Tangkap Ikan Pakai Setrum, Dua Pelaku Dibekuk Polairud di Sungai Batanghari

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem perairan dengan menggelar Operasi Destructive Fishing di kawasan Sungai Batanghari, Selasa malam (22/4/2025).

Operasi ini bertujuan untuk menindak praktik penangkapan ikan dengan cara ilegal dan merusak, sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat nelayan tentang bahaya penggunaan alat tangkap destruktif seperti bom ikan, racun, cantrang, dan alat setrum.

Direktur Polairud Polda Jambi, Kombes Pol Agus Tri Waluyo, menjelaskan bahwa aktivitas destructive fishing dapat merusak habitat alami ikan, merusak terumbu karang, dan mengganggu keseimbangan ekosistem air.

“Destructive fishing adalah ancaman serius bagi kelestarian perairan. Karena itu, selain melakukan penindakan, kami juga intens menyosialisasikan kepada nelayan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh penggunaan alat tangkap ilegal,” ujar Kombes Pol Agus Tri Waluyo.

Dalam operasi yang dilaksanakan oleh Tim Intelair Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi di perairan Tahtul Yaman, Kecamatan Pelayangan, Kota Jambi, petugas mendapati satu unit perahu motor yang digunakan dua pria sedang menangkap ikan dengan menggunakan alat setrum.

Kedua pelaku masing-masing berinisial G dan L, warga Kelurahan Legok, Kota Jambi. Mereka kedapatan menggunakan peralatan listrik untuk menyetrum ikan di aliran sungai.

“Kedua pelaku telah kami amankan di Mako Ditpolairud Polda Jambi untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kami juga mengamankan sejumlah barang bukti, seperti dua unit aki (Accu) Massiv XL, alat travo, satu unit perahu motor, satu jaring ikan, serta 3,5 kilogram ikan hasil tangkapan,” imbuh Agus Tri.

Ditpolairud Polda Jambi menegaskan akan terus melaksanakan patroli rutin dan penegakan hukum di wilayah perairan guna menekan praktik penangkapan ikan merusak (illegal fishing) yang mengancam keberlanjutan sumber daya hayati.

Masyarakat, khususnya nelayan, diimbau untuk menggunakan alat tangkap ikan yang ramah lingkungan serta tidak melanggar hukum yang berlaku.(*)




Hari ke-10 Pencarian Wira, Wali Kota Sungai Penuh Turun Langsung ke Lokasi

SUNGAIPENUH, SEPUCUKJAMBI.ID – Memasuki hari ke-10 pencarian terhadap Muhammad Wira Anugrah yang hilang di kawasan hutan Renah Kayu Embun, Kecamatan Kumun Debai, upaya terus dilakukan secara intensif, Rabu 23 April 2025.

Pencarian ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Sungai Penuh Alfin, SH, didampingi Ketua TP PKK Sri Kartini Alfin, Sekda Alpian, jajaran SKPD, dan masyarakat.

Mereka meninjau Posko Pencarian serta sejumlah titik strategis bersama tim SAR, Polisi Kehutanan, dan relawan untuk memaksimalkan hasil pencarian.

Wali Kota Alfin menyampaikan terima kasih dan apresiasi mendalam kepada seluruh tim yang tanpa lelah terus mendukung pencarian.

Kepada keluarga korban, Wako juga menyampaikan rasa duka dan harapan agar Muhammad Wira Anugrah segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Terima kasih kepada seluruh relawan dan pihak yang telah membantu. Mari kita doakan bersama agar korban segera ditemukan,” ujar Wako Alfin saat di lokasi.(*)




7,4 Gram Sabu Diamankan, Kurir Narkoba Dibekuk Ditpolairud Jambi di Tungkal Ilir

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ditpolairud Polda Jambi kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di wilayah perairan.

Seorang kurir narkoba berhasil diamankan oleh tim Subdit Gakkum saat melakukan patroli menggunakan KP Anis Macan-4002, Sabtu (19/4/2025).

