Pledoi Diding Mental, Jaksa Tetap Desak Hakim Beri Hukuman Berat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara tegas menolak nota pembelaan atau pledoi terdakwa kasus narkotika, Diding alias Diding bin Tember, dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Negeri Jambi, Kamis, 24 Juli 2025.

Dalam persidangan, JPU membacakan replik sebagai tanggapan atas pledoi yang diajukan terdakwa dan kuasa hukumnya.

“Kami tetap pada surat tuntutan dan memohon agar nota pembelaan terdakwa serta penasihat hukumnya ditolak sepenuhnya,” ujar Jaksa saat membacakan replik di hadapan Majelis Hakim.

Menanggapi pernyataan Jaksa, Ketua Majelis Hakim Dominggus Silaban menegaskan bahwa JPU tetap pada tuntutan yang sebelumnya telah diajukan dalam persidangan.

“Intinya, JPU menolak pembelaan dan tetap pada tuntutan awal,” kata Dominggus.

Dalam tuntutannya, Jaksa menyatakan bahwa Diding secara sah dan meyakinkan terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atas perbuatannya, JPU menuntut pidana penjara selama 12 tahun serta denda Rp1 miliar, subsider 8 bulan kurungan.

Sementara itu, Kuasa Hukum terdakwa, Ilham Kurniawan, menilai bahwa peran terdakwa dalam membantu penegak hukum seharusnya menjadi pertimbangan untuk meringankan hukuman.

“Berdasarkan SEMA Nomor 4 Tahun 2011, terdakwa memiliki peran penting dalam membongkar jaringan narkoba di Jambi. Kerja sama yang dilakukan Diding sejak proses penyidikan hingga persidangan seharusnya dipertimbangkan,” jelas Ilham.

Majelis Hakim menetapkan bahwa sidang putusan akan digelar pada Kamis, 31 Juli 2025.

Dalam sidang tersebut akan diputuskan apakah nota pembelaan akan diterima atau JPU tetap menang dengan tuntutannya.(*)




Tabrakan Kapal dan Pompong di Nipah Panjang, 1 ABK Hilang Tenggelam

MUARASABAK, SEPUCUKJAMBI.ID – Kecelakaan laut terjadi di Perairan Sungai Jeruk, Kecamatan Nipah Panjang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjab Timur), Provinsi Jambi, pada Kamis malam, 24 Juli 2025. Dua unit transportasi air, yaitu Kapal Motor (KM) Beringin III dan sebuah pompong bermuatan sawit, terlibat tabrakan yang menyebabkan satu orang Anak Buah Kapal (ABK) hilang tenggelam.

 

### **Kronologi Tabrakan Kapal di Sungai Jeruk**

 

Camat Nipah Panjang, Amri Juhardy, saat dikonfirmasi membenarkan adanya insiden tersebut. Menurutnya, kecelakaan melibatkan **KM Beringin III GT.34 milik H. Muslimin dan sebuah pompong pengangkut sawit tanpa nama milik Talleh.

“KM Beringin III saat itu mengangkut barang kelontong seberat sekitar 20 ton, berangkat dari Jambi menuju Kecamatan Sadu, Tanjab Timur, dengan tiga orang kru di dalamnya,” ujar Amri.

Sementara itu, pompong pengangkut sawit milik Talleh bermuatan sekitar 3 ton, ditumpangi oleh dua kru.

Pompong tersebut berlayar dari Desa Simpang Datuk menuju Parit III, Kelurahan Nipah Panjang.

Berdasarkan informasi dari Basarnas Nipah Panjang, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Saat itu, KM Beringin III berada di posisi koordinat *1°5’54″S 104°13’7″E*, bergerak menuju Sungai Lokan.

Di saat bersamaan, pompong sawit datang dari arah berlawanan dan berada tepat di depan haluan sebelah kanan KM Beringin III. Tabrakan tak terhindarkan, menyebabkan salah satu ABK pompong, Peri (18), warga Kelurahan Nipah Panjang, panik dan melompat ke sungai.

“Satu orang tekong pompong berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke tepian. Namun, satu ABK lainnya dinyatakan hilang tenggelam,” jelas Amri.(*)




Wali Kota Jambi Sampaikan Tiga Ranperda Kepada DPRD

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, menghadiri Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Jambi yang digelar di Ruang Swarna Bumi, pada Kamis (24/7/2025)

Sidang Paripurna ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, dengan agenda utama pembahasan Tiga Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) penting yang diajukan oleh Pemerintah Kota Jambi.
Tiga Ranperda tersebut meliputi:
* Pembentukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jambi.
* Perubahan atas Perda Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah.
* Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Jambi Tahun 2025–2029.

