Walikota Jambi Apresiasi TNI-Polri, Korem 042/Gapu Bersihkan Pasar Talang Banjar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, Korem 042/Gapu melaksanakan kegiatan karya bakti serentak bertajuk Gerakan Jumat Bersih di seluruh Provinsi Jambi, termasuk di Pasar Talang Banjar, Kota Jambi, pada Jumat (23/5).

Sebanyak 320 personel TNI turut ambil bagian dalam aksi gotong royong ini, bersama masyarakat dan pemerintah kota Jambi.

Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Heri P secara langsung memimpin kegiatan, menunjukkan komitmen kuat TNI dalam mendukung kebersihan lingkungan.

“Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian TNI terhadap kebersihan dan kesehatan masyarakat. Kita lakukan serentak di seluruh Jambi, dan hari ini kami fokus di Pasar Talang Banjar bersama pemerintah dan warga,” ujar Brigjen TNI Heri Purwanto.

Wakil Gubernur Jambi, Drs. H. Abdullah Sani, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi upaya bersama yang dilakukan.

“Apa yang dilakukan secara bersama ini menciptakan keindahan. Atas nama pemerintah, saya ucapkan terima kasih kepada jajaran Korem 042/Gapu,” ungkapnya.

Wali Kota Jambi melalui perwakilan Pemerintah Kota juga menyampaikan apresiasi kepada TNI.

“Kami sangat berterima kasih kepada jajaran TNI atas kepedulian dan dukungannya dalam menjaga kebersihan pasar dan lingkungan kota,” ujarnya.

Aksi bersih-bersih ini diharapkan dapat menjadi contoh dan motivasi bagi masyarakat untuk menjaga kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup sehat dan tanggung jawab bersama.(*)




Menuju Universal Coverage, 3.000 Pekerja Rentan Kota Jambi Dapat Jaminan Sosial

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan program bantuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dalam sebuah acara bertajuk “Launching Akbar Bantuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi Pekerja Rentan di Kota Jambi” yang digelar di Lapangan Kantor Walikota Jambi, Kamis (22/5).

Program ini menjadi bagian dari 100 hari kerja Walikota Jambi, Dr. H. Maulana, MKM, bersama Wakil Walikota Jambi, Diza Hazra Aljosha.

Peluncuran program tersebut turut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Sekda Provinsi Jambi, unsur Forkopimda, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jambi dan Kota Jambi, Deputi Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, para staf ahli dan asisten Pemkot Jambi.

Walikota Jambi, Maulana menyampaikan bahwa sebanyak 3.000 pekerja rentan serta 1.316 petugas keagamaan telah terdaftar sebagai penerima bantuan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Program ini menyasar pekerja bukan penerima upah seperti pelaku UMKM, tukang ojek, dan jenis pekerjaan informal lainnya yang memiliki risiko tinggi dalam menjalankan aktivitasnya.

“Pekerja yang sudah dibiayai akan segera dicetakkan kartunya. Kami ingin mereka mengetahui hak-haknya, agar lebih semangat bekerja dalam mencari rezeki,” kata Walikota dalam sambutannya.

Selain peluncuran program, dalam kesempatan itu juga diserahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada sejumlah ahli waris dari pekerja yang sebelumnya telah terdaftar sebagai peserta dan meninggal dunia.

Walikota turut menyampaikan kisah menyentuh dari salah satu penerima santunan yang menjadi bukti langsung manfaat program ini bagi masyarakat.

Deputi Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan, Hendra Novriansyah, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap komitmen Pemerintah Kota Jambi.

Ia bahkan menyebut program ini sebagai proyek percontohan yang bisa diadopsi oleh daerah lain.

“Jambi ini luar biasa. Dukungan dari kepala daerah sangat kuat. Ini menunjukkan bahwa Jambi adalah salah satu pemerintah daerah yang benar-benar peduli pada masyarakat yang membutuhkan. Dimulai dari Provinsi Jambi melalui program BKBK yang telah melindungi lebih dari 100.000 orang, kini dilanjutkan oleh Kota Jambi dengan melibatkan ribuan pekerja rentan,” jelas Hendra.

Ia juga menambahkan, dengan adanya program ini, maka semakin banyak kepala daerah yang tahu tentang apa yang dilakukan di Provinsi dan Kota Jambi, maka akan diikuti juga oleh daerah-daerah lainnya.