Pelaku yang diketahui bernama Dana Warsa alias Bogel (43), warga Kelurahan Tungkal IV Kota, Kecamatan Tungkal Ilir, Jambi, ditangkap di sekitar Jembatan Parit 1.

Saat digeledah, polisi menemukan dua paket sedang sabu. Penangkapan ini dibenarkan langsung oleh Dirpolairud Polda Jambi Kombes Pol Agus Tri Waluyo, Rabu (23/4/2025).

Dalam penggeledahan lanjutan di rumah pelaku yang berjarak 15 meter dari lokasi penangkapan, ditemukan tambahan tiga paket kecil sabu.

Total sabu yang disita mencapai 7,426 gram, bersama 76 plastik klip kosong dan barang bukti lainnya.

Seperti uang tunai Rp1 juta, celana jeans yang dikenakan pelaku, serta dua kotak rokok kosong.

“Pelaku dinyatakan positif mengonsumsi methamphetamine dan THC setelah dilakukan tes urine di RS Bhayangkara,” ungkap Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi, AKBP Ade Chandra.

Kini pelaku ditahan di Mako Ditpolairud Polda Jambi dan dijerat dengan Pasal 114 ayat (2) dan/atau Pasal 112 ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Polairud juga mengimbau masyarakat pesisir untuk aktif melaporkan jika mengetahui aktivitas mencurigakan terkait narkoba di wilayah perairan.(*)




Wali Kota Jambi Kukuhkan 21 Kelompok UMKM: Bukan Lagi Pelaku, Tapi Pengusaha!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam mendorong pertumbuhan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kembali ditunjukkan lewat pengukuhan 21 kelompok UMKM binaan tahun 2025. Acara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, Rabu (23/4/2025).

Dengan mengusung tema “Dengan UMKM Kita Bangun Ekonomi Lokal Menuju Kota Jambi Bahagia”, pengukuhan ini menjadi langkah strategis untuk membawa UMKM naik kelas, dari pelaku UMKM menjadi pengusaha UMKM yang mandiri dan berdaya saing.

Saat ini, Pemkot Jambi melalui Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UKM telah membina 801 anggota UMKM di seluruh kota. Wali Kota Maulana dalam sambutannya menyebut bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik tolak transformasi UMKM ke level lebih tinggi.

“Setelah dikukuhkan, bukan lagi sekadar pelaku usaha. Mereka kita dorong menjadi pengusaha UMKM. Ini untuk membangun semangat dan eksistensi mereka agar lebih berperan dalam menciptakan lapangan kerja di Kota Jambi,” ujar Maulana.

Wali Kota juga optimis, kelompok pengusaha UMKM ini akan semakin mudah dikembangkan. Mereka akan menjadi mitra strategis dalam kegiatan berskala nasional maupun daerah, termasuk sebagai destinasi kunjungan tamu-tamu yang berdatangan ke Jambi.

Tak hanya itu, Maulana juga memaparkan bahwa pengembangan UMKM akan terintegrasi dengan program Kota Jambi Bahagia, yang menyasar sektor UMKM dan milenial. Kolaborasi lintas program seperti Balikat (Balai Latihan Kerja Tematik) akan menyediakan pelatihan berbasis minat, dan akan didukung oleh program Bank Harkat (Bantuan Kelompok Usaha Masyarakat), sebagai ekosistem pembiayaan inklusif yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Kita sudah berkolaborasi dengan Bank Indonesia, OJK, dan perbankan, untuk menyalurkan permodalan berbunga rendah 3 persen dan tanpa agunan. Ini solusi agar UMKM tak lagi terjebak rentenir atau pinjaman online,” jelasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM, Moncar Widayanto, dalam laporannya menyebutkan bahwa pengukuhan kelompok UMKM ini bertujuan untuk meningkatkan perlindungan, kualitas, dan daya saing produk mereka.

