Peringati Harlah Pancasila, Walikota Maulana: Pancasila Harus Jadi Jiwa di Tiap Denyut Pembangunan

JAMBi, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2025 di lapangan kantor utama Wali Kota Jambi, Senin (2/6/2025).

Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh khidmat dan semangat kebangsaan. Upacara ini dipimpin langsung oleh Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana,M.K.M., dengan turut dihadiri Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Wakapolresta Jambi AKBP Nurhadiansyah, Dandim 0415/Jambi Kolonel Inf Yoga Cahya Prasetya, Dandenpom II/2 Jambi Letkol Cpm Sundoro, Kepala BNN Kota Jambi Kombes Pol. Katino, Sekda A Ridwan beserta jajaran Pemkot Jambi dan organisasi Kepramukaan kota Jambi.

Tahun ini, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia mengusung tema “Memperkokoh Ideologi Pancasila Menuju Indonesia Raya”. Tema tersebut mengandung pesan mendalam bahwa pembangunan bangsa Indonesia harus terus bertumpu pada nilai-nilai dasar Pancasila, Ketuhanan, Kemanusiaan, Persatuan, Kerakyatan, dan Keadilan Sosial.

Dikesempatan itu, Wali Kota Jambi dokter Maulana membacakan amanat Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. KH Yudian Wahyudi, M.A., P.hd., yang menegaskan, Pancasila bukan sekadar dokumen historis atau teks normatif yang tertulis dalam pembukaan UUD 1945. Pancasila adalah jiwa bangsa, pedoman hidup bersama, serta bintang penuntun dalam mewujudkan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

“Dalam semangat memperkokoh ideologi Pancasila, izinkan Saya mengajak kita semua merenungkan kembali bahwa Pancasila adalah rumah besar bagi keberagaman Indonesia. Ia mempersatukan lebih dari 270 (dua ratus tujuh puluh) juta jiwa dengan latar belakang suku, agama, ras, budaya dan bahasa yang berbeda. Dalam Pancasila, kita belajar bahwa kebinekaan bukanlah alasan untuk terpecah, melainkan kekuatan untuk bersatu. Dari sila pertama hingga sila kelima, terkandung prinsip-prinsip yang menuntun kita membangun bangsa dengan semangat gotong-royong, keadilan sosial, dan penghormatan terhadap martabat manusia,” ujar Wali Kota Maulana membacakan amanat Kepala BPIP RI.

Dalam konteks pembangunan Nasional saat ini, lanjutnya, pemerintah telah menetapkan Asta Cita sebagai delapan agenda prioritas menuju Indonesia Emas 2045. Salah satu yang paling fundamental dalam Asta Cita tersebut adalah memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi dan Hak Asasi Manusia. Karena disadari bahwa kemajuan tanpa arah ideologis akan mudah goyah. Kemajuan ekonomi tanpa pondasi nilai-nilai Pancasila bisa melahirkan ketimpangan. Kemajuan teknologi tanpa bimbingan moral Pancasila bisa menjerumuskan bangsa pada dehumanisasi.

“Dalam era globalisasi dan digitalisasi yang semakin kompleks, tantangan terhadap Pancasila pun semakin nyata. Kita menyaksikan penyebaran paham-paham ekstremisme, radikalisme, intoleransi, hingga disinformasi yang mengancam kohesi sosial kita. Oleh karena itu, melalui Asta Cita, kita dipanggil untuk melakukan revitalisasi nilai-nilai Pancasila dalam segala dimensi kehidupan: dari pendidikan, birokrasi, ekonomi, hingga ruang-ruang digital,” lanjutnya.

Dalam dunia pendidikan, perlu ditanamkan Pancasila sejak dini, bukan sekadar dalam pelajaran formal, tetapi dalam praktik keseharian. Sekolah dan universitas harus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas secara intelektual, tangguh secara karakter dan kuat dalam integritas moral.

Dalam Birokrasi, nilai-nilai Pancasila harus hadir dalam bentuk pelayanan publik yang berkeadilan, transparan dan berpihak pada rakyat. Setiap kebijakan dan program harus mencerminkan semangat kemanusiaan dan keadilan sosial, bukan kepentingan kelompok atau golongan.

Selanjutnya, dalam bidang ekonomi, perlu dipastikan bahwa pembangunan tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang, tetapi menjadi berkah bagi seluruh rakyat Indonesia. Keadilan sosial, sebagaimana termaktub dalam sila kelima, harus menjadi orientasi utama. Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), ekonomi kerakyatan dan koperasi harus terus diberdayakan agar tidak ada warga yang tertinggal dalam kemajuan bangsa.

“Sementara itu, dalam ruang digital, kita harus membangun kesadaran kolektif bahwa dunia maya bukan ruang bebas nilai. Etika, toleransi dan saling menghargai tetap harus ditegakkan. Pancasila harus menjadi panduan dalam berinteraksi di media sosial maupun platform digital lainnya. Mari kita perangi hoaks, ujaran kebencian dan provokasi, dengan literasi digital dan semangat gotong-royong,” tegasnya.

