Wali Kota Jambi Tinjau Normalisasi Sungai Aliran Sungai Asam: Siapkan Danau Resapan Untuk Atasi Banjir

JAMBI,  SEPUCUKJAMBI.ID  – Untuk mendorong percepatan pembangunan fasilitas umum yang menjadi kebutuhan vital masyarakat, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah proyek infrastruktur fisik di wilayah Kota Jambi, pada Selasa pagi (22/7/202tuhan vital masyarakat, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah proyek infrastruktur fisik di wilayah Kota Jambi, pada Selasa pagi (22/7/2025). Salah satu lokasi yang menjadi perhatian utama dalam kunjungan tersebut adalah proyek pembangunan drainase dan revitalisasi Sungai Asam, yang tengah dikerjakan di beberapa titik strategis.

Peninjauan ini dilakukan guna memastikan kualitas pekerjaan berjalan sesuai rencana serta tepat sasaran dalam menjawab persoalan lingkungan dan banjir perkotaan.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Wali Kota Maulana turut didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana, beserta jajaran teknis dinas terkait, serta Kepala SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) BWS Sumatera VI, Hariyo Priyambodo.

Kolaborasi antara pemerintah kota dan kementerian/lembaga teknis ini menjadi bagian penting dalam sinkronisasi program penanganan infrastruktur sumber daya air secara berkelanjutan di Kota Jambi.

Adapun sejumlah titik yang menjadi lokasi peninjauan Wali Kota Jambi antara lain berada di Perumahan Safira, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Paal Merah, yang saat ini tengah berlangsung pengerjaan rehabilitasi tanggul sungai untuk mencegah potensi luapan air saat musim hujan.

Selain itu, Wali Kota juga meninjau proyek normalisasi sungai di kawasan Kenali Asam Atas dan Kenali Asam Bawah (Perumahan Kedaton), Kecamatan Kotabaru, serta Sungai Kenali Besar, yang terletak di Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo.

Proyek-proyek ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemerintah Kota Jambi dalam memperkuat sistem pengendalian banjir dan menjaga daya dukung lingkungan kawasan permukiman.

Tak hanya fokus pada infrastruktur pengendalian banjir, dalam kesempatan tersebut Wali Kota Maulana juga meninjau langsung proses revitalisasi kawasan Taman Remaja yang berada di Kecamatan Jelutung.

Kawasan tersebut saat ini tengah disiapkan oleh Pemerintah Kota Jambi untuk dikembangkan menjadi alun-alun kota sebagai ruang publik multifungsi.

Kehadiran alun-alun ini nantinya diharapkan menjadi wadah ekspresi dan kreativitas anak-anak muda, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.

Dalam keterangannya usai melakukan peninjauan, Wali Kota Maulana, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi memiliki rencana jangka menengah untuk menata kawasan hasil normalisasi sungai menjadi kawasan wisata air yang estetis dan bernilai ekonomi.

“Nantinya kawasan ini akan kita kembangkan bersama pihak Balai menjadi kawasan wisata air terpadu. Di dalamnya akan dilengkapi dengan fasilitas air mancur yang menyala indah pada malam hari. Ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi. Kami berharap bisa tetap konsisten dan fokus pada setiap tahapan pengerjaannya,” ujar Wali Kota Maulana.

Ia juga menekankan, bahwa program normalisasi sungai yang dijalankan bukan semata-mata untuk penanganan banjir, tetapi juga memperhitungkan dampak lanjutan yang positif bagi masyarakat dan tata kota.

“Penataan ini akan berdampak pada lahirnya kawasan wisata baru yang terletak tidak jauh dari Kantor Wali Kota, dan akan dilengkapi dengan fasilitas publik seperti jogging track dan ruang terbuka hijau yang nyaman bagi warga,” tambahnya.

Wali Kota Jambi, Maulana, mengungkapkan bahwa upaya penanganan banjir di Kota Jambi saat ini menunjukkan kemajuan signifikan berkat kolaborasi yang solid antara pemerintah, pemangku kepentingan, dunia usaha, dan masyarakat.

Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi berbagai program infrastruktur pengendalian banjir.

“Alhamdulillah, di sejumlah lokasi masyarakat dengan ikhlas menghibahkan lahannya untuk kepentingan publik. Seperti di belakang Kantor BPK, masyarakat menyerahkan lahan seluas 132 meter, dan di kawasan dekat Perumahan Safira, berhasil dibebaskan lahan seluas 30 tumbuk,” ungkap Maulana.

Terkait dengan penanganan banjir di kawasan Perumahan Safira, Maulana menjelaskan bahwa pemerintah akan merehabilitasi tanggul sungai di wilayah tersebut sepanjang 62 meter dengan lebar 4,5 meter.