“Dengan pendampingan yang tepat, kita harapkan UMKM bisa membuka lapangan kerja baru dan menjaga stabilitas ekonomi kota. Tahun ini juga ada penambahan 11 kelompok UMKM baru dari seluruh kecamatan, yang berasal dari program Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga,” terang Moncar.

Dalam acara ini, Wali Kota Maulana juga memimpin pembacaan dan penandatanganan naskah pengukuhan, serta menyerahkan secara simbolis sertifikat UMKM kepada ketua-ketua kelompok yang baru dikukuhkan.

Acara turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Analis Junior BI Jambi Lesi Sianipar, para Staf Ahli dan Asisten Sekda, Kepala OPD, Camat, serta para pelaku UMKM binaan Pemkot Jambi.(*)




Yamaha GEAR ULTIMA 125 Hybrid resmi diluncurkan di Provinsi Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Memilih Jamtos Mall sebagai lokasi launching, masyarakat bisa melihat langsung fitur-fitur canggih Yamaha Gear Ultima 125 Hybrid dari dekat pada 19-20 April 2025 kemarin.

Hari pertama, kegiatan launching langsung diserbu pengunjung Jamtos.

GEAR ULTIMA adalah skutik 125 cc dengan konsep Multi Purpose Scooter yang menjawab kebutuhan mobiitas masyarakat yang semakin beragam dan kompleks khususnya para keluarga muda aktif bermobilitas.

Nilai tersebut ditunjukkan melalui berbagai upgrade yang telah disematkan pada GEAR ULTIMA, mulai dari sektor dapur pacunya yang sudah menggunakan teknologi canggih Blue Core Hybrid, berbagai fitur fungsional yang membuat berkendara menjadi lebih praktis, hingga sentuhan desain yang lebih tangguh dan compact.

Acara peluncuran di Jamtos diisi dengan beragam kontent event, di antaranya performa anak-anak berbakat dari Yamaha Music Jambi, lomba fashion show dan mewarnai, penampilan band lokal, dance, dan beragam kegiatan menarik lainnya.

Semakin seru karena acara ini turut dihadiri oleh selebgram Jambi Indahresiana.

Norman, Chief DDS Jambi menyampaikan, launching ini jadi pertanda GEAR ULTIMA sudah siap dimiliki konsumen Jambi dan siap meluncur di jalan raya Jambi.

Norman optimis GEAR ULTIMA akan menjawab kebutuhan konsumen Jambi karena menggunakan teknologi canggih Blue Core Hybrid, sehingga motor jadi lebih irit dan bertenaga, fitur canggih dan fungsional untuk mendukung beragam kebutuhan mobilitas.

“Desainnya juga tangguh layaknya skutik premium,” tambah Norman lagi.

Bagi masyarakat yang tidak sempat hadir di Jamtos kemarin, juga bisa langsung ke dealer Yamaha terdekat untuk mendapat informasih lebih lengkap terkait GEAR ULTIMA dan memperoleh promo menarik selama program berlangsung.(*)




Kemen-HAM Jambi dan DPRD Tingkatkan Sinergi Demi Pelayanan Publik Berkualitas

Jambi, sepucukjambi.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM (Kemenham) Jambi, Sukiman, didampingi oleh Kabid Pelayanan dan Kepatuhan HAM serta Kabag Tata Usaha dan Umum, melakukan kunjungan koordinasi ke Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz.

Pertemuan ini berlangsung di Gedung DPRD Provinsi Jambi sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara instansi vertikal dan legislatif daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Sukiman memperkenalkan diri sebagai Kakanwil yang baru sekaligus memperkenalkan Kanwil Kemenham Jambi sebagai institusi strategis dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Kementerian HAM RI di wilayah Jambi.

Sukiman menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan oleh Ketua DPRD dan berharap adanya dukungan dalam berbagai program strategis Kemenkumham di Provinsi Jambi.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah pengadaan aset dan fasilitas perkantoran yang lebih representatif untuk menunjang pelayanan publik dan kinerja aparatur di daerah.

Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz, menyampaikan komitmen lembaganya untuk mendukung peningkatan kualitas layanan kelembagaan, termasuk dalam penguatan sarana dan prasarana penunjang tugas Kemenkumham.

Sebagai penutup pertemuan, kedua pihak saling menyerahkan plakat kenang-kenangan sebagai simbol kerja sama dan sinergi kelembagaan.

Penyerahan ini mencerminkan semangat kolaborasi antara lembaga legislatif daerah dan instansi pemerintah pusat dalam membangun pelayanan publik yang transparan, efektif, dan berkualitas di Provinsi Jambi.(*)




Wali Kota Maulana Temui Fadli Zon, Dorong Rumah Batu Jadi Pusat Edukasi Budaya Melayu Jambi

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sejarah tidak cukup hanya disimpan. Ia harus dihidupkan, diceritakan, dan dirasakan. Itulah semangat yang dibawa Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, saat bertandang ke Gedung Kementerian Kebudayaan RI di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Di hadapan Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, Ia tak sekadar beraudiensi, namun membawa nafas budaya Kota Jambi, khususnya Rumah Batu Olak Kemang ke level nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Fadli Zon menyambut baik inisiatif Pemerintah Kota Jambi.

Ia menyampaikan bahwa Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk mendukung daerah-daerah yang aktif dalam pelestarian budaya, apalagi jika menyentuh akar sejarah dan potensi wisata edukatif.

“Rumah Batu Olak Kemang adalah bukti nyata kekayaan budaya Indonesia yang harus dilestarikan, tidak hanya untuk Jambi, tetapi juga sebagai bagian dari wajah budaya nasional. Kami siap bersinergi,” ujar Fadli Zon dalam audiensi itu.

Wali Kota Maulana yang hadir bersama Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Jambi serta Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah V, menyampaikan bahwa Rumah Batu bukan sekadar bangunan tua, melainkan simbol sejarah yang bisa menjadi pusat edukasi dan pariwisata budaya.

“Melestarikan Rumah Batu Olak Kemang bukan hanya menjaga bangunan, tapi menjaga jati diri Jambi. Kami ingin tempat ini hidup, menjadi ruang belajar dan destinasi wisata budaya,” tegas Maulana.

Rumah Batu sendiri berdiri sejak zaman kolonial, dibangun oleh Pangeran Wirokusumo (Said Idrus bin Hasan Al Djufri).

Bangunannya unik ; perpaduan rumah panggung Melayu Islam, atap khas Tiongkok, dan pilar-pilar bergaya Eropa. Sebuah simbol dari harmoni multikultur yang khas di tanah Jambi.

Sayangnya, meski telah berstatus sebagai cagar budaya, bangunan ini belum berfungsi maksimal.

Hingga kini, perawatannya ditangani secara mandiri oleh keluarga keturunan Said Idrus bin Hasan Al Djufri yakni Syarifah Aulia sebagai pengurus utama.

Setiap tahun, Rumah Batu Olak Kemang tak pernah sepi dari langkah peziarah.

Ribuan orang datang dalam rangka Haul mengenang pendirinya, Said Idrus bin Hasan Al Djufri bergelar Pangeran Wirokusumo.

Tradisi Haul ini bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi bukti bahwa Rumah Batu masih menjadi poros spiritual dan budaya.

Di sinilah Islam Melayu bertumbuh dalam harmoni: antara dakwah, adat, dan kearifan lokal. Rumah Batu memadukan nilai-nilai peradaban sebagai sebuah mosaik sejarah yang unik dan otentik.

Dengan warisan multikultural yang kaya ini, Rumah Batu menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat warisan Islam dan kebudayaan Melayu pesisir.