Dirnya juga menyebutkan, BPIP sebagai lembaga yang bertugas membina dan memperkuat ideologi Pancasila terus berkomitmen menghadirkan berbagai program strategis : dari pembinaan ideologi di lingkungan pendidikan, pelatihan bagi aparatur sipil negara (ASN) dan aparat negara, penguatan kurikulum Pancasila, hingga kolaborasi lintas sektor untuk mengarusutamakan Pancasila di berbagai lapisan masyarakat. Dengan tujuan agar Pancasila tidak hanya dihafalkan, tetapi dihidupi dan dijalankan dalam tindakan nyata.

“Namun, tugas ini tidak bisa dijalankan sendiri. Kita semua, seluruh elemen bangsa dari pusat hingga daerah, dari pejabat hingga masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda, memiliki peran untuk menjadi pelaku utama pembumian Pancasila. Mari kita jadikan Hari Lahir Pancasila ini bukan sekedar seremonial, tetapi momen untuk memperkuat komitmen kita terhadap nilai-nilai luhur bangsa. Jadikan setiap langkah, setiap kebijakan, setiap ucapan dan tindakan kita sebagai cerminan dari semangat Pancasila,” sebutnya.

“Kita ingin Indonesia yang maju bukan hanya secara teknologi, tetapi juga secara moral. Kita ingin Indonesia yang sejahtera bukan hanya dalam angka statistik, tetapi juga dalam rasa keadilan dan persaudaraan. Kita ingin Indonesia yang dihormati dunia bukan hanya karena kekuatan ekonominya, tetapi karena keluhuran budinya dan kebijaksanaan rakyatnya. Peringatan Hari Lahir Pancasila ini harus menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa berada di tangan kita. Jika kita ingin mewujudkan Indonesia Raya, maka tidak ada jalan lain selain memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi jiwa dalam setiap denyut nadi pembangunan. Marilah kita terus bergotong-royong, menjaga persatuan, menghargai perbedaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam setiap aspek kehidupan. Jadikan Pancasila sebagai sumber inspirasi dalam berkarya, berbangsa dan bernegara,” tutup Maulana membacakan amanat Kepala BPIP RI.

Usai pelaksanaan upacara itu, kepada awak media, Wali Kota Maulana menyampaikan pesan penting mengenai penguatan karakter bangsa di tengah tantangan era digital yang semakin kompleks.

Dalam keterangannya, Maulana menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai karakter bangsa di segala bidang kehidupan, sebagaimana diamanatkan oleh BPIP RI.

“Mulai dari menjaga sopan santun, keramahan, hingga tidak menyebarkan hoaks, khususnya dalam penggunaan media sosial. Ini menjadi hal mendasar yang harus terus kita tanamkan kepada masyarakat,” ujar Maulana.

Ia juga menyoroti berbagai tantangan serius yang dihadapi generasi muda saat ini, seperti maraknya kasus kenakalan remaja, penyalahgunaan narkoba, serta praktik judi online yang semakin mengkhawatirkan.

“Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kota Jambi akan menyusun lebih banyak program yang menyasar dan merangkul kalangan pemuda. Seperti penguatan Paskibraka, Gerakan Pramuka, dan Palang Merah Remaja (PMR). Pemuda-pemudi pelopor seperti ini sangat dibutuhkan untuk menyebarluaskan semangat kebangsaan,” tegasnya.

Wali Kota Maulana juga mencontohkan gerakan Kepramukaan yang saat ini dikomandani oleh Ketua DPRD Kota Jambi selaku Ketua Kwarcab. Dalam program tersebut, pejabat publik dijadwalkan turun langsung ke sekolah-sekolah guna menyampaikan pesan-pesan moral dan nilai kebangsaan secara langsung kepada generasi muda.

“Pada prinsipnya, kita semua sebagai anak bangsa harus memegang teguh nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Itu menjadi benteng utama agar kita tidak mudah terjerumus ke dalam perilaku negatif,” tutup Maulana.

Upacara Hari Lahir Pancasila tahun ini berlangsung khidmat dan tertib. Bertindak sebagai Perwira Upacara adalah Kasatres Narkoba Polresta Jambi, AKP Simsal Siahaan, sementara pembaca teks Pembukaan UUD 1945 oleh Camat Paal Merah, M. Toyib. Sementara pengibaran bendera dilakukan oleh pasukan pengibar bendera dari Paskibraka Kota Jambi Tahun 2024.(*)




Wali Kota Jambi Lantik 86 Pejabat Baru, Tegaskan Komitmen Reformasi Birokrasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Kota Jambi kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional dan adaptif.

Hal ini ditandai dengan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan terhadap 86 pejabat Administrator dan Pengawas (Eselon III dan IV) oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada Senin (2/6/2025) di Aula Grha Siginjai Kantor Wali Kota Jambi.

Pelantikan ini bukan sekedar formalitas, melainkan bagian dari langkah konkret dalam penyegaran birokrasi serta pengisian jabatan struktural yang kosong, guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan efektivitas kerja pemerintahan.