Dari total sekitar 15.000 pekerja rentan yang terdata di Kota Jambi, baru 3.000 yang telah terverifikasi dan menerima perlindungan melalui program ini.

Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah dan BPJS sangat penting untuk mewujudkan Universal Coverage Jaminan Sosial (UCJ) yang merata dan inklusif.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi, Hendra Elvian, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperluas cakupan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan melalui program Walikota Jambi.

Menurutnya, Wali Kota Jambi secara aktif mendorong keberhasilan program ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saat ini, cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Kota Jambi mencapai 44 persen dari total potensi sekitar 228 ribu pekerja. Artinya telah tercover sebanyak 112 ribu orang pekerja, masih banyak pekerja yang belum terlindungi secara optimal,” ungkap Hendra Elvian dalam keterangannya.

Ia menjelaskan bahwa beberapa program yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Jambi telah sejalan dengan kebijakan nasional BPJS Ketenagakerjaan.

Salah satu program unggulan yang tengah difokuskan adalah “Kampung Bahagia”, yang diyakini mampu menjadi instrumen strategis dalam memperluas cakupan perlindungan sosial di kalangan pekerja pekerja rentan dan miskin ekstrem, khusunya melalui jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Program Kampung Bahagia bukan hanya slogan, tetapi langkah konkret untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Kami melihat adanya perhatian serius dari Wali Kota untuk meningkatkan kesejahteraan warga, khususnya melalui jaminan sosial,” tambahnya.

Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan, Hendra optimistis bahwa tingkat kepesertaan meningkat dan memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Program ini juga diharapkan menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam upaya memperluas perlindungan sosial di tingkat lokal. (*)




Lagi, Wali Kota Jambi Diapresiasi : Launching Akbar Jamsostek Bagi 3.000 Pekerja Rentan

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Hal ini tampak saat dilakukannya launching Akbar Bantuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi Tenaga Kerja Rentan Kota Jambi Tahun 2025 yang merupakan program 100 hari kerja Maulana-Diza, Kamis (22/05/2025).

Dilangsungkan di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi, sebanyak 3.000 pekerja rentan terverifikasi menerima fasilitasi Jamsostek yang terdiri dari UMKM, ojek online dan tukang bangunan.

Tidak sampai disitu Pemkot juga memfasilitasi Jamsostek kepada 1.316 petugas keagamaan yang tidak memiliki penghasilan tetap.

Dalam Launching tersebut juga dilakukan penyerahan secara simbolis santunan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM), serta Kartu Peserta BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat penerima yang diserahkan langsung Wali Kota Jambi Maulana bersama Deputi Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Pusat, Hendra Nopriansyah dan Sekretaris Daerah Provinsi Jambi Sudirman sekaligus menandakan Bantuan Jamsostek bagi pekerja rentan Kota Jambi 2025 telah resmi dilaunching.

Pada kesempatan itu, Deputi Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan Hendra Nopriansyah secara langsung mengapresiasi Pemkot Jambi atas program yang dihadirkan bagi para pekerja rentan.

“Kami dari BPJS ketenagakerjaan tentunya akan terus mensupport jika ada hal-hal yang dibutuhkan, kita akan terus kolaborasi untuk memastikan seluruh pekerja terlindungi oleh jaminan sosial. Semoga dengan adanya program ini bisa menjadi berkah menuju Kota Jambi Bahagia,” ujarnya.

Menurutnya, apa yang dilakukan Pemkot Jambi di bawah kepemimpinan Maulana-Diza ini bisa dijadikan pilot project terkait dengan salah satu contoh Kepala Daerah yang benar-benar mendukung program prioritas pemerintah pusat sesuai dengan intruksi presiden yang masuk dalam RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) tentang Universal Coverage Jamsostek (UCJ) fokus pada peningkatan cakupan kepesertaan Jamsostek, yang merupakan bagian dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Tujuannya adalah memberikan perlindungan sosial kepada semua pekerja, termasuk pekerja informal, yang saat ini di Kota Jambi khususnya baru tercover sebesar 43 persen,” tutur Heru.

Dirinya berharap, dengan adanya program Kampung Bahagia, Pemkot Jambi akan dapat melebihi target kepesertaan BPJS ketenagakerjaan.

