Hoaks Fitnah Kombes Pol Edi Faryadi, Aktivis 98 Minta Publik Tidak Terprovokas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Nama baik Kombes Pol Edi Faryadi, perwira menengah di Polda Jambi, diduga tengah menjadi sasaran serangan hoaks melalui pesan berantai yang beredar dari nomor WhatsApp 081374222195.

Pesan tersebut menuding Edi Faryadi terlibat dalam praktik pemerasan dan membekingi tambang ilegal—tuduhan yang disebut tidak berdasar dan sarat kepentingan.

Aktivis 98 asal Jambi, Pauzan, angkat bicara menanggapi penyebaran pesan tersebut.

Ia menilai informasi itu adalah bentuk kampanye hitam yang sengaja dibuat untuk mencemarkan nama baik salah satu figur aparat kepolisian yang selama ini dikenal dekat dengan masyarakat.

“Ini jelas fitnah yang ditujukan untuk menjatuhkan reputasi Pak Edi. Saya sendiri sudah mencoba menghubungi nomor yang menyebarkan pesan itu, tapi tidak ada respons. Indikasinya kuat bahwa ini adalah hoaks,” ujar Pauzan, Sabtu (12/7).

Sebagai aktivis yang sejak era reformasi aktif memperjuangkan demokrasi dan keterbukaan informasi, Pauzan mengaku prihatin karena ruang digital kini sering digunakan untuk menyebarkan kabar bohong yang merusak reputasi pribadi seseorang tanpa dasar yang jelas.

“Kombes Edi selama ini dikenal sebagai sosok humanis, terbuka terhadap kritik, dan tidak pernah menunjukkan perilaku menyimpang. Kita harus adil menilai seseorang berdasarkan fakta, bukan kabar simpang siur,” tegasnya.

Pauzan juga mengajak masyarakat Jambi untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial dan aplikasi perpesanan.

“Jangan sampai kita ikut-ikutan menyebarkan sesuatu yang belum terverifikasi. Hoaks itu bukan hanya salah secara hukum, tapi juga secara moral. Apalagi kalau menyerang kehormatan orang yang selama ini mengabdi untuk masyarakat,” tandasnya.

Ia menekankan bahwa kasus ini menjadi alarm penting bagi publik untuk meningkatkan literasi digital dan tidak menjadi bagian dari rantai penyebaran informasi palsu.(*)




Tragis! Remaja Perempuan di Kota Jambi Diduga Jadi Korban Kekerasan Seksual oleh 7 Pelaku Geng Motor

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Kejadian memilukan terjadi di RT 29, Kelurahan Payo Lebar, Kota Jambi, pada Jumat malam (11/7/2025). Seorang remaja perempuan berusia 15 tahun diduga menjadi korban kekerasan seksual yang dilakukan oleh tujuh orang pelaku yang terlibat dalam aktivitas geng motor.

Peristiwa ini sontak menggemparkan warga dan viral di media sosial serta pesan berantai, mendorong reaksi cepat dari aparat penegak hukum dan Dinas Sosial Kota Jambi.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Jambi, Ahmad Fikri Aiman, membenarkan kejadian tersebut.

Ia menyebutkan bahwa korban merupakan warga Talang Duku yang awalnya dibawa oleh salah satu pelaku berinisial R, yang dikenal korban dari grup geng motor.

Pemerkosaan diduga terjadi di rumah pelaku R di kawasan Payo Lebar, saat orang tua pelaku sedang berada di luar kota.

Situasi rumah yang kosong dimanfaatkan pelaku dan rekan-rekannya untuk melakukan tindakan keji tersebut.

“Korban disekap selama dua hari, hanya diberi makan mie instan. Namun korban berhasil kabur dan meminta pertolongan warga. Saat digeledah, ditemukan sejumlah senjata tajam di lokasi,” ujar Ahmad Fikri Aiman.

Pihak Polresta Jambi langsung bergerak cepat menindaklanjuti laporan warga.

Dari tujuh pelaku, dua orang telah diamankan, sementara lima lainnya melarikan diri saat penggerebekan berlangsung.

Korban kini telah diamankan di rumah perlindungan dan mendapatkan pendampingan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta Jambi.

Proses visum dijadwalkan keluar pada Senin mendatang.

Lurah Payo Lebar, Yuniawan, membenarkan adanya kasus tersebut dan menyatakan bahwa proses hukum kini sepenuhnya ditangani oleh kepolisian.