Langkah ini menjadi solusi konkret untuk mengatasi genangan air yang kerap terjadi di kawasan itu.

“Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh warga Perumahan Safira, tetapi juga oleh masyarakat di wilayah sekitarnya yang selama ini menjadi langganan banjir. Selain itu, kami juga akan segera membangun danau resapan untuk menampung limpasan air dan mencegah banjir di dua lokasi padat penduduk yang bermuara di Sungai Payo Selincah,” terangnya.

Namun demikian, Maulana menyoroti masih adanya sejumlah kendala di lapangan, terutama titik-titik bottleneck yang menghambat kelancaran aliran air.

“Solusi jangka panjangnya adalah membangun danau resapan. Salah satunya akan kita bangun di atas lahan seluas 30 tumbuk yang berada di dekat Perumahan Safira. Kami pun sudah berdiskusi langsung dengan Ketua RT setempat untuk mematangkan rencana ini,” pungkas Wali Kota Jambi itu.

Sebagai informasi, penanganan banjir merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Wali Kota Maulana dan Wakil Wali Kota Diza.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan rasa aman, meningkatkan kualitas hidup, serta mewujudkan Kota Jambi Bahagia yang sejahtera dengan pembangunan yang merata.(*)




Ratusan Siswa PAUD dan SD Ikuti Lomba Mewarnai, LAM Gelar Kegiatan Spesial Peringati Hari Anak 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Ratusan siswa dari berbagai Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Dasar (SD) di Kota Jambi antusias mengikuti lomba mewarnai yang digelar oleh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Jambi, Rabu (23/7).

Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Anak Nasional 2025 yang dirayakan dengan penuh semangat dan nuansa budaya lokal.

Acara lomba mewarnai tersebut berlangsung di Gedung LAM Kota Jambi, dan dihadiri langsung oleh Ketua LAM Kota Jambi, Aswan Hidayat, serta Wali Kota Jambi, Maulana.

Ketua LAM Kota Jambi, Aswan Hidayat, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian LAM terhadap generasi muda, sekaligus sebagai sarana menanamkan nilai-nilai budaya sejak dini.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai adat dan budaya Melayu kepada anak-anak sejak usia dini,” kata dia.

“Ini adalah bagian dari komitmen kami untuk melestarikan budaya sekaligus memberikan ruang kreativitas kepada anak-anak,” ujar Aswan.

Sementara Wali Kota Jambi, Maulana, turut memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif LAM dalam menyelenggarakan lomba yang edukatif dan inspiratif ini.

“Kami sangat mengapresiasi LAM Kota Jambi yang telah mengadakan kegiatan positif dalam rangka Hari Anak Nasional. Anak-anak adalah aset masa depan bangsa,” jelasnya.

“Memberikan ruang bagi mereka untuk berekspresi adalah bagian dari membentuk karakter dan kreativitas,” kata Maulana dalam sambutannya.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai momen kebersamaan dan edukasi bagi anak-anak, orang tua, serta para guru.

Berbagai hasil karya mewarnai yang dihasilkan peserta juga dipamerkan sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas anak-anak.

Dengan diadakannya lomba mewarnai ini, diharapkan anak-anak Kota Jambi semakin cinta terhadap seni, budaya, dan adat istiadat lokal sejak usia dini.(*)




Wali Kota Jambi Luncurkan Modul CBP Rupiah untuk Pendidikan Dasar

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M hadir langsung dalam kick off Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (22/7). Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk nyata dukungan Pemkot Jambi pada penguatan literasi keuangan sejak usia SD.

Modul CBP Rupiah merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Jambi dan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi, disusun sesuai Permendikdasmen dan diharapkan mendukung pembelajaran kreatif, interaktif, dan sesuai kurikulum.

Sebagai inisiatif pertama di Indonesia, program ini sejalan dengan visi “Kota Jambi Bahagia” dan bertujuan mencetak generasi muda yang mencintai simbol negara, memahami fungsi rupiah, serta bijak dalam penggunaannya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan pentingnya edukasi rupiah bagi anak-anak sebagai bagian dari pembentukan karakter:

“Modul dengan konsep ‘Cinta, Bangga, Paham’ ini akan didistribusikan ke seluruh sekolah dasar agar anak-anak memahami dan mencintai rupiah,” ujarnya.

Menurutnya, pemahaman nilai rupiah sejak dini akan membentuk generasi yang bijak mengelola keuangan dan menghargai simbol kedaulatan negara.

Tak hanya itu, Wali Kota juga memuji keunikan modul yang dikemas menarik sehingga memudahkan anak memahami sistem monetasi.

“Sekilas saya baca, isinya menarik dan mudah dipahami. Anak-anak pasti suka karena penting mengenal uang sejak dini,” tambahnya.