“Untuk mencapai target itu tentunya kita sangat memerlukan kolaborasi, maka dari itu kami juga telah memiliki agen-agen yang bertugas untuk meliterasi program tersebut,” pungkasnya.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengungkap program Jamsostek bagi pekerja rentan ini akan terus dikembangkan hingga seluruh tenaga kerja rentan di Kota Jambi mendapatkan perlindungan sosial dasar, yang jumlahnya sekitar 15.000.

“Tentunya akan terus kita tambah sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Dan karena ini sejalan dengan program Kampung Bahagia, diharapkan Ketua RT juga berperan aktif untuk melihat warganya yang termasuk kategori pekerja rentan, serta pembiayaannya juga bisa menggunakan program tersebut,” ungkap Maulana.

Dia menyebut, dengan launching ini juga akan diberikan informasi kepada para pekerja rentan tentang hak-haknya setelah terfasilitasi oleh Jamsostek yang dibiayai oleh pemerintah daerah.

“Ini sebagai bukti bahwa Pemerintah Kota Jambi selalu hadir di tengah-tengah masyarakat, terutama saat membutuhkan yang bisa langsung dimanfaatkan fasilitas Jamsostek tersebut dengan pelayanan cepat dan tidak bertele-tele,” sebutnya.

Maulana juga menjelaskan, tidak hanya pekerja rentan yang difasilitasi Pemkot Jambi oleh Jamsostek, namun seluruh Ketua RT berjumlah 1.650 yang baru saja dilantik juga terfasilitasi Jamsostek yang dibiayai pemerintah.

“Saya sudah sangat mengetahui pentingnya Jamsostek ini bagi pekerja rentan sangat berguna jika hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Saya ucapkan selamat berjuang bagi bapak/ibu semua untuk ekonomi keluarga, bekerjalah dengan baik,” tutup Maulana.

Sebelumnya, mewakili Gubernur Jambi Al Haris, Sekda Sudirman memberikan apresiasi terhadap langkah Pemkot Jambi yang sangat luar biasa ini.

“Ini agenda sangat luar biasa dan merupakan wujud nyata dalam program Kampung Bahagia Kota Jambi. Dimana, ini adalah sebuah kepedulian Pemerintah terhadap masyarakat yang selama ini belum terjamin dari segi ketenagakerjaan sosialnya,” ujar Sudirman.

“Alhamdulillah kalau ditingkat Provinsi kami juga telah memperbantukan masyarakat miskin ekstrem yang diserahkan melalui pemerintah Kabupaten/Kota dari Dana BKBK nilainya mencapai 158 miliar untuk Desa dan Kelurahan di Provinsi Jambi yang 10 persennya diperuntukkan bagi pekerja rentan. Adanya hal tersebut juga telah diapresiasi langsung oleh Wakil Presiden dengan memberikan Pemprov Jambi Penghargaan Paritrana,” lanjutnya.

“Gebrakan mulia untuk memberikan manfaat besar bagi masyarakat ini semoga bisa diikuti oleh daerah lainnya di Provinsi Jambi, sebagaimana yang telah diamanatkan oleh Undang-undang,” singkat Sekda Sudirman.

Turut hadir dalam acara itu, perwakilan unsur Forkopimda kota Jambi, Sekda Kota Jambi A Ridwan beserta jajaran dilingkungan Pemkot Jambi, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jambi Hendra Alpian, serta tamu undangan lainnya.(*)




Wali Kota Maulana Resmikan Perluasan Gedung Perpustakaan, Dorong Akses Pengetahuan Lebih Merata

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID.ID – Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat budaya baca dan menghadirkan akses pengetahuan yang lebih merata diwujudkan melalui peresmian perluasan Gedung Layanan Perpustakaan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKP) Kota Jambi, Kamis (22/5/2025).

Peresmian perluasan gedung yang merupakan wujud sinergi antara Pemerintah Kota Jambi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia itu, dilakukan langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjadikan perpustakaan sebagai jantung peradaban dan pusat pembentukan karakter masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Maulana juga mencoba mini teater yang berada di lantai 3 gedung tersebut.

Ditempat itu, Maulana menyaksikan penampilan pementasan drama “Dongeng Cangkang” yang ditampilkan dengan baik oleh pemenang “Lomba Bercerita 2024” yang merupakan siswa-siswi SD kota Jambi.