“Pelaku sudah diamankan di Polresta Jambi dan saat ini sedang dalam proses penyelidikan lebih dalam,” ungkap Yuniawan.

Pihak Dinas Sosial Kota Jambi juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih aktif dalam mengawasi pergaulan anak-anak mereka, terlebih terhadap aktivitas yang berhubungan dengan geng motor dan lingkungan berisiko tinggi.

Kasus ini memicu kemarahan dan keprihatinan masyarakat, yang menuntut penegakan hukum tegas serta perlindungan maksimal terhadap anak dan perempuan.

Dinas Sosial dan aparat kepolisian berharap kasus ini menjadi pengingat pentingnya peran keluarga dan masyarakat dalam menjaga anak-anak dari lingkungan yang tidak sehat, serta mendesak agar pelaku dihukum seberat-beratnya sesuai hukum yang berlaku.(*)




Kemas Faried Gelar Reses II 2025 di Dapil III, Serap Aspirasi Warga Telanaipura dan Sekitarnya

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly menggelar Reses II Tahun 2025 di Daerah Pemilihan (Dapil) III yang meliputi Kecamatan Telanaipura, Danau Sipin, dan Danau Teluk, Sabtu (12/7/2025) pagi.

Kegiatan berlangsung di Bumi Perkemahan Cadika dan dihadiri ratusan warga, ketua RT, tokoh masyarakat, serta beberapa lurah dari wilayah tersebut.

Reses dimulai dengan kegiatan senam bersama, dilanjutkan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah.

Dalam sesi dialog, berbagai aspirasi disampaikan warga, seperti:

* Perbaikan infrastruktur jalan dan drainase yang sering tersumbat;

* Peningkatan fasilitas pendidikan dan layanan kesehatan;

* Keluhan terkait BPJS Ketenagakerjaan yang belum dapat dimanfaatkan saat terjadi kecelakaan;

* Permintaan dukungan kegiatan kepemudaan dan UMKM.

Menanggapi keluhan soal BPJS Ketenagakerjaan, Kemas Faried menjelaskan bahwa sebanyak 1.000 peserta BPJS yang menjadi tanggung jawabnya telah dibayarkan untuk satu tahun.

“Itu seharusnya sudah bisa dipakai karena sudah kita bayarkan. Nanti akan kita koordinasikan dengan pihak BPJS,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua RT 24 Kelurahan Legok menyampaikan aspirasi terkait fasilitas latihan dayung dan dermag yang belum memadai.

Menanggapi hal itu, Kemas Faried menyebut bahwa dermaga sudah diserahkan belum lama ini.

Sebagai bentuk dukungan, Kemas Faried juga menyerahkan bantuan dana tunai kepada pihak kelurahan yang akan menyelenggarakan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).

Dalam keterangannya usai reses, Kemas Faried menegaskan pentingnya reses sebagai sarana menjaring aspirasi langsung dari masyarakat.

Ia memastikan semua masukan akan dibawa ke DPRD untuk dibahas bersama Pemkot Jambi.

“Reses ini adalah komitmen kami untuk terus mendengarkan dan memperjuangkan suara masyarakat. Saya hadir langsung untuk memastikan kebutuhan warga benar-benar terakomodasi,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa DPRD Kota Jambi akan mengawal semua aspirasi agar dapat ditindaklanjuti dengan program pembangunan yang merata dan tepat sasaran.(*)




Resmi Gantikan AKBP Budi Prasetya, AKBP Wendi Tiba di Mapolres Sarolangun

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah resmi dilantik sebagai Kapolres Sarolangun oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, AKBP Wendi Oktariansyah tiba di Mapolres Sarolangun dan disambut meriah dengan berbagai rangkaian tradisi, Sabtu (12/7/2025).

Kedatangan AKBP Wendi Oktariansyah bersama istri disambut langsung oleh AKBP Budi Prasetya, Kapolres Sarolangun sebelumnya, beserta jajaran Forkopimda Kabupaten Sarolangun. Turut hadir Bupati Sarolangun, Ketua DPRD, Dandim 0420/Sarko, Kajari Sarolangun, dan para tokoh daerah.

Penyambutan dilakukan secara adat dan militeristik, termasuk pengalungan bunga, tarian penyambutan khas daerah, jajar kehormatan pasukan bersenjata, serta tradisi pedang pora sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan resmi.