Tak hanya sebagai situs cagar budaya, tetapi sebagai destinasi wisata religi dan edukatif yang menghidupkan kembali denyut peradaban Islam di tanah Jambi.

Pertemuan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dan Wali Kota Jambi Maulana ini menjadi penanda awal sinergi nyata antara pusat dan daerah, dalam upaya menghadirkan kembali Rumah Batu sebagai ikon warisan sejarah dan budaya.

Rumah Batu Olak Kemang akan tampil sebagai ruang hidup peradaban, bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk menginspirasi dan menghidupkan kembali denyut kebudayaan dan ke-Islaman di tanah Jambi.(*)




Wawako Diza Pimpin Tanam Padi Serentak, Wujudkan Asta Cita Presiden

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi terus menunjukkan komitmennya mendukung percepatan swasembada pangan untuk ketahanan pangan nasional sebagaimana Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Hal itu kembali tampak saat Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha memimpin Gerakan “Tanam Padi Serentak Kota Jambi” Tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung bersama unsur Forkopimda, jajaran Pemkot Jambi dan Kelompok Tani (Poktan) itu berlangsung di area persawahan 10 hektar milik Poktan Tanjung Terap Kelurahan Penyengat Rendah, Kecamatan Telanaipura, Selasa pagi (22/04/2025).

Kegiatan gerakan penanaman padi secara serentak itu juga berlangsung di Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi yang terhubung secara virtual. Pada kesempatan itu, turut dilakukan Interaksi dan dialog melalui platform zoom meeting bersama Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mewakili Gubernur Jambi didampingi unsur Forkopimda Provinsi Jambi.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menyampaikan apresiasi atas keikutsertaan seluruh Kabupaten/Kota dalam kegiatan tanam padi serentak mendukung ketahanan pangan itu.

“Kegiatan ini bisa terlaksana karena adanya kerja sama yang baik, termasuk dengan para kelompok tani,” ujar Wagub Sani.

Dirinya menyebut, pelaksanaan penanaman padi secara serentak ini juga dalam rangka mendukung perekonomian kelompok tani di Provinsi Jambi, termasuk juga penanganan inflasi.

Dia juga menekankan, bahwa Pemerintah terus berupaya meningkatkan pertanian, dalam mendukung kesejahteraan para petani.

“Berdasarkan data BPS Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Jambi pada bulan Maret 2025 diangka 178,28, naik jika dibandingkan Januari 2025 diangka 174,41 persen. Saya berharap dengan adanya kenaikan ini bisa turut menambahkan kesejahteraan dan perekonomian bagi petani,” singkatnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha mengatakan bahwa gerakan tanam padi serentak merupakan salah satu wujud dukungan Pemkot Jambi dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang masuk dalam salah satu Asta Cita Presiden RI.

“Di mana komoditas padi ini menjadi prioritas unggulan yang diharapkan penanamannya bisa dimaksimalkan guna memperoleh produksi yang optimal bagi kebutuhan pangan,” kata Diza.

Dalam rangka mendukung swasembada pangan itu, kata Diza, Pemkot Jambi telah memberikan bantuan benih padi unggul dan bermutu kepada kelompok tani yang berpengaruh pada produksi tanam.

“Tahun ini kita terus upayakan agar petani kota Jambi dapat menggunakan benih unggul bersertifikat, dimana sebanyak 12.500 kilogram bantuan akan disalurkan secara bertahap,” terang Diza.

Dirinya juga mengungkap, target tambah tanam Pemkot Jambi seluas 520 hektar.

Akan tetapi ada yang terkendala akibat lahan pertanian terdampak banjir.

“Lahan tersebut tersebar di sejumlah kawasan, yakni Kecamatan Telanaipura 107 hektar, Kecamatan Danau Teluk 200 hektar, Kecamatan Pelayangan 126 hektar, dan Kecamatan Jambi Timur 87 hektar,” ungkap Wawako.