Modul ini menggambarkan rupiah sebagai simbol identitas nasional—dengan tokoh pahlawan dan keindahan alam yang melekat di dalamnya—serta mendorong kesadaran penggunaan uang secara tepat.

Penutupan acara dilengkapi dengan pembacaan piagam penghargaan untuk Tim Tujuh penyusun modul, penyerahan modul oleh BI kepada Pemkot, dan penandatanganan komitmen bersama antara BI dan Dinas Pendidikan Kota Jambi.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jambi, Warsono, menyatakan akan mengupayakan modul ini menjadi percontohan nasional:

“Jambi lebih unggul terkait edukasi rupiah. Modul ini akan kami ajukan ke pusat sebagai model untuk wilayah lain,” ujarnya.

Warsono menjelaskan makna filosofi “Cinta, Bangga, Paham” sebagai berikut: menjaga rupiah agar tidak rusak, bangga karena terpampang identitas negeri, dan paham dalam penggunaan sesuai kebutuhan, bukan keinginan.

Selanjutnya, BI dan Pemkot berencana mengadakan kegiatan lanjutan sebagai penghargaan bagi siswa berprestasi dalam memahami modul ini, dalam rangka strategi berkelanjutan memperkuat literasi keuangan anak.

Kepala Dinas Pendidikan Mulyadi menambahkan bahwa modul ini membantu guru mengenalkan keaslian uang dan pentingnya menabung sejak usia dini:

“Guru harus mampu mengenalkan konsep asli-palsu rupiah dan menanamkan rasa hemat sejak SD,” tandasnya.(*)




Polres Sarolangun dan Petani Tanam Jagung, Targetkan Kedaulatan Pangan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam upaya mendukung Program Ketahanan Pangan POLRI, Polres Sarolangun menggelar kegiatan penanaman jagung secara simbolis di lahan seluas 3 hektar yang berlokasi di Dusun Karang Jering, Desa Tambang Tinggi, Kecamatan Cermin Nan Gedang, Kabupaten Sarolangun, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00 hingga 14.00 WIB tersebut dihadiri oleh sekitar 80 tamu undangan, termasuk jajaran pejabat utama Polres Sarolangun dan unsur Forkopimcam setempat.

Penanaman jagung dipimpin langsung oleh Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, S.IK, M.H.

Turut hadir dalam kegiatan ini, antara lain:

  • Kasat Intelkam AKP Tarjono, S.H, M.H,

  • Kapolsek Limun AKP Berlin Tarigan, S.H,

  • Camat Cermin Nan Gedang Marhasan, SKM, M.M,

  • Kepala Desa Tambang Tinggi, Sungai Keramat, Lubuk Resam, Sekamis, Kampung Tujuh, serta unsur BPP-PPL, Bhabinkamtibmas, Babinsa, dan tokoh masyarakat.

Acara diawali dengan sambutan dari Kepala Desa Tambang Tinggi dan dilanjutkan dengan penyampaian dari Kapolres Sarolangun.

Dalam kesempatan tersebut, dilakukan penyerahan simbolis 30 kg benih jagung dan pupuk untuk lahan seluas 3 hektar, sebagai bagian dari program kolaboratif antara Polres dan masyarakat tani setempat.

Kapolres Sarolangun, AKBP Wendi Oktariansyah, menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya seremoni, tetapi bagian dari komitmen Polri dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional, sesuai visi Presiden RI.

“Melalui program penanaman jagung ini, kita ingin menunjukkan bahwa Polri hadir mendukung produktivitas petani dan mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan,” tegas Kapolres.

AKBP Wendi juga menjelaskan bahwa lahan yang digunakan merupakan lahan sawah tadah hujan. Saat musim kemarau, lahan dimanfaatkan untuk menanam jagung agar tetap produktif.

“Kegiatan ini sangat relevan dengan musim peralihan. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa tingkatkan produktivitas jagung di Kecamatan Cermin Nan Gedang,” tambahnya.

Camat Cermin Nan Gedang, Marhasan, menyampaikan apresiasi atas peran aktif Polres Sarolangun.

Ia menyebut kolaborasi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat adalah langkah penting dalam mewujudkan ketahanan pangan menuju Indonesia Emas 2045.

“Kami sangat berterima kasih atas bantuan benih dan pupuk. Kami berharap program ini terus berlanjut demi kesejahteraan petani,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari penyuluh pertanian, kelompok tani, dan Dinas Pertanian Kabupaten Sarolangun.

Polres Sarolangun turut menggandeng instansi terkait dalam penyediaan benih, pupuk, dan pestisida.