Turut hadir dalam prosesi tersebut Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, Sekda A. Ridwan, para Staf Ahli Wali Kota dan Asisten Sekda, serta sejumlah kepala OPD, Camat dan Bagian di lingkup Pemkot Jambi.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan pentingnya dedikasi dan loyalitas ASN dalam mendukung reformasi birokrasi yang adaptif dan berpihak pada kebutuhan masyarakat.

Ia menegaskan bahwa rotasi, mutasi, dan promosi ini dilakukan berdasarkan penilaian objektif terhadap kapasitas dan integritas para pejabat yang bersangkutan.

“Sebagai contoh, hari ini kami telah menempatkan pejabat baru pada posisi strategis seperti Kepala UPTD PSC, untuk memastikan layanan kegawatdaruratan 24 jam berjalan optimal,” ujar Maulana.

Wali Kota juga mengungkapkan, bahwa penempatan pejabat di sejumlah OPD dilakukan untuk memperkuat kinerja institusi tersebut.

Tak hanya itu, Pemkot juga tengah menguatkan sistem pelayanan publik berbasis komunitas dari tingkat paling bawah.

Wali Kota menyebut, peran kelurahan akan semakin ditingkatkan sebagai garda terdepan dalam menyinkronkan pelayanan hingga ke tingkat RT.

“TPP mereka juga telah kami naikkan. Kami berharap ini dapat memacu kinerja dan memperkuat pelayanan yang terintegrasi dari atas ke bawah,” jelasnya.

Dengan banyaknya pejabat eselon II yang akan memasuki masa pensiun, Wali Kota Maulana mengungkapkan akan ada sembilan posisi kosong yang harus segera diisi.

Proses job fit akan dilakukan pada Agustus 2025, termasuk untuk jabatan strategis pada badan baru seperti BPBD.

“Nanti akan ada evaluasi dari Pansel. Bila pejabat saat ini masih inovatif dan mampu bekerja, maka akan kita pertahankan. Namun jika sudah stagnan, akan kita lakukan pergeseran sesuai kebutuhan organisasi,” jelasnya.

Kepada para pejabat yang baru dilantik, Maulana berpesan agar selalu menjaga semangat, menunjukkan kinerja terbaik, dan membawa manfaat di manapun ditugaskan.

“Pergeseran itu hal biasa. Yang luar biasa adalah bagaimana kita berkontribusi nyata bagi pemerintah, masyarakat, bahkan keluarga dan lingkungan kerja kita,” ujarnya.

Ia juga meminta para Camat dan Lurah untuk lebih aktif turun ke lapangan dan mendengar langsung aspirasi warga.

Ia mendorong kolaborasi lintas jenjang birokrasi agar seluruh program pemerintah, termasuk penyelarasan dengan Ketua RT yang baru dilantik secara serentak, bisa berjalan efektif dan merata.

“Mudah-mudahan amanah yang diterima hari ini menjadi langkah awal menuju karier dan pelayanan yang lebih baik. Jadilah ASN yang memberi manfaat dan memahami arah pembangunan Kota Jambi Bahagia,” pungkas Wali Kota.

Sebagai penanda simbolis, pelantikan dilakukan dengan penyematan tanda pangkat dan jabatan oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada seluruh pejabat yang dilantik.

Suasana khidmat, optimis dan penuh semangat menyelimuti momen tersebut, yang mencerminkan semangat baru dalam tata kelola birokrasi Kota Jambi.(*)




Cek Hewan Kurban, Wali Kota Maulana Pastikan Kurban Aman dan Harga Daging Tetap Terkendali

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah/2025 Masehi, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah proaktif untuk memastikan seluruh hewan kurban yang akan disembelih berada dalam kondisi sehat dan layak konsumsi.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., secara resmi melepas sebanyak 42 petugas pemeriksa kesehatan hewan kurban pada Senin (2/6/2025).

Upacara pelepasan tersebut digelar di Peternakan Moro Seneng milik Pak Satiman di RT 21, Kelurahan Aur Duri, Kecamatan Telanaipura.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga melakukan pemeriksaan langsung terhadap sapi kurban milik Presiden RI, jenis Simental dengan bobot 770 kilogram, yang disiapkan khusus untuk masyarakat Kota Jambi.

Satgas pemeriksa ini terdiri dari petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, yang didukung oleh para mahasiswa dari Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Mereka akan bertugas memeriksa 4.300 ekor hewan kurban yang telah terdata, guna memastikan kondisi fisik dan kesehatannya layak untuk disembelih.

“Dari kebutuhan kita sekitar 3.900 ekor, tersedia 4.300. Jadi, jumlah hewan kurban di Kota Jambi bukan hanya cukup, tapi melebihi kebutuhan. Yang sekarang menjadi fokus utama kita adalah memastikan kesehatan hewan-hewan tersebut,” ujar Wali Kota Maulana.

Setiap petugas, lanjutnya, akan bertanggung jawab memeriksa sekitar 100 ekor hewan kurban. Di Peternakan Moro Seneng sendiri, sebanyak 204 ekor telah selesai diperiksa dan dinyatakan sehat.

“Saya juga sudah menyerahkan langsung sertifikat kelayakan hewan kurban kepada Pak Satiman selaku pemilik. Ini penting untuk memastikan masyarakat mendapatkan daging kurban yang aman dan sehat,” ungkap Maulana.