Dalam keterangannya, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan urgensi dari masing-masing Ranperda, yang menurutnya, pembentukan BPBD Kota Jambi sangat penting mengingat berbagai potensi bencana alam dan non-alam yang kerap terjadi.

“Kota Jambi yang terus berkembang saat ini membutuhkan penanganan bencana yang lebih terstruktur, mulai dari mitigasi hingga kesiapsiagaan dari segala dampak, seperti curah hujan yang tinggi berpotensi menimbulkan banjir, belum lagi ancaman kebakaran, angin puting beliung, rumah roboh, dan kepadatan penduduk,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, dengan belum adanya lembaga BPBD tersendiri yang masih menjadi satu bidang dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan). Hal ini kerap menjadi kendala dalam memperoleh bantuan peralatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Terkait dengan Ranperda kedua yang diajukan, Maulana menekankan perubahan struktur perangkat daerah, menyesuaikan kebutuhan pelayanan dan dinamika Kota Jambi yang terus berkembang.

“Contohnya Dinas Perhubungan (Dishub) yang seharusnya dikembangkan menjadi tipe A mengingat kompleksitas lalu lintas kota. Hal serupa juga berlaku untuk Dinas Pekerjaan Umum (PU), termasuk dalam hal infrastruktur, pengawasan, serta penataan ruang dan wilayah. Dengan perubahan ini, kami ingin pelayanan masyarakat bisa lebih optimal dan profesional. Setiap OPD yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan publik harus diperkuat kapasitas dan organisasinya,” tekannya.

Sementara itu, Ranperda ketiga yakni RPJMD Kota Jambi 2025–2029 merupakan amanat Undang-Undang yang wajib ditetapkan dalam kurun waktu enam bulan setelah kepala daerah dilantik. RPJMD ini menjadi panduan pembangunan Kota Jambi selama lima tahun ke depan.
“RPJMD telah melalui proses panjang, mulai dari diskusi publik hingga Musrenbang. Kami berharap DPRD dapat membahas secara mendalam dan memutuskan secepatnya demi keberlanjutan pembangunan Kota Jambi,” ucap Wali Kota Maulana.

Dirinya menyebut, ketiga Ranperda ini bukan hanya sekadar produk hukum, tetapi merupakan titik tolak penting dalam upaya menata masa depan Kota yang Bahagia.

“Kami menyadari bahwa keberhasilan pembangunan daerah adalah hasil dari kemitraan yang erat antara eksekutif dan legislatif, serta partisipasi aktif masyarakat. Untuk itu, kami mohon dukungan dari Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Jambi dalam proses pembahasan ketiga Ranperda ini secara komprehensif, agar dapat segera ditetapkan dan menjadi payung hukum pembangunan Kota Jambi ke depan,” pungkas Wali Kota Maulana.

Dalam Sidang Paripurna tersebut, turut hadir unsur Pimpinan DPRD Kota Jmabi beserta para Anggota DPRD Kota Jambi, unsur Forkopimda Kota Jambi, Sekretaris Daerah (Sekda) A Ridwan beserta jajaran dilingkungan Pemerintah Kota Jambi.(*)




Luncurkan “Gerakan Sapa Bahagia Anak Usia Dini” Wali Kota Maulana Tegaskan Sebagai Sebagai Fondasi Utama Cetak Generasi Unggul

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID– Sebagai bagian dari implementasi Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 5 Tahun 2025 tentang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Jambi. Di Hari Anak Nasional, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Dinas Pendidikan resmi meluncurkan Gerakan Sapa Bahagia Anak Usia Dini, pada Rabu pagi (23/7/2025), .

Berlangsung di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, peluncuran “Gerakan Sapa Bahagia Anak Usia Dini” itu secara simbolis dilakukan Wali Kota Jambi Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, sekaligus dirangkai dengan Sosialisasi Transisi PAUD SD Menyenangkan Kota Jambi Tahun 2025. Dengan menghadirkan tiga orang narasumber, yaitu Pemaparan dari Bunda PAUD Kota Jambi Dr.dr.Hj. Nadiyah, Sp. OG, Pemaparan BPMP Provinsi Jambi Dra. Okdanasmita, M.Pd, serta Pemaparan Guru SD Deni Sulistiowati, S.Pd, M.Pd.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menekankan bahwa pendidikan usia dini merupakan fondasi utama dalam mencetak generasi yang unggul. Karena pendidikan usia dini bukan sekadar pilihan, tetapi sebuah keharusan.