Setelah sesi sambutan, acara ditutup dengan penanaman jagung secara simbolis oleh Kapolres dan pejabat lainnya, sebagai simbol sinergi dan komitmen bersama dalam membangun kemandirian pangan di Kabupaten Sarolangun.(*)




Penanganan Banjir di Jambi Libatkan Warga dan Swasta, Wali Kota Apresiasi Hibah Lahan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, meninjau langsung sejumlah proyek normalisasi drainase dan revitalisasi sungai di Kota Jambi, Selasa (22/7/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis Pemkot Jambi dalam mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di musim penghujan.

Tinjauan lapangan ini didampingi oleh Kepala Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana, serta KA. SNVT PJSA BWS Sumatera VI, Hariyo Priyambodo. Beberapa titik yang dikunjungi meliputi:

  • Perumahan Safira, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Paal Merah (rehabilitasi tanggul sungai),

  • Kawasan Kenali Asam Atas dan Bawah (Perumahan Kedaton), Kecamatan Kotabaru,

  • Sungai Kenali Besar, Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo,

  • serta proyek revitalisasi Taman Remaja, Kecamatan Jelutung.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa program ini tidak hanya fokus pada pengendalian banjir, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan kawasan wisata air yang tertata, estetis, dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami rencanakan kawasan yang telah dinormalisasi ini akan dikembangkan sebagai destinasi wisata air. Akan ada air mancur yang menyala di malam hari, serta jalur jogging. Ini kolaborasi antara Pemkot dan Balai Wilayah Sungai,” ujarnya.

Maulana menambahkan bahwa revitalisasi taman kota, seperti Taman Remaja, akan difungsikan kembali sebagai alun-alun kota yang menjadi ruang ekspresi bagi anak muda dan mendukung pertumbuhan UMKM.

Wali Kota juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam menyukseskan program pengendalian banjir.

Ia menyebutkan bahwa sejumlah warga secara sukarela telah menghibahkan lahan untuk mendukung proyek ini.

“Di belakang kantor BPK, warga menghibahkan 132 meter lahan. Di dekat Perumahan Safira juga ada hibah 30 tumbuk. Ini bukti bahwa masyarakat mendukung penuh program penanganan banjir,” ungkapnya.

Adapun rehabilitasi tanggul di Perumahan Safira akan dibangun sepanjang 62 meter dengan lebar 4,5 meter, yang diharapkan mampu mengatasi banjir di kawasan tersebut dan sekitarnya.

Maulana mengakui masih ada hambatan berupa bottleneck (penyempitan aliran) di beberapa titik. Solusi jangka panjang yang disiapkan adalah pembangunan danau resapan, salah satunya direncanakan di atas lahan 30 tumbuk dekat Perumahan Safira.

“Danau resapan akan menjadi solusi teknis yang signifikan untuk mengurangi genangan. Kami juga telah berdialog langsung dengan RT setempat untuk mendukung rencana tersebut,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot tengah menyusun pelaksanaan pembebasan lahan di kawasan Lingga Permai seluas 9 hektar, yang akan digunakan untuk pembangunan sarana pengendali banjir.

Proyek ini didukung anggaran sebesar Rp75 miliar dari pemerintah pusat, provinsi, dan kota.

“Kami targetkan tim pembebasan lahan sudah terbentuk, dan proses selesai sebelum Desember 2025, agar pembangunan bisa dimulai tahun depan,” ujar Wali Kota.

Wali Kota menegaskan bahwa penanganan banjir merupakan prioritas utama dalam kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Diza, sejalan dengan misi menjadikan Kota Jambi Bahagia, aman, dan sejahtera.(*)




Petani Sawit Muaro Jambi Resah, Lahan Bertahun-Tahun Dipatok Satgas Kawasan Hutan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Puluhan petani sawit di Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, mengaku resah akibat pemasangan patok di kebun mereka oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Para petani menyatakan bahwa lahan yang dipatok tersebut telah mereka garap secara mandiri selama puluhan tahun dan memiliki dokumen legal sebagai bukti kepemilikan.

Keresahan ini mencuat dalam Kongres Nasional V Serikat Petani Indonesia (SPI) yang digelar di Asrama Haji Jambi, Selasa (22/7).

Salah seorang perwakilan warga, Mulyadi, menyampaikan langsung kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kehilangan lahan yang menjadi sumber penghidupan mereka.

“Kami panik. Itu kebun hasil jerih payah—ada yang jual ternak, sawah, bahkan rumah di kampung untuk membuka lahan sawit di sini. Kami punya surat resmi. Baru saja hidup membaik, tiba-tiba muncul patok-patok itu,” ujar Mulyadi dengan nada haru.

Mulyadi menegaskan bahwa warga bukanlah perambah atau pelaku perusakan lingkungan. Mereka hanyalah petani kecil yang menggantungkan hidup dari lahan sawit yang dibuka sendiri secara bertahap dan legal.