Setelah prosesi penyambutan, acara dilanjutkan dengan Laporan Kesatuan yang disampaikan oleh AKBP Budi Prasetya.

Dalam laporan tersebut dipaparkan struktur organisasi Polres Sarolangun, pengenalan pejabat utama, serta situasi umum keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polres Sarolangun.

Prosesi kemudian berlanjut dengan penandatanganan memori serah terima jabatan, sebagai penanda resmi beralihnya kepemimpinan Polres Sarolangun dari AKBP Budi Prasetya kepada AKBP Wendi Oktariansyah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilaksanakan apel Welcome and Farewell Parade di lapangan Mapolres Sarolangun yang diikuti seluruh personel jajaran Polres.

Kegiatan ini menjadi simbolisasi penghormatan kepada pejabat lama dan sambutan hangat bagi pejabat baru.

Dengan resminya AKBP Wendi Oktariansyah menjabat sebagai Kapolres Sarolangun, diharapkan akan membawa semangat baru dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat.(*)




Awas! 7 Pelanggaran Ini Jadi Target Operasi Patuh 2025 di Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Jambi akan menggelar Operasi Patuh 2025 yang berlangsung selama 14 hari, mulai tanggal 14 hingga 27 Juli 2025.

Operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, dengan tujuan utama meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas.

Kasat Lantas Polresta Jambi, AKP Hadi Siswanto, S.I.K., M.H., mewakili Kapolresta Jambi Kombes Pol. Boy Sutan Binanga Siregar, S.I.K., M.H., menjelaskan bahwa operasi ini akan difokuskan pada penindakan pelanggaran lalu lintas yang berpotensi menyebabkan kecelakaan.

“Operasi Patuh 2025 bukan hanya soal penindakan, tapi juga bagian dari upaya preemtif dan preventif untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polresta Jambi,” ujar AKP Hadi, kemarin.

AKP Hadi Siswanto merinci beberapa pelanggaran lalu lintas yang menjadi fokus utama selama operasi, antara lain:

1. Menggunakan ponsel saat berkendara

2. Pengemudi di bawah umur

3. Berboncengan lebih dari satu orang pada sepeda motor

4. Melanggar batas kecepatan maksimal

5. Tidak menggunakan helm SNI (bagi pengendara motor) dan sabuk pengaman (bagi pengemudi mobil)

6. Berkendara dalam pengaruh alkohol

7. Melawan arus lalu lintas

Operasi Patuh 2025 ini tidak hanya mengandalkan penegakan hukum, tetapi juga mengedepankan pendekatan humanis dan persuasif.

Petugas akan memberikan teguran maupun sanksi kepada pengendara yang terbukti melanggar aturan, namun tetap dengan pendekatan yang mengedukasi.

“Kami ingin membangun budaya tertib berlalu lintas yang tumbuh dari kesadaran masyarakat. Karena itu, pendekatan kami juga bersifat edukatif dan tidak semata-mata menindak,” tegas AKP Hadi.

AKP Hadi menegaskan bahwa Operasi Patuh 2025 merupakan bagian dari strategi mewujudkan Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas) di Kota Jambi. Diharapkan, melalui operasi ini, angka kecelakaan lalu lintas bisa ditekan secara signifikan .

“Dengan meningkatnya kepatuhan masyarakat terhadap peraturan lalu lintas, kami berharap tercipta lingkungan lalu lintas yang lebih aman, tertib, dan nyaman bagi semua pengguna jalan,” pungkasnya.(*)




Bangun Budaya Tertib, Operasi Patuh 2025 Libatkan Sekolah dan Komunitas

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Bukan sekadar razia atau tilang, Operasi Patuh Siginjai 2025 yang digelar Polda Jambi mulai 14 Juli mendatang juga mengedepankan pendekatan edukatif dan kolaboratif.

Selama 14 hari ke depan, operasi ini bertujuan membangun kesadaran tertib berlalu lintas dari akar, yaitu masyarakat sendiri.

Dirlantas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, menjelaskan bahwa pihaknya akan menggandeng sekolah-sekolah, komunitas pengguna jalan, serta stakeholder lainnya dalam kampanye keselamatan berkendara.

“Kami ingin budaya tertib lalu lintas lahir dari kesadaran, bukan karena takut ditilang,” ujar Benny, Jumat (11/7/2025).