“Jika ingin membangun masa depan yang kuat, maka fondasinya harus kita siapkan sejak awal. Melalui Gerakan “Sapa Bahagia” ini mengandung makna dan langkah konkret, yakni Sisir, Ajak, Pantau, dan Advokasi, yang menjelaskan bahwa pendekatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh anak di Kota Jambi, khususnya usia dini, terlayani pendidikan secara merata,” tekannya.

“Kita akan sisir semua wilayah, mendata anak-anak usia dini yang belum mengenyam pendidikan PAUD. Setelah itu kita ajak orang tuanya untuk menyekolahkan anaknya. Dan kita pantau dan advokasi mereka yang mengalami kendala, baik dari segi ekonomi maupun akses,” lanjut Maulana.

Dirinya mengungkapkan bahwa saat ini telah tersedia lima PAUD Negeri yang beroperasi di Kota Jambi sebagai wujud nyata dari komitmen Pemerintah Kota dalam memfasilitasi dan perluasan layanan pendidikan yang adil dan inklusif terhadap anak sejak usia dini.

“Kita tidak ingin ada satu pun anak usia dini di Kota Jambi yang terlewatkan dari layanan pendidikan. Kami Pemerintah akan terus hadir memastikan bahwa hak mereka terpenuhi,” ungkap Maulana.

Menurutnya, gerakan “Sapa Bahagia” ini juga menjadi langkah preventif dalam mencegah angka putus sekolah, sehingga pendidikan wajib belajar 13 tahun harus dimulai dengan sistematis dan terukur dari usia pra-sekolah.

“Kita mulai dari PAUD, lanjut ke SD, SMP, hingga SMA. Tidak boleh ada yang putus di tengah jalan. Pemerintah punya tanggung jawab moral dan konstitusional terhadap pendidikan generasi muda,” tutur Wali Kota Jambi.

Maulana menegaskan, meski pendidikan bukan hanya tugas dari Pemerintah semata. Namun, Pemerintah Kota akan tetap mengambil posisi terdepan dalam penggerakan dan pengawasan pelaksanaannya.

“Kita akan bergerak, karena ini bukan sekadar seremoni. Saya ingin gerakan ini benar-benar menyentuh masyarakat, hadir di tengah-tengah keluarga, dan membawa dampak nyata,” tegasnya.

Wali Kota Maulana juga menyatakan, Gerakan ini turut menjadi simbol pendekatan humanis pemerintah terhadap isu pendidikan, karena anak-anak bukan hanya dilihat sebagai objek kebijakan, tetapi sebagai subjek masa depan yang harus didukung dan dibahagiakan.

“Anak-anak harus disapa, dipahami, diberi ruang tumbuh yang nyaman, karena bahagia mereka adalah keberhasilan kita untuk mewujudkan generasi kota Jambi yang mempunyai karakter,” ucapnya.

Sebagai salah satu kunci kebahagiaan, Maulana berharap setiap anak usia dini di Kota Jambi bisa tersenyum bahagia karena mendapat haknya dari segi pendidikan di usia dini.

“Dengan diluncurkannya Gerakan Sapa Bahagia ini kami juga berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya pendidikan usia dini dan bersama-sama mendukung keberhasilan program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari PAUD,” tutup Maulana.

Sementara itu, Bunda PAUD Kota Jambi Nadiyah Maulana menyoroti dengan masih kurangnya kesadaran orang tua terkait pentingnya pendidikan anak usia sejak dini.

“Jadi inilah tugas saya selaku Bunda PAUD dan juga seluruh Stakeholder, serta mitra PAUD hingga tingkat RT,” ucap Nadiyah.

Senada dengan yang diucapkan Wali Kota Maulana, Bunda PAUD Kota Jambi juga berkomitmen untuk bersama-sama dengan Pemerintah agar dapat mewujudkan hadirnya PAUD Negeri disetiap Kecamatan se-Kota Jambi, yang bisa dinikmati oleh masyarakat secara gratis.