Sebagaimana tahun-tahun sebelumnya, Pemkot Jambi juga akan melaksanakan pemotongan hewan kurban secara kolektif melalui partisipasi ASN dan keluarga besar Pemkot. Tahun ini, tercatat sebanyak 180 hewan kurban akan didistribusikan ke masyarakat, masjid, pegawai harian lepas (PHL), serta lembaga lainnya.

Dengan jumlah hewan kurban yang melebihi kebutuhan, Wali Kota menyampaikan bahwa hal ini berkontribusi terhadap stabilisasi harga komoditas, terutama daging, yang biasanya melonjak menjelang Idul Adha.

“Alhamdulillah, dengan ketersediaan yang cukup ini, harga daging tetap terkendali, sehingga masyarakat tidak terbebani,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Jambi, Evridal Asri, Wali Kota turut secara simbolis memasang label sehat pada sapi bantuan Presiden RI, setelah dinyatakan sehat secara klinis oleh tim dokter hewan.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memastikan pelaksanaan kurban yang sehat, aman, dan sesuai syariat, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan stabilitas ekonomi di masa perayaan besar keagamaan.(*)




Bukan Sekedar Konser : Festival Tumpah Ruah HUT Kota Jambi Hadirkan Transformasi Sosial dan Ekonomi Warga

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Puluhan ribu pasang mata tumpah ruah memadati kawasan Terminal Rawasari, Kecamatan Pasar Jambi, pada Minggu malam (1/6/2025), untuk menyaksikan kemeriahan Malam Hiburan Rakyat yang menjadi puncak perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi ke-624 Tanah Pilih Pusako Batuah.

Acara ini juga merupakan penutup dari rangkaian Festival Tumpah Ruah, yang selama lima hari terakhir menyuguhkan ragam hiburan, edukasi, pelatihan, hingga pertunjukan seni dan olahraga komunitas.

Mengusung tema “Kolaborasi untuk Mewujudkan Kota Jambi Bahagia”, gelaran ini menjadi momentum penting dalam membangkitkan kawasan bersejarah Kota Tua Jambi dan memperkuat partisipasi generasi muda.

Kemeriahan di malam puncak itu, semakin terasa dengan penampilan spektakuler dari band legendaris tanah air, Kangen Band, yang sukses mengguncang panggung lewat tembang-tembang penuh nostalgia. Disusul artis muda berbakat, Kris Tomahu, dan Semiotika Band yang turut membangkitkan semangat penonton sejak awal acara.

Namun malam itu, tak hanya soal gemerlap musik dan cahaya. Salah satu momen paling mengharukan adalah ketika anak-anak difabel tampil menunjukkan talenta dan keterampilan mereka. Penampilan yang tulus dan penuh semangat tersebut disambut tepuk tangan meriah oleh ribuan warga yang hadir.

Suasana pun berubah menjadi semakin haru saat Wali Kota dan Wakil Wali Kota beserta istri naik ke atas panggung untuk memberikan apresiasi secara langsung kepada para penyandang disabilitas yang berkreasi diatas panggung. Dalam momen penuh makna tersebut, Wali Kota dan Wakil Wali Kota masing-masing menerima setangkai bunga sebagai simbol penghormatan, sementara para istri mereka menerima jaket hasil karya tangan anak-anak difabel.

Gestur sederhana namun penuh makna ini menjadi cerminan nyata empati dan penghargaan tinggi dari para pemimpin daerah kepada seluruh elemen masyarakat, tanpa terkecuali. Lebih dari sekedar seremoni, momen tersebut menyiratkan pesan bahwa Pemerintah Kota Jambi hadir untuk semua, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.

Tampilnya para penyandang disabilitas dalam malam puncak Festival Tumpah Ruah itu, merupakan inisiatif langsung dari Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, yang juga bertindak selaku Ketua Panitia Pelaksana. Gagasan ini dihadirkan sebagai bentuk nyata komitmen inklusivitas dan kepedulian dalam setiap ruang ekspresi publik.

“Kita ingin menunjukkan bahwa Festival Tumpah Ruah adalah milik semua warga. Memberikan ruang bagi teman-teman disabilitas untuk tampil bukan hanya soal panggung, tapi juga pengakuan atas keberadaan dan potensi mereka sebagai bagian dari Kota Jambi Bahagia,” ungkap Diza.

Apresiasi kepada para difabel dalam acara itu menjadi pengingat bahwa pembangunan manusia bukan hanya tentang angka, tetapi tentang keberpihakan, kesetaraan, dan kasih sayang.

Para difabel yang terlibat pun tak sekedar tampil sebagai penerima apresiasi, melainkan sebagai pelaku aktif yang menunjukkan bahwa keterbatasan fisik bukanlah penghalang untuk menciptakan karya dan menginspirasi.

Dalam kesempatan itu, Wakil Wali Kota Diza, kembali menegaskan, bahwa Festival Tumpah Ruah merupakan manifestasi dari revitalisasi ruang kota yang dipadukan dengan pemberdayaan generasi muda Kota Jambi. Terminal Rawasari yang dulunya dikenal sebagai pusat aktivitas masyarakat, kini kembali hidup melalui tangan-tangan kreatif anak muda.