“Kami bukan perampas hutan. Kami hanya petani kecil yang bertahan hidup dari kebun sendiri. Kami punya dokumen resmi,” tegasnya.

Ketua Umum SPI, Henry Saragih, menyampaikan bahwa tugas utama Satgas PKH adalah menertibkan aktivitas korporasi besar yang menyerobot kawasan hutan, bukan menekan petani kecil yang telah lama hidup berdampingan dengan alam.

“Satgas dibentuk untuk menangani perusahaan-perusahaan besar, bukan menarget petani. Skema perhutanan sosial justru dihadirkan agar petani tetap bisa bertani sambil menjaga lingkungan,” jelas Henry.

Henry menambahkan, pemasangan patok bukan keputusan final. Satgas masih harus melakukan klasifikasi lebih rinci untuk menghindari salah sasaran.

Ia mengingatkan bahwa modus perusahaan nakal yang memakai nama warga untuk legalitas lahan juga sering terjadi.

“Kalau tanah itu benar milik rakyat dan ada dokumen sah, SPI akan mendampingi penuh,” tegasnya.

Ia juga menyoroti komitmen pemerintah sebelumnya yang menyebutkan bahwa lahan yang terbukti dikuasai korporasi akan dikembalikan kepada rakyat. SPI, katanya, akan terus mengawal agar kebijakan itu dijalankan sesuai arah semula.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM RI, Fery Juliantono, turut menanggapi polemik tersebut.

Ia mengatakan bahwa pemerintah siap memfasilitasi dialog antara masyarakat dan Satgas PKH guna mencari solusi bersama.

“Pemerintah pusat akan mengkoordinasikan dan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan Satgas PKH agar ada kejelasan, dan tidak ada lagi keresahan,” ujarnya.

Hingga kini, warga di sejumlah desa di Bahar Selatan masih menunggu kejelasan status lahan mereka. Mereka berharap pemerintah hadir bukan sebagai lawan, melainkan sebagai pelindung yang berpihak kepada petani kecil.

“Kami cuma ingin tenang bertani. Kami bukan perampas hutan, kami hanya petani kecil yang ingin hidup layak dengan bukti kepemilikan resmi,” tutup Mulyadi.(*)




Distribusi Beras Premium di Jambi Diawasi Ketat, Berat Kemasan Diperiksa

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Pemerintah Provinsi Jambi bersama Kepolisian Daerah (Polda) Jambi menggelar inspeksi mendadak (sidak) terhadap sejumlah toko dan distributor beras premium di Kota Jambi.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian berat beras dalam kemasan serta mencegah praktik kecurangan timbangan yang merugikan konsumen.

Sidak berlangsung pada Selasa (22/7) mulai pukul 10.30 WIB, melibatkan tim gabungan dari Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, UPTD Metrologi Kota Jambi, serta Subdit I Ditreskrimsus Polda Jambi.

Lokasi yang disidak meliputi Toko Ayu dan Toko Sihombing di kawasan Pasar Angso Duo, serta gudang PT. Sumber Alison Makmur di Jalan Lingkar Timur, Kecamatan Jambi Timur.

Di Toko Ayu, beberapa merek beras premium ditimbang ulang, seperti:

  • BOLA NAGA (5 kg): 5,01 kg

  • TOPI KOKI (10 kg): 10,00 kg

  • BELIDA (20 kg): 20,00 kg

  • TIGA KARTU (10 kg): 10,01 kg

  • SPHP (5 kg): 5,01 kg

Sedangkan di Toko Sihombing:

  • NARUTO BIRU (10 kg): 10,08 kg

  • TOPI KOKI (10 kg): 10,01 kg

  • RAJA PLATINUM (10 kg): 10,05 kg

  • BOLA NAGA (5 kg): 5,01 kg

  • TIGA KARTU (20 kg): 19,99 kg

Di gudang distributor besar PT. Sumber Alison Makmur, mayoritas produk bahkan melebihi berat cetakan:

  • HJ (20 kg): 20,07 kg

  • SELINCAH (20 kg): 20,03 kg

  • DUA LELE (10 kg): 10,01 kg

  • OKE! (20 kg): 19,99 kg

  • NARUTO BIRU (10 kg): 10,05 kg

  • RAJA PLATINUM (10 kg): 10,04 kg

  • TOPI KOKI (10 kg): 10,01 kg

Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Jambi, AKBP Hernawan, menegaskan bahwa pengecekan ini merupakan upaya perlindungan konsumen.