“Dibalik selendang Bunda PAUD ini ada tugas dan tanggung jawab besar untuk memastikan anak-anak mendapatkan haknya di terhadap pendidikan. Maka melalui Gerakan Sapa Bahagia ini mari kita semua turut menyisir disetiap wilayah kita, mana anak-anak usia dini yang belum menempuh pendidikan PAUD,” ajak Nadiyah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Kota Jambi, Mulyadi menyampaikan rasa syukur dan semangat atas dimulainya gerakan tersebut dengan bertepatan di Hari Anak Nasional.

“Gerakan yang kita luncurkan hari ini tujuannya adalah untuk memastikan bahwa anak-anak di Kota Jambi terpenuhi hak dan kewajibannya dalam pendidikan. Sekaligus merupakan langkah strategis dalam rangka mewujudkan pendidikan wajib belajar13 tahun,” ujarnya.

Dia menegaskan gerakan ini juga untuk meningkatkan kesadaran bersama di masyarakat terhadap pendidikan anak usia dini yang menjadi pondasi utama dan tidak boleh diabaikan.

“Oleh karena itu, pemerintah harus hadir sejak awal dalam proses tumbuh kembang anak melalui layanan pendidikan yang berkualitas, terjangkau, dan merata. Sebagaimana yang kita lakukan hari ini,” tegasnya.

Mulyadi juga sebutkan, melalui peran aktif Bunda PAUD Kota Jambi telah mengambil langkah serius dalam menjangkau seluruh anak-anak usia PAUD. Karena PAUD adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan dasar.

“Kami menjamin bahwa anak-anak usia PAUD akan disisir, diajak, dipantau, dan diberikan advokasi. Semua ini demi memastikan bahwa tidak ada anak yang tertinggal dari layanan pendidikan,” sebutnya.

“Melalui Gerakan Sapa Bahagia, pendekatan yang digunakan bukan sekadar administratif, tetapi juga edukatif dan persuasif. Dinas Pendidikan bersama Bunda PAUD akan aktif memberikan pemahaman kepada orang tua, terutama ayah dan bunda, tentang pentingnya menyekolahkan anak sejak usia dini. Kita tidak hanya menyasar anak-anaknya, tapi juga orang tuanya. Mereka harus paham bahwa pendidikan anak bukan dimulai dari SD, tapi sejak PAUD untuk mendidik karakter dasar diri,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa Dinas Pendidikan akan bekerja sama dengan RT, Lurah, Camat dan perangkat wilayah untuk mendata dan mendampingi keluarga yang belum menyekolahkan anaknya di tingkat PAUD.

“Kami akan turun langsung ke lapangan untuk mengawal implementasi gerakan ini, karena dalam pelaksanaannya, program ini juga akan melibatkan pemantauan perkembangan anak secara berkala, guna memastikan bahwa setiap anak mendapatkan pengalaman belajar yang sesuai dengan usianya dan tahapan perkembangan,” katanya.

Dalam peluncuran Gerakan Sapa Bahagia itu, turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jambi Abdullah Saman, Ketua PP PAUD Kota Jambi Sri Hartati Ridwan, Ketua Forum RT Kota Jambi Suparyono beserta pengurus, para Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan, Tenaga Didik PAUD, serta Mitra PAUD kota Jambi dan tamu undangan lainnya.(*)




Resmikan Gedung Baru Sekolah SMK Muhamadiyah Kota Jambi, Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Komitmen Pemerintah Dalam Membangun Generasi Yang Kuat dan Hebat

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, menghadiri Peresmian Gedung Baru SMK Muhamadiyah Kota Jambi, yang berada di Jl. Guntur, RT 02, Kelurahan Kasang, Kecamatan Jambi Timur, pada Kamis pagi (24/7/2025).

Prosesi peresmian pada Gedung Baru milik SMK Muhamadiyah Kota Jambi itu diresmikan langsung Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed yang turut disaksikan oleh tamu kehormatan yang hadir. Diantaranya, Anggota DPR RI Rocky Candra, Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, M.Pd.I., Wakapolda Jambi Brigjen Pol. M. Mustaqim, dan Ketua TP PKK Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris, S.E.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah R.I. Abdul Mu’ti mengapresiasi semua pihak yang telah mendukung pembangunan SMK Muhammadiyah kota Jambi ini yang termasuk dalam akreditasi unggul.

Ia juga menegaskan, bahwa kedepan masih diperlukan lebih banyak lagi sekolah-sekolah unggul dan bermutu. Termasuk sekolah-sekolah Muhammadiyah yang memang harus terus di kembangkan sehingga menjadi tempat-tempat pendidikan yang unggul secara teoritik.