“Pak Wali secara khusus meminta kami, para pemuda, untuk memanfaatkan kawasan ini. Alhamdulillah, teman-teman panitia semuanya warga Kota Jambi dan siap menggarap tantangan ini,” jelas Diza.

“Festival ini kami selenggarakan tanpa menggunakan event organizer (EO) komersial, semuanya murni hasil kolaborasi bersama komunitas-komunitas lokal,” lanjutnya.

Wawako Diza juga menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota atas kepercayaan besar yang diberikan kepada generasi muda. Festival tersebut, katanya bukan hanya hiburan, tetapi juga menjadi ruang belajar, ruang tumbuh, dan ruang pengabdian masyarakat, yang dibuktikan melalui berbagai kegiatan lainnya seperti pelatihan membatik, pelatihan ekonomi kreatif, pameran seni rupa dari seniman lokal, hingga aksi komunitas olahraga sepeda, lari, dan breakdance.

“Meski pengalaman kami masih terbatas, tapi dengan diberi ruang dan kepercayaan, kami bisa membuktikan bahwa pemuda Kota Jambi mampu,” tegas Diza.

Dengan konsep Co-Working Space, Wawako Diza optimis, menjadikan Terminal Rawa Sari sebagai Ruang Millenial (Rumel) yang menjadi wadah kreativitas bagi talenta muda, wadah kolaborasi komunitas, serta ruang tumbuh bagi pelaku UMKM.

“Saya bersama Pak Wali Kota optimis Terminal ini akan bertransformasi menjadi sebuah pusat generasi muda dapat mengekspresikan diri dan mengembangkan potensi melalui berbagai kegiatan positif seperti pelatihan, workshop, hingga inkubasi usaha yang mendorong lahirnya wirausaha baru yang mandiri dan inovatif,” ucap Diza dengan optimis.

Dirinya berharap, dengan kolaborasi dan kreativitas anak-anak muda, efek “Festival Tumpah Ruah” tidak berhenti sampai pada kegiatan ini semata, namun harus terus berkembang dan berkelanjutan.

“Sebagai Ketua Penyelenggara Festival ini, saya merasa sangat terhormat dapat berada di tengah-tengah para pemuda kreatif Kota Jambi. Harapan saya, ke depan, berbagai program yang akan digulirkan di Rumel ini dapat melibatkan mereka secara aktif, baik sebagai penggagas, pelaksana kegiatan, maupun motor penggerak komunitas dalam mewujudkan visi Kota Jambi Bahagia,” tutup Diza.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, dokter Maulana mengawali sambutannya dengan menyapa hangat ribuan warga yang memadati kawasan Terminal Rawasari. Dalam kesempatan itu, ia juga mengenang kejayaan terminal tersebut pada masa lalu, yang pernah menjadi pusat aktivitas warga Kota Jambi.

“Rasanya, siapa pun yang tinggal di Kota Jambi pasti pernah ke sini naik angkot berwarna-warni,” kenangnya, disambut tepuk tangan warga.

Namun, lanjutnya, kawasan ini perlahan ditinggalkan akibat terputusnya hubungan antara pasar tradisional dan aktivitas masyarakat modern. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah strategis dengan melakukan penataan ulang dan menunjuk Wakil Wali Kota sebagai representasi generasi muda untuk memimpin kebangkitan kawasan ini.

“Kami gabungkan warisan masa lalu dengan semangat kekinian. Hasilnya adalah Festival Tumpah Ruah, kolaborasi besar antara pemerintah, komunitas, dan anak-anak muda Kota Jambi,” ujar Wali Kota.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kesuksesan Festival Tumpah Ruah yang mampu mencatat hingga 60.000 kunjungan dengan transaksi mencapai 1,2 miliyar.

“Ini bukti bahwa saat anak muda diberi ruang dan kepercayaan, mereka mampu menghadirkan perubahan,” tambahnya.

Wali Kota Maulana juga menyampaikan Kawasan Tua, Pasar Jambi ini akan segera direvitalisasi, dengan mencontoh apa yang telah dilakukan di sejumlah kota-kota besar di Indonesia, bahkan juga dunia, dimana sudah membangun kembali Kota Tuanya dengan pendekatan menggabungkan unsur tradisional dan modern.

“Sudah waktunya kita membangun kawasan Kota Tua Pasar Jambi ini. Kita akan siapkan menjadi pusat kuliner, dan terminal ini juga harus kita hidupkan kembali dengan konsep ramah lingkungan. Bukan sekedar terminal, tetapi menjadi simpul ekonomi dan budaya baru. Bus listrik akan segera hadir di kota ini, namun kita juga akan memberdayakan angkot sebagai feeder, untuk mengantar warga menuju titik-titik strategis di seluruh penjuru Kota Jambi,” ujar Wali Kota Maulana.

Dengan revitalisasi kawasan Terminal Rawasari sebagai contoh sukses, Pemerintah Kota Jambi akan melanjutkan penataan ruang publik lainnya, termasuk kawasan pasar tradisional, pusat kegiatan seni, dan ruang terbuka hijau berbasis komunitas.