Operasi ini tetap melakukan penindakan terhadap pelanggaran berat, namun dilakukan secara humanis dan edukatif.

Polda Jambi membentuk tim khusus yang akan fokus pada pelanggaran prioritas seperti berkendara dalam pengaruh alkohol, tidak memakai helm SNI, dan pengemudi di bawah umur.

Kampanye keselamatan juga akan didukung oleh berbagai pihak seperti Dishub, TNI, Jasa Raharja, hingga Bappeda, termasuk dalam kegiatan edukasi dan penertiban kendaraan tidak laik jalan.

“Kami ingin menciptakan lalu lintas yang aman melalui sinergi, bukan hanya melalui penindakan. Operasi ini adalah wujud pelayanan untuk masyarakat,” tutup Benny.(*)




Ajak Ayah Antar Anak di Hari Pertama Sekolah, Dukung Gerakan Ayah Teladan Indonesia

JAMBI – Dinas Pendidikan Kota Jambi mengeluarkan himbauan resmi kepada seluruh Kepala PAUD, SD, dan SMP negeri maupun swasta di Kota Jambi untuk menyukseskan program Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) pada hari pertama sekolah, Senin, 14 Juli 2025 mendatang.

Melalui surat bernomor m 400.3.5/2461/DISDIK/2025, tertanggal 11 Juli 2025, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi menyampaikan pentingnya peran ayah dalam mendampingi anak di hari pertama sekolah.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan terhadap program “Bahagia Berbudaya Kota Jambi”.

Dalam surat yang ditujukan kepada seluruh satuan pendidikan, Dinas Pendidikan Kota Jambi menginstruksikan beberapa poin penting:

1. Pelaksanaan kegiatan “Hari Pertama Sekolah Bersama Ayah” pada Senin, 14 Juli 2025 di semua jenjang pendidikan;

2. Mengajak ASN laki-laki yang memiliki anak usia sekolah untuk turut serta dalam program GATI;

3. Mengimbau seluruh ayah atau wali murid agar mengantar anak mereka hingga ke halaman sekolah;

4. Melakukan dokumentasi kegiatan (foto, video, testimoni) dan membagikannya di media sosial pribadi, sekolah, dan kanal resmi masing-masing satuan pendidikan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi menegaskan bahwa, keterlibatan ayah dalam aktivitas anak, terutama di hari pertama sekolah, dapat meningkatkan semangat dan kepercayaan diri anak dalam menjalani proses belajar.

Selain itu, hal ini sejalan dengan tujuan Gerakan Ayah Teladan Indonesia yang mendorong kehadiran sosok ayah sebagai figur pendamping yang aktif dan inspiratif.

“Kami berharap para ayah dapat berpartisipasi aktif, tidak hanya sekadar mengantar, tetapi juga memberi motivasi dan kebanggaan kepada anak-anaknya di momen penting awal tahun ajaran ini,” ujar Kadisdik Kota Jambi.

Program ini diharapkan dapat mempererat hubungan emosional antara anak dan orang tua, serta membangun sinergi positif antara keluarga, sekolah, dan pemerintah dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih baik di Kota Jambi.

Untuk informasi lebih lanjut, pihak sekolah diminta menyampaikan kegiatan tersebut melalui media sosial serta mendokumentasikan pelaksanaannya sebagai bentuk dukungan terhadap GATI dan program Bahagia Berbudaya.(*)




Ops Patuh Digelar Senin Esok, Simak Penjelasan Ditlantas Polda Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi akan menggelar Operasi Patuh Siginjai 2025 selama 14 hari, mulai 14 hingga 27 Juli.

Operasi ini mengedepankan metode penegakan hukum secara hybrid, menggabungkan sistem tilang elektronik (ETLE) dan penindakan manual di lapangan.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, menyampaikan bahwa sistem hybrid ini diterapkan untuk mengoptimalkan pengawasan, terutama di wilayah yang belum memiliki perangkat ETLE.

“Di daerah tanpa ETLE, kami tetap lakukan penindakan langsung, terutama untuk pelanggaran berat yang menyebabkan kecelakaan atau kemacetan,” jelas Benny, Jumat (11/7/2025).

Operasi Patuh 2025 mengusung tiga pendekatan: preemtif (25%), preventif (25%), dan represif (50%).

Penekanan diberikan pada pelanggaran yang berpotensi fatal, seperti pengemudi di bawah umur, penggunaan ponsel saat berkendara, melawan arus, dan tidak menggunakan helm atau sabuk pengaman.

