Operasi Patuh 2025: Polres Sarolangun Fokus Edukasi, Tindak ODOL dan Pelanggar Lalin

SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID  – Polres Sarolangun secara resmi melaksanakan Operasi Patuh 2025 yang digelar serentak di seluruh Indonesia mulai 14 hingga 27 Juli 2025.

Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas (Kamseltibcarlantas) sekaligus menyambut peringatan Hari Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Nasional.

Pelaksanaan operasi ini dipimpin oleh Kapolres Sarolangun AKBP Wendi Oktariansyah, S.I.K, M.H, yang diwakili oleh Wakapolres Kompol Aswindo Indriadi, S.Kom, M.H. dalam apel gelar pasukan, Senin (14/7/2025).

“Operasi Patuh merupakan operasi mandiri kewilayahan yang dilaksanakan secara serentak. Fokusnya adalah menciptakan situasi lalu lintas yang tertib, aman, dan lancar,” ujar Kompol Aswindo kepada awak media.

Sebelum melakukan tindakan penegakan hukum, Polres Sarolangun akan mengedepankan sosialisasi dan edukasi kepada pengendara roda dua dan roda empat.

Polisi juga akan berdialog langsung dengan komunitas kendaraan dan para pengusaha angkutan untuk membahas pentingnya keselamatan dalam berlalu lintas.

“Pencegahan dan edukasi menjadi langkah awal agar masyarakat lebih sadar akan keselamatan. Penindakan hukum akan menjadi langkah lanjutan bila masih ditemukan pelanggaran berat,” tambah Wakapolres.

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh 2025, Polres Sarolangun menargetkan sejumlah pelanggaran lalu lintas prioritas, antara lain:

* Kendaraan over dimensi dan over load (ODOL)

* Tidak memiliki SIM atau STNK

* Melanggar marka jalan dan rambu lalu lintas

* Tidak menggunakan helm SNI atau sabuk keselamatan

* Menggunakan ponsel saat berkendara

* Pengemudi di bawah umur

* Pelat nomor kendaraan tidak sesuai

* Menggunakan knalpot brong

* Pemakaian rotator dan sirene yang tidak sesuai aturan

Operasi Patuh 2025 juga didukung oleh berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kabupaten Sarolangun, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, serta komunitas dan elemen masyarakat lainnya.

Kolaborasi lintas sektor ini bertujuan untuk menciptakan budaya tertib lalu lintas yang berkelanjutan.(*)




Kerahkan 422 Personel! Operasi Patuh 2025 Polda Jambi Sasar Sejumlah Pelanggaran

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Polda Jambi resmi menggelar Operasi Patuh 2025, yang akan berlangsung selama 14 hari ke depan.

Operasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas serta menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Sebanyak 422 personel gabungan dari Polda dan Polres jajaran diterjunkan dalam pelaksanaan operasi ini.

Dari jumlah tersebut, 68 personel berasal dari Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi, sebagaimana tercantum dalam Surat Perintah (Sprint) resmi.

Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol Adi Benny Cahyono, menegaskan bahwa Operasi Patuh 2025 harus dilaksanakan dengan pendekatan yang humanis, profesional, dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya minta seluruh personel melaksanakan tugas dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, dan tidak melakukan pelanggaran sekecil apa pun. Polisi harus hadir untuk mengayomi, bukan menakuti,” tegasnya saat apel gelar pasukan di Mapolda Jambi.

Dirlantas juga menekankan pentingnya memahami karakteristik wilayah tugas dan menjaga sikap selama bertugas.

Petugas di lapangan diminta tetap mengutamakan keselamatan, bersikap sopan, serta menjelaskan pelanggaran secara edukatif kepada pelanggar.

Dalam Operasi Patuh 2025 ini, Polda Jambi akan fokus menindak delapan jenis pelanggaran lalu lintas prioritas, yaitu:

1. Pengendara di bawah umur

2. Tidak menggunakan helm berstandar SNI

3. Berkendara melawan arus

4. Menggunakan ponsel saat berkendara

5. Mengemudi di bawah pengaruh alkohol

6. Tidak menggunakan sabuk pengaman

7. Melebihi batas kecepatan

8. Menggunakan kendaraan tidak sesuai spesifikasi teknis

Operasi ini merupakan bagian dari upaya Polda Jambi untuk menciptakan kondisi lalu lintas yang tertib, aman, dan kondusif, serta membentuk budaya disiplin berlalu lintas yang berkelanjutan.(*)




Operasi Patuh 2025 Polda Jambi Resmi Dimulai, Kapolda: Tertib Lalu Lintas Prioritas Utama

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh 2025, yang dipimpin langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar, di Mapolda Jambi. Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya operasi kepolisian secara serentak di seluruh wilayah hukum Polda Jambi.

Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan bahwa Operasi Patuh 2025 Polda Jambi melibatkan berbagai unsur, baik dari internal kepolisian maupun mitra eksternal seperti instansi pemerintah daerah, TNI, dan elemen masyarakat lainnya.

Operasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap tertib berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Jambi.

“Operasi Patuh ini melalui proses panjang, dimulai dari sosialisasi oleh Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi. Kami berharap operasi ini dapat menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas secara signifikan,” ujar Irjen Pol Krisno.

Lebih lanjut, Kapolda menegaskan bahwa tertib lalu lintas menjadi salah satu indikator keberhasilan suatu bangsa.

Karena itu, kesadaran hukum dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas harus terus dibangun dan ditingkatkan.

Beberapa fokus utama dalam Ops Patuh 2025 ini antara lain:

* Penegakan hukum terhadap pelanggaran kasat mata seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, dan menggunakan ponsel saat berkendara.

* Penindakan terhadap pengendara di bawah umur dan pengendara yang tidak memiliki kelengkapan surat-surat kendaraan.

* Edukasi dan imbauan secara masif melalui media sosial, media massa, serta langsung kepada masyarakat di jalan.

Melalui Operasi Patuh 2025, diharapkan tidak hanya menurunkan angka kecelakaan, tetapi juga membentuk budaya lalu lintas yang aman dan tertib di Jambi.

Polda Jambi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan kondisi lalu lintas yang kondusif demi keselamatan bersama.(*)




FASI XXIII Kota Jambi Lahirkan Generasi Qur’ani, Bukti Kota Jambi Serius Cetak Religius dan Berprestasi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Setelah berlangsung selama tiga hari dengan semangat kompetisi yang sehat dan nuansa religius yang kental, Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) XXIII Tingkat Kota Jambi Tahun 2025 secara resmi ditutup oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., pada Minggu pagi (13/7/2025).

Kegiatan penutupan yang dipusatkan di lapangan utama Kantor Wali Kota Jambi tersebut ditandai dengan penyerahan penghargaan kepada para peserta terbaik. Penghargaan berupa piagam, piala, dan bentuk apresiasi lainnya diberikan kepada para pemenang sebagai bentuk pengakuan atas prestasi mereka dalam berbagai cabang lomba FASI.

Berdasarkan Keputusan Dewan Hakim Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) ke-XXIII Tingkat Kota Jambi, nomor 01/DH/FASI-XXIIIA PPTKA-RKPRMI/2025 tentang Penetapan Pemenang Juara I, II, III, dan Juara Umum, Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam berhasil meraih predikat Juara Umum FASI XXIII LPPTKA BKPRMI Kota Jambi Tahun 2025.

Prestasi tersebut diraih berkat konsistensi dan keunggulan para santri mereka di berbagai cabang lomba. Posisi berikutnya ditempati oleh TK/TPA Nurul Huda, SD Islam Al Falah, SD Islam Al Falah 2, serta Rumah Qur’an Rayhana Maulidia 1, yang masing-masing turut menunjukkan prestasi gemilang di ajang yang menjadi etalase bakat dan akhlak anak-anak sholeh Kota Jambi ini.

Keberhasilan para juara ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan karakter Islami sejak dini mampu melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keimanan dan akhlak.

Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Tingkat Kota Jambi Tahun 2025. Ia secara khusus menyoroti peningkatan partisipasi peserta yang tahun ini mencapai 503 anak, sebagai cerminan antusiasme dan kepedulian bersama terhadap pendidikan keagamaan sejak usia dini.

“Ini menunjukkan semangat kita bersama dalam membekali anak-anak dengan pendidikan agama di berbagai bidang. Sebab, kerusakan akhlak di tengah masyarakat sering kali berawal dari kurangnya pemahaman dasar tentang nilai-nilai agama sejak dini,” ujar Wali Kota Maulana.

Ia menekankan, bahwa pendidikan agama merupakan fondasi utama dalam membentuk pribadi yang kuat, berakhlak mulia, dan bahagia. Menurutnya, pondasi inilah yang menjadi kunci dalam mewujudkan visi Kota Jambi BAHAGIA, sekaligus benteng bagi generasi muda dari pengaruh negatif di tengah derasnya arus globalisasi.

“Pendidikan agama adalah hal yang sangat penting. Ia bukan sekadar pelajaran, tetapi jalan menuju kebahagiaan dan keselamatan hidup. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Jambi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama memberi perhatian penuh pada pendidikan agama anak-anak kita, agar mereka tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, dan beradab,” tekannya.