Dongeng Cangkang yang mengajarkan tentang rasa syukur dan menghargai apa yang telah ada itu, menarik perhatian Wali Kota Jambi.

Ia pun naik ke pentas usai drama itu dengan menyalami satu persatu para pemerannya.

Selain meresmikan perluasan gedung layanan perpustakaan, pada kesempatan tersebut Wali Kota juga turut dilakukan penyerahan penghargaan hasil pengawasan kearsipan di lingkup Pemkot Jambi dan penyerahan hadiah Lomba Cerita Bergambar tahun 2025.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa perpustakaan hari ini tidak lagi sekadar tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang belajar dan berinteraksi yang menyenangkan, terlebih bagi generasi muda.

“Melalui gedung baru ini, kita ingin menjadikan perpustakaan sebagai ruang publik yang terbuka, modern, dan menyenangkan bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Wali Kota juga berharap dengan perluasan, penambahan fasilitas serta sarana dan prasana, akan meningkatkan layanan dan kenyamanan pengunjung perpustakaan.

“Dengan fasilitas ruangan yang memadai dan koleksi buku yang lengkap, serta layanan informasi yang berkualitas diharapkan dapat menjadi pusat pengetahuan informasi yang diminati oleh masyarakat dan menjadi inspirasi bagi semua orang yang ingin belajar dan mengembangkan diri,” katanya.

Dia juga mengapresiasi capaian kearsipan Kota Jambi secara nasional yang berhasil meraih peringkat ke-6 dari seluruh kabupaten/kota di Indonesia, dengan nilai 94,77, predikat “A” atau Sangat Memuaskan.

“Ini bukanlah prestasi yang mudah, karena penilaiannya secara menyeluruh di lingkungan Pemkot Jambi bukan hanya pada Dinas Kearsipan. Oleh karena itu, mari bersama-sama memahami pentingnya arsip, sehingga prestasi yang saat ini telah diraih bisa terus ditingkatkan,” katanya.

Terkait dengan itu, Maulana berpesan, agar di tingkat Kecamatan lebih dioptimalkan, karena dari hasil pengawasan kearsipan saat ini di tingkat kecamatan dinilai masih kurang.

“Percuma kalau ditingkat OPD sistem kearsipan kita bagus, namun di Kecamatan masih kurang, itu tentu saja berdampak secara kolektif pada penilaian keseluruhan. Maka dari itu, dengan kita sudah memiliki 90 PPPK bidang Kearsipan tolong dioptimalkan perannya,” pesannya.

Sementara itu, terkait dengan peresmian gedung mini teater milik Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Jambi, Maulana menyatakan kebanggaannya dan berharap dapat dimanfaatkan sebagai layanan kreativitas anak-anak dan pelajar kota Jambi.

“Inilah ruang dari ekspresi anak-anak kita agar terhindar dari hal-hal negatif. Karena sekecil apapun prestasi yang mereka raih dapat membuat mereka lebih bersemangat,” ucapnya.

“Saya berharap dengan telah diresmikannya gedung teater ini bisa terus dimanfaatkan dan dibuka bagi siapapun, yang tentunya sesuai dengan aturan,” lanjutnya.

Pada kesempatan tersebut, Maulana juga mengapresiasi berbagai aktivitas yang diselenggarakan DKP kota Jambi, dengan memfasilitasi ruang ekspresi bagi anak-anak dengan menyelenggarakan berbagai macam perlombaan untuk meraih prestasi.

“Seperti lomba bercerita ini, menurut saya ini sangat baik agar generasi muda kita memiliki kecakapan dalam berkomunikasi dan memiliki mental yang kuat, tentunya sejalan dengan cita-citanya kita bersama, menyediakan ruang yang ramah bagi anak,” sebutnya.

Lebih lanjut, Wali Kota Jambi itu juga menyampaikan rencana pendirian Diorama Kota Jambi dikawasan kantor DKP tersebut.

“Tahun ini kita sudah mulai menggagas pengerjaan Diorama yang isinya nanti bercerita tentang sejarah berdirinya Kota Jambi dari masa ke masa hingga sekarang. Agar mendorong semangat literasi masyarakat,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sebelumnya, dalam laporan kegiatan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Arzi Efendi menyebut, perluasan gedung layanan Perpustakaan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) pendidikan dari Perpustakaan Nasional RI sebesar 4,3 miliar yang juga digunakan untuk peningkatan sarana prasarana perpustakaan guna meningkatkan dan memberikan kenyamanan masyarakat.