Ditlantas juga membentuk tim khusus untuk menindak pelanggaran berat dan melibatkan instansi lintas sektor, seperti Dishub, POM TNI, Bappeda, dan Jasa Raharja.

“Tilang bukan satu-satunya tujuan. Ini bagian dari pelayanan publik agar masyarakat merasa aman di jalan,” pungkas Benny.(*)




Kampung Edukasi Nan Bahagia, Model Pembangunan Komunitas Ala Program Kampung Bahagia Pemkot Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, S.E., M.A., menyampaikan apresiasi atas hadirnya Kampung Edukasi Nan Bahagia, sebuah inovasi dari warga RT 21 Kelurahan Bakung Jaya, Kecamatan Paal Merah, yang dinilai selaras dengan arah kebijakan pembangunan Kota Jambi.

Apresiasi tersebut disampaikan Diza saat meresmikan secara langsung Kampung Edukasi Nan Bahagia, pada Jumat siang (11/7/2025).

“Ini merupakan inovasi yang sangat positif dan patut diapresiasi. Kampung Edukasi Nan Bahagia ini menjadi salah satu bentuk nyata implementasi dari Program Prioritas Pemerintah Kota Jambi, yakni Kampung Bahagia, yang mendorong kemandirian, kolaborasi, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujar Diza.

Ia menambahkan, inovasi berbasis komunitas seperti ini dapat menjadi contoh (best practice) yang layak untuk direplikasi di wilayah-wilayah lain di Kota Jambi.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, juga menekankan pentingnya pengelolaan sampah organik melalui pendekatan ekonomi sirkular, yang sejalan dengan sejumlah kegiatan produktif masyarakat di Kelurahan Bakung Jaya, salah satunya adalah budidaya maggot.

“Budidaya maggot ini merupakan solusi ramah lingkungan yang bernilai ekonomi. Maggot adalah larva yang mampu mengurai sampah organik seperti sisa makanan, sayuran dan buah busuk, kotoran ternak, hingga limbah pasar. Selain efektif mengurangi volume sampah secara cepat dan efisien, maggot juga menghasilkan pakan ternak berkualitas tinggi dengan kadar protein yang sangat baik, terutama untuk ikan, ayam, dan unggas lainnya,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep ini merupakan bentuk nyata dari prinsip ekonomi sirkular, yaitu memanfaatkan limbah sebagai sumber daya dalam proses produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

“Karena kegiatan yang baik tidak lahir begitu saja, tapi muncul dari kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah, dan berbagai pihak yang peduli terhadap lingkungan dan pembangunan berkelanjutan,” sambungnya.

Merujuk pada Rencana Induk Pengelolaan Sampah Kota Jambi Tahun 2025–2045, Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, mengungkap bahwa sampah rumah tangga masih menjadi penyumbang terbesar, yakni mencapai 57,7 persen dari total sampah kota.

Dari angka tersebut, sampah makanan mendominasi sebesar 58,33 persen, yang umumnya langsung berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Proses pembusukan di TPA bukan hanya menyia-nyiakan potensi nilai ekonomi dari sampah organik, tapi juga memicu produksi gas metana, yang merupakan salah satu gas rumah kaca penyumbang pemanasan global,” ujar Diza.

Oleh karena itu, menurutnya, upaya inovatif yang telah dilakukan warga RT 21 Kelurahan Bakung Jaya patut diapresiasi dan dijadikan percontohan.

Melalui budidaya maggot, mereka berhasil mengelola sampah organik menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

“Dengan prinsip ekonomi sirkular yang diterapkan, mengubah sampah menjadi sumber daya, RT 21 telah berkontribusi nyata terhadap upaya Kota Jambi menuju zero waste. Maggot mampu menyulap sampah menjadi pakan ternak berkualitas tinggi, dan residunya, yaitu kasgot, dapat dimanfaatkan sebagai pupuk kompos untuk pertanian maupun tanaman hias,” jelasnya.

Diza juga mendorong agar inovasi serupa dapat direplikasi di wilayah lain di Kota Jambi sebagai bagian dari gerakan kolektif pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Lebih lanjut, Diza juga menyoroti potensi perluasan model ini ke sektor UMKM perikanan. Seperti getas ikan, brownies ikan, hingga albumin gabus yang telah dikembangkan yang akan menjadi peluang bagi pelaku usaha di Jambi untuk memperkuat ketahanan pangan dan menggairahkan industri kreatif.