Ia juga menyampaikan pesan khusus kepada seluruh orang tua agar senantiasa memperhatikan pendidikan dan menanamkan nilai-nilai agama kepada anak-anak mereka. Katanya, peran keluarga, lingkungan pendidikan, tempat ibadah, hingga ruang-ruang bermain sangat besar pengaruhnya dalam membentuk karakter anak secara utuh.

“Semua pihak harus bergerak bersama secara masif demi masa depan anak-anak kita. Saat ini, ancaman kenakalan remaja sangat mengkhawatirkan, mulai dari geng motor hingga berbagai bentuk penyimpangan sosial lainnya. Maka dari itu, tidak ada kebahagiaan yang lebih besar bagi orang tua selain melihat anak-anaknya tumbuh dalam naungan nilai-nilai Qur’ani,” pesannya penuh harap.

“Kepada para guru, ustadz dan ustadzah, jangan pernah lelah mengabdikan diri dalam mendidik anak-anak kita, karena ini adalah amal yang tidak akan terputus meski kita telah meninggal dunia,” lanjutnya.

Ia juga menegaskan dukungan penuhnya atas terlaksannya FASI sebagai benteng dan pembentukan karakter anak terlebih di era derasnya arus distorsi informasi saat ini.

“Di tengah derasnya arus distorsi informasi saat ini, tugas kita bersama adalah memberi arahan dan motivasi yang tepat bagi anak-anak. Kegiatan seperti FASI ini harus terus kita dorong dan perkuat agar dapat memberikan dampak nyata dalam menurunkan angka kenakalan remaja, khususnya di Kota Jambi,” tegas Wali Kota Maulana.

Dengan penuh semangat, Wali Kota Jambi itu bahkan menyampaikan komitmennya untuk ikut terlibat langsung dalam pembinaan keagamaan anak-anak. Ia juga telah menginstruksikan kepada BKPRMI (Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia) Kota Jambi untuk lebih menggencarkan kegiatan pengajian rutin antara Magrib hingga Isya, sebagai bentuk pembinaan spiritual yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat.

“Saya, selaku Wali Kota Jambi, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada BKPRMI atas dedikasinya dalam membina generasi Qur’ani di Kota Jambi. Saya juga memiliki keinginan pribadi untuk turun langsung, mengajar anak-anak kita tentang Al-Qur’an. Ini adalah bentuk komitmen bahwa pendidikan agama merupakan prioritas utama dalam mewujudkan Kota Jambi BAHAGIA,” ujar Maulana dengan penuh semangat.

Di akhir sambutannya, Wali Kota Maulana mengingatkan bahwa kemenangan dalam ajang FASI bukanlah tujuan utama. Lebih dari itu, ajang ini adalah bagian dari syiar dakwah Islam untuk menanamkan nilai-nilai keimanan, serta meraih ridho Allah Subhanahu wa Ta’ala.

“Bagi yang berhasil meraih juara, saya ucapkan selamat. Dan bagi yang belum, jangan berkecil hati, teruslah belajar dan tingkatkan kemampuan. Untuk para juara, kalian akan langsung masuk ke dalam pelatihan khusus (training center) sebagai persiapan menuju ajang FASI Tingkat Provinsi yang insyaAllah akan diselenggarakan di Kota Jambi pada bulan Oktober mendatang,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, Ketua DPD BKPRMI Kota Jambi, M Toyib menyampaikan harapannya agar para peserta yang mengikuti ajang FASI ini dapat terus mengukir prestasi, baik itu yang telah berhasil juara baupun yang belum berhasil.

“Tentunya kita harapkan anak-anak yang berhasil pada tingkat kota ini bisa turut berhasil di tingkat provinsi nanti, sehingga dapat mempertahankan kota Jambi sebagai Juara Umum,” ujar Toyib.

“Kepada Bapak Wali Kota, seluruh panitia, pengurus dan Dewan Hakim FASI Tingkat Kota Jambi ini saya ucapkan terimakasih yang telah luar biasa berkontribusi untuk kesuksesan acara ini,” singkatnya.

Sebagai informasi, guna mendukung tumbuh kembangnya pendidikan agama di Kota Jambi bagi generasi masa depan bangsa, Wali Kota Maulana bersama sang istri Nadiyah Maulana juga telah membangun sejumlah Rumah Tahfiz Qur’an Rayhana Maulidia dibeberapa titik dalam wilayah kota Jambi yang dapat dinikmati Masyarakat secara gratis.