“Terkait dengan sejumlah lahan pertanian yang sering terdampak banjir untuk kedepan kami akan menyeleksi lahan yang lebih tinggi dan cocok untuk kawasan pertanian,” lanjutnya.

Terkait bantuan lainnya kepada kelompok tani, Pemkot Jambi telah menyalurkan bantuan pertanian sebanyak 5.000 kilogram benih padi bersumber dari dana APBN dan APBD.

“Kita juga masih menunggu bantuan dari pusat dimana masih ada 2.500 kilogram lagi dan Provinsi Jambi sebanyak 5.000 kilogram,” pungkas Diza.

Turut hadir dikesempatan itu, Sekda A Ridwan, Staf Ahli dan Asisten, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Evridal Asri, Camat Telanaipura Rizalul Fikri beserta jajaran, serta para Kelompok Tani.(*)




Festival Tumpah Ruah Siap Digelar, Wawako Diza Tinjau Langsung Persiapan di Kawasan Pasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Jambi yang jatuh pada bulan Mei mendatang, Pemerintah Kota Jambi bersiap menggelar sebuah perhelatan akbar bertajuk Festival Tumpah Ruah.

Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, turun langsung meninjau persiapan lokasi acara di kawasan eks Terminal Rawasari, Kecamatan Pasar, Selasa (22/4/2025).

Didampingi oleh Sekretaris Daerah A. Ridwan, jajaran Kepala OPD terkait, dan Komunitas Pelaku Festival Tumpah Ruah, Wawako Diza memastikan seluruh aspek teknis maupun non-teknis berjalan sesuai rencana.

Lokasi yang nantinya menjadi pusat kegiatan festival ini pun disisir satu per satu.

“Hari ini kita ingin pastikan semua persiapan berjalan baik. Apa yang kurang akan segera kita lengkapi, agar saat pelaksanaan nanti tidak ada kendala berarti,” ujar Wawako Diza.

Festival yang dijadwalkan berlangsung selama 5 hari, mulai dari 27 hingga 31 Mei 2025, akan menjadi ajang besar bagi pelaku UMKM, seniman, dan komunitas kreatif Kota Jambi.

Sebanyak 45 UMKM lokal akan ambil bagian, menampilkan aneka produk unggulan. Tak hanya itu, panggung hiburan juga akan diisi dengan festival band, pertunjukan musik, seni rupa, dan aksi budaya lokal lainnya.

Tak kalah menarik, festival ini juga menyediakan pemeriksaan kesehatan gratis bagi pengunjung, menambah daya tarik bagi masyarakat luas.

Menurut Wawako Diza, Festival Tumpah Ruah bukan hanya tentang hiburan dan pameran UMKM, tetapi juga memiliki visi besar sebagai wadah kreativitas generasi muda.

Kolaborasi dengan berbagai komunitas akan menghadirkan edukasi, workshop UMKM, hingga pelatihan peningkatan talenta milenial.

“Kami ingin menghadirkan Ruang Milenial (Rumel), tempat di mana anak-anak muda bisa bebas mengekspresikan ide dan bakat mereka,” tambah Diza.

Sebelumnya, Wawako juga telah memimpin rapat teknis bersama perangkat daerah dan komunitas festival pada Senin (21/4/2025), guna mematangkan konsep dan memastikan keterlibatan semua elemen, termasuk PKL di kawasan Pasar.

Tak kalah penting, Pemkot juga menyiapkan pengamanan optimal agar kegiatan tidak mengganggu aktivitas transportasi, terutama di jantung Kota Jambi.

Festival Tumpah Ruah menjadi langkah strategis Pemkot Jambi dalam menghidupkan kembali denyut ekonomi kawasan Pasar, dengan mengaktifkan kembali kawasan Terminal Rawasari sebagai ruang publik yang produktif dan berkelanjutan.