“Dari hasil pengecekan hari ini, sebagian besar produk masih sesuai dengan takaran yang tertera dan berada dalam batas toleransi. Ini penting untuk menjaga kepercayaan publik dan mencegah praktik curang dalam distribusi beras,” ujar Hernawan melalui pesan singkat.

Ia juga menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan pembinaan kepada pedagang dan distributor bahan pokok.

Pihak UPTD Metrologi Kota Jambi memastikan bahwa seluruh alat ukur yang digunakan telah dikalibrasi dan memenuhi standar, sehingga hasil penimbangan bisa dipertanggungjawabkan secara hukum.

Perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi menyebut kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala, terlebih di saat terjadi fluktuasi harga pangan atau peningkatan permintaan masyarakat, seperti menjelang hari-hari besar nasional dan keagamaan.

Seluruh rangkaian sidak berjalan aman, tertib, dan mendapat dukungan dari pedagang maupun distributor.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum edukatif bagi pelaku usaha agar senantiasa menjaga integritas dan transparansi dalam perdagangan.(*)




Komitmen TJSL 2025, Pelindo Jambi Bantu Renovasi Masjid Al-Munawarah

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 2 Jambi kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pembangunan sosial dan lingkungan melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) 2025.

Pada Senin (21/7/2025), Pelindo Jambi menyalurkan bantuan dana senilai Rp100 juta untuk Masjid Al‑Munawarah yang berlokasi di Muara Sabak Ilir, Kecamatan Muara Sabak Timur, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Bantuan ini merupakan bagian dari program CSR BUMN Pelindo Jambi di bidang sarana dan prasarana ibadah. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas fasilitas ibadah serta memperkuat peran rumah ibadah sebagai pusat kegiatan sosial dan spiritual masyarakat.

Dalam acara serah terima yang digelar di halaman masjid, hadir Manager Keuangan Pelindo Jambi, Rizki Nopriza, bersama Junior Manager SDM, Umum, dan KBL, yang menyerahkan bantuan secara simbolis kepada Ketua Pengurus Masjid, Supriyanto, disaksikan para pengurus dan perwakilan warga sekitar.

“Masjid ini sudah lama menjadi pusat aktivitas masyarakat. Dengan adanya bantuan dari Pelindo Jambi, kami berharap fasilitasnya semakin layak dan bisa menampung lebih banyak kegiatan keagamaan maupun sosial,” ujar Supriyanto.

Perwakilan Pelindo Jambi menyatakan bahwa program TJSL bukan hanya sebatas formalitas. “Kami ingin memberikan dampak nyata melalui program ini.

Pelindo bukan hanya pengelola pelabuhan, tapi juga bagian dari masyarakat. Kami hadir sebagai mitra dalam membangun sarana ibadah yang lebih baik,” tegas Rizki Nopriza dalam sambutannya.

Masyarakat Muara Sabak Timur menyambut antusias bantuan Pelindo Jambi ini. Masjid Al‑Munawarah selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan sosial di wilayah tersebut.

Dana bantuan ini diharapkan dapat mempercepat perbaikan fasilitas masjid dan menghadirkan lingkungan ibadah yang lebih nyaman dan representatif.

Pada tahun 2025, TJSL Pelindo Jambi menargetkan berbagai sektor, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga keagamaan.

Bantuan untuk Masjid Al‑Munawarah menjadi salah satu bukti nyata komitmen Pelindo dalam menjalankan tanggung jawab sosialnya sebagai perusahaan milik negara.(*)




Wali Kota Maulana Tegaskan Tugas Kemanusiaan Tidak Ada Batasan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr. H. Maulana, M.K.M, hadiri kegiatan Bakti Sosial Donor Darah dan pengecekan Kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jambi, di Kampung Donor Darah, RT 26, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, pada Minggu pagi (20/7/2025).

Disambut antusias oleh masyarakat, kegiatan bakti sosial itu turut dihadiri langsung Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, Ketua PMI Provinsi Jambi Hasan Basri Agus, Camat Telanaipura Rizalul Fikri beserta jajaran, Ketua PMI Kota Jambi Muhammad Nasir beserta pengurus, serta tokoh masyarakat, para Relawan PMI dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa tugas kemanusiaan ini tidak mengenal batasan, yang sifatnya universal sesuai dengan prinsip dasar.

“Dimanapun memerlukan darah wajib dibantu baik dalam wilayah, bahkan luar negeri, termasuk tidak ada batasan terhadap perbedaan keyakinan atau agama,” tekan Maulana.

Terselenggaranya kegiatan ini, Maulana mengapresiasi peran PMI Kota Jambi yang telah aktif terhadap penyelenggaraan kegiatan-kegiatan bakti sosial, sehingga dapat membantu pemerintah, terutama dalam ketersediaan darah.