Turut hadir pada penutupan FASI XXIII Tingkat Kota Jambi tersebut, Ketua TP PKK Kota Jambi Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp. OG, Kabag Kesra Setda Kota Jambi Kamal Firdaus beserta jajaran, Ketua Umum DPW BKPRMI Jambi Hudori, mewakili Kantor Kementerian Agama Kota Jambi, para Dewan Hakim beserta anggota, peserta dan pendamping, serta tamu undangan lainnya.(*)




Meriah dan Multikultural: Festival Sungai Asam Angkat Pesona Keberagaman Kota Jambi

Jambi, SepucukJambi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus menunjukkan komitmennya dalam menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar Jambi. Komitmen itu salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Festival Sungai Asam Tahun 2025 yang dipusatkan di Terminal Rawa Sari, Sabtu malam (12/7/2025).

 

Festival ini mengangkat nama Sungai Asam, salah satu aliran sungai bersejarah dan kebanggaan masyarakat yang melintasi kawasan Pasar Jambi. Dikemas secara estetik dan tematik, Festival Sungai Asam menyuguhkan ragam kebudayaan yang hidup dan berkembang di Kota Jambi.

 

Selain menampilkan budaya lokal seperti Melayu, Minang, Jawa, dan Sunda, festival ini juga menghadirkan malam budaya bertema internasional seperti Chines Night (budaya Tionghoa), Bollywood Night (India), dan Arabian Night (Timur Tengah). Perpaduan budaya ini mencerminkan kekayaan multikultural Kota Jambi yang harmonis.

 

Setelah sukses menggelar Festival Tumpah Ruah yang terbukti berdampak positif terhadap sektor perekonomian, khususnya pelaku UMKM, kini Festival Sungai Asam menjadi langkah lanjutan Pemkot Jambi untuk menghidupkan kembali denyut kawasan Pasar sebagai pusat ekonomi, pariwisata, dan budaya. Rencananya, festival ini akan digelar secara rutin setiap bulan dengan mengusung konsep integratif antara tradisi dan modernitas berbasis kearifan lokal.

Baca juga:  Walikota Maulana: Turnamen Catur Jadi Wadah Anak Muda Tunjukkan Bakat

Festival Sungai Asam ini dibuka secara resmi oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang ditandai dengan pemukulan gong. Mengusung nuansa budaya Tionghoa pada malam pembukaan, kegiatan ini disambut antusias oleh masyarakat lintas suku dan budaya yang memadati area festival.

 

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Festival Sungai Asam perdana di tahun 2025 ini. Ia menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar hiburan, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat.

 

“Meski acara ini digelar di tingkat kelurahan, namun antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Alhamdulillah, ini menunjukkan potensi besar yang bisa terus dikembangkan, terutama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di tengah masyarakat,” ujar Maulana.

Baca juga:  Tak Sekedar Seremonial, Walikota Maulana Beberkan Dasar Hukum dan Teknis Program Kampung Bahagia

 

Ia juga menekankan pentingnya membangkitkan kembali kehidupan di kawasan kota tua Pasar Jambi, tanpa menghilangkan nilai-nilai sejarah dan budaya yang melekat di dalamnya.

 

“Pasar ini menyimpan banyak kenangan dan nilai historis. Karena itu, kawasan ini harus dihidupkan kembali dengan tetap menjaga jati diri budayanya,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana menegaskan komitmennya untuk terus mendorong penyelenggaraan berbagai kegiatan serupa sebagai bagian dari upaya revitalisasi kota tua.

 

“Kita akan terus dorong kegiatan-kegiatan positif seperti ini untuk menghidupkan kembali kawasan kota tua Pasar, sebagaimana yang telah dilakukan di sejumlah kota besar lainnya di Indonesia yang juga memiliki kawasan kota tua,” lanjutnya.

 

Wali Kota Maulana juga menekankan, bahwa melalui Festival Sungai Asam, Pemerintah Kota Jambi ingin menjadikan keberagaman budaya sebagai tema yang diangkat setiap bulan. Hal ini merupakan bentuk nyata komitmen daerah dalam upaya pelestarian budaya sekaligus memperkuat harmoni sosial di tengah masyarakat yang multikultural.

 

“Berbagai tema budaya akan kita akomodir dalam setiap pelaksanaan festival. Mulai malam ini, kita tampilkan budaya Tionghoa, selanjutnya akan ada Melayu, Arabian, hingga Bollywood. Ini menjadi simbol bahwa di Kota Jambi, keberagaman suku, adat, dan budaya justru menjadi kekuatan, bukan pemisah. Kita bisa hidup rukun dan berdampingan,” tekannya.

 

Pada kesempatan itu, Maulana juga membagikan kabar gembira kepada masyarakat terkait pengembangan transportasi umum ramah lingkungan di Kota Jambi. Ia menyebut, bahwa Pemkot Jambi secara bertahap akan menambah armada transportasi umum bertenaga listrik sebagai bagian dari komitmen menuju kota hijau dan berkelanjutan.