“Karena itu tidak ada pilihan lain bagi kita dan semua sekolah agar menunjang sarana prasarana yang lengkap, dari segi guru berkualitas agar pembelajaran turut berkualitas, sehingga menghasilkan lulusan yang juga akan berkualitas,” tegasnya.

“Tidak ada sesuatu yang bisa kita raih dengan mudah tapi tidak ada yang tidak bisa kita lakukan dengan izin Allah dan dengan Ikhtiar yang sungguh-sungguh. Oleh karena itu, saya menegaskan selalu melakukan inovasi untuk peningkatan wawasan dan mencari gagasan-gagasan baru untuk pembaharuan dalam melakukan gerakan Muhammadiyah di semua bidang,” lanjutnya.

Dirinya juga menyampaikan komitmen pemerintah dalam membangun generasi yang kuat dan hebat, sesuai dengan salah satu Asta Cita Presiden Republik Indonesia (RI).

“Dengan ketersediaan anggaran terbatas, Bapak Presiden telah menugaskan kepada kami untuk terus memperbaiki sarana prasarana pendidikan. Maka dari itu, tugas-tugas ini tidak dapat kami selesaikan sendiri, sehingga kami memiliki strategi dengan harapan penuh kerendahan hati meminta dukungan semuah pihak yang kita sebut dengan partisipasi semesta. Yaitu Kolaborasi anatara Pemerintah Pusat dan Daerah, termasuk kerja sama bersama Muhamadiyah dan lembaga lainnya, sehingga terwujudnya layanan pendidikan yang terbaik,” ujarnya.

“Karena itu kami memiliki program wajib belajar 13 tahun yang dimulai dari tingkat taman kanak-kanak dan sudah ada MOU dengan lembaga-lembaga pendidikan yang ada di Indonesia yang secara bertahap kita wujudkan mulai tahun pelajaran 2025-2026,” tambahnya.

Lebih lanjut, Mu’ti juga menjelaskan konsep wajib belajar 13 tahun tersebut, yang turut mengenalkan pembelajaran matematika berkonsepkan hitung-hitungan dengan menyajikan konsep menggembirakan terhadap anak.

“Oleh karena itu, saya juga menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini melalui tujuh kebiasaan anak indonesia hebat,” pungkasnya.

Sementara itu, dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan, bahwa akan kembali mengundang Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti untuk meresmikan taman-taman Sekolah di Kota Jambi sebagai bagian dari literasi dan numerasi yang merupakan kemampuan atau kecakapan dalam mengembangkan pengetahuan dan keterampilan menggunakan matematika dengan percaya diri di seluruh aspek kehidupan.

“Hal ini menjadi prioritas program unggulan Pemerintah Pusat yang pastinya akan kami dukung penuh,” ujarnya.

“Maka, dalam hal ini kami telah menjalankannya di Sekolah Dasar (SD) Negeri 47 sebagai taman literasi dan numerasi untuk menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan dan membahagiakan bagi anak-anak didik,” lanjutnya.

Ia juga menekankan, dengan literasi dan numerasi, pendidikan berbasis pembelajaran STEM yang mengintegrasikan Sains (Science), Teknologi (Technology), Rekayasa (Engineering), dan Matematika (Mathematics) dalam satu kesatuan, sehingga yang selama ini dianggap sulit menjadi menyenangkan.

“Sehingga opini matematika susah itu tidak ada lagi, yang ada pembelajaran menyenangkan bagi anak-anak sebagai peserta didik,” tekannya.

Sebagai sahabat sejak lama antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Abdul Mu’ti dan Wali Kota Jambi Maulana, tentunya berbagai program di dunia pendidikan antara Pemerintah Pusat dan Daerah dapat berjalan dan saling mendukung satu dengan yang lain, sehingga dapat berdampak terhadap generasi yang unggul dimasa depan.

Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Provinsi Jambi, Eko Kuntarto mengatakan dalam peresmian hari ini ada 6 gedung baru, yang sebelumnya merupakan daerah genangan hanya memiliki 4 ruang sekolah yang belum layak.

“Alhamdullilah berkat bantuan Pemerintah Provinsi Jambi melalui Dinas Pendidikan kami diberi hibah untuk mendirikan gedung sekolah SMK ini dan juga Anggota DPR RI Pak Rocky Candra yang waktu itu menuangkan ide, sehingga berdirilah sekolah ini tidak begitu lama,” katanya.