Terkait denga hadirnya Kampung Donor Darah disejumlah wilayah di Kota Jambi, Maulana mendorong agar warganya turut dapat berperan dalam melakukan pendonoran secara periodik.

“Jadi jika ada warga yang tiba-tiba memerlukan, darahnya telah tersedia, seperti diwilayah Kelurahan Eka Jaya yang dapat dijadikan percontohan, ketersedian darahnya surplus, dan bisa turut membantu wilayah lain,” ucap Maulana.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi kinerja para Lurah yang telah aktif dalam mengkampanyekan pentingnya setetes darah terhadap kehidupan.

“Oleh karena itu, kami Pemerintah Kota juga telah memasukan kegiatan ini dalam indikator kesuksesan untuk para Lurah dan Camat,” tuturnya.

Dikesempatan itu, Maulana juga mendorong peran anak-anak muda untuk dapat berpartisipasi terhadap kegiatan donor darah.

“Karena di usia yang masih muda tentunya masih fit, terutama terhadap penyakit yang diyakini belum ada tabungan seperti gula, kolestrol tinggi, ginjal dan jantung,” ujarnya.

Kepada layanan fasilitas kesehatan, Ia juga mengingatkan, agar dapat bekerjasama dengan baik dalam menjalankan tugas kemanusian, terutama terkait dengan ketersediaan darah.

“Administrasi emang penting, namun jika sudah berkaitan dengan nyawa manusia hal itu bisa menyusul, karena siapapun itu harus dibantu,” pungkas Maulana.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris turut menyampaikan apresianya terhadap keaktifan Lurah dalam mendorong hadirnya Kampung Donor Darah diwilayah tempat bertugas.

“Karena saat ini kita sangat membutuhkan pemimpin-pemimpin wilayah yang aktif dan agresif dalam mendukung kinerja pemerintah, sehingga program-program dapat berjalan secara baik,” ujar Gubernur.

Dia juga menyoroti banyaknya permasalahan kemanusiaan saat ini yang berbenturan dengan aturan-aturan.

“Terkadang kita merujuk pada aturan yang telah dilakukan MoU, sementara kalau berbicara kemanusiaan harus cepat diatasi. Oleh karena itu, kita Pemerintah yang wajib memberikan hak dasar terhadap masyarakat, akan terus mengevaluasi kebijakan-kebijakan, sehingga masyarakat dapat menikmati layanan yang diberikan tanpa harus berbenturan dengan aturan,” ucap Al Haris.

Dirinya juga menyebut, pemerintah Provinsi Jambi sangat terbantu dengan hadirnya PMI disetiap Kabupaten/Kota yang telah aktif dalam menjalankan peran.

“Dengan didukung oleh para pejabat daerah didalam kepengurusan PMI alhamdulilah semuanya berjalan baik,” sebutnya.

“Mudah-mudahan dengan terselenggaranya kegiatan-kegiatan ini dapat bermanfaat bagi yang membutuhkan. Terus jaga dan tingkatkan kekompakan untuk melayani masyarakat,” lanjut Gebernur Jambi.

Sebelumnya, dalam laporan pelaksanaan, Ketua PMI Kota Jambi M Nasir menyebut, kegiatan bakti sosial ini dilakukan secara serentak, di dua titik yaitu Kelurahan Simpang IV Sipin dan Kelurahan Eka jaya. Dengan melibatkan seluruh RT yang ada diwilayah masing-masing.

Pada kesempatan itu, secara langsung M Nasir juga menyampaikan kepada Gubernur Jambi terkait dengan kendala untuk mensupport RSUD Raden Mattaher yang ada dibawah naungan Pemerintah Provinsi.

“Saya sampaikan Pak Gubernur hingga saat ini Direktur Rumah Sakit Raden Mattaher tidak mau menandatangani MoU kerjasama darah ini,” ujar Nasir.

“Meski sama-sama memiliki unit transfusi darah dan donor darah antara PMI dan RS, namun mereka mempunyai kelemahan, karena tidak memiliki relawan. Jadi menyebabkan sulitnya jika ada pasien membutuhkan darah, terkadang mencari sendiri padahal di PMI ada. Dan kami tidak bisa memberikannya karena tidak adanya MoU yang merupakan payung hukum,” lanjutnya.

Terkait hal itu, dirinya berharap agar Gubernur Jambi dapat mendorong agar dapat dilakukannya MoU antara RSUD Raden Mattahher dan PMI.

“Karena Pak Gubernur, kebutuhan darah ini hampir setiap hari dicari,” harapnya.

Menutup laporannya, dirinya mengucapkan terimakasih kepada semua pihak, termasuk Camat dan Lurah yang telah membantu, serta bergerak untuk terselenggaranya kegiatan bakti sosial ini.