 

“Saat ini kita sudah memiliki dua unit bus listrik. InsyaAllah, pada bulan September nanti kita akan menambah unit baru. Ini sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan transportasi umum,” sebutnya.

 

Ia menjelaskan rencana bus listrik “Trans Bahagia” yang akan beroperasi melayani rute dari Terminal Rawa Sari atau Kawasan Tugu Keris menuju Museum Swarna Dwipa di kawasan Candi Muaro Jambi. Museum tersebut ditargetkan akan diresmikan pada Agustus mendatang dan menjadi destinasi unggulan baru di Provinsi Jambi.

 

“Kita juga sedang siapkan MoU agar Kota Jambi menjadi pusat wisata budaya dan religi. Museum Swarna Dwipa di Kabupaten Muaro Jambi ini memiliki konsep modern yang sangat menarik. Ke depan, akan banyak titik wisata yang berdekatan dengan Kota Jambi akan kita hubungkan dengan rute bus listrik ini,” jelasnya.

 

Menurutnya, langkah ini tidak hanya mendukung sektor pariwisata, tetapi juga memperkuat ekosistem transportasi publik yang efisien dan ramah lingkungan di Kota Jambi.

 

Lebih lanjut, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan Pemerintah Kota Jambi dalam menghadirkan pusat-pusat ekonomi baru sekaligus destinasi wisata dalam kota Jambi.

 

Salah satunya, adalah revitalisasi kawasan Taman Remaja yang kini tengah disulap menjadi alun-alun pusat kota. Selain itu, Pemkot Jambi juga tengah mempersiapkan kawasan di sekitar menara air dekat Puskesmas Putri Ayu untuk dijadikan area pedestrian yang nyaman dan representatif bagi masyarakat.

 

“Langkah ini kita lakukan untuk menumbuhkembangkan perekonomian daerah melalui sektor UMKM. Kawasan-kawasan ini diharapkan menjadi titik keramaian baru yang hidup, sekaligus ruang publik yang layak untuk warga dan pengunjung, sebagai destinasi wisata dalam kota,” tutup Wali Kota Jambi itu.

 

Dikesempatan itu, Wali Kota Maulana juga menyampaikan berbagai program unggulan Kota Jambi Bahagia yang saat ini telah berjalan dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

Salah satunya adalah layanan pengaduan kegawatdaruratan terpusat “Call Center Bahagia 112” yang beroperasi selama 24 jam penuh setiap hari, tanpa dipungut biaya. Layanan ini dapat diakses oleh masyarakat untuk berbagai kejadian kedaruratan, baik medis maupun non-medis.

 

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan kegiatan, Lurah Sungai Asam, Suhendri menyampaikan, Festival Sungai Asam merupakan wujud nyata dari salah satu dari 11 program prioritas Kota Jambi Bahagia, yakni Bahagia Berbudaya.

 

“Kegiatan ini sebenarnya telah rutin kita lakukan, namun atas dorongan dan dukungan langsung dari Bapak Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi, pelaksanaannya tahun ini menjadi jauh lebih semarak dan berdampak luas. Ini membuktikan komitmen kuat Pemerintah Kota Jambi dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah,” ungkap Suhendri.

 

Ia juga menjelaskan, Festival Sungai Asam edisi bulan Juli ini digelar selama dua hari, pada tanggal 12 dan 13, dengan melibatkan lebih dari 40 tenant UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lokal.

 

“Untuk bulan depan, festival akan kembali digelar dengan mengangkat tema Bollywood. Setelah itu, akan menyusul tema-tema budaya lainnya seperti Melayu, Minang, Arabian, dan akan ditutup pada pergantian tahun dengan Karnaval Budaya, yang menampilkan keragaman adat dan budaya di Tanah Pilih Pusako Betuah,” singkatnya.

 

Sementara itu, Rudi, mewakili tokoh Tionghoa Jambi, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi langsung kepada Pemerintah Kota Jambi yang telah menunjukkan kepedulian atas keberagaman budaya yang ada di Kota Jambi.

 

“Saya mewakili masyarakat Tionghoa tentunya merasa bangga dan nyaman berada di kota Jambi ini, karena masyarakatnya yang sangat menjunjung tinggi toleransi dengan hidup berdampingan tanpa kekhawatiran,” ujar Rudi.

 

“Ini tentunya menjadikan kekuatan bagi kita sebagai bangsa, khususnya di kota Jambi ini, karena perbedaan ini yang dapat menyatukan, sehingga mempererat silaturahmi antara kita meski dengan berbagai perbedaan adat dan budaya,” tambahnya.

 

Dia berharap, dengan hadirnya Festival Sungai Asam yang menampilkan beragam budaya nantinya dapat mempererat silaturahmi, saling mengenal antar masyarakat, dan bersatu dalam membangun kota Jambi khususnya.