“InsyaAllah, ini baru permulaan. Ke depan, kita akan hidupkan lebih banyak ruang kolaboratif seperti ini, dimana ekonomi bergerak, kreativitas tumbuh, dan masyarakat merasa bahagia menjadi bagian dari kotanya sendiri,” terang Maulana.

Sebagai kota perdagangan dan jasa, Maulana kembali menegaskan komitmennya untuk terus menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung Sport Tourism secara berkelanjutan yang memberikan multiplier effect bagi daerah.

“Contohnya sudah kita lakukan satu bulan penuh ini dalam menyambut HUT Kota Jambi dan Tanah Pilih Pusako Batuah dengan konsep Sport Tourism, perpaduan antara olahraga dan pariwisata, dimana kegiatan olahraga menjadi daya tarik utama bagi wisatawan untuk melakukan perjalanan ke suatu tempat. Wisatawan dapat menyaksikan event olahraga atau bahkan berpartisipasi secara aktif. Konsep ini sekaligus ajang mempromosikan daerah tidak hanya di tingkat regional, nasional bahkan internasional yang tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.

Turut hadir pada Malam Hiburan Rakyat itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi Warsono, mewakili Gubernur Jambi Asisten II Setda Provinsi Jambi Johansyah, Anggota DPRD Provinsi Jambi Muhammad Nasir, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Kajari Jambi M. N. Ingratubun, perwakilan unsur Forkopimda kota Jambi lainnya, tokoh masyarakat Jambi H. Hazrin Nurdin, Sekda A Ridwan, beserta jajaran Pemkot Jambi, Ketua TP PKK Kota Jambi Nadiyah Maulana, Ketua GOW Kota Jambi Marsha Lystia Diza, Ketua DWP Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, serta tamu undangan lainnya.(*)




Fraksi Golkar Dorong Penataan RTH dan Penguatan Identitas Daerah di Muaro Jambi

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Muaro Jambi menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berkelanjutan yang berfokus pada kualitas hidup masyarakat.

Ketua Fraksi Golkar, Sartono, menyampaikan pentingnya penataan ulang Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta penguatan ciri khas daerah sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan berdaya saing.

Dalam keterangannya, Sartono menilai keberadaan ruang publik yang tertata dengan baik bukan hanya memberikan nilai estetika, tetapi juga meningkatkan kenyamanan warga dan mencerminkan karakter daerah.

“RTH bukan hanya soal penghijauan, tetapi juga menyangkut identitas dan fungsi sosial. Kita butuh ruang publik yang sehat, nyaman, dan memperkuat rasa memiliki terhadap daerah,” ujarnya.

Ia menyoroti kebutuhan akan infrastruktur jalan yang tertata rapi, termasuk penambahan marka jalan yang jelas serta pengaturan area parkir yang lebih teratur. Menurutnya, langkah-langkah ini akan menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.

Sartono juga mengusulkan pembangunan fasilitas umum yang mencerminkan kearifan lokal, seperti taman tematik, monumen daerah, serta tempat ibadah dan sarana publik lainnya.

Hal ini dinilai mampu memperkuat citra dan daya tarik Kabupaten Muaro Jambi di mata masyarakat maupun pengunjung.

“Kami mendorong agar pengembangan RTH dilakukan secara terintegrasi, dengan menghadirkan jalur pejalan kaki, area duduk, dan fasilitas olahraga. Ini bisa menjadi ruang interaksi sosial yang produktif dan sehat,” tambahnya.

Fraksi Golkar, kata Sartono, akan terus memberikan dukungan terhadap kebijakan yang berorientasi pada lingkungan hidup dan peningkatan kualitas ruang publik.

“Penataan ruang yang baik adalah fondasi dari kehidupan masyarakat yang lebih layak. Kami akan terus mengawal program-program yang pro-rakyat, terutama yang berdampak langsung pada keseharian warga,” tutupnya.

Pernyataan tersebut mempertegas peran DPRD dalam mendorong tata kelola wilayah yang berwawasan lingkungan, sekaligus memperkuat jati diri Kabupaten Muaro Jambi melalui kebijakan penataan ruang yang inklusif dan berkelanjutan.(*)




Wartawan Diusir Saat Liput Indomaret Festival 2025 di Jambi, Panitia Minta Maaf

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Insiden kurang menyenangkan menimpa sejumlah wartawan saat meliput gelaran Indomaret Festival 2025 yang digelar di Kota Jambi pada Sabtu malam, 31 Mei 2025.

Awak media yang hadir justru diusir oleh panitia meski sebelumnya tercatat sebagai media partner resmi acara tersebut.

Peristiwa ini menimbulkan sorotan di kalangan jurnalis dan pegiat media lokal, mengingat peliputan kegiatan publik biasanya mendapat dukungan penuh dari pihak penyelenggara.

Salah satu wartawan mengungkapkan kekecewaannya atas perlakuan tersebut, terlebih mereka hadir dalam kapasitas profesional dan atas undangan panitia.

“Kami datang untuk meliput, bahkan sudah ada komunikasi sebelumnya dengan panitia. Tapi saat konser berlangsung, kami diminta keluar tanpa alasan jelas,” ujar salah satu jurnalis yang enggan disebut namanya.