“Dengan fasilitas yang memadai saat ini diharapkan dapat menjadi pusat informasi berkualitas dan inspiratif yang diminati masyarakat untuk belajar sebagai pengembangan diri,” ujar Arzi.

Dalam kesempatan itu, Dia juga melaporkan hasil pengawasan kearsipan internal tahun 2024 pada seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Jambi.

“Pengawasan kearsipan internal dilaksanakan untuk penilaian sejauhmana pencipta arsip telah melaksanakan penyelenggaraan kearsipan sesuai dengan prinsip, kaedah, standar kearsipan,” terangnya.

“Pengawasan kearsipan ini diharapkan dapat mewujudkan penyelenggaraan kearsipan yang profesional, responsif, dan akuntabel, yang pada akhirnya akan mempermudah penciptaan arsip, mendukung kebutuhan informasi pemerintahan, serta memperkuat akuntabilitas kinerja dan pembentukan memori kolektif bangsa,” pungkas Arzi.

Berikut Daftar Peringkat Penerima Penghargaan Pengawasan Kearsipan Internal Dilingkungan Pemerintah Kota Jambi Tahun 2024 sesuai dengan Keputusan Wali Kota Jambi Nomor 792 Tahun 2024:

1. Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Daerah

2. Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak

3. Dinas Komunikasi dan Informatika

4. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang

5. Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah

6. Satuan Polisi Pamong Praja

Turut hadir dalam acara itu, Ketua Komisi IV DPRD Kota Jambi Martua Siregar, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi Tema Wisman, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi Yarmalus, sejumlah Kepala Perangkat Daerah, Camat dan Lurah dilingkungan Pemkot Jambi, Akademisi, perwakilan TP PKK, GOW dan DWP kota Jambi, serta tamu undangan lainnya.(*)




Bantah Buang Limbah Sembarangan, PT Palma Abadi: Pengelolaan Sudah Sesuai Izin dan Baku Mutu

Jambi, sepucukjambi.id  – PT Palma Abadi menanggapi pemberitaan yang menyebutkan bahwa perusahaan membuang limbah ke aliran Sungai Kaos dan Sungai Batanghari dengan membantah keras tudingan tersebut.

Manajemen perusahaan menegaskan bahwa, seluruh kegiatan operasional pengelolaan limbah telah sesuai dengan regulasi yang berlaku dan mendapatkan pengawasan ketat dari instansi terkait.

“Pembuangan air limbah dilakukan sesuai dengan izin yang sah. Kami memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) dan seluruh prosesnya telah memenuhi baku mutu yang ditetapkan,” tegas pihak manajemen PT Palma Abadi dalam keterangannya, Rabu (22/5).

Setiap bulan, sampel limbah cair dari instalasi pengolahan diambil untuk diuji di laboratorium milik Dinas Lingkungan Hidup Daerah (DLHD) Provinsi Jambi.

Selain itu, setiap enam bulan sekali, juga dilakukan pengujian terhadap sampel air sungai di sekitar wilayah operasional perusahaan.

“Seluruh hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa kualitas air limbah dan air sungai masih berada dalam ambang batas baku mutu lingkungan. Ini adalah bentuk komitmen kami dalam menjaga kelestarian lingkungan,” tambahnya.

Perusahaan juga menyampaikan keberatan atas pemberitaan yang terkesan menyudutkan tanpa konfirmasi langsung kepada pihak terkait.

“Kami sangat menyayangkan adanya berita yang diterbitkan tanpa klarifikasi terlebih dahulu kepada kami. Perusahaan terbuka terhadap setiap pengawasan dan siap menerima kunjungan dari pihak-pihak terkait untuk membuktikan bahwa operasional kami telah sesuai aturan,” ujar perwakilan perusahaan.

Lebih lanjut, PT Palma Abadi menegaskan bahwa mereka tidak pernah memiliki itikad atau tindakan yang merusak lingkungan, terlebih terhadap ekosistem sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat sekitar.