“Kepada Pak Wali saya ucapkan terimakasih karena telah mendukung dari awal sehingga setiap kegiatan yang kami lakukan bisa dilakukan secara masif dan berkelanjutan,” tutupnya.(*)




Pemkot Jambi Siap Salurkan 523 Ton Beras Bantuan Pangan Pemerintah Tahun 2025

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, secara simbolis menyalurkan Beras Bantuan Pangan Pemerintah Tahun 2025 bagi masyarakat di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, pada Senin pagi (21/7/2025).

Tercatat, sebanyak 26.173 warga penerima manfaat se-Kota Jambi menerima Beras Bantuan Pangan Pemerintah Tahun 2025 ini.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana mengatakan bahwa satu penerima akan menerima beras seberat 10 kilogram, yang pada kesempatan ini akan disalurkan seberat 20 kilogram.

“Kegiatan penyaluran ini dilakukan langsung dua bulan, periode Juni dan Juli,” katanya.

Menurutnya, penyaluran Beras Bantuan Pangan Pemerintah dibulan Juni dan Juli ini sangat penting, karena bersamaan dengan Tahun Ajaran Baru Dunia Pendidikan, sehingga dapat meringankan beban rumah tangga.

“Biasanya kalau baru masuk Sekolah macam-macam permintaan dan pengeluaran sebagian besar tujuannya untuk pendidikan, jadi bulan ini waktu yang cocok disalurkan,” tuturnya.

Dirinya menyebut, dari segi kualitas beras yang disalurkan telah memenuhi standar, masuk kedalam kategori premium.

“Berasnya putih dan bersih, sama dengan yang kita makan sehari-hari. Mudah-mudahan program pusat untuk mengurangi beban rumah tangga ini berjalan baik,”sebutnya.

Maulana juga menjelaskan, dengan penyaluran beras bantuan ini berdampak luas, salah satunya dari segi angka inflasi yang terkendali.

“Ada 523 ton beras yang akan dibagikan untuk Kota Jambi ini, tentunya berdampak langsung terhadap inflasi, karena selain kebutuhan yang tercukupi, dari sisi harga pastinya juga terkendali,” jelas Maulana.

Lebih lanjut, kepada masyarakat yang hadir, dirinya juga berpesan terkait dengan kenakalan-kenakalan remaja, agar secara bersama-sama menjaga anak-anak dari dampak hal-hal negatif, sehingga dapat meciptakan generasi penerus bangsa yang berkarakter dan berdaya saing.

“Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” pesan Maulana.

Dikesempatan itu, Maulana juga mengungkapkan berbagai Program Unggulan Kota Jambi Bahagia yang telah berjalan, yang berdampak langsung terhadap kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat. Seperti program Kartu Bahagia, Kampung Bahagia, serta memfasilitasi pekerja rentan dan petugas keagaamaan kota Jambi terhadap jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

“Kita juga memiliki Call Center Bahagia 112 yang merupakan layanan kegawatdaruratan 24 jam yang dapat dinikmati secara gratis untuk keadaan Medis dan Non Medis,” pungkas Wali Kota Maulana.

Sementara itu, dalam laporan pelaksanaan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Evridal Asri menyampaikan bahwa kegiatan ini berdasarkan Surat Keputusan Bappenas. Dimana kota Jambi bersama dua Kabupaten/Kota lainnya mendapat Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah.

“Ini bukan berarti kita masih banyak masyarakat tergolong yang tidak mampu. Namun ini adalah program Pemerintah Pusat yang bersinergi dengan program Pemkot Jambi terkait bagaimana memenuhi kebutuhan pangan masyarakat,” ujar Evridal.

“Tahun ini kuota untuk kota Jambi berdasarakan data DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) dari Kementerian Pusat, sehingga bantuan ini hanya diverifikasi langsung di tingkat RT melalui by name by address,” lanjutnya.

Dia juga menyebut, bahwa penyaluran bantuan ini telah berjalan selama lima hari disejumlah Kecamatan yang targetnya akan selesai di tanggal 31 Juli.

“Namun kita percepat karena ketersediaan pangannya telah siap di Bulog. Dan untuk kualitasnya kami pastikan layak konsumsi setelah dilakukan pemeriksaan bersama bulog,” tutup Kepala DPKP Evridal Asri.

Turut hadir dikesempatan itu, Manager Bulog Provinsi Jambi Ahmad Muzajjad Faqihuddin, Kepala Dinas Pendidikan Mulyadi, Camat Telanaipura Rizalul Fikri beserta para Lurah se-Kecamatan Telanaipura dan Staf Kelurahan Simpang IV Sipin, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, serta Forum Ketua RT Kelurahan Simpang IV Sipin dan Masyarakat penerima bantuan.(*)