Dikesempatan itu, dirinya juga menjelaskan Sekolah Muhammadiyah di Provinsi Jambi mulai tingkat SD/MI sampai dengan SMA/SMK saat ini berjumlah 33 Sekolah yang terus berkembang, dengan jumlah siswa mencapai 4.500 siswa/i.

“Jumlah ini berkembang pesat sejak tahun 2021 hingga 100 persen. Namun, belum diimbangi dengan kesejahteraan tenaga pendidik yang memiliki semangat untuk mengajar,” jelasnya.

“Maka dari itu, dengan hadirnya Bapak Menteri hari ini kami berharap bisa turut mendorong terkait dengan kesejahteraan tenaga pendidik di Sekolah Muhamadiyah Provinsi Jambi. Termasuk dengan sarana dan prasarana di Sekolah, sehingga dapat memberikan fasilitas-fasilitas yang layak di berbagai sektor,” singkatnya.

Sebagai rangkaian dari peresmian bangunan gedung baru tersebut, turut dilakukan Penandatanganan Prasasti sebagai tanda diresmikannya Sekolah Muhamadiyah oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dan ditutup dengan penyerahan bantuan pemerintah secara simbolis kepada Sekolah SMK Muhamadiyah Kota Jambi.

Turut hadir dikesempatan itu, Direktur Jendral Pendidikan Vokasi Layanan Khusus Tatang Muttagin, Staf Khusus Menteri Bidang Manajemen dan Kelembagaan Didik Suhardi, Kepala Dinas Pendidikan Mulyadi, Camat Jambi Timur Arkham Syukri, Ketua Pimpinan Wilayah Muhamadiyah (PWM) Jambi Suhaiki Chan beserta jajaran dan Kepengurusan Tenaga Didik Sekolah Muhamadiyah Kota Jambi.(*)




Driver Ojol di Jambi Kena Suspend, Dinsos Beri Bantuan ke Ibu Rosdewi

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Dinas Sosial (Dinsos) Kota Jambi memberikan bantuan kepada seorang driver ojek online (ojol) bernama Rosdewi, warga Kelurahan Mayang Mangurai, Kecamatan Alam Barajo, yang terdampak secara ekonomi akibat suspend akun Grab miliknya.

Rosdewi diketahui tidak dapat lagi menjalankan aktivitas sebagai ojol setelah akunnya terkena suspend menyusul permasalahan orderan yang sempat viral di media sosial beberapa waktu lalu.

Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Jambi, Fikri, membenarkan pihaknya telah melakukan home visit ke kediaman Ibu Rosdewi guna melakukan asesmen dan memberikan bantuan awal.

“Kami sudah melakukan home visit ke rumah Bu Rosdewi di Kelurahan Mayang Mangurai. Beliau driver Grab yang saat ini terkena suspend akibat persoalan orderan yang sempat viral. Sekarang beliau tidak bisa bekerja dan sangat terdampak secara ekonomi,” jelas Fikri, Kamis (24/7/2025).

Menurut Fikri, saat ini Rosdewi tinggal sendiri dan berusaha mencukupi kebutuhan harian dengan cara mengumpulkan botol plastik bekas, karena berjualan makanan yang sebelumnya dilakukan juga tengah sepi pembeli.

“Sebagai bentuk respon cepat, kami memberikan bantuan sembako untuk membantu kebutuhan sehari-hari Bu Rosdewi sampai proses suspend akun Grab-nya selesai,” tambahnya.

Dinsos Kota Jambi juga mengimbau masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi atau terdampak masalah pekerjaan untuk tidak ragu melapor ke kelurahan atau ke Dinsos agar bisa segera ditangani.

Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban Rosdewi sembari menunggu kepastian dari pihak aplikator terkait status akunnya yang disuspend.(*)




ODGJ Ditemukan Luka di Solok Sipin Jambi, Polisi: Bukan Ditusuk, Tapi Terjatuh

JAMBI,SEPUCUKJAMBI.ID – Warga Jalan Mpu Sendok RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, sempat dibuat heboh dengan temuan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang mengalami luka di bagian perut, Kamis (24/7/2025).

Awalnya, beredar dugaan bahwa ODGJ tersebut menjadi korban penusukan oleh orang tak dikenal (OTK).

ODGJ yang belakangan diketahui bernama Aladin, berusia sekitar 50 tahun dan merupakan warga setempat, ditemukan dalam kondisi terluka di Lorong Pepaya, tepatnya di Lorong Saung Kito RT 14, Kelurahan Solok Sipin.