“Perusahaan berkomitmen penuh terhadap pelestarian lingkungan dan akan terus meningkatkan sistem pengelolaan limbah sesuai perkembangan teknologi dan peraturan pemerintah,” tutupnya. (*)




Helen’s Play Mart Beroperasi Lagi, Ketua Komisi 1 Rio Ramadan: Yang Dulu Ribut, Sekarang Diam

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi, Rio Ramadan, kembali menegaskan komitmennya dalam merekomendasikan penutupan permanen Helen’s Play Mart Jambi.

Meskipun tempat hiburan keluarga tersebut telah beroperasi dengan kelengkapan izin.

Rio mempertanyakan sikap sebagian pihak yang sebelumnya vokal menolak keberadaan Helen’s Play Mart, namun kini justru diam usai tempat tersebut kembali dibuka.

“Dulu ramai yang resah, sekarang ke mana? Saat dibuka, kok tidak ada suara lagi? Tapi bagi kami, rekomendasi tetap sama: tutup permanen,” ujarnya kepada awak media, Kamis (22/5).

Ia menegaskan bahwa rekomendasi Komisi I DPRD Kota Jambi telah dicatat secara resmi dalam notulen rapat dan tidak bisa diubah.

“Meski izinnya lengkap, kami tetap konsisten. Rekomendasi penutupan permanen kami serahkan ke Pemerintah Kota Jambi,” kata Rio Ramadan.

Lebih lanjut, Rio menjelaskan bahwa DPRD hanya memiliki wewenang dalam hal pengawasan dan penganggaran.

Sementara eksekusi penutupan tempat hiburan seperti Helen’s Play Mart merupakan kewenangan pemerintah eksekutif dan aparat penegak Perda.

“Soal pelanggaran atau tidaknya, itu urusan penegak Perda. Kami sebagai wakil rakyat hanya bisa menyuarakan aspirasi masyarakat dan menjaga ketertiban,” ujarnya.

Meski kondisi masyarakat saat ini disebut sudah kondusif dan tidak ada lagi keresahan, Komisi I DPRD Kota Jambi menegaskan tetap akan mengawal agar setiap peraturan daerah ditegakkan secara konsisten.(*)




Izin Lengkap Tak Cukup, Helen’s Play Mart Didesak Tutup Permanen oleh Komisi I DPRD Kota Jambi

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Komisi I DPRD Kota Jambi menegaskan kembali komitmennya untuk merekomendasikan penutupan permanen Helen’s Play Mart Jambi, meskipun sebelumnya sempat beroperasi dengan kelengkapan izin.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Jambi, Rio Ramadan, saat dimintai keterangan oleh awak media.

“Rekomendasi kami jelas, tercatat secara resmi dalam notulen rapat, dan tidak bisa diubah,” cetusnya.

“Meski izinnya lengkap, kami tetap pada rekomendasi awal: tutup permanen. Itu kami kembalikan ke Pemerintah Kota,” tegas Rio, Kamis (22/5).

Rio juga menjelaskan bahwa, DPRD memiliki tugas pengawasan dan penganggaran, sementara tindakan penutupan menjadi ranah eksekutif dan aparat penegak perda.

Ia menekankan, soal pelanggaran atau tidaknya operasional Helen’s Play Mart sepenuhnya mengacu pada aturan dan peraturan daerah yang berlaku.

“Kalau soal pelanggaran, silakan tanya ke penegak perda. Kami tidak bisa menutup langsung, tapi sebagai wakil rakyat, kami punya kewajiban menyampaikan aspirasi dan menjaga ketertiban,” jelasnya.

Rio menambahkan, saat ini situasi masyarakat sudah kondusif dan tidak ada keresahan, namun pihaknya tetap mengawal agar aturan ditegakkan secara konsisten.(*)




Walikota Maulana: Jamsostek untuk Pekerja Rentan adalah Bentuk Keadilan Sosial

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus memperkuat komitmen dalam memperluas perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi pekerja nonformal melalui program Kampung Bahagia, yang menjadi bagian dari strategi Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di tingkat kota.

Wali Kota Jambi, Maulana, menegaskan bahwa perlindungan sosial harus menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk pekerja rentan yang selama ini belum terjangkau jaminan ketenagakerjaan.

“Kami ingin memastikan bahwa pekerja nonformal seperti pelaku UMKM, pengemudi ojek, hingga petugas syara’ mendapatkan hak perlindungan sosial yang sama. Ini adalah bagian dari keadilan sosial dan bentuk negara hadir di tengah masyarakat,” ujar Maulana, Kamis 22 Mei 2025.

