbagai daerah hingga mencapai panggung nasional memperlihatkan besarnya potensi generasi muda Indonesia.

AXIS ingin menjadikan kompetisi ini sebagai ruang bagi pelajar untuk mengembangkan kemampuan, membangun kepercayaan diri, serta membuka peluang meraih prestasi yang lebih tinggi.

Tak hanya memberikan gelar juara, AXIS Nation Cup 2026 juga menghadirkan peluang pembinaan bagi atlet muda berprestasi.

Melalui kolaborasi strategis dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI), tim juara kategori putra berkesempatan mengikuti Intensive Training Program dan proses talent scouting bersama pelatih nasional bersertifikat AFC.

Program tersebut menjadi salah satu jalur untuk mengenali potensi pemain muda sekaligus membuka kesempatan mereka mendapatkan pembinaan lebih lanjut.

Selain penghargaan untuk tim, panitia juga memberikan apresiasi individu kepada pemain terbaik putra, pemain terbaik putri, serta pelatih yang menunjukkan performa menonjol sepanjang turnamen.

Berikut hasil akhir Grand Final AXIS Nation Cup 2026:

Kategori Putra

  • Juara 1: SMK Nusantara
  • Juara 2: SMAN 21 Bandung
  • Juara 3: SMAN 2 Raha

Kategori Putri

  • Juara 1: MAN 1 Kabupaten Sukabumi
  • Juara 2: SMAN 1 Kepahiang

Hasil pertandingan:

  • Final putra: SMK Nusantara 2-1 SMAN 21 Bandung.
  • Final putri: MAN 1 Kabupaten Sukabumi 4-1 SMAN 1 Kepahiang.
  • Perebutan juara ketiga putra: SMAN 2 Raha 5-0 MAN 2 Samarinda.

Grand Final AXIS Nation Cup 2026 juga menghadirkan festival hiburan yang menyatukan olahraga, musik, dan aktivitas digital.

Sejumlah musisi nasional turut memeriahkan acara, di antaranya JKT48, Bernadya, Inul Daratista, Dia feat. Naufal Syachreza, hingga Oom Leo feat. Mingse.

Suasana pertandingan semakin menarik dengan kehadiran pengamat sepak bola OFFSIDE DUO, Coach Justin dan Panji Suryono, yang memberikan ulasan taktis selama kompetisi.

Pengunjung juga dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif melalui booth Gamefinity, AXISNET Minigames, penukaran AXIS Coin untuk merchandise resmi, serta kesempatan memperoleh Mystery AIGO.

Beragam pilihan kuliner dari mitra pendukung turut melengkapi pengalaman pengunjung di Istora Senayan.

Di tengah kemeriahan pertandingan dan hiburan, XLSMART menghadirkan dukungan konektivitas melalui AXIS 5G AF (Absolute Fast).

Layanan tersebut mendukung aktivitas digital peserta, suporter, dan pengunjung selama acara berlangsung.

Pelanggan dengan perangkat serta layanan yang kompatibel dapat mengakses aplikasi, mengunggah foto dan video, serta membagikan momen pertandingan secara langsung.

Dukungan tersebut sejalan dengan upaya XLSMART memperkuat kualitas jaringan dan menghadirkan konektivitas sesuai kebutuhan generasi muda.

Perusahaan juga mencatat pencapaian merek layanan XL melalui empat penghargaan Ookla Speedtest Awards semester pertama 2026, yakni Best Mobile Network in Indonesia 2026, Best 5G Network 2026, Fastest 5G 2026, dan Best 5G Video Experience 2026.

Secara nasional, XLSMART mengoperasikan lebih dari 265.000 BTS yang melayani lebih dari 69 juta pelanggan di Indonesia.

Melalui AXIS Nation Cup, XLSMART ingin memperluas kontribusinya dalam mendukung olahraga pelajar sekaligus menghadirkan ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi, mengembangkan potensi, dan membangun prestasi.

Keberhasilan penyelenggaraan ANC 2026 juga memperlihatkan bahwa kompetisi olahraga sekolah dapat menjadi pintu masuk pembinaan atlet muda sekaligus menghadirkan pengalaman hiburan dan konektivitas digital dalam satu kegiatan.(*)