Namun, setelah dilakukan pemeriksaan dan pendalaman oleh kepolisian, dugaan penusukan tersebut tidak terbukti.

Kapolsek Telanaipura, AKP Reza Fahlevi, menyampaikan hasil klarifikasi dari pihak kepolisian usai menindaklanjuti laporan warga.

“Setelah anggota kami turun ke lapangan dan mewawancarai pihak kelurahan, ketua RT, serta pihak keluarga, diperoleh keterangan bahwa luka pada ODGJ tersebut bukan akibat penusukan, melainkan karena terjatuh di jalan,” terang AKP Reza, Kamis (24/7).

ODGJ atas nama Aladin juga telah mendapatkan perawatan medis dari tim Dinas Sosial Kota Jambi.

Kondisinya kini sudah tertangani dan dalam pemantauan.

Sebelumnya, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kota Jambi, Fikri, mengungkapkan bahwa pihaknya langsung bergerak begitu mendapat laporan dari masyarakat.

“Tim kami langsung menangani setelah menerima laporan, termasuk koordinasi dengan pihak kepolisian dan unsur kelurahan. ODGJ sudah diberi pengobatan,” ujarnya.

AKP Reza juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi secara resmi, guna menghindari kesalahpahaman dan kepanikan.

“Kami minta masyarakat lebih bijak dalam menerima informasi. Jika ada hal yang mencurigakan, silakan laporkan langsung ke pihak berwenang,” tegasnya(*)




Geger Temuan ODGJ Luka-Luka di Lorong Saung Kito, Warga Laporkan ke Dinsos

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Warga Jalan Mpu Sendok RT 14, Kelurahan Solok Sipin, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi, digegerkan dengan temuan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dalam kondisi luka-luka, diduga ditusuk oleh orang tak dikenal (OTK), Kamis (24/7/2025).

ODGJ tersebut ditemukan tepat di Lorong Saung Kito, dengan kondisi tubuh yang memprihatinkan.

Dugaan sementara, ODGJ tersebut ditusuk oleh pihak tertentu yang hingga kini belum diketahui identitasnya.

Menanggapi laporan tersebut, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota Jambi, Fikri, menyatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi dan sedang menindaklanjuti laporan warga.

“Kami sudah menerima informasi soal adanya ODGJ yang ditusuk oleh orang tak dikenal. Saat ini tim kami sedang melakukan penanganan awal dan berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk aparat kepolisian,” jelas Fikri saat dikonfirmasi, Kamis (24/7).

Sementara itu, Kapolsek Telanaipura, AKP Reza Falevi, mengungkapkan bahwa pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut, namun akan segera mengecek ke lapangan.

“Kami belum menerima informasi secara langsung, namun akan segera kami tindak lanjuti dan lakukan pengecekan ke lokasi,” ujar AKP Reza.

Warga sekitar berharap pihak berwenang segera mengusut dugaan penelantaran ini dan memberikan penanganan medis serta psikologis terhadap ODGJ tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui identitas ODGJ. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan penanganan Dinsos serta kepolisian.(*)




Ketua DPRD Kota Jambi Apresiasi Inovasi Modul Literasi dan Numerasi SDN 47

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dalam era digital dan informasi yang berkembang pesat, kemampuan literasi dan numerasi menjadi kunci utama untuk membentuk generasi muda yang cerdas, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Menjawab tantangan tersebut, SDN 47 Kota Jambi resmi meluncurkan Modul Literasi dan Numerasi Sekolah sebagai bagian dari komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan hasil akademik peserta didik.

Peluncuran modul ini merupakan bagian dari Gerakan Literasi dan Numerasi Sekolah (GLNS) yang dirancang khusus untuk membantu siswa memahami soal-soal Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) serta memperkuat kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung secara menyenangkan dan efektif.

Modul ini dibagi menjadi dua fokus utama, yakni literasi dan numerasi, yang disusun berdasarkan kebutuhan riil siswa di lapangan.

Modul ini tidak hanya berorientasi pada hasil ujian, tetapi juga bertujuan membentuk pola pikir analitis dan kemampuan problem solving sejak dini.

Dengan pendekatan yang menarik dan kontekstual, diharapkan siswa dapat belajar dengan lebih antusias dan termotivasi.

Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, mengapresiasi langkah inovatif yang dilakukan SDN 47 Kota Jambi.