Program Kampung Bahagia yang digagas Pemkot Jambi akan menyasar hingga tingkat Rukun Tetangga (RT), untuk memastikan bahwa jaminan sosial benar-benar menyentuh unit terkecil masyarakat.

Pada Mei 2025, Pemkot Jambi menargetkan peluncuran perlindungan Jamsostek untuk 1.300 petugas syara’, melanjutkan program yang sebelumnya telah menyasar 3.000 pekerja rentan dari sektor UMKM dan transportasi nonformal.

Langkah ini dinilai sebagai inovasi daerah dalam mendukung perluasan jaminan sosial, sejalan dengan target nasional dalam perluasan cakupan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara menyeluruh.(*)




Launching Akbar Jamsostek 2025, Kota Jambi Jadi Rujukan Nasional Perlindungan Pekerja Rentan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan program akbar bantuan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi tenaga kerja rentan dan pekerja keagamaan, Kamis (22/5).

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam perluasan perlindungan sosial, serta masuk dalam agenda strategis pembangunan nasional (Asta Cita).

Program ini menyasar hampir 4.000 penerima manfaat, terdiri dari 3.000 pekerja rentan seperti buruh harian lepas, sopir, tukang parkir, dan pelaku UMKM, serta 1.316 pekerja keagamaan yang tergabung dalam program “Kampung Bahagia”.

Bantuan yang diberikan berupa perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan.

Deputi Bidang Kepesertaan Korporasi dan Institusi BPJS Ketenagakerjaan RI, Hendra Novriansah, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Jambi.

“Apresiasi kami luar biasa. Ini langkah awal yang konkret dari Pemkot Jambi dalam memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan. Program ini bahkan bisa menjadi rujukan nasional untuk perlindungan pekerja rentan di daerah lain,” ujar Hendra.

Total manfaat yang diberikan mencapai lebih dari Rp56 miliar, mencakup santunan kematian minimal Rp42 juta, serta manfaat kecelakaan kerja hingga Rp70 juta.

Selain itu, ahli waris juga berhak atas beasiswa pendidikan untuk dua anak hingga jenjang kuliah.

Program ini merupakan bagian dari realisasi 100 hari kerja Wali Kota Jambi, dan menunjukkan keberpihakan nyata pemerintah terhadap para pekerja nonformal yang selama ini belum terjamah perlindungan sosial negara.(*)




Disnaker Kota Jambi Verifikasi 3.000 Pekerja Rentan Terima JKK dan JKM

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi resmi meluncurkan program bantuan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan (Jamsostek) bagi tenaga kerja rentan, Kamis (22/5).

Program ini merupakan bagian dari realisasi 100 hari kerja Wali Kota Jambi untuk memberikan perlindungan sosial bagi para pekerja non-formal yang belum terjangkau jaminan ketenagakerjaan.

Launching akbar ini menyasar sedikitnya 15.000 tenaga kerja rentan, termasuk buruh harian lepas (BHL), pelaku UMKM, sopir angkot, tukang kayu, tukang parkir, serta pengemudi ojek pangkalan yang selama ini belum memiliki akses terhadap BPJS Ketenagakerjaan.

Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kota Jambi, Moncar Widaryanto menjelaskan bahwa dari total 15 ribu sasaran, baru sekitar 3.000 pekerja yang berhasil diverifikasi dan mulai menerima manfaat perlindungan, khususnya program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Tenaga kerja rentan seperti BHL dan ojek pangkalan sangat rawan terhadap risiko kecelakaan kerja dan kematian. Dampaknya bisa sangat berat, tidak hanya bagi mereka sendiri tetapi juga bagi keluarga secara ekonomi dan sosial,” jelas Naruna.

Program ini menargetkan pekerja bukan penerima upah tetap dan akan dibiayai melalui APBD Kota Jambi sebagai bentuk keberpihakan pemerintah terhadap perlindungan sosial bagi seluruh warga.

Wali Kota Jambi dalam sambutannya menyatakan bahwa program ini akan terus dikembangkan hingga seluruh tenaga kerja rentan di Kota Jambi mendapatkan perlindungan sosial dasar.(*)