 

“Ini saatnya kita bersatu bergandengtangan untuk mendukung program pembangunan kota Jambi. Mari kita terus jaga semangat gotong royong dan toleransi terhadap keberagaman untuk membangun kota jambi yang maju dan berbudaya,” tutup Rudi mewakili tokoh Tionghoa Jambi.

 

Berlangsung semarak, pembukaan Festival Sungai Asam ini juga turut dihadiri Wakil Wali Kota Jambi Diza Hazra Aljosha, Sekda A Ridwan, Ketua I TP PKK Kota Jambi Marsha Lystia, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, tokoh Tionghoa Jambi, jajaran Pemkot Jambi serta masyarakat dari berbagai wilayah dalam Kota Jambi. (*)




Dihadiri Wali Kota Jambi, Festival Sungai Asam di Terminal Rawasari Dibanjiri Pengunjung

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ribuan warga tumpah ruah memadati Terminal Rawasari dalam gelaran Festival Sungai Asam, Sabtu (12/7/2025). Acara yang digagas oleh Pemerintah Kota Jambi ini menyedot perhatian masyarakat dari berbagai kalangan, sekaligus menjadi wadah pelestarian budaya dan pemberdayaan UMKM lokal.

Festival kali ini menampilkan kekayaan budaya Tionghoa, termasuk pertunjukan seni dan sajian kuliner khas yang dihadirkan oleh pelaku UMKM. Tak hanya menjadi hiburan, festival ini juga memperkuat harmoni antar etnis yang hidup berdampingan di Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., yang hadir langsung di lokasi menyampaikan bahwa Terminal Rawasari memiliki nilai historis dan emosional bagi masyarakat. Karena itu, pihaknya berkomitmen menjadikan kawasan tersebut sebagai pusat kegiatan budaya dan ekonomi kreatif.

“Kita akan membangun dan menghidupkan kembali Terminal Rawasari. Maka dari itu, setiap awal bulan akan digelar Festival Sungai Asam agar kawasan ini kembali ramai dan menggeliatkan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Wali kota juga menyampaikan rencana besar Pemkot Jambi menjelang akhir tahun, yaitu menggelar Karnaval Budaya Kota Jambi secara besar-besaran. Karnaval ini akan menggabungkan seluruh elemen budaya dari berbagai suku dan etnis yang ada di Jambi.

“Kota Jambi ini damai karena kita rukun meski berbeda-beda. Kalau kita kompak, orang luar juga akan datang ke Jambi. Ekonomi tumbuh, usaha jalan, dan masyarakat sejahtera,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan bahwa Pemkot Jambi akan terus mendorong pengembangan titik-titik wisata budaya di berbagai kawasan kota. Dalam waktu dekat, Jambi juga akan menjadi tuan rumah Musyawarah Wali Kota se-Sumatra, yang menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan potensi pariwisata daerah.

“Kita akan promosikan Kota Jambi lebih luas. Nanti para wali kota se-Sumatra akan kita ajak keliling Jambi. Harapannya, Jambi makin dikenal, UMKM tumbuh, dan masyarakat makin bahagia,” pungkasnya.(*)




Warga Bangun Posko Lawan Stockpile Batubara, Minta Izin PT SAS Dicabut

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Penolakan warga terhadap rencana pembangunan stockpile dan jalur khusus batubara milik PT Sinar Anugerah Sukses (PT SAS) di Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, kembali disuarakan.

Pada Minggu (13/7/2025), warga RT 03 Kelurahan Aur Kenali secara gotong royong kembali memasang spanduk penolakan di lingkungan mereka, sebagai bentuk sikap tegas menolak keberadaan stockpile di kawasan permukiman padat.

Ketua RT 03, Mahfuddin, mengatakan bahwa spanduk penolakan tersebut sebenarnya telah dipasang seminggu sebelumnya, namun sempat terlepas. Karena itu, warga memutuskan untuk memasangnya kembali secara swadaya.

“Kami gotong royong sekaligus memperbaiki dan memasang kembali spanduk penolakan yang sempat terlepas. Ini bentuk kekhawatiran warga,” ujarnya.

Mahfuddin menyebutkan, aksi ini berlangsung spontan, tanpa rencana formal.

Warga sepakat menjadikan pendopo RT 03 sebagai posko diskusi dan pusat koordinasi penolakan, tidak hanya bagi warga Aur Kenali, tetapi juga dari Mendalo Darat yang turut menyatakan sikap menolak pembangunan tersebut.

“Posko ini muncul atas inisiatif warga. Ini tempat warga menyampaikan aspirasi dan melakukan diskusi bersama terkait dampak dari rencana pembangunan stockpile PT SAS,” tambahnya.