“Kami sangat mendukung gerakan literasi dan numerasi yang diluncurkan oleh SDN 47 Kota Jambi. Program seperti ini merupakan pondasi penting dalam membangun generasi Jambi yang unggul dan berdaya saing di masa depan. Semoga semangat ini terus dijaga dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kota Jambi,” Kata dia.

Sementara itu, Kepala SDN 47 Kota Jambi, Arpanidar mengungkapkan harapannya terhadap keberlanjutan program ini:

“Semoga gerakan literasi dan numerasi yang kita mulai hari ini memberikan manfaat yang nyata bagi pendidikan dan kehidupan kita semua. Cahaya ilmu yang kita nyalakan hari ini akan terus bersinar, menerangi jalan menuju masa depan yang lebih cerah.”

Dengan peluncuran ini, SDN 47 Kota Jambi menegaskan komitmennya sebagai sekolah yang aktif mendorong inovasi pendidikan demi mencetak generasi yang cerdas, kreatif, dan adaptif terhadap perubahan zaman.(*)




Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Wali Kota Maulana: Isinya Menarik dan Mudah Dipahami

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Tunjukkan komitmen dalam mendukung tumbuh kembangnya Dunia Pendidikan dari tingkat dasar, Wali Kota Jambi, Dr.dr.H. Maulana, M.K.M, hadiri Peluncuran atau Kick Off Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, bertempat di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, pada Selasa siang (22/7/2025).

Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah ini hadir dari kolaborasi Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi melalui Tenaga Pendidik di Tingkat Dasar Dinas Pendidikan bersama Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Jambi yang diharapkan penyusunannya mampu berkontribusi untuk Pendidikan di Kota Jambi khususnya, karena telah diselaraskan dengan Permendikdasmen.

Di mana mampu menunjang pembelajaran yang berdampak terhadap keaktifan dan kreatifitas peserta didik.

Dengan kolaborasi yang kuat antara Bank Indonesia bersama Dinas Pendidikan dan disupport langsung oleh Kepala Daerah, hadirnya Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah ini merupakan yang pertama di Indonesia.

Kegiatan ini sangat selaras dengan visi Kota Jambi Bahagia untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang menyenangkan, inklusif, dan berkualitas, agar setiap peserta didik dapat berkembang optimal, berprestasi, dan Bahagia, serta mempunyai karakter.

Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini, karena sebagai inisiatif yang inovatif, serta penting untuk membangun kesadaran anak-anak terhadap Rupiah sebagai simbol Nasional.

“Ini adalah suatu kebanggaan, dengan kolaborasi yang baik menghasilkan modul proyek dengan tiga konsep utama, yaitu Cinta, Bangga dan Paham yang nantinya akan didistribusikan diseluruh Sekolah untuk menjadi modul pendidikan bagi anak-anak di Sekolah agar paham rupiah,” ujarnya.

Dirinya tekankan, pemahaman dan kecintaan terhadap rupiah bagi anak-anak sejak dini juga dapat menjadikannya pribadi yang lebih sukses dimasa depan.

“Kami atas nama Pemerintah sangat menyambut baik, karena pemahaman terhadap rupiah sangat penting bagi anak-anak sejak dini yang akan membentuk anak-anak kita memiliki kecintaan, kebanggaan, dan pemahaman terhadap rupiah,” tekannya.

Maulana juga meyakini, Modul Praktik Berbasis Proyek Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah dapat disenangi oleh anak-anak didik disekolah, karena isinya yang menarik dan mudah dipahami.

“Sekilas bukunya telah saya baca, saya yakin anak-anak pasti suka karena ilmu tentang duit ini penting,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, menghargai dan memperkenalkan rupiah merupakan hal penting dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan melalui penguatan simbol negara yang terkandung didalamnya.

“Rupiah adalah simbol kedaulatan Negara. Maka dengan kesadaran terhadap nilai dan simbol kedaulatan didalamnya, anak-anak kita memahami dan dapat menggunakannya secara bijak,” katanya.

Menutup sambutannya, Wali Kota Maulana menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bank Indonesia Provinsi Jambi, di mana telah aktif dalam mendukung Kota Jambi, tidak hanya dalam hal ekonomi, tetapi juga yang saat ini dilakukan bagi Dunia Pendidikan.

“Dan masih banyak lagi bantuan-bantuan, seperti dari CSR, serta memajukan dunia usaha bagi UMKM. Oleh karena itu, saya ucapkan banyak terimakasih, semoga kolaborasi yang baik ini bisa diteruskan untuk Kota Jambi Bahagia,” tutupnya.(*)