Pada kesempatan itu, Wawako Diza turut mengingatkan, bahwa pengelolaan sampah berbasis komunitas adalah ujung tombak menuju zero waste di Kota Jambi.

“Peningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari tingkat sumber, atau di rumah tangga merupakan salah satu kunci keberhasilan pengelolaan sampah Kota Jambi. Ditunjang lagi dengan pencatatan pengumpulan sampah secara digital, atau dengan menggunakan barcode. Inovasi ini menjadi salah satu sistem yang meningkatkan efisiensi, transparansi sekaligus akuntabilitas,” tuturnya.

“Sebagai bagian dari program Kampung Bahagia, pemerintah kota juga mengalokasikan dana Rp 100 juta per RT untuk mendukung manajemen sampah di tingkat lingkungan dengan Gerakan Bersama menuju zero waste,” sambungnya.

Menutup sambutannya, Wawako Diza mengajak semua pihak untuk dapat bersinergi guna memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara , terutama bagi lingkungan sekitar.

“Mari kita maksimalkan potensi sampah sebagai sumber daya, bukan lagi beban. Dengan kolaborasi, kita jaga kebersihan, ciptakan peluang, dan lindungi lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” tutup Waki Wali Kota Jambi itu.

Kehadiran Kampung Edukasi Nan Bahagia di RT 21 Kelurahan Bakung Jaya menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara Ketua RT, masyarakat, kelurahan, dan kecamatan berjalan selaras dan produktif.

Inovasi ini mencerminkan semangat Program Kampung Bahagia, yang merupakan program prioritas Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha.

Program tersebut mengedepankan pembangunan berbasis komunitas dengan prinsip gotong royong, menjadikan RT sebagai ujung tombak perubahan di lingkungan masing-masing.

Kolaborasi yang solid inilah yang memungkinkan lahirnya inovasi kampung tematik seperti Kampung Edukasi, yang tak hanya memberdayakan masyarakat, tetapi juga memperkuat identitas lokal serta menciptakan ruang edukatif yang inspiratif.

Peresmian Kampung Edukasi Nan Bahagia tersebut turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Jambi Hizbullah, perwakilan perangkat daerah terkait, Camat Paal Merah M. Toyib, Lurah Bakung Jaya Purwamoto, serta AFT Manager Pertamina Patra Niaga Sultan Thaha, Dicky Permana.

Hadir pula unsur Babinsa, Bhabinkamtibmas, Forum Ketua RT Kelurahan Bakung Jaya, serta tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan para tamu undangan lainnya.(*)




Maulana: UMKM adalah Jantung Ekonomi Kota Jambi, Harus Diperkuat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, secara resmi membuka Gebyar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ke-2 yang diselenggarakan oleh Asosiasi UMKM SBM (Sahabat Berdikari Mandiri), yang digelar di Lippo Mall Jambi, Jumat (11/7/2025).

Event berlangsung dari tanggal 11 hingga 13 Juli 2025 yang mengangkat tema Pesona Batik dan UMKM Jambi itu, menghadirkan beragam kegiatan. Mulai dari lomba menghias tumpeng, talkshow, fashion show, workshop membatik, aneka bazar, mewarnai, hingga live akustik.

Dalam sambutannya saat membuka acara itu, Wali Kota Maulana mengatakan, bahwa UMKM bukan hanya fondasi ekonomi lokal, tetapi juga representasi nyata dari kreativitas dan ketangguhan masyarakat di tengah-tengah berbagai tantangan, baik ekonomi global maupun perubahan teknologi, namun UMKM tetap tumbuh dan menjadi pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

“Khusus di Kota Jambi, kita memiliki kekayaan budaya dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang luar biasa. Salah satunya adalah Batik Jambi yang merupakan warisan budaya yang sarat nilai dan filosofi, serta memiliki potensi ekonomi yang sangat besar. Maka, sangat tepat ketika tema yang diangkat dalam Gebyar UMKM kali ini adalah “Pesona Batik dan UMKM Jambi”, sebuah perpaduan antara warisan budaya dan semangat kewirausahaan lokal,” katanya.

Menurut Wali Kota Maulana, kegiatan Gebyar UMKM ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan eksposur dan daya saing produk UMKM Kota Jambi, serta memperkuat jaringan antar pelaku usaha.