“Setelah festival selesai, kami ingin kawasan ini tetap hidup. Akan ada banyak kegiatan ke depannya untuk mendorong kreativitas dan perekonomian warga,” tutup Diza.(*)




Ditanya Soal Pembukaan Kembali, Pihak Helen’s Play Mart Jawab ‘Tak Tahu Bang’

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Usai menghadiri pertemuan bersama Tim Terpadu Pemerintah Kota Jambi pada Selasa (22/4/2025) sore, perwakilan manajemen Helen’s Play Mart Jambi memilih irit bicara saat dimintai keterangan oleh awak media.

Seorang pria berbadan gempal yang mengenakan baju hitam tampak enggan menjawab pertanyaan wartawan, soal nasib usaha hiburan malam yang telah disegel sejak Februari lalu.

Ketika disinggung apakah Helen’s Play Mart akan kembali beroperasi, ia hanya menjawab singkat,

“Tak tahu, bang,” ujarnya singkat sambil buru-buru masuk ke dalam mobil putih yang sudah ditunggu rekan-rekannya.

Sikap bungkam dari perwakilan Helen’s Play Mart ini menambah tanda tanya besar di tengah upaya mereka yang terus melobi agar bisa kembali membuka usaha tersebut.

Sebelumnya, polemik Helen’s Play Mart kembali mencuat setelah manajemen menghadiri pertemuan bersama Tim Terpadu di Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Jambi.

Dalam pertemuan itu, pihak manajemen menyampaikan permintaan maaf dan menyatakan keinginan untuk melakukan beberapa perubahan, termasuk pada desain pintu masuk.

Pertemuan itu turut dihadiri Sekda Kota Jambi, Kepala DPMPTSP, Kadis Perindag, Kasat Pol PP, dan perwakilan LAM Kota Jambi.

Namun demikian, sejumlah alasan kuat menjadi dasar mengapa tempat hiburan malam tersebut dianggap tidak layak untuk kembali beroperasi:

1. Dekat Rumah Dinas Gubernur 

Helen’s Play Mart berlokasi tepat di seberang Rumah Dinas Gubernur Jambi, yang dinilai tidak elok secara etika dan mengganggu citra lingkungan pemerintahan.

2. Bertentangan dengan Pengembangan Kawasan Wisata Religi  

Letaknya yang berdekatan dengan kawasan wisata religi Jambi Kota Seberang dianggap tidak sejalan dengan upaya Pemkot dalam membangun wilayah yang religius dan kondusif.

3. Dekat dengan Tiga Rumah Sakit  

Keberadaannya di sekitar RS Bhayangkara, RS Bratanata, dan RS Theresia dinilai mengganggu kenyamanan dan ketenangan pasien.

4. Diduga Langgar Perda Alkohol  

Helen’s Play Mart diduga melanggar Perda No. 7 Tahun 2010 terkait pelarangan penjualan minuman beralkohol di tempat umum.

5. Izin Usaha Belum Lengkap  

Tim Terpadu menemukan bahwa tempat ini belum mengantongi izin operasional secara lengkap, sehingga penyegelan dilakukan sesuai prosedur.

6. Berpotensi Merusak Generasi Muda  

Keterbukaan akses terhadap alkohol dan konsep hiburan malam dinilai berisiko terhadap moral dan masa depan anak muda di Jambi.

Terkait hal ini, Kasat Pol PP Kota Jambi, Feriadi, juga telah memberikan tanggapan.

Ia menegaskan bahwa, pihaknya hanya mendampingi Tim Terpadu dan akan bertindak jika ke depannya ditemukan pelanggaran.

“Kami akan turun kalau usaha tersebut kembali buka dan ada pelanggaran. Tapi sejauh ini, kami hanya bertugas mendampingi dan mengawal,” ungkapnya.

Dengan semakin kuatnya desakan publik dan tokoh masyarakat, banyak pihak berharap Pemkot Jambi mengambil sikap tegas untuk menutup Helen’s Play Mart secara permanen, demi menjaga ketertiban umum dan moralitas generasi muda di Kota Jambi.(*)