Menanggapi kejadian ini, Ketua Pelaksana Indomaret Festival 2025 memberikan klarifikasi dan permohonan maaf. Ia menyebut insiden itu sebagai bentuk miskomunikasi internal yang tidak disengaja.

“Kami memohon maaf atas kejadian tersebut. Ini murni karena kesalahpahaman di lapangan antara kru kami dan rekan-rekan media. Sama sekali tidak ada niat untuk menghalangi tugas jurnalis,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Minggu (1/6/2025).

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya sangat menghargai peran media dalam menunjang kesuksesan setiap event.

“Media adalah mitra penting kami. Kami sangat menyesalkan kejadian ini dan akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi agar tidak terulang kembali di acara berikutnya,” pungkasnya.(*)




Syofni Herawati: Kafe dan Hiburan Boleh, Tapi Jangan Lupakan Budaya Kota Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Meningkatnya jumlah kafe dan tempat hiburan di Kota Jambi mendapat perhatian serius dari Anggota DPRD Kota Jambi, Syofni Herawati dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Ia menegaskan, meski keberadaan usaha tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), pelaku usaha tetap harus menghormati nilai-nilai budaya dan adat Jambi.

“Kami tidak dalam posisi menolak investasi. Semakin banyak usaha, tentu semakin baik untuk ekonomi daerah, termasuk meningkatkan PAD. Tapi ini bukan hanya soal legalitas. Ada budaya lokal yang harus kita jaga dan lestarikan,” ujar Syofni Herawati, Senin (2/6/2025).

Ia menyoroti fenomena maraknya tempat hiburan malam dan aktivitas yang dianggap tidak sejalan dengan norma serta adat istiadat masyarakat Jambi.

Menurutnya, pembangunan ekonomi dan pelestarian budaya harus berjalan seiring.

“Tempat usaha hiburan jangan sampai menggerus kearifan lokal. Jangan semena-mena. Kita punya adat Jambi yang perlu dihormati, termasuk dalam kegiatan yang bersifat hiburan seperti helen dan lainnya,” tambahnya.

Syofni berharap pemerintah daerah, melalui dinas terkait, dapat melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap usaha hiburan, agar tetap berada dalam koridor aturan dan norma budaya yang berlaku di masyarakat.

“Saya tidak ingin budaya kita hilang di tengah geliat pembangunan. Mari berinvestasi dengan tetap menjaga nilai lokal,” tutupnya.(*)




Hari Pancasila 2025: Kanwil Ditjenpas Jambi Perkuat Integritas Pemasyarakatan Tanpa Narkoba dan HP

Jambi, SEPUCUKJAMBI.ID  – Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila 2025, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Jambi, Hidayat, secara resmi mendeklarasikan komitmen zero narkoba dan zero handphone di seluruh Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) yang berada di wilayah Jambi.

Deklarasi ini ditandai dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh jajaran petugas pemasyarakatan, yang dipusatkan di Lapas Kelas IIA Jambi, Senin (2/6/2025).

Acara tersebut juga dihadiri oleh para pejabat struktural, jajaran Lapas Kelas 2A Jambi.

“Momentum Hari Lahir Pancasila ini menjadi pijakan kuat bagi kami untuk memperkuat integritas, profesionalisme, dan komitmen dalam menciptakan lingkungan Lapas yang bersih dari narkoba dan alat komunikasi ilegal,” tegas Hidayat dalam sambutannya.

Langkah ini merupakan bagian dari program nasional Kementerian Hukum dan HAM dalam mendukung transformasi pemasyarakatan yang lebih humanis, tertib, dan bebas dari pelanggaran.

Hidayat juga menegaskan bahwa, pengawasan dan razia akan dilakukan secara rutin dan intensif.

“Kami tidak akan memberikan toleransi terhadap pelanggaran. Semua pihak harus patuh pada aturan dan menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Dengan deklarasi ini, Kanwil Ditjenpas Jambi berharap dapat memberikan contoh nyata dalam upaya mewujudkan Lapas yang aman, tertib, dan bermartabat, sejalan dengan semangat Hari Lahir Pancasila.(*)




Kangen Band Guncang Jambi Malam Ini! Ribuan Warga Siap Bertumpah Ruah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID- Kota Jambi bersiap bergelora! Malam ini, Minggu 1 Juni 2025, ribuan warga dipastikan akan tumpah ruah memenuhi kawasan Terminal Rawasari dalam acara Malam Hiburan Rakyat, puncak kemeriahan perayaan Hari Ulang Tahun ke-79 Pemerintah Kota Jambi dan Hari Jadi ke-624 Tanah Pilih Pusako Batuah.

Mengusung semangat “Kolaborasi Untuk Wujudkan Kota Jambi Bahagia”, pesta rakyat ini akan menghadirkan aksi panggung spektakuler dari band legendaris tanah air, Kangen Band, yang siap mengguncang Jambi lewat tembang-tembang hits penuh kenangan. Tak hanya itu, penampilan memikat dari Kris Tomahu dan Semiotika Band juga akan turut menghangatkan malam penuh sukacita ini.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., bersama Wakil Wali Kota Jambi, Diza Hazra Aljosha, SE, MA, dijadwalkan hadir langsung menyapa warga dan menikmati malam hiburan bersama masyarakat Kota Jambi.