“Selain itu, juga untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap produk lokal yang akan berdampak pada kebangkitan ekonomi daerah,” tuturnya.

Dia menambahkan, bahwa Pemerintah Kota Jambi saat ini tengah menggencarkan pengembangan berbagai kawasan strategis yang dirancang menjadi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, dengan mengedepankan potensi unggulan daerah, khususnya di sektor kuliner dan UMKM.

“Saat ini, Kota Jambi sedang mengalami kemajuan pesat dalam sektor kuliner. Oleh karena itu, Pemerintah Kota tengah menyiapkan sejumlah kawasan baru yang diharapkan dapat menjadi titik-titik perputaran roda ekonomi masyarakat, khususnya pelaku UMKM,” tambahnya.

Ia mencontohkan, salah satu kawasan yang tengah digarap adalah Taman Remaja, yang saat ini sedang dalam proses revitalisasi dan akan disulap menjadi alun-alun tengah kota.

Selain itu, revitalisasi Tower Air di kawasan Sungai Putri juga terus dikebut, dan ditargetkan rampung sebelum peringatan HUT Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Kawasan tersebut akan dikembangkan sebagai pusat kuliner dengan konsep modern, lengkap dengan fasilitas pedestrian yang nyaman dan estetis.

“Dengan banyaknya titik-titik pusat ekonomi, insya Allah UMKM kita akan terus tumbuh dan berkembang menjadi penyokong roda ekonomi daerah,” lanjut Maulana.

Wali Kota Jambi itu juga menegaskan komitmen Pemkot Jambi dalam mendukung kemajuan UMKM melalui visi Kota Jambi BAHAGIA, melalui salah satu program unggulannya yaitu BALIKAT (Balai Latihan Kerja Tematik) untuk pelatihan, dan BANK HARKAT untuk akses permodalannya, promosi digital, hingga pendampingan menuju pemasaran,” jelasnya.

“Namun tidak cukup dukungan dari Pemerintah semata, harus seluruh lapisan masyarakat dan dunia usaha juga berkontribusi agar UMKM kita bisa naik kelas dan menjadi motor penggerak ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Wali Kota Maulana.

Menutup sambutannya, Wali Kota Maulana, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada panitia pelaksana, khususnya para emak-emak UMKM SBM, para pelaku UMKM, serta seluruh mitra dan pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kota Jambi untuk turut menjadi bagian dari gerakan pemberdayaan ekonomi lokal, dengan cara membeli, menggunakan, dan mempromosikan produk-produk asli Kota Jambi, khususnya batik dan hasil kerajinan UMKM.

“Kalau bukan kita yang mencintai dan membesarkan produk lokal kita sendiri, lalu siapa lagi? Mari kita jadikan kebanggaan terhadap produk lokal sebagai gerakan bersama,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Ia berharap kegiatan ini dapat membawa manfaat yang besar, mempererat kolaborasi antar pelaku usaha, serta mengangkat daya saing dan pesona batik serta produk UMKM Kota Jambi baik di pasar regional, nasional, maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana yang juga menjabat sebagai Ketua Asosiasi UMKM SBM, Selly, menyampaikan bahwa kegiatan Gebyar UMKM ke-2 ini merupakan agenda tahunan yang secara rutin dilaksanakan oleh Asosiasi UMKM SBM.

Kegiatan ini menjadi ajang untuk memperkuat sinergi antara pelaku UMKM dan Pemerintah Kota Jambi.

“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pelaku UMKM, sekaligus wujud nyata kolaborasi antara pengurus asosiasi dan pemerintah daerah. Harapannya, UMKM yang tergabung di SBM dapat terus berkembang dan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang lebih baik di masa mendatang,” ujar Selly.

Ia juga menegaskan bahwa semangat kebersamaan menjadi nilai utama dalam gerakan UMKM yang diusung oleh asosiasi SBM. “Sesuai dengan motto kami: ‘Sukses UMKM sendiri itu biasa, tapi sukses bersama itu luar biasa’,” imbuhnya.

Di akhir sambutannya, Selly turut mengucapkan terima kasih Pemerintah Kota Jambi, para mitra, dan tamu undangan yang telah hadir dan berkontribusi dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Rangkaian acara diakhiri dengan peninjauan Wali Kota kebeberapa stand batik dan UMKM yang dihadirkan pada kegiatan Gebyar UMKM ke-2 tersebut.(*)