Alasan utama penolakan warga adalah kekhawatiran terhadap dampak kesehatan, pencemaran udara, serta potensi kerusakan lingkungan akibat aktivitas pengangkutan dan penyimpanan batubara yang akan berlangsung di tengah kawasan permukiman.

“Harapan kami jelas: cabut izin stockpile ini, atau pindahkan ke lokasi yang tidak padat penduduk,” tegas Mahfuddin.

Warga mendesak pemerintah dan instansi terkait agar segera mengambil langkah konkret.

Mereka berharap izin operasional PT SAS dicabut, atau lokasi pembangunan dipindahkan ke kawasan yang sesuai dengan tata ruang dan tidak membahayakan masyarakat.

Sebelumnya, berbagai elemen masyarakat dan aktivis lingkungan juga telah menyatakan penolakan terhadap rencana pembangunan stockpile batubara di Aur Kenali.

Mereka menilai lokasi tersebut tidak sesuai peruntukan dan berisiko menimbulkan bencana ekologis serta memperparah kualitas udara di kawasan permukiman.(*)




Amankan 200 kg Ganja dan 2 Pelaku di Simpang Rimbo, Ini Kata Kapolresta Jambi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Jambi kembali berhasil menggagalkan peredaran gelap narkotika jenis ganja dalam jumlah besar.

Dalam pengungkapan ini, polisi mengamankan barang bukti seberat kurang lebih 200 kilogram ganja dan menangkap dua orang terduga pelaku.

Ganja tersebut ditemukan dalam bentuk ratusan paket yang telah dibungkus rapi menggunakan kardus dan dilakban warna coklat.

Dari data yang dihimpun, ratusan paket ganja itu disusun di atas meja besar di salah satu ruangan Satresnarkoba Polresta Jambi.

Sejumlah anggota Satresnarkoba tampak berpose dengan barang bukti ganja, termasuk Kapolresta Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binaga Siregar, sebagai simbol keberhasilan pengungkapan kasus besar ini.

“Barang bukti-nya kurang lebih 200 kg. Ada dua orang yang berhasil diamankan,” kata sumber dari internal kepolisian.

Barang haram tersebut diamankan di Jalan Thalib Fachruddin, Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo, tepatnya di kawasan Simpang Rimbo, Kota Jambi.

Kapolres Jambi Kombes Pol Boy Sutan Binaga Siregar saat dikonfirmasi menyebutkan bahwa, pihaknya masih menunggu laporan resmi dari jajaran Satresnarkoba Polresta Jambi.

“Kami masih menunggu laporan resmi dari Satresnarkoba Polresta Jambi terkait detail penangkapan dan asal-usul barang bukti,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kasi Humas Polresta Jambi Ipda Deddy mengatakan bahwa saat ini pihak humas masih melakukan koordinasi dengan Satresnarkoba untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

“Kami akan berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Satresnarkoba untuk informasi lengkapnya,” jelas Ipda Deddy.

Di sisi lain, Kasatresnarkoba Polresta Jambi AKP Siahaan saat dikonfirmasi membenarkan pengungkapan tersebut.

Namun, ia menyebutkan bahwa kasus ini masih dalam tahap pemeriksaan intensif.

“Saat ini masih dalam pemeriksaan. Nanti akan kami sampaikan lebih lengkap setelah semua data kami himpun,” ungkap AKP Siahaan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai asal usul ganja tersebut maupun identitas lengkap dari dua tersangka yang telah diamankan.(*)




Gugatan Status Mat Sanusi Dinilai Lemah, Pakar: KONI Bukan Jabatan Sipil

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Pusat, Eman Sumusi, menegaskan bahwa proses Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musorprovlub) KONI Provinsi Jambi telah berjalan netral dan sesuai aturan.

Penegasan ini disampaikan menyikapi munculnya keberatan dari beberapa pihak terhadap hasil pemilihan Ketua Umum KONI Jambi, AKBP Mat Sanusi.

“Kami tegaskan, TPP tidak berpihak kepada siapa pun. Semua proses pemilihan Ketua KONI Jambi dilakukan secara objektif, transparan, dan sesuai dengan AD/ART KONI,” kata Eman dalam keterangannya, Sabtu (12/7/2025).

Eman menjelaskan bahwa selama proses Musorprovlub KONI Jambi pada 30 Juni 2025 lalu, kedua calon yang maju tidak mengajukan protes terkait keabsahan lawannya.

Mereka juga telah diberikan kesempatan membahas regulasi sebelum pemilihan digelar.