Acara ini akan dimulai pukul 19.00 WIB hingga selesai, dipusatkan di Terminal Rawasari, dan gratis, terbuka untuk seluruh warga.

Sekretaris Daerah Kota Jambi, A. Ridwan, turut mengundang warga untuk hadir dan menjadi bagian dari kemeriahan malam hiburan rakyat ini.

“Kami mengundang seluruh warga Kota Jambi dan sekitarnya untuk hadir, bersuka cita, dan merayakan momen bahagia ini bersama-sama. Acara ini kami persembahkan khusus untuk masyarakat sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi, dukungan, dan kebersamaan dalam membangun Kota Jambi yang kita cintai,” ujar Ridwan saat ditemui di Outdoor Stage Terminal Rawasari, Minggu sore (1/6/2025).

Ia juga menegaskan, bahwa pelaksanaan acara ini tidak menggunakan APBD, namun murni hasil kolaborasi bersama pihak sponsor yang turut mengapresiasi kondusifitas dan kemajuan Kota Jambi.

“Acara ini tidak membebani APBD. Ini adalah wujud kolaborasi bersama pihak swasta dan sponsor sebagai bentuk dukungan terhadap keamanan, ketertiban, dan semangat gotong royong yang selama ini terus terjaga di Kota Jambi,” tambahnya.

Sekda A Ridwan, memastikan bahwa seluruh persiapan teknis telah dilakukan dengan matang. Malam Hiburan Rakyat menjadi bagian dari rangkaian besar Festival Tumpah Ruah 2025, yang sejak awal dirancang sebagai panggung kebahagiaan warga Kota Jambi dalam atmosfer perayaan yang meriah dan penuh persaudaraan.

“Mari Bertumpah Ruah…!” seruan ini menjadi ajakan terbuka bagi semua warga untuk hadir, merayakan, dan menyatu dalam pesta rakyat ini,” tutupnya.(*)




Ketua DPRD Kota Jambi Geram: Korban Kebakaran Diduga Ditolak Rumah Sakit, Akan Panggil Manajemen RS Mitra

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, melakukan kunjungan langsung ke rumah korban kebakaran di Kelurahan Jelutung, Minggu pagi (1/6/2025), usai menerima laporan bahwa korban sempat ditolak saat hendak mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Korban bernama Nurbati, seorang perempuan paruh baya yang tinggal seorang diri di Jalan Guru Muchtar RT 14, mengalami luka bakar di bagian tangan dan kaki, serta cedera pada lutut kiri akibat dapur rumahnya terbakar.

“Saat kejadian, mamak sendirian di rumah. Tangan dan kakinya luka bakar,” ujar anak korban.

Menurut penuturan keluarga, Nurbati sempat dibawa ke Rumah Sakit Mitra pada pagi hari setelah kejadian, namun pada sore harinya diminta pulang oleh pihak rumah sakit tanpa alasan yang jelas.

Hal ini dibenarkan oleh Ketua RT setempat.

“Kami juga tidak tahu alasan mengapa beliau disuruh pulang,” ungkapnya.

Mengetahui kejadian tersebut, Kemas Faried langsung menghubungi Direktur RSUD Abdul Manap dan meminta agar korban segera dijemput menggunakan ambulans untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

“Soal biaya tidak usah dipikirkan. Pemerintah Kota Jambi akan menanggung semuanya,” ujar Kemas kepada keluarga korban.

Kemas juga menyoroti dugaan penolakan dari pihak Rumah Sakit Mitra, meski korban tercatat sebagai peserta aktif BPJS Kesehatan.

“Kalau ini benar, sangat fatal. Rumah sakit harus mengutamakan nyawa, bukan administrasi,” tegasnya.

Ia menambahkan akan memanggil manajemen RS Mitra untuk mengklarifikasi dugaan penolakan tersebut.

“Tidak boleh ada alasan untuk menolak pasien, apalagi yang mengalami luka bakar. Ini akan jadi peringatan keras,” kata Kemas Faried

Anggota DPRD Provinsi Jambi Dapil Kota Jambi, H M Nasir, yang turut hadir, menyatakan keprihatinannya atas insiden ini.

Ia mendukung langkah Ketua DPRD Kota Jambi untuk memanggil pihak manajemen rumah sakit.

“Apapun alasannya, rumah sakit tidak boleh menolak pasien. Ini mencoreng nilai kemanusiaan dan jadi preseden buruk di masyarakat,” ujar Nasir yang juga merupakan mantan Ketua DPRD Kota Jambi.

Menurutnya, pemerintah kota memiliki anggaran bantuan bagi masyarakat tidak mampu, sehingga alasan biaya seharusnya tidak menjadi penghalang bagi warga yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kalau kita bicara soal membahagiakan masyarakat, tentu tidak boleh ada rumah sakit yang menolak pasien dalam kondisi darurat,” tambahnya.(*)