“Tidak ada satu pun aturan yang dilanggar. Bagi kami, prosesnya sudah selesai dan sah. Jika ada yang masih mempermasalahkan, itu murni dari sudut pandang pribadi, bukan berdasarkan pelanggaran prosedur,” ujarnya.

Menanggapi isu soal status AKBP Mat Sanusi yang merupakan anggota Polri aktif, Eman menegaskan bahwa tidak ada aturan yang dilanggar.

Ia mengacu pada UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan, di mana pasal larangan pejabat publik menjabat ketua KONI telah dihapus.

“Pasal larangan itu sudah tidak berlaku. Artinya, siapa pun boleh menjabat Ketua KONI, termasuk dari unsur TNI/Polri, selama memenuhi syarat yang ditetapkan,” jelasnya.

AKBP Mat Sanusi sendiri terpilih secara sah dan lolos dari proses penjaringan TPP KONI Pusat.

Ia juga memenangkan pemilihan yang digelar dalam forum resmi Musorprovlub, yang dihadiri perwakilan Ketua Umum KONI Pusat dan Karataker KONI Jambi.

Acara Musorprovlub juga dibuka oleh Wakil Gubernur Jambi dan dihadiri seluruh anggota KONI Provinsi yang memiliki hak suara.

Pemilihan dilakukan secara terbuka dan transparan, sesuai dengan ketentuan organisasi.

Sementara itu, pengamat olahraga nasional Prof. Sukendro menyebut bahwa KONI bukanlah jabatan struktural sipil, sehingga keberatan terhadap status Mat Sanusi sebagai anggota Polri aktif tidak berdasar.

Mengacu pada Peraturan Kapolri Nomor 1 Tahun 2013, jabatan Ketua KONI tidak termasuk dalam kategori jabatan yang dilarang bagi anggota Polri selama mendapat izin dan tidak menyalahi tugas pokok.

“Kalau ada gugatan soal rangkap jabatan, itu lebih kepada kekecewaan politis. Jangan rusak proses pembinaan olahraga hanya karena ketidakpuasan hasil Musorprovlub,” tegasnya.

Ia menilai, polemik yang muncul justru mengganggu stabilitas organisasi dan proses pembinaan atlet Jambi menjelang agenda kompetisi nasional.(*)




Mat Sanusi Siap Bantu Oki Yusmika, Atlet Taekwondo Jambi Penderita Kanker Tulang

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, menyampaikan komitmennya untuk membantu Oki Yusmika, atlet taekwondo asal Jambi yang saat ini tengah menjalani perawatan kanker tulang di RS Fatmawati, Jakarta.

Oki Yusmika dikenal sebagai atlet berprestasi, peraih medali perunggu di PON 2016 Jawa Barat dan PON 2020 Papua, serta emas di pra-PON 2019.

Kini, di usia 29 tahun, ia tengah berjuang melawan kanker tulang yang telah menyebabkan amputasi salah satu kakinya.

“Saya sangat prihatin atas kondisi Oki. Kami dari KONI Jambi akan berusaha membantu, baik secara organisasi maupun pribadi. Oki adalah pahlawan olahraga Jambi,” ujar Mat Sanusi saat diwawancarai di Jambi, Sabtu (12/7).

Mat Sanusi mengungkapkan bahwa pengurus KONI Jambi sedang melakukan penggalangan dana untuk meringankan beban keluarga Oki Yusmika.

Ia juga mengajak masyarakat, donatur, dan instansi pemerintah, termasuk Gubernur Jambi, untuk turut membantu.

“Kami berharap ada kepedulian dari semua pihak. Atlet seperti Oki telah membawa nama baik Jambi. Sudah seharusnya kita bantu saat mereka sedang dalam kesulitan,” katanya.

Selain itu, kasus ini akan menjadi perhatian khusus dalam rapat internal KONI Jambi, agar ke depan tersedia skema perlindungan atau jaminan sosial bagi atlet berprestasi yang mengalami musibah atau sakit berat.

Pelatih taekwondo Jambi, Jimmy, menyebutkan bahwa saat ini Oki dalam keadaan sadar dan masih menjalani perawatan intensif di ruang High Care Unit (HCU) sambil menunggu ruangan ICU di RS Fatmawati.

“Kondisinya stabil, tapi kakinya sudah diamputasi karena kanker tulang sudah menyebar ke pangkal paha. Kami berharap keajaiban dan kesembuhan untuk Oki,” ujar Jimmy

Jimmy juga mengucapkan terima kasih kepada Mat Sanusi dan jajaran KONI Jambi atas kepeduliannya. Ia berharap Pemerintah Provinsi Jambi dan para dermawan lainnya turut memberikan perhatian.

Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan langsung kepada keluarga Oki, dapat menghubungi istrinya, Wahyu Ningsih, di nomor: 0853-7925